Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Hadits Abdullah Bin Zamah Radliyallahu Taala Anhu

Hadits Ahmad 15629

قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَمْعَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ النِّسَاءَ فَوَعَظَ فِيهِنَّ وَقَالَ عَلَامَ يَضْرِبُ أَحَدُكُمْ امْرَأَتَهُ وَلَعَلَّهُ أَنْ يُضَاجِعَهَا مِنْ آخِرِ النَّهَارِ أَوْ آخِرِ اللَّيْلِ

Atas dasar apa salah seorang di antara kalian memukul isterinya padahal siapa tahu dia menidurinya di waktu sorenya atau di akhir malamnya bukan? [HR. Ahmad No.15629].

Hadits Ahmad No.15629 Secara Lengkap

[[[(Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zam'ah] berkata Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menyebut-nyebut kaum perempuan dan menasehati sahabatnya tentang para isteri seraya bersabda: "Atas dasar apa salah seorang di antara kalian memukul isterinya padahal siapa tahu dia menidurinya di waktu sorenya atau di akhir malamnya bukan?"]]]

Hadits Ahmad 15630

قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَمْعَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { إِذْ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا } انْبَعَثَ لَهَا رَجُلٌ عَارِمٌ عَزِيزٌ مَنِيعٌ فِي رَهْطِهِ مِثْلُ أَبِي زَمْعَةَ ثُمَّ وَعَظَهُمْ فِي الضَّحِكِ مِنْ الضَّرْطَةِ فَقَالَ إِلَى مَا يَضْحَكُ أَحَدُكُمْ مِمَّا يَفْعَلُ قَالَ ثُمَّ قَالَ إِلَى مَا يَجْلِدُ أَحَدُكُمْ امْرَأَتَهُ جَلْدَ الْعَبْدِ ثُمَّ لَعَلَّهُ أَنْ يُضَاجِعَهَا مِنْ آخِرِ يَوْمِهِ

Ketika bangkit orang yg paling celaka di antara mereka' maka bangkitlah seorang laki-laki yg kasar, bangsawan, & pelit di kalangan kaumnya seperti Abu Zam'ah, lalu nabi menasehati mereka perihal tertawa karena kentut. Lalu beliau bersabda:
Atas dasar apa salah seorang diantara kalian tertawa karena kentut?
(Abdullah bin Zam'ah) berkata; lalu beliau bersabda:
Atas dasar apa salah seorang di antara kalian mencambuk istrinya sebagaimana mencambuk budak, yg bisa jadi pada sore harinya dia menggaulinya?. [HR. Ahmad No.15630].

Hadits Ahmad No.15630 Secara Lengkap

[[[(Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zam'ah] berkata; Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda mengomentari ayat 'Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka' maka bangkitlah seorang laki-laki yang kasar, bangsawan, dan pelit di kalangan kaumnya seperti Abu Zam'ah, lalu nabi menasehati mereka perihal tertawa karena kentut. Lalu beliau bersabda: "Atas dasar apa salah seorang diantara kalian tertawa karena kentut?" (Abdullah bin Zam'ah) berkata; lalu beliau bersabda: "Atas dasar apa salah seorang di antara kalian mencambuk istrinya sebagaimana mencambuk budak, yang bisa jadi pada sore harinya dia menggaulinya?."]]]

Hadits Ahmad 15631

قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَمْعَةَ قَالَ خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ النَّاقَةَ وَذَكَرَ الَّذِي عَقَرَهَا فَقَالَ { إِذْ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا } انْبَعَثَ لَهَا رَجُلٌ عَارِمٌ عَزِيزٌ مَنِيعٌ فِي رَهْطِهِ مِثْلُ أَبِي زَمْعَةَ ثُمَّ ذَكَرَ النِّسَاءَ فَوَعَظَهُمْ فِيهِنَّ فَقَالَ عَلَامَ يَجْلِدُ أَحَدُكُمْ امْرَأَتَهُ جَلْدَ الْعَبْدِ وَلَعَلَّهُ يُضَاجِعُهَا مِنْ آخِرِ يَوْمِهِ ثُمَّ وَعَظَهُمْ فِي ضَحِكِهِمْ مِنْ الضَّرْطَةِ فَقَالَ عَلَامَ يَضْحَكُ أَحَدُكُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُ

Ketika bangkit orang yg paling celaka di antara mereka', Maka bangkitlah seorang yg kasar & jelek, bangsawan, orang yg pelit di kalangan kaumnya seperti Abu Zam'ah, kemudian beliau menyebut-nyebut wanita & menasehati (kaum laki-laki) tentang kaum wanita. Lalu beliau bersabda:
Atas dasar apa salah seorang di antara kalian mencambuk istrinya sebagaimana mencambuk budak bisa jadi padahal bisa jadi pada sore harinya dia menggaulinya?. Lalu beliau menasehati mereka tentang tertawa mereka karena kentut, beliau bersabda:
Atas dasar apa kalian mentertawakannya?. [HR. Ahmad No.15631].

Hadits Ahmad No.15631 Secara Lengkap

[[[(Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zam'ah] berkata; Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam berkhutbah lalu menyebut-nyebut 'Unta' dan menyebut-nyebut unta yang kaum Tsamud sembelih. Beliau bersabda mengomentari ayat 'Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka', Maka bangkitlah seorang yang kasar dan jelek, bangsawan, orang yang pelit di kalangan kaumnya seperti Abu Zam'ah, kemudian beliau menyebut-nyebut wanita dan menasehati (kaum laki-laki) tentang kaum wanita. Lalu beliau bersabda: "Atas dasar apa salah seorang di antara kalian mencambuk istrinya sebagaimana mencambuk budak bisa jadi padahal bisa jadi pada sore harinya dia menggaulinya?." Lalu beliau menasehati mereka tentang tertawa mereka karena kentut, beliau bersabda: "Atas dasar apa kalian mentertawakannya?."]]]

Hadits Ahmad 15632

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَمْعَةَ وَعَظَهُمْ فِي النِّسَاءِ وَقَالَ عَلَامَ يَضْرِبُ أَحَدُكُمْ امْرَأَتَهُ ضَرْبَ الْعَبْدِ ثُمَّ يُضَاجِعُهَا مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ

atas dasar apa salah seorang diantara kalian memukul istrinya sebagaimana memukul budak lalu menggaulinya pada akhir malam?. [HR. Ahmad No.15632].

Hadits Ahmad No.15632 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zam'ah] dia menasehati mereka dalam masalah wanita dan berkata; atas dasar apa salah seorang diantara kalian memukul istrinya sebagaimana memukul budak lalu menggaulinya pada akhir malam?.]]]

Hadits Ahmad 18148

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ وَقَالَ ابْنُ شِهَابٍ الزُّهْرِيُّ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَمْعَةَ بْنِ الْأَسْوَدِ بْنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَسَدٍ قَالَ لَمَّا اسْتُعِزَّ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عِنْدَهُ فِي نَفَرٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَالَ دَعَا بِلَالٌ لِلصَّلَاةِ فَقَالَ مُرُوا مَنْ يُصَلِّي بِالنَّاسِ قَالَ فَخَرَجْتُ فَإِذَا عُمَرُ فِي النَّاسِ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ غَائِبًا فَقَالَ قُمْ يَا عُمَرُ فَصَلِّ بِالنَّاسِ قَالَ فَقَامَ فَلَمَّا كَبَّرَ عُمَرُ سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَوْتَهُ وَكَانَ عُمَرُ رَجُلًا مُجْهِرًا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَيْنَ أَبُو بَكْرٍ يَأْبَى اللَّهُ ذَلِكَ وَالْمُسْلِمُونَ يَأْبَى اللَّهُ ذَلِكَ وَالْمُسْلِمُونَ قَالَ فَبَعَثَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ فَجَاءَ بَعْدَ أَنْ صَلَّى عُمَرُ تِلْكَ الصَّلَاةَ فَصَلَّى بِالنَّاسِ قَالَ وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَمْعَةَ قَالَ لِي عُمَرُ وَيْحَكَ مَاذَا صَنَعْتَ بِي يَا ابْنَ زَمْعَةَ وَاللَّهِ مَا ظَنَنْتُ حِينَ أَمَرْتَنِي إِلَّا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَكَ بِذَلِكَ وَلَوْلَا ذَلِكَ مَا صَلَّيْتُ بِالنَّاسِ قَالَ قُلْتُ وَاللَّهِ مَا أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ حِينَ لَمْ أَرَ أَبَا بَكْرٍ رَأَيْتُكَ أَحَقَّ مَنْ حَضَرَ بِالصَّلَاةِ

Mana Abu Bakar, Allah & kaum muslimin enggan akan hal itu. Allah & kaum muslimin enggan akan hal itu. Akhirnya beliau mengutus seseorang kepada Abu Bakar. Maka ia pun datang setelah Umar usai menunaikan shalat itu, kemudian Abu Bakar pun shalat (mengimami) bersama kaum muslimin. Abdullah bin Zam'ah berkata; Umar berkata kepadaku, Celaka kamu, apa yg kamu lakukan terhadapku wahai Ibnu Zam'ah. Demi Allah, saya tak berpikir ketika kamu memerintahkanku, kecuali Rasulullah -lah yg memerintahkanmu (untuk menyuruhku menjadi Imam). Kalau bukan karena itu, aku tak akan shalat (mengimami) kaum muslimin. Saya berkata, Demi Allah, Rasulullah tidaklah memerintahkanku. Namun ketika saya tak melihat Abu Bakar, saya memandang, Andalah yg lebih berhak untuk mengimami shalat. [HR. Ahmad No.18148].

Hadits Ahmad No.18148 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Abu Ishaq] ia berkata, [Ibnu Syihab Az Zuhri] berkata, telah menceritakan kepadaku [Abdul Malik bin Abu Bakr bin Abdurrahman bin Harits bin Hisyam] dari [bapaknya] dari [Abdullah bin Zam'ah bin Aswad bin Al Muthallib bin Asad] ia berkata; Ketika sakit Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam semakin parah -sementara saya saat itu berada di sisi beliau beserta beberapa orang dari kaum muslimin- Bilal mengumandangkan adzan shalat, maka beliau bersabda: "Perintahkanlah seseorang untuk shalat (mengimami) orang-orang." Abdullah bin Zam'ah berkata; Saya pun keluar dan ternyata Umar ada di tengah-tengah para sahabat, sementara Abu Bakar tidak ada. Abdullah bin Zam'ah berkata, "Berdirilah wahai Umar, shalatlah (menjadi imam) bersama kaum muslimin." Maka Umar pun berdiri, dan ketika ia bertakbir, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendengar suaranya -sebab Umar adalah seorang laki-laki yang lantang suaranya-, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mana Abu Bakar, Allah dan kaum muslimin enggan akan hal itu. Allah dan kaum muslimin enggan akan hal itu." Akhirnya beliau mengutus seseorang kepada Abu Bakar. Maka ia pun datang setelah Umar usai menunaikan shalat itu, kemudian Abu Bakar pun shalat (mengimami) bersama kaum muslimin. Abdullah bin Zam'ah berkata; Umar berkata kepadaku, "Celaka kamu, apa yang kamu lakukan terhadapku wahai Ibnu Zam'ah. Demi Allah, saya tidak berpikir ketika kamu memerintahkanku, kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam-lah yang memerintahkanmu (untuk menyuruhku menjadi Imam). Kalau bukan karena itu, aku tidak akan shalat (mengimami) kaum muslimin." Saya berkata, "Demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah memerintahkanku. Namun ketika saya tidak melihat Abu Bakar, saya memandang, Andalah yang lebih berhak untuk mengimami shalat."]]]

Musnad Penduduk Madinah