Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Hadits Abdullah Bin Abu Aufa Radliyallahu Taala Anhu

Hadits Ahmad 18583

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا الشَّيْبَانِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فَلَمَّا غَابَتْ الشَّمْسُ قَالَ انْزِلْ يَا فُلَانُ فَاجْدَحْ لَنَا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَيْكَ نَهَارٌ قَالَ انْزِلْ فَاجْدَحْ قَالَ فَفَعَلَ فَنَاوَلَهُ فَشَرِبَ فَلَمَّا شَرِبَ أَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَغْرِبِ فَقَالَ إِذَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ هَاهُنَا جَاءَ اللَّيْلُ مِنْ هَاهُنَا فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Jika matahari telah terbenam di sebelah ini, maka malam telah tiba dari sini & orang yg berpuasa pun telah berbuka. [HR. Ahmad No.18583].

Hadits Ahmad No.18583 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Asy Syaibani] dari [Abdullah bin Abu Aufa] ia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan pada bulan Ramadlan. Ketika matahari terbenam beliau bersabda: "Wahai Fulan, sediakanlah minuman untuk kami." Ia berkata, "Wahai Rasulullah, hari masih terang." Beliau bersabda: "Sediakanlah minuman untuk kami." Maka ia pun menyiapkannya dan beliau minum. Setelah itu, beliau memberi isyarat dengan tangannya ke arah barat seraya bersabda: "Jika matahari telah terbenam di sebelah ini, maka malam telah tiba dari sini dan orang yang berpuasa pun telah berbuka."]]]

Hadits Ahmad 18584

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا الشَّيْبَانِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الْمُجَالِدِ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ أَرْسَلَنِي ابْنُ شَدَّادٍ وَأَبُو بُرْدَةَ فَقَالَا انْطَلِقْ إِلَى ابْنِ أَبِي أَوْفَى فَقُلْ لَهُ إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ شَدَّادٍ وَأَبَا بُرْدَةَ يُقْرِئَانِكَ السَّلَامَ وَيَقُولَانِ هَلْ كُنْتُمْ تُسَلِّفُونَ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْبُرِّ وَالشَّعِيرِ وَالزَّبِيبِ قَالَ نَعَمْ كُنَّا نُصِيبُ غَنَائِمَ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنُسَلِّفُهَا فِي الْبُرِّ وَالشَّعِيرِ وَالتَّمْرِ وَالزَّبِيبِ فَقُلْتُ عِنْدَ مَنْ كَانَ لَهُ زَرْعٌ أَوْ عِنْدَ مَنْ لَيْسَ لَهُ زَرْعٌ فَقَالَ مَا كُنَّا نَسْأَلُهُمْ عَنْ ذَلِكَ قَالَ وَقَالَا لِي انْطَلِقْ إِلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى فَاسْأَلْهُ قَالَ فَانْطَلَقَ فَسَأَلَهُ فَقَالَ مِثْلَ مَا قَالَ ابْنُ أَبِي أَوْفَى قَالَ وَكَذَا حَدَّثَنَاهُ أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ زَائِدَةَ عَنِ الشَّيْبَانِيِّ قَالَ وَالزَّيْتِ

Kami pernah mendapatkan harta ghanimah pada masa Rasulullah lalu kami menjadikannya sebagai pinjaman pada usaha gandum, kurma & anggur. Saya bertanya, Kepada siapa?
ia menjawab, Bagi yg memiliki lahan pertanian atau juga bagi yg tak memiliki lahan. Ia berkata, Kami tak menanyakan yg itu. Ibnu Abu Aufa berkata, Temuilah Abdurrahman bin Abza & bertanyalah padanya. ia pun pergi & bertanya kepadanya, maka Abdurrahman pun memberikan jawaban sebagai jawaban Ibnu Abu Aufa. Ia pun berkata; Seperti inilah yg telah diceritakan oleh Abu Mu'awiyah dari Za`idah dari Asy Syaibani; Ia berkata; Dan (juga) minyak Zaitun. [HR. Ahmad No.18584].

Hadits Ahmad No.18584 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Asy Syaibani] dari [Muhammad bin Abul Mujalid] bekas budak Bani Mujalid, ia berkata; Ibnu Syaddad dan Abu Burdah mengutusku, mereka berdua berkata, "Pergi dan temuilah [Ibnu Abu Aufa] kemudian katakan bahwa, Abdullah bin Syaddad dan Abu Burdah menyampaikan salam atasmu, dan keduanya bertanya, 'Apakah pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kalian memberi pinjaman harta pada pertanian gandum, dan anggur?" ia menjawab, "Ya. Kami pernah mendapatkan harta ghanimah pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu kami menjadikannya sebagai pinjaman pada usaha gandum, kurma dan anggur." Saya bertanya, "Kepada siapa?" ia menjawab, "Bagi yang memiliki lahan pertanian atau juga bagi yang tidak memiliki lahan." Ia berkata, "Kami tidak menanyakan yang itu." Ibnu Abu Aufa berkata, "Temuilah [Abdurrahman bin Abza] dan bertanyalah padanya." ia pun pergi dan bertanya kepadanya, maka Abdurrahman pun memberikan jawaban sebagai jawaban Ibnu Abu Aufa. Ia pun berkata; Seperti inilah yang telah diceritakan oleh [Abu Mu'awiyah] dari [Za`idah] dari [Asy Syaibani]; Ia berkata; "Dan (juga) minyak Zaitun."]]]

Hadits Ahmad 18585

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ الشَّيْبَانِيِّ عَنِ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ الْأَخْضَرِ قَالَ قُلْتُ فَالْأَبْيَضِ قَالَ لَا أَدْرِي

Rasulullah melarang Nabidz Al Jarr Al Ahdlar (minuman manis yg terbuat dari kurma/anggur yg kemudian direndam dalam bejana yg terbuat dari tanah liat) & berwarna hijau. Saya bertanya, Lalu bagaimana dgn yg berwarna putih?
ia menjawab, Saya tak tahu. [HR. Ahmad No.18585].

Hadits Ahmad No.18585 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Amru bin Al Haitsam] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman Asy Syaibani] dari [Ibnu Abu Aufa] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang Nabidz Al Jarr Al Ahdlar (minuman manis yang terbuat dari kurma/anggur yang kemudian direndam dalam bejana yang terbuat dari tanah liat) dan berwarna hijau." Saya bertanya, "Lalu bagaimana dengan yang berwarna putih?" ia menjawab, "Saya tidak tahu."]]]

Hadits Ahmad 18586

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَبُو يَعْفُورٍ عَبْدِيٌّ مَوْلًى لَهُمْ قَالَ ذَهَبْتُ إِلَى ابْنِ أَبِي أَوْفَى أَسْأَلُهُ عَنْ الْجَرَادِ قَالَ غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِتَّ غَزَوَاتٍ نَأْكُلُ الْجَرَادَ

Saya telah ikut berperang bersama Rasulullah sebanyak enam kali peperangan, & kami makan belalang. [HR. Ahmad No.18586].

Hadits Ahmad No.18586 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ya'fur] bekas budak mereka, ia berkata; saya menemui [Ibnu Abu Aufa] untuk menanyakan tentang belalang. Ia menjawab, "Saya telah ikut berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebanyak enam kali peperangan, dan kami makan belalang."]]]

Hadits Ahmad 18587

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ الشَّيْبَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ لِرَجُلٍ انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اجْدَحْ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اجْدَحْ فَجَدَحَ فَشَرِبَ فَلَمَّا شَرِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْمَأَ بِيَدِهِ نَحْوَ اللَّيْلِ إِذَا رَأَيْتُمْ اللَّيْلَ قَدْ أَقْبَلَ مِنْ هَاهُنَا فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Jika kalian telah melihat malam masuk dari sini, maka orang yg berpuasa sudah mulai berbuka. [HR. Ahmad No.18587].

Hadits Ahmad No.18587 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq Asy Syaibani] ia berkata, saya mendengar [Abdullah bin Abu Aufa] berkata; Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Kemudian beliau berkata kepada seseorang: "Singgah dan siapkanlah minuman untuk kami." Dan sekali waktu Sufyan berkata; "Wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Siapkanlah minuman." Ia berkata, "Wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Siapkanlah minuman." Maka ia pun menyediakan minuman. Beliau kemudian minum. Dan setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam minum, beliau menunjuk dengan tangannya ke arah datangnya malam, "Jika kalian telah melihat malam masuk dari sini, maka orang yang berpuasa sudah mulai berbuka."]]]

Hadits Ahmad 18588

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الشَّيْبَانِيِّ عَنِ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ أَصَبْنَا حُمُرًا خَارِجًا مِنْ الْقَرْيَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْفِئُوا الْقُدُورَ بِمَا فِيهَا فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِسَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ فَقَالَ إِنَّمَا نَهَى عَنْهَا أَنَّهَا كَانَتْ تَأْكُلُ الْعَذِرَةَ

Tumpahkanlah bejana & beserta isinya. Saya pun menuturkan hal itu kepada Sa'id bin Jubair, ia berkata, Beliau melarangnya, karena himar itu selalu makan sisa makanan manusia. [HR. Ahmad No.18588].

Hadits Ahmad No.18588 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Asy Syaibani] dari [Ibnu Abu Aufa] ia berkata; Kami mendapatkan harta ghanimah berupa Himar yang muncul dari pedesaan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Tumpahkanlah bejana dan beserta isinya." Saya pun menuturkan hal itu kepada Sa'id bin Jubair, ia berkata, "Beliau melarangnya, karena himar itu selalu makan sisa makanan manusia."]]]

Hadits Ahmad 18589

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ قَالَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Jika Rasulullah membaca: SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Allah Maha Mendengar terhadap orang yg memuji-Nya). Maka beliau berdo'a: RABBANA LAKAL HAMDU MIL`AS SAMAAWAATI WA MIL`AL ARDLI WA MIL`A MAAS YI`TELAH MENCERITAKAN KEPADA KAMI MIN SYAI`IN BA'DU (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, dgn pujian yg memenuhi langit & bumi & sepenuh apa yg Engkau kehendaki setelah itu). [HR. Ahmad No.18589].

Hadits Ahmad No.18589 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ubaid bin Al Hasan] dari [Abdullah bin Aufa] ia berkata; Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya)." Maka beliau berdo'a: "RABBANA LAKAL HAMDU MIL`AS SAMAAWAATI WA MIL`AL ARDLI WA MIL`A MAAS YI`TELAH MENCERITAKAN KEPADA KAMI MIN SYAI`IN BA'DU (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, dengan pujian yang memenuhi langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu)."]]]

Hadits Ahmad 18590

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا لَيْثٌ عَنْ مُدْرِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فَيَقُولُ اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا طَهَّرْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ ذُنُوبِي كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِيشَةً تَقِيَّةً وَمِيتَةً سَوِيَّةً وَمَرَدًّا غَيْرَ مُخْزٍ

ALLAHUMMA THAHHIRNII BITS TSALJI WAL BARADI WAL MAA`IL BAARID, ALLAHUMMA THAHHIR QALBI, MINAL KHATHAAYAA KAMAA THAHHARTATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA BAA'ID BAINII WA BAINA DZUNUUBI KAMAA BAA'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI, ALLAHUMMA INNI `A'UUDZU BIKA MIN QALBIN LAA YAKHSYA' WA MIN NAFSIN LAA TASYBA' WA DU'AA`IN LAA YUSMA' WA 'ILMIN LAA YANFA'. ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN HAA`ULAA`IL ARBA', ALLAHUMMA INNII AS`ALUKA 'IISYATAN TAQIYYAH WA MIITATAN SAWIYYAH WA MARADDAN GHAIRA MUKHZIN (Ya Allah, sucikanlah aku dgn salju & (air) yg sejuk. Ya Allah sucikanlah hatiku dari segala dosa, sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antara diriku dgn dosa-dosaku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur & barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari hati yg tak pernah khyusu', nafsu yg tak pernah puas, do'a yg tak pernah terkabul & ilmu tak bermanfaat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal itu. Ya Allah, aku meminta pada-Mu kehidupan yg penuh dgn ketakwaan, kematian yg penuh kedamaian & tempat kembali tanpa ada kehinaan di dalamnya). [HR. Ahmad No.18590].

Hadits Ahmad No.18590 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepada kami [Laits] dari [Mudrik] dari [Abdullah bin Abu Aufa] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a: "ALLAHUMMA THAHHIRNII BITS TSALJI WAL BARADI WAL MAA`IL BAARID, ALLAHUMMA THAHHIR QALBI, MINAL KHATHAAYAA KAMAA THAHHARTATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA BAA'ID BAINII WA BAINA DZUNUUBI KAMAA BAA'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI, ALLAHUMMA INNI `A'UUDZU BIKA MIN QALBIN LAA YAKHSYA' WA MIN NAFSIN LAA TASYBA' WA DU'AA`IN LAA YUSMA' WA 'ILMIN LAA YANFA'. ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN HAA`ULAA`IL ARBA', ALLAHUMMA INNII AS`ALUKA 'IISYATAN TAQIYYAH WA MIITATAN SAWIYYAH WA MARADDAN GHAIRA MUKHZIN (Ya Allah, sucikanlah aku dengan salju dan (air) yang sejuk. Ya Allah sucikanlah hatiku dari segala dosa, sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antara diriku dengan dosa-dosaku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari hati yang tak pernah khyusu', nafsu yang tak pernah puas, do'a yang tidak pernah terkabul dan ilmu tidak bermanfaat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal itu. Ya Allah, aku meminta pada-Mu kehidupan yang penuh dengan ketakwaan, kematian yang penuh kedamaian dan tempat kembali tanpa ada kehinaan di dalamnya)."]]]

Hadits Ahmad 18591

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنِ القَاسِمِ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ قَدِمَ مُعَاذٌ الْيَمَنَ أَوْ قَالَ الشَّامَ فَرَأَى النَّصَارَى تَسْجُدُ لِبَطَارِقَتِهَا وَأَسَاقِفَتِهَا فَرَوَّأَ فِي نَفْسِهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَقُّ أَنْ يُعَظَّمَ فَلَمَّا قَدِمَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ النَّصَارَى تَسْجُدُ لِبَطَارِقَتِهَا وَأَسَاقِفَتِهَا فَرَوَّأْتُ فِي نَفْسِي أَنَّكَ أَحَقُّ أَنْ تُعَظَّمَ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا وَلَا تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهَا كُلَّهُ حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا عَلَيْهَا كُلَّهُ حَتَّى لَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى ظَهْرِ قَتَبٍ لَأَعْطَتْهُ إِيَّاهُ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَوْفٍ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ أَحَدِ بَنِي مُرَّةَ بْنِ هَمَّامٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ إِنَّهُ أَتَى الشَّامَ فَرَأَى النَّصَارَى فَذَكَرَ مَعْنَاهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ فَقُلْتُ لِأَيِّ شَيْءٍ تَصْنَعُونَ هَذَا قَالُوا هَذَا كَانَ تَحِيَّةَ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلَنَا فَقُلْتُ نَحْنُ أَحَقُّ أَنْ نَصْنَعَ هَذَا بِنَبِيِّنَا فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُمْ كَذَبُوا عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ كَمَا حَرَّفُوا كِتَابَهُمْ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَبْدَلَنَا خَيْرًا مِنْ ذَلِكَ السَّلَامَ تَحِيَّةَ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Sekiranya saya boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya saya akan memerintahkan wanita untuk sujud kepada suaminya. Dan seorang wanita tak akan memenuhi hak Allah 'azza wajalla atas dirinya sepenuhnya, kecuali ia memenuhi hak suaminya atas dirinya. Bahkan sekiranya suaminya meminta dirinya, sementara ia saat itu berada di atas pelana kendaraan, maka ia harus mentaatinya. Telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam telah menceritakan kepadaku bapakku dari Qasim bin Auf seorang laki-laki dari Kufah, yaitu Bani Murrah bin Hammam, dari Abdurrahman bin Abu Laila dari bapaknya dari Mu'adz bin Jabal ia berkata; ia mendatangi negeri Syam, lalu ia melihat orang-orang Nasrani. Ia pun menyebutkan maknanya. Hanya saja ia mengatakan; Saya berkata, Untuk apa kalian berbuat seperti ini?
mereka menjawab, Ini adl bentuk penghormatan kepada para Nabi pada masa sebelum kami. Maka saya pun berkata, Sesungguhnya kami lebih berhak untuk berbuat seperti ini kepada Nabi kami. Maka Nabi bersabda:
Sesungguhnya mereka telah berdusta kepada Nabi-Nabi mereka, sebagaimana mereka telah merubah Kitab-Kitab mereka. sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah menggantikan untuk kita sesuatu yg lebih baik dari itu, yaitu Salam, ucapan selamat bagi penghuni surga. [HR. Ahmad No.18591].

Hadits Ahmad No.18591 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Ayub] dari [Al Qasim Asy Syaibani] dari [Abdullah bin Abu Aufa] ia berkata; Ketika Mu'adz sampai di negeri Yaman atau Syam, ia melihat orang-orang Nasrani sujud kepada para komandan dan ulamanya. Lalu terpikirkanlah di dalam hatinya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah lebih berhak. Maka ketika ia kembali, ia berkata, "Wahai Rasulullah, saya telah melihat orang-orang sujud kepada para komandan dan para ulama mereka, lalu terpikirkanlah di dalam hatiku bahwa Anda adalah lebih berhak untuk dimuliakan." Maka beliau bersabda: "Sekiranya saya boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya saya akan memerintahkan wanita untuk sujud kepada suaminya. Dan seorang wanita tidak akan memenuhi hak Allah 'azza wajalla atas dirinya sepenuhnya, kecuali ia memenuhi hak suaminya atas dirinya. Bahkan sekiranya suaminya meminta dirinya, sementara ia saat itu berada di atas pelana kendaraan, maka ia harus mentaatinya." Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Qasim bin Auf] seorang laki-laki dari Kufah, yaitu Bani Murrah bin Hammam, dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [bapaknya] dari [Mu'adz bin Jabal] ia berkata; ia mendatangi negeri Syam, lalu ia melihat orang-orang Nasrani. Ia pun menyebutkan maknanya. Hanya saja ia mengatakan; Saya berkata, "Untuk apa kalian berbuat seperti ini?" mereka menjawab, "Ini adalah bentuk penghormatan kepada para Nabi pada masa sebelum kami." Maka saya pun berkata, "Sesungguhnya kami lebih berhak untuk berbuat seperti ini kepada Nabi kami." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya mereka telah berdusta kepada Nabi-Nabi mereka, sebagaimana mereka telah merubah Kitab-Kitab mereka. sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah menggantikan untuk kita sesuatu yang lebih baik dari itu, yaitu Salam, ucapan selamat bagi penghuni surga."]]]

Hadits Ahmad 18592

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ صَلَّى عَلَيْهِمْ فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى

jika Nabi didatangi oleh suatu kaum dgn membawa zakat harta mereka, maka beliau bershalawat (berdo'a) atas mereka. Lalu bapakku mendatangi beliau dgn membawa zakat hartanya, maka beliau berdo'a: Ya Allah, berilah pertolongan & kurnia keluarga Abu Aufa. [HR. Ahmad No.18592].

Hadits Ahmad No.18592 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] dari [Amru bin Murrah] ia berkata, saya mendengar [Abdullah bin Abu Aufa] ia berkata; jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam didatangi oleh suatu kaum dengan membawa zakat harta mereka, maka beliau bershalawat (berdo'a) atas mereka. Lalu bapakku mendatangi beliau dengan membawa zakat hartanya, maka beliau berdo'a: "Ya Allah, berilah pertolongan dan kurnia keluarga Abu Aufa."]]]

Hadits Ahmad 18593

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ يَعْنِي ابْنَ أَبِي خَالِدٍ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بنِ أَبِي أَوْفَى هَلْ بَشَّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَدِيجَةَ قَالَ نَعَمْ بَشَّرَهَا بِبَيْتٍ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبٌ فِيهِ وَلَا نَصَبٌ

menyampaikan berita gembira padanya berupa rumah yg terbuat dari mutiara, yg tiada kebisingan di dalamnya & tak pula kepenatan. [HR. Ahmad No.18593].

Hadits Ahmad No.18593 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Isma'il] yakni Ibnu Abu Khalid, ia berkata, saya bertanya kepada [Abdullah bin Abu Aufa], "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah memberi kabar gembira kepada Khadijah?" ia menjawab, "Ya, beliau telah menyampaikan berita gembira padanya berupa rumah yang terbuat dari mutiara, yang tiada kebisingan di dalamnya dan tidak pula kepenatan."]]]

Hadits Ahmad 18594

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أَوْفَى قَالَ اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ ثُمَّ خَرَجَ فَطَافَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَجَعَلْنَا نَسْتُرُهُ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ أَنْ يَرْمِيَهُ أَحَدٌ أَوْ يُصِيبَهُ بِشَيْءٍ فَسَمِعْتُهُ يَدْعُو عَلَى الْأَحْزَابِ يَقُولُ اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ هَازِمَ الْأَحْزَابِ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

ALLAHUMMA MUNZILAL KITAABI SARII'UL HISAABI HAAZIMAL AHZAAB ALLAHUMMAH ZIMHUM WA ZALZILHUM (Ya Allah, yg telah menurunkan kitab, Yang maha cepat hisab-Nya, Ya Allah, binasakan & goyahkanlah kekuatan mereka). [HR. Ahmad No.18594].

Hadits Ahmad No.18594 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Aufa] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan Umrah, lalu beliau thawaf di Baitullah. Kemudian beliau keluar dan melakukan thawaf antara Shafa dan Marwah, maka kami pun melindungi beliau daripada lemparan kaum musyrikin, atau mencelakainya dengan sesuatu. Kemudian saya mendengar beliau mendo'akan kecelakaan atas pasukan Ahzab: "ALLAHUMMA MUNZILAL KITAABI SARII'UL HISAABI HAAZIMAL AHZAAB ALLAHUMMAH ZIMHUM WA ZALZILHUM (Ya Allah, yang telah menurunkan kitab, Yang maha cepat hisab-Nya, Ya Allah, binasakan dan goyahkanlah kekuatan mereka)."]]]

Hadits Ahmad 18595

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَوْصَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَيْءٍ قَالَ لَا قُلْتُ فَكَيْفَ أَمْرَ الْمُسْلِمِينَ بِالْوَصِيَّةِ قَالَ أَوْصَى بِكِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ قَالَ طَلْحَةُ وَقَالَ الْهُزَيْلُ بْنُ شُرَحْبِيلَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ كَانَ يَتَأَمَّرُ عَلَى وَصِيِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَّ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّهُ وَجَدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهْدًا فَخُزِمَ أَنْفُهُ بِخِزَامٍ

berwasiat dgn Kitabullah 'azza wajalla. Malik bin Mighwal berkata, Thalhah berkata, Al Huzail bin Syurahbil berkata; Dan Abu Bakar memerintah dgn menunaikan wasiat Rasulullah . Juga Abu Bakar Rasulullah merasa senang memperoleh janji dibersamakan dgn Rasulullah , maka hidung untanya ia kalungi dgn gelang dari rambut (sebagai pertanda kegembiraannya). [HR. Ahmad No.18595].

Hadits Ahmad No.18595 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Malik bin Mighwal] dari [Thalhah bin Musharrif] ia berkata, saya bertanya kepada [Abdullah bin Abu Aufa], "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berwasiat?" Ia menjawab, "Tidak." Saya bertanya lagi, "lalu mengapa beliau memerintahkan wasiat kepada kaum muslimin?" ia menjawab, "Beliau telah berwasiat dengan Kitabullah 'azza wajalla." Malik bin Mighwal berkata, Thalhah berkata, Al Huzail bin Syurahbil berkata; Dan Abu Bakar radliallahu 'anhu memerintah dengan menunaikan wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Juga Abu Bakar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merasa senang memperoleh janji dibersamakan dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka hidung untanya ia kalungi dengan gelang dari rambut (sebagai pertanda kegembiraannya).]]]

Hadits Ahmad 18596

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ أَبِي إِسْمَاعِيلَ السَّكْسَكِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَا أَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَمُرْنِي بِمَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ فَقَالَهَا الرَّجُلُ وَقَبَضَ كَفَّهُ وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا لِلَّهِ تَعَالَى فَمَا لِنَفْسِي قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي قَالَ فَقَالَهَا وَقَبَضَ عَلَى كَفِّهِ الْأُخْرَى وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ وَقَدْ قَبَضَ كَفَّيْهِ جَمِيعًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ مَلَأَ كَفَّيْهِ مِنْ الْخَيْرِ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَكَانَ فِي كِتَابِ أَبِي حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا فَائِدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى قَالَ كُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَاهُ غُلَامٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَاهُنَا غُلَامًا يَتِيمًا لَهُ أُمٌّ أَرْمَلَةٌ وَأُخْتٌ يَتِيمَةٌ أَطْعِمْنَا مِمَّا أَطْعَمَكَ اللَّهُ تَعَالَى أَعْطَاكَ اللَّهُ مِمَّا عِنْدَهُ حَتَّى تَرْضَى فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَكَانَ فِي كِتَابِ أَبِي حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا فَائِدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَاهُنَا غُلَامًا قَدْ احْتُضِرَ يُقَالُ لَهُ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَلَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَقُولَهَا فَقَالَ أَلَيْسَ كَانَ يَقُولُ فِي حَيَاتِهِ قَالَ بَلَى قَالَ فَمَا مَنَعَهُ مِنْهَا عِنْدَ مَوْتِهِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ فَلَمْ يُحَدِّثْنَا أَبِي بِهَذَيْنِ الْحَدِيثَيْنِ ضَرَبَ عَلَيْهِمَا مِنْ كِتَابِهِ لِأَنَّهُ لَمْ يَرْضَ حَدِيثَ فَائِدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَكَانَ عِنْدَهُ مَتْرُوكَ الْحَدِيثِ

ALHAMDU LILLAH WA SUBHAANALLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH. Maka laki-laki itu pun membacanya, lalu ia menggenggam telapak tangannya & membentuk angka lima. Kemudian ia berkata, Wahai Rasulullah, ini semua adl untuk Allah Ta'la, lalu apakah untukku?
beliau bersabda:
Ucapkanlah, 'ALLAHUMMAGHFIRLII WAR HAMNII, WA 'AAFINII WAHDINII WARZUQNII (Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku, selamatkanlah aku (tubuh sehat & keluarga terhindar dari musibah), tunjukkanlah aku (ke jalan yg benar) & berilah aku rezeki (yang halal).' Laki-laki itu membacanya, lalu menggenggam kedua tangannya sehingga membentuk angka lima. Kemudian laki-laki itu pergi dgn menggenggam kedua telapak tangannya, maka Nabi bersabda:
Sungguh, ia telah memenuhi kedua telapak tangannya dgn kebaikan. Abdurrahman berkata; yg terdapat dalam kitab bapakku: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Fa`id bin Abdurrahman ia berkata; saya mendengar Abdullah bin Abu Aufa ia berkata; Saya pernah berada di sisi Rasulullah , kemudian beliau didatangi oleh seorang anak & berkata, Wahai Rasulullah, di tempat ini ada seorang anak yatim, memiliki seorang ibu yg telah janda & saudara perempuan Yatimah. Karena itu, berilah kami makan daripada makanan yg telah Allah berikan kepada Anda, semogaa Allah memberi Anda apa yg ada di sisi-Nya, hingga Anda ridla. Lalu ia menyebutkan hadits dgn redaksinya yg panjang. Abu Abdurrahman berkata; Di dalam kitab bapakku tercantum: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Fa`id bin Abdurrahman ia berkata, saya mendengar Abdullah bin Abu Aufa ia berkata; Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah & berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya di tempat ini ada seseorang yg lagi dalam keadaan sekarat, lalu diucapkanlah kepadanya: 'LAA ILAAHA ILLALLAH.' namun ia tak mampu untuk mengucapkannya. Beliau bertanya, Bukankah ketika ia hidup, ia mampu mengucapkannya?
ia menjawab, Ya. Beliau bertanya lagi: Lalu apa yg menghalangi dirinya untuk mengucapkannya saat ia akan meninggal?
Ia pun menyebutkan hadits dgn redaksinya yg panjang. Dan bapakku belum menceritakan kedua hadits ini kepada kami, ia mengingkari keduanya dari kitabnya, sebab ia tak ridla terhadap hadits Fa`id bin Abdurrahman. Menurutnya ia adl seorang Matrukul Hadits (orang yg hadisnya ditinggal). [HR. Ahmad No.18596].

Hadits Ahmad No.18596 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Al Mas'udi] dari [Ibrahim Abu Isma'il As Saksaki] dari [Abdullah bin Aufa] ia berkata; Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya tidak bisa memaca Al Qur`an, maka perintahkanlah kepadaku suatu bacaan yang dapat menggantikannya." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Bacalah) ALHAMDU LILLAH WA SUBHAANALLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH." Maka laki-laki itu pun membacanya, lalu ia menggenggam telapak tangannya dan membentuk angka lima. Kemudian ia berkata, "Wahai Rasulullah, ini semua adalah untuk Allah Ta'la, lalu apakah untukku?" beliau bersabda: "Ucapkanlah, 'ALLAHUMMAGHFIRLII WAR HAMNII, WA 'AAFINII WAHDINII WARZUQNII (Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku, selamatkanlah aku (tubuh sehat dan keluarga terhindar dari musibah), tunjukkanlah aku (ke jalan yang benar) dan berilah aku rezeki (yang halal).'" Laki-laki itu membacanya, lalu menggenggam kedua tangannya sehingga membentuk angka lima. Kemudian laki-laki itu pergi dengan menggenggam kedua telapak tangannya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, ia telah memenuhi kedua telapak tangannya dengan kebaikan." Abdurrahman berkata; yang terdapat dalam kitab bapakku: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Fa`id bin Abdurrahman ia berkata; saya mendengar Abdullah bin Abu Aufa ia berkata; Saya pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau didatangi oleh seorang anak dan berkata, "Wahai Rasulullah, di tempat ini ada seorang anak yatim, memiliki seorang ibu yang telah janda dan saudara perempuan Yatimah. Karena itu, berilah kami makan daripada makanan yang telah Allah berikan kepada Anda, semogaa Allah memberi Anda apa yang ada di sisi-Nya, hingga Anda ridla." Lalu ia menyebutkan hadits dengan redaksinya yang panjang. Abu Abdurrahman berkata; Di dalam kitab bapakku tercantum: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Fa`id bin Abdurrahman ia berkata, saya mendengar Abdullah bin Abu Aufa ia berkata; Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya di tempat ini ada seseorang yang lagi dalam keadaan sekarat, lalu diucapkanlah kepadanya: 'LAA ILAAHA ILLALLAH.' namun ia tidak mampu untuk mengucapkannya." Beliau bertanya, "Bukankah ketika ia hidup, ia mampu mengucapkannya?" ia menjawab, "Ya." Beliau bertanya lagi: "Lalu apa yang menghalangi dirinya untuk mengucapkannya saat ia akan meninggal?" Ia pun menyebutkan hadits dengan redaksinya yang panjang. Dan bapakku belum menceritakan kedua hadits ini kepada kami, ia mengingkari keduanya dari kitabnya, sebab ia tidak ridla terhadap hadits Fa`id bin Abdurrahman. Menurutnya ia adalah seorang Matrukul Hadits (orang yang hadisnya ditinggal).]]]

Hadits Ahmad 18597

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْمُخْتَارِ مِنْ بَنِي أَسَدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى قَالَ أَصَابَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ عَطَشٌ قَالَ فَنَزَلَ مَنْزِلًا فَأُتِيَ بِإِنَاءٍ فَجَعَلَ يَسْقِي أَصْحَابَهُ وَجَعَلُوا يَقُولُونَ اشْرَبْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاقِي الْقَوْمِ آخِرُهُمْ حَتَّى سَقَاهُمْ كُلَّهُمْ

Orang yg memberi minum suatu kaum adl yg terakhir kali minum, hingga ia memberi minum kepada semuanya. [HR. Ahmad No.18597].

Hadits Ahmad No.18597 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dan [Hajjaj] keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata, saya mendengar [Abul Mukhtar] dari Bani Asad, ia berkata, saya mendengar [Abdulah bin Aufa] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya tertimpa kehausan, lalu beliau singgah pada suatu rumah, dan akhirnya beliau disuguhkan bejana berisi air. Maka beliau mempersilahkan para sahabatnya untuk minum duluan. Namun mereka berkata, "Minumlah Anda duluan." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang memberi minum suatu kaum adalah yang terakhir kali minum, hingga ia memberi minum kepada semuanya."]]]

Hadits Ahmad 18598

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ الشَّيْبَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ وَهُوَ صَائِمٌ فَدَعَا صَاحِبَ شَرَابِهِ بِشَرَابٍ فَقَالَ صَاحِبُ شَرَابِهِ لَوْ أَمْسَيْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ لَوْ أَمْسَيْتَ ثَلَاثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَاءَ اللَّيْلُ مِنْ هَاهُنَا فَقَدْ حَلَّ الْإِفْطَارُ أَوْ كَلِمَةً هَذَا مَعْنَاهَا

Jika malam telah tiba dari tempat ini, waktu ifthar (berbuka puasa) Telah masuk. Atau kalimat yg semakna dgn itu. [HR. Ahmad No.18598].

Hadits Ahmad No.18598 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman Asy Syaibani] ia berkata, saya mendengar [Abdullah bin Aufa] ia berkata; Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada dalam suatu perjalanan, yang pada saat itu beliau berpuasa, kemudian beliau meminta air minum kepada sahabatnya. Maka pemilik minuman itu pun berkata, "Wahai Rasulullah, sekiranya Anda bisa menunggu agak sore." Ia mengulanginya hingga tiga kali. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika malam telah tiba dari tempat ini, waktu ifthar (berbuka puasa) Telah masuk." Atau kalimat yang semakna dengan itu.]]]

Hadits Ahmad 18599

حَدَّثَنَا بَهْزٌ وَعَفَّانُ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ جُمْهَانَ وَقَالَ بَهْزٌ فِي حَدِيثِهِ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ جُمْهَانَ قَالَ كُنَّا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى يُقَاتِلُ الْخَوَارِجَ وَقَدْ لَحِقَ غُلَامٌ لِابْنِ أَبِي أَوْفَى بِالْخَوَارِجِ فَنَادَيْنَاهُ يَا فَيْرُوزُ هَذَا ابْنُ أَبِي أَوْفَى قَالَ نِعْمَ الرَّجُلُ لَوْ هَاجَرَ قَالَ مَا يَقُولُ عَدُوُّ اللَّهِ قَالَ يَقُولُ نِعْمَ الرَّجُلُ لَوْ هَاجَرَ فَقَالَ هِجْرَةٌ بَعْدَ هِجْرَتِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَدِّدُهَا ثَلَاثًا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ ثُمَّ قَتَلُوهُ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ وَقَتَلُوهُ ثَلَاثًا

Beruntunglah orang yg ia membunuh mereka, kemudian mereka membunuhnya. Affan berkata dalam haditsnya; Hingga mereka membunuhnya. ia mengulanginya hingga tiga kali. [HR. Ahmad No.18599].

Hadits Ahmad No.18599 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dan [Affan Al Ma'na] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Hammad] yakni Ibnu Salamah, -dalam riwayat lain Affan berkata di dalam haditsnya- Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Jumhan] -dan dalam riwayat lain Bahz berkata dalam haditsnya- telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Jumhan ia berkata; Kami bersama Abdullah bin Abu Aufa memerangi kaum Khawarij, sementara bekas budak Ibnu Abu Aufa telah bergabung bersama kaum Khawarij. Maka kami pun memanggilnya, "Wahai Fairuz, ini Ibnu Abu Aufa." Ia berkata, "Senikmat-nikmat laki-laki adalah dia, sekiranya ia mau hijrah." [Ibnu Abu Aufa] bertanya, "Apa yang dikatakan oleh musuh Allah itu?" ia menjawab, "Ia berkata bahwa, senikmat-nikmat laki-laki adalah Anda, jika Anda mau hijrah." Ibnu Abu Aufa berkata, "Apakah ada hijrah setelah hijrahku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" ia mengulanginya hingga tiga kali. Kemudian ia berkata lagi; Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Beruntunglah orang yang ia membunuh mereka, kemudian mereka membunuhnya." Affan berkata dalam haditsnya; "Hingga mereka membunuhnya." ia mengulanginya hingga tiga kali.]]]

Hadits Ahmad 18600

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا الْحَشْرَجُ ابْنُ نُبَاتَةَ الْعَبْسِيُّ كُوفِيٌّ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ جُمْهَانَ قَالَ لَقِيتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى وَهُوَ مَحْجُوبُ الْبَصَرِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ قَالَ لِي مَنْ أَنْتَ فَقُلْتُ أَنَا سَعِيدُ بْنُ جُمْهَانَ قَالَ فَمَا فَعَلَ وَالِدُكَ قَالَ قُلْتُ قَتَلَتْهُ الْأَزَارِقَةُ قَالَ لَعَنَ اللَّهُ الْأَزَارِقَةَ لَعَنَ اللَّهُ الْأَزَارِقَةَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمْ كِلَابُ النَّارِ قَالَ قُلْتُ الْأَزَارِقَةُ وَحْدَهُمْ أَمْ الْخَوَارِجُ كُلُّهَا قَالَ بَلَى الْخَوَارِجُ كُلُّهَا قَالَ قُلْتُ فَإِنَّ السُّلْطَانَ يَظْلِمُ النَّاسَ وَيَفْعَلُ بِهِمْ قَالَ فَتَنَاوَلَ يَدِي فَغَمَزَهَا بِيَدِهِ غَمْزَةً شَدِيدَةً ثُمَّ قَالَ وَيْحَكَ يَا ابْنَ جُمْهَانَ عَلَيْكَ بِالسَّوَادِ الْأَعْظَمِ عَلَيْكَ بِالسَّوَادِ الْأَعْظَمِ إِنْ كَانَ السُّلْطَانُ يَسْمَعُ مِنْكَ فَأْتِهِ فِي بَيْتِهِ فَأَخْبِرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فَإِنْ قَبِلَ مِنْكَ وَإِلَّا فَدَعْهُ فَإِنَّكَ لَسْتَ بِأَعْلَمَ مِنْهُ

mereka itu adl anjing-anjingnya neraka. Saya bertanya, Apakah hanya jama'ah Al Azariqah saja, ataukah semua kaum Khawarij?
ia menjawab, Ya, benar. Semua kaum Khawarij. Saya berkata, Sesungguhnya para penguasa tengah menzhalimi rakyat, & berbuat tak adil kepada mereka. Akhirnya Abdullah bin Abu Aufa menggandeng tanganku & menggenggamnya dgn sangat erat, kemudian berkata, Duhai celaka kamu wahai Ibnu Jumhan, hendaklah kamu selalu bersama As Sawadil A'zham (hidup berjama'ah dgn kaum muslimin), hendaklah kamu selalu bersama As Sawadil A'zham. Jika sang penguasa mendengar sesuatu darimu, maka datangilah rumahnya & beritahulah dia apa-apa yg kamu ketahui hingga ia menerimanya, & jika tidak, maka tinggalkanlah, karena kamu tak lebih tahu daripada dia. [HR. Ahmad No.18600].

Hadits Ahmad No.18600 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlr] Telah menceritakan kepada kami [Al Hasyraj Ibnu Tsubatah Al Absi Kufi] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Jumhan] ia berkata, saya menemui [Abdullah bin Abu Aufa], ketika itu ia tidak bisa melihat. Kemudian saya mengucapkan salam atasnya, ia bertanya, "Siapakah Anda?" saya menjawab, "Aku adalah Sa'id bin Jumhan." Ia bertanya lagi, "Apakah yang dilakukan oleh ayahmu?" saya menjawab, "Ia telah dibunuh oleh kelompok Al Azariqah." Ia pun berkata, "Semoga Allah melaknati jama'ah Al Azariqah. Semoga Allah melaknati jama'ah Al Azariqah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menceritakan kepada kami, bahwa mereka itu adalah anjing-anjingnya neraka." Saya bertanya, "Apakah hanya jama'ah Al Azariqah saja, ataukah semua kaum Khawarij?" ia menjawab, "Ya, benar. Semua kaum Khawarij." Saya berkata, "Sesungguhnya para penguasa tengah menzhalimi rakyat, dan berbuat tidak adil kepada mereka." Akhirnya Abdullah bin Abu Aufa menggandeng tanganku dan menggenggamnya dengan sangat erat, kemudian berkata, "Duhai celaka kamu wahai Ibnu Jumhan, hendaklah kamu selalu bersama As Sawadil A'zham (hidup berjama'ah dengan kaum muslimin), hendaklah kamu selalu bersama As Sawadil A'zham. Jika sang penguasa mendengar sesuatu darimu, maka datangilah rumahnya dan beritahulah dia apa-apa yang kamu ketahui hingga ia menerimanya, dan jika tidak, maka tinggalkanlah, karena kamu tidak lebih tahu daripada dia."]]]

Hadits Ahmad 18601

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ أَنْبَأَنِي قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى قَالَ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ الشَّجَرَةِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ رَجُلٌ بِصَدَقَتِهِ قَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ فُلَانٍ قَالَ فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى

Jika seorang laki-laki mendatangi Nabi dgn membawa zakat hartanya, maka beliau berdo'a: ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA `ALI FULAAN (Ya Allah, berilah pertolongan & ampunan untuk keluarga Fulan). Kemudian bapakku mendatangi beliau dgn membawa zakat hartanya, maka beliau bersabda:
Ya Allah, berilah pertolongan & ampunan untuk keluarga Abu Aufa. [HR. Ahmad No.18601].

Hadits Ahmad No.18601 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata, [Amru bin Murrah] telah memberitakan kepadaku, ia berkata, saya mendengar [Abdullah bin Abu Aufa] -ia termasuk salah seorang sahabat yang ikut serta dalam Bai'atur Ridlwan- ia berkata; Jika seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa zakat hartanya, maka beliau berdo'a: "ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA `ALI FULAAN (Ya Allah, berilah pertolongan dan ampunan untuk keluarga Fulan)." Kemudian bapakku mendatangi beliau dengan membawa zakat hartanya, maka beliau bersabda: "Ya Allah, berilah pertolongan dan ampunan untuk keluarga Abu Aufa."]]]

Hadits Ahmad 18602

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ أَخْبَرَنَا الْهَجَرِيُّ قَالَ خَرَجْتُ فِي جِنَازَةِ بِنْتِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى وَهُوَ عَلَى بَغْلَةٍ لَهُ حَوَّاءَ يَعْنِي سَوْدَاءَ قَالَ فَجَعَلَ النِّسَاءُ يَقُلْنَ لِقَائِدِهِ قَدِّمْهُ أَمَامَ الْجِنَازَةِ فَفَعَلَ قَالَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ لَهُ أَيْنَ الْجِنَازَةُ قَالَ فَقَالَ خَلْفَكَ قَالَ فَفَعَلَ ذَلِكَ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ قَالَ أَلَمْ أَنْهَكَ أَنْ تُقَدِّمَنِي أَمَامَ الْجِنَازَةِ قَالَ فَسَمِعَ امْرَأَةً تَلْتَدِمُ وَقَالَ مَرَّةً تَرْثِي فَقَالَ مَهْ أَلَمْ أَنْهَكُنَّ عَنْ هَذَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْهَى عَنْ الْمَرَاثِي لِتُفِضْ إِحْدَاكُنَّ مِنْ عَبْرَتِهَا مَا شَاءَتْ فَلَمَّا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ تَقَدَّمَ فَكَبَّرَ عَلَيْهَا أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ ثُمَّ قَامَ هُنَيْهَةً فَسَبَّحَ بِهِ بَعْضُ الْقَوْمِ فَانْفَتَلَ فَقَالَ أَكُنْتُمْ تَرَوْنَ أَنِّي أُكَبِّرُ الْخَامِسَةَ قَالُوا نَعَمْ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ الرَّابِعَةَ قَامَ هُنَيَّةً فَلَمَّا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ جَلَسَ وَجَلَسْنَا إِلَيْهِ فَسُئِلَ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ فَقَالَ تَلَقَّانَا يَوْمَ خَيْبَرَ حُمُرٌ أَهْلِيَّةٌ خَارِجًا مِنْ الْقَرْيَةِ فَوَقَعَ النَّاسُ فِيهَا فَذَبَحُوهَا فَإِنَّ الْقُدُورَ لَتَغْلِي بِبَعْضِهَا إِذْ نَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْرِيقُوهَا فَأَهْرَقْنَاهَا وَرَأَيْتُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى مِطْرَفًا مِنْ خَزٍّ أَخْضَرَ

melarang Al Maratsi (meratapi mayit). Hendaknya seorang dari kalian berhenti dari ratapannya sebisa mungkin. Setelah jenazah diletakkan, ia pun maju ke depan, & bertakbir (shalat jenazah) sebanyak empat kali takbir, kemudian ia berdiri sejenak hingga sebagian makmum bertashbih. Setelah selesai, ia pun berbalik & bertanya, Apakah kalian melihat bahwa saya bertakbir sebanyak lima kali?
mereka menjawab, Ya. Abdullah bin Abu Aufa berkata, Sesungguhnya setelah Rasulullah melakukan takbir keempat, beliau berdiri sejenak. Dan ketika jenazah telah diletakkan, kami pun duduk bersamanya. Kemudian ia ditanya mengenai daging Himar yg jinak, maka ia menjawab, Pada perang Khaibar, kami mendapatkan Himar yg jinak di luar daerah pedesaan, & orang-orang saat itu menginginkannya sehingga mereka memasaknya. Ketika bejana-bejana telah mendidih, tiba-tiba juru seru Rasulullah menyerukan, 'Tumpahkanlah periuk itu.' Akhirnya kami pun menumpahkannya. (Al Hajari) Berkata; Saya melihat Abdullah bin Abu Aufa mengenakan kain yg tersulam dari bahan wool & sutera berwarna hijau. [HR. Ahmad No.18602].

Hadits Ahmad No.18602 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ashim] telah mengabarkan kepada kami [Al Hajari] ia berkata; Saya keluar mengantar jenazah anak perempuan Abdullah bin Abu Aufa yang saat itu ia berada di atas Bighal hitam miliknya. Kemudian kaum wanita berkata kepada pemimpinnya, "Persilahkanlah padanya untuk berjalan di depan jenazah." Maka sang pemimpin itu pun melakukannya. Perawi berkata; lalu aku mendengar [Ibnu Abu Aufa] berkata; "Mana jenazahnya?" ia menjawab, "Di belakang Anda." Ia pun melaksanakan hal itu sekali atau dua kali, kemudian ia berkata, "Bukankah aku telah melarangmu untuk menjadikan posisiku di depan jenazah?" lalu beliau mendengar seorang wanita memukul-mukul dadanya. -sekali waktu Al Hajari berkata; (mendengar seorang wanita) meratap.- maka ia pun berkata, "Hah.., bukankah saya telah melarang kalian melakukan hal ini? sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang Al Maratsi (meratapi mayit). Hendaknya seorang dari kalian berhenti dari ratapannya sebisa mungkin." Setelah jenazah diletakkan, ia pun maju ke depan, dan bertakbir (shalat jenazah) sebanyak empat kali takbir, kemudian ia berdiri sejenak hingga sebagian makmum bertashbih. Setelah selesai, ia pun berbalik dan bertanya, "Apakah kalian melihat bahwa saya bertakbir sebanyak lima kali?" mereka menjawab, "Ya." Abdullah bin Abu Aufa berkata, "Sesungguhnya setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan takbir keempat, beliau berdiri sejenak. Dan ketika jenazah telah diletakkan, kami pun duduk bersamanya." Kemudian ia ditanya mengenai daging Himar yang jinak, maka ia menjawab, "Pada perang Khaibar, kami mendapatkan Himar yang jinak di luar daerah pedesaan, dan orang-orang saat itu menginginkannya sehingga mereka memasaknya. Ketika bejana-bejana telah mendidih, tiba-tiba juru seru Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyerukan, 'Tumpahkanlah periuk itu.' Akhirnya kami pun menumpahkannya." (Al Hajari) Berkata; Saya melihat Abdullah bin Abu Aufa mengenakan kain yang tersulam dari bahan wool dan sutera berwarna hijau.]]]

Musnad Penduduk Kufah