Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Larangan Dua Akad Dalam Satu Jual-beli

Hadits Tirmidzi 1152

Rasulullah melarang melakukan dua penjualan dalam satu kali transaksi. Dalam hal ini ada hadits serupa dari Abdullah bin Amru. Ibnu Umar & Ibnu Mas'ud. Abu Isa berkata; Hadits Abu Hurairah adl hadits hasan shahih & menjadi pedoman amal menurut para ulama. Sebagian ulama menafsirkan hadits ini, mereka mengatakan; maksud Dua penjualan dalam satu transaksi adl perkataan seseorang; Aku menjual pakaian ini kepadamu dgn tunai seharga sepuluh & kredit seharga dua puluh tanpa memisahkannya atas salah satu dari dua transaksi. Jika ia memisahkannya atas salah satu dari kedua transaksi tersebut maka tak apa-apa selama akadnya jatuh pada salah satu dari keduanya. Asy Syafi'i berkata; Termasuk makna dari larangan Rasulullah tentang dua transaksi dalam satu kali jual beli adl perkataan seseorang; Aku menjual rumahku kepadamu dgn harga sekian dgn syarat kamu menjual budakmu kepadaku dgn harga sekian. Jika budakmu sudah menjadi milikku berarti rumahku juga menjadi milikmu, tata cara jual beli seperti ini berbeda dgn tata cara jual beli barang yg tak diketahui harganya & salah satu dari keduanya (penjual & pembeli) tak mengetahui tansaksi yg ia tujukan. [HR. Tirmidzi No.1152].

Hadits Tirmidzi No.1152 Secara Lengkap

[[[]]]