Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Surat Ubbad Bin Ubbad Alkhawwas Asysyami

Hadits Darimi 647

Perhatian, gunakanlah akal, karena akal sebuah nikmat. Berapa banyak orang berakal menyibukkan hatinya untuk memperdalam hal-hal yg membahayakan dirinya daripada memanfaatkan apa yg dibutuhkannya, sehingga ia lupa hal itu. Diantara keutamaan akal seseorang adl meninggalkan perhatian terhadap hal-hal yg tak perlu sehingga keutamaan akalnya tak menjadi bencana baginya, yaitu ia meninggalkan persaingan dgn orang yg lebih rendah amal shalihnya, atau seseorang yg menyibukkan hatinya dgn bid'ah, yg ia sekedar mengikuti orang dalam urusan agamanya tanpa mengikuti para sahabat Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam, atau ia hanya merasa cukup dgn pendapatnya sendiri, yg ia tak melihat petunjuk kecuali kepada akalnya, & tak melihat kesesatan kecuali meninggalkannya dgn anggapan bahwa ia mengambilnya dari Al qur`an, padahal ia menyerukan untuk meninggalkan Al qur`an. Bukankah Al qur`an mempunyai pengemban-pengemban sebelumnya, yaitu para pembelanya yg mengamalkan ayat-ayat yg muhkam & mengimani ayat-ayat yg mutasyabih ?
Mereka berada di menara layaknya cahaya jalan, Al-qur`an imam Rasulullah shalallahu'alahi wa sallam, sedang Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam imam para sahabatnya, & para sahabat adl imam orang-orang setelah mereka, yaitu orang-orang yg sudah dikenal kebaikannya, mereka menjadi barometer di negeri-negeri mereka yg sepakat menolak para pengagung hawa nafsu walaupun diantara mereka terdapat perselisihan pendapat. Para pengagum hawa nafsu meraba-raba dgn pendapat mereka, yaitu dgn cara yg bermacam-macam, yg melenceng dari tujuan karena memisahkan diri dari jalan yg lurus. Petunjuk mereka menyesatkan mereka sendiri dalam misteri padang pasir yg menyesatkan. Mereka konsentrasi melihat petunjuk jalan dgn penuh kebingungan dalam kesesatannya. Setiap kali setan membuat satu bid'ah dalam kesesatan, mereka berpindah dari satu bid'ah ke bid'ah lain, karena mereka tak mencari petunjuk para pendahulu & juga tak mengikuti jejak kaum muhajirin. Telah disebutkan dalam satu riwayat dari Umar bahwa ia berkata kepada Ziad: 'Tahukah kamu apa yg (menyebabkan) kehancuran Islam?', Jawabnya karena kesalahan orang berilmu, perdebatan orang munafik terhadap Al Qur`an & para imam yg sesat'. Takutlah kamu kepada Allah subhanallahu wa ta'ala, & waspadailah apa yg terjadi pada ulama kamu & pengisi masjid-masjid kamu dari perbuatan ghibah, namimah & berjalan diantara manusia dgn dua wajah & dua lisan. Dalam satu riwayat disebutkan barangsiapa mempunyai dua wajah di dunia, ia mempunyai dua wajah di neraka. Jika tukang ghibah menemuimu, ia menggunjing orang yg kamu senangi untuk di gunjing, lalu ia berpaling darimu untuk mendatangi temanmu & melakukan hal yg sama. Jika ia telah memperoleh apa yg ia butuhkan dari setiap kalian, & menyembunyikan sesuatu dari salah satu (dari) kalian, ia tak memberi kabar kepada sahabatmu yg lain. Kedatangannya kepada orang yg didatanginya adl seperti datangnya seorang teman, namun kepergiannya dari teman yg ditinggalkan bagaikan kepergian dari seorang musuh. Siapa saja yg menemuinya, ia dapatkan kemuliaan, sebaliknya siapa yg tak ditemuinya, tak ia dapatkan kehormatan, ia menipu orang yg didatanginya dgn penghargaan-penghargaan, & menggunjing orang yg tak ditemuinya dgn ghibah mematikan. Wahai hamba-hamba Allah subhanallahu wa ta'ala, tidakkah suatu kaum muncul penunjuk jalan & reformis, yg ia sanggup mengekang orang seperti ini dari tipu dayanya, & mengajaknya untuk mempertahankan kehormatan saudaranya semuslim?, bahkan kalau bisa memberitahu mereka niyat orang seperti ini saat datang menemui mereka, yg ia bertindak sekedar ingin memperoleh keperluannya sehingga mereka mempersilahkan, yg ujungnya ia mencaplok agamanya sekaligus agama mereka?
Ya Allah, Ya Allah! Pertahankanlah kehormatan kamu, hentikanlah lisanmu (dari menggunjing) mereka kecuali kebaikan semata. Tolong kalian saling mengingatkan untuk berbakti kepada Allah khususnya terhadap umatmu, karena kamu adl pengemban Al Kitab (Al Qur`an) & sunah,. Al Kitab tak berbicara hingga ia dibicarakan, & sunnah tak sanggup mengejawantahkan hingga ia diejawantahkan. Bilamana orang bodoh belajar, namun orang alim diam tak memungkiri apa yg nampak & tak memerintahkan apa yg ditinggalkan', bukankah Allah subhanallahu wa ta'ala telah mengambil perjanjian dari orang-orang yg diberikan Al Kitab kepada mereka untuk menjelaskannya kepada manusia & tak menyembunyikannya?. Bertakwalah kepada Allah subhanallahu wa ta'ala, karena kamu berada pada zaman menipisnya sifat wara' & kurangnya kekhusyu'an, & para pengemban ilmu adl para perusaknya. Mereka begitu marah jika dikenal sebagai orang-orang yg menghilangkannya, mereka membicarakannya dgn hawa nafsu ketika mengikutsertakan kesalahan dalam ilmu, & memutarbalikkan perkataan dari kebenaran yg mereka tinggalkan, lantas mereka belokkan menuju kebatilan yg mereka kerjakan. Dosa mereka adl dosa yg tak diampuni & kelalaian mereka adl kelalaian yg tak bisa dibenarkan, bagaimana orang yg mencari petunjuk & tuntunan mendapatkan petunjuk apabila petunjuknya sendiri membingungkan, mereka cinta dunia & benci terhadap kebahagiaan penduduknya yg memperoleh kedudukan tinggi, lantas mereka menyertai dalam kehidupan & menyelisihi mereka dgn perkataan, & mempertahankan diri mereka dgn perkataan, agar mereka dihubung-hubungkan dgn kebaikan mereka. Mereka sama sekali tak bersih dari kotoran yg mereka hilangkan, & belum memenuhi kriteria untuk dihargai amal mereka, sebab orang yg benar-benar beramal shalih secara tak langsung ia ia telah bicara sekalipun dia diam. Dan telah diberitakan bahwa Allah Ta'ala berfirman ; Aku tak menerima semua semua perkataan orang bijak, akan tetapi Aku melihat kepada kecenderungan & niyat baiknya untuk-Ku. Sebab siapa yg hasrat & niyatnya untuk-Ku, Aku jadikan diamnya terpuji & berwibawa, walaupun ia tak berbicara. Allah subhanallahu wa ta'ala berfirman: MATSALULLADZINA HUMMILUT TAURATA TSUMMA LAM YAHMILUUHA KAMATSALIL HIMARI YAHMILUL ASFARA (Perumpamaan orang-orang yg dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tak memikulnya (tidak mengerjakannya) adl seperti keledai yg membawa kitab-kitab yg tebal)-Qs. Al Jumu'ah: 5-, Allah subhanallahu wa ta'ala juga berfirman: KHUDZU MAA ATAINAAKUM BI QUWWAH (Peganglah teguh-teguh apa yg telah kami berikan kepadamu)-Qs. Al Baqarah: 63,93, 171-, ia berkata:
'Maksudnya mengerjakan isi yg terkandung padanya, & tak mencukupkan sunnah hanya dgn ucapan tanpa pengalaman. Karena pensifatan sunnah dgn perkataan tanpa perbuatan adl dusta dgn perkataan, yg sekaligus menghilangkan ilmu. Dan janganlah kamu mencela bid`ah sekedar untuk bungkus keindahanmu dgn meneropong aib-aibnya, karena kerusakan penganut bid`ah tak menambah kesalehanmu, & janganlah kamu mencelanya karena dorongan diskriminatif terhadap penganutnya, karena diskriminasi adl kerusakan dirimu sendiri, sebab tak selayaknya dokter mengobati pasien dgn obat yg berpotensi menyembuhkan penyakit namun obat itu juga berpotensi mendatangkan penyakit baru. Karena apabila dokter itu sakit, ia sibuk dgn penyakitnya & lupa mengobati mereka. Akan tetapi selayaknya ia mencari kesehatan untuk dirinya agar ia dapat mengobati para pasien. Hendaklah saat engkau melihat masalah yg menimpa saudara-saudaramu & hatimu kurang sreg, sebagaimana engkau melihat jika terjadi pada dirimu sendiri & sebagai peringatan Tuhanmu terhadapmu, serta rasa kasihanmu kepada saudara-saudara kamu. Walaupun dalam hal itu lebih baik kamu lebih peduli terhadap aib diri kamu sendiri dari pada aib orang lain, & lakukan saling menasehati satu sama lain diantara kamu, & hendaklah yg mengorbankan nasehat itu merasa beruntung & kamu menerimanya. Umar bin Al Khatthab berkata:
'Semoga Allah subhanallahu wa ta'ala melimpahkan rahmat kepada orang yg menunjukkan aib-aibku kepadaku'. Kamu suka berkata & orang yg mendengarmu menahan diri demi kebaikanmu, padahal jika dikatakan kepada kamu perkataan yg sama seperti yg kamu katakan, kamu jengkel. Kamu mendapatkan hal-hal yg menjengkelkanmu, sebaliknya kamu mengerjakan apa yg mereka kerjakan, apakah kamu tak suka dipersalahkan?', Pikir ulanglah pendapatmu & pendapat orang-orang yg sezaman denganmu, Selidikilah dahulu sebuah berita sebelum kalian berbicara & belajarlah sebelum kalian beramal. Karena nanti akan datang suatu zaman yg saat itu yg benar bercampur dgn yg batil, & yg ma'ruf (baik) menjadi mungkar & yg mungkar menjadi ma'ruf. Betapa banyak orang yg mendekatkan diri kepada Allah subhanallahu w ta'ala namun dgn hal-hal yg justru menjauhkan dariNya, & mencari cintaNya dgn hal-hal yg membuatNya murka. Allah subhanallahu wa ta'ala berfirman: AFAMAN ZUYYINA LAHU SUU`U 'MALIHI FA RA`AHU HASANA (Maka apabila orang yg dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yg buruk lalu ia meyakini pekerjaan itu baik (sama dgn orang yg tak ditipu syaitan)?-Qs. Al Fathir: 8-, hendaklah kamu berhenti dari hal-hal yg syubhat sehingga nampak bagi kamu kebenaran yg jelas disertai keterangan, karena orang yg mengintervensi perkara yg ia tak tahu tanpa ilmu, ia berdosa, & barangsiapa yg menyelidiki dgn niat ikhlash karena Allah, Allah subhanallahu wa ta'ala akan melihatnya. Hendaklah kamu berpegang teguh dgn Al Qur`an, jadikanlah ia imam & ajaklah (manusia) untuk menjadikan Al Qur`an sebagai imam. Hendaknya kamu mencari jejak-jejak para pendahulu padanya. Seandainya para ahbar (pendeta yahudi) & para rahib (pendeta Nashrani) tak takut kehilangan martabat mereka & kerusakan kedudukannya dgn menegakkan Al Kitab & penjelasannya, niscaya mereka tak akan menyelewengkan & menyembunyikannya, akan tetapi mereka ketika menentang Al Kitab dgn perbuatan mereka, mereka berusaha mencari cara menipu kaumnya karena perbuatan yg mereka lakukan sendiri, karena mereka khawatir kedudukan mereka dirobohkan, & manusia memperoleh kejelasan kerusakan mereka, lalu mereka selewengkan Al Kitab dgn tafsir menyeleweng, & apa yg mereka tak bisa selewengkan, mereka sembunyikan, lalu mereka diam terhadap perbuatan mereka sendiri karena dorongan untuk mempertahankan kedudukan mereka, & diam terhadap apa yg diperbuat oleh kaumnya sambil berpura-pura. Sedang Allah subhanallahu wa ta'ala telah mengambil perjanjian dgn orang-orang yg di berikan Al Kitab agar mereka menjelaskannya kepada manusia & tak menyembunyikannya, akan tetapi mereka justru cenderung kepadanya & mengajak manusia menganggap enteng masalah itu . [HR. Darimi No.647].

Hadits Darimi No.647 Secara Lengkap

[[[]]]