Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Keharaman Nikah Mutah

Hadits Tirmidzi 1040

melarang nikah mut'ah & daging keledai jinak pada peristiwa Khaibar. (Abu Isa At Tirmidzi) berkata; Hadits semakna diriwayatkan dari Sabrah Al Juhani & Abu Hurairah. Abu Isa berkata; Hadits Ali merupakan hadits hasan sahih.
Kebanyakan ulama dari kalangan sahabat Nabi & yg lainnya mengamalkan hadits ini. Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas hadits yg memberi keringanan masalah nikah mut'ah, namun dia mencabut pendapatnya setelah diberi kabar dari Nabi . Kebanyakan kalangan ulama berpendapat pengharaman nikah mut'ah. Ini juga merupakan pendapat Ats Tsauri, Ibnu Mubarak, Syafi'i, Ahmad & Ishaq. [HR. Tirmidzi No.1040].

Hadits Tirmidzi No.1040 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Tirmidzi 1041

Mut'ah itu pernah dibolehkan pada awal Islam. Ada seorang yg datang dari negeri yg jauh, yg belum tahu. Dia menikahi seorang wanita dgn jangka waktu tinggal di tempat tersebut. Agar wanita itu menjadi perhiasannya & mengurusi kebutuhannya sampai turunlah ayat; Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yg mereka miliki. Ibnu Abbas berkata; Semua farj (kemaluan) selain dari keduanya (farj istri & budaknya), haram hukumnya. [HR. Tirmidzi No.1041].

Hadits Tirmidzi No.1041 Secara Lengkap

[[[]]]