Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Tidak Menikahi Wanita Sekaligus Menikahi Bibinya

Hadits Tirmidzi 1044

melarang wanita dinikahi dalam waktu yg bersamaan dgn bibinya, baik bibi dari bapak atau bibi dari ibu. Abu Hariz bernama Abdullah bin Hushain. Telah mengabarkan kepada kami Nashr bin Ali, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la dari Hisyam bin Hassan dari Ibnu Sirrin dari Abu Hurairah dari Nabi dgn lafazh yg sama. (Abu Isa At Tirmidzi) berkata; Hadits semakna diriwayatkan dari Ali, Ibnu Umar, Abdullah bin Umar, Abu Sa'id, Abu Umamah, Jabir, Aisyah, Abu Musa & Samurah bin Jundab. [HR. Tirmidzi No.1044].

Hadits Tirmidzi No.1044 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Tirmidzi 1045

melarang wanita dinikahi dalam waktu bersamaan dgn bibinya, atau seorang bibi (dinikahi) dalam waktu bersamaaan dgn anak saudara laki-laki (bibi tersebut), atau seorang wanita (dinikahi) dalam waktu bersamaan dgn bibinya dari ibu, atau seorang bibi dari ibu (dinikahi) dalam waktu bersamaan dgn putri saudara wanita (bibi tersebut). Tidak boleh dinikahi keponakan dalam waktu bersamaaan dgn bibinya, begitu pula sebaliknya. Abu Isa berkata; Hadits Ibnu Abbas & Abu Hurairah merupakan hadits hasan sahih.
Kebanyakan ulama mengamalkannya. Kami tak melihat ada perbedaan pendapat mereka, bahwa tak halal bagi seorang laki-laki mengumpulkan seorang wanita dgn bibi dari bapak atau bibi dari ibu. Jika dia melakukannya, maka nikah yg keduanya adl batal. Ini merupakan pendapat kebanyakan ulama. Abu Isa berkata; Asy Sya'bi mendapatkan Abu Hurairah & meriwayatkan darinya. Saya bertanya kepada Muhammad tentang hadits ini, dia menjawab; 'Sahih'. Abu Isa berkata; Asy Sya'bi meriwayatkan dari seorang laki-laki dari Abu Hurairah. [HR. Tirmidzi No.1045].

Hadits Tirmidzi No.1045 Secara Lengkap

[[[]]]