Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Sai Antara Shofa dan Marwah adalah Rukun yang Haji Tidak Akan Sah Tanpanya

Hadits Muslim 2239

Tidak sempurna haji & umrah seseorang tanpa sa'i & antara Shafa & Marwa. Kalau benar apa yg kamu katakan, tentu firman Allah itu seharusnya berbunyi: 'Tidaklah berdosa orang yg tak sa'i antara keduanya.' Tahukah kamu apa sebabnya?
Sebabnya ialah; Di zaman Jahiliyah orang-orang Anshar menyembah dua berhala yg terletak di tepi pantai, yaitu berhala yg disebut Isaf & Nailah. Sesudah mereka mendatangi kedua berhala tersebut, mereka sa'i antara Shafa & Marwa & sesudah itu, mereka bercukur. Setelah Islam datang, mereka enggan Sa'i antara keduanya, karena mereka tak ingin mengingat perbuatan mereka semasa jahiliyah. Kemudian Allah menurunkan ayat: 'Sesungguhnya Shafa & Marwa adl sebagian dari syi'ar agama Allah….' (Al Baqarah: 158), Maka sejak itulah mereka sa'i antara keduanya. [HR. Muslim No.2239].

Hadits Muslim No.2239 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Muslim 2240

Tidaklah sempurna orang yg tak sa'i antara keduanya.' Aisyah melanjutkan, Sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dgn orang-orang Anshar. Dulu ketika ihram, mereka ihram untuk Manat (sebuah batu besar berada di Qadid pada masa jahiliyah), & mereka tak tahallul, hingga mereka Sa'i antara Shafa & Marwah. Maka ketika mereka datang untuk menunaikan haji bersama Rasulullah , mereka pun teringat akan masa lalu, sehingga Allah pun menurunkan ayat ini. Karena itu, Allah tak akan menyempurnakan haji seseorang yg tak Sa'i antara Shafa & Marwa. [HR. Muslim No.2240].

Hadits Muslim No.2240 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Muslim 2241

Rasulullah & kaum muslimin semuanya melakukan sa'i antara Shafa & Marwa. Dan yg demikian itu adl sunnah. Dahulu, para penyembah berhala Manat yg berada di Musyallal, mereka memang tak sa'i antara Shafa & Marwa. Maka ketika Islam datang, hal itu kami tanyakan kepada Nabi . Lalu Allah 'azza wajalla pun menurunkan ayat: 'Sesungguhnya Shafa & Marwa termasuk lambang-lambang kebesaran Agama Allah. Maka siapa yg haji ke Bait, atau umrah, tidaklah berdosa mereka sa'i antara keduanya.' (Al Baqarah: 158). Sekiranya benar apa yg kamu katakan, maka seharus ayat itu berbunyi: 'Tidaklah berdosa orang yg tak sa'i antara keduanya.' Az Zuhri berkata; Kemudian saya menuturkan hal kepada Abu Bakr bin Abdurrahman bin Harits bin Hisyam, lalu ia pun merasa ta'ajub seraya berkata, Sungguh, ini benar-benar merupakan ilmu. Saya telah mendengar seorang ahli ilmu yg mengatakan bahwa; Orang-orang yg tak Sa'i antara Shafa & Marwa adl orang-orang Arab, mereka berkata, 'Sesungguhnya thawaf kita antara kedua batu ini termasuk perbuatan jahiliyah.' Sementara orang-orang Anshar mengatakan, 'Kita hanya diperintahkan untuk melakukan thawaf di Baitullah, & tak diperintahkan sa'i antara Shafa & Marwa.' Maka Allah pun menurunkan ayat: 'Sesungguhnya Shafa & Marwa termasuk lambang-lambang kebesaran Agama Allah.' Abu Bakr bin Abdurrahman berkata; Maka aku telah diberitahu, bahwa ayat itu turun kepada kelompok ini & itu. Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi' Telah menceritakan kepada kami Hujain bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Laits dari Uqail dari Ibnu Syihab bahwa ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Urwah bin Zubair ia berkata; Aku bertanya kepada Aisyah … Ia pun menyebutkan hadits yg semisalnya. Kemudian ia menyebutkan di dalam hadits itu; Ketika mereka menanyakan hal itu kepada Rasulullah , mereka berkata, Wahai Rasulullah, kami merasa berdosa bila melakukan sa'i antara Shafa & Marwa. Lalu Allah 'azza wajalla pun menurunkan ayat: Sesungguhnya Shafa & Marwa termasuk lambang-lambang kebesaran Agama Allah. Maka siapa yg haji ke Bait, atau umrah, tidaklah berdosa mereka sa'i antara keduanya. (Al Baqarah: 158). Aisyah berkata, Rasulullah telah memasukkannya sebagai perbuatan sunnah, maka tak seorang pun yg boleh meninggalkan Sa'i antara keduanya. [HR. Muslim No.2241].

Hadits Muslim No.2241 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Muslim 2242

orang-orang Anshar sebelum memeluk Islam, mereka & Bani Ghassan menyembah berhala Manat, sehingga mereka merasa berdosa untuk thawaf antara Shafa & Marwa. Hal itu telah menjadi kebiasaan nenek moyang mereka, bahwa siapa yg ihram untuk Manat, maka ia tak boleh thawaf antara Shafa & Marwa. Dan saat mereka masuk Islam, mereka pun menanyakan hal itu kepada Rasulullah , maka Allah 'azza wajalla menurunkan ayat mengenai hal itu: Sesungguhnya Shafaa & Marwa adl sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yg beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, Maka tak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. & barangsiapa yg mengerjakan suatu kebajikan dgn kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. [HR. Muslim No.2242].

Hadits Muslim No.2242 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Muslim 2243

kaum Anshar tak mau melaksanakan thawaf (sa'i) antara shafa & marwa hingga turunlah ayat; Sesungguhnya Shafaa & Marwa adl sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yg beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, Maka tak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. [HR. Muslim No.2243].

Hadits Muslim No.2243 Secara Lengkap

[[[]]]