Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Hadits Kab Bin Malik Al Anshari Radliyallahu Taala Anhu

Hadits Ahmad 15204

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ وَابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ طَعَامًا فَلَعِقَ أَصَابِعَهُ

memakan makanan lalu menjilati jari-jarinya. [HR. Ahmad No.15204].

Hadits Ahmad No.15204 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [Abdurrahman bin Sa'd] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik Al Anshori] dari [Bapaknya] dan [Ibnu Numair] dari [Hisyam] dari [Abdurrahman bin Sa'd] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik] dari [Bapaknya] Nabi Shallallahu'alaihiwasallam memakan makanan lalu menjilati jari-jarinya.]]]

Hadits Ahmad 15205

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ جَارِيَةً لِكَعْبٍ كَانَتْ تَرْعَى غَنَمًا لَهُ بِسَلْعٍ فَعَدَا الذِّئْبُ عَلَى شَاةٍ مِنْ شَائِهَا فَأَدْرَكَتْهَا الرَّاعِيَةُ فَذَكَّتْهَا بِمَرْوَةٍ فَسَأَلَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ بِأَكْلِهَا

Ada seekor serigala menyerang salah satu kambingnya, wanita itu mendapatkan kambingnya (yang belum tewas) & menyembelihnya dgn memakai batu tajam. Lalu Ka'ab bin Malik bertanya kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, & beliau menyuruh untuk memakannya. [HR. Ahmad No.15205].

Hadits Ahmad No.15205 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Usamah bin Zaid] dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik], pembantu perempuan milik Ka'b mengembala kambing miliknya. Ada seekor serigala menyerang salah satu kambingnya, wanita itu mendapatkan kambingnya (yang belum tewas) dan menyembelihnya dengan memakai batu tajam. Lalu [Ka'ab bin Malik] bertanya kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, dan beliau menyuruh untuk memakannya.]]]

Hadits Ahmad 15206

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا زَمْعَةُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهِ وَهُوَ مُلَازِمٌ رَجُلًا فِي أُوقِيَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلرَّجُلِ هَكَذَا أَيْ ضَعْ عَنْهُ الشَّطْرَ قَالَ الرَّجُلُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلرَّجُلِ أَدِّ إِلَيْهِ مَا بَقِيَ مِنْ حَقِّهِ

pernah melewatinya ketika dia sedang menagih hutang seorang laki-laki sebesar dua uqiyah (empat puluh dirham perak). Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepada laki-laki itu 'Lakukanlah begini' maksudnya lunasilah separoh hutangnya. Laki-laki itu berkata; ya Wahai Rasulullah. Lalu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepada laki-laki itu, 'Besok penuhilah separoh haknya lagi.' [HR. Ahmad No.15206].

Hadits Ahmad No.15206 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Zam'ah] dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik] dari [Bapaknya], Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah melewatinya ketika dia sedang menagih hutang seorang laki-laki sebesar dua uqiyah (empat puluh dirham perak). Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepada laki-laki itu 'Lakukanlah begini' maksudnya lunasilah separoh hutangnya. Laki-laki itu berkata; ya Wahai Rasulullah. Lalu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepada laki-laki itu, 'Besok penuhilah separoh haknya lagi.']]]

Hadits Ahmad 15207

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ سَعْدِ عَنْ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْعَقُ أَصَابِعَهُ الثَّلَاثَ مِنْ الطَّعَامِ

menjilati ketiga jarinya dari bekas-bekas makanan. [HR. Ahmad No.15207].

Hadits Ahmad No.15207 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Sa'd] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik] dari [Bapaknya] berkata; saya melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menjilati ketiga jarinya dari bekas-bekas makanan.]]]

Hadits Ahmad 15208

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ جَارِيَةً لَهُمْ سَوْدَاءَ ذَكَّتْ شَاةً لَهُمْ بِمَرْوَةٍ فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَأَمَرَهُ بِأَكْلِهَا

menyembelih seekor kambing mereka dgn batu tajam. Dia bertanya kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tentang hal itu, & beliau menyuruh untuk memakannya. [HR. Ahmad No.15208].

Hadits Ahmad No.15208 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Nafi'] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik] dari [Bapaknya] budak wanitanya yang berwarna hitam menyembelih seekor kambing mereka dengan batu tajam. Dia bertanya kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tentang hal itu, dan beliau menyuruh untuk memakannya.]]]

Hadits Ahmad 15209

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَوْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ هُوَ شَكَّ يَعْنِي سُفْيَانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الْخَامَةِ مِنْ الزَّرْعِ تُقِيمُهَا الرِّيَاحُ تَعْدِلُهَا مَرَّةً وَتَصْرَعُهَا أُخْرَى حَتَّى يَأْتِيَهُ أَجَلُهُ وَمَثَلُ الْكَافِرِ مَثَلُ الْأَرْزَةِ الْمُجْذِيَةِ عَلَى أَصْلِهَا لَا يُقِلُّهَا شَيْءٌ حَتَّى يَكُونَ انْجِعَافُهَا يَخْتَلِعُهَا أَوْ انْجِعَافُهَا مَرَّةً وَاحِدَةً شَكَّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ

Permisalan seorang mukmin seperti dahan yg masih basah dalam pohon, terkadang angin menjadikannya berdiri, lurus & terkadang bengkok sampai tiba ajalnya. Sebaliknya permisalan orang kafir seperti tanaman padi yg senantiasa berdiri tegak pada akarnya, tak ada yg bisa menggoyahkannya sesuatupun, hingga sekali ia jatuh, ia langsung roboh. Atau roboh secara langsung --Abdurrahman ragu kepastian redaksinya--. [HR. Ahmad No.15209].

Hadits Ahmad No.15209 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Sa'd] dari [Abdullah] atau [Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik] Abdurrahman berkata; Sufyan ragu dari [Bapaknya] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Permisalan seorang mukmin seperti dahan yang masih basah dalam pohon, terkadang angin menjadikannya berdiri, lurus dan terkadang bengkok sampai tiba ajalnya. Sebaliknya permisalan orang kafir seperti tanaman padi yang senantiasa berdiri tegak pada akarnya, tidak ada yang bisa menggoyahkannya sesuatupun, hingga sekali ia jatuh, ia langsung roboh. Atau roboh secara langsung --Abdurrahman ragu kepastian redaksinya--.]]]

Hadits Ahmad 15210

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ لَمَّا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ لَمْ يُنْجِنِي إِلَّا بِالصِّدْقِ وَإِنَّ مِنْ تَوْبَتِي إِلَى اللَّهِ أَنْ لَا أَكْذِبَ أَبَدًا وَإِنِّي أَنْخَلِعُ مِنْ مَالِي صَدَقَةً لِلَّهِ تَعَالَى وَرَسُولِهِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ فَإِنَّهُ خَيْرٌ لَكَ قَالَ فَإِنِّي أُمْسِكُ سَهْمِي مِنْ خَيْبَرَ

tahanlah sebagian hartamu, itu lebih baik bagimu. (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; lalu saya menahan sahamku dari Khaibar. [HR. Ahmad No.15210].

Hadits Ahmad No.15210 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Syihab] dari [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik], [Ka'ab bin Malik] ketika Allah menerima taubatnya, dia menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam lalu berkata; Allah tidak menyelamatkanku kecuali dengan kejujuran, dan termasuk dari taubatku kepada Allah, saya tidak akan berdusta selamanya, saya akan melepaskan hartaku sebagai sedekah kepada Allah Ta'ala dan Rasulullah-Nya. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepadanya: tahanlah sebagian hartamu, itu lebih baik bagimu. (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; lalu saya menahan sahamku dari Khaibar.]]]

Hadits Ahmad 15211

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحٍ قَالَ قَالَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ مَا كُنْتُ فِي غَزَاةٍ أَيْسَرَ لِلظَّهْرِ وَالنَّفَقَةِ مِنِّي فِي تِلْكَ الْغَزَاةِ قَالَ لَمَّا خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ أَتَجَهَّزُ غَدًا ثُمَّ أَلْحَقُهُ فَأَخَذْتُ فِي جَهَازِي فَأَمْسَيْتُ وَلَمْ أَفْرُغْ فَقُلْتُ آخُذُ فِي جَهَازِي غَدًا وَالنَّاسُ قَرِيبٌ بَعْدُ ثُمَّ أَلْحَقُهُمْ فَأَمْسَيْتُ وَلَمْ أَفْرُغْ فَلَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الثَّالِثُ أَخَذْتُ فِي جَهَازِي فَأَمْسَيْتُ فَلَمْ أَفْرُغْ فَقُلْتُ أَيْهَاتَ سَارَ النَّاسُ ثَلَاثًا فَأَقَمْتُ فَلَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ النَّاسُ يَعْتَذِرُونَ إِلَيْهِ فَجِئْتُ حَتَّى قُمْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقُلْتُ مَا كُنْتُ فِي غَزَاةٍ أَيْسَرَ لِلظَّهْرِ وَالنَّفَقَةِ مِنِّي فِي هَذِهِ الْغَزَاةِ فَأَعْرَضَ عَنِّي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ لَا يُكَلِّمُونَا وَأُمِرَتْ نِسَاؤُنَا أَنْ يَتَحَوَّلْنَ عَنَّا قَالَ فَتَسَوَّرْتُ حَائِطًا ذَاتَ يَوْمٍ فَإِذَا أَنَا بِجَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ فَقُلْتُ أَيْ جَابِرُ نَشَدْتُكَ بِاللَّهِ هَلْ عَلِمْتَنِي غَشَشْتُ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يَوْمًا قَطُّ قَالَ فَسَكَتَ عَنِّي فَجَعَلَ لَا يُكَلِّمُنِي قَالَ فَبَيْنَا أَنَا ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ سَمِعْتُ رَجُلًا عَلَى الثَّنِيَّةِ يَقُولُ كَعْبًا كَعْبًا حَتَّى دَنَا مِنِّي فَقَالَ بَشِّرُوا كَعْبًا

menyuruh orang-orang untuk tak berbicara kepada kami & menyuruh isteri kami agar meninggalkan kami (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; lalu saya memanjat kebun pada suatu hari, ternyata saya temui Jabir bin Abdullah. Saya berkata; Wahai Jabir, demi Allah apakah kau mengetahuiku, saya telah menipu Allah & Rasul-Nya pada hari itu?
(Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; lalu dia mendiamkanku & tak berbicara kepadaku sedikitpun. Pada suatu hari saya mendengar seorang, di atas bukit Tsaniyah berkata; bergembiralah wahai Ka'ab, bergembiralah wahai Ka'ab, sampai dia mendekatiku & berkata; berilah kabar gembira kepada Ka'ab. [HR. Ahmad No.15211].

Hadits Ahmad No.15211 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibnu 'Aun] dari ['Umar bin Katsir bin Aflah] berkata; [Ka'ab bin Malik] berkata; saya tidak menjumpai peperangan yang lebih ringan untuk mendapatkan kendaraan dan bekal daripada perang Khaibar. Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam hendak berangkat, saya berkata 'Saya akan mempersiapkannya besok. Saya akan menyusul setelah mengambil bekalku. Namun sampai masuk waktu sore, saya belum juga melakukannya. Saya berkata; saya akan mengambil bekalku besok. Orang-orang masih dekat, saya akan menyusul mereka. Pada waktu sore, saya belum juga selesai mempersiapkannya. Pada hari ketiga, saya mempersiapkan bekalku, sampai sore hari dan saya belum selesai. Saya berkata lagi, Aduh, manusia telah pergi selama tiga hari dan saya masih tetap tertinggal. Tatkala Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam datang, maka orang-orang memberikan alasan kepada beliau, lalu saya datang sampai saya berada di depan beliau. Saya berkata; tidak ada perang yang lebih mudah bagiku untuk mendapatkan kendaraan dan bekal kecuali pada perang ini. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berpaling dan menyuruh orang-orang untuk tidak berbicara kepada kami dan menyuruh isteri kami agar meninggalkan kami (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; lalu saya memanjat kebun pada suatu hari, ternyata saya temui Jabir bin Abdullah. Saya berkata; Wahai Jabir, demi Allah apakah kau mengetahuiku, saya telah menipu Allah dan Rasul-Nya pada hari itu? (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; lalu dia mendiamkanku dan tidak berbicara kepadaku sedikitpun. Pada suatu hari saya mendengar seorang, di atas bukit Tsaniyah berkata; bergembiralah wahai Ka'ab, bergembiralah wahai Ka'ab, sampai dia mendekatiku dan berkata; berilah kabar gembira kepada Ka'ab.]]]

Hadits Ahmad 15212

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَحَدُ الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ تِيبَ عَلَيْهِمْ أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَسَبَّحَ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ فَجَلَسَ فِي مُصَلَّاهُ فَيَأْتِيهِ النَّاسُ فَيُسَلِّمُونَ عَلَيْهِ

di tempat shalatnya, lalu datanglah orang-orang & mengucapkan salam kepada beliau. [HR. Ahmad No.15212].

Hadits Ahmad No.15212 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Laits] berkata; telah menceritakan kepadaku ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik] salah seorang yang diterima taubatnya. [Ka'ab bin Malik] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam jika baru datang dari suatu perjalanan, beliau terlebih dahulu mendatangi masjid, shalat dua rekaat, mengucapkan salam dan duduk di tempat shalatnya, lalu datanglah orang-orang dan mengucapkan salam kepada beliau.]]]

Hadits Ahmad 15213

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ ضُحًى فَصَلَّى فِي الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ إِذَا جَاءَ مِنْ سَفَرٍ فَعَلَ ذَلِكَ

datang dari Perang Tabuk pada waktu dhuha lalu beliau shalat di masjid dua rekaat, & beliau jika datang dari perjalanan melakukan seperti itu (Shalat dua rakaat di masjid sebelum ke rumah). [HR. Ahmad No.15213].

Hadits Ahmad No.15213 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik] dari [Bapaknya] Nabi Shallallahu'alaihiwasallam datang dari Perang Tabuk pada waktu dhuha lalu beliau shalat di masjid dua rekaat, dan beliau jika datang dari perjalanan melakukan seperti itu (Shalat dua rakaat di masjid sebelum ke rumah).]]]

Hadits Ahmad 15214

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي مِنْ تَبُوكَ فَصَلَّى فِي الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَعَلَ ذَلِكَ

lalu shalat di masjid dua rakaat & beliau jika datang dari perjalanan melakukan hal itu (shalat dua rakaat di masjid sebelum ke rumah). [HR. Ahmad No.15214].

Hadits Ahmad No.15214 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Ishaq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik] dari [Bapaknya] berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam datang dari Tabuk lalu shalat di masjid dua rakaat dan beliau jika datang dari perjalanan melakukan hal itu (shalat dua rakaat di masjid sebelum ke rumah).]]]

Hadits Ahmad 15215

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ وَعَنْ عَمِّهِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقْدَمُ مِنْ سَفَرٍ إِلَّا نَهَارًا فِي الضُّحَى فَإِذَا قَدِمَ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَصَلَّى فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ فِيهِ وَقَالَ ابْنُ بَكْرٍ فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَبِيهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ عَمِّهِ

tidak datang dari perjalanan kecuali pada siang hari, pada waktu dhuha. Jika beliau datang maka menuju masjid lalu shalat dua rekaat & setelahnya duduk. Ibnu Bakr berkata dalam hadisnya dari Bapaknya, Abdullah bin Ka'ab bin Malik dari pamannya. [HR. Ahmad No.15215].

Hadits Ahmad No.15215 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dan [Ibnu Bakr] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ibnu Syihab] [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik] menceritakannya dari [Bapaknya, Abdullah bin Ka'ab bin Malik] dan dari pamannya ['Ubaidullah bin Ka'ab] dari [Ka'ab bin Malik] berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tidak datang dari perjalanan kecuali pada siang hari, pada waktu dhuha. Jika beliau datang maka menuju masjid lalu shalat dua rekaat dan setelahnya duduk. Ibnu Bakr berkata dalam hadisnya dari Bapaknya, Abdullah bin Ka'ab bin Malik dari pamannya.]]]

Hadits Ahmad 15216

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَتْ أُمُّ مُبَشِّرٍ لِكَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَهُوَ شَاكٍ اقْرَأْ عَلَى ابْنِي السَّلَامَ تَعْنِي مُبَشِّرًا فَقَالَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكِ يَا أُمَّ مُبَشِّرٍ أَوَلَمْ تَسْمَعِي مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا نَسَمَةُ الْمُسْلِمِ طَيْرٌ تَعْلُقُ فِي شَجَرِ الْجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَتْ صَدَقْتَ فَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Roh seorang muslim itu akan terbang lalu bertengger di pohon surga sampai Allah Azzawajalla mengembalikan ke jasadnya pada Hari Kiamat. Dia berkata; kamu benar, saya memohon ampun kepada Allah. [HR. Ahmad No.15216].

Hadits Ahmad No.15216 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik] berkata; [Umu Mubasyir] berkata kepada [Ka'ab bin Malik] sedang dia dalam keadaan sakit, bacakan kepada anakku salam yaitu Mubasyir. Lalu (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; semoga Allah mengampunimu Wahai Umu Mubasyir, tidakkah kau mendengar apa yang telah disabdakan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam: "Roh seorang muslim itu akan terbang lalu bertengger di pohon surga sampai Allah Azzawajalla mengembalikan ke jasadnya pada Hari Kiamat. Dia berkata; kamu benar, saya memohon ampun kepada Allah.]]]

Hadits Ahmad 15217

حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَسَمَةُ الْمُؤْمِنِ إِذَا مَاتَ طَائِرٌ يَعْلُقُ بِشَجَرِ الْجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ يَبْعَثُهُ اللَّهُ

Ruh seorang mukmin jika meninggal, akan terbang & bergantung di pohon surga sampai Allah Tabaroka Wa Ta'ala mengembalikan kepada jasadnya pada Hari Allah membangkitkannya. [HR. Ahmad No.15217].

Hadits Ahmad No.15217 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sa'd bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik] sampai berita kepadanya (dari [seseorang]), [Ka'ab bin Malik] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Ruh seorang mukmin jika meninggal, akan terbang dan bergantung di pohon surga sampai Allah Tabaroka Wa Ta'ala mengembalikan kepada jasadnya pada Hari Allah membangkitkannya."]]]

Hadits Ahmad 15218

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ يَعْنِي الشَّافِعِيَّ عَنْ مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَاهُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا نَسَمَةُ الْمُؤْمِنِ طَائِرٌ يَعْلُقُ فِي شَجَرِ الْجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ يَبْعَثُهُ

Ruh seorang mukmin terbang & bertengger di pohon surga sampai Allah Tabaroka Wa Ta'ala mengembalikannya pada jasadnya pada Hari kebangkitannya. [HR. Ahmad No.15218].

Hadits Ahmad No.15218 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Idris] yaitu As-Syafi'i, dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik] dia mengabarinya bapaknya [Ka'ab bin Malik] menceritakan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Ruh seorang mukmin terbang dan bertengger di pohon surga sampai Allah Tabaroka Wa Ta'ala mengembalikannya pada jasadnya pada Hari kebangkitannya."]]]

Hadits Ahmad 15219

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ

keluar pada Hari Kamis pada Perang Tabuk. [HR. Ahmad No.15219].

Hadits Ahmad No.15219 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik] dari [Bapaknya] Nabi Shallallahu'alaihiwasallam keluar pada Hari Kamis pada Perang Tabuk.]]]

Hadits Ahmad 15220

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا نَسَمَةُ الْمُسْلِمِ طَيْرٌ يَعْلُقُ بِشَجَرِ الْجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ يَبْعَثُهُ

Ruh seorang muslim akan terbang lalu bertengger di pohon surga sampai Allah Tabaraka Wa Ta'ala mengembalikannya ke jasadnya pada Hari dibangkitkannya. [HR. Ahmad No.15220].

Hadits Ahmad No.15220 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin 'Umar] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [Abdurrahman bin Ka'ab] dari [Bapaknya] Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Ruh seorang muslim akan terbang lalu bertengger di pohon surga sampai Allah Tabaraka Wa Ta'ala mengembalikannya ke jasadnya pada Hari dibangkitkannya."]]]

Hadits Ahmad 15221

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ قَلَّ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا إِلَّا يَوْمَ الْخَمِيسِ

sangat jarang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berangkat melakukan perjalanan kecuali pada Hari Kamis. [HR. Ahmad No.15221].

Hadits Ahmad No.15221 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin 'Umar] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik] [Ka'ab bin Malik] berkata; sangat jarang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berangkat melakukan perjalanan kecuali pada Hari Kamis.]]]

Hadits Ahmad 15222

حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ كَعْبٍ قَالَ سَمِعْتُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَّمَا يُرِيدُ غَزْوَةً يَغْزُوهَا إِلَّا وَرَّى بِغَيْرِهَا حَتَّى كَانَ غَزْوَةُ تَبُوكَ فَغَزَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرٍّ شَدِيدٍ اسْتَقْبَلَ سَفَرًا بَعِيدًا وَمَفَازًا وَاسْتَقْبَلَ غَزْوَ عَدُوٍّ كَثِيرٍ فَجَلَا لِلْمُسْلِمِينَ أَمَرَهُمْ لِيَتَأَهَّبُوا أُهْبَةَ عَدُوِّهِمْ أَخْبَرَهُمْ بِوَجْهِهِ الَّذِي يُرِيدُ

sangat jarang menuju peperangan kecuali dgn merahasiakan tujuannya kecuali saat Perang Tabuk. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berperang saat iklim sangat panas, & melalui perjalanan panjang & tandus. Menghadapi musuh yg sangat banyak, beliau umumkan secara terang-terangan kepada kaum muslimin perihal lokasi yg dituju, memerintahkan mereka agar bersiap-siap menghadapi persiapan musuhnya & mengabari mereka lokasi tujuan yg beliau kehendaki. [HR. Ahmad No.15222].

Hadits Ahmad No.15222 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Attab bin Ziyad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdullah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab], [Abdullah bin Ka'ab] berkata; saya mendengar [Ka'ab bin Malik] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sangat jarang menuju peperangan kecuali dengan merahasiakan tujuannya kecuali saat Perang Tabuk. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berperang saat iklim sangat panas, dan melalui perjalanan panjang dan tandus. Menghadapi musuh yang sangat banyak, beliau umumkan secara terang-terangan kepada kaum muslimin perihal lokasi yang dituju, memerintahkan mereka agar bersiap-siap menghadapi persiapan musuhnya dan mengabari mereka lokasi tujuan yang beliau kehendaki.]]]

Hadits Ahmad 15223

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي الزُّبَيْدِيُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُبْعَثُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَكُونُ أَنَا وَأُمَّتِي عَلَى تَلٍّ وَيَكْسُونِي رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى حُلَّةً خَضْرَاءَ ثُمَّ يُؤْذَنُ لِي فَأَقُولُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ أَقُولَ فَذَاكَ الْمَقَامُ الْمَحْمُودُ

Manusia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat, maka saya & umatku berada pada anak bukit, lalu Robku Tabaroka Wa Ta'ala memberiku perhiasan yg berwarna hijau, & diijinkan bagiku untuk menyampaikan pidato sesukaku, & itulah makna kedudukan yg terpuji yg dijanjikan untukku. [HR. Ahmad No.15223].

Hadits Ahmad No.15223 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abdu Robihi] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Harb] berkata; telah menceritakan kepadaku [Az Zubaidi] dari [Az Zuhri] dari [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik] dari [Ka'ab bin Malik] Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Manusia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat, maka saya dan umatku berada pada anak bukit, lalu Robku Tabaroka Wa Ta'ala memberiku perhiasan yang berwarna hijau, dan diijinkan bagiku untuk menyampaikan pidato sesukaku, dan itulah makna kedudukan yang terpuji yang dijanjikan untukku.]]]

Hadits Ahmad 15224

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ زَكَرِيَّا عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدِ بْنِ زُرَارَةَ أَنَّ ابْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ أَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

Dua serigala lapar yg dilepas dalam sebuah kawanan kambing tidaklah lebih merusak daripada kerakusan seseorang terhadap harta & kemuliaan agamanya. [HR. Ahmad No.15224].

Hadits Ahmad No.15224 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Bahr] berkata; telah menceritakan kepada kami ['Isa bin Yunus] dari [Zakariya] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Sa'd bin Zurarah] [Ibnu Ka'ab bin Malik] menceritakannya dari [Bapaknya] bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Dua serigala lapar yang dilepas dalam sebuah kawanan kambing tidaklah lebih merusak daripada kerakusan seseorang terhadap harta dan kemuliaan agamanya".]]]

Hadits Ahmad 15225

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي الشِّعْرِ مَا أَنْزَلَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَدْ أَنْزَلَ فِي الشِّعْرِ مَا قَدْ عَلِمْتَ وَكَيْفَ تَرَى فِيهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُجَاهِدُ بِسَيْفِهِ وَلِسَانِهِ

Seorang mukmin akan berjihad dgn pedangnya & lisannnya. [HR. Ahmad No.15225].

Hadits Ahmad No.15225 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syua'ib] dari [Az Zuhri] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik], ketika Allah Tabaroka Wa Ta'ala menurunkan ayat tentang syair, [Ka'ab bin Malik] selalu mendatangi Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan berkata; Allah Tabaroka Wa Ta'ala telah menurunkan tentang syair seperti yang telah anda ketahui, bagaimana pendapatmu? Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Seorang mukmin akan berjihad dengan pedangnya dan lisannnya".]]]

Hadits Ahmad 15226

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ أَنَّ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الْأَسْوَدِ بْنِ عَبْدِ يَغُوثَ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ الْأَنْصَارِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ الشِّعْرِ حِكْمَةٌ وَكَانَ بَشِيرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبٍ يُحَدِّثُ أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَكَأَنَّمَا تَنْضَحُونَهُمْ بِالنَّبْلِ فِيمَا تَقُولُونَ لَهُمْ مِنْ الشِّعْرِ

Di antara syair itu ada hikmahnya. Basyir bin Abdurrahman bin Ka'ab menceritakan Ka'ab bin Malik menceritakan, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda 'Syair yg kalian ucapkan kepada musuh, bagaikan anak panah yg kalian lemparkan terhadap mereka.' [HR. Ahmad No.15226].

Hadits Ahmad No.15226 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syua'ib] dari [Az Zuhri] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam] [Marwan bin Al Hakam] mengabarinya bahwa [Abdurrahman bin Al Aswad bin Abdu Yaghuts] mengabarinya, ['Ubay bin Ka'ab Al Anshari] mengabarinya, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Di antara syair itu ada hikmahnya." [Basyir bin Abdurrahman bin Ka'ab] menceritakan [Ka'ab bin Malik] menceritakan, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda 'Syair yang kalian ucapkan kepada musuh, bagaikan anak panah yang kalian lemparkan terhadap mereka.']]]

Hadits Ahmad 15227

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيَّ وَهُوَ أَحَدُ الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ تِيبَ عَلَيْهِمْ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا نَسَمَةُ الْمُؤْمِنِ طَائِرٌ يَعْلُقُ فِي شَجَرِ الْجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهَا اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ يَبْعَثُهُ

Ruh seorang mukmin terbang & bertengger di pohon surga sampai Allah Tabaroka Wa Ta'ala mengembalikannya pada jasadnya pada Hari kebangkitannya. [HR. Ahmad No.15227].

Hadits Ahmad No.15227 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] berkata; telah memberitakan kepada kami [Syua'ib] dari [Az Zuhri] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik], [Ka'ab bin Malik Al Anshari] salah seorang yang taubatnya diterima, menceritakan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Ruh seorang mukmin terbang dan bertengger di pohon surga sampai Allah Tabaroka Wa Ta'ala mengembalikannya pada jasadnya pada Hari kebangkitannya."]]]

Hadits Ahmad 15228

حَدَّثَنَا عَامِرُ بْنُ صَالِحٍ قَالَ حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تَابَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْخَلِعُ مِنْ مَالِي صَدَقَةً إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ فَإِنَّهُ خَيْرٌ لَكَ

tahanlah sebagian hartamu, itu lebih baik bagimu. [HR. Ahmad No.15228].

Hadits Ahmad No.15228 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Amir bin Shalih] berkata; telah menceritakan kepadaku [Yunus bin Yazid] dari [Ibnu Syihab] dari [Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik Al Anshari] dari [Bapaknya] dia berkata kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam ketika Allah Tabaraka Wa Ta'ala menerima taubatnya, Wahai Rasulullah, saya akan melepaskan hartaku sebagai sedekah kepada Allah dan Rasul-Nya. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepadanya, tahanlah sebagian hartamu, itu lebih baik bagimu.]]]

Hadits Ahmad 15229

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي الزُّهْرِيِّ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَمِّهِ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَ قَائِدَ كَعْبٍ مِنْ بَنِيهِ حِينَ عَمِيَ قَالَ سَمِعْتُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ يُحَدِّثُ حَدِيثَهُ حِينَ تَخَلَّفَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ فَقَالَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ لَمْ أَتَخَلَّفْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ غَيْرِهَا قَطُّ إِلَّا فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ غَيْرَ أَنِّي كُنْتُ تَخَلَّفْتُ فِي غَزْوَةِ بَدْرٍ وَلَمْ يُعَاتِبْ أَحَدًا تَخَلَّفَ عَنْهَا إِنَّمَا خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ عِيرَ قُرَيْشٍ حَتَّى جَمَعَ اللَّهُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ عَدُوِّهِمْ عَلَى غَيْرِ مِيعَادٍ وَلَقَدْ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْعَقَبَةِ حِينَ تَوَافَقْنَا عَلَى الْإِسْلَامِ مَا أُحِبُّ أَنَّ لِي بِهَا مَشْهَدَ بَدْرٍ وَإِنْ كَانَتْ بَدْرٌ أَذْكَرَ فِي النَّاسِ مِنْهَا وَأَشْهَرَ وَكَانَ مِنْ خَبَرِي حِينَ تَخَلَّفْتُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ لِأَنِّي لَمْ أَكُنْ قَطُّ أَقْوَى وَلَا أَيْسَرَ مِنِّي حِينَ تَخَلَّفْتُ عَنْهُ فِي تِلْكَ الْغَزَاةِ وَاللَّهِ مَا جَمَعْتُ قَبْلَهَا رَاحِلَتَيْنِ قَطُّ حَتَّى جَمَعْتُهَا فِي تِلْكَ الْغَزَاةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَّمَا يُرِيدُ غَزَاةً يَغْزُوهَا إِلَّا وَرَّى بِغَيْرِهَا حَتَّى كَانَتْ تِلْكَ الْغَزَاةُ فَغَزَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرٍّ شَدِيدٍ وَاسْتَقْبَلَ سَفَرًا بَعِيدًا وَمَفَازًا وَاسْتَقْبَلَ عَدُوًّا كَثِيرًا فَجَلَا لِلْمُسْلِمِينَ أَمْرَهُ لِيَتَأَهَّبُوا أُهْبَةَ عَدُوِّهِمْ فَأَخْبَرَهُمْ بِوَجْهِهِ الَّذِي يُرِيدُ وَالْمُسْلِمُونَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَثِيرٌ لَا يَجْمَعُهُمْ كِتَابُ حَافِظٍ يُرِيدُ الدِّيوَانَ فَقَالَ كَعْبٌ فَقَلَّ رَجُلٌ يُرِيدُ يَتَغَيَّبُ إِلَّا ظَنَّ أَنَّ ذَلِكَ سَيُخْفَى لَهُ مَا لَمْ يَنْزِلْ فِيهِ وَحْيٌ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَغَزَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْغَزْوَةَ حِينَ طَابَتْ الثِّمَارُ وَالظِّلُّ وَأَنَا إِلَيْهَا أَصْعَرُ فَتَجَهَّزَ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُؤْمِنُونَ مَعَهُ وَطَفِقْتُ أَغْدُو لِكَيْ أَتَجَهَّزَ مَعَهُ فَأَرْجِعَ وَلَمْ أَقْضِ شَيْئًا فَأَقُولُ فِي نَفْسِي أَنَا قَادِرٌ عَلَى ذَلِكَ إِذَا أَرَدْتُ فَلَمْ يَزَلْ كَذَلِكَ يَتَمَادَى بِي حَتَّى شَمَّرَ بِالنَّاسِ الْجِدُّ فَأَصْبَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَادِيًا وَالْمُسْلِمُونَ مَعَهُ وَلَمْ أَقْضِ مِنْ جَهَازِي شَيْئًا فَقُلْتُ الْجَهَازُ بَعْدَ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ثُمَّ أَلْحَقُهُمْ فَغَدَوْتُ بَعْدَ مَا فَصَلُوا لِأَتَجَهَّزَ فَرَجَعْتُ وَلَمْ أَقْضِ شَيْئًا مِنْ جَهَازِي ثُمَّ غَدَوْتُ فَرَجَعْتُ وَلَمْ أَقْضِ شَيْئًا فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ يَتَمَادَى بِي حَتَّى أَسْرَعُوا وَتَفَارَطَ الْغَزْوُ فَهَمَمْتُ أَنْ أَرْتَحِلَ فَأُدْرِكَهُمْ وَلَيْتَ أَنِّي فَعَلْتُ ثُمَّ لَمْ يُقَدَّرْ ذَلِكَ لِي فَطَفِقْتُ إِذَا خَرَجْتُ فِي النَّاسِ بَعْدَ خُرُوجِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطُفْتُ فِيهِمْ يَحْزُنُنِي أَنْ لَا أَرَى إِلَّا رَجُلًا مَغْمُوصًا عَلَيْهِ فِي النِّفَاقِ أَوْ رَجُلًا مِمَّنْ عَذَرَهُ اللَّهُ وَلَمْ يَذْكُرْنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَلَغَ تَبُوكَ فَقَالَ وَهُوَ جَالِسٌ فِي الْقَوْمِ بِتَبُوكَ مَا فَعَلَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ حَبَسَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بُرْدَاهُ وَالنَّظَرُ فِي عِطْفَيْهِ فَقَالَ لَهُ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ بِئْسَمَا قُلْتَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ إِلَّا خَيْرًا فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ فَلَمَّا بَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَوَجَّهَ قَافِلًا مِنْ تَبُوكَ حَضَرَنِي بَثِّي فَطَفِقْتُ أَتَفَكَّرُ الْكَذِبَ وَأَقُولُ بِمَاذَا أَخْرُجُ مِنْ سَخَطِهِ غَدًا أَسْتَعِينُ عَلَى ذَلِكَ كُلَّ ذِي رَأْيٍ مِنْ أَهْلِي فَلَمَّا قِيلَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَظَلَّ قَادِمًا زَاحَ عَنِّي الْبَاطِلُ وَعَرَفْتُ أَنِّي لَنْ أَنْجُوَ مِنْهُ بِشَيْءٍ أَبَدًا فَأَجْمَعْتُ صِدْقَهُ وَصَبَّحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَرَكَعَ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ لِلنَّاسِ فَلَمَّا فَعَلَ ذَلِكَ جَاءَهُ الْمُتَخَلِّفُونَ فَطَفِقُوا يَعْتَذِرُونَ إِلَيْهِ وَيَحْلِفُونَ لَهُ وَكَانُوا بِضْعَةً وَثَمَانِينَ رَجُلًا فَقَبِلَ مِنْهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَانِيَتَهُمْ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُمْ وَيَكِلُ سَرَائِرَهُمْ إِلَى اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَتَّى جِئْتُ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ ثُمَّ قَالَ لِي تَعَالَ فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ لِي مَا خَلَّفَكَ أَلَمْ تَكُنْ قَدْ اسْتَمَرَّ ظَهْرُكَ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَوْ جَلَسْتُ عِنْدَ غَيْرِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا لَرَأَيْتُ أَنِّي أَخْرُجُ مِنْ سَخْطَتِهِ بِعُذْرٍ لَقَدْ أُعْطِيتُ جَدَلًا وَلَكِنَّهُ وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُ لَئِنْ حَدَّثْتُكَ الْيَوْمَ حَدِيثَ كَذِبٍ تَرْضَى عَنِّي بِهِ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ تَعَالَى يُسْخِطُكَ عَلَيَّ وَلَئِنْ حَدَّثْتُكَ الْيَوْمَ بِصِدْقٍ تَجِدُ عَلَيَّ فِيهِ إِنِّي لَأَرْجُو قُرَّةَ عَيْنِي عَفْوًا مِنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَاللَّهِ مَا كَانَ لِي عُذْرٌ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ قَطُّ أَفْرَغَ وَلَا أَيْسَرَ مِنِّي حِينَ تَخَلَّفْتُ عَنْكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ صَدَقَ فَقُمْ حَتَّى يَقْضِيَ اللَّهُ تَعَالَى فِيكَ فَقُمْتُ وَبَادَرَتْ رِجَالٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ فَاتَّبَعُونِي فَقَالُوا لِي وَاللَّهِ مَا عَلِمْنَاكَ كُنْتَ أَذْنَبْتَ ذَنْبًا قَبْلَ هَذَا وَلَقَدْ عَجَزْتَ أَنْ لَا تَكُونَ اعْتَذَرْتَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا اعْتَذَرَ بِهِ الْمُتَخَلِّفُونَ لَقَدْ كَانَ كَافِيَكَ مِنْ ذَنْبِكَ اسْتِغْفَارُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَكَ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا زَالُوا يُؤَنِّبُونِي حَتَّى أَرَدْتُ أَنْ أَرْجِعَ فَأُكَذِّبَ نَفْسِي قَالَ ثُمَّ قُلْتُ لَهُمْ هَلْ لَقِيَ هَذَا مَعِي أَحَدٌ قَالُوا نَعَمْ لَقِيَهُ مَعَكَ رَجُلَانِ قَالَا مَا قُلْتَ فَقِيلَ لَهُمَا مِثْلُ مَا قِيلَ لَكَ قَالَ فَقُلْتُ لَهُمْ مَنْ هُمَا قَالُوا مُرَارَةُ بْنُ الرَّبِيعِ الْعَامِرِيُّ وَهِلَالُ بْنُ أُمَيَّةَ الْوَاقِفِيُّ قَالَ فَذَكَرُوا لِي رَجُلَيْنِ صَالِحَيْنِ قَدْ شَهِدَا بَدْرًا لِي فِيهِمَا أُسْوَةٌ قَالَ فَمَضَيْتُ حِينَ ذَكَرُوهُمَا لِي قَالَ وَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمِينَ عَنْ كَلَامِنَا أَيُّهَا الثَّلَاثَةُ مِنْ بَيْنِ مَنْ تَخَلَّفَ عَنْهُ فَاجْتَنَبَنَا النَّاسُ قَالَ وَتَغَيَّرُوا لَنَا حَتَّى تَنَكَّرَتْ لِي مِنْ نَفْسِي الْأَرْضُ فَمَا هِيَ بِالْأَرْضِ الَّتِي كُنْتُ أَعْرِفُ فَلَبِثْنَا عَلَى ذَلِكَ خَمْسِينَ لَيْلَةً فَأَمَّا صَاحِبَايَ فَاسْتَكَانَا وَقَعَدَا فِي بُيُوتِهِمَا يَبْكِيَانِ وَأَمَّا أَنَا فَكُنْتُ أَشَبَّ الْقَوْمِ وَأَجْلَدَهُمْ فَكُنْتُ أَشْهَدُ الصَّلَاةَ مَعَ الْمُسْلِمِينَ وَأَطُوفُ بِالْأَسْوَاقِ وَلَا يُكَلِّمُنِي أَحَدٌ وَآتِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي مَجْلِسِهِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَأُسَلِّمُ عَلَيْهِ فَأَقُولُ فِي نَفْسِي حَرَّكَ شَفَتَيْهِ بِرَدِّ السَّلَامِ أَمْ لَا ثُمَّ أُصَلِّي قَرِيبًا مِنْهُ وَأُسَارِقُهُ النَّظَرَ فَإِذَا أَقْبَلْتُ عَلَى صَلَاتِي نَظَرَ إِلَيَّ فَإِذَا الْتَفَتُّ نَحْوَهُ أَعْرَضَ حَتَّى إِذَا طَالَ عَلَيَّ ذَلِكَ مِنْ هَجْرِ الْمُسْلِمِينَ مَشَيْتُ حَتَّى تَسَوَّرْتُ حَائِطَ أَبِي قَتَادَةَ وَهُوَ ابْنُ عَمِّي وَأَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَوَاللَّهِ مَا رَدَّ عَلَيَّ السَّلَامَ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا قَتَادَةَ أَنْشُدُكَ اللَّهَ هَلْ تَعْلَمُ أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ فَسَكَتَ قَالَ فَعُدْتُ فَنَشَدْتُهُ فَسَكَتَ فَعُدْتُ فَنَشَدْتُهُ فَقَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَفَاضَتْ عَيْنَايَ وَتَوَلَّيْتُ حَتَّى تَسَوَّرْتُ الْجِدَارَ فَبَيْنَمَا أَنَا أَمْشِي بِسُوقِ الْمَدِينَةِ إِذَا نَبَطِيٌّ مِنْ أَنْبَاطِ أَهْلِ الشَّامِ مِمَّنْ قَدِمَ بِطَعَامٍ يَبِيعُهُ بِالْمَدِينَةِ يَقُولُ مَنْ يَدُلُّنِي عَلَى كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ فَطَفِقَ النَّاسُ يُشِيرُونَ لَهُ إِلَيَّ حَتَّى جَاءَ فَدَفَعَ إِلَيَّ كِتَابًا مِنْ مَلِكِ غَسَّانَ وَكُنْتُ كَاتِبًا فَإِذَا فِيهِ أَمَّا بَعْدُ فَقَدْ بَلَغَنَا أَنَّ صَاحِبَكَ قَدْ جَفَاكَ وَلَمْ يَجْعَلْكَ اللَّهُ بِدَارِ هَوَانٍ وَلَا مَضْيَعَةٍ فَالْحَقْ بِنَا نُوَاسِكَ قَالَ فَقُلْتُ حِينَ قَرَأْتُهَا وَهَذَا أَيْضًا مِنْ الْبَلَاءِ قَالَ فَتَيَمَّمْتُ بِهَا التَّنُّورَ فَسَجَرْتُهُ بِهَا حَتَّى إِذَا مَضَتْ أَرْبَعُونَ لَيْلَةً مِنْ الْخَمْسِينَ إِذَا بِرَسُولِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِينِي فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melarang kaum muslimin untuk berbicara kepada kami tiga orang yg tak ikut beliau berperang & orang-orang menghindari kami. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; mereka berubah sikap terhadap kami sampai bumi ini seolah-olah menolakku, seakan-akan bukan bumi yg sebenarnya, padahal itu adl bumi yg saya tahu. Hal itu berjalan sampai lima puluh malam. Dua temanku, mereka berdua tinggal di rumah & duduk dalam keadaan menangis. Adapun saya, adl orang yg paling muda, & yg paling tabah, saya tetap mendatangi shalat bersama kaum muslimin & saya tetap berkeliling pasar hanya tak ada seorangpun yg mau mengajak berbicara kepadaku. Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau sedang berada di majlisnya setelah shalat lalu saya mengucapkan salam kepada beliau. Saya mengatakan dalam batinku apakah beliau menjawab salam dgn kedua mulutnya ataukah tidak?. Saya shalat di dekat beliau, saya mencuri pandang, jika saya melakukan shalat, maka beliau melihatku. Sebaliknya jika saya menoleh ke arah beliau, beliau memalingkan muka. Hingga ketika kaum muslimin sudah sekian lama menjauhiku ini, Saya berjalan & saya masuk ke kebun Abu Qatadah, yaitu anak pamanku yg paling saya cintai. Saya mengucapkan salam kepadanya. Demi Allah, dia tak menjawabnya. Saya berkata kepadanya, Wahai Abu Qatadah, saya memanggilmu dgn nama Allah, tidakkah engkau tahu bahwa saya mencintai Allah & rasul-Nya?
(Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; dia diam. Saya ulangi sapaanku & bahkan saya bersumpah, namun dia tetap diam & saya ulangi lagi, lalu dia berkata; Allah & Rasul-Nya yg lebih tahu. Lalu menangislah kedua mataku & saya meninggalkan tempat itu sampai saya di dinding. Tatkala saya berjalan di pasar Madinah, ada seorang petani dari Syam dgn menjual makanannya di Madinah. Dia berkata; siapa yg bisa menunjukkan kepadaku Ka'ab bin Malik?. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; orang-orang menunjukkannya kepadaku, dia datang menghampiriku & memberikan secarik surat kepadaku dari Raja Ghasan. Saya ketika itu adl seorang yg bisa tulis-menulis. Isi surat tersebut berbunyi: AMMA BA'DU, telah sampai berita kepada kami bahwa sahabatmu telah mengasingkanmu, padahal Allah tak menjadikanmu di negeri kehinaan & keterlantaran, bergabunglah bersama kami, kami akan menolongmu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; saya berkata ketika membacanya 'Ini adl bagian dari cobaan juga.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu saya pergi ke tempat pembakaran, saya bakar surat itu sampai ketika sudah lewat empat puluh hari dari lima puluh hari yg ada, ada utusan Rasulullah Shallallahu'alahi wasallam mendatangiku, & berkata; 'Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menyuruhmu agar kau meninggalkan istrimu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; saya bertanya apakah saya harus menceraikannya atau apa yg harus saya lakukan?. Dia menjawab, tak tapi tinggalkan saja & jangan kau dekati dia. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu disampaikan kepada kedua sahabatku juga demikian. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu saya katakan kepada istriku, 'Pulanglah kepada keluargamu & tinggallah bersama mereka, sampai Allah memutuskan perkara ini.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu datanglah istri Hilal bin Umayyah kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam & berkata; 'Wahai Rasulullah, Hilal adl orang yg sudah tua, tak ada lagi yg mengurusinya, apakah anda membencinya jika saya melayaninya?.' Beliau bersabda:
[HR. Ahmad No.15229].

Hadits Ahmad No.15229 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [anak saudara Az Zuhri, Muhammad bin Abdullah] dari [pamannya, Muhammad bin Muslim Az Zuhri] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik], [Abdullah bin Ka'ab bin Malik] dia anak yang menuntunnya ketika telah buta, berkata; saya telah mendengar [Ka'ab bin Malik] menceritakan dalam hadisnya ketika meninggalkan Perang Tabuk dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Ka'ab bin Malik berkata; saya belum pernah tidak mengikutsertai Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam selain perang Tabuk. Memang saya juga tidak mengikutsertai Perang Badar, namun beliau tidak mencela seorang pun yang tidak mengikutsertai perang Badar itu, karena tujuan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam saat itu hanya ingin mencegat kafilah dagang orang Quraisy hingga Allah mempertemukan mereka dengan musuh mereka, dengan tidak mereka rencanakan. Saya turut menghadiri malam 'Aqabah, ketika kami berjanji untuk Islam. Saya pun tidak mau jika keikutsertaanku dalam bai'atul aqabah ditukar dengan peperangan Badar, sekalipun Badar merupakan momen yang paling banyak diingat oleh manusia dan paling populer. Aku menjadi pemberitaan saat aku tidak ikut peperangan bersama Rasulullah shalllallahu'alaihiwashallam dalam perang Tabuk karena aku belum pernah lebih kuat dan lebih luang daripada ketika aku saat ketinggalan dalam perang itu. Demi Allah, belum pernah saya bisa mengumpulkan dua hewan tunggangan sekaligus hingga bisa kumpulkan dalam perang itu. Jarangsekali Rasulullah Shallallahu'alaihiwashallam menjelaskan lokasi yang akan dituju saat berniyat melakukan perang selain beliau merahasiakannya dengan masalah lain hingga tibalah peperangan Tabuk itu, yang beliau umumkan secara terang-terangan. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berperang dalam suasana iklim yang sangat panas, melewati perjalanan yang sangat panjang dan jalan yang tandus, serta menghadapi musuh yang sangat banyak. Maka beliau umumkan secara terang-terangan kepada kaum muslimin tentang perintahnya. Agar mereka memiliki persiapan terhadap musuh yang akan dihadapi. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam terus terang mengabari kaum muslimin perihal lokasi yang akan dituju. Kaum muslimin yang bersama Rasulullah sangat banyak. Jumlah prajurit yang sedemikian banyaknya hingga tak bisa dihitung oleh buku seorang penulis terpercaya yang ingin mendokumentasikannya. Ka'ab berkata; sehingga tidak ada orang yang berniat tidak ikut kecuali dia menyangka bahwa itu akan tidak diketahui kecuali jika ada wahyu dari Allah Azzawajalla. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berangkat berperang ketika masa panen buah-buahan yang sangat teduh. Saya dengan hal itu sangat suka. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersiap-siap bersama kaum mukminin dan saya juga hendak berangkat agar saya bisa berangkat bersama beliau, namun saya pulang dan saya belum melakukan apa-apa. Saya berkata dalam diri saya, saya mampu melakukan hal itu, jika saya mau. Hal itu terus-menerus terjadi padaku sehingga orang-orang telah siap untuk berangkat. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berangkat pada pagi hari bersama kaum muslimin sedang saya belum mempersiapkan bekalku sedikitpun. Saya berkata; mempersiapkan bekal besok saja atau lusa, lalu saya akan menyusul mereka. Setelah mereka berjalan juah, aku berangkat untuk berbekal diri, namun lagi-lagi saya kembali dan belum kupersiapkan bekal sedikitpun. Setelah saya pulang ternyata saya belum mempersiapkan sedikitpun bekalku. Pada pagi hari saya berangkat dan pulang lagi dan saya tidak melakukan apa-apa, hal itu berlangsung padaku sampai mereka telah sampai jauh dan terjadilah peperangan. Saya berniat berangkat dan bisa menemui mereka, amboi kiranya aku lakukan namun hal itu tidak juga ditakdirkan untukku. Setelah keberangkatan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, aku berusaha menemui orang-orang, aku mondar-mandir kesana kemari namun yang ada hanyalah menyedihkan dan menyedihkan. Sebab tak kujumpai seseorang, selain mereka-mereka yang telah jelas kemunafikannya atau mereka-mereka yang Allah betul-betul menjadikannya tidak bisa berangkat. Rasulullah tak pernah menyebut-nyebut namaku hingga beliau sampai di tabuk. Saat duduk-duduk bersama sahabatnya, beliau bertanya; 'Apa gerangan yang dilakukan Ka'ab bin Malik? Ada seseorang dari Bani Salamah yang menjawab 'Dia terhalang mantelnya, dan sibuk mengamat-amati pakaiannya'. Mu'adz bin Jabal berusaha memprotes ucapan orang Bani Salamah tadi dengan mengatakan 'Alangkah buruk apa yang kau katakan, demi Allah Wahai Rasulullah, kami tidak mengetahui keadaannya kecuali kebaikan, lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam terdiam. Ka'ab bin Malik berkata; tatkala sampai kabar bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sedang pulang dari Tabuk, maka kesedihanku mulai datang, saya segera memikirkan bagaimana untuk berdusta. Saya berkata; bagaimana saya akan keluar dari kemarahannya. Besok saya akan meminta pendapat para cendekia keluargaku. Tatkala sampai kabar bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam hampir sampai, maka kebatilan pergi dariku, saya tahu saya tidak mungkin selamat darinya selamanya, lalu saya mengumpulkan kejujuranku. Pada pagi hari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam datang, dan adalah kebiasaaan beliau jika datang dari sebuah perjalanan, beliau datang ke masjid lalu shalat dua rekaat dan duduk menunggu orang-orang. Pada saat itu datanglah orang-orang yang tidak ikut berperang, mereka menemui beliau, mengungkapkan alasan-alasan mereka dan bersumpah. Jumlah mereka ada sekitar delapan puluh lebih. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menerima sebagian alasan mereka dan apa yang mereka tampakkan, dan memohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka dan beliau serahkan apa yang mereka sembunyikan kepada Allah Tabaroka Wa Ta'ala, sampai saya mendatangi beliau. Ketika saya mengucapkan salam kepada beliau, beliau menjawabnya dengan senyuman orang yang marah. Lalu bersabda kepadaku, 'kesini.' Lalu saya datang sampai saya duduk di hadapannya. Lalu bertanya kepadaku 'Apa yang menyebabkan kamu tidak ikut, bukankah kendaraanmu sudah siap?.' (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; 'Wahai Rasulullah, jika saya duduk bukan kepada anda dari penduduk dunia, maka saya bisa keluar dari kemarahannya dengan alasan yang saya buat-buat, sebab saya dikaruniai pandai berdebat. Saya sadar demi Allah, sekiranya aku menyampaikan bicara kepada anda dengan pembicaraan dusta untuk memperoleh keredhaanmu, tanpa waktu yang lama pun Allah akan menjadikanmu marah terhadapku. Sebaliknya jika aku sekarang secara blak-blakan menyampaikan kepada anda sejujur-jujurnya yang menjadikanmu marah terhadapku, kuharap dibaliknya kudapatkan pandangan yang menyejukkan berupa ampunan dari Allah ta'ala. Demi Allah saya tidak mempunyai alasan. Demi Allah, belum pernah kudapatkan kelonggaran dan kelapangan yang lebih daripada saat aku tidak ikut bersama anda dalam perang ini. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Ini merupakan sebuah kejujuran, bangunlah sampai Allah Ta'ala yang akan memberi keputusan kepadamu". Saya bangun, lalu beberapa laki-laki dari Bani Salamah menemuiku, dan mereka berkata kepadaku, demi Allah, kami sebelumnya tidak mengeahui kamu telah berbuat dosa, mengapa kamu tidak mencari-cari alasan kepada Rasulullah sebagaimana yang dilakukan orang yang tidak ikut berperang? Toh dosamu cukup ditebus dengan permintaan ampun (istighfar) Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam kepadamu!. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; demi Allah, mereka tetap mendesakku sampai saya berkehendak menarik kembali ucapanku dan aku berniyat membohongi diriku. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu saya tanyakan kepada mereka, apakah ada orang yang selainku?. Mereka menjawab, ya ada dua orang. Mereka berdua berkata sebagaimana yang kamu katakan dan dijawab sebagaimana yang dikatakan kepadamu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu saya bertanya kepada mereka, siapakah mereka berdua? Mereka menjawab, Murarah bin Ar-Rabi' Al 'Amiri dan Hillal bin Umayyah Al Waqifi. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; mereka menceritakan kepadaku kedua orang shalih itu, yang keduanya telah ikut Perang Badar yang keduanya menjadi idola bagiku. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu saya pergi setelah mereka menyebutkan perihal keduanya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; {Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melarang kaum muslimin untuk berbicara kepada kami tiga orang yang tidak ikut beliau berperang dan orang-orang menghindari kami. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; mereka berubah sikap terhadap kami sampai bumi ini seolah-olah menolakku, seakan-akan bukan bumi yang sebenarnya, padahal itu adalah bumi yang saya tahu. Hal itu berjalan sampai lima puluh malam. Dua temanku, mereka berdua tinggal di rumah dan duduk dalam keadaan menangis. Adapun saya, adalah orang yang paling muda, dan yang paling tabah, saya tetap mendatangi shalat bersama kaum muslimin dan saya tetap berkeliling pasar hanya tidak ada seorangpun yang mau mengajak berbicara kepadaku. Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau sedang berada di majlisnya setelah shalat lalu saya mengucapkan salam kepada beliau. Saya mengatakan dalam batinku apakah beliau menjawab salam dengan kedua mulutnya ataukah tidak?. Saya shalat di dekat beliau, saya mencuri pandang, jika saya melakukan shalat, maka beliau melihatku. Sebaliknya jika saya menoleh ke arah beliau, beliau memalingkan muka. Hingga ketika kaum muslimin sudah sekian lama menjauhiku ini, Saya berjalan dan saya masuk ke kebun Abu Qatadah, yaitu anak pamanku yang paling saya cintai. Saya mengucapkan salam kepadanya. Demi Allah, dia tidak menjawabnya. Saya berkata kepadanya, Wahai Abu Qatadah, saya memanggilmu dengan nama Allah, tidakkah engkau tahu bahwa saya mencintai Allah dan rasul-Nya? (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; dia diam. Saya ulangi sapaanku dan bahkan saya bersumpah, namun dia tetap diam dan saya ulangi lagi, lalu dia berkata; Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Lalu menangislah kedua mataku dan saya meninggalkan tempat itu sampai saya di dinding. Tatkala saya berjalan di pasar Madinah, ada seorang petani dari Syam dengan menjual makanannya di Madinah. Dia berkata; siapa yang bisa menunjukkan kepadaku Ka'ab bin Malik?. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; orang-orang menunjukkannya kepadaku, dia datang menghampiriku dan memberikan secarik surat kepadaku dari Raja Ghasan. Saya ketika itu adalah seorang yang bisa tulis-menulis. Isi surat tersebut berbunyi: AMMA BA'DU, telah sampai berita kepada kami bahwa sahabatmu telah mengasingkanmu, padahal Allah tidak menjadikanmu di negeri kehinaan dan keterlantaran, bergabunglah bersama kami, kami akan menolongmu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; saya berkata ketika membacanya 'Ini adalah bagian dari cobaan juga.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu saya pergi ke tempat pembakaran, saya bakar surat itu sampai ketika sudah lewat empat puluh hari dari lima puluh hari yang ada, ada utusan Rasulullah Shallallahu'alahi wasallam mendatangiku, dan berkata; 'Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menyuruhmu agar kau meninggalkan istrimu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; saya bertanya apakah saya harus menceraikannya atau apa yang harus saya lakukan?. Dia menjawab, tidak tapi tinggalkan saja dan jangan kau dekati dia. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu disampaikan kepada kedua sahabatku juga demikian. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu saya katakan kepada istriku, 'Pulanglah kepada keluargamu dan tinggallah bersama mereka, sampai Allah memutuskan perkara ini.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu datanglah istri Hilal bin Umayyah kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan berkata; 'Wahai Rasulullah, Hilal adalah orang yang sudah tua, tidak ada lagi yang mengurusinya, apakah anda membencinya jika saya melayaninya?.' Beliau bersabda: {"Tidak, tapi jangan sampai dia mendekatimu". Wanita itu berkata; dia demi Allah, sudah tidak bisa bergerak kecuali hanya sedikit gerakan saja. Demi Allah dia masih tetap menangis sampai sekarang sejak ada instruksi dari anda. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu sebagian keluargaku berkata kepadaku, 'Kenapa kamu tidak meminta ijin kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dalam masalah istrimu, karena beliau telah mengijinkan istri Hilal bin Umayah untuk melayaninya.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; demi Allah saya tidak akan meminta kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, saya tidak tahu apa yang akan dikatakan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, karena saya adalah paling muda diantara ketiganya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; dan tersisa waktu ada sepuluh malam, untuk sampai pada lima puluh malam dari pelarangan berbicara kepada kami. Lalu saya shalat subuh pada malam yang ke lima puluh, di rumahku. Tatkala saya sedang duduk pada telah yang disebutkan Allah Tabaroka Wa Ta'ala, jiwaku sudah sangat sempit juga bumi yang luas sudah sangat terasa sempit, tiba-tiba saya mendengar orang yang berteriak dan sangat dekat, di atas gunung Sala'. Dia meneriakkan dengan suaranya yang paling tinggi, 'Wahai Ka'ab bin Malik, bergembiralah.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu saya tersungkur sujud dan saya tahu sudah datang jalan kemudahan, lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengumumkan dengan di terimanya taubat dari Allah Tabaroka Wa Ta'ala kepada kami pada saat shalat subuh. Orang-orang pergi untuk memberi kabar gembira kepada kami, juga pergi ke kedua sahabatku untuk memberinya kabar gembira, lalu ada seorang laki-laki yang datang kepadaku dengan membawa kuda, dan datang seseorang dari Aslam dan menaiki gunung dan ternyata suara tersebut lebih cepat dari pada kuda. Tatkala datang kepadaku orang yang saya dengar suaranya dengan memberikan kabar gembira, saya lepas pakaianku dan saya hadiahkan kepadanya karena pemberitaan kabar gembiranya. Demi Allah saya sudah tidak memiliki selain kedua bajuku itu. Akhirnya saya meminjam dua pakaian dan saya pakai, lalu saya berangkat untuk menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Orang-orang yang bertemu denganku berkelompok-kelompok, mereka memberi selamat kepadaku atas taubatku yang telah diterima. Mereka berkata; semoga kamu senang dengan di terimanya taubatmu dari Allah. Lalu saya duduk masjid, ternyata Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sedang di kelilingi oleh para sahabatnya. Thalhah bin 'Ubaidullah menemuiku dengan berlari dan berjabat tangan denganku dan memberi ucapan selamat, demi Allah tidak ada orang Muhajirin yang berdiri selainnya. (Abdullah bin Ka'ab bin Malik) berkata; Karenanya Ka'ab tidak bisa melupakan Thalhah. Ka'ab berkata; tatkala saya mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau memancarkan sinar pada wajahnya karena gembira, dan mengucapkan 'Gembiralah dengan hari yang paling bahagia bagimu sejak kamu di lahirkan ibumu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; apakah dari anda Wahai Rasulullah, ataukah dari Allah?. (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) bersabda: ini dari Allah. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam jika sedang bahagia, maka wajahnya bersinar seperti potongan bulan, sampai hal itu bisa diketahui. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; tatkala saya duduk di hadapannya, saya berkata; "Wahai Rasulullah, sebagai tanda kebahagiaan taubatku, saya akan melepaskan hartaku sebagai sedekah kepada Allah Ta'ala dan kalian Rasul-Nya.' Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tahanlah sebagian hartamu, hal itu lebih baik bagimu." Saya pun menahan bagianku yang di Khaibar. Saya berkata; Wahai Rasulullah, Allah Ta'ala menyelamatkanku dengan jujur, dan termasuk dari taubatku juga saya tidak akan berbicara kecuali dengan jujur selamanya. Demi Allah tidak ada seorangpun dari kalangan kaum muslimin yang dicoba oleh Allah dengan kejujuran dalam berbicara sejak saya sebutkan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yang lebih baik daripada cobaan Allah Tabaroka Wa Ta'ala kepadaku. Demi Allah, saya tidak pernah berdusta sekalipun sejak saya berkata; kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sampai hari ini. Saya berharap semoga saya bisa menjaganya sampai sisa umurku. (Ka'ab bin Malik Radliya]]]

Hadits Ahmad 15230

حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ كَانَ لَهُ مَالٌ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ أَبِي حَدْرَدٍ الْأَسْلَمِيِّ فَلَقِيَهُ فَلَزِمَهُ حَتَّى ارْتَفَعَتْ الْأَصْوَاتُ فَمَرَّ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا كَعْبُ فَأَشَارَ بِيَدِهِ كَأَنَّهُ يَقُولُ النِّصْفُ فَأَخَذَ نِصْفًا مِمَّا عَلَيْهِ وَتَرَكَ النِّصْفَ

beliau memberi isyarat dgn tangannya, beliau mengisyaratkan agar meminta setengah hutang dulu, lalu dia mengambil setengah haknya & meninggalkan setengahnya yg lain. [HR. Ahmad No.15230].

Hadits Ahmad No.15230 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Al A'raj] dari [Abdullah bin Ka'ab] dari [Ka'ab bin Malik] dia memiliki harta pada Abdullah Abu Hadrad Al Aslami, lalu dia menemuinya dan menunggunya, sampai suara tagih-menagih hutang itu meninggi, lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melewati keduanya, dan bersabda: "Wahai Ka'ab" lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya, beliau mengisyaratkan agar meminta setengah hutang dulu, lalu dia mengambil setengah haknya dan meninggalkan setengahnya yang lain.]]]

Hadits Ahmad 15231

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي الْعَبَّاسِ حَدَّثَنَا أَبُو أُوَيْسٍ قَالَ الزُّهْرِيُّ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا نَسَمَةُ الْمُؤْمِنِ طَيْرٌ يَعْلُقُ فِي شَجَرِ الْجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهُ اللَّهُ تَعَالَى إِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ يَبْعَثُهُ

Roh seorang mukmin terbang & bertengger di pohon surga sampai Allah Ta'ala mengembalikannya pada jasadnya pada Hari kebangkitannya. [HR. Ahmad No.15231].

Hadits Ahmad No.15231 Secara Lengkap

[[[Telah meriwayatkan menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Abu Al 'Abbas] telah menceritakan kepada kami [Abu Uwais] berkata; [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Abdurrahman bin Abdullah Al Anshari] [Ka'ab bin Malik] menceritakan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Roh seorang mukmin terbang dan bertengger di pohon surga sampai Allah Ta'ala mengembalikannya pada jasadnya pada Hari kebangkitannya."]]]

Hadits Ahmad 15232

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَابِقٍ قَالَ أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَهُ وَأَوْسُ بْنُ الْحَدَثَانِ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ فَنَادَيَا أَنْ لَا يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

tidak akan masuk surga kecuali orang mukmin & Hari Tasyrik adl hari makan & minum. [HR. Ahmad No.15232].

Hadits Ahmad No.15232 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sabiq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Thahman] dari [Abu Az Zubair] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik] dari [Bapaknya] menceritakannya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengutusnya bersama Uwais bin Al Hadatsan pada Hari Tasyrik, lalu keduanya menyerukan bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang mukmin dan Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.]]]

Hadits Ahmad 15233

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدِ بْنِ زُرَارَةَ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

Dua serigala lapar yg dilepas kepada sekawanan kambing, tak lebih merusak daripada kerakusan seseorang terhadap harta & kemuliaan agamanya.' [HR. Ahmad No.15233].

Hadits Ahmad No.15233 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Ishaq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Zakariya bin Abu Za'idah] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Sa'id bin Zurarah] dari [Ibnu Ka'ab bin Malik Al Anshari] dari [Bapaknya] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Dua serigala lapar yang dilepas kepada sekawanan kambing, tidak lebih merusak daripada kerakusan seseorang terhadap harta dan kemuliaan agamanya.']]]

Hadits Ahmad 15234

حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ جُبَيْرٍ مَوْلَى بَنِي سَلِمَةَ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّاسُ فِي رَمَضَانَ إِذَا صَامَ الرَّجُلُ فَأَمْسَى فَنَامَ حَرُمَ عَلَيْهِ الطَّعَامُ وَالشَّرَابُ وَالنِّسَاءُ حَتَّى يُفْطِرَ مِنْ الْغَدِ فَرَجَعَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ مِنْ عِنْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ وَقَدْ سَهِرَ عِنْدَهُ فَوَجَدَ امْرَأَتَهُ قَدْ نَامَتْ فَأَرَادَهَا فَقَالَتْ إِنِّي قَدْ نِمْتُ قَالَ مَا نِمْتِ ثُمَّ وَقَعَ بِهَا وَصَنَعَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ مِثْلَ ذَلِكَ فَغَدَا عُمَرُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ }

'Allah mengetahui bahwasanya kamu tak dapat menahan nafsumu, Karena itu Allah mengampuni kamu & memberi ma'af kepadamu. [HR. Ahmad No.15234].

Hadits Ahmad No.15234 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Attab bin Ziyad] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Musa bin Jubair] budak Bani Salamah, telah mendengar [Abdullah bin Ka'ab bin Malik] menceritakan dari [Bapaknya] berkata; pada bulan Ramadlan, jika ada seorang laki-laki yang berpuasa dan memasuki waktu malam, maka dia mengharamkan dirinya makanan, minuman dan wanita, sampai saat berbuka besoknya. 'Umar bin Khattab kembali dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada suatu malam dan dia telah bermalam di rumah beliau. Dia mendapati istrinya telah tertidur, namun dia menginginkannya. Maka (istrinya) berkata; saya telah tidur. ('Umar Radliyallahu'anhu) berkata; kenapa kau tidur? Lalu dia menggaulinya. Ka'ab juga melakukan hal yang sama, lalu pada pagi harinya 'Umar menemui Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan menceritakannya, lalu Allah Ta'ala menurunkan, 'Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, Karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu.]]]

Hadits Ahmad 15235

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اهْجُوا بِالشِّعْرِ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُجَاهِدُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ كَأَنَّمَا يَنْضَحُوهُمْ بِالنَّبْلِ

Cacilah musuh dgn syair, karena seorang mukmin berjihad dgn jiwa & hartanya. Demi Dzat yg menguasai jiwa Muhammad, syair yg kalian lontarkan kepada musuh, adl ibarat panah yg kalian lemparkan kepada mereka.' [HR. Ahmad No.15235].

Hadits Ahmad No.15235 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Bahr] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawardi] dari [Muhammad bin Abdullah bin saudara Ibnu Syihab] dari [Ibnu Syihab] dari [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik] dari [Ka'ab bin Malik] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Cacilah musuh dengan syair, karena seorang mukmin berjihad dengan jiwa dan hartanya. Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, syair yang kalian lontarkan kepada musuh, adalah ibarat panah yang kalian lemparkan kepada mereka.']]]

Hadits Ahmad 15236

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ دَخَلَ أَبُو بَكْرِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ بْنِ ثَوْبَانَ فَقَالَ يَا أَبَا حَفْصٍ حَدِّثْنَا حَدِيثًا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ فِيهِ اخْتِلَافٌ قَالَ حَدَّثَنِي كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ عَادَ مَرِيضًا خَاضَ فِي الرَّحْمَةِ فَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ اسْتَنْقَعَ فِيهَا وَقَدْ اسْتَنْقَعْتُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فِي الرَّحْمَةِ

Barangsiapa yg menjenguk orang sakit berarti dia menyelami rahmat, & jika dia duduk di sisinya, berarti dia tergenang didalamnya & kalian telah tergenang di dalamnya, IN SYA'A ALLAH dalam kerahmatan. [HR. Ahmad No.15236].

Hadits Ahmad No.15236 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Ma'syar] dari [Abdurrahman bin Abdullah Al Anshari] berkata; Abu Bakar bin Muhammad bin 'Amr bin Hazm menemui [Umar bin Al Hakam bin Tsauban], lalu berkata; Wahai Abu Hafs, sampaikan kepada kami hadis dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yang tidak ada perselisihan. Dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Ka'ab bin Malik] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang menjenguk orang sakit berarti dia menyelami rahmat, dan jika dia duduk di sisinya, berarti dia tergenang didalamnya dan kalian telah tergenang di dalamnya, IN SYA'A ALLAH dalam kerahmatan."]]]

Hadits Ahmad 15237

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ فَحَدَّثَنِي مَعْبَدُ بْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكِ بْنِ أَبِي كَعْبِ بْنِ الْقَيْنِ أَخُو بَنِي سَلِمَةَ أَنَّ أَخَاهُ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ كَعْبٍ وَكَانَ مِنْ أَعْلَمِ الْأَنْصَارِ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ وَكَانَ كَعْبٌ مِمَّنْ شَهِدَ الْعَقَبَةَ وَبَايَعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَا قَالَ خَرَجْنَا فِي حُجَّاجِ قَوْمِنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ وَقَدْ صَلَّيْنَا وَفَقِهْنَا وَمَعَنَا الْبَرَاءُ بْنُ مَعْرُورٍ كَبِيرُنَا وَسَيِّدُنَا فَلَمَّا تَوَجَّهْنَا لِسَفَرِنَا وَخَرَجْنَا مِنْ الْمَدِينَةِ قَالَ الْبَرَاءُ لَنَا يَا هَؤُلَاءِ إِنِّي قَدْ رَأَيْتُ وَاللَّهِ رَأْيًا وَإِنِّي وَاللَّهِ مَا أَدْرِي تُوَافِقُونِي عَلَيْهِ أَمْ لَا قَالَ قُلْنَا لَهُ وَمَا ذَاكَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ أَنْ لَا أَدَعَ هَذِهِ الْبَنِيَّةِ مِنِّي بِظَهْرٍ يَعْنِي الْكَعْبَةَ وَأَنْ أُصَلِّيَ إِلَيْهَا قَالَ فَقُلْنَا وَاللَّهِ مَا بَلَغَنَا أَنَّ نَبِيَّنَا يُصَلِّي إِلَّا إِلَى الشَّامِ وَمَا نُرِيدُ أَنْ نُخَالِفَهُ فَقَالَ إِنِّي أُصَلِّي إِلَيْهَا قَالَ فَقُلْنَا لَهُ لَكِنَّا لَا نَفْعَلُ فَكُنَّا إِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ صَلَّيْنَا إِلَى الشَّامِ وَصَلَّى إِلَى الْكَعْبَةِ حَتَّى قَدِمْنَا مَكَّةَ قَالَ أَخِي وَقَدْ كُنَّا عِبْنَا عَلَيْهِ مَا صَنَعَ وَأَبَى إِلَّا الْإِقَامَةَ عَلَيْهِ فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي انْطَلِقْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْأَلْهُ عَمَّا صَنَعْتُ فِي سَفَرِي هَذَا فَإِنَّهُ وَاللَّهِ قَدْ وَقَعَ فِي نَفْسِي مِنْهُ شَيْءٌ لَمَّا رَأَيْتُ مِنْ خِلَافِكُمْ إِيَّايَ فِيهِ قَالَ فَخَرَجْنَا نَسْأَلُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكُنَّا لَا نَعْرِفُهُ لَمْ نَرَهُ قَبْلَ ذَلِكَ فَلَقِيَنَا رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَسَأَلْنَاهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلْ تَعْرِفَانِهِ قَالَ قُلْنَا لَا قَالَ فَهَلْ تَعْرِفَانِ الْعَبَّاسَ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ عَمَّهُ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ وَكُنَّا نَعْرِفُ الْعَبَّاسَ كَانَ لَا يَزَالُ يَقْدَمُ عَلَيْنَا تَاجِرًا قَالَ فَإِذَا دَخَلْتُمَا الْمَسْجِدَ فَهُوَ الرَّجُلُ الْجَالِسُ مَعَ الْعَبَّاسِ قَالَ فَدَخَلْنَا الْمَسْجِدَ فَإِذَا الْعَبَّاسُ جَالِسٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهُ جَالِسٌ فَسَلَّمْنَا ثُمَّ جَلَسْنَا إِلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْعَبَّاسِ هَلْ تَعْرِفُ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ يَا أَبَا الْفَضْلِ قَالَ نَعَمْ هَذَا الْبَرَاءُ بْنُ مَعْرُورٍ سَيِّدُ قَوْمِهِ وَهَذَا كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا أَنْسَى قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّاعِرُ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَقَالَ الْبَرَاءُ بْنُ مَعْرُورٍ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي خَرَجْتُ فِي سَفَرِي هَذَا وَهَدَانِي اللَّهُ لِلْإِسْلَامِ فَرَأَيْتُ أَنْ لَا أَجْعَلَ هَذِهِ الْبَنِيَّةَ مِنِّي بِظَهْرٍ فَصَلَّيْتُ إِلَيْهَا وَقَدْ خَالَفَنِي أَصْحَابِي فِي ذَلِكَ حَتَّى وَقَعَ فِي نَفْسِي مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ فَمَاذَا تَرَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَقَدْ كُنْتَ عَلَى قِبْلَةٍ لَوْ صَبَرْتَ عَلَيْهَا قَالَ فَرَجَعَ الْبَرَاءُ إِلَى قِبْلَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى مَعَنَا إِلَى الشَّامِ قَالَ وَأَهْلُهُ يَزْعُمُونَ أَنَّهُ صَلَّى إِلَى الْكَعْبَةِ حَتَّى مَاتَ وَلَيْسَ ذَلِكَ كَمَا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِهِ مِنْهُمْ قَالَ وَخَرَجْنَا إِلَى الْحَجِّ فَوَاعَدْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَقَبَةَ مِنْ أَوْسَطِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ فَلَمَّا فَرَغْنَا مِنْ الْحَجِّ وَكَانَتْ اللَّيْلَةُ الَّتِي وَعَدْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ حَرَامٍ أَبُو جَابِرٍ سَيِّدٌ مِنْ سَادَتِنَا وَكُنَّا نَكْتُمُ مَنْ مَعَنَا مِنْ قَوْمِنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ أَمْرَنَا فَكَلَّمْنَاهُ وَقُلْنَا لَهُ يَا أَبَا جَابِرٍ إِنَّكَ سَيِّدٌ مِنْ سَادَتِنَا وَشَرِيفٌ مِنْ أَشْرَافِنَا وَإِنَّا نَرْغَبُ بِكَ عَمَّا أَنْتَ فِيهِ أَنْ تَكُونَ حَطَبًا لِلنَّارِ غَدًا ثُمَّ دَعَوْتُهُ إِلَى الْإِسْلَامِ وَأَخْبَرْتُهُ بِمِيعَادِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْلَمَ وَشَهِدَ مَعَنَا الْعَقَبَةَ وَكَانَ نَقِيبًا قَالَ فَنِمْنَا تِلْكَ اللَّيْلَةَ مَعَ قَوْمِنَا فِي رِحَالِنَا حَتَّى إِذَا مَضَى ثُلُثُ اللَّيْلِ خَرَجْنَا مِنْ رِحَالِنَا لِمِيعَادِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَتَسَلَّلُ مُسْتَخْفِينَ تَسَلُّلَ الْقَطَا حَتَّى اجْتَمَعْنَا فِي الشِّعْبِ عِنْدَ الْعَقَبَةِ وَنَحْنُ سَبْعُونَ رَجُلًا وَمَعَنَا امْرَأَتَانِ مِنْ نِسَائِهِمْ نَسِيبَةُ بِنْتُ كَعْبٍ أُمُّ عُمَارَةَ إِحْدَى نِسَاءِ بَنِي مَازِنِ بْنِ النَّجَّارِ وَأَسْمَاءُ بِنْتُ عَمْرِو بْنِ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ إِحْدَى نِسَاءِ بَنِي سَلِمَةَ وَهِيَ أُمُّ مَنِيعٍ قَالَ فَاجْتَمَعْنَا بِالشِّعْبِ نَنْتَظِرُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى جَاءَنَا وَمَعَهُ يَوْمَئِذٍ عَمُّهُ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ عَلَى دِينِ قَوْمِهِ إِلَّا أَنَّهُ أَحَبَّ أَنْ يَحْضُرَ أَمْرَ ابْنِ أَخِيهِ وَيَتَوَثَّقُ لَهُ فَلَمَّا جَلَسْنَا كَانَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَوَّلَ مُتَكَلِّمٍ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْخَزْرَجِ قَالَ وَكَانَتْ الْعَرَبُ مِمَّا يُسَمُّونَ هَذَا الْحَيَّ مِنْ الْأَنْصَارِ الْخَزْرَجَ أَوْسَهَا وَخَزْرَجَهَا إِنَّ مُحَمَّدًا مِنَّا حَيْثُ قَدْ عَلِمْتُمْ وَقَدْ مَنَعْنَاهُ مِنْ قَوْمِنَا مِمَّنْ هُوَ عَلَى مِثْلِ رَأْيِنَا فِيهِ وَهُوَ فِي عِزٍّ مِنْ قَوْمِهِ وَمَنَعَةٍ فِي بَلَدِهِ قَالَ فَقُلْنَا قَدْ سَمِعْنَا مَا قُلْتَ فَتَكَلَّمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَخُذْ لِنَفْسِكَ وَلِرَبِّكَ مَا أَحْبَبْتَ قَالَ فَتَكَلَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَلَا وَدَعَا إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَرَغَّبَ فِي الْإِسْلَامِ قَالَ أُبَايِعُكُمْ عَلَى أَنْ تَمْنَعُونِي مِمَّا تَمْنَعُونَ مِنْهُ نِسَاءَكُمْ وَأَبْنَاءَكُمْ قَالَ فَأَخَذَ الْبَرَاءُ بْنُ مَعْرُورٍ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ نَعَمْ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَنَمْنَعَنَّكَ مِمَّا نَمْنَعُ مِنْهُ أُزُرَنَا فَبَايِعْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحْنُ أَهْلُ الْحُرُوبِ وَأَهْلُ الْحَلْقَةِ وَرِثْنَاهَا كَابِرًا عَنْ كَابِرٍ قَالَ فَاعْتَرَضَ الْقَوْلَ وَالْبَرَاءُ يُكَلِّمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبُو الْهَيْثَمِ بْنُ التَّيِّهَانِ حَلِيفُ بَنِي عَبْدِ الْأَشْهَلِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الرِّجَالِ حِبَالًا وَإِنَّا قَاطِعُوهَا يَعْنِي الْعُهُودَ فَهَلْ عَسَيْتَ إِنْ نَحْنُ فَعَلْنَا ذَلِكَ ثُمَّ أَظْهَرَكَ اللَّهُ أَنْ تَرْجِعَ إِلَى قَوْمِكَ وَتَدَعَنَا قَالَ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ بَلْ الدَّمَ الدَّمَ وَالْهَدْمَ الْهَدْمَ أَنَا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مِنِّي أُحَارِبُ مَنْ حَارَبْتُمْ وَأُسَالِمُ مَنْ سَالَمْتُمْ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْرِجُوا إِلَيَّ مِنْكُمْ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا يَكُونُونَ عَلَى قَوْمِهِمْ فَأَخْرَجُوا مِنْهُمْ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا مِنْهُمْ تِسْعَةٌ مِنْ الْخَزْرَجِ وَثَلَاثَةٌ مِنْ الْأَوْسِ وَأَمَّا مَعْبَدُ بْنُ كَعْبٍ فَحَدَّثَنِي فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَخِيهِ عَنْ أَبِيهِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ أَوَّلَ مَنْ ضَرَبَ عَلَى يَدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَرَاءُ بْنُ مَعْرُورٍ ثُمَّ تَتَابَعَ الْقَوْمُ فَلَمَّا بَايَعَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَرَخَ الشَّيْطَانُ مِنْ رَأْسِ الْعَقَبَةِ بِأَبْعَدِ صَوْتٍ سَمِعْتُهُ قَطُّ يَا أَهْلَ الْجُبَاجِبِ وَالْجُبَاجِبُ الْمَنَازِلُ هَلْ لَكُمْ فِي مُذَمَّمٍ وَالصُّبَاةُ مَعَهُ قَدْ أَجْمَعُوا عَلَى حَرْبِكُمْ قَالَ عَلِيٌّ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ مَا يَقُولُهُ عَدُوُّ اللَّهِ مُحَمَّدٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا أَزَبُّ الْعَقَبَةِ هَذَا ابْنُ أَزْيَبَ اسْمَعْ أَيْ عَدُوَّ اللَّهِ أَمَا وَاللَّهِ لَأَفْرُغَنَّ لَكَ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْفَعُوا إِلَى رِحَالِكُمْ قَالَ فَقَالَ لَهُ الْعَبَّاسُ بْنُ عُبَادَةَ بْنِ نَضْلَةَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَئِنْ شِئْتَ لَنَمِيلَنَّ عَلَى أَهْلِ مِنًى غَدًا بِأَسْيَافِنَا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ أُومَرْ بِذَلِكَ قَالَ فَرَجَعْنَا فَنِمْنَا حَتَّى أَصْبَحْنَا فَلَمَّا أَصْبَحْنَا غَدَتْ عَلَيْنَا جُلَّةُ قُرَيْشٍ حَتَّى جَاءُونَا فِي مَنَازِلِنَا فَقَالُوا يَا مَعْشَرَ الْخَزْرَجِ إِنَّهُ قَدْ بَلَغَنَا أَنَّكُمْ قَدْ جِئْتُمْ إِلَى صَاحِبِنَا هَذَا تَسْتَخْرِجُونَهُ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِنَا وَتُبَايِعُونَهُ عَلَى حَرْبِنَا وَاللَّهِ إِنَّهُ مَا مِنْ الْعَرَبِ أَحَدٌ أَبْغَضَ إِلَيْنَا أَنْ تَنْشَبَ الْحَرْبُ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ مِنْكُمْ قَالَ فَانْبَعَثَ مَنْ هُنَالِكَ مِنْ مُشْرِكِي قَوْمِنَا يَحْلِفُونَ لَهُمْ بِاللَّهِ مَا كَانَ مِنْ هَذَا شَيْءٌ وَمَا عَلِمْنَاهُ وَقَدْ صَدَقُوا لَمْ يَعْلَمُوا مَا كَانَ مِنَّا قَالَ فَبَعْضُنَا يَنْظُرُ إِلَى بَعْضٍ قَالَ وَقَامَ الْقَوْمُ وَفِيهِمْ الْحَارِثُ بْنُ هِشَامِ بْنِ الْمُغِيرَةِ الْمَخْزُومِيُّ وَعَلَيْهِ نَعْلَانِ جَدِيدَانِ قَالَ فَقُلْتُ كَلِمَةً كَأَنِّي أُرِيد

kamu itu sudah berada di kiblat, jika kamu bersabar atasnya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu Al Barra' ke kiblat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam & shalat bersama kami menghadap ke Syam. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; keluarganya menyangka bahwa dia masih shalat menghadap ke Ka'bah, sampai meninggal. Namun faktanya adl tak demikian, kami lebih mengetahuinya daripada mereka. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami keluar untuk berhaji, kami berjanji kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam di Aqabah pada pertengahan Hari Tasriq, setelah kami melaksanakan haji, malam itu adl malam kami berjanji kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Kami bersama Abdullah bin 'Amr bin Haram, Abu Jabir, salah seorang tokoh dari kami. Kami menyembunyikan orang yg bersama kami dari orang-orang musyrik, urusan kami, kami berbicara padanya, Wahai Abu Jabir kamu adl salah seorang dari tokoh kita, orang yg mulia di antara kita, kami sangat menyukai anda, sayang jika anda harus menjadi bahan bahan bakar neraka besok. Lalu saya mengajaknya kepada Islam & saya memberitahukan dgn janji Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, dia pun masuk Islam & mengikuti peristiwa Aqabah & dia adl seorang perwakilan dari kaum. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu kami pada malam itu tidur bersama dgn kaum kami di atas kendaraan kami, sampai melewati sepertiga malam kami keluar dari rombongan kami memenuhi janji Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, kami melewati celah-celah dalam keadaan was-was sebagaimana berjalannya burung, sampai kami bisa berkumpul pada suatu jalan di antara dua bukit, dekat Aqabah. Jumlah kami ada tujuh puluh orang, & dua orang wanita yaitu Nasibah binti Ka'ab, Umu 'Umarah, salah seorang wanita Bani Mazin bin Al Najar & Asma' binti 'Amr bin 'Adi bin Tsabit, salah seorang wanita bani Salamah yaitu Umu Mani'. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami berkumpul di jalan itu, menunggu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam datang bersama dgn pamannya Al 'Abbas bin Abdul Muthalib, padahal dia waktu itu masih beragama sebagaimana kaumnya. Namun dia sangat suka untuk melihat urusan anak saudaranya & dia memperkuatnya. Ketika kami sudah duduk, Al 'Abbas bin Abdul Muthalib adl orang yg pertama kali berbicara, dia berkata 'Wahai orang-orang Al Khajraj, --(Ia Berkata), Dan orang Arablah yg memberi perkampungan Anshar Khazraj ini dgn nama Khazraj & Aus-sesungguhnya Muhammad adl bagian diantara kita yg kalian telah tahu asal usulnya, kita membelanya dari kaum kita sendiri, dari orang-orang yg mempunyai pikiran seperti kita, sementara dia mendapatkan kemuliaan dari kaumnya & perlindungan di negerinya sendiri. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami telah mendengar apa yg kamu katakan, berbicarah Wahai Rasulullah, untuk diri anda & Rabb anda apa yg anda suka. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berbicara, beliau membaca & berdo'a kepada Allah Azzawajalla, beliau menasehatkan untuk Islam. Beliau bersabda:
Saya membaiat kalian untuk kalian harus membelaku sebagaimana kalian membela untuk wanita-wanita kalian & anak-anak kalian. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu Al Barra' bin Ma'rur menggandeng tangan beliau, lalu berkata; 'Ya, Demi Dzat yg mengutus anda dgn Al Haq, sungguh kami akan mencegahmu dari segala gangguan sebagaimana kami mencegah segala gangguan yg mengancam keluarga kami. Baiatlah kami Wahai Rasulullah, kami adl orang yg pandai berperang & pandai memainkan senjata senjata, kami telah turun temurun menguasainya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu ada yg menyela perkataan ketika Al Barra' mengajak bicara Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yaitu Abu Al Haitsam bin At-Taihan wakil dari Bani Abdul Asyhal, dia berkata; 'Wahai Rasulullah, antara kami & orang-orang ada tali perjanjian, apakah kami harus memutus tali perjanjian itu, apakah anda sutuju jika kami melakukan hal itu, lalu Allah memenangkan anda untuk pulang ke kaum anda & anda meninggalkan kami?. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tersenyum lalu bersabda:
Tapi jagalah darah, jagalah darah. Jagalah penghancuran, jagalah penghancuran. Saya adl bagian dari kalian & kalian adl bagian dariku, saya akan memerangi yg kalian perangi, & saya akan berdamai dgn yg kalian ajak damai. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:
Munculkan dari kalian dua belas wakil, yg menjadi dari kaumnya. Mereka pun mengeluarkan dua belas wakil. Sembilan dari Khazraj & tiga dari Aus. Ma'bad bin kaab menceritakan kepadaku dalam hadisnya dari saudaranya, Ka'ab bin Malik, berkata; orang yg pertama kali menyerahkan tangannya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam adl Al Barra' bin Ma'rur lalu diikuti oleh kaumnya. Setelah kami berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, setan berteriak dari atas bukit 'Aqabah dgn suara yg sangat keras yg belum pernah saya mendengarnya sepertinya 'Wahai orang-orang yg menghuni bukit-bukit & rumah-rumah, tidakkah kalian tahu terhadap orang hina yg tengah dikerumuni orang-orang murtad, mereka bersepakat untuk memerangi kalian. 'Ali yaitu Ibnu Ishaq bertanya 'Wahai Muhammad, apa yg diucapkan si musuh Allah?. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:
Itulah setan Azab penghuni 'Aqabah ini, & inilah anak setan Azab itu, dengarkan hai musuh Allah, saya akan mengonsentrasikan diriku untuk melawanmu!. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:
Naiklah ke kendaraan kalian. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; Al Abbas bin Ubadah bin Nadllah berkata; kepadanya, Demi Dzat yg telah mengutus anda dgn Al Haq, jika anda menghendaki maka kami akan mendatangi penduduk Mina besok dgn pedang-pedang kami. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:
Saya belum diperintahkan untuk itu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu kami pulang, kami tidur sampai pagi. Selanjutnya para pembesar Quraisy menemui kami, mendatangi tempat persinggahan kami & berkata; Wahai orang-orang Khazraj, telah sampai berita kepada kami bahwa kalian telah mendatangi sahabat kami (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam), kalian mengajak dia untuk meninggalkan dari tengah-tengah kami & kalian berbaiat kepadanya untuk memerangi kami. Demi Allah, tak ada orang Arab yg lebih kami benci jika berkobar peperangan antara kami dgn dia daripada kalian. (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; lalu datang orang-orang musyrik dari kami, mereka bersumpah kepada mereka dgn menyebut nama Allah, bahwa tak terjadi apa-apa, mereka jujur, karena mereka tak mengetahui apa yg terjadi pada kami. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; sebagian kami saling memandang ke temannya. Lalu orang-orang bangun & di antara mereka ada Al Harits bin Hisyam bin Al Mughiroh Al Makhzumi dgn membawa dua sandal baru. Lalu saya berkata dgn satu kalimat yg seolah-olah saya hendak bergabung bersama mereka, pada perkataan mereka: apa yg kau bisa lakukan Wahai Abu jabir, kamu adl seorang tokoh kami, kamu hanya mengambil dua sandal seperti sandal pemuda dari Quraisy itu. Lalu Al Harits mendengarnya, dia melepaskan keduanya kemudian melemparkan kepadaku & berkata; demi Allah, kamu yg akan memakainya. Lalu Abu Jabir berkata; semoga Allah menjagamu. Demi Allah, pemuda, kembalikan kedua sandal padanya. Lalu saya berkata; demi Allah, saya tak akan mengembalikannya. Dia berkata; demi Allah itu adl perjanjian damai. Demi Allah, jika perkataan baik itu benar, maka saya akan merampasnya. Ini adl hadis Ka'ab bin Malik tentang peritiwa Aqabah & apa yg dia ikuti di dalamnya. + Ket; Setan menjuluki sahabat-sahabat nabi Shallallahu'alaihiwasallam dgn si murtad, karena mereka keluar dari tradisi & kebiasaan kaumnya. Makna murtad sendiri adl berbalik. [HR. Ahmad No.15237].

Hadits Ahmad No.15237 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ma'bad bin Ka'ab bin Malik bin Abu Kaab bin Al Yaqin saudara Bani Salamah] bahwa saudaranya, ['Ubaidullah bin Kaab], dia adalah orang yang paling tahu di kalangan Anshar, menceritakannya bahwa Bapaknya [Ka'ab bin Malik] dan Ka'ab adalah termasuk orang yang ikut Peristiwa Aqabah dan ikut berbaiat dengan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, berkata; kami berangkat bersama kaum kami untuk melaksanakan haji dari kalangan musyrikin, kami telah shalat dan paham, kami bersama Al Bara' bin Ma'rur, tokoh kami dan pemimpin kami. Tatkala kami menuju perjalanan dan kami meninggalkan Madinah, Al Bara' berkata kepada kami 'Wahai orang-orang, saya demi Allah bermimpi, demi Allah, saya tidak tahu apakah kamu akan setuju denganku atau tidak. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami berkata kepadanya, apa gerangan mimpimu? Dia menjawab, saya bermimpi untuk tidak meninggalkan Ka'bah dengan kendaraan dan saya akan shalat menghadapnya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu kami berkata; demi Allah, berita yang sampai kepada kami adalah bahwa Nabi kita tidak shalat kecuali ke arah Syam, dan kami tidak mau menyelisihinya. Lalu dia berkata 'Saya akan shalat ke arahnya.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lantas kami sampaikan kepadanya, 'Kami tidak akan melakukannya.' Karenanya jika datang waktu shalat, kami menghadap ke Syam sedang ia shalat menghadap Ka'bah sampai kami di Makah. Saudara saya berkata; kami mencela apa yang dia lakukan namun dia tetap enggan selain memegang teguh apa yang dilakukannya. Tatkala kami sampai di Makah, dia berkata; 'Wahai anak saudaraku, pergilah kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, dan tanyakan kepadanya apa yang telah saya lakukan pada perjalananku tadi.' Demi Allah, dalam hatiku ada suatu hal yang mengganjal atas perbuatan yang telah saya lakukan, karena saya menyelisihi apa yang kalian lakukan. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu kami keluar dan bertanya tentang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, karena kami belum mengenalnya dan belum pernah melihatnya sebelumnya. Lalu dia bertanya 'Apakah kalian berdua mengetahuinya?. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami menjawab, 'Tidak.' Dia bertanya, apakah kau mengetahui Al 'Abas bin Abdul Muthalib, pamannya. Maka kami menjawab, ya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami mengetahui Al 'Abbas karena dia pernah datang kepada kami sebagai pedagang. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; jika kalian berdua telah masuk ke masjid maka beliau adalah orang yang duduk bersama Al 'Abbas. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu kami masuk ke masjid, ternyata Al 'Abbas duduk dan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam juga duduk bersamanya, kami mengucapkan salam dan duduk di dekat mereka. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepada Al 'Abbas, apakah kau mengenal dua orang laki-laki ini Wahai Abu Al Fadl? Dia menjawab, ya ini adalah Al Barra' bin Ma'rur, pemimpin kaumnya dan ini adalah Ka'ab bin Malik. Dia berkata; demi Allah saya tidak lupa sabda Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yang saya rasakan. Dia menjawab, ya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; Al Barra' bin Ma'rur berkata; Wahai Nabiyullah, saya keluar dalam perjalananku dan Allah menunjukiku pada Islam, lalu saya bermimpi untuk tidak membelakangi Ka'bah ini lalu saya shalat menghadapnya namun para sahabatku mengingkarinya dalam hal itu. Sehingga saya merasa tidak tenang, bagaimana menurut anda Wahai Rasulullah?. Beliau bersabda: kamu itu sudah berada di kiblat, jika kamu bersabar atasnya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu Al Barra' ke kiblat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan shalat bersama kami menghadap ke Syam. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; keluarganya menyangka bahwa dia masih shalat menghadap ke Ka'bah, sampai meninggal. Namun faktanya adalah tidak demikian, kami lebih mengetahuinya daripada mereka. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami keluar untuk berhaji, kami berjanji kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam di Aqabah pada pertengahan Hari Tasriq, setelah kami melaksanakan haji, malam itu adalah malam kami berjanji kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Kami bersama Abdullah bin 'Amr bin Haram, Abu Jabir, salah seorang tokoh dari kami. Kami menyembunyikan orang yang bersama kami dari orang-orang musyrik, urusan kami, kami berbicara padanya, Wahai Abu Jabir kamu adalah salah seorang dari tokoh kita, orang yang mulia di antara kita, kami sangat menyukai anda, sayang jika anda harus menjadi bahan bahan bakar neraka besok. Lalu saya mengajaknya kepada Islam dan saya memberitahukan dengan janji Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, dia pun masuk Islam dan mengikuti peristiwa Aqabah dan dia adalah seorang perwakilan dari kaum. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu kami pada malam itu tidur bersama dengan kaum kami di atas kendaraan kami, sampai melewati sepertiga malam kami keluar dari rombongan kami memenuhi janji Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, kami melewati celah-celah dalam keadaan was-was sebagaimana berjalannya burung, sampai kami bisa berkumpul pada suatu jalan di antara dua bukit, dekat Aqabah. Jumlah kami ada tujuh puluh orang, dan dua orang wanita yaitu Nasibah binti Ka'ab, Umu 'Umarah, salah seorang wanita Bani Mazin bin Al Najar dan Asma' binti 'Amr bin 'Adi bin Tsabit, salah seorang wanita bani Salamah yaitu Umu Mani'. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami berkumpul di jalan itu, menunggu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam datang bersama dengan pamannya Al 'Abbas bin Abdul Muthalib, padahal dia waktu itu masih beragama sebagaimana kaumnya. Namun dia sangat suka untuk melihat urusan anak saudaranya dan dia memperkuatnya. Ketika kami sudah duduk, Al 'Abbas bin Abdul Muthalib adalah orang yang pertama kali berbicara, dia berkata 'Wahai orang-orang Al Khajraj, --(Ia Berkata), Dan orang Arablah yang memberi perkampungan Anshar Khazraj ini dengan nama Khazraj dan Aus-sesungguhnya Muhammad adalah bagian diantara kita yang kalian telah tahu asal usulnya, kita membelanya dari kaum kita sendiri, dari orang-orang yang mempunyai pikiran seperti kita, sementara dia mendapatkan kemuliaan dari kaumnya dan perlindungan di negerinya sendiri. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; kami telah mendengar apa yang kamu katakan, berbicarah Wahai Rasulullah, untuk diri anda dan Rabb anda apa yang anda suka. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berbicara, beliau membaca dan berdo'a kepada Allah Azzawajalla, beliau menasehatkan untuk Islam. Beliau bersabda: "Saya membaiat kalian untuk kalian harus membelaku sebagaimana kalian membela untuk wanita-wanita kalian dan anak-anak kalian. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu Al Barra' bin Ma'rur menggandeng tangan beliau, lalu berkata; 'Ya, Demi Dzat yang mengutus anda dengan Al Haq, sungguh kami akan mencegahmu dari segala gangguan sebagaimana kami mencegah segala gangguan yang mengancam keluarga kami. Baiatlah kami Wahai Rasulullah, kami adalah orang yang pandai berperang dan pandai memainkan senjata senjata, kami telah turun temurun menguasainya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu ada yang menyela perkataan ketika Al Barra' mengajak bicara Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam yaitu Abu Al Haitsam bin At-Taihan wakil dari Bani Abdul Asyhal, dia berkata; 'Wahai Rasulullah, antara kami dan orang-orang ada tali perjanjian, apakah kami harus memutus tali perjanjian itu, apakah anda sutuju jika kami melakukan hal itu, lalu Allah memenangkan anda untuk pulang ke kaum anda dan anda meninggalkan kami?. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tersenyum lalu bersabda: "Tapi jagalah darah, jagalah darah. Jagalah penghancuran, jagalah penghancuran. Saya adalah bagian dari kalian dan kalian adalah bagian dariku, saya akan memerangi yang kalian perangi, dan saya akan berdamai dengan yang kalian ajak damai." Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Munculkan dari kalian dua belas wakil, yang menjadi dari kaumnya". Mereka pun mengeluarkan dua belas wakil. Sembilan dari Khazraj dan tiga dari Aus. Ma'bad bin kaab menceritakan kepadaku dalam hadisnya dari saudaranya, Ka'ab bin Malik, berkata; orang yang pertama kali menyerahkan tangannya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam adalah Al Barra' bin Ma'rur lalu diikuti oleh kaumnya. Setelah kami berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, setan berteriak dari atas bukit 'Aqabah dengan suara yang sangat keras yang belum pernah saya mendengarnya sepertinya 'Wahai orang-orang yang menghuni bukit-bukit dan rumah-rumah, tidakkah kalian tahu terhadap orang hina yang tengah dikerumuni orang-orang murtad, mereka bersepakat untuk memerangi kalian. 'Ali yaitu Ibnu Ishaq bertanya 'Wahai Muhammad, apa yang diucapkan si musuh Allah?. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Itulah setan Azab penghuni 'Aqabah ini, dan inilah anak setan Azab itu, dengarkan hai musuh Allah, saya akan mengonsentrasikan diriku untuk melawanmu!." Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Naiklah ke kendaraan kalian". (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; Al Abbas bin Ubadah bin Nadllah berkata; kepadanya, Demi Dzat yang telah mengutus anda dengan Al Haq, jika anda menghendaki maka kami akan mendatangi penduduk Mina besok dengan pedang-pedang kami. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Saya belum diperintahkan untuk itu." (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; lalu kami pulang, kami tidur sampai pagi. Selanjutnya para pembesar Quraisy menemui kami, mendatangi tempat persinggahan kami dan berkata; Wahai orang-orang Khazraj, telah sampai berita kepada kami bahwa kalian telah mendatangi sahabat kami (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam), kalian mengajak dia untuk meninggalkan dari tengah-tengah kami dan kalian berbaiat kepadanya untuk memerangi kami. Demi Allah, tidak ada orang Arab yang lebih kami benci jika berkobar peperangan antara kami dengan dia daripada kalian. (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; lalu datang orang-orang musyrik dari kami, mereka bersumpah kepada mereka dengan menyebut nama Allah, bahwa tidak terjadi apa-apa, mereka jujur, karena mereka tidak mengetahui apa yang terjadi pada kami. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata; sebagian kami saling memandang ke temannya. Lalu orang-orang bangun dan di antara mereka ada Al Harits bin Hisyam bin Al Mughiroh Al Makhzumi dengan membawa dua sandal baru. Lalu saya berkata dengan satu kalimat yang seolah-olah saya hendak bergabung bersama mereka, pada perkataan mereka: apa yang kau bisa lakukan Wahai Abu jabir, kamu adalah seorang tokoh kami, kamu hanya mengambil dua sandal seperti sandal pemuda dari Quraisy itu. Lalu Al Harits mendengarnya, dia melepaskan keduanya kemudian melemparkan kepadaku dan berkata; demi Allah, kamu yang akan memakainya. Lalu Abu Jabir berkata; semoga Allah menjagamu. Demi Allah, pemuda, kembalikan kedua sandal padanya. Lalu saya berkata; demi Allah, saya tidak akan mengembalikannya. Dia berkata; demi Allah itu adalah perjanjian damai. Demi Allah, jika perkataan baik itu benar, maka saya akan merampasnya. Ini adalah hadis Ka'ab bin Malik tentang peritiwa Aqabah dan apa yang dia ikuti di dalamnya.]]]

Musnad Penduduk Makkah