Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Diantara Surat Alqadar

Hadits Tirmidzi 3273

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ الْحُدَّانِيُّ عَنْ يُوسُفَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَامَ رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ بَعْدَ مَا بَايَعَ مُعَاوِيَةَ فَقَالَ سَوَّدْتَ وُجُوهَ الْمُؤْمِنِينَ أَوْ يَا مُسَوِّدَ وُجُوهِ الْمُؤْمِنِينَ فَقَالَ لَا تُؤَنِّبْنِي رَحِمَكَ اللَّهُ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيَ بَنِي أُمَيَّةَ عَلَى مِنْبَرِهِ فَسَاءَهُ ذَلِكَ فَنَزَلَتْ { إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ } يَا مُحَمَّدُ يَعْنِي نَهْرًا فِي الْجَنَّةِ وَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةَ { إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ } يَمْلِكُهَا بَعْدَكَ بَنُو أُمَيَّةَ يَا مُحَمَّدُ قَالَ الْقَاسِمُ فَعَدَدْنَاهَا فَإِذَا هِيَ أَلْفُ شَهْرٍ لَا يَزِيدُ يَوْمٌ وَلَا يَنْقُصُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ الْقَاسِمِ بْنِ الْفَضْلِ وَقَدْ قِيلَ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ الْفَضْل عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَازِنٍ وَالْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ الْحُدَّانِيُّ هُوَ ثِقَةٌ وَثَّقَهُ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ وَيُوسُفُ بْنُ سَعْدٍ رَجُلٌ مَجْهُولٌ وَلَا نَعْرِفُ هَذَا الْحَدِيثَ عَلَى هَذَا اللَّفْظِ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

engkau telah mencoreng wajah orang-orang mukmin, atau ia berkata; wahai orang yg mencoreng wajah orang-orang mukmin! Maka ia mengatakan; janganlah engkau mencelaku, semoga Allah merahmati dirimu. Sesungguhnya Nabi pernah diperlihatkan kepadanya Bani Umayyah di atas mimbar, & itu membuat beliau gundah. Kemudian turun ayat: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al Kautsar. wahai Muhammad, Al Kautsar yaitu sungai di Surga. Dan turun ayat ini: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS.Alqadar 1-3), malam itu akan dimiliki Bani Umayyah setelahmu wahai Muhammad. Al Qasim berkata; kami menghitungnya ternyata malam itu seribu tahun, tak bertambah & tak berkurang. Abu Isa berkata; hadits ini adl hadits gharib, kami tak mengetahuinya kecuali dari sisi ini, dari hadits Al Qasim bin Al Fadhl, & ada yg mengatakan dari Al Qasim bin Al Fadhl dari Yusuf bin Mazin serta Al Qasim bin Al Fadhl Al Haddani ia adl orang yg tsiqah, ia ditsiqahkan oleh Yahya bin Sa'id serta Abdur Rahman bin Mahdi sedangkan Yusuf bin Sa'd adl orang yg tak dikenal. Dan kami tak mengetahui hadits ini dgn lafazh ini kecuali dari sisi ini. [HR. Tirmidzi No.3273].

Hadits Tirmidzi No.3273 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud Ath Thayalisi] telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Al Fadhl Al Huddani] dari [Yusuf bin Sa'd], ia berkata; seorang laki-laki berdiri menuju [Al Hasan bin Ali] setelah berbai'at kepada Mu'awiyah, kemudian berkata: engkau telah mencoreng wajah orang-orang mukmin, atau ia berkata; wahai orang yang mencoreng wajah orang-orang mukmin! Maka ia mengatakan; janganlah engkau mencelaku, semoga Allah merahmati dirimu. Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah diperlihatkan kepadanya Bani Umayyah di atas mimbar, dan itu membuat beliau gundah. Kemudian turun ayat: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al Kautsar." wahai Muhammad, Al Kautsar yaitu sungai di Surga. Dan turun ayat ini: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS.Alqadar 1-3), malam itu akan dimiliki Bani Umayyah setelahmu wahai Muhammad. Al Qasim berkata; kami menghitungnya ternyata malam itu seribu tahun, tidak bertambah dan tidak berkurang. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari sisi ini, dari hadits Al Qasim bin Al Fadhl, dan ada yang mengatakan dari Al Qasim bin Al Fadhl dari Yusuf bin Mazin serta Al Qasim bin Al Fadhl Al Haddani ia adalah orang yang tsiqah, ia ditsiqahkan oleh Yahya bin Sa'id serta Abdur Rahman bin Mahdi sedangkan Yusuf bin Sa'd adalah orang yang tidak dikenal. Dan kami tidak mengetahui hadits ini dengan lafazh ini kecuali dari sisi ini.]]]

Hadits Tirmidzi 3274

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدَةَ بْنِ أَبِي لُبَابَةَ وَعَاصِمٍ هُوَ ابْنُ بَهْدَلَةَ سَمِعَا زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ وَزِرُّ بْنُ حُبَيْشٍ يُكْنَى أَبَا مَرْيَمَ يَقُولُ قُلْتُ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ إِنَّ أَخَاكَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ مَنْ يَقُمْ الْحَوْلَ يُصِبْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَقَالَ يَغْفِرُ اللَّهُ لِأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ لَقَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَلَكِنَّهُ أَرَادَ أَنْ لَا يَتَّكِلَ النَّاسُ ثُمَّ حَلَفَ لَا يَسْتَثْنِي أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ قَالَ قُلْتُ لَهُ بِأَيِّ شَيْءٍ تَقُولُ ذَلِكَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ قَالَ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ بِالْعَلَامَةِ أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

ada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, yaitu malam ke tujuh puluh dua, akan tetapi ia ingin agar orang-orang tak berbergantung kepadanya. Kemudian ia bersumpah & tak mengucapkan insya Allah, bahwa malam tersebut adl malam kedua puluh tujuh. Zirr berkata; aku katakan kepadanya; berdasarkan apakah engkau mengatakan hal tersebut wahai Abu Al Mundzir?
Ia berkata; dgn tanda yg telah dikabarkan Rasulullah atau dgn tanda bahwa matahari terbit pada hari itu tak memiliki sinar. Abu Isa berkata; hadits ini adl hadits hasan shahih.
[HR. Tirmidzi No.3274].

Hadits Tirmidzi No.3274 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdah bin Abu Lubabah] serta ['Ashim yaitu Ibnu Bahdalah] mereka telah mendengar [Zirrb Hubaisy] yang diberi kunya Abu Maryam, ia berkata; saya berkata kepada [Ubai bin Ka'ab] saudaramu yaitu Abdullah bin Mas'ud berkata; barang siapa yang melakukan shalat satu tahun maka ia mendapatkan lailatul qadar. Kemudian Ubai berkata; semoga Allah merahmati Abu Abdur Rahman; sungguh ia telah mengetahui bahwa lailatul qadar itu ada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, yaitu malam ke tujuh puluh dua, akan tetapi ia ingin agar orang-orang tidak berbergantung kepadanya. Kemudian ia bersumpah dan tidak mengucapkan insya Allah, bahwa malam tersebut adalah malam kedua puluh tujuh. Zirr berkata; aku katakan kepadanya; berdasarkan apakah engkau mengatakan hal tersebut wahai Abu Al Mundzir? Ia berkata; dengan tanda yang telah dikabarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atau dengan tanda bahwa matahari terbit pada hari itu tidak memiliki sinar. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.]]]