Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Hadits Al Musayyab Bin Hazn Radliyallahu Anhu

Hadits Ahmad 22561

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِجَدِّهِ جَدِّ سَعِيدٍ مَا اسْمُكَ قَالَ حَزْنٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أَنْتَ سَهْلٌ فَقَالَ لَا أُغَيِّرُ اسْمًا سَمَّانِيهِ أَبِي قَالَ ابْنُ الْمُسَيَّبِ فَمَا زَالَتْ فِينَا حُزُونَةٌ بَعْدُ

Siapa namamu?
ia menjawab : Hazan (sedih). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Tapi kau adl Sahal (mudah). Ia berkata; Aku tak akan merubah nama pemberian ayahku. Berkata Ibnu Al Musayyib : Kesedihan senantiasa ada pada kami. [HR. Ahmad No.22561].

Hadits Ahmad No.22561 Secara Lengkap

[[[Telah bercerita kepada kami ['Abdur Razzaq] telah bercerita kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Al Musayyib] dari [ayahnya] bahwa nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kakeknya Sa'ad: "Siapa namamu?" ia menjawab: Hazan (sedih). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tapi kau adalah Sahal (mudah)." Ia berkata: Aku tidak akan merubah nama pemberian ayahku. Berkata Ibnu Al Musayyib: Kesedihan senantiasa ada pada kami.]]]

Hadits Ahmad 22562

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ دَخَلَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ فَقَالَ أَيْ عَمِّ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ كَلِمَةً أُحَاجُّ بِهَا لَكَ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ يَا أَبَا طَالِبٍ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ قَالَ فَلَمْ يَزَالَا يُكَلِّمَانِهِ حَتَّى قَالَ آخِرَ شَيْءٍ كَلَّمَهُمْ بِهِ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ فَنَزَلَتْ { مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ } قَالَ فَنَزَلَتْ فِيهِ { إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ }

LAA ILAAHA ILLALLAAH sebuah kalimat yg akan aku jadikan bukti untukmu disisi Allah 'Azza Wa Jalla. Berkata Abu jahal & 'Abdullah bin Abu Umaiyah : Hai Abu Thalib! Apa kau membenci agama 'Abdul Muththallib?
Keduanya terus mengucapkannya hingga Abu Thalib mengucapkan sesuatu diakhir kata-katanya yg menunjukkan ia berada diatas agama 'Abdul Muththallib lalu nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Aku akan memintakan ampunan untukmu selama aku tak dilarang darimu. Kemudian turunlah ayat Tidak patut bagi nabi & orang-orang yg beriman memintakan ampunan kepada orang-orang musyrik meski mereka memiliki kekerabatan setelah jelas bagi mereka bahwa mereka adl para penghuni neraka jahim. (At-Taubah: 113) berkata Al Musayyib : Berkenaan dengannya Abu Thalib turun ayat Sesungguhnya engkau tidaklah memberi petunjuk kepada orang yg kau cinta. (Al-Qashash: 56) [HR. Ahmad No.22562].

Hadits Ahmad No.22562 Secara Lengkap

[[[Telah bercerita kepada kami ['Abdur Razzaq] telah bercerita kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Al Musayyib] dari [ayahnya] berkata: Saat Abu Thalib sekarat, nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk dan didekatnya ada Abu Jahal dan 'Abdullah bin Abu Umaiyah, nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Paman! Ucapkan: LAA ILAAHA ILLALLAAH sebuah kalimat yang akan aku jadikan bukti untukmu disisi Allah 'azza wajalla." Berkata Abu jahal dan 'Abdullah bin Abu Umaiyah: Hai Abu Thalib! Apa kau membenci agama 'Abdul Muththallib? Keduanya terus mengucapkannya hingga Abu Thalib mengucapkan sesuatu diakhir kata-katanya yang menunjukkan ia berada diatas agama 'Abdul Muththallib lalu nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku akan memintakan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang darimu." Kemudian turunlah ayat "Tidak patut bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan kepada orang-orang musyrik meski mereka memiliki kekerabatan setelah jelas bagi mereka bahwa mereka adalah para penghuni neraka jahim." (At-Taubah: 113) Berkata Al Musayyib: Berkenaan dengannya Abu Thalib turun ayat "Sesungguhnya engkau tidaklah memberi petunjuk kepada orang yang kau cinta." (Al-Qashash: 56)]]]

Hadits Ahmad 22563

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ طَارِقٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ كَانَ أَبِي مِمَّنْ بَايَعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ بَيْعَةَ الرِّضْوَانِ فَقَالَ انْطَلَقْنَا فِي قَابِلٍ حَاجِّينَ فَعُمِّيَ عَلَيْنَا مَكَانُهَا فَإِنْ كَانَتْ بَيَّنَتْ لَكُمْ فَأَنْتُمْ أَعْلَمُ

kami pergi berhaji lalu tempatnya (tempat baiat, pent.) tak kami ketahui, bila jelas bagi kalian maka kalian lebih tahu. [HR. Ahmad No.22563].

Hadits Ahmad No.22563 Secara Lengkap

[[[Telah bercerita kepada kami ['Affan] telah bercerita kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Thariq] dari [Sa'id bin Al Musayyib] berkata: [Ayahku] adalah diantara orang yang berbaiat kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam dibawah pohon, baiatur ridlwan lalu berkata: Pada tahun berikutnya, kami pergi berhaji lalu tempatnya (tempat baiat, pent.) tidak kami ketahui, bila jelas bagi kalian maka kalian lebih tahu.]]]

Hadits Ahmad 22564

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ طَارِقٍ قَالَ ذُكِرَ عِنْدَ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ الشَّجَرَةُ فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ كَانَ ذَلِكَ الْعَامَ مَعَهُمْ فَنَسُوهَا مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ

pada tahun berikutnya. [HR. Ahmad No.22564].

Hadits Ahmad No.22564 Secara Lengkap

[[[Telah bercerita kepada kami [Abu Ahmad] telah bercerita kepadaku [Sufyan] dari [Thariq] berkata: Pohon (tempat baiatur ridlwan, pent.) disebut didekat [Sa'id bin Al Musayyib] lalu berkata Sa'id: Telah bercerita kepadaku [ayahku] bahwa ia bersama mereka pada tahun itu lalu kami melupakannya (tempatnya, pent.) pada tahun berikutnya.]]]

Sisa Musnad Sahabat Anshar