Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Hadits Ifki

Hadits Bukhari 3826

Wahai sekalian kaum Muslimin, siapa orang yg dapat membebaskan aku dari orang yg aku dengar telah menyakiti keluargaku. Demi Allah, aku tak mengetahui keluargaku melainkan kebaikan. Sungguh mereka telah menyebut-nyebut seseorang (maksudnya Shafwan) yg aku tak mengenalnya melainkan kebaikan, tidaklah dia mendatangi keluargaku melainkan selalu bersamaku. 'Aisyah berkata; Maka Sa'ad bin Mu'adz, saudara dari Bani 'Abdul Ashal berdiri seraya berkata:
Aku wahai Rasulullah, aku akan membalaskan penghinaan ini buat anda. Seandainya orang itu dari kalangan suku Aus, aku akan memenggal batang lehernya & seandainya dari saudara kami dari suku Khazraj, maka perintahkanlah kepada kami, pasti kami akan melaksanakan apa yg anda perintahkan. 'Aisyah melanjutkan; Lalu beridirilah seorang laki-laki dari suku Khazraj -Ibunya Hassan adl anak dari pamannya- dia adl Sa'ad bin 'Ubadah, pimpinan suku Khazraj. 'Aisyah melanjutkan; Dia adl orang yg shalih, namun hari itu terbawa oleh sikap kesukuan sehingga berkata kepada Sa'ad bin Mu'adz; Dusta kamu, demi Allah yg mengetahui umur hamba-Nya, kamu tak akan membunuhnya & tak akan dapat membunuhnya. Seandainya dia dari sukumu, kamu tentu tak akan mau membunuhnya. Kemudian Usaid bin Hudlair, anak pamannya Sa'ad bin Mu'adz, berdiri seraya berkata; Justru kamu yg dusta, demi Allah yg mengetahui umur hamba-Nya, kami pasti akan membunuhnya. Sungguh kamu telah menjadi seorang munafiq karena membela orang-orang munafiq. Maka suasana pertemuan menjadi semakin memanas, antara dua suku, Aus & Khazraj hingga mereka hendak saling membunuh, padahal Rasulullah masih berdiri di atas mimbar. 'Aisyah melanjutkan; Rasulullah terus menenangkan mereka hingga akhirnya mereka terdiam & beliau pun diam. 'Aisyah berkata; Maka aku menangis sepanjang hariku, air mataku terus berlinang & aku tak bisa tidur tenang karenanya hingga akhirnya kedua orangtuaku berada di sisiku, sementara aku telah menangis selama dua malam satu hari, hingga aku menyangka air mataku telah kering. Ketika kedua orangtuaku sedang duduk di dekatku, & aku terus saja menangis, tiba-tiba seorang wanita Anshar datang meminta izin menemuiku, lalu aku mengizinkannya. Kemudian dia duduk sambil menangis bersamaku. Ketika kami seperti itu, tiba-tiba Rasulullah datang lalu duduk. 'Aisyah berkata; Namun beliau tak duduk di dekatku sejak berita bohong ini tersiar. Sudah satu bulan lamanya peristiwa ini berlangsung sedangkan wahyu belum juga turun untuk menjelaskan perkara yg menimpaku ini. Aisyah berkata; Rasulullah lalu membaca syahadat ketika duduk, kemudian bersabda:
Wahai 'Aisyah, sungguh telah sampai kepadaku berita tentang dirimu begini & begini. Jika kamu bersih, tak bersalah pasti Allah akan membersihkanmu. Namun jika kamu telah melakukan dosa, maka mohonlah ampun kepada Allah & bertaubatlah kepada-Nya, karena seorang hamba bila dia mengakui telah berbuat dosa lalu bertaubat, Allah pasti akan menerima taubatnya. Setelah Rasulullah menyelesaikan kalimat yg disampaikan, aku membersihkan air mataku agar tak nampak tersisa setetespun, lalu aku katakan kepada ayahku; Belalah aku terhadap apa yg di katakan Rasulullah tentang diriku. Ayahku berkata; Demi Allah, aku tak tahu apa yg harus aku katakan kepada Rasulullah . Lalu aku katakan kepada ibuku: Belalah aku terhadap apa yg di katakan Rasulullah tentang diriku. Ibuku pun menjawab; Demi Allah, aku tak mengetahui apa yg harus aku katakan kepada Rasulullah . 'Aisyah berkata; Aku hanyalah seorang wanita yg masih muda belia, memang aku belum banyak membaca Al Qur'an. Demi Allah, sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa kalian telah mendengar apa yg diperbincangkan oleh orang-orang, hingga kalian pun telah memasukkannya dalam hati kalian lalu membenarkan berita tersebut. Seandainya aku katakan kepada kalian bahwa aku bersih & demi Allah, Dia Maha Mengetahui bahwa aku bersih, kalian pasti tak akan membenarkan aku. Seandainya aku mengakui (dan membenarkan fitnah tersebut) kepada kalian, padahal Allah Maha Mengetahui bahwa aku bersih, kalian pasti membenarkannya. Demi Allah, aku tak menemukan antara aku & kalian suatu perumpamaan melainkan seperti ayahnya Nabi Yusuf 'alaihis salam ketika dia berkata:
(Bershabarlah dgn shabar yg baik karena Allah akan mengungkap apa yg kalian) QS Yusuf ayat 18. Setelah itu aku pergi menuju tempat tidurku & Allah mengetahui hari itu aku memang benar-benar bersih & Allah-lah yg akan membebaskanku dari tuduhan itu. Akan tetapi, demi Allah, aku tak menduga kalau Allah akan menurunkan wahyu yg menerangkan tentang urusan yg menimpaku. Karena menurutku tak pantas bila wahyu turun lalu dibaca orang hanya karena menceritakan masalah peribadiku ini. Aku terlalu rendah bila Allah membicarakan masalahku ini. Tetapi aku hanya berharap Rasulullah mendapatkan wahyu lewat mimpi bahwa Allah membersihkan diriku. Dan demi Allah, sungguh Rasulullah tak ingin beranjak dari tempat duduknya & tak pula seorang pun dari keluarganya yg keluar melainkan telah turun wahyu kepada beliau. Beliau menerima wahyu tersebut sebagaimana beliau biasa menerimanya dalam keadaan yg sangat berat dgn bercucuran keringat seperti butiran mutiara, padahal hari itu adl musim dingin. Ini karena beratnya wahyu yg diturunkan kepada beliau. 'Aisyah berkata; Setelah itu nampak muka beliau berseri & dalam keadaan tertawa. Kalimat pertama yg beliau ucapkan adalah: Wahai 'Aisyah, sungguh Allah telah membersihkan dirimu. 'Aisyah berkata; Lalu ibuku berkata kepadaku: Bangkitlah untuk menemui beliau. Aku berkata:
Demi Allah, aku tak akan berdiri kepadanya & aku tak akan memuji siapapun selain Allah 'azza wajalla. Maka Allah menurunkan ayat Sesungguhnya orang-orang yg menyebarkan berita bohong diantata kalian adl masih golongan kalian juga… QS An Nuur; 11 & seterusnya sebanyak sepuluh ayat. Selanjutnya turun ayat yg menjelaskan terlepasnya diriku dari segala tuduhan. Abu Bakar Ash Shiddiq yg selalu menanggung hidup Misthah bin Utsatsah karena memang masih kerabatnya berkata:
Demi Allah, setelah ini aku tak akan lagi memberi nafkah kepada Misthah untuk selamanya, karena dia telah ikut menyebarkan berita bohong tentang 'Aisyah. Kemudian Allah menurunkan ayat; Dan janganlah orang-orang yg memiliki kelebihan & kelapangan diantara kalian bersumpah untuk tak lagi memberikan kepada …..hingga ayat…. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS An Nuur; 22. Lantas Abu Bakar berkata; Ya, demi Allah, sungguh aku lebih mencintai bila Allah mengampuniku. Maka dia kembali memberi nafkah kepada Misthah sebagaimana sebelumnya & berkata; Aku tak akan mencabut nafkah kepadanya untuk selama-lamanya. 'Aisyah berkata; Dan Rasulullah pernah bertanya kepada Zainab binti Jahsy tentang masalahku seraya berkata:
Wahai Zainab, apa yg kamu ketahui & apa pendapatmu?. Zainab menjawab: Wahai Rasulullah, aku menjaga pendengaran & penglihatanku, demi Allah aku tak mengetahui tentang dia melainkan kebaikan. 'Aisyah berkata; Padahal dialah orang yg telah mengolok-olokku (membanding-bandingkanku dgn kecantikannya -pent) diantara istri-istri Nabi , namun Allah menjaganya dgn kewara'an. 'Aisyah berkata; Saudara perempuan dari Zainab bernama Hamnah mulai membantah perkataannya, hingga ia binasa bersama orang-orang yg binasa (yaitu bersama orang-orang yg ikut serta menyebarkan berita bohong). Ibnu Syihab berkata; Inilah kabar yg sampai kepadaku tentang orang-orang yg terlibat memperbincangkan peristiwa bohong itu. Kemudian 'Urwah berkata; 'Aisyah berkata; Demi Allah, sesungguhnya salah seorang yg terlibat menyebarkan berita bohong ini berkata; Maha suci Allah. Demi Dzat Yang jiwaku berada ditangan-Nya, aku tak pernah sama sekali menyingkap tirai seorang wanita. 'Aisyah berkata; Setelah itu, sahabat tersebut gugur sebagai syuhada' di jalan Allah. [HR. Bukhari No.3826].

Hadits Bukhari No.3826 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 3827

Musalliman (menerima) tanpa diragukan lagi. Demikian juga makna pada asal katanya. [HR. Bukhari No.3827].

Hadits Bukhari No.3827 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 3828

Ada apa sebenarnya?. Wanita itu berkata; Putraku termasuk orang yg menyebarkan berita ini. 'Aisyah bertanya; Berita apa itu?. Wanita itu menjawab; Begini & begini. 'Aisyah bertanya; Apakah Rasulullah telah mendengarnya?. Dia menjawab; Ya. 'Aisyah bertanya lagi; Dan Abu Bakr?. Dia menjawab; Ya. Maka 'Aisyah jatuh pingsan & tak sadarkan diri melainkan setelah menderita demam yg sangat tinggi. Aku lalu menyelimutinya dgn pakainnya & menutupinya hingga Nabi datang & bertanya: Ada apa dengannya?. Aku jawab; Wahai Rasulullah, dia terserang demam. Beliau bersabda:
Ini pasti karena berita bohong yg engkau ceritakan. Ummu Ruman berkata; Ya benar. Kemudian 'Aisyah duduk & berkata; Demi Allah, seandainya aku bersumpah, engkau tak akan mempercayaiku & seandainya aku katakan tidak, maka kalian akan menuduhku, permisalanku dgn kalian seperti Ya'qub 'alaihis salam dgn anak-anaknya ketika dia berkata:
Dan Allah sajalah yg dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yg kamu ceritakan. QS Yusuf; 18. Ummu Ruman berkata; Lalu beliau berlalu tnpa mengucapkan sepatah katapun. Kemudian Allah menurunkan firman-Nya yg menjelaskan bukti sucinya diri 'Aisyah dari segala tuduhan. Saat itu 'Aisyah berkata; (Segala puji bagi Allah) & ini karena Allah Yang Maha Terpuji & seseorang tak layak mendapat pujian & tak pula engkau. [HR. Bukhari No.3828].

Hadits Bukhari No.3828 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 3829

ia membaca (firman Allah) idz talaqqaunahu bi alsinatakum (Ketika kalian menerima berita bohong itu dari mulut-mulut kalian), dia berkata; (talaqqau dari kata) al walqu artinya kedustaan. Ibnu Abu Mulaikah berkata; 'Aisyah adl orang yg paling tahu (tentang hal itu) daripada orang lain, karena memang ayat itu turun tentang dirinya. [HR. Bukhari No.3829].

Hadits Bukhari No.3829 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 3830

Bagaimana dgn nasabku (keturunanku)?. Hassan berkata; Aku akan mengeluarkan tuan dari mereka sebagaimana tercabutnya rambut dari adonan. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Uqbah telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Farqad; aku mendengar Hisyam dari Bapaknya ia berkata; Aku pernah mencela Hassan, karena ia termasuk orang yg memiliki peran besar dalam menyebarkan berita bohong. [HR. Bukhari No.3830].

Hadits Bukhari No.3830 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 3831

Siksa apakah yg lebih berat dari kebutaan?. 'Aisyah melanjutkan; Sungguh dia pernah membela Rasulullah untuk mencaci musuh. [HR. Bukhari No.3831].

Hadits Bukhari No.3831 Secara Lengkap

[[[]]]

Peperangan