Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Talak Sunah

Hadits Abudaud 1864

Perintahkan dia agar kembali kepada isterinya kemudian menahannya (tidak menceraikannya) hingga suci, kemudian haid, kemudian suci, kemudian apabila menghendaki maka ia bisa menahannya setelah itu, & apabila ia menghendaki maka ia boleh menceraikannya sebelum ia menggaulinya. Itulah iddah yg Allah perintahkan jika ingin mencerakan wanita (hendaknya pada kondisi tersebut). Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Nafi' bahwa Ibnu Umar menceraikan isterinya yg sedang haid dgn satu kali cerai, sama dgn makna hadits Malik. [HR. Abudaud No.1864].

Hadits Abudaud No.1864 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Abudaud 1865

Perintah dia agar kembali kepadanya, kemudian menceraikannya apabila ia telah suci atau dalam keadaan hamil. [HR. Abudaud No.1865].

Hadits Abudaud No.1865 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Abudaud 1866

perintahkan dia agar kembali kepadanya & menahannya hingga suci, kemudian haid, kemudian suci, kemudian apabila ia berkehendak maka boleh ia menceraikannya dalam keadaan suci sebelum ia menggaulinya. Maka itulah perceraian pada 'iddahnya, sebagaimana yg diperintahkan Allah 'azza wajalla. [HR. Abudaud No.1866].

Hadits Abudaud No.1866 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Abudaud 1867

berapa kali engkau menceraikan isterimu?
Ia berkata; satu kali. [HR. Abudaud No.1867].

Hadits Abudaud No.1867 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Abudaud 1868

Perintahkan dia agar kembali kepadanya kemudian menceraikannya pada waktu ia menghadapi masa 'iddah. Abdullah bin Umar berkata; aku katakan; maka ia ber'iddah dengannya. Bagaimana apabila ia tak mampu atau berpura-pura bersikap bodoh?
[HR. Abudaud No.1868].

Hadits Abudaud No.1868 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Abudaud 1869

maka beliau mengembalikannya kepadaku & tak ada masalah atasnya, lalu beliau bersabda, Jika ia telah suci, maka boleh kamu cerai atau tetap menjadi istrimu. Kemudian Nabi membaca ayat, Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istri kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar). Abu Daud berkata, hadits ini diriwayatkan dari Ibnu Umar, Yunus bin Zubair, Anas bin Sirin, Said bin Zubair, Zaid bin Aslam, Abu Az Zubair, & Manshur dari Abu Wail menurut makna mereka bahwa Nabi menyuruhnya untuk merujuk istrinya kembali hingga setelah suci, ia boleh mentalaknya atau tetap menjadikannya sebagai istri. Begitu juga diriwayatkan oleh Muhammad bin Abdur Rahman dari Salim dari Ibnu Umar. Adapun riwayat Zuhri dari Salim & Nafi' dari Ibnu Umar bahwa Nabi memerintahkannya untuk merujuknya hingga suci, haid, & suci kembali, (setelah itu) jika berkenan ia boleh mentalaknya atau tetap menjadikannya istri. Dan diriwayatkan dari Atha` Al Khurasani dari Al Hasan dari Ibnu Umar sama seperti riwayat Nafi' Az Zuhri, & semua hadits yg diriwayatkan tersebut berseberangan dgn apa yg dikatakan Abu Az Zubair. [HR. Abudaud No.1869].

Hadits Abudaud No.1869 Secara Lengkap

[[[]]]