Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Permulaan Wahyu

Hadits Bukhari 1

Semua perbuatan tergantung niatnya, & (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yg diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yg ingin digapainya atau karena seorang perempuan yg ingin dinikahinya, maka hijrahnya adl kepada apa dia diniatkan [HR. Bukhari No.1].

Hadits Bukhari No.1 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 2

Terkadang datang kepadaku seperti suara gemerincing lonceng & cara ini yg paling berat buatku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yg disampaikan. Dan terkadang datang Malaikat menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara kepadaku maka aku ikuti apa yg diucapkannya. Aisyah berkata:
Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada Beliau pada suatu hari yg sangat dingin lalu terhenti, & aku lihat dahi Beliau mengucurkan keringat. [HR. Bukhari No.2].

Hadits Bukhari No.2 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 3

Bacalah?
Beliau menjawab: Aku tak bisa baca. Nabi menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku & memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku & berkata lagi: Bacalah! Beliau menjawab: Aku tak bisa baca. Maka Malaikat itu memegangku & memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku & berkata lagi: Bacalah!. Beliau menjawab: Aku tak bisa baca. Malaikat itu memegangku kembali & memelukku untuk ketiga kalinya dgn sangat kuat lalu melepaskanku, & berkata lagi: (Bacalah dgn (menyebut) nama Tuhanmu yg Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, & Tuhanmulah yg Maha Pemurah). Nabi kembali kepada keluarganya dgn membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata:
Selimuti aku, selimuti aku!. Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yg terjadi kepada Khadijah: Aku mengkhawatirkan diriku. Maka Khadijah berkata:
Demi Allah, Allah tak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adl orang yg menyambung silaturrahim. Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dgn Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, yg beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dgn izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua & matanya buta. Khadijah berkata:
Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yg akan disampaikan oleh putra saudaramu ini. Waroqoh berkata:
Wahai putra saudaraku, apa yg sudah kamu alami. Maka Rasulullah menuturkan peristiwa yg dialaminya. Waroqoh berkata:
Ini adl Namus, seperti yg pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda & aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu. Rasulullah bertanya: Apakah aku akan diusir mereka?
Waroqoh menjawab: Iya. Karena tak ada satu orang pun yg datang dgn membawa seperti apa yg kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dgn sekemampuanku. Waroqoh tak mengalami peristiwa yg diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Jabir bin Abdullah Al Anshari bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yg Rasulullah ceritakan: Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya & ternyata Malaikat yg pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit & bumi. Aku pun ketakutan & pulang, & berkata:
Selimuti aku. Selimuti aku. Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yg berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah). Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abdullah bin Yusuf & Abu Shalih juga oleh Hilal bin Raddad dari Az Zuhri. Dan Yunus berkata; & Ma'mar menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri. [HR. Bukhari No.3].

Hadits Bukhari No.3 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 4

sangat kuat keinginannya untuk menghafalkan apa yg diturunkan (Al Qur'an) & menggerak-gerakkan kedua bibir Beliau. Berkata Ibnu 'Abbas: aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana Rasulullah melakukannya kepadaku. Berkata Sa'id: Dan aku akan menggerakkan kedua bibirku (untuk membacakannya) kepada kalian sebagaimana aku melihat Ibnu 'Abbas melakukannya. Maka Nabi menggerakkan kedua bibirnya, Kemudian turunlah firman Allah Ta'ala: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) & (membuatmu pandai) membacanya. Maksudnya Allah mengumpulkannya di dalam dadamu (untuk dihafalkan) & kemudian kamu membacanya: Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu. Maksudnya: Dengarkanlah & diamlah. Kemudian Allah Ta'ala berfirman: Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Maksudnya: Dan Kewajiban Kamilah untuk membacakannya Dan Rasulullah sejak saat itu bila Jibril 'Alaihis Salam datang kepadanya, Beliau mendengarkannya. Dan bila Jibril 'Alaihis Salam sudah pergi, maka Nabi membacakannya (kepada para sahabat) sebagaimana Jibril 'Alaihis Salam membacakannya kepada Beliau [HR. Bukhari No.4].

Hadits Bukhari No.4 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 5

manusia yg paling lembut terutama pada bulan Ramadlan ketika malaikat Jibril 'Alaihis Salam menemuinya, & adl Jibril 'Alaihis Salam mendatanginya setiap malam di bulan Ramadlan, dimana Jibril 'Alaihis Salam mengajarkan Al Qur'an. Sungguh Rasulullah jauh lebih lembut daripada angin yg berhembus. [HR. Bukhari No.5].

Hadits Bukhari No.5 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6

Dari Muhammad, hamba Allah & Rasul-Nya untuk Heraclius. Penguasa Romawi, Keselamatan bagi siapa yg mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dgn seruan Islam; masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu, dan: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yg tak ada perselisihan antara kami & kamu, bahwa tak kita sembah kecuali Allah & tak kita persekutukan dia dgn sesuatupun & tak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yg lain sebagai Rabb selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adl orang-orang yg berserah diri (kepada Allah). Abu Sufyan menuturkan: Setelah Heraclius menyampaikan apa yg dikatakannya & selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk & suara-suara ribut, sehingga mengusir kami. Aku berkata kepada teman-temanku setelah kami diusir keluar; sungguh dia telah diajak kepada urusan Anak Abu Kabsyah. Heraclius mengkhawatirkan kerajaan Romawi.Pada masa itupun aku juga khawatir bahwa Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (perasaan itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam. Dan adl Ibnu An Nazhur, seorang Pembesar Iliya' & Heraclius adl seorang uskup agama Nashrani, dia menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya' dia sangat gelisah, berkata sebagian komandan perangnya: Sungguh kami mengingkari keadaanmu. Selanjutnya kata Ibnu Nazhhur, Heraclius adl seorang ahli nujum yg selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yg bertanya kepadanya; Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan bintang-bintang, saya melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara ummat ini yg di khitan?
Jawab para pendeta; Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda risau karena orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja keseluruh negeri dalam kerajaan anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri tersebut di bunuh. Ketika itu di hadapakan kepada Heraclius seorang utusan raja Bani Ghasssan untuk menceritakan perihal Rasulullah , setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan ataukah tidak. Seusai di periksa, ternyata memang dia berkhitam. Lalu di beritahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang tersebut tentang orang-orang Arab yg lainnya, di khitankah mereka ataukah tidak?
Dia menjawab; Orang Arab itu di khitan semuanya. Heraclius berkata; 'inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah terlahir. Kemudian heraclisu berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma yg ilmunya setarf dgn Heraclisu (untuk menceritakan perihal kelahiran Nabi Muhammad ). Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir & bahwa beliau memang seorang Nabi. Heraclius lalu mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Himsha, setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci semua pintu. Kemudian dia berkata; 'Wahai bangsa rum, maukah anda semua beroleh kemenangan & kemajuan yg gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita?
Kalau mau, akuilah Muhammad sebagai Nabi!. Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan yg demikian, Heraclius jadi putus harapan yg mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad). Lalu di perintahkannya semuanya untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata; Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji keteguhan hati anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu. Lalu mereka sujud di hadapan Heraclius & mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Heraclius. Telah di riwayatkan oleh Shalih bin Kaisan & Yunus & Ma'mar dari Az Zuhri. [HR. Bukhari No.6].

Hadits Bukhari No.6 Secara Lengkap

[[[]]]

Permulaan Wahyu