Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Rukhsah Ketika Melempar Jumrah

Hadits Malik 815

memberi keringanan kepada penggembala unta untuk bermalam di luar Mina. Sehingga mereka melempar jumrahnya pada hari Nahr, lalu melempar lagi pada keesokan harinya & setelahnya untuk dua hari, kemudian melempar lagi pada hari Nafar. [HR. Malik No.815].

Hadits Malik No.815 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Malik 816

telah diberikan keringanan untuk melempar Jumrah pada malam hari, ia berkata; Pada awal-awal waktu. Malik berkata; Tafsir hadits Rasulullah tentang rukhshah bagi para penggembala unta dalam mengakhirkan lempar Jumrah, menurut kami wallahu a'lam; mereka boleh melempar pada hari penyembelihan. Jika hari-hari setelah Hari Raya sudah berlalu, mereka melempar Jumrah pada keesokan harinya, yaitu pada Hari Nafar Awal. Jadi mereka melempar Jumrah untuk hari-hari sebelumnya, lalu melempar Jumrah untuk hari itu, karena tidaklah seseorang itu mengganti sesuatu kecuali hal yg wajib baginya. Jika ada kewajiban atasnya yg tak terselesaikan, maka dia harus mengqadla setelahnya. Setelah tiba saat nafar, maka mereka telah selesai. Jika mereka tetap tinggal sampai besok, mereka melempar bersama orang-orang pada hari nafar akhir, setelah itu pergi. [HR. Malik No.816].

Hadits Malik No.816 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Malik 817

untuk melempar jumrah, & Abdullah bin Umar tak melihat bermasalah dalam hal itu. [HR. Malik No.817].

Hadits Malik No.817 Secara Lengkap

[[[]]]