Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Pendapat yang Mengatakan Malam Ke Dua Puluh Satu

Hadits Abudaud 1174

memulai beri'tikaf pada sepuluh kedua pada bulan Ramadan. Beliau beri'tikaf pada tahun itu, hingga ketika tiba malam kedua puluh satu, yaitu hari ketika beliau keluar dari I'tikafnya, beliau bersabda:
'Barangsiapa ingin melaksanakan I'tikaf bersamaku, hendaklah dia mengerjakannya pada sepuluh hari yg terakhir ini. Aku telah melihat dalam mimpiku, namun aku lupa. Aku mimpi pada waktu paginya aku bersujud pada air & tanah. Carilah lailatul qadar pada malam yg ganjil. ' Abu Sa'id berkata; Pada malam itu terjadi hujan, & saat itu masjidnya laksana bangsal untuk berteduh & bocor, Abu Sa'id menambahkan; Dengan kedua mataku, aku melihat Rasulullah pergi, sementara pada dahi & hidungnya ada bekas tanah & air. Itu terjadi pada pagi hari malam ke dua puluh satu. [HR. Abudaud No.1174].

Hadits Abudaud No.1174 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Abudaud 1175

Carilah (Laiatul Qadr) pada sepuluh malam yg terakhir bulan ramadhan, & carilah pada malam sembilan, ketujuh & kelima. Abu Nadlrah berkata; tanyaku; Wahai Abu Sa'id, sesungguhnya kamu lebih mengetahui bilangan tersebut daripada kami. Dia menjawab; ya, betul. Tanyaku selanjutnya; apakah maksud malam kesembilan, ketujuh & kelima?
dia menjawab; Jika malam kedua puluh satu telah berlalu, maka berikutnya tinggal sembilan, jika malam ketiga puluh satu telah berlalu, maka malam berikutnya tinggal tinggal tujuh, jika malam kedua puluh lima telah berlalu, maka malam berikutnya tinggal lima. Abu Daud berkata; Apakah dia (Perawi) menyembunyikan sesuatu dariku apakah tidak. [HR. Abudaud No.1175].

Hadits Abudaud No.1175 Secara Lengkap

[[[]]]