Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Pembukaan Kota Makkah, dan Sesuatu yang Dikirim oleh Hathib Bin Abu Baltaah Ke Makkah

Hadits Bukhari 3939

Berangkatlah kalian hingga kalian sampai Raudhah Khakh, sebab disana ada seorang wanita penunggang unta yg membawa surat, rebutlah surat itu. Kata Ubaidullah bin Rafi', kami pun berangkat & kuda kami pacu secepat-cepatnya hingga kami tiba di Raudah Khakh, disana telah ada ada seorang wanita menunggang unta. Kami katakan kepadanya; Tolong keluarkan suratmu. Aku tak membawa surat. Jawab si wanita tersebut. Maka terpaksa kami katakana; Kamu harus keluarkan surat itu, atau kami yg akan menelanjangi pakaianmu! Kata Ubaidullah, maka si wanita itu akhirnya mau mengeluarkan suratnya dari gelung rambutnya, & kami bawa surat tersebut kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Ternyata surat tersebut berasal dari Khatib bin Abu Balta'ah Al-Ansahri untuk beberapa orang musyrik Makkah, memberitakan mereka beberapa kebijakan Rasulullah yg akan beliau lakukan. Maka Rasulullah menginterogasi Hatib bin Abu Balta'ah dgn berujar Wahai Hathib, apa maksudmu menulis surat seperti ini?
Jawab Hathib Wahai Rasulullah, jangan engkau terburu-buru menghukumku, aku adl seseorang yg dahulu terdampar di Quraisy, -lantas ia jelaskan, dia adl sekutunya, namun bukan berasal dari cucu keturunannya-. Orang-orang muhajirin yg bersamamu mempunyai banyak kerabat yg menjaga keluarga & harta mereka, maka aku juga pingin jika aku tak punya nasab, aku cari pelindung disisi mereka sehingga menjaga keakrabanku. Aku lakukan bukan karena aku murtad dari agamaku, bukan pula berarti aku ridla terhadap kekafiran setelah keIslaman. Rasulullah memberi komentar Hatib memang telah jujur kepada kalian. Umar namun menyampaikan sikap kerasnya Wahai Rasulullah, biarkan aku untuk memenggal leher si munafik ini. Rasulullah mencegahnya seraya berujar Dia, Hatib, telah ikut perang badar, siapa tahu Allah telah mengintip semua pengikut perang Badar & bertitah lakukan yg kalian suka, AKU telah mengampuni kalian, maka turunlah ayat: [HR. Bukhari No.3939].

Hadits Bukhari No.3939 Secara Lengkap

[[[]]]

Peperangan