Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Awal Musnad Umar Bin Al Khatthab Radliyallahu Anhu

Hadits Ahmad 78

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ حَارِثَةَ قَالَ جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالُوا إِنَّا قَدْ أَصَبْنَا أَمْوَالًا وَخَيْلًا وَرَقِيقًا نُحِبُّ أَنْ يَكُونَ لَنَا فِيهَا زَكَاةٌ وَطَهُورٌ قَالَ مَا فَعَلَهُ صَاحِبَايَ قَبْلِي فَأَفْعَلَهُ وَاسْتَشَارَ أَصْحَابَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِيهِمْ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ عَلِيٌّ هُوَ حَسَنٌ إِنْ لَمْ يَكُنْ جِزْيَةً رَاتِبَةً يُؤْخَذُونَ بِهَا مِنْ بَعْدِكَ

Itu adl baik jika itu bukan pajak rutin yg diambil dari mereka setelah kamu [HR. Ahmad No.78].

Hadits Ahmad No.78 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Mahdi] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah] dia berkata; sekelompok orang dari syam datang kepada Umar, kemudian mereka berkata; "Sesungguhnya kami mempunyai harta, kuda dan budak, dan kami ingin mengeluarkan zakat dan pensucinya." [Umar] menjawab; "Sebagaimana yang dilakukan oleh kedua sahabatku sebelumku maka aku akan melakukan seperti yang dilakukan mereka berdua." Kemudian dia bermusyawarah dengan para sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan diantara mereka ada Ali, maka Ali berkata; "Itu adalah baik jika itu bukan pajak rutin yang diambil dari mereka setelah kamu."]]]

Hadits Ahmad 79

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ أَنَّ الصُّبَيَّ بْنَ مَعْبَدٍ كَانَ نَصْرَانِيًّا تَغْلِبِيًّا أَعْرَابِيًّا فَأَسْلَمَ فَسَأَلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقِيلَ لَهُ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَأَرَادَ أَنْ يُجَاهِدَ فَقِيلَ لَهُ حَجَجْتَ فَقَالَ لَا فَقِيلَ حُجَّ وَاعْتَمِرْ ثُمَّ جَاهِدْ فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا كَانَ بِالْحَوَابِطِ أَهَلَّ بِهِمَا جَمِيعًا فَرَآهُ زَيْدُ بْنُ صُوحَانَ وَسَلْمَانُ بْنُ رَبِيعَةَ فَقَالَا لَهُوَ أَضَلُّ مِنْ جَمَلِهِ أَوْ مَا هُوَ بِأَهْدَى مِنْ نَاقَتِهِ فَانْطَلَقَ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَخْبَرَهُ بِقَوْلِهِمَا فَقَالَ هُدِيتَ لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَكَمُ فَقُلْتُ لِأَبِي وَائِلٍ حَدَّثَكَ الصُّبَيُّ فَقَالَ نَعَمْ

Kamu telah sesuai dgn Sunnah Nabimu . Al Hakam berkata; maka aku bertanya kepada Abu Wa`il; Apakah Shubay menceritakan kepadamu?
Dia menjawab; Ya. [HR. Ahmad No.79].

Hadits Ahmad No.79 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abu Wa`il] bahwa [Shubay Bin Ma'bad] dahulu adalah seorang Nasrani dari kabilah Taghlib arab, kemudian masuk Islam, lalu dia bertanya; "Amalan apa yang paling utama?" Maka dikatakan padanya; "Jihad di jalan Allah" kemudian dia ingin berjihad namun dia ditanya; "Apakah kamu sudah haji?" Dia menjawab; "Belum" maka dikatakan padanya; "Laksanakan haji dan berumrah kemudian berjihad." Maka dia berjalan hingga sampai di suatu tempat yang kering, kemudian dia hendak berniat untuk haji dan umrah, dan ketika itu dilihat oleh Zaid Bin Shuhan dan salman Bin Rabi'ah, keduanya berkata; "Dia lebih sesat ketimbang untanya, " atau; "Dia tidak lebih mendapat petunjuk ketimbang untanya." Maka dia datang menemui Umar dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh Zaid dan Salman, maka [Umar] berkata; "Kamu telah sesuai dengan Sunnah Nabimu shallallahu 'alaihi wasallam." Al Hakam berkata; maka aku bertanya kepada Abu Wa`il; "Apakah Shubay menceritakan kepadamu?" Dia menjawab; "Ya."]]]

Hadits Ahmad 80

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ قَالَ صَلَّى بِنَا عُمَرُ بِجَمْعٍ الصُّبْحَ ثُمَّ وَقَفَ وَقَالَ إِنَّ الْمُشْرِكِينَ كَانُوا لَا يُفِيضُونَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَالَفَهُمْ ثُمَّ أَفَاضَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ

sehingga beliau meninggalkan Muzdalifah sebelum matahari terbit. [HR. Ahmad No.80].

Hadits Ahmad No.80 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dia berkata; aku mendengar ['Amru Bin Maimun] berkata; [Umar] shalat shubuh bersama kami di Muzdalifah kemudian berdiri dan berkata; "Sesungguhnya orang-orang musyrik tidak meninggalkan Muzdalifah sampai matahari terbit dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menyelisihi mereka, sehingga beliau meninggalkan Muzdalifah sebelum matahari terbit."]]]

Hadits Ahmad 81

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ قَالَ قَالَ أَبِي فَحَدَّثَنَا بِهِ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ وَمَا أَعْجَبَكَ مِنْ ذَلِكَ كَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِذَا دَعَا الْأَشْيَاخَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَانِي مَعَهُمْ فَقَالَ لَا تَتَكَلَّمْ حَتَّى يَتَكَلَّمُوا قَالَ فَدَعَانَا ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ مَا قَدْ عَلِمْتُمْ فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وِتْرًا فَفِي أَيِّ الْوِتْرِ تَرَوْنَهَا

maka intailah dia pada malam malam sepuluh hari terakhir yg ganjil & di waktu waktu yg kamu anggap ganjil. [HR. Ahmad No.81].

Hadits Ahmad No.81 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid Bin Ziyad] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Ashim Bin Kulaib] dia berkata; [bapakku] telah berkata; telah menceritakan kepada kami dengan hadits itu [Ibnu Abbas] dia berkata; "Sesuatu yang akan sangat mengherankan kalian adalalah, bahwa [Umar] apabila mengundang tetua-tetua dari kalangan sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dia juga mengundangku bersama mereka, dan berkata; "Kamu jangan berkata sehingga mereka telah mereka berkata." Maka pada suatu hari atau malam dia mengundang kami dan berkata; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang lailatul Qadar sebagaimana kalian telah mengetahuinya, maka intailah dia pada malam malam sepuluh hari terakhir yang ganjil dan di waktu waktu yang kamu anggap ganjil."]]]

Hadits Ahmad 82

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ عَمْرٍو الْبَجَلِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ الْقَوْمِ الَّذِينَ سَأَلُوا عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ فَقَالُوا لَهُ إِنَّمَا أَتَيْنَاكَ نَسْأَلُكَ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ صَلَاةِ الرَّجُلِ فِي بَيْتِهِ تَطَوُّعًا وَعَنْ الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ وَعَنْ الرَّجُلِ مَا يَصْلُحُ لَهُ مِنْ امْرَأَتِهِ إِذَا كَانَتْ حَائِضًا فَقَالَ أَسُحَّارٌ أَنْتُمْ لَقَدْ سَأَلْتُمُونِي عَنْ شَيْءٍ مَا سَأَلَنِي عَنْهُ أَحَدٌ مُنْذُ سَأَلْتُ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي بَيْتِهِ تَطَوُّعًا نُورٌ فَمَنْ شَاءَ نَوَّرَ بَيْتَهُ وَقَالَ فِي الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ يَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يُفِيضُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثًا وَقَالَ فِي الْحَائِضِ لَهُ مَا فَوْقَ الْإِزَارِ

Shalat sunnahnya seorang lelaki di rumahnya adl cahaya, maka barang siapa yg berkehendak terangilah rumahnya. Dan dia menerangkan tentang mandi dari junub; Hendaknya mencuci kemaluannya kemudian berwudlu kemudian menyiram ke kepalanya sebanyak tiga kali & dia menerangkan tentang istri yg sedang haid; Baginya adl apa yg ada di atas kain (selain farji). [HR. Ahmad No.82].

Hadits Ahmad No.82 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; aku mendengar ['Ashim Bin 'Amru Al Bajali] bercerita dari [seorang lelaki] di antara sekelompok kaum yang bertanya kepada [Umar Bin Al Khaththab]; "Kami datang kepadamu hanya untuk menanyakan kepadamu tentang tiga hal; tentang shalat sunnahnya seorang lelaki di rumah, tentang mandi dari junub dan tentang apa yang diperbolehkan bagi laki-laki dari istrinya yang sedang haid." Maka Umar menjawab; "Apakah kalian tukang sihir, kalian telah menanyakan kepadaku sesuatu yang tidak pernah ditanyakan oleh seorangpun sejak aku menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Daka dia berkata; "Shalat sunnahnya seorang lelaki di rumahnya adalah cahaya, maka barang siapa yang berkehendak terangilah rumahnya." Dan dia menerangkan tentang mandi dari junub; "Hendaknya mencuci kemaluannya kemudian berwudlu kemudian menyiram ke kepalanya sebanyak tiga kali" dan dia menerangkan tentang istri yang sedang haid; "Baginya adalah apa yang ada di atas kain (selain farji)."]]]

Hadits Ahmad 83

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ رَأَيْتُ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ يَمْسَحُ عَلَى خُفَّيْهِ بِالْعِرَاقِ حِينَ يَتَوَضَّأُ فَأَنْكَرْتُ ذَلِكَ عَلَيْهِ قَالَ فَلَمَّا اجْتَمَعْنَا عِنْدَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِي سَلْ أَبَاكَ عَمَّا أَنْكَرْتَ عَلَيَّ مِنْ مَسْحِ الْخُفَّيْنِ قَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ إِذَا حَدَّثَكَ سَعْدٌ بِشَيْءٍ فَلَا تَرُدَّ عَلَيْهِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَمْسَحُ عَلَى الْخُفَّيْنِ

mengusap kedua khuf-nya. [HR. Ahmad No.83].

Hadits Ahmad No.83 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu An Nadlar] dari [Abu Salamah] dari [Ibnu Umar] bahwa dia berkata; aku melihat [Sa'd Bin Abi Waqqas] mengusap kedua khuf-nya di irak ketika berwudlu, kemudian aku mengingkarinya, maka ketika kami berkumpul di sisi [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; "Tanyakan kepada bapakmu tentang apa yang kamu ingkari dariku tentang mengusap khuf." Maka aku ceritakan kepadanya tentang hal itu, dan dia menjawab; "Jika Sa'd menceritakan sesuatu kepadamu maka jangan kamu bantah karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusap kedua khuf-nya."]]]

Hadits Ahmad 84

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ سَأَلَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ نَعَمْ إِذَا حَدَّثَكَ سَعْدٌ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْهُ غَيْرَهُ

bahwa beliau mengusap kedua khuf, & Abdullah Bin Umar bertanya kepada Umar tentang hal itu kemudian dia menjawab; Ya, jika Sa'd menceritakan sesuatu dari Rasulullah kepadamu maka jangan bertanya hal itu kepada selainnya. [HR. Ahmad No.84].

Hadits Ahmad No.84 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Harun Bin Ma'ruf] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] dari ['Amru Bin Al Harits] dari [Abu An Nadlar] dari [Abu Salamah Bin Abdurrahman] dari [Abdullah Bin Umar] dari [Sa'd Bin Abi Waqqas] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau mengusap kedua khuf, dan Abdullah Bin Umar bertanya kepada [Umar] tentang hal itu kemudian dia menjawab; "Ya, jika Sa'd menceritakan sesuatu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepadamu maka jangan bertanya hal itu kepada selainnya."]]]

Hadits Ahmad 85

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ الْغَطَفَانِيِّ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَامَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ ذَكَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَكَرَ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رُؤْيَا لَا أُرَاهَا إِلَّا لِحُضُورِ أَجَلِي رَأَيْتُ كَأَنَّ دِيكًا نَقَرَنِي نَقْرَتَيْنِ قَالَ وَذَكَرَ لِي أَنَّهُ دِيكٌ أَحْمَرُ فَقَصَصْتُهَا عَلَى أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ امْرَأَةِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَالَتْ يَقْتُلُكَ رَجُلٌ مِنْ الْعَجَمِ قَالَ وَإِنَّ النَّاسَ يَأْمُرُونَنِي أَنْ أَسْتَخْلِفَ وَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُنْ لِيُضَيِّعَ دِينَهُ وَخِلَافَتَهُ الَّتِي بَعَثَ بِهَا نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنْ يَعْجَلْ بِي أَمْرٌ فَإِنَّ الشُّورَى فِي هَؤُلَاءِ السِّتَّةِ الَّذِينَ مَاتَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَنْهُمْ رَاضٍ فَمَنْ بَايَعْتُمْ مِنْهُمْ فَاسْمَعُوا لَهُ وَأَطِيعُوا وَإِنِّي أَعْلَمُ أَنَّ أُنَاسًا سَيَطْعَنُونَ فِي هَذَا الْأَمْرِ أَنَا قَاتَلْتُهُمْ بِيَدِي هَذِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ أُولَئِكَ أَعْدَاءُ اللَّهِ الْكُفَّارُ الضُّلَّالُ وَايْمُ اللَّهِ مَا أَتْرُكُ فِيمَا عَهِدَ إِلَيَّ رَبِّي فَاسْتَخْلَفَنِي شَيْئًا أَهَمَّ إِلَيَّ مِنْ الْكَلَالَةِ وَايْمُ اللَّهِ مَا أَغْلَظَ لِي نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَيْءٍ مُنْذُ صَحِبْتُهُ أَشَدَّ مَا أَغْلَظَ لِي فِي شَأْنِ الْكَلَالَةِ حَتَّى طَعَنَ بِإِصْبَعِهِ فِي صَدْرِي وَقَالَ تَكْفِيكَ آيَةُ الصَّيْفِ الَّتِي نَزَلَتْ فِي آخِرِ سُورَةِ النِّسَاءِ وَإِنِّي إِنْ أَعِشْ فَسَأَقْضِي فِيهَا بِقَضَاءٍ يَعْلَمُهُ مَنْ يَقْرَأُ وَمَنْ لَا يَقْرَأُ وَإِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى أُمَرَاءِ الْأَمْصَارِ إِنِّي إِنَّمَا بَعَثْتُهُمْ لِيُعَلِّمُوا النَّاسَ دِينَهُمْ وَيُبَيِّنُوا لَهُمْ سُنَّةَ نَبِيِّهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَرْفَعُوا إِلَيَّ مَا عُمِّيَ عَلَيْهِمْ ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ تَأْكُلُونَ مِنْ شَجَرَتَيْنِ لَا أُرَاهُمَا إِلَّا خَبِيثَتَيْنِ هَذَا الثُّومُ وَالْبَصَلُ وَايْمُ اللَّهِ لَقَدْ كُنْتُ أَرَى نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجِدُ رِيحَهُمَا مِنْ الرَّجُلِ فَيَأْمُرُ بِهِ فَيُؤْخَذُ بِيَدِهِ فَيُخْرَجُ بِهِ مِنْ الْمَسْجِدِ حَتَّى يُؤْتَى بِهِ الْبَقِيعَ فَمَنْ أَكَلَهُمَا لَا بُدَّ فَلْيُمِتْهُمَا طَبْخًا قَالَ فَخَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَأُصِيبَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ

mencium bau keduanya dari seorang lelaki, beliau menyuruhnya sambil memegang tangannya untuk keluar dari masjid sehingga diletakkan di Baqi', maka barangsiapa memakan keduanya hendaklah memasaknya hingga tak ada baunya. Ma'dan berkata; Umar berkhutbah di hadapan manusia pada hari jum'at & terbunuh pada hari Rabu. [HR. Ahmad No.85].

Hadits Ahmad No.85 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam Bin Yahya] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Salim Bin Abul Ja'd Al Ghatafani] dari [Ma'dan Bin Abu Thalhah Al Ya'mari] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berdiri di atas mimbar pada hari Jum'at, kemudian memuji dan mengagungkan Allah lalu menyebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu bakar, kemudian berkata; "Aku bermimpi dan aku menganggapnya itu adalah pertanda akan tibanya ajalku, aku bermimpi seakan akan seekor ayam jantan mematukku dua kali." Ma'dan berkata; dia (Umar) menyebutkan bahwa ayamnya berwarna merah, kemudian aku ceritakan kepada Asma' Binti Umais istri Abu Bakar, maka dia berkata; "Seorang lelaki asing/selain arab akan membunuhmu." Umar berkata; "Sesungguhnya orang-orang menyuruhku untuk mengangkat seorang pengganti, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan agama dan kekhilafahanNya, yang telah mengutus Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam dengan mengusungnya, dan jika ajal menjemputku maka urusan ini diserahkan didalam Syuraa (musyawarah) diantara enam orang yang ketika Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal beliau ridla kepada mereka, maka siapa saja diantara mereka yang kalian bai'at hendaklah kalian dengar dan taati, dan sesungguhnya aku mengetahui akan ada orang-orang yang akan mengacaukan urusan ini, dan aku adalah yang akan memerangi mereka dengan tanganku atas dasar Islam, mereka itulah musuh musuh Allah, orang-orang kafir lagi sesat, demi Allah, aku tidak akan meninggalkan dari apa-apa yang telah Rabbku janjikan kepadaku kemudian menggantikanku dengan sesuatu yang lebih penting bagiku ketimbang Al Kalalah (seseorang yang meninggal dan tidak meninggalkan bapak serta anak), dan demi Allah, tidak pernah Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan sesuatu kepadaku tentang sesuatu sejak aku menemani beliau melebihi ketegasannya kepadaku dalam masalah kalalah sampai beliau menusukkan jarinya ke dadaku dan berkata: "Cukup bagimu ayat tentang shaif yang ada di akhir surat An Nisa', sesungguhnya jika aku hidup maka aku akan putuskan masalah itu dengan keputusan yang dapat diketahui oleh orang yang membaca dan orang yang tidak membaca, dan aku bersaksi kepada Allah atas pemimpin pemimpin negri, bahwasannya aku mengutus mereka supaya mereka mengajarkan kepada manusia perihal urusan agama mereka dan agar supaya mereka menjelaskan tentang sunnah Nabi mereka shallallahu 'alaihi wasallam dan mengadukan kepadaku apa yang tidak mereka tidak ketahui, kemudian sesungguhnya kalian wahai manusia, kalian memakan dua pohon yang tidak aku anggap kecuali keduanya adalah menjijikan, yaitu bawang putih dan bawang merah ini, demi Allah aku telah melihat Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika mencium bau keduanya dari seorang lelaki, beliau menyuruhnya sambil memegang tangannya untuk keluar dari masjid sehingga diletakkan di Baqi', maka barangsiapa memakan keduanya hendaklah memasaknya hingga tidak ada baunya." Ma'dan berkata; "Umar berkhutbah di hadapan manusia pada hari jum'at dan terbunuh pada hari Rabu."]]]

Hadits Ahmad 86

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ خَرَجْتُ أَنَا وَالزُّبَيْرُ والْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ إِلَى أَمْوَالِنَا بِخَيْبَرَ نَتَعَاهَدُهَا فَلَمَّا قَدِمْنَاهَا تَفَرَّقْنَا فِي أَمْوَالِنَا قَالَ فَعُدِيَ عَلَيَّ تَحْتَ اللَّيْلِ وَأَنَا نَائِمٌ عَلَى فِرَاشِي فَفُدِعَتْ يَدَايَ مِنْ مِرْفَقِي فَلَمَّا أَصْبَحْتُ اسْتُصْرِخَ عَلَيَّ صَاحِبَايَ فَأَتَيَانِي فَسَأَلَانِي عَمَّنْ صَنَعَ هَذَا بِكَ قُلْتُ لَا أَدْرِي قَالَ فَأَصْلَحَا مِنْ يَدَيَّ ثُمَّ قَدِمُوا بِي عَلَى عُمَرَ فَقَالَ هَذَا عَمَلُ يَهُودَ ثُمَّ قَامَ فِي النَّاسِ خَطِيبًا فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عَامَلَ يَهُودَ خَيْبَرَ عَلَى أَنَّا نُخْرِجُهُمْ إِذَا شِئْنَا وَقَدْ عَدَوْا عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَفَدَعُوا يَدَيْهِ كَمَا بَلَغَكُمْ مَعَ عَدْوَتِهِمْ عَلَى الْأَنْصَارِ قَبْلَهُ لَا نَشُكُّ أَنَّهُمْ أَصْحَابُهُمْ لَيْسَ لَنَا هُنَاكَ عَدُوٌّ غَيْرَهُمْ فَمَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ بِخَيْبَرَ فَلْيَلْحَقْ بِهِ فَإِنِّي مُخْرِجٌ يَهُودَ فَأَخْرَجَهُمْ

memperkerjakan orang-orang yahudi khaibar, dgn perjanjian kita mengusir mereka jika kita menghendaki, & mereka telah berbuat aniaya kepada Abdullah Bin Umar dgn membelokkan pergelangan tangannya sebagaimana yg telah sampai kepada kalian ditambah dgn permusuhan kepada terhadap orang-orang Anshar sebelumnya, kita tak ragu lagi bahwa mereka adl teman teman mereka (yahudi), karena di sana kita tak mempunyai musuh selain mereka, maka barangsiapa mempunyai harta di khaibar hendaklah diambillah karena aku akan mengeluarkan yahudi. Kemudian Umar mengusir mereka. [HR. Ahmad No.86].

Hadits Ahmad No.86 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Nafi' mantan budak Abdullah Bin Umar] Dari [Abdullah Bin Umar], dia berkata; aku berangkat bersama Zubair dan Miqdad Bin Aswad melihat harta-harta kami di khaibar untuk mengeceknya, ketika kami sampai di sana, kami berpencar ke tanah milik kami masing masing, ditengah malam ketika sedang tertidur diatas kasurku aku diserang, pergelangan tanganku di bengkokkan dari sikunya, ketika menjelang pagi hari kedua sahabatku berteriak memanggilku, mereka mendatangiku dan bertanya; "Siapa yang telah berbuat demikian kepadamu." Aku menjawab; "Tidak tahu." Dia melanjutkan; maka Zubair dan Miqdad memperbaiki (kembali posisi) tanganku kemudian membawaku ke hadapan Umar, dan [Umar] berkata; "Ini perbuatan orang yahudi." Kemudian dia berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia; "Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperkerjakan orang-orang yahudi khaibar, dengan perjanjian kita mengusir mereka jika kita menghendaki, dan mereka telah berbuat aniaya kepada Abdullah Bin Umar dengan membelokkan pergelangan tangannya sebagaimana yang telah sampai kepada kalian ditambah dengan permusuhan kepada terhadap orang-orang Anshar sebelumnya, kita tidak ragu lagi bahwa mereka adalah teman teman mereka (yahudi), karena di sana kita tidak mempunyai musuh selain mereka, maka barangsiapa mempunyai harta di khaibar hendaklah diambillah karena aku akan mengeluarkan yahudi." Kemudian Umar mengusir mereka.]]]

Hadits Ahmad 87

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى وَحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَيْنَا هُوَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ عُمَرُ لِمَ تَحْتَبِسُونَ عَنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ الرَّجُلُ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ سَمِعْتُ النِّدَاءَ فَتَوَضَّأْتُ فَقَالَ أَيْضًا أَوَلَمْ تَسْمَعُوا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا رَاحَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ

Jika kalian berangkat untuk shalat Jum'at maka mandilah. [HR. Ahmad No.87].

Hadits Ahmad No.87 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] dan [Husain Bin Muhammad] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Yahya] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] bahwa ketika Umar Bin Al Khaththab sedang berkhutbah pada hari Jum'at, tiba tiba datang seorang lelaki, maka Umar bertanya; "Kenapa kalian menunda-nunda dari shalat?" maka laki-laki tersebut menjawab; "Tidak lain kecuali ketika aku mendangar adzan maka aku langsung berwudlu." [Umar] bertanya lagi; "Bukankah kalian telah mengengar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Jika kalian berangkat untuk shalat Jum'at maka mandilah."]]]

Hadits Ahmad 88

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ قَالَ جَاءَنَا كِتَابُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَنَحْنُ بِأَذْرَبِيجَانَ يَا عُتْبَةَ بْنَ فَرْقَدٍ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّنَعُّمَ وَزِيَّ أَهْلِ الشِّرْكِ وَلَبُوسَ الْحَرِيرِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَانَا عَنْ لَبُوسِ الْحَرِيرِ وَقَالَ إِلَّا هَكَذَا وَرَفَعَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِصْبَعَيْهِ

Rasulullah telah melarang kami memakai sutra, kemudian beliau bersabda:
Kecuali begini & Rasulullah mengangkat kedua jarinya kepada kami. [HR. Ahmad No.88].

Hadits Ahmad No.88 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Ashim Al Ahwal] dari [Abu Utsman] dia berkata; telah datang kepada kami surat dari [Umar], dan kami pada saat itu berada di Azerbaijan, yang isinya; "Wahai Utbah Bin Farqad, janganlah kalian bersenang-senang dan mengenakan perhiasan orang-orang musyrik, serta memakai pakaian sutra, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang kami memakai sutra, kemudian beliau bersabda: "Kecuali begini "dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua jarinya kepada kami."]]]

Hadits Ahmad 89

حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَسْوَدِ أَنَّهُ سَمِعَ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنِ لَبِيبَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سِنَانٍ الدُّؤَلِيِّ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَعِنْدَهُ نَفَرٌ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ الْأَوَّلِينَ فَأَرْسَلَ عُمَرُ إِلَى سَفَطٍ أُتِيَ بِهِ مِنْ قَلْعَةٍ مِنْ الْعِرَاقِ فَكَانَ فِيهِ خَاتَمٌ فَأَخَذَهُ بَعْضُ بَنِيهِ فَأَدْخَلَهُ فِي فِيهِ فَانْتَزَعَهُ عُمَرُ مِنْهُ ثُمَّ بَكَى عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ لَهُ مَنْ عِنْدَهُ لِمَ تَبْكِي وَقَدْ فَتَحَ اللَّهُ لَكَ وَأَظْهَرَكَ عَلَى عَدُوِّكَ وَأَقَرَّ عَيْنَكَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُفْتَحُ الدُّنْيَا عَلَى أَحَدٍ إِلَّا أَلْقَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بَيْنَهُمْ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أُشْفِقُ مِنْ ذَلِكَ

Tidaklah dunia dibukakan kepada seorang hamba, kecuali Allah akan menjadikan kebencian & permusuhan diantara mereka pada hari Kiamat. & saya takut yg demikian itu. [HR. Ahmad No.89].

Hadits Ahmad No.89 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasan] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Aswad] bahwa dia mendengar [Muhammad Bin Abdurrahman Bin Labibah] bercerita dari [Abu Sinan Ad Dauli], bahwa dia datang menemui [Umar Bin Al Khaththab], dan di sisinya ada orang-orang muhajirin pendahulu, kemudian Umar mengeluarkan keranjang yang didatangkan dari sebuah benteng di Irak yang di dalamnya ada cincin, kemudian cincin itu diambil oleh salah seorang anaknya dan dimasukkan ke dalam mulutnya, maka Umar mengeluarkan dari mulutnya kemudian Umar menangis, orang-orang yang ada di sampingnya bertanya; "Kenapa kamu menangis, bukankah Allah telah menaklukkan bagimu dan memenangkanmu dari musuh musuhmu serta membuat tentram pandanganmu?" Umar menjawab; "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah dunia dibukakan kepada seorang hamba, kecuali Allah akan menjadikan kebencian dan permusuhan diantara mereka pada hari Kiamat." dan saya takut yang demikian itu."]]]

Hadits Ahmad 90

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يَصْنَعُ أَحَدُنَا إِذَا هُوَ أَجْنَبَ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ لِيَنَمْ

Hendaknya dia berwudlu seperti wudlu untuk shalat kemudian tidur. [HR. Ahmad No.90].

Hadits Ahmad No.90 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] Telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Abdullah Bin Umar] dari [bapaknya] dia berkata; aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang junub kemudian ingin tidur sebelum mandi? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Hendaknya dia berwudlu seperti wudlu untuk shalat kemudian tidur."]]]

Hadits Ahmad 91

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ لَمَّا تُوُفِّيَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ دُعِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلصَّلَاةِ عَلَيْهِ فَقَامَ إِلَيْهِ فَلَمَّا وَقَفَ عَلَيْهِ يُرِيدُ الصَّلَاةَ تَحَوَّلْتُ حَتَّى قُمْتُ فِي صَدْرِهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعَلَى عَدُوِّ اللَّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيٍّ الْقَائِلِ يَوْمَ كَذَا كَذَا وَكَذَا يُعَدِّدُ أَيَّامَهُ قَالَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَبَسَّمُ حَتَّى إِذَا أَكْثَرْتُ عَلَيْهِ قَالَ أَخِّرْ عَنِّي يَا عُمَرُ إِنِّي خُيِّرْتُ فَاخْتَرْتُ وَقَدْ قِيلَ { اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ } لَوْ أَعْلَمُ أَنِّي إِنْ زِدْتُ عَلَى السَّبْعِينَ غُفِرَ لَهُ لَزِدْتُ قَالَ ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهِ وَمَشَى مَعَهُ فَقَامَ عَلَى قَبْرِهِ حَتَّى فُرِغَ مِنْهُ قَالَ فَعَجَبٌ لِي وَجَرَاءَتِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا كَانَ إِلَّا يَسِيرًا حَتَّى نَزَلَتْ هَاتَانِ الْآيَتَانِ { وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ } فَمَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَهُ عَلَى مُنَافِقٍ وَلَا قَامَ عَلَى قَبْرِهِ حَتَّى قَبَضَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Kemudian Rasulullah setelah itu tak pernah lagi menshalati orang munafiq & tak juga berdiri di atas quburannya. [HR. Ahmad No.91].

Hadits Ahmad No.91 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] Telah menceritakan kepadaku [Az Zuhri] dari [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] dari [Abdullah bin Abbas], dia berkata; aku mendengar [Umar Bin Khattab] berkata; ketika Abdullah Bin Ubai meninggal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dipanggil untuk menshalatinya, maka beliau bergegas mendatanginya, tatkala beliau berdiri dihadapannya untuk menshalatinya aku menghalanginya sehingga aku berdiri dihadapan beliau dan berkata; "Wahai Rasulullah, Abdullah Bin Ubai adalah dedengkot musuh Allah yang mengatakan pada hari ini dan ini, " dia menyebutkan nama nama harinya, kemudian Umar melanjutkan; akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hanya tersenyum sampai ketika aku mengulang-ngulang perkataanku beliau berkata: "Minggirlah dariku wahai Umar, sesungguhnya aku di beri pilihan maka aku memilih, dan sudah di sebutkan: "Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka.'" (QS Al Anfal ayat 80) seandainya aku tahu apabila aku menambah permohonanku sampai tujuh puluh kali dia akan mendapat ampunan niscaya aku akan tambah" Umar berkata; kemudian beliau menshalatinya dan mengantarkan jenazahnya lalu berdiri di atas kuburannya sampai selesai dimakamkan, " Umar berkata; "aku heran dengan diriku atas lancangnya diriku kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih tahu" Umar berkata lagi; "maka demi Allah tidak lama kemudian turunlah dua ayat ini (QS At Taubah ayat 80, 84)."Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka Telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik". Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam setelah itu tidak pernah lagi menshalati orang munafiq dan tidak juga berdiri di atas quburannya.]]]

Hadits Ahmad 92

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ كَمَا حَدَّثَنِي عَنْهُ نَافِعٌ مَوْلَاهُ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ إِذَا لَمْ يَكُنْ لِلرَّجُلِ إِلَّا ثَوْبٌ وَاحِدٌ فَلْيَأْتَزِرْ بِهِ ثُمَّ لِيُصَلِّ فَإِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ ذَلِكَ وَيَقُولُ لَا تَلْتَحِفُوا بِالثَّوْبِ إِذَا كَانَ وَحْدَهُ كَمَا تَفْعَلُ الْيَهُودُ قَالَ نَافِعٌ وَلَوْ قُلْتُ لَكُمْ إِنَّهُ أَسْنَدَ ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَرَجَوْتُ أَنْ لَا أَكُونَ كَذَبْتُ

Jika seorang lelaki tak memiliki pakaian kecuali satu maka hendaklah menggunakan pakaian tersebut seperti mengenakan sarung kemudian laksanakan shalat, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Umar Bin Al Khaththab berkata demikian, & dia berkata; Janganlah kalian berselimut dgn pakaian jika hanya ada satu pakaian saja, sebagaimana yg dilakukan oleh orang-orang yahudi. Nafi' berkata; Seandainya aku katakan kepada kalian bahwa Abdullah Bin Umar telah menyandarkannya kepada Rasulullah , maka aku berharap bahwa aku tak dusta. [HR. Ahmad No.92].

Hadits Ahmad No.92 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Nafi' mantan budak Abdullah] dari [Abdullah], Nafi' berkata; Abdullah Bin Umar berkata; Jika seorang lelaki tidak memiliki pakaian kecuali satu maka hendaklah menggunakan pakaian tersebut seperti mengenakan sarung kemudian laksanakan shalat, karena sesungguhnya aku pernah mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata demikian, dan dia berkata; "Janganlah kalian berselimut dengan pakaian jika hanya ada satu pakaian saja, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yahudi." Nafi' berkata; "Seandainya aku katakan kepada kalian bahwa Abdullah Bin Umar telah menyandarkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka aku berharap bahwa aku tidak dusta."]]]

Hadits Ahmad 93

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ مِخْرَاقٍ عَنْ شَهْرٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ مَاتَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ قِيلَ لَهُ ادْخُلْ الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شِئْتَ

Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan beriman kepada Allah & hari Akhir, maka akan dikatakan padanya; 'masuklah ke dalam syurga dari salah satu delapan pintu mana saja yg kamu sukai. ' [HR. Ahmad No.93].

Hadits Ahmad No.93 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ziyad Bin Mikhraq] dari [Syahr] dari [Uqbah Bin 'Amir] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Umar], bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka akan dikatakan padanya; 'masuklah ke dalam syurga dari salah satu delapan pintu mana saja yang kamu sukai. '"]]]

Hadits Ahmad 94

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا جَعْفَرٌ يَعْنِي الْأَحْمَرَ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ حَذَفَ رَجُلٌ ابْنًا لَهُ بِسَيْفٍ فَقَتَلَهُ فَرُفِعَ إِلَى عُمَرَ فَقَالَ لَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُقَادُ الْوَالِدُ مِنْ وَلَدِهِ لَقَتَلْتُكَ قَبْلَ أَنْ تَبْرَحَ

Seorang bapak tak diqishash karena membunuh anaknya Niscaya aku akan membunuhmu sebelum kamu bermalam. [HR. Ahmad No.94].

Hadits Ahmad No.94 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Aswad Bin 'Amir] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ja'far yaitu Al Ahmar] dari [Mutharrif] dari [Al Hakam] dari [Mujahid] dia berkata; seorang lelaki menebas anaknya dengan pedang sehingga membunuhnya, kemudian perihal tersebut diangkat kepada Umar, maka [Umar] berkata; seandainya aku tidak mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Seorang bapak tidak diqishash karena membunuh anaknya "Niscaya aku akan membunuhmu sebelum kamu bermalam."]]]

Hadits Ahmad 95

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ نَظَرَ إِلَى الْحَجَرِ فَقَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ ثُمَّ قَبَّلَهُ

seandainya aku tak melihat Rasulullah menciummu pasti aku tak akan menciummu kemudian dia menciumnya. [HR. Ahmad No.95].

Hadits Ahmad No.95 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Aswad Bin 'Amir] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Sulaiman Al A'masy] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari ['Abis Bin Rabi'ah] dia; aku melihat [Umar] memandang ke arah hajar Aswad seraya berkata; "Demi Allah seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu pasti aku tidak akan menciummu "kemudian dia menciumnya.]]]

Hadits Ahmad 96

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنَا السَّائِبُ بْنُ يَزِيدَ ابْنُ أُخْتِ نَمِرٍ أَنَّ حُوَيْطِبَ بْنَ عَبْدِ الْعُزَّى أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ السَّعْدِىِّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ قَدِمَ عَلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي خِلَافَتِهِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ أَلَمْ أُحَدَّثْ أَنَّكَ تَلِي مِنْ أَعْمَالِ النَّاسِ أَعْمَالًا فَإِذَا أُعْطِيتَ الْعُمَالَةَ كَرِهْتَهَا قَالَ فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَمَا تُرِيدُ إِلَى ذَلِكَ قَالَ قُلْتُ إِنَّ لِي أَفْرَاسًا وَأَعْبُدًا وَأَنَا بِخَيْرٍ وَأُرِيدُ أَنْ تَكُونَ عُمَالَتِي صَدَقَةً عَلَى الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَلَا تَفْعَلْ فَإِنِّي قَدْ كُنْتُ أَرَدْتُ الَّذِي أَرَدْتَ فَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِينِي الْعَطَاءَ فَأَقُولُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي حَتَّى أَعْطَانِي مَرَّةً مَالًا فَقُلْتُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي قَالَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْهُ فَتَمَوَّلْهُ وَتَصَدَّقْ بِهِ فَمَا جَاءَكَ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلَا سَائِلٍ فَخُذْهُ وَمَا لَا فَلَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ

Ambillah & kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yg datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tak mengharapkannya & tak meminta-mintanya maka ambillah, & apabila tak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu. [HR. Ahmad No.96].

Hadits Ahmad No.96 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [As Sa`ib Bin Yazid] anak saudara perempuan Namir, bahwa [Huwaithib Bin Abdul 'Uzza] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Abdullah Bin Sa'di] telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia datang kepada Umar Bin Al Khaththab pada saat kekhilafahannya, maka Umar berkata kepadanya; "Belum diceritakan kepadaku (tentang satu perihal), bahwa kamu bertugas mengurusi pekerjaan orang-orang, kemudian apabila kamu diberi upah kamu tidak tidak menyukainya?" Abdullah Bin Sa'di berkata; maka aku menjawab; "Betul" Umar berkata; "apa yang kamu kehendaki dari itu?" Dia menjawab; maka aku menjawab; "Sesungguhnya aku punya beberapa kuda dan budak, dan saya dalam keadaan berkecukupan, aku ingin upahku disedekahkan kepada kaum muslimin." [Umar] berkata; "Jangan kamu lakukan demikian, karena sesungguhnya akupun menghendaki seperti yang kamu kehendaki, akan tetapi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberiku pemberian dan aku katakan; 'Berikanlah itu kepada orang yang lebih fakir dari saya, ' sampai pada suatu ketika beliau memberiku harta dan aku katakan; 'Berikanlah kepada orang yang lebih fakir dariku' maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menegurku dan berkata: "Ambillah dan kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yang datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta-mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu."]]]

Hadits Ahmad 97

حَدَّثَنَا سَكَنُ بْنُ نَافِعٍ الْبَاهِلِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا صَالِحٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ دَرَّاجٍ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَبَّحَ بَعْدَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ فَرَآهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهَا

melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah Ashar dalam perjalanan menuju Makkah, kemudian hal tersebut terlihat oleh Umar & dia marah kepadanya, kemudian berkata; demi Allah, bukankah kamu telah mengetahuinya bahwa Rasulullah telah melarang darinya. [HR. Ahmad No.97].

Hadits Ahmad No.97 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sakan Bin Nafi' Al Bahili] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Shalih] dari [Az Zuhri] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Rabi'ah Bin Darraj] bahwa [Ali Bin Abu Thalib] melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah Ashar dalam perjalanan menuju Makkah, kemudian hal tersebut terlihat oleh Umar dan dia marah kepadanya, kemudian berkata; "demi Allah, bukankah kamu telah mengetahuinya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang darinya."]]]

Hadits Ahmad 98

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ مِنْ بَنِي سَهْمٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْهُمْ يُقَالُ لَهُ مَاجِدَةُ قَالَ عَارَمْتُ غُلَامًا بِمَكَّةَ فَعَضَّ أُذُنِي فَقَطَعَ مِنْهَا أَوْ عَضِضْتُ أُذُنَهُ فَقَطَعْتُ مِنْهَا فَلَمَّا قَدِمَ عَلَيْنَا أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَاجًّا رُفِعْنَا إِلَيْهِ فَقَالَ انْطَلِقُوا بِهِمَا إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَإِنْ كَانَ الْجَارِحُ بَلَغَ أَنْ يُقْتَصَّ مِنْهُ فَلْيَقْتَصَّ قَالَ فَلَمَّا انْتُهِيَ بِنَا إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ نَظَرَ إِلَيْنَا فَقَالَ نَعَمْ قَدْ بَلَغَ هَذَا أَنْ يُقْتَصَّ مِنْهُ ادْعُوا لِي حَجَّامًا فَلَمَّا ذَكَرَ الْحَجَّامَ قَالَ أَمَا إِنِّي قَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَدْ أَعْطَيْتُ خَالَتِي غُلَامًا وَأَنَا أَرْجُو أَنْ يُبَارِكَ اللَّهُ لَهَا فِيهِ وَقَدْ نَهَيْتُهَا أَنْ تَجْعَلَهُ حَجَّامًا أَوْ قَصَّابًا أَوْ صَائِغًا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ وَحَدَّثَنِي الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سَهْمٍ عَنِ ابْنِ مَاجِدَةَ السَّهْمِيِّ أَنَّهُ قَالَ حَجَّ عَلَيْنَا أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي خِلَافَتِهِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Aku telah memberikan seorang hamba sahaya kepada bibiku dari pihak ibu dgn harapan semoga Allah memberkahinya dengannya, & aku telah melarangnya agar jangan sampai menjadikannya sebagai tukang bekam, tukang jagal hewan atau tukang emas. Telah menceritakan kepada kami Ya'qub telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq dia berkata; & telah menceritakan kepada kami Al 'Ala` Bin Abdurrahman dari seorang lelaki dari Bani Sahm dari Ibnu Majidah As Sahmi bahwa dia berkata; Abu Bakar berangkat haji kepada kami pada masa kekhilafahannya, kemudian dia menyebutkan hadits. [HR. Ahmad No.98].

Hadits Ahmad No.98 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Yazid] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala` Bin Abdurrahman Bin Ya'qub] dari [seorang lelaki Quraisy dari Bani Sahm] dari seorang [lelaki di antara mereka yang disebut Majidah] dia berkata; aku bertengkar dengan seorang budak lelaki di Makkah, kemudian dia menggigit dan memutuskan telingaku -atau- aku menggigit dan memutuskan telinga, maka ketika Abu Bakar datang kepada kami untuk melaksanakan haji, kami mengajukan perkara itu kepadanya, maka dia menjawab; "Bawalah keduanya kepada Umar Bin Al Khaththab, jika orang yang melukai mencapai untuk dilaksanakan qishash, maka hendaklah dia mengqishashnya." Dia berkata; maka ketika kami sudah tiba dihadapan [Umar Bin Al Khaththab], dia memandang kami dan berkata; "Ya, sudah sampai batas untuk dilakukan qishash, panggilkanlah untukku tukang bekam." Maka ketika dia menyebut tukang bekam dia berkata; "Adapun aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku telah memberikan seorang hamba sahaya kepada bibiku dari pihak ibu dengan harapan semoga Allah memberkahinya dengannya, dan aku telah melarangnya agar jangan sampai menjadikannya sebagai tukang bekam, tukang jagal hewan atau tukang emas." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata; dan telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala` Bin Abdurrahman] dari [seorang lelaki dari Bani Sahm] dari [Ibnu Majidah As Sahmi] bahwa dia berkata; "Abu Bakar berangkat haji kepada kami pada masa kekhilafahannya, " kemudian dia menyebutkan hadits.]]]

Hadits Ahmad 99

حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ خَطَبَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ رَخَّصَ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا شَاءَ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ مَضَى لِسَبِيلِهِ فَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ كَمَا أَمَرَكُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَحَصِّنُوا فُرُوجَ هَذِهِ النِّسَاءِ

maka sempurnakanlah haji & Umrah sebagaimana yg diperintahkan oleh Allah, & jagalah kemaluan kaum wanita ini. [HR. Ahmad No.99].

Hadits Ahmad No.99 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidah Bin Humaid] dari [Daud Bin Abu Hind] dari [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id] dia berkata; [Umar] berkhutbah di hadapan manusia dan berkata; "Sesungguhnya Allah telah memberikan keringanan kepada Nabi-Nya terhadap apa yang dikehendakinya, dan sesungguhnya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam telah berlalu kepada jalannya, maka sempurnakanlah haji dan Umrah sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, dan jagalah kemaluan kaum wanita ini."]]]

Hadits Ahmad 100

حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَرْقُدُ الرَّجُلُ إِذَا أَجْنَبَ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ

Apakah boleh seseorang tidur apabila dia junub?
beliau menjawab: Ya kalau telah berwudlu. [HR. Ahmad No.100].

Hadits Ahmad No.100 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidah Bin Humaid] Telah menceritakan kepadaku [Ubaidullah Bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya; Apakah boleh seseorang tidur apabila dia junub? beliau menjawab: "Ya kalau telah berwudlu."]]]

Hadits Ahmad 101

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ دَرَّاجٍ أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ صَلَّى بَعْدَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْهَانَا عَنْهَا

Ali shalat dua rakaat setelah Ashar sehingga membuat marah Umar & berkata; Tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah melarang kami mengerjakannya. [HR. Ahmad No.101].

Hadits Ahmad No.101 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan Bin Yahya] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibnul Mubarak] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Rabi'ah Bin Darraj] bahwa Ali shalat dua rakaat setelah Ashar sehingga membuat marah [Umar] dan berkata; "Tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kami mengerjakannya."]]]

Hadits Ahmad 102

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ حَدَّثَنَا شُرَيْحُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَرَجْتُ أَتَعَرَّضُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ أُسْلِمَ فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَقُمْتُ خَلْفَهُ فَاسْتَفْتَحَ سُورَةَ الْحَاقَّةِ فَجَعَلْتُ أَعْجَبُ مِنْ تَأْلِيفِ الْقُرْآنِ قَالَ فَقُلْتُ هَذَا وَاللَّهِ شَاعِرٌ كَمَا قَالَتْ قُرَيْشٌ قَالَ فَقَرَأَ { إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ } قَالَ قُلْتُ كَاهِنٌ قَالَ { وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ } إِلَى آخِرِ السُّورَةِ قَالَ فَوَقَعَ الْإِسْلَامُ فِي قَلْبِي كُلَّ مَوْقِعٍ

Sesungguhnya Al Quran itu adl benar-benar wahyu Allah yg diturunkan kepada Rasul yg mulia. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair, sedikit sekali kamu beriman kepadanya (QS Al Haaqah ayat 40-41), Umar berkata; maka aku berkata; penyair kemudian beliau membaca: Dan bukan pula perkataan tukang tenung. sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adl wahyu yg diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) kami, Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tak ada seorangpun dari kamu yg dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu, sampai akhir surat, maka Umar berkata; Maka Islam benar-benar membenam didalam hatiku. [HR. Ahmad No.102].

Hadits Ahmad No.102 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Shafwan] Telah menceritakan kepada kami [Syuraih Bin 'Ubaid] dia berkata; [Umar Bin Al Khaththab] berkata; aku keluar menghadang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum aku masuk Islam, tapi aku dapati beliau telah mendahuluiku di masjid dan aku berdiri di belakangnya, kemudian beliau membuka shalatnya dengan membaca surat Al Haaqqah sehingga aku terkagum-kagum dengan susunan Al Qur'an, " Umar melanjutkan; maka aku berkata; "Demi Allah, orang ini adalah seorang penya'ir sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Quraisy, " Umar melanjutkan; kemudian beliau mambaca ayat: "Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul yang mulia. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair, sedikit sekali kamu beriman kepadanya" (QS Al Haaqah ayat 40-41), Umar berkata; maka aku berkata; "penyair" kemudian beliau membaca: "Dan bukan pula perkataan tukang tenung. sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) kami, Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu, " sampai akhir surat, maka Umar berkata; "Maka Islam benar-benar membenam didalam hatiku."]]]

Hadits Ahmad 103

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ وَعِصَامُ بْنُ خَالِدٍ قَالَا حَدَّثَنَا صَفْوَانُ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ وَرَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ وَغَيْرِهِمَا قَالُوا لَمَّا بَلَغَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَرَغَ حُدِّثَ أَنَّ بِالشَّامِ وَبَاءً شَدِيدًا قَالَ بَلَغَنِي أَنَّ شِدَّةَ الْوَبَاءِ فِي الشَّامِ فَقُلْتُ إِنْ أَدْرَكَنِي أَجَلِي وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ حَيٌّ اسْتَخْلَفْتُهُ فَإِنْ سَأَلَنِي اللَّهُ لِمَ اسْتَخْلَفْتَهُ عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ أَمِينًا وَأَمِينِي أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فَأَنْكَرَ الْقَوْمُ ذَلِكَ وَقَالُوا مَا بَالُ عُلْيَا قُرَيْشٍ يَعْنُونَ بَنِي فِهْرٍ ثُمَّ قَالَ فَإِنْ أَدْرَكَنِي أَجَلِي وَقَدْ تُوُفِّيَ أَبُو عُبَيْدَةَ اسْتَخْلَفْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ فَإِنْ سَأَلَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ لِمَ اسْتَخْلَفْتَهُ قُلْتُ سَمِعْتُ رَسُولَكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ يُحْشَرُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بَيْنَ يَدَيْ الْعُلَمَاءِ نَبْذَةً

Sesungguhnya pada setiap Nabi itu ada seorang amin (orang yg dipercaya) sedangkan aminku adl Abu 'Ubaidah Bin Jarrah. maka orang-orang mengingkarinya & mengatakan; Ada apa dgn petinggi Quraisy?
Yang mereka maksud adl Bani Fihri, kemudian Umar berkata; Jika ajal menjemputku sedangkan Abu 'Ubaidah telah wafat, maka aku akan mengangkat Mu'adz Bin Jabal, & jika aku ditanya oleh Allah; 'Kenapa kamu mengangkatnya?
' aku akan menjawab; Aku mendengar Rasul-Mu bersabda:
Sesungguhnya dia akan dikumpulkan pada hari Kiamat bersama para ulama dalam keadaan sendirian. [HR. Ahmad No.103].

Hadits Ahmad No.103 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] dan ['Isham Bin Khalid] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Shafwan] dari [Syuraih Bin 'Ubaid] dan [Rasyid Bin Sa'd] dan yang lainnya, mereka berkata; ketika [Umar] sampai di Saragh, dia mendapat berita bahwa di Syam telah terjadi wabah yang parah, maka dia berkata; "Telah sampai berita kepadaku bahwa telah terjadi wabah yang parah di Syam, maka aku katakan; 'Jika ajal menjemputku sedang Abu Ubaidah Bin Jarrah masih hidup, niscaya aku akan mengangkatnya menjadi penggantiku, dan jika aku ditanya oleh Allah; 'Kenapa kamu mengangkatnya sebagai penggantimu untuk ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam? ' aku akan menjawab; 'Sesungguhnya aku mendengar Rasul-Mu shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya pada setiap Nabi itu ada seorang amin (orang yang dipercaya) sedangkan aminku adalah Abu 'Ubaidah Bin Jarrah." maka orang-orang mengingkarinya dan mengatakan; "Ada apa dengan petinggi Quraisy?" Yang mereka maksud adalah Bani Fihri, kemudian Umar berkata; "Jika ajal menjemputku sedangkan Abu 'Ubaidah telah wafat, maka aku akan mengangkat Mu'adz Bin Jabal, dan jika aku ditanya oleh Allah; 'Kenapa kamu mengangkatnya? ' aku akan menjawab; "Aku mendengar Rasul-Mu shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya dia akan dikumpulkan pada hari Kiamat bersama para ulama dalam keadaan sendirian."]]]

Hadits Ahmad 104

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا ابْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنِي الْأَوْزَاعِيُّ وَغَيْرُهُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وُلِدَ لِأَخِي أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُلَامٌ فَسَمَّوْهُ الْوَلِيدَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمَّيْتُمُوهُ بِأَسْمَاءِ فَرَاعِنَتِكُمْ لَيَكُونَنَّ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ الْوَلِيدُ لَهُوَ شَرٌّ عَلَى هَذِهِ الْأُمَّةِ مِنْ فِرْعَوْنَ لِقَوْمِهِ

sungguh akan ada pada ummat ini seorang lelaki yg diberi nama Al Walid, sungguh dia lebih buruk bagi ummat ini ketimbang fir'aun kepada kaumnya. [HR. Ahmad No.104].

Hadits Ahmad No.104 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ayyasy] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Al Auza'i] dan yang lainnya, dari [Az Zuhri] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; "Telah lahir seorang anak dari saudara laki-laki Ummu Salamah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian diberi nama Al Walid, maka Nabi bersabda: "Kalian memberi nama dia dengan nama-nama fir'aun kalian, sungguh akan ada pada ummat ini seorang lelaki yang diberi nama Al Walid, sungguh dia lebih buruk bagi ummat ini ketimbang fir'aun kepada kaumnya."]]]

Hadits Ahmad 105

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا أَبَانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِى الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ مِنْهُمْ عُمَرُ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ لَا صَلَاةَ بَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ وَلَا صَلَاةَ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ

Tidak ada shalat setelah shalat ashar sampai tenggelam matahari, & tak ada shalat setelah shalat shubuh sampai terbit matahari. [HR. Ahmad No.105].

Hadits Ahmad No.105 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Bahz] Telah menceritakan kepada kami [Aban] dari [Qatadah] dari [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; telah bersaksi di sisiku para sahabat yang diridlai, diantara mereka adalah [Umar], dan yang paling aku ridla di sisiku adalah Umar, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Tidak ada shalat setelah shalat ashar sampai tenggelam matahari, dan tidak ada shalat setelah shalat shubuh sampai terbit matahari."]]]

Hadits Ahmad 106

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنِ الْحَارِثِ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْكِنْدِيِّ أَنَّهُ رَكِبَ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَسْأَلُهُ عَنْ ثَلَاثِ خِلَالٍ قَالَ فَقَدِمَ الْمَدِينَةَ فَسَأَلَهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا أَقْدَمَكَ قَالَ لِأَسْأَلَكَ عَنْ ثَلَاثِ خِلَالٍ قَالَ وَمَا هُنَّ قَالَ رُبَّمَا كُنْتُ أَنَا وَالْمَرْأَةُ فِي بِنَاءٍ ضَيِّقٍ فَتَحْضُرُ الصَّلَاةُ فَإِنْ صَلَّيْتُ أَنَا وَهِيَ كَانَتْ بِحِذَائِي وَإِنْ صَلَّتْ خَلْفِي خَرَجَتْ مِنْ الْبِنَاءِ فَقَالَ عُمَرُ تَسْتُرُ بَيْنَكَ وَبَيْنَهَا بِثَوْبٍ ثُمَّ تُصَلِّي بِحِذَائِكَ إِنْ شِئْتَ وَعَنْ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ فَقَالَ نَهَانِي عَنْهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَعَنْ الْقَصَصِ فَإِنَّهُمْ أَرَادُونِي عَلَى الْقَصَصِ فَقَالَ مَا شِئْتَ كَأَنَّهُ كَرِهَ أَنْ يَمْنَعَهُ قَالَ إِنَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَنْتَهِيَ إِلَى قَوْلِكَ قَالَ أَخْشَى عَلَيْكَ أَنْ تَقُصَّ فَتَرْتَفِعَ عَلَيْهِمْ فِي نَفْسِكَ ثُمَّ تَقُصَّ فَتَرْتَفِعَ حَتَّى يُخَيَّلَ إِلَيْكَ أَنَّكَ فَوْقَهُمْ بِمَنْزِلَةِ الثُّرَيَّا فَيَضَعَكَ اللَّهُ تَحْتَ أَقْدَامِهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقَدْرِ ذَلِكَ

Buatlah pembatas antara kamu & dia dgn kain, kemudian dia shalat di sampingmu jika kamu menghendaki. (Dan yg kedua adalah) tentang shalat dua rakaat setelah shalat ashar?
Maka Umar menjawab; Rasulullah telah melarangku dari melaksanakannya. (Dan yg ketiga adalah) tantang kisah (dongeng), mereka menginginkan aku untuk mendongeng, maka Umar menjawab; Terserah kamu. Seakan akan dia tak suka melarangnya, Al Harits berkata; Aku hanya menginginkan menuntaskan kepada pendapatmu, Umar berkata; Aku khawatir kamu mendongeng kemudian kamu menjadi tinggi hati atas mereka, kemudian mendongeng & kamu menjadi tinggi hati, sehingga kamu terbuai bahwa kamu berada di atas mereka seperti kedudukan orang kaya, kemudian Allah meletakkan kamu di bawah telapak kaki mereka pada hari Kiamat sesuai dgn khayalanmu itu. [HR. Ahmad No.106].

Hadits Ahmad No.106 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Shafwan] Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Jubair Bin Nufair] dari [Al Harits Bin Mu'awiyah Al Kindi] bahwa dia mengendarai kendaraan menuju Umar untuk bertanya kepadanya tentang tiga perkara, dia berkata; maka sampailah di Madinah kemudian Umar bertanya kepadanya; "Apa yang membuatmu datang ke sini?" Dia menjawab; "Untuk menanyakan tiga perkara kepadamu, " Umar bertanya; "Apa tiga perkara itu?" Dia menjawab; "Bisa saja aku dan seorang wanita berada di suatu bangunan yang sempit, kemudian datang waktu shalat, jika aku dan dia shalat bersama maka dia berada sejajar denganku, dan jika dia shalat di belakangku maka dia keluar dari bangunan?" Maka Umar menjawab; "Buatlah pembatas antara kamu dan dia dengan kain, kemudian dia shalat di sampingmu jika kamu menghendaki." (Dan yang kedua adalah) tentang shalat dua rakaat setelah shalat ashar?" Maka [Umar] menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarangku dari melaksanakannya." (Dan yang ketiga adalah) tantang kisah (dongeng), mereka menginginkan aku untuk mendongeng, " maka Umar menjawab; "Terserah kamu." Seakan akan dia tidak suka melarangnya, Al Harits berkata; "Aku hanya menginginkan menuntaskan kepada pendapatmu, " Umar berkata; "Aku khawatir kamu mendongeng kemudian kamu menjadi tinggi hati atas mereka, kemudian mendongeng dan kamu menjadi tinggi hati, sehingga kamu terbuai bahwa kamu berada di atas mereka seperti kedudukan orang kaya, kemudian Allah meletakkan kamu di bawah telapak kaki mereka pada hari Kiamat sesuai dengan khayalanmu itu."]]]

Hadits Ahmad 107

حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ أَبِي حَمْزَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ قَالَ عُمَرُ فَوَاللَّهِ مَا حَلَفْتُ بِهَا مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهَا وَلَا تَكَلَّمْتُ بِهَا ذَاكِرًا وَلَا آثِرًا

Sesungguhnya Allah telah melarang kalian dari bersumpah atas nama bapak bapak kalian. Umar berkata; Maka demi Allah, aku tak bersumpah dgn sumpah ini sejak aku mendengar Rasulullah melarang darinya, baik dalam keadaan ingat atau tak ingat. [HR. Ahmad No.107].

Hadits Ahmad No.107 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Bisyr Bin Syu'aib Bin Abu Hamzah] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Az Zuhri] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Salim Bin Abdullah] bahwa [Abddullah Bin Umar] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah melarang kalian dari bersumpah atas nama bapak bapak kalian." Umar berkata; "Maka demi Allah, aku tidak bersumpah dengan sumpah ini sejak aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang darinya, baik dalam keadaan ingat atau tidak ingat."]]]

Hadits Ahmad 108

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَحُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَأْخُذْ مِنْ الْخَيْلِ وَالرَّقِيقِ صَدَقَةً

tidak mengambil zakat dari kuda & budak. [HR. Ahmad No.108].

Hadits Ahmad No.108 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Bin Abdullah] dari [Rasyid Bin Sa'd] dari [Umar Bin Al Khaththab] dan [Hudzaifah Bin Al Yaman], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengambil zakat dari kuda dan budak."]]]

Hadits Ahmad 109

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُوقَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ النَّاسَ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ مَقَامِي فِيكُمْ فَقَالَ اسْتَوْصُوا بِأَصْحَابِي خَيْرًا ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَفْشُو الْكَذِبُ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَيَبْتَدِئُ بِالشَّهَادَةِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا فَمَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ بَحْبَحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمْ الْجَمَاعَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنْ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

pujilah para sahabatku dgn kebaikan, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian setelah itu akan menyebar kedustaan, sehingga seorang lelaki memulai bersaksi sebelum dia ditanya, maka barangsiapa ingin mencium baunya syurga, hendaknya dia berpegang teguh kepada Jama'ah karena sesungguhnya setan beserta orang yg sendirian, sedangkan dari dua orang dia akan menjauh, janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dgn seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adl orang ketiganya, maka barangsiap yg bangga dgn kebaikannya & sedih dgn keburukannya maka dia adl seorang yg mukmin. [HR. Ahmad No.109].

Hadits Ahmad No.109 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Abdullah yaitu Ibnul Mubarak] telah memberitakan kepada kami [Muhammad Bin Suqah] dari [Abdullah Bin Dinar] dari [Ibnu Umar] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus) dan berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di hadapan kami seperti aku berdiri di hadapan kalian, kemudian beliau bersabda: "pujilah para sahabatku dengan kebaikan, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian setelah itu akan menyebar kedustaan, sehingga seorang lelaki memulai bersaksi sebelum dia ditanya, maka barangsiapa ingin mencium baunya syurga, hendaknya dia berpegang teguh kepada Jama'ah karena sesungguhnya setan beserta orang yang sendirian, sedangkan dari dua orang dia akan menjauh, janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin."]]]

Hadits Ahmad 110

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ حَكِيمِ بْنِ عُمَيْرٍ وَضَمْرَةَ بْنِ حَبِيبٍ قَالَا قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَدْيِ عَمْرِو بْنِ الْأَسْوَدِ

Barangsiapa ingin melihat petunjuk Rasulullah , maka lihatlah petunjuk 'Amru Bin Aswad. [HR. Ahmad No.110].

Hadits Ahmad No.110 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar] dari [Hakim Bin 'Umair] dan [Dlamrah Bin Habib] keduanya berkata; [Umar Bin Al Khaththab] berkata; "Barangsiapa ingin melihat petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka lihatlah petunjuk 'Amru Bin Aswad."]]]

Hadits Ahmad 111

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ حَدَّثَنَا سِمَاكٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَكْبٍ فَقَالَ رَجُلٌ لَا وَأَبِي فَقَالَ رَجُلٌ لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ فَالْتَفَتُّ فَإِذَا هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Janganlah kalian bersumpah dgn nama bapak kalian!Ketika aku menoleh ternyata lelaki yg menyahut adl Rasulullah . [HR. Ahmad No.111].

Hadits Ahmad No.111 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Za`idah] Telah menceritakan kepada kami [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibu 'Abbas] dia berkata; [Umar] berkata; kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah rombongan, kemudian ada seorang lelaki berkata; "Tidak, demi bapakku." Kemudian ada lelaki lain yang menyahut: "Janganlah kalian bersumpah dengan nama bapak kalian!"Ketika aku menoleh ternyata lelaki yang menyahut adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 112

حَدَّثَنَا عِصَامُ بْنُ خَالِدٍ وَأَبُو الْيَمَانِ قَالَا أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَهُ وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنْ الْعَرَبِ قَالَ عُمَرُ يَا أَبَا بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ قَالَ أَبُو الْيَمَانِ لَأَقْتُلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا قَالَ عُمَرُ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ

Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah (tidak ada tuhan yg berhak disembah kecuali Allah), maka barangsiapa yg mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah berarti telah melindungi harta & jiwanya dariku, kecuali dgn haqnya & perhitungannya diserahkan kepada Allah Ta'ala. Abu Bakar menjawab; Demi Allah, aku pasti akan memerangi. Abul yaman berkata; Pasti akan aku bunuh orang yg membedakan antara perintah shalat & zakat, karena zakat adl haqnya harta, demi Allah, seandainya mereka menolak menyerahkan zakat kepadaku walau seutas tali yg pernah mereka serahkan kepada Rasulullah , pasti mereka akan aku perangi dikarenakan penolakan mereka. Umar berkata; maka demi Allah, tidaklah aku melihat kecuali bahwa Allah telah membuka hati Abu bakar untuk memerangi, & akupun mengetahui bahwa itulah yg haq. [HR. Ahmad No.112].

Hadits Ahmad No.112 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Isham Bin Khalid] dan [Abul Yaman] keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib Bin Abu Hamzah] dari [Az Zuhri] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud], bahwa [Abu Hurairah] berkata; ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat dan digantikan setelahnya oleh Abu Bakar, banyak orang arab yang menjadi kafir, [Umar] berkata; "Wahai Abu Bakar bagaimana engkau memerangi mereka padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), maka barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah berarti telah melindungi harta dan jiwanya dariku, kecuali dengan haqnya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah Ta'ala." [Abu Bakar] menjawab; "Demi Allah, aku pasti akan memerangi." Abul yaman berkata; "Pasti akan aku bunuh orang yang membedakan antara perintah shalat dan zakat, karena zakat adalah haqnya harta, demi Allah, seandainya mereka menolak menyerahkan zakat kepadaku walau seutas tali yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, pasti mereka akan aku perangi dikarenakan penolakan mereka." Umar berkata; "maka demi Allah, tidaklah aku melihat kecuali bahwa Allah telah membuka hati Abu bakar untuk memerangi, dan akupun mengetahui bahwa itulah yang haq."]]]

Hadits Ahmad 113

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا صَلَاةَ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ إِلَى طُلُوعِ الشَّمْسِ وَلَا بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ

Tidak ada shalat setelah shalat shubuh hingga matahari terbit, & tak ada shalat setelah shalat ashar hingga matahari terbenam. [HR. Ahmad No.113].

Hadits Ahmad No.113 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Syu'aib] dari [Abdullah Bin 'Amru Bin Al Ash] dari [Umar Bin Al Khaththab], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada shalat setelah shalat shubuh hingga matahari terbit, dan tidak ada shalat setelah shalat ashar hingga matahari terbenam."]]]

Hadits Ahmad 114

حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي سَبَإٍ عُتْبَةَ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَامِرٍ الْيَزَنِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ مُغِيثٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَضَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ صَاحِبَ الدَّابَّةِ أَحَقُّ بِصَدْرِهَا

Nabi memutuskan bahwa pemilik hewan lebih berhaq atas dadanya. [HR. Ahmad No.114].

Hadits Ahmad No.114 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Al Hakam Bin Nafi'] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ayyasy] dari [Abu Saba' 'Utbah Bin Tamim] dari [Al Walid Bin 'Amir Al Yazani] dari ['Urwah Bin Mughits Al Anshari] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memutuskan bahwa pemilik hewan lebih berhaq atas dadanya."]]]

Hadits Ahmad 115

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ حُمْرَةَ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ قَالَ سَارَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى الشَّامِ بَعْدَ مَسِيرِهِ الْأَوَّلِ كَانَ إِلَيْهَا حَتَّى إِذَا شَارَفَهَا بَلَغَهُ وَمَنْ مَعَهُ أَنَّ الطَّاعُونَ فَاشٍ فِيهَا فَقَالَ لَهُ أَصْحَابُهُ ارْجِعْ وَلَا تَقَحَّمْ عَلَيْهِ فَلَوْ نَزَلْتَهَا وَهُوَ بِهَا لَمْ نَرَ لَكَ الشُّخُوصَ عَنْهَا فَانْصَرَفَ رَاجِعًا إِلَى الْمَدِينَةِ فَعَرَّسَ مِنْ لَيْلَتِهِ تِلْكَ وَأَنَا أَقْرَبُ الْقَوْمِ مِنْهُ فَلَمَّا انْبَعَثَ انْبَعَثْتُ مَعَهُ فِي أَثَرِهِ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ رَدُّونِي عَنْ الشَّامِ بَعْدَ أَنْ شَارَفْتُ عَلَيْهِ لِأَنَّ الطَّاعُونَ فِيهِ أَلَا وَمَا مُنْصَرَفِي عَنْهُ مُؤَخِّرٌ فِي أَجَلِي وَمَا كَانَ قُدُومِيهِ مُعَجِّلِي عَنْ أَجَلِي أَلَا وَلَوْ قَدْ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَفَرَغْتُ مِنْ حَاجَاتٍ لَا بُدَّ لِي مِنْهَا لَقَدْ سِرْتُ حَتَّى أَدْخُلَ الشَّامَ ثُمَّ أَنْزِلَ حِمْصَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَبْعَثَنَّ اللَّهُ مِنْهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعِينَ أَلْفًا لَا حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلَا عَذَابَ عَلَيْهِمْ مَبْعَثُهُمْ فِيمَا بَيْنَ الزَّيْتُونِ وَحَائِطِهَا فِي الْبَرْثِ الْأَحْمَرِ مِنْهَا

Allah akan membangkitkan tujuh puluh ribu orang tanpa hisab & tanpa siksa, tempat dibangkitkan mereka adl diantara pohon Zaitun & kebunnya di tanah datar yg merah. [HR. Ahmad No.115].

Hadits Ahmad No.115 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman Al Hakam Bin Nafi'] Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Bin Abdullah] dari [Rasyid Bin Sa'd] dari [Hamzah Bin Abdi Kulal] dia berkata; [Umar Bin Al Khaththab] berjalan menuju Syam setelah perjalanan pertamanya menuju ke sana, ketika dia hampir mendekat, sampailah berita kepadanya dan orang-orang yang bersamanya bahwa penyakit Tha'un sedang mewabah di sana, maka para sahabatnya berkata kepadanya; "Kembalilah dan jangan masuk ke sana, apabila kamu singgah di sana padahal wabah masih ada, maka kami tidak melihat bagimu tempat untuk berlindung darinya." Maka Umar kembali pulang ke Madinah kemudian malam itu beristirahat, dan saya adalah orang yang paling dekat dengannya, ketika dia bangkit aku pun bangkit berjalan dibelakangnya, kemudian aku mendengar dia berkata; "Mereka mengembalikan aku dari Syam setelah aku dekat darinya, karena wabah Tha'un terjadi di sana, ketahuilah bahwa aku kembali dari sana bukan berarti dapat mengakhirkan ajalku dan bukan pula kedatanganku kesana berarti mempercepat ajalku, ketahuilah kalau aku telah tiba di Madinah dan aku telah menyelesaikan kebutuhanku yang harus aku penuhi, aku pasti akan berjalan sehingga masuk ke negri Syam kemudian singgah di Himsha, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari Kiamat Allah akan membangkitkan tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan tanpa siksa, tempat dibangkitkan mereka adalah diantara pohon Zaitun dan kebunnya di tanah datar yang merah."]]]

Hadits Ahmad 116

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ أَخْبَرَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنَا أَبُو عَقِيلٍ عَنِ ابْنِ عَمِّهِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ خَرَجَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ فَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يُحَدِّثُ أَصْحَابَهُ فَقَالَ مَنْ قَامَ إِذَا اسْتَقَلَّتْ الشَّمْسُ فَتَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ غُفِرَ لَهُ خَطَايَاهُ فَكَانَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ قَالَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ فَقُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَزَقَنِي أَنْ أَسْمَعَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَكَانَ تُجَاهِي جَالِسًا أَتَعْجَبُ مِنْ هَذَا فَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْجَبَ مِنْ هَذَا قَبْلَ أَنْ تَأْتِيَ فَقُلْتُ وَمَا ذَاكَ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي فَقَالَ عُمَرُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ رَفَعَ نَظَرَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Barangsiapa bangun berdiri ketika matahari naik kemudian berwudlu & menyempurnakan wudlunya, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni sebagaimana ketika ibunya melahirkannya. Uqbah Bin Amir berkata; Al hamdulillah (segala puji hanya milik Allah) yg telah memberikan rizqi kepadaku sehingga aku bisa mendengar hal ini dari Rasulullah , maka Umar Bin Al Khaththab berkata kepadaku & dia duduk di hadapanku; Apakah kamu kagum dgn hal ini, padahal Rasulullah telah bersabda dgn sesuatu yg lebih mengagumkan dari ini sebelum kamu datang, aku bertanya; Apa itu, demi bapak & ibuku aku rela sebagai tebusan?
Maka Umar menjawab; Rasulullah bersabda:
Barangsiapa berwudlu & menyempurnakan wudlunya, kemudian mengangkat pandangannya ke langit sambil membaca; Asyhadu Anlaa Ilaaha Illallaahu Wahdahulaa Syariikalahu Wa asyhadu Anna Muhammadan 'Abduhu Warasuuluhu (Aku bersaksi bahwa tak ada tuhan yg berhaq disembah selain Allah yg maha Esa, yg tak ada sekutu bagiNya, & aku bersaksi bahwa Muhammad adl hamba & utusan-Nya), maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga & dia akan masuk dari pintu mana saja yg dia sukai. [HR. Ahmad No.116].

Hadits Ahmad No.116 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Haiwah] telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Aqil] dari [anak pamannya] dari [Uqbah Bin Amir] bahwa dia keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam perang Tabuk, kemudian pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk bercerita kepada para sahabatnya, beliau bersabda: "Barangsiapa bangun berdiri ketika matahari naik kemudian berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni sebagaimana ketika ibunya melahirkannya." Uqbah Bin Amir berkata; "Al hamdulillah (segala puji hanya milik Allah) yang telah memberikan rizqi kepadaku sehingga aku bisa mendengar hal ini dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka [Umar Bin Al Khaththab] berkata kepadaku dan dia duduk di hadapanku; "Apakah kamu kagum dengan hal ini, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda dengan sesuatu yang lebih mengagumkan dari ini sebelum kamu datang, " aku bertanya; "Apa itu, demi bapak dan ibuku aku rela sebagai tebusan?" Maka Umar menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian mengangkat pandangannya ke langit sambil membaca; "Asyhadu Anlaa Ilaaha Illallaahu Wahdahulaa Syariikalahu Wa asyhadu Anna Muhammadan 'Abduhu Warasuuluhu (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhaq disembah selain Allah yang maha Esa, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya), maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga dan dia akan masuk dari pintu mana saja yang dia sukai."]]]

Hadits Ahmad 117

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ يَعْنِي أَبَا دَاوُدَ الطَّيَالِسِيَّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ دَاوُدَ الْأَوْدِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُسْلِيِّ عَنِ الْأَشْعَثِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ ضِفْتُ عُمَرَ فَتَنَاوَلَ امْرَأَتَهُ فَضَرَبَهَا وَقَالَ يَا أَشْعَثُ احْفَظْ عَنِّي ثَلَاثًا حَفِظْتُهُنَّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسْأَلْ الرَّجُلَ فِيمَ ضَرَبَ امْرَأَتَهُ وَلَا تَنَمْ إِلَّا عَلَى وَتْرٍ وَنَسِيتُ الثَّالِثَةَ

Jangan kamu tanyakan kepada seseorang tentang hal kenapa dia memukul istrinya, jangan kamu tidur kecuali setelah melakukan shalat witir & aku lupa hal yg ke tiga. [HR. Ahmad No.117].

Hadits Ahmad No.117 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Daud yaitu Abu Daud Ath Thayalisi] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Daud Al 'Audi] dari [Abdurrahman As Sulami] Dari [Asy'ats Bin Qais] dia berkata; aku bertamu kepada [Umar] kemudian dia memegang istrinya dan memukulnya dan dia berkata; "Wahai Asy'ats jaga dariku tiga hal yang telah aku hafal dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam "Jangan kamu tanyakan kepada seseorang tentang hal kenapa dia memukul istrinya, jangan kamu tidur kecuali setelah melakukan shalat witir" dan aku lupa hal yang ke tiga."]]]

Hadits Ahmad 118

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي الرِّشْكَ عَنْ مُعَاذَةَ عَنْ أُمِّ عَمْرٍو ابْنَةِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهَا سَمِعَتْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُ سَمِعَتْ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ فِي خُطْبَتِهِ إِنَّهُ سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ يَلْبَسْ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا فَلَا يُكْسَاهُ فِي الْآخِرَةِ

Barangsiapa memakai kain sutra di dunia maka tak akan dikenakan pakaian sutra kepadanya di akhirat. [HR. Ahmad No.118].

Hadits Ahmad No.118 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Yazid yaitu Ar Risyk] dari [Mu'adzah] dari [Ummu 'Amru anak perempuan Abdullah] bahwa dia pernah mendengar [Abdullah Bin Zubair] berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata dalam khutbahnya; bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda: "Barangsiapa memakai kain sutra di dunia maka tidak akan dikenakan pakaian sutra kepadanya di akhirat."]]]

Hadits Ahmad 119

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَسِيرَنَّ الرَّاكِبُ فِي جَنَبَاتِ الْمَدِينَةِ ثُمَّ لَيَقُولُ لَقَدْ كَانَ فِي هَذَا حَاضِرٌ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ كَثِيرٌ قَالَ أَبِي أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَلَمْ يَجُزْ بِهِ حَسَنٌ الْأَشْيَبُ جَابِرًا

seorang pengendara yg berjalan di pinggiran Madinah kemudian berkata; 'dulu pernah ada di sini banyak penghuni dari kalangan orang-orang mukmin. Abdullah bekata; Bapakku Ahmad Bin Hambal berkata; & Hasan Al Asy-yab tak memberikan ijazah dgn hadits ini kepada Jabir. [HR. Ahmad No.119].

Hadits Ahmad No.119 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ishaq] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata; aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh akan ada seorang pengendara yang berjalan di pinggiran Madinah kemudian berkata; 'dulu pernah ada di sini banyak penghuni dari kalangan orang-orang mukmin." Abdullah bekata; Bapakku Ahmad Bin Hambal berkata; "dan Hasan Al Asy-yab tidak memberikan ijazah dengan hadits ini kepada Jabir."]]]

Hadits Ahmad 120

حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ السَّائِبِ حَدَّثَهُ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ أَبِي الْقَاسِمِ السَّبَئِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ قَاصِّ الْأَجْنَادِ بِالْقُسْطَنْطِينِيَّةِ أَنَّهُ سَمِعَهُ يُحَدِّثُ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَقْعُدَنَّ عَلَى مَائِدَةٍ يُدَارُ عَلَيْهَا بِالْخَمْرِ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَدْخُلْ الْحَمَّامَ إِلَّا بِإِزَارٍ وَمَنْ كَانَتْ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا تَدْخُلْ الْحَمَّامَ

Barangsiapa beriman kepada Allah & hari Akhir, maka janganlah dia duduk di suatu jamuan yg dikelilingi oleh miras, & barangsiapa seorang lelaki yg beriman kepada Allah & hari Akhir janganlah dia masuk ke dalam kamar mandi (umum) kecuali dgn memakai kain sarung (pakaian), & barangsiapa perempuan yg beriman kepada Allah & hari Akhir maka janganlah masuk ke dalam kamar mandi (umum). [HR. Ahmad No.120].

Hadits Ahmad No.120 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Harun] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] Telah menceritakan kepadaku ['Amru Bin Al Harits] bahwa [Umar Bin As Sa`ib] telah bercerita kepadanya, bahwa [Al Qasim Bin Abul Qasim As Saba`i] telah bercerita kepadanya dari [Qaas Al Ajnad] di Kostantinopel (Turki), bahwa dia telah mendengarnya bercerita, bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata; wahai manusia, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah dia duduk di suatu jamuan yang dikelilingi oleh miras, dan barangsiapa seorang lelaki yang beriman kepada Allah dan hari Akhir janganlah dia masuk ke dalam kamar mandi (umum) kecuali dengan memakai kain sarung (pakaian), dan barangsiapa perempuan yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah masuk ke dalam kamar mandi (umum)."]]]

Hadits Ahmad 121

حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ أَنْبَأَنَا لَيْثٌ وَيُونُسُ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ سُرَاقَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَظَلَّ رَأْسَ غَازٍ أَظَلَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ جَهَّزَ غَازِيًا حَتَّى يَسْتَقِلَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ حَتَّى يَمُوتَ قَالَ قَالَ يُونُسُ أَوْ يَرْجِعَ وَمَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُ اللَّهِ تَعَالَى بَنَى اللَّهُ لَهُ بِهِ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Barangsiapa menaungi kepala seorang pejuang maka Allah akan menaunginya pada hari Kiamat, barangsiapa menyiapkan perlengkapan seorang pejuang sehingga dia bisa tercukupi, maka baginya seperti pahala pejuang hingga dia meninggal. Yunus berkata; Atau hingga dia kembali, & barangsiapa membangun sebuah masjid karena Allah yg disebut-sebut di dalamnya nama Allah Ta'ala, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga. [HR. Ahmad No.121].

Hadits Ahmad No.121 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Al Khuza'i] telah memberitakan kepada kami [Laits] dari [Yazid Bin Abdullah Bin Usamah Bin Al Had] dari [Al Walid Bin Abul Walid] dari [Utsman Bin Abdullah yaitu Ibnu Suraqah] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menaungi kepala seorang pejuang maka Allah akan menaunginya pada hari Kiamat, barangsiapa menyiapkan perlengkapan seorang pejuang sehingga dia bisa tercukupi, maka baginya seperti pahala pejuang hingga dia meninggal." [Yunus] berkata; "Atau hingga dia kembali, dan barangsiapa membangun sebuah masjid karena Allah yang disebut-sebut di dalamnya nama Allah Ta'ala, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga."]]]

Hadits Ahmad 122

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِسْمَةً فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَغَيْرُ هَؤُلَاءِ أَحَقُّ مِنْهُمْ أَهْلُ الصُّفَّةِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكُمْ تُخَيِّرُونِي بَيْنَ أَنْ تَسْأَلُونِي بِالْفُحْشِ وَبَيْنَ أَنْ تُبَخِّلُونِي وَلَسْتُ بِبَاخِلٍ

kalian memberikan kepadaku dua pilihan; antara kalian meminta kepadaku dgn memaksa & antara kalian menganggapku kikir, & aku bukanlah orang kikir. [HR. Ahmad No.122].

Hadits Ahmad No.122 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Sulaiman Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Salman Bin Rabi'ah] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membagi pembagian, maka aku berkata; "Wahai Rasulullah, sungguh orang-orang selain mereka itu lebih berhak, yaitu Ahlush Shuffah!" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya kalian memberikan kepadaku dua pilihan; antara kalian meminta kepadaku dengan memaksa dan antara kalian menganggapku kikir, dan aku bukanlah orang kikir."]]]

Hadits Ahmad 123

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الْحَدَثِ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ

setelah berhadats, beliau berwudlu & mengusap kedua khuf. [HR. Ahmad No.123].

Hadits Ahmad No.123 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Yazid Bin Abu Ziyad] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata; "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam setelah berhadats, beliau berwudlu dan mengusap kedua khuf."]]]

Hadits Ahmad 124

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ مُسْتَنِدًا إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ وَعِنْدَهُ ابْنُ عُمَرَ وَسَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَالَ اعْلَمُوا أَنِّي لَمْ أَقُلْ فِي الْكَلَالَةِ شَيْئًا وَلَمْ أَسْتَخْلِفْ مِنْ بَعْدِي أَحَدًا وَأَنَّهُ مَنْ أَدْرَكَ وَفَاتِي مِنْ سَبْيِ الْعَرَبِ فَهُوَ حُرٌّ مِنْ مَالِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ أَمَا إِنَّكَ لَوْ أَشَرْتَ بِرَجُلٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ لَأْتَمَنَكَ النَّاسُ وَقَدْ فَعَلَ ذَلِكَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَأْتَمَنَهُ النَّاسُ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَدْ رَأَيْتُ مِنْ أَصْحَابِي حِرْصًا سَيِّئًا وَإِنِّي جَاعِلٌ هَذَا الْأَمْرَ إِلَى هَؤُلَاءِ النَّفَرِ السِّتَّةِ الَّذِينَ مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَنْهُمْ رَاضٍ ثُمَّ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَوْ أَدْرَكَنِي أَحَدُ رَجُلَيْنِ ثُمَّ جَعَلْتُ هَذَا الْأَمْرَ إِلَيْهِ لَوَثِقْتُ بِهِ سَالِمٌ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ

Jika salah seorang dari dua lelaki ini menemuiku kemudian aku serahkan perkara ini kepadanya maka aku percayakan kepadanya; Salim hamba sahaya Abu Hudzaifah & Abu Ubaidah Bin Jarrah. [HR. Ahmad No.124].

Hadits Ahmad No.124 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Ali Bin Zaid] dari [Abu Rafi'] bahwa Umar bersandar kepada Ibnu Abbas sementara di sisinya ada Ibnu Umar dan Sa'id Bin Zaid, kemudian dia berkata; "Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya aku tidak mengatakan suatu pendapat dalam masalah kalalah, dan aku tidak mengangkat seorang khalifah setelahku, sesungguhnya barangsiapa dari budak arab yang mendapati waktu wafatku maka dia dibebaskan dari harta Allah." Maka Sa'id Bin Zaid berkata; "Seandainya kamu tidak menunjuk salah seorang dari kaum muslimin niscaya orang-orang akan percaya kepadamu, sebagaimana Abu Bakar telah melakukan demikian dan manusia percaya kepadanya?" Maka [Umar] menjawab; "Aku telah melihat ambisi buruk dari para sahabatku, maka aku serahkan urusan ini kepada mereka enam orang yang ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat beliau ridla kepada mereka." Kemudian Umar berkata; "Jika salah seorang dari dua lelaki ini menemuiku kemudian aku serahkan perkara ini kepadanya maka aku percayakan kepadanya; Salim hamba sahaya Abu Hudzaifah dan Abu Ubaidah Bin Jarrah."]]]

Hadits Ahmad 125

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنِي أَبُو الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ فِيهِمْ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا صَلَاةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَلَا صَلَاةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ

Tidak ada shalat setelah shalat shubuh sampai terbit matahari, & tak ada shalat setelah shalat ashar sampai tenggelam matahari. [HR. Ahmad No.125].

Hadits Ahmad No.125 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] Telah menceritakan kepadaku [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Telah bersaksi dihadapanku para lelaki yang diridlai, diantara mereka adalah [Umar], dan yang paling aku ridlai di sisiku adalah Umar, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada shalat setelah shalat shubuh sampai terbit matahari, dan tidak ada shalat setelah shalat ashar sampai tenggelam matahari."]]]

Hadits Ahmad 126

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَكَبَّ عَلَى الرُّكْنِ فَقَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْ لَمْ أَرَ حَبِيبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَكَ وَاسْتَلَمَكَ مَا اسْتَلَمْتُكَ وَلَا قَبَّلْتُكَ وَ { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ }

Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adl batu, seandainya aku tak melihat kekasihku mencium & mengusapmu pasti aku tak akan mengusap & menciummu, & sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yg baik. [HR. Ahmad No.126].

Hadits Ahmad No.126 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Utsman Bin Khutsaim] dari [Sa'id Bin Jubair] dari [Ibu Abbas] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] mencium hajar Aswad kemudian berkata; "Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu, seandainya aku tidak melihat kekasihku shallallahu 'alaihi wasallam mencium dan mengusapmu pasti aku tidak akan mengusap dan menciummu, dan sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik."]]]

Hadits Ahmad 127

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَنْبَأَنَا عَمَّارُ بْنُ أَبِي عَمَّارٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي يَدِ رَجُلٍ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ أَلْقِ ذَا فَأَلْقَاهُ فَتَخَتَّمَ بِخَاتَمٍ مِنْ حَدِيدٍ فَقَالَ ذَا شَرٌّ مِنْهُ فَتَخَتَّمَ بِخَاتَمٍ مِنْ فِضَّةٍ فَسَكَتَ عَنْهُ

Buang (benda) itu! maka dia membuangnya, kemudian dia memakai cincin yg terbuat dari besi, maka beliau bersabda:
Ini lebih buruk dari yg itu kemudian dia memakai cincin yg terbuat dari perak maka beliau mendiamkannya. [HR. Ahmad No.127].

Hadits Ahmad No.127 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah memberitakan kepada kami ['Ammar Bin Abu 'Ammar] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat cincin dari emas ditangan seorang laki laki, kemudian beliau berkata: "Buang (benda) itu!" maka dia membuangnya, kemudian dia memakai cincin yang terbuat dari besi, maka beliau bersabda: "Ini lebih buruk dari yang itu" kemudian dia memakai cincin yang terbuat dari perak maka beliau mendiamkannya.]]]

Hadits Ahmad 128

حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زَائِدَةُ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ وَحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَمَّا قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ الْأَنْصَارُ مِنَّا أَمِيرٌ وَمِنْكُمْ أَمِيرٌ فَأَتَاهُمْ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَمَرَ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنْ يَؤُمَّ النَّاسَ فَأَيُّكُمْ تَطِيبُ نَفْسُهُ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَتْ الْأَنْصَارُ نَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ نَتَقَدَّمَ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami orang-orang, maka siapakah yg tenang jiwanya untuk mendahului Abu Bakar?
Maka orang-orang Anshar menjawab; Kami berlindung kepada Allah dari mendahului Abu Bakar. [HR. Ahmad No.128].

Hadits Ahmad No.128 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah Bin 'Amru] Telah menceritakan kepada kami [Za`idah] Telah menceritakan kepada kami ['Ashim] dan [Husain Bin Ali], dari [Za`idah] dari ['Ashim] dari [Zirr] dari [Abdullah] dia berkata; ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat, orang-orang Anshar berkata; "Dari kalangan kami ada pemimpin dan dari kalangan kalian ada pemimpin." Maka [Umar] mendatangi mereka dan berkata; "Wahai sekalian kaum Anshar, bukankah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami orang-orang, maka siapakah yang tenang jiwanya untuk mendahului Abu Bakar?" Maka orang-orang Anshar menjawab; "Kami berlindung kepada Allah dari mendahului Abu Bakar."]]]

Hadits Ahmad 129

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ رَأَى رَجُلًا تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى ظَهْرِ قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ فَرَجَعَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ صَلَّى

Kembalilah & sempurnakan wudlumu. maka dia kembali & berwudlu kemudian shalat. [HR. Ahmad No.129].

Hadits Ahmad No.129 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Musa Bin Daud] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] mengabarkan kepadanya, bahwa dia melihat seorang lelaki berwudlu untuk shalat, kemudian meninggalkan sebesar kuku di atas telapak kakinya, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihatnya, beliau bersabda: "Kembalilah dan sempurnakan wudlumu." maka dia kembali dan berwudlu kemudian shalat.]]]

Hadits Ahmad 130

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ رَافِعٍ الطَّاطَرِيُّ بَصْرِيٌّ حَدَّثَنِي أَبُو يَحْيَى رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ عَنْ فَرُّوخَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَرَأَى طَعَامًا مَنْثُورًا فَقَالَ مَا هَذَا الطَّعَامُ فَقَالُوا طَعَامٌ جُلِبَ إِلَيْنَا قَالَ بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ وَفِيمَنْ جَلَبَهُ قِيلَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ فَإِنَّهُ قَدْ احْتُكِرَ قَالَ وَمَنْ احْتَكَرَهُ قَالُوا فَرُّوخُ مَوْلَى عُثْمَانَ وَفُلَانٌ مَوْلَى عُمَرَ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِمَا فَدَعَاهُمَا فَقَالَ مَا حَمَلَكُمَا عَلَى احْتِكَارِ طَعَامِ الْمُسْلِمِينَ قَالَا يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ نَشْتَرِي بِأَمْوَالِنَا وَنَبِيعُ فَقَالَ عُمَرُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ احْتَكَرَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ طَعَامَهُمْ ضَرَبَهُ اللَّهُ بِالْإِفْلَاسِ أَوْ بِجُذَامٍ فَقَالَ فَرُّوخُ عِنْدَ ذَلِكَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أُعَاهِدُ اللَّهَ وَأُعَاهِدُكَ أَنْ لَا أَعُودَ فِي طَعَامٍ أَبَدًا وَأَمَّا مَوْلَى عُمَرَ فَقَالَ إِنَّمَا نَشْتَرِي بِأَمْوَالِنَا وَنَبِيعُ قَالَ أَبُو يَحْيَى فَلَقَدْ رَأَيْتُ مَوْلَى عُمَرَ مَجْذُومًا

Barangsiapa menimbun harta kaum muslimin maka Allah akan menimpakan kepadanya kebangkrutan atau penyakit kusta, maka Farrukh ketika itu berkata; Wahai Amirul Mukminin, aku berjanji kepada Allah & kepadamu untuk tak akan mengulangi menimbun makanan selamanya. Adapun hamba sahaya Umar dia berkata; Hanyasannya kami membeli dgn harta kami & menjual. Abu yahya berkata; Maka sungguh aku melihat hamba sahaya Umar terkena penyakit kusta. [HR. Ahmad No.130].

Hadits Ahmad No.130 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id budak Bani Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Al Haitsam Bin Rafi' Ath Thathari orang Bashrah] Telah menceritakan kepadaku [Abu Yahya seorang lelaki penduduk Makkah] dari [Farrukh hamba sahaya Utsman], bahwa [Umar] pada saat menjadi Amirul Mukminin, dia keluar menuju masjid kemudian melihat makanan berserakan, maka dia bertanya; "Makanan apa ini?" Mereka menjawab; "Makanan yang di datangkan kepada kami, " maka dia berkata; "Semoga Allah memberkahi makanan ini dan orang yang mendatangkannya, " kemudian ada yang berkata; "Wahai Amirul Mukminin, makanan itu telah ditimbun, " Umar bertanya; "Siapa yanga telah menimbunnya?" Mereka menjawab; "Farrukh hamba sahaya Utsman dan Fulan hamba sahaya Umar, " maka Umar mengutus utusan untuk memanggil keduanya, kemudian dia berkata; "Apa yang mendorong kalian berdua untuk menimbun makanan kaum muslimin?" Keduanya menjawab; "Wahai Amirul Mukminin, kami membeli dengan harta kami dan menjual." Maka Umar menjawab; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menimbun harta kaum muslimin maka Allah akan menimpakan kepadanya kebangkrutan atau penyakit kusta, " maka Farrukh ketika itu berkata; "Wahai Amirul Mukminin, aku berjanji kepada Allah dan kepadamu untuk tidak akan mengulangi menimbun makanan selamanya." Adapun hamba sahaya Umar dia berkata; "Hanyasannya kami membeli dengan harta kami dan menjual." Abu yahya berkata; "Maka sungguh aku melihat hamba sahaya Umar terkena penyakit kusta."]]]

Hadits Ahmad 131

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَنْبَأَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنَا سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِينِي الْعَطَاءَ فَأَقُولُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي حَتَّى أَعْطَانِي مَرَّةً مَالًا فَقُلْتُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْهُ فَتَمَوَّلْهُ وَتَصَدَّقْ بِهِ فَمَا جَاءَكَ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلَا سَائِلٍ فَخُذْهُ وَمَا لَا فَلَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِينِي الْعَطَاءَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

Ambillah & kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yg datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tak mengharapkannya & tak meminta-mintanya maka ambillah, & apabila tak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu. Telah menceritakan kepada kami Harun Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab Telah menceritakan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Salim dari Bapaknya dia berkata; aku mendengar Umar berkata; Rasulullah memberiku sebuah pemberian, kemudian dia menyebutkan makna hadits. [HR. Ahmad No.131].

Hadits Ahmad No.131 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Yaman] telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] Telah menceritakan kepada kami [Salim Bin Abdullah] bahwa [Abdullah Bin Umar] berkata; aku mendengar [Umar] berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberiku sebuah pemberian, maka aku berkata; "Berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang aku." Sampai suatu ketika beliau memberiku harta dan aku berkata; "Berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang aku." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ambillah dan kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yang datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta-mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu." Telah menceritakan kepada kami [Harun] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] Telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [Bapaknya] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberiku sebuah pemberian, " kemudian dia menyebutkan makna hadits.]]]

Hadits Ahmad 132

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي بُكَيْرٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ هَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ قُلْتُ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفِيمَ

Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?
Aku menjawab; Tidak apa-apa hal itu. Kemudian Rasulullah bersabda:
Maka dimana masalahnya? [HR. Ahmad No.132].

Hadits Ahmad No.132 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Bukair] dari [Abdul Malik Bin Sa'id Al Anshari] dari [Jabir Bin Abdullah] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; pada suatu hari aku rindu dan hasratku muncul kemudian aku mencium padahal sedang berpuasa, maka aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan aku berkata; "Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium padahal sedang berpuasa" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?" Aku menjawab; "Tidak apa-apa hal itu." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maka dimana masalahnya?"]]]

Hadits Ahmad 133

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا دَاوُدُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ أَنَّهُ قَالَ أَتَيْتُ الْمَدِينَةَ فَوَافَيْتُهَا وَقَدْ وَقَعَ فِيهَا مَرَضٌ فَهُمْ يَمُوتُونَ مَوْتًا ذَرِيعًا فَجَلَسْتُ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَمَرَّتْ بِهِ جَنَازَةٌ فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا خَيْرًا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِأُخْرَى فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا خَيْرًا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِالثَّالِثَةِ فَأُثْنِيَ عَلَيْهَا شَرًّا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ فَقَالَ أَبُو الْأَسْوَدِ مَا وَجَبَتْ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ قُلْتُ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا مُسْلِمٍ شَهِدَ لَهُ أَرْبَعَةٌ بِخَيْرٍ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ قَالَ فَقُلْنَا وَثَلَاثَةٌ قَالَ فَقَالَ وَثَلَاثَةٌ قَالَ قُلْنَا وَاثْنَانِ قَالَ وَاثْنَانِ قَالَ ثُمَّ لَمْ نَسْأَلْهُ عَنْ الْوَاحِدِ

Orang muslim siapa saja yg disaksikan oleh empat orang dgn kebaikan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Syurga aku bertanya; Bagaiman jika tiga orang?
Beliau menjawab: Juga tiga orang aku bertanya lagi; Bagaiman jika dua orang?
Beliau menjawab; Juga dua orang. Kemudian kami tak menanyakannya bagaimana jika satu orang. [HR. Ahmad No.133].

Hadits Ahmad No.133 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yunus Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Daud yaitu Ibnu Abil Furath] dari [Abdullah Bin Buraidah] dari [Abul Aswad] bahwa dia berkata; aku datang ke Madinah, setibanya aku di sana rupanya sedang terjadi wabah penyakit, orang-orang meninggal dalam keadaan menyedihkan, maka ketika aku duduk di sisi [Umar Bin Al Khaththab], lewatlah jenazah kemudian si mayit dipuji dengan kebaikan, maka Umar berkata; "wajib" kemudian jenazah lain lewat dan mayit dipuji dengan kebaikan, maka Umar berkata; "wajib" kemudian jenazah ketiga lewat dan mayit tersebut dibeberkan keburukannya, maka Umar berkata; "wajib" akhirnya Abul Aswad bertanya; "Apa artinya wajib wahai Amirul Mukminin?" Umar menjawab; "Aku berkata sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Orang muslim siapa saja yang disaksikan oleh empat orang dengan kebaikan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Syurga" aku bertanya; "Bagaiman jika tiga orang?" Beliau menjawab: "Juga tiga orang" aku bertanya lagi; "Bagaiman jika dua orang?" Beliau menjawab; "Juga dua orang." Kemudian kami tidak menanyakannya bagaimana jika satu orang."]]]

Hadits Ahmad 134

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا بُكَيْرٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عُمَرَ قَالَ غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ وَالْفَتْحَ فِي رَمَضَانَ فَأَفْطَرْنَا فِيهِمَا

Kami berperang bersama Rasulullah pada bulan Ramadlan, & pada penaklukan kota Makkah di bulan Ramadlan, & kami berbuka pada kedua kejadian itu. [HR. Ahmad No.134].

Hadits Ahmad No.134 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Bukair] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Umar] dia berkata; "Kami berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada bulan Ramadlan, dan pada penaklukan kota Makkah di bulan Ramadlan, dan kami berbuka pada kedua kejadian itu."]]]

Hadits Ahmad 135

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا الْمُثَنَّى بْنُ عَوْفٍ الْعَنَزِيُّ بَصْرِيٌّ قَالَ أَنْبَأَنَا الْغَضْبَانُ بْنُ حَنْظَلَةَ أَنَّ أَبَاهُ حَنْظَلَةَ بْنَ نُعَيْمٍ وَفَدَ إِلَى عُمَرَ فَكَانَ عُمَرُ إِذَا مَرَّ بِهِ إِنْسَانٌ مِنْ الْوَفْدِ سَأَلَهُ مِمَّنْ هُوَ حَتَّى مَرَّ بِهِ أَبِي فَسَأَلَهُ مِمَّنْ أَنْتَ فَقَالَ مِنْ عَنَزَةَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حَيٌّ مِنْ هَاهُنَا مَبْغِيٌّ عَلَيْهِمْ مَنْصُورُونَ

Kampung dari daerah ini selalu ditolong jika dizhalimi. [HR. Ahmad No.135].

Hadits Ahmad No.135 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id budak Bani Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Al Mutsanna Bin 'Auf Al 'Anazi orang Bashrah] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Al Ghadlban Bin Hanzhalah] bahwa bapaknya yaitu Hanzhalah Bin Nu'aim menjadi utusan menghadap kepada Umar, dan [Umar] apabila dikunjungi oleh seorang utusan dia bertanya kepada orang tersebut; "Dari utusan mana dia" sampai akhirnya tibalah giliran bapakku dan dia bertanya kepadanya; "Dari utusan mana kamu?" Maka dia menjawab; "Dari 'Anazah" maka dia berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kampung dari daerah ini selalu ditolong jika dizhalimi."]]]

Hadits Ahmad 136

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَعْمَرٍ أَنَّهُ سَأَلَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ عَنْ الصِّيَامِ فِي السَّفَرِ فَحَدَّثَهُ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَتَيْنِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ يَوْمَ بَدْرٍ وَيَوْمَ الْفَتْحِ فَأَفْطَرْنَا فِيهِمَا

Kami berperang bersama Rasulullah sebanyak dua kali pada bulan Ramadlan, yaitu perang Badar & penaklukan kota Makkah, kemudian kami berbuka pada perang tersebut. [HR. Ahmad No.136].

Hadits Ahmad No.136 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Abu Habib] dari [Ma'mar] bahwa dia bertanya kepada [Sa'id Bin Musayyib] tentang berpuasa ketika bepergian, maka dia menceritakan kepadanya dari [Umar Bin Al Khaththab], bahwa dia berkata; "Kami berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebanyak dua kali pada bulan Ramadlan, yaitu perang Badar dan penaklukan kota Makkah, kemudian kami berbuka pada perang tersebut."]]]

Hadits Ahmad 137

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا دَيْلَمُ بْنُ غَزْوَانَ عَبْدِيٌّ حَدَّثَنَا مَيْمُونٌ الْكُرْدِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

Sesungguhnya yg paling aku takuti dari ummatku adl setiap munafiq yg pandai bersilat lidah. [HR. Ahmad No.137].

Hadits Ahmad No.137 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Dailam Bin Ghazwan] seorang abd, Telah menceritakan kepada kami [Maimun Al Kurdi] Telah menceritakan kepadaku [Abu Utsman An Nahdi] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takuti dari ummatku adalah setiap munafiq yang pandai bersilat lidah."]]]

Hadits Ahmad 138

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَائِدَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ كَانَ مَعَ مَسْلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ فِي أَرْضِ الرُّومِ فَوُجِدَ فِي مَتَاعِ رَجُلٍ غُلُولٌ فَسَأَلَ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ وَجَدْتُمْ فِي مَتَاعِهِ غُلُولًا فَأَحْرِقُوهُ قَالَ وَأَحْسَبُهُ قَالَ وَاضْرِبُوهُ قَالَ فَأَخْرَجَ مَتَاعَهُ فِي السُّوقِ قَالَ فَوَجَدَ فِيهِ مُصْحَفًا فَسَأَلَ سَالِمًا فَقَالَ بِعْهُ وَتَصَدَّقْ بِثَمَنِهِ

Barangsiapa kalian dapati dalam hartanya ada barang Ghulul maka bakarlah. Umar berkata; Aku mengira beliau berkata:
Dan pukullah Shalih berkata; Kemudian Maslamah mengeluarkan harta lelaki tersebut ke pasar. Shalih berkata; Dan dia menemukan Mushaf ada didalamnya, kemudian dia bertanya kepada Salim, & dia menjawab; Juallah & sedekahkan hasilnya. [HR. Ahmad No.138].

Hadits Ahmad No.138 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Shalih Bin Muhammad Bin Za`idah] dari [Salim Bin Abdullah] bahwa dia bersama Maslamah Bin Abdul Malik di bumi Romawi, kemudian ditemukan pada harta seorang lelaki ghulul (barang curian dari harta rampasan perang), maka Maslamah Bin Abdul Malik bertanya kepada Salim Bin Abdullah, Salim Bin Abdullah menjawab; Telah menceritakan kepadaku [Abdullah] dari [Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa kalian dapati dalam hartanya ada barang Ghulul maka bakarlah." Umar berkata; "Aku mengira beliau berkata: "Dan pukullah" Shalih berkata; "Kemudian Maslamah mengeluarkan harta lelaki tersebut ke pasar." Shalih berkata; "Dan dia menemukan Mushaf ada didalamnya, kemudian dia bertanya kepada Salim, dan dia menjawab; "Juallah dan sedekahkan hasilnya."]]]

Hadits Ahmad 139

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ وَحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ خَمْسٍ مِنْ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَسُوءِ الْعُمُرِ

berlindung dari lima hal; dari sifat bakhil, pengecut, fitnatush shadr (meninggal sebelum tobat), siksa qubur & umur yg buruk. [HR. Ahmad No.139].

Hadits Ahmad No.139 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] dan [Husain Bin Muhammad] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dari [Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berlindung dari lima hal; "dari sifat bakhil, pengecut, fitnatush shadr (meninggal sebelum tobat), siksa qubur dan umur yang buruk."]]]

Hadits Ahmad 140

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَطَاءَ بْنَ دِينَارٍ عَنْ أَبِي يَزِيدَ الْخَوْلَانِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الشُّهَدَاءُ ثَلَاثَةٌ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الْإِيمَانِ لَقِيَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ حَتَّى قُتِلَ فَذَلِكَ الَّذِي يَرْفَعُ إِلَيْهِ النَّاسُ أَعْنَاقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأْسَهُ حَتَّى وَقَعَتْ قَلَنْسُوَتُهُ أَوْ قَلَنْسُوَةُ عُمَرَ وَرَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الْإِيمَانِ لَقِيَ الْعَدُوَّ فَكَأَنَّمَا يُضْرَبُ جِلْدُهُ بِشَوْكِ الطَّلْحِ أَتَاهُ سَهْمٌ غَرْبٌ فَقَتَلَهُ هُوَ فِي الدَّرَجَةِ الثَّانِيَةِ وَرَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الْإِيمَانِ خَلَطَ عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا لَقِيَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ حَتَّى قُتِلَ فَذَلِكَ فِي الدَّرَجَةِ الثَّالِثَةِ

Orang yg mati syahid itu ada tiga orang; seorang lelaki mukmin yg bagus keimanannya bertemu dgn musuh kemudian dia berlaku jujur kepada Allah hingga terbunuh, maka pada hari Kiamat orang-orang akan melongokkan lehernya untuk melihat kepadanya, & Rasulullah juga melongokkan lehernya, sampai kopyah beliau terjatuh atau kopyah Umar terjatuh, Dan seorang lelaki mukmin yg bagus keimanannya bertemu dgn musuh seakan akan kulitnya dipukul dgn duri pohon, dia tertembus oleh panah yg nyasar kemudian terbunuh, maka dia di syurga berada di tingkat ke dua. Dan seorang lelaki mukmin yg bagus keimanannya yg amal shalihnya bercampur dgn amal keburukan dia bertemu dgn musuh kemudian berlaku jujur kepada Allah sampai tebunuh maka dia di syurga berada di tingkat ke tiga. [HR. Ahmad No.140].

Hadits Ahmad No.140 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dia berkata; aku mendengar ['Atho` Bin Dinar] dari [Abu Yazid Al Khaulani] bahwa dia mendengar [Fadlalah Bin 'Ubaid] berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang mati syahid itu ada tiga orang; seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya bertemu dengan musuh kemudian dia berlaku jujur kepada Allah hingga terbunuh, maka pada hari Kiamat orang-orang akan melongokkan lehernya untuk melihat kepadanya, " dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga melongokkan lehernya, sampai kopyah beliau terjatuh atau kopyah Umar terjatuh, "Dan seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya bertemu dengan musuh seakan akan kulitnya dipukul dengan duri pohon, dia tertembus oleh panah yang nyasar kemudian terbunuh, maka dia di syurga berada di tingkat ke dua. Dan seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya yang amal shalihnya bercampur dengan amal keburukan dia bertemu dengan musuh kemudian berlaku jujur kepada Allah sampai tebunuh maka dia di syurga berada di tingkat ke tiga."]]]

Hadits Ahmad 141

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُقَادُ وَالِدٌ مِنْ وَلَدٍ

Seorang bapak tak di qishash dari anaknya. [HR. Ahmad No.141].

Hadits Ahmad No.141 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang bapak tidak di qishash dari anaknya."]]]

Hadits Ahmad 142

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرِثُ الْمَالَ مَنْ يَرِثُ الْوَلَاءَ

Orang yg mewarisi harta dia juga mewarisi wala` (hamba sahaya). [HR. Ahmad No.142].

Hadits Ahmad No.142 Secara Lengkap

[[[(Masih dari jalur periwayatan yang sama dari [Umar bin Khattab]). Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersbada: "Orang yang mewarisi harta dia juga mewarisi wala` (hamba sahaya)."]]]

Hadits Ahmad 143

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُقَادُ لِوَلَدٍ مِنْ وَالِدِهِ

Anak tak diqishash dari bapaknya. [HR. Ahmad No.143].

Hadits Ahmad No.143 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasan] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [Abdullah Bin 'Amru], dia berkata; [Umar Bin Al Khaththab] berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Anak tidak diqishash dari bapaknya."]]]

Hadits Ahmad 144

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ شُرَحْبِيلَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً

Aku melihat Rasulullah berwudlu satu kali satu kali. [HR. Ahmad No.144].

Hadits Ahmad No.144 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasan] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Adl Dlahhak Bin Syurahbil] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa dia berkata; "Aku melihat Rasulullah berwudlu satu kali satu kali."]]]

Hadits Ahmad 145

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي يَزِيدَ الْخَوْلَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الشُّهَدَاءُ أَرْبَعَةٌ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الْإِيمَانِ لَقِيَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ فَقُتِلَ فَذَلِكَ الَّذِي يَنْظُرُ النَّاسُ إِلَيْهِ هَكَذَا وَرَفَعَ رَأْسَهُ حَتَّى سَقَطَتْ قَلَنْسُوَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَلَنْسُوَةُ عُمَرَ وَالثَّانِي رَجُلٌ مُؤْمِنٌ لَقِيَ الْعَدُوَّ فَكَأَنَّمَا يُضْرَبُ ظَهْرُهُ بِشَوْكِ الطَّلْحِ جَاءَهُ سَهْمٌ غَرْبٌ فَقَتَلَهُ فَذَاكَ فِي الدَّرَجَةِ الثَّانِيَةِ وَالثَّالِثُ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ خَلَطَ عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا لَقِيَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى قُتِلَ قَالَ فَذَاكَ فِي الدَّرَجَةِ الثَّالِثَةِ وَالرَّابِعُ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ أَسْرَفَ عَلَى نَفْسِهِ إِسْرَافًا كَثِيرًا لَقِيَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ حَتَّى قُتِلَ فَذَاكَ فِي الدَّرَجَةِ الرَّابِعَةِ

Para Syuhada itu ada empat orang; seorang lelaki mukmin yg bagus keimananannya bertemu dgn musuh & ia berlaku jujur kepada Allah kemudian terbunuh, itulah orang yg dilihat oleh manusia begini, & Rasulullah mengangkat kepalanya ke atas hingga kopyah Rasulullah terjatuh atau kopyahnya Umar; Yang kedua adl seorang lelaki mukmin bertemu dgn musuh seakan akan punggungnya dipukul dgn duri pohon, dia tertembus panah yg nyasar kemudian ia terbunuh, itulah orang yg berada di tingkatan kedua, & yg ketiga seorang lelaki mukmin yg mencampur amal perbuatan shalihnya dgn amal kejelekannya kemudian bertemu dgn musuh & ia berlaku jujur kepada Allah 'azza wajalla hingga terbunuh, Rasulullah berkata:
Itulah orang yg berada di tingkatan ketiga, & yg keempat seorang lelaki mukmin yg telah banyak berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri kemudian bertemu dgn musuh & ia berlaku jujur kepada Allah hingga terbunuh maka itulah orang yg berada di tingkatan keempat. [HR. Ahmad No.145].

Hadits Ahmad No.145 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari ['Atho` Bin Dinar] dari [Abu Yazid Al Khaulani] dia berkata; aku mendengar [Fadlalah Bin 'Ubaid] berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Para Syuhada itu ada empat orang; seorang lelaki mukmin yang bagus keimananannya bertemu dengan musuh dan ia berlaku jujur kepada Allah kemudian terbunuh, itulah orang yang dilihat oleh manusia begini, " dan Rasulullah mengangkat kepalanya ke atas hingga kopyah Rasulullah terjatuh atau kopyahnya Umar; "Yang kedua adalah seorang lelaki mukmin bertemu dengan musuh seakan akan punggungnya dipukul dengan duri pohon, dia tertembus panah yang nyasar kemudian ia terbunuh, itulah orang yang berada di tingkatan kedua, dan yang ketiga seorang lelaki mukmin yang mencampur amal perbuatan shalihnya dengan amal kejelekannya kemudian bertemu dengan musuh dan ia berlaku jujur kepada Allah 'azza wajalla hingga terbunuh, " Rasulullah berkata: "Itulah orang yang berada di tingkatan ketiga, dan yang keempat seorang lelaki mukmin yang telah banyak berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri kemudian bertemu dengan musuh dan ia berlaku jujur kepada Allah hingga terbunuh maka itulah orang yang berada di tingkatan keempat."]]]

Hadits Ahmad 146

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْغَافِقِيُّ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ تَوَضَّأَ عَامَ تَبُوكَ وَاحِدَةً وَاحِدَةً

beliau berwudlu pada perang Tabuk satu kali satu kali. [HR. Ahmad No.146].

Hadits Ahmad No.146 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ghailan] Telah menceritakan kepada kami [Risydin Bin Sa'd] Telah menceritakan kepadaku [Abu Abdullah Al Ghafiqi] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau berwudlu pada perang Tabuk satu kali satu kali."]]]

Hadits Ahmad 147

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَيَخْرُجُ أَهْلُ مَكَّةَ ثُمَّ لَا يَعْبُرُ بِهَا أَوْ لَا يَعْرِفُهَا إِلَّا قَلِيلٌ ثُمَّ تَمْتَلِئُ وَتُبْنَى ثُمَّ يَخْرُجُونَ مِنْهَا فَلَا يَعُودُونَ فِيهَا أَبَدًا

Penduduk Makkah akan keluar kemudian tak melewatinya atau tak mengetahuinya kecuali hanya orang sedikit, kemudian akan penuh & di bangun kemudian mereka akan keluar darinya & tak akan kembali selamanya. [HR. Ahmad No.147].

Hadits Ahmad No.147 Secara Lengkap

[[[Telah bercerita kepada kami [Hasan] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penduduk Makkah akan keluar kemudian tidak melewatinya atau tidak mengetahuinya kecuali hanya orang sedikit, kemudian akan penuh dan di bangun kemudian mereka akan keluar darinya dan tidak akan kembali selamanya."]]]

Hadits Ahmad 148

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا تَوَضَّأَ لِصَلَاةِ الظُّهْرِ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى ظَهْرِ قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ فَرَجَعَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ صَلَّى

Ulangi! Dan sempurnakan wudlumu kemudian orang tersebut mengulangi wudlunya kemudian shalat. [HR. Ahmad No.148].

Hadits Ahmad No.148 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] telah memberitakan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang lelaki berwudlu untuk shalat dzuhur, kemudian meninggalkan (tidak membasuh) di bagian kakinya sebesar kuku, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihatnya dan berkata: "Ulangi! Dan sempurnakan wudlumu" kemudian orang tersebut mengulangi wudlunya kemudian shalat."]]]

Hadits Ahmad 149

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ زَعَمَ الزُّهْرِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa Bin Maryam, aku hanyalah hamba Allah & Rasul-Nya. [HR. Ahmad No.149].

Hadits Ahmad No.149 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dia berkata; [Az Zuhri] telah menganggap (meriwayatkan) dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] dari [Ibnu Abbas] dari [Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa Bin Maryam, aku hanyalah hamba Allah dan Rasul-Nya."]]]

Hadits Ahmad 150

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَارٍ بِمَكَّةَ { وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا } قَالَ كَانَ إِذَا صَلَّى بِأَصْحَابِهِ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ قَالَ فَلَمَّا سَمِعَ ذَلِكَ الْمُشْرِكُونَ سَبُّوا الْقُرْآنَ وَمَنْ أَنْزَلَهُ وَمَنْ جَاءَ بِهِ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ } أَيْ بِقِرَاءَتِكَ فَيَسْمَعَ الْمُشْرِكُونَ فَيَسُبُّوا الْقُرْآنَ { وَلَا تُخَافِتْ بِهَا } عَنْ أَصْحَابِكَ فَلَا تُسْمِعُهُمْ الْقُرْآنَ حَتَّى يَأْخُذُوهُ عَنْكَ { وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا }

shalat mengimami para sahabatnya beliau mengeraskan bacaan Al Qur'an, maka ketika orang-orang musyrik mendengar bacaan itu, mereka mencaci Al Qur'an, Dzat yg menurunkannya & Nabi yg membawanya, maka Allah berfirman kepada Nabi-Nya : Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu. Maksudnya bacaanmu sehingga terdengar oleh orang-orang musyrik; Dan janganlah pula merendahkannya, dari para sahabatmu sehingga Al Qur'an tak terdengar oleh mereka supaya mereka mengambilnya darimu, & lakukanlah diantara keduanya. [HR. Ahmad No.150].

Hadits Ahmad No.150 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Sa'id Bin Jubair] Dari [Ibnu Abbas] dia berkata; ayat ini turun ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersembunyi di Makkah; "Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya, " (QS Al Isro' ayat 110), Ibnu Abbas berkata; sebelumnya, apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat mengimami para sahabatnya beliau mengeraskan bacaan Al Qur'an, maka ketika orang-orang musyrik mendengar bacaan itu, mereka mencaci Al Qur'an, Dzat yang menurunkannya dan Nabi yang membawanya, maka Allah berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam: "Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu." Maksudnya bacaanmu sehingga terdengar oleh orang-orang musyrik; "Dan janganlah pula merendahkannya, " dari para sahabatmu sehingga Al Qur'an tidak terdengar oleh mereka supaya mereka mengambilnya darimu, dan lakukanlah diantara keduanya."]]]

Hadits Ahmad 151

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مِهْرَانَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ خَطَبَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ هُشَيْمٌ مَرَّةً خَطَبَنَا فَحَمِدَ اللَّهَ تَعَالَى وَأَثْنَى عَلَيْهِ فَذَكَرَ الرَّجْمَ فَقَالَ لَا تُخْدَعُنَّ عَنْهُ فَإِنَّهُ حَدٌّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ تَعَالَى أَلَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ رَجَمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ وَلَوْلَا أَنْ يَقُولَ قَائِلُونَ زَادَ عُمَرُ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَا لَيْسَ مِنْهُ لَكَتَبْتُهُ فِي نَاحِيَةٍ مِنْ الْمُصْحَفِ شَهِدَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ هُشَيْمٌ مَرَّةً وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ وَفُلَانٌ وَفُلَانٌ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ رَجَمَ وَرَجَمْنَا مِنْ بَعْدِهِ أَلَا وَإِنَّهُ سَيَكُونُ مِنْ بَعْدِكُمْ قَوْمٌ يُكَذِّبُونَ بِالرَّجْمِ وَبِالدَّجَّالِ وَبِالشَّفَاعَةِ وَبِعَذَابِ الْقَبْرِ وَبِقَوْمٍ يُخْرَجُونَ مِنْ النَّارِ بَعْدَمَا امْتَحَشُوا

melaksanakan hukum rajam & kami melaksanakan hukum rajam setelah Rasulullah, ketahuilah bahwa akan ada setelah kalian suatu kaum yg mengingkari adanya hukum rajam, adanya Dajjal, Syafa'at, adzab Qubur & adanya kaum yg dikeluarkan dari api neraka setelah mereka menjadi gosong. [HR. Ahmad No.151].

Hadits Ahmad No.151 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Ali Bin Zaid] dari [Yusuf Bin Mihran] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; [Umar berkhutbah], -Husyaim berkata; suatu ketika Umar berkhutbah kepada kami- lalu memuji dan mensucikan Allah Ta'ala kemudian menyebutkan hukum rajam, dan berkata; "Janganlah kalian tertipu olehnya, karena sesungguhnya itu adalah salah satu dari hukum Allah Ta'ala, ketahuilah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melaksanakan hukum rajam, maka kamipun melaksanakan hukum rajam setelahnya, seandainya (aku tidak khawatir) orang-orang akan mengatakan bahwa Umar menambah di dalam kitabullah apa yang bukan darinya, pasti aku akan tulis di bagian sudut mushaf, Umar Bin Khaththab telah bersaksi." Di lain kesempatan Husyaim berkata; [Abdurrahman Bin Auf], fulan dan fulan, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan hukum rajam dan kami melaksanakan hukum rajam setelah Rasulullah, ketahuilah bahwa akan ada setelah kalian suatu kaum yang mengingkari adanya hukum rajam, adanya Dajjal, Syafa'at, adzab Qubur dan adanya kaum yang dikeluarkan dari api neraka setelah mereka menjadi gosong."]]]

Hadits Ahmad 152

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَافَقْتُ رَبِّي فِي ثَلَاثٍ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ اتَّخَذْنَا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى فَنَزَلَتْ { وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى } وَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ نِسَاءَكَ يَدْخُلُ عَلَيْهِنَّ الْبَرُّ وَالْفَاجِرُ فَلَوْ أَمَرْتَهُنَّ أَنْ يَحْتَجِبْنَ فَنَزَلَتْ آيَةُ الْحِجَابِ وَاجْتَمَعَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِسَاؤُهُ فِي الْغَيْرَةِ فَقُلْتُ لَهُنَّ { عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ } قَالَ فَنَزَلَتْ كَذَلِكَ

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat (Q S Al Baqarah: 125). aku berkata; Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri istrimu didatangi oleh orang-orang baik & jahat, seandainya Engkau perintahkan kepada mereka supaya memakai hijab. Maka turunlah ayat hijab. Dan terakhir istri-istri Rasulullah serempak bersikap cemburu kepada beliau maka aku katakan kepada mereka; Jika nabi menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dgn isteri yg lebih baik daripada kalian dia berkata; Maka turunlah ayat seperti itu (QS At Tahrim: 5). [HR. Ahmad No.152].

Hadits Ahmad No.152 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] dia berkata; [Umar] berkata; aku telah menepati Rabbku dalam tiga hal; aku berkata; "Wahai Rasulullah seandainya kita menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, " maka turunlah ayat; "Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat" (Q S Al Baqarah: 125). aku berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri istrimu didatangi oleh orang-orang baik dan jahat, seandainya Engkau perintahkan kepada mereka supaya memakai hijab." Maka turunlah ayat hijab. Dan terakhir istri-istri Rasulullah serempak bersikap cemburu kepada beliau maka aku katakan kepada mereka; "Jika nabi menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kalian" dia berkata; "Maka turunlah ayat seperti itu (QS At Tahrim: 5)."]]]

Hadits Ahmad 153

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ هِشَامَ بْنَ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ فَقَرَأَ فِيهَا حُرُوفًا لَمْ يَكُنْ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْرَأَنِيهَا قَالَ فَأَرَدْتُ أَنْ أُسَاوِرَهُ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَلَمَّا فَرَغَ قُلْتُ مَنْ أَقْرَأَكَ هَذِهِ الْقِرَاءَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ كَذَبْتَ وَاللَّهِ مَا هَكَذَا أَقْرَأَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ أَقُودُهُ فَانْطَلَقْتُ بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ أَقْرَأْتَنِي سُورَةَ الْفُرْقَانِ وَإِنِّي سَمِعْتُ هَذَا يَقْرَأُ فِيهَا حُرُوفًا لَمْ تَكُنْ أَقْرَأْتَنِيهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ يَا هِشَامُ فَقَرَأَ كَمَا كَانَ قَرَأَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَكَذَا أُنْزِلَتْ ثُمَّ قَالَ اقْرَأْ يَا عُمَرُ فَقَرَأْتُ فَقَالَ هَكَذَا أُنْزِلَتْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْقُرْآنَ نَزَلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dgn tujuh huruf. [HR. Ahmad No.153].

Hadits Ahmad No.153 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la Bin Abdul A'la] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah Bin Az Zubair] dari [Al Miswar Bin Makhramah] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata; aku mendengar Hisyam Bin Hakim Bin Hizam membaca surat Al Furqan, kemudian dia membaca dengan bacaan yang tidak pernah dibacakan kepadanya oleh Nabiyullah, maka aku ingin menarik kepalanya sementara dia dalam shalat, maka ketika selesai shalat aku bertanya; "Siapa yang membacakan kepadamu bacaan seperti ini?" Dia menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Aku berkata; "Kamu berdusta, demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak membacakan seperti ini kepadamu." Kemudian aku memegang tangannya dan aku bawa dia menuju Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan aku katakan kepada beliau; "Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau bacakan kepada kami surat Al Furqon dan aku mendengar dia membaca surat Al Furqon dengan bacaan yang tidak engkau bacakan kepada kami." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah wahai Hisyam." Maka dia membaca sebagaimana dia membaca, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seperti ini dia diturunkan." Kemudian beliau bersabda: "Bacalah wahai Umar." Maka aku membaca, lalu beliau bersabda: "Seperti ini dia diturunkan." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf."]]]

Hadits Ahmad 154

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ عَنْ عُمَرَ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْتَوِي مَا يَجِدُ مَا يَمْلَأُ بِهِ بَطْنَهُ مِنْ الدَّقَلِ

perutnya melilit karena tak mendapatkan sesuatu yg dapat mengisi perutnya meski berupa kurma kering. [HR. Ahmad No.154].

Hadits Ahmad No.154 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Al Haitsam] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak Bin Harb] dari [An Nu'man Bin Basyir] dari [Umar] dia berkata; aku telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam perutnya melilit karena tidak mendapatkan sesuatu yang dapat mengisi perutnya meski berupa kurma kering."]]]

Hadits Ahmad 155

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ وَافَقْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فِي ثَلَاثٍ أَوْ وَافَقَنِي رَبِّي فِي ثَلَاثٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ اتَّخَذْتَ الْمَقَامَ مُصَلًّى قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى } وَقُلْتُ لَوْ حَجَبْتَ عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ فَإِنَّهُ يَدْخُلُ عَلَيْكَ الْبَرُّ وَالْفَاجِرُ فَأُنْزِلَتْ آيَةُ الْحِجَابِ قَالَ وَبَلَغَنِي عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ شَيْءٌ فَاسْتَقْرَيْتُهُنَّ أَقُولُ لَهُنَّ لَتَكُفُّنَّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ لَيُبْدِلَنَّهُ اللَّهُ بِكُنَّ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ حَتَّى أَتَيْتُ عَلَى إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ فَقَالَتْ يَا عُمَرُ أَمَا فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَعِظُ نِسَاءَهُ حَتَّى تَعِظَهُنَّ فَكَفَفْتُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ } الْآيَةَ

Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat, (QS Al Baqoroh ayat 125). Aku berkata; Wahai Rasulullah seandainya engkau pakaikan hijab kepada para Ummahatul mukminin (istri istri Rasulullah), karena orang yg datang kepadamu ada yg baik & ada yg jahat.'maka turunlah ayat hijab. Dia berkata; Dan terakhir telah sampai kepadaku berita dari Ummahatul Mukminin bahwa istri-istri Rasulullah serempak bersikap cemburu kepada beliau, maka aku katakan kepada mereka; Berhentilah kalian dari cemburu kepada Rasulullah , atau Allah benar benar akan mengganti kalian dgn para istri muslimah yg lebih baik dari kalian. Sehingga aku menemui salah seorang ummahatul Mukminin, lalu dia berkata; Wahai Umar, tak adakah nasehat dari Rasulullah untuk para istrinya sampai kamu menasehati mereka?
Maka akupun berhenti, kemudian Allah menurunkan ayat: Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dgn isteri yg lebih baik daripada kamu yg patuh, yg beriman, yg taat, yg bertaubat. (QS At Tahrim ayat 5). [HR. Ahmad No.155].

Hadits Ahmad No.155 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Humaid] dari [Anas] dia berkata; [Umar] berkata; aku telah menepati Rabbku atau Rabbku menyepakatiku dalam tiga hal; aku berkata; "Wahai Rasulullah, seandainya engkau menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, maka Allah menurunkan ayat; "Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat", (QS Al Baqoroh ayat 125). Aku berkata; "Wahai Rasulullah seandainya engkau pakaikan hijab kepada para Ummahatul mukminin (istri istri Rasulullah), karena orang yang datang kepadamu ada yang baik dan ada yang jahat.'maka turunlah ayat hijab. Dia berkata; "Dan terakhir telah sampai kepadaku berita dari Ummahatul Mukminin bahwa istri-istri Rasulullah serempak bersikap cemburu kepada beliau, maka aku katakan kepada mereka; "Berhentilah kalian dari cemburu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, atau Allah benar benar akan mengganti kalian dengan para istri muslimah yang lebih baik dari kalian." Sehingga aku menemui salah seorang ummahatul Mukminin, lalu dia berkata; "Wahai Umar, tidak adakah nasehat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk para istrinya sampai kamu menasehati mereka?" Maka akupun berhenti, kemudian Allah menurunkan ayat: "Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat." (QS At Tahrim ayat 5).]]]

Hadits Ahmad 156

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ أَنَّ يَحْيَى بْنَ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَهُ عَنْ عِكْرِمَةَ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِالْعَقِيقِ يَقُولُ أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتٍ مِنْ رَبِّي فَقَالَ صَلِّ فِي هَذَا الْوَادِي الْمُبَارَكِ وَقُلْ عُمْرَةٌ فِي حَجَّةٍ قَالَ الْوَلِيدُ يَعْنِي ذَا الْحُلَيْفَةِ

Tadi malam aku didatangi seseorang yg datang dari Rabbku & berkata; 'shalatlah di lembah yg diberkahi ini, & ucapkanlah; Umrah untuk haji' Walid berkata; Yaitu Dzulhulaifah. [HR. Ahmad No.156].

Hadits Ahmad No.156 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Al Walid Bin Muslim] Telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] bahwa [Yahya Bin Abi Katsir] telah bercerita kepadanya dari [Ikrimah budak Ibnu Abbas] dia berkata; aku mendengar [Ibnu Abbas] berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika berada di lembah Aqiq: "Tadi malam aku didatangi seseorang yang datang dari Rabbku dan berkata; 'shalatlah di lembah yang diberkahi ini, dan ucapkanlah; Umrah untuk haji'" Walid berkata; "Yaitu Dzulhulaifah."]]]

Hadits Ahmad 157

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ سَمِعَ مَالِكَ بْنَ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الذَّهَبُ بِالْوَرِقِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ

Emas (ditukar) dgn perak itu riba kecuali dgn tunai (kontan), gandum (ditukar) dgn gandum adl riba kecuali dgn tunai, kurma (ditukar) dgn kurma adl riba kecuali dgn tunai. [HR. Ahmad No.157].

Hadits Ahmad No.157 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dia mendengar [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] telah mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: -di kesempatan lain Sufyan berkata; "Umar mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: - "Emas (ditukar) dengan perak itu riba kecuali dengan tunai (kontan), gandum (ditukar) dengan gandum adalah riba kecuali dengan tunai, kurma (ditukar) dengan kurma adalah riba kecuali dengan tunai."]]]

Hadits Ahmad 158

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ سَمِعَ أَبَا عُبَيْدٍ قَالَ شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عُمَرَ فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ وَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ هَذَيْنِ الْيَوْمَيْنِ أَمَّا يَوْمُ الْفِطْرِ فَفِطْرُكُمْ مِنْ صَوْمِكُمْ وَأَمَّا يَوْمُ الْأَضْحَى فَكُلُوا مِنْ لَحْمِ نُسُكِكُمْ

melarang berpuasa pada dua hari ini, adapun hari Aidul fitri adl hari berbukanya kalian dari berpuasa, adapun hari Aidul Adlha makanlah daging kurban kalian. [HR. Ahmad No.158].

Hadits Ahmad No.158 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dia mendengar [Abu Ubaid] berkata; aku menghadiri shalat 'Aid bersama [Umar], kemudian dia memulai dengan shalat sebelum khutbah dan berkata; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang berpuasa pada dua hari ini, adapun hari Aidul fitri adalah hari berbukanya kalian dari berpuasa, adapun hari Aidul Adlha makanlah daging kurban kalian."]]]

Hadits Ahmad 159

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُولُوا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa putra Maryam, aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah hamba & Rasul-Nya. [HR. Ahmad No.159].

Hadits Ahmad No.159 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dari [Ibnu Abbas] dari [Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa putra Maryam, aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah hamba dan Rasul-Nya".]]]

Hadits Ahmad 160

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ أَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَنَامُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ يَتَوَضَّأُ وَيَنَامُ إِنْ شَاءَ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً لِيَتَوَضَّأْ وَلْيَنَمْ

Apakah salah seorang diantara kami boleh tidur padahal dia junub?
Nabi menjawab: Berwudlu kemudian tidur jika dia menghendaki. Dikesempatan lain Sufyan berkata; Supaya berwudlu kemudian tidur. [HR. Ahmad No.160].

Hadits Ahmad No.160 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah Bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Apakah salah seorang diantara kami boleh tidur padahal dia junub?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Berwudlu kemudian tidur jika dia menghendaki." Dikesempatan lain Sufyan berkata; "Supaya berwudlu kemudian tidur."]]]

Hadits Ahmad 161

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُمَرَ حَمَلَ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَرَآهَا أَوْ بَعْضَ نِتَاجِهَا يُبَاعُ فَأَرَادَ شِرَاءَهُ فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهُ فَقَالَ اتْرُكْهَا تُوَافِكَ أَوْ تَلْقَهَا جَمِيعًا وَقَالَ مَرَّتَيْنِ فَنَهَاهُ وَقَالَ لَا تَشْتَرِهِ وَلَا تَعُدْ فِي صَدَقَتِكَ

Tinggalkan kuda tersebut, niscaya akan cukup bagimu atau kamu serahkan semuanya Umar bertanya dua kali & Nabi melarangnya & beliau berkata:
Janganlah kamu membelinya & jangan kamu ambil kembali sedekahmu. [HR. Ahmad No.161].

Hadits Ahmad No.161 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] bahwa Umar menggunakan kuda di jalan Allah, kemudian dia melihatnya atau sebagian hasilnya, maka dia ingin membelinya, kemudian dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal itu, namun Nabi menjawab: "Tinggalkan kuda tersebut, niscaya akan cukup bagimu atau kamu serahkan semuanya" Umar bertanya dua kali dan Nabi melarangnya dan beliau berkata: "Janganlah kamu membelinya dan jangan kamu ambil kembali sedekahmu."]]]

Hadits Ahmad 162

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةً بَيْنَهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Iringilah antara haji & Umrah, karena mengikuti keduanya akan menghilangkan kefakiran & dosa, sebagaimana pandi besi membersihkan kotoran dari besi. [HR. Ahmad No.162].

Hadits Ahmad No.162 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [Abdullah Bin 'Amir Bin Rabi'ah] dia bercerita dari [Umar] yang di sandarkan kepada Nabi, dan Sufyan dalam kesempatan lain mengatakan; dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Iringilah antara haji dan Umrah, karena mengikuti keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana pandi besi membersihkan kotoran dari besi."]]]

Hadits Ahmad 163

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Perbuatan itu hanya tergantung pada niat, & setiap orang akan mendapatkan apa yg dia niatkan, barangsiapa Hijrahnya kepada Allah & RasulNya, maka hijrahnya akan menuju kepada Allah & RasulullahNya, & barangsiapa Hijrahnya untuk mendapatkan keduniaan atau untuk seorang wanita yg akan dinikahinya, maka Hijrahnya akan mendapatkan apa yg dia niatkan. [HR. Ahmad No.163].

Hadits Ahmad No.163 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Yahya] dari [Muhammad Bin Ibrahim At Taimi] dari ['Alqamah Bin Waqqash] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perbuatan itu hanya tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan, barangsiapa Hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya akan menuju kepada Allah dan RasulullahNya, dan barangsiapa Hijrahnya untuk mendapatkan keduniaan atau untuk seorang wanita yang akan dinikahinya, maka Hijrahnya akan mendapatkan apa yang dia niatkan."]]]

Hadits Ahmad 164

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدَةَ بْنِ أَبِي لُبَابَةَ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ الصُّبَيُّ بْنُ مَعْبَدٍ كُنْتُ رَجُلًا نَصْرَانِيًّا فَأَسْلَمْتُ فَأَهْلَلْتُ بِالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَسَمِعَنِي زَيْدُ بْنُ صُوحَانَ وَسَلْمَانُ بْنُ رَبِيعَةَ وَأَنَا أُهِلُّ بِهِمَا فَقَالَا لَهَذَا أَضَلُّ مِنْ بَعِيرِ أَهْلِهِ فَكَأَنَّمَا حُمِلَ عَلَيَّ بِكَلِمَتِهِمَا جَبَلٌ فَقَدِمْتُ عَلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِمَا فَلَامَهُمَا وَأَقْبَلَ عَلَيَّ فَقَالَ هُدِيتَ لِسُنَّةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُدِيتَ لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَبْدَةُ قَالَ أَبُو وَائِلٍ كَثِيرًا مَا ذَهَبْتُ أَنَا وَمَسْرُوقٌ إِلَى الصُّبَيِّ نَسْأَلُهُ عَنْهُ

Kamu telah mendapat petunjuk terhadap Sunah Nabi, kamu telah mendapat petunjuk terhadap Sunah Nabimu. Abdah berkata, Abu Wa`il berkata; Aku & Masruq sering datang kepada Shubay menanyakan tentang hal itu. [HR. Ahmad No.164].

Hadits Ahmad No.164 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Abdah Bin Abu Lubabah] dari [Abu Wa`il] dia berkata; [Shubay Bin Ma'bad] berkata; dulu aku adalah seorang Nasrani kemudian masuk Islam, lalu aku berniat melaksanakan haji dan Umrah, maka Zaid Bin Shuhan dan Salman Bin Rabi'ah mendengarku ketika aku sedang berniat untuk Haji dan Umrah, keduanya berkata; "Orang ini lebih sesat dari unta keluarganya." Maka seakan-akan aku memikul gunung akibat perkataan keduanya, kemudian aku datang kepada Umar dan menceritakan hal itu, lalu [Umar] mendatangi keduanya dan memarahi mereka, kemudian menemuiku dan berkata; "Kamu telah mendapat petunjuk terhadap Sunah Nabi, kamu telah mendapat petunjuk terhadap Sunah Nabimu." Abdah berkata, Abu Wa`il berkata; "Aku dan Masruq sering datang kepada Shubay menanyakan tentang hal itu."]]]

Hadits Ahmad 165

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ طَاوُسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ذُكِرَ لِعُمَرَ أَنَّ سَمُرَةَ وَقَالَ مَرَّةً بَلَغَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ سَمُرَةَ بَاعَ خَمْرًا قَالَ قَاتَلَ اللَّهُ سَمُرَةَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمْ الشُّحُومُ فَجَمَلُوهَا فَبَاعُوهَا

Allah melaknat Yahudi, karena Allah telah mengharamkan lemak babi kepada mereka, kemudian mereka menjadikannya minyak & menjualnya. [HR. Ahmad No.165].

Hadits Ahmad No.165 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Thawus] dari [Ibnu Abbas] disebutkan kepada [Umar] bahwa Samurah -dalam kesempatan lain di berkata; - telah sampai kepada Umar bahwa Samurah menjual khamer, maka Umar berkata; "Semoga Allah membinasakan Samurah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Allah melaknat Yahudi, karena Allah telah mengharamkan lemak babi kepada mereka, kemudian mereka menjadikannya minyak dan menjualnya."]]]

Hadits Ahmad 166

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو وَمَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَتْ أَمْوَالُ بَنِي النَّضِيرِ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّا لَمْ يُوجِفْ الْمُسْلِمُونَ عَلَيْهِ بِخَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ فَكَانَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَالِصَةً وَكَانَ يُنْفِقُ عَلَى أَهْلِهِ مِنْهَا نَفَقَةَ سَنَةٍ وَقَالَ مَرَّةً قُوتَ سَنَةٍ وَمَا بَقِيَ جَعَلَهُ فِي الْكُرَاعِ وَالسِّلَاحِ عُدَّةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Harta-harta Bani Nadlir yg Allah jadikan Harta Fai` bagi Rasulullah , & tak ditaklukkan oleh kaum Muslimin dgn kuda & unta, maka menjadi milik murni bagian Rasulullah yg beliau nafkahkan untuk keluarganya selama satu tahun, dalam kesempatan lain berkata; Untuk kebutuhan pokok setahun & sisanya beliau gunakan untuk (membeli) kuda & persenjataan sebagai persiapan jihad di jalan Allah. [HR. Ahmad No.166].

Hadits Ahmad No.166 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dan [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; "Harta-harta Bani Nadlir yang Allah jadikan Harta Fai` bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan tidak ditaklukkan oleh kaum Muslimin dengan kuda dan unta, maka menjadi milik murni bagian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang beliau nafkahkan untuk keluarganya selama satu tahun, " dalam kesempatan lain berkata; "Untuk kebutuhan pokok setahun dan sisanya beliau gunakan untuk (membeli) kuda dan persenjataan sebagai persiapan jihad di jalan Allah."]]]

Hadits Ahmad 167

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَطَلْحَةَ وَالزُّبَيْرِ وَسَعْدٍ نَشَدْتُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي تَقُومُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِهِ أَعَلِمْتُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّا لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ

Sesungguhnya kami tak diwarisi & harta yg kami tinggalkan menjadi sedekah. Mereka menjawab; Demi Allah, benar. [HR. Ahmad No.167].

Hadits Ahmad No.167 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkata kepada [Abdurrahman Bin Auf], [Thalhah], [Zubair] dan [Sa'ad]; "Aku bersumpah kepada kalian dengan nama Allah yang telah menegakkan langit dan bumi, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Sesungguhnya kami tidak diwarisi dan harta yang kami tinggalkan menjadi sedekah." Mereka menjawab; "Demi Allah, benar."]]]

Hadits Ahmad 168

حَدَّثَنَا سَفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي يَزِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ

Anak adl milik orang yg memiliki tempat tidur (suami). [HR. Ahmad No.168].

Hadits Ahmad No.168 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Yazid] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Anak adalah milik orang yang memiliki tempat tidur (suami)."]]]

Hadits Ahmad 169

حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنِ ابْنِ أَبِي عَمَّارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَيْهِ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ سَأَلْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قُلْتُ { لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنْ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمْ الَّذِينَ كَفَرُوا } وَقَدْ أَمَّنَ اللَّهُ النَّاسَ فَقَالَ لِي عُمَرُ عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتَ مِنْهُ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللَّهُ بِهَا عَلَيْكُمْ فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ

Itu adl sedekah dari Allah untuk kalian maka terimalah sedekah-Nya. [HR. Ahmad No.169].

Hadits Ahmad No.169 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Ibnu Abi 'Ammar] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [Ya'la Bin Umaiyah] dia berkata; aku bertanya kepada Umar Bin Al Khaththab, aku bacakan firman Allah: "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah Mengapa kamu men-qashar shalat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS An Nisa'ayat 101). Bukankah Allah telah menjadikan manusia dalam keadaan aman?" [Umar] berkata kepadaku; "Aku pun merasa heran sebgaimana kamu merasa heran, maka aku tanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal itu, kemudian beliau bersabda: "Itu adalah sedekah dari Allah untuk kalian maka terimalah sedekah-Nya."]]]

Hadits Ahmad 170

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ بِعَرَفَةَ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَحَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ خَيْثَمَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ مَرْوَانَ أَنَّهُ أَتَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ جِئْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْ الْكُوفَةِ وَتَرَكْتُ بِهَا رَجُلًا يُمْلِي الْمَصَاحِفَ عَنْ ظَهْرِ قَلْبِهِ فَغَضِبَ وَانْتَفَخَ حَتَّى كَادَ يَمْلَأُ مَا بَيْنَ شُعْبَتَيْ الرَّحْلِ فَقَالَ وَمَنْ هُوَ وَيْحَكَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ فَمَا زَالَ يُطْفَأُ وَيُسَرَّى عَنْهُ الْغَضَبُ حَتَّى عَادَ إِلَى حَالِهِ الَّتِي كَانَ عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ وَيْحَكَ وَاللَّهِ مَا أَعْلَمُهُ بَقِيَ مِنْ النَّاسِ أَحَدٌ هُوَ أَحَقُّ بِذَلِكَ مِنْهُ وَسَأُحَدِّثُكَ عَنْ ذَلِكَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ يَسْمُرُ عِنْدَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اللَّيْلَةَ كَذَاكَ فِي الْأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ وَإِنَّهُ سَمَرَ عِنْدَهُ ذَاتَ لَيْلَةٍ وَأَنَا مَعَهُ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخَرَجْنَا مَعَهُ فَإِذَا رَجُلٌ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمَسْجِدِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَمِعُ قِرَاءَتَهُ فَلَمَّا كِدْنَا أَنْ نَعْرِفَهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَطْبًا كَمَا أُنْزِلَ فَلْيَقْرَأْهُ عَلَى قِرَاءَةِ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ قَالَ ثُمَّ جَلَسَ الرَّجُلُ يَدْعُو فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَهُ سَلْ تُعْطَهْ سَلْ تُعْطَهْ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قُلْتُ وَاللَّهِ لَأَغْدُوَنَّ إِلَيْهِ فَلَأُبَشِّرَنَّهُ قَالَ فَغَدَوْتُ إِلَيْهِ لِأُبَشِّرَهُ فَوَجَدْتُ أَبَا بَكْرٍ قَدْ سَبَقَنِي إِلَيْهِ فَبَشَّرَهُ وَلَا وَاللَّهِ مَا سَبَقْتُهُ إِلَى خَيْرٍ قَطُّ إِلَّا وَسَبَقَنِي إِلَيْهِ

Barangsiapa senang membaca Al Qur`an dgn lembut sebagaimana diturunkannya, maka hendaknya dia membacanya sebagaimana bacaan Ibnu Ummi 'Abd. Umar melanjutkan; Kemudian laki-laki tersebut duduk & berdo'a, lalu Rasulullah berkata kepadanya; Memohonlah pasti di diberi, memohonlah pasti diberi. Umar berkata; aku berkata; Demi Allah, pasti aku akan datang pagi pagi kepadanya & memberikan kabar gembira kepadanya, dia berkata; kemudian aku pergi pagi pagi kepadanya untuk memberikan kabar gembira kepadanya, akan tetapi aku mendapati Abu Bakar telah mendahuluiku datang kepadanya & memberitakan kabar gembira kepadanya, demi Allah tidaklah aku berlomba dengannya kepada kebaikan sama sekali kecuali pasti dia mendahuluiku. [HR. Ahmad No.170].

Hadits Ahmad No.170 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dia berkata; "Seorang lelaki datang menemui [Umar] ketika berada di Arafah, " [Abu Mu'awiyah] berkata; dan Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Khaitsamah] dari [Qais Bin Marwan] bahwa dia datang menemui [Umar] kemudian berkata; "Wahai Amirul Mukminin, aku datang dari Kufah dan aku tinggalkan di sana seorang lelaki yang mendiktekan Mushaf (dengan hafalan), " kemudian Umar marah dengan nada tinggi sehingga seakan-akan memuncak disemua wajahnya, kemudian dia bertanya; "Celaka kamu, siapakah dia?" Dia (Qais) menjawab; "Abdullah Bin Mas'ud." Maka sepontanitas marahnya reda dan merasa senang sehingga keadaannya kembali seperti semula, lalu dia berkata; "Celaka kamu, demi Allah aku tidak tahu ada orang (dari sahabat) yang masih hidup yang lebih berhak dalam hal itu dari pada dia, saya akan ceritakan kepadamu tentang hal itu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa berjaga (tidak tidur) di malam hari di sisi Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan pernah pada suatu malam beliau berjaga di sisinya dan aku bersamanya, kemudian Rasulullah keluar dan kami pun keluar bersamanya, tiba tiba ada seorang lelaki yang berdiri melaksanakan shalat di masjid, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangkit dan mendengarkan bacaannya, dan ketika kami hampir mengetahuinya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa senang membaca Al Qur`an dengan lembut sebagaimana diturunkannya, maka hendaknya dia membacanya sebagaimana bacaan Ibnu Ummi 'Abd." Umar melanjutkan; "Kemudian laki-laki tersebut duduk dan berdo'a, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya; "Memohonlah pasti di diberi, memohonlah pasti diberi." Umar berkata; aku berkata; "Demi Allah, pasti aku akan datang pagi pagi kepadanya dan memberikan kabar gembira kepadanya, " dia berkata; kemudian aku pergi pagi pagi kepadanya untuk memberikan kabar gembira kepadanya, akan tetapi aku mendapati Abu Bakar telah mendahuluiku datang kepadanya dan memberitakan kabar gembira kepadanya, demi Allah tidaklah aku berlomba dengannya kepada kebaikan sama sekali kecuali pasti dia mendahuluiku."]]]

Hadits Ahmad 171

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّي لَأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

mencium hajar aswad seraya berkata; Sesungguhnya aku menciummu, & aku tahu sesungguhnya kamu hanyalah sebuah batu, seandainya aku tak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tak akan menciummu. [HR. Ahmad No.171].

Hadits Ahmad No.171 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Abis Bin Rabi'ah] dia berkata; aku melihat [Umar] mencium hajar aswad seraya berkata; "Sesungguhnya aku menciummu, dan aku tahu sesungguhnya kamu hanyalah sebuah batu, seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu."]]]

Hadits Ahmad 172

حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ خَطَبَ عُمَرُ النَّاسَ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِي مِثْلِ مَقَامِي هَذَا فَقَالَ أَحْسِنُوا إِلَى أَصْحَابِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ يَحْلِفُ أَحَدُهُمْ عَلَى الْيَمِينِ قَبْلَ أَنْ يُسْتَحْلَفَ عَلَيْهَا وَيَشْهَدُ عَلَى الشَّهَادَةِ قَبْلَ أَنْ يُسْتَشْهَدَ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنَالَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمْ الْجَمَاعَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنْ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ وَلَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ وَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ تَسُرُّهُ حَسَنَتُهُ وَتَسُوءُهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

Pujilah oleh kalian para sahabatku dgn kebaikan, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian akan datang suatu kaum, salah seorang diantara mereka bersumpah sebelum diminta bersumpah & bersaksi di atas persaksian sebelum diminta untuk bersaksi, barangsiapa diantara kalian yg ingin mendapatkan baunya syurga hendaklah dia berpegang teguh kepada Jama'ah, karena setan bersama orang yg sendirian sedangkan kepada dua orang akan menjauh, & janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dgn wanita (yang bukan muhram) karena sesungguhnya orang yg ketiga darinya adl setan, barangsiapa kebaikannya membuatnya senang & kesalahannya membuat dia bersedih maka dia adl seorang mukmin. [HR. Ahmad No.172].

Hadits Ahmad No.172 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Abdul Malik Bin 'Umair] dari [Jabir Bin Samurah] dia berkata; [Umar berkhutbah] di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus) dan berkata; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di tempat seperti tempatku ini kemudian beliau bersabda: "Pujilah oleh kalian para sahabatku dengan kebaikan, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian akan datang suatu kaum, salah seorang diantara mereka bersumpah sebelum diminta bersumpah dan bersaksi di atas persaksian sebelum diminta untuk bersaksi, barangsiapa diantara kalian yang ingin mendapatkan baunya syurga hendaklah dia berpegang teguh kepada Jama'ah, karena setan bersama orang yang sendirian sedangkan kepada dua orang akan menjauh, dan janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan wanita (yang bukan muhram) karena sesungguhnya orang yang ketiga darinya adalah setan, barangsiapa kebaikannya membuatnya senang dan kesalahannya membuat dia bersedih maka dia adalah seorang mukmin."]]]

Hadits Ahmad 173

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْمُرُ عِنْدَ أَبِي بَكْرٍ اللَّيْلَةَ كَذَلِكَ فِي الْأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ وَأَنَا مَعَهُ

Rasulullah bermusyawarah semalaman dgn Abu Bakar tentang urusan kaum muslimin, & aku bersamanya. [HR. Ahmad No.173].

Hadits Ahmad No.173 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Umar], dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bermusyawarah semalaman dengan Abu Bakar tentang urusan kaum muslimin, dan aku bersamanya."]]]

Hadits Ahmad 174

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ أَكْثَرَ مِمَّا سَأَلْتُهُ عَنْ الْكَلَالَةِ حَتَّى طَعَنَ بِإِصْبَعِهِ فِي صَدْرِي وَقَالَ تَكْفِيكَ آيَةُ الصَّيْفِ الَّتِي فِي آخِرِ سُورَةِ النِّسَاءِ

Cukup bagimu ayat Ash Shaif yg terdapat pada akhir surat An Nisa`. [HR. Ahmad No.174].

Hadits Ahmad No.174 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Sa'id Bin Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Salim Bin Abul Ja'd] dari [Ma'dan Bin Abu Thalhah] dia berkata; [Umar] berkata; "Aku tidak pernah bertanya banyak tentang sesuatu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi ketika bertanya tentang Kalalah, sehingga beliau menusukkan jemarinya ke arah dadaku seraya beliau bersabda: "Cukup bagimu ayat Ash Shaif yang terdapat pada akhir surat An Nisa`."]]]

Hadits Ahmad 175

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِالنِّيَاحَةِ عَلَيْهِ

Seorang mayit akan disiksa di kuburnya akibat dari niyahah (ratapan) kepadanya. [HR. Ahmad No.175].

Hadits Ahmad No.175 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda; "Seorang mayit akan disiksa di kuburnya akibat dari niyahah (ratapan) kepadanya."]]]

Hadits Ahmad 176

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ مَوْلَى أَسْمَاءَ قَالَ أَرْسَلَتْنِي أَسْمَاءُ إِلَى ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ بَلَغَهَا أَنَّكَ تُحَرِّمُ أَشْيَاءَ ثَلَاثَةً الْعَلَمَ فِي الثَّوْبِ وَمِيثَرَةَ الْأُرْجُوَانِ وَصَوْمَ رَجَبٍ كُلِّهِ فَقَالَ أَمَّا مَا ذَكَرْتَ مِنْ صَوْمِ رَجَبٍ فَكَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ الْأَبَدَ وَأَمَّا مَا ذَكَرْتَ مِنْ الْعَلَمِ فِي الثَّوْبِ فَإِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الْآخِرَةِ

Barangsiapa memakai sutra di dunia, maka tak akan memakainya di akhirat nanti. [HR. Ahmad No.176].

Hadits Ahmad No.176 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Abdul Malik] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah budak Asma'] dia berkata; 'Asma' mengutusku kepada [Ibnu Umar] (untuk menyampaikan) bahwa telah sampai kepadanya, "Bahwa kamu mengharamkan tiga hal; gambar pada pakaian, pelana dari sutera berwarna merah dan puasa di seluruh bulan Rajab." Maka Ibnu Umar berkata; "Adapun yang kamu sebutkan tentang puasa Rajab, maka bagaimana dengan orang yang berpuasa sepanjang masa, dan adapun yang kamu sebutkan tentang gambar pada pakaian, maka aku mendengar [Umar] berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memakai sutra di dunia, maka tidak akan memakainya di akhirat nanti."]]]

Hadits Ahmad 177

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَأَنَا سَأَلْتُهُ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كُنَّا مَعَ عُمَرَ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَتَرَاءَيْنَا الْهِلَالَ وَكُنْتُ حَدِيدَ الْبَصَرِ فَرَأَيْتُهُ فَجَعَلْتُ أَقُولُ لِعُمَرَ أَمَا تَرَاهُ قَالَ سَأَرَاهُ وَأَنَا مُسْتَلْقٍ عَلَى فِرَاشِي ثُمَّ أَخَذَ يُحَدِّثُنَا عَنْ أَهْلِ بَدْرٍ قَالَ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُرِينَا مَصَارِعَهُمْ بِالْأَمْسِ يَقُولُ هَذَا مَصْرَعُ فُلَانٍ غَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى وَهَذَا مَصْرَعُ فُلَانٍ غَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى قَالَ فَجَعَلُوا يُصْرَعُونَ عَلَيْهَا قَالَ قُلْتُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أَخْطَئُوا تِيكَ كَانُوا يُصْرَعُونَ عَلَيْهَا ثُمَّ أَمَرَ بِهِمْ فَطُرِحُوا فِي بِئْرٍ فَانْطَلَقَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ يَا فُلَانُ يَا فُلَانُ هَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَكُمْ اللَّهُ حَقًّا فَإِنِّي وَجَدْتُ مَا وَعَدَنِي اللَّهُ حَقًّا قَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُكَلِّمُ قَوْمًا قَدْ جَيَّفُوا قَالَ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ وَلَكِنْ لَا يَسْتَطِيعُونَ أَنْ يُجِيبُوا

bukankah kalian telah mendapatkan apa yg Allah janjikan itu pasti benar?
Maka aku telah mendapatkan apa yg telah dijanjikan oleh Allah kepadaku itu benar. Umar berkata; Wahai Rasulullah apakah engkau berbicara kepada suatu kaum padahal mereka telah menjadi bangkai?
Beliau menjawab: Kalian tak lebih mendengar dari pada mereka terhadap apa yg aku katakan, akan tetapi mereka tak dapat menjawab. [HR. Ahmad No.177].

Hadits Ahmad No.177 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dan aku telah bertanya kepadanya, Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Al Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] dia berkata; kami bersama [Umar] berada diantara Makkah dan Madinah kemudian kami berdua saling melihat hilal (bulan sabit), dan penglihatanku lebih tajam sehingga aku dapat melihat Hilal, maka aku katakan kepada Umar; "Tidakkah kamu mau melihatnya?" Dia menjawab; "Saya akan melihatnya ketika saya berbaring di tempat tidurku, " kemudian dia mulai menceritakan kepada kami tentang Ahli Badar, dia berkata; "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperlihatkan kepada kami tempat tempat mereka (orang-orang kafir) yang terbunuh kemarin (sebelum berperang), lalu beliau bersabda: "Ini tempatnya fulan besok insya`Allah Ta'ala, dan ini tempatnya fulan besok insya'allah Ta'ala" Umar berkata; "kemudian mereka terbunuh di tempat tempat tersebut, aku bertanya; "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa agama yang haq, mereka tidak salah dalam hal itu, mereka terbunuh di sana, " kemudian di perintahkan untuk melemparkan mayat-mayat mereka ke dalam sumur, kemudian beliau berjalan ke arah mereka (mayat orang-orang kafir) dan bertanya: "Wahai fulan dan fulan bukankah kalian telah mendapatkan apa yang Allah janjikan itu pasti benar? Maka aku telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadaku itu benar." Umar berkata; "Wahai Rasulullah apakah engkau berbicara kepada suatu kaum padahal mereka telah menjadi bangkai?" Beliau menjawab: "Kalian tidak lebih mendengar dari pada mereka terhadap apa yang aku katakan, akan tetapi mereka tidak dapat menjawab."]]]

Hadits Ahmad 178

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ فَلَمَّا رَجَعَ عَمْرٌو جَاءَ بَنُو مَعْمَرِ بْنِ حَبِيبٍ يُخَاصِمُونَهُ فِي وَلَاءِ أُخْتِهِمْ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ أَقْضِي بَيْنَكُمْ بِمَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا أَحْرَزَ الْوَلَدُ أَوْ الْوَالِدُ فَهُوَ لِعَصَبَتِهِ مَنْ كَانَ فَقَضَى لَنَا بِهِ

Apa yg diperoleh anak atau bapak maka itu milik Ashabahnya siapapun dia. Maka dia memutuskan untuk kami dengannya. [HR. Ahmad No.178].

Hadits Ahmad No.178 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Husain Al Mu'allim] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dia berkata; ketika 'Amru pulang maka datanglah anak-anak Ma'mar Bin Habib memperkarakan dirinya tentang wala' (nasab dan warits) saudara perempuan mereka kepada Umar Bin Al Khaththab, maka [Umar] berkata; "Aku putuskan perkara diantara kalian dengan apa yang telah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Apa yang diperoleh anak atau bapak maka itu milik Ashabahnya siapapun dia." Maka dia memutuskan untuk kami dengannya."]]]

Hadits Ahmad 179

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ وَحُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيِّ قَالَا لَقِينَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ فَذَكَرْنَا الْقَدَرَ وَمَا يَقُولُونَ فِيهِ فَقَالَ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ فَقُولُوا إِنَّ ابْنَ عُمَرَ مِنْكُمْ بَرِيءٌ وَأَنْتُمْ مِنْهُ بُرَآءُ ثَلَاثَ مِرَارٍ ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُمْ بَيْنَا هُمْ جُلُوسٌ أَوْ قُعُودٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَهُ رَجُلٌ يَمْشِي حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الشَّعْرِ عَلَيْهِ ثِيَابُ بَيَاضٍ فَنَظَرَ الْقَوْمُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ مَا نَعْرِفُ هَذَا وَمَا هَذَا بِصَاحِبِ سَفَرٍ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ آتِيكَ قَالَ نَعَمْ فَجَاءَ فَوَضَعَ رُكْبَتَيْهِ عِنْدَ رُكْبَتَيْهِ وَيَدَيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ فَقَالَ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَحُجُّ الْبَيْتَ قَالَ فَمَا الْإِيمَانُ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَالْجَنَّةِ وَالنَّارِ وَالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْقَدَرِ كُلِّهِ قَالَ فَمَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْمَلَ لِلَّهِ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ فَمَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَمَا أَشْرَاطُهَا قَالَ إِذَا الْعُرَاةُ الْحُفَاةُ الْعَالَةُ رِعَاءُ الشَّاءِ تَطَاوَلُوا فِي الْبُنْيَانِ وَوَلَدَتْ الْإِمَاءُ رَبَّاتِهِنَّ قَالَ ثُمَّ قَالَ عَلَيَّ الرَّجُلَ فَطَلَبُوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَمَكَثَ يَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً ثُمَّ قَالَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ عَنْ كَذَا وَكَذَا قَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذَاكَ جِبْرِيلُ جَاءَكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ قَالَ وَسَأَلَهُ رَجُلٌ مِنْ جُهَيْنَةَ أَوْ مُزَيْنَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فِيمَا نَعْمَلُ أَفِي شَيْءٍ قَدْ خَلَا أَوْ مَضَى أَوْ فِي شَيْءٍ يُسْتَأْنَفُ الْآنَ قَالَ فِي شَيْءٍ قَدْ خَلَا أَوْ مَضَى فَقَالَ رَجُلٌ أَوْ بَعْضُ الْقَوْمِ يَا رَسُولَ اللَّهِ فِيمَا نَعْمَلُ قَالَ أَهْلُ الْجَنَّةِ يُيَسَّرُونَ لِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَأَهْلُ النَّارِ يُيَسَّرُونَ لِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ قَالَ يَحْيَى قَالَ هُوَ هَكَذَا يَعْنِي كَمَا قَرَأْتَ عَلَيَّ

Apa Islam itu?
Nabi menjawab: Bersaksi bahwa tak ada tuhan yg berhaq disembah kecuali Allah & Muhammad adl utusan Allah, & kamu menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadlan & melaksanakan haji, dia bertanya lagi; Apa itu Iman?
Nabi menjawab: Hendaknya kamu beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Syurga & Neraka, kebangkitan setelah mati & kepada semua Taqdir. Dia bertanya; Apa itu Ihsan?
Nabi menjawab: Hendaknya kamu beramal karena Allah seakan akan kamu melihat Allah, & jika kamu tak dapat melihatnya maka sesungguhnya Dia melihatmu. Dia bertanya; Dan kapan terjadi kiamat?
Nabi menjawab: Orang yg ditanya tak lebih tahu dari penanya. Dia bertanya; Maka apa tanda tandanya?
Nabi menjawab: Apabila orang yg tak memiliki pakaian, tak memiliki alas kaki & orang yg miskin mereka berlomba lomba meninggikan bangunan, & para budak wanita melahirkan tuannya. Umar berkata; kemudian beliau bersbda: Hadapkanlah lelaki tadi kepadaku! Kemudian mereka mencarinya, namun mereka tak melihatnya sama sekali, maka setelah berselang dua atau tiga hari kemudian beliau berkata:
Wahai Ibnul Khaththab tahukah kamu siapa yg bertanya tentang ini & ini?
Umar menjawab; Allah & Rasul-Nya yg lebih tahu. Nabi berkata:
Itu adl Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang perkara Dien (agama) kalian. Umar berkata; Dan beliau ditanya oleh seorang lelaki dari Juhainah atau Muzainah dia berkata; Wahai Rasulullah yg mana yg kami lakukan, apakah sesuatu yg sudah selesai atau berlalu atau apakah sesuatu yg baru sekarang?
Nabi menjawab; Sesuatu yg sudah berlalu (sudah ada), maka berkatalah seorang lelaki atau sebagian orang; Wahai Rasulullah lalu untuk apa kami beramal?
Maka Nabi menjawab: Calon penghuni Syurga mereka dimudahkan untuk berbuat amalan penghuni Syurga, & calon penghuni Neraka dimudahkan berbuat amalan penghuni Neraka. Yahya berkata; Demikianlah sebagaimana kamu membacakannya kepada saya. [HR. Ahmad No.179].

Hadits Ahmad No.179 Secara Lengkap

[[[Ahmad Bin Hambal berkata; aku membacakan kepada [Yahya Bin Sa'id] dari ['Utsman Bin Ghiyats] Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] dan [Humaid Bin Abdurrahman Al Himyari] keduanya berkata; kami bertemu [Abdullah Bin Umar] kemudian kami sebutkan tentang taqdir dan apa yang mereka katakan tentang taqdir, maka dia menjawab; "Jika kalian kembali kepada mereka, maka sampaikanlah; 'Bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari kalian dan kalian berlepas diri darinya (sebanyak tiga kali) '." Kemudian dia berkata; "Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], bahwa ketika mereka sedang duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba tiba beliau didatangi oleh seorang lelaki yang berjalan kaki, yang berwajah tampan, berambut indah dan berpakaian serba putih, maka orang-orang saling pandang, kami tidak mengetahui kalau dia adalah seorang musafir, kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah saya datang kepadamu, " Nabi menjawab: "Ya" maka dia datang dan meletakkan kedua lututnya menempel di kedua lutut beliau dan kedua tangannya di atas kedua paha beliau, kemudian dia bertanya; "Apa Islam itu?" Nabi menjawab: "Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhaq disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan kamu menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan melaksanakan haji, " dia bertanya lagi; "Apa itu Iman?" Nabi menjawab: "Hendaknya kamu beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Syurga dan Neraka, kebangkitan setelah mati dan kepada semua Taqdir." Dia bertanya; "Apa itu Ihsan?" Nabi menjawab: "Hendaknya kamu beramal karena Allah seakan akan kamu melihat Allah, dan jika kamu tidak dapat melihatnya maka sesungguhnya Dia melihatmu." Dia bertanya; "Dan kapan terjadi kiamat?" Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya." Dia bertanya; "Maka apa tanda tandanya?" Nabi menjawab: "Apabila orang yang tidak memiliki pakaian, tidak memiliki alas kaki dan orang yang miskin mereka berlomba lomba meninggikan bangunan, dan para budak wanita melahirkan tuannya." Umar berkata; kemudian beliau bersbda: "Hadapkanlah lelaki tadi kepadaku!" Kemudian mereka mencarinya, namun mereka tidak melihatnya sama sekali, maka setelah berselang dua atau tiga hari kemudian beliau berkata: "Wahai Ibnul Khaththab tahukah kamu siapa yang bertanya tentang ini dan ini?" Umar menjawab; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Nabi berkata: "Itu adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang perkara Dien (agama) kalian." Umar berkata; "Dan beliau ditanya oleh seorang lelaki dari Juhainah atau Muzainah dia berkata; "Wahai Rasulullah yang mana yang kami lakukan, apakah sesuatu yang sudah selesai atau berlalu atau apakah sesuatu yang baru sekarang?" Nabi menjawab; "Sesuatu yang sudah berlalu (sudah ada), " maka berkatalah seorang lelaki atau sebagian orang; "Wahai Rasulullah lalu untuk apa kami beramal?" Maka Nabi menjawab: "Calon penghuni Syurga mereka dimudahkan untuk berbuat amalan penghuni Syurga, dan calon penghuni Neraka dimudahkan berbuat amalan penghuni Neraka." Yahya berkata; "Demikianlah sebagaimana kamu membacakannya kepada saya."]]]

Hadits Ahmad 180

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحَكَمِ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ وَقَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحَرِّمَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ تَعَالَى وَرَسُولُهُ فَلْيُحَرِّمْ النَّبِيذَ قَالَ وَسَأَلْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْجَرِّ قَالَ وَسَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَحَدَّثَ عَنْ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ قَالَ وَحَدَّثَنِي أَخِي عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ وَالْبُسْرِ وَالتَّمْرِ

melarang dari air anggur dalam al Jarr & ad Dubbaa` & beliau bersabda:
Barangsiapa ingin mengharamkan apa yg telah Allah Ta'ala & Rasul-Nya haramkan, maka haramkanlah air anggur yg sudah menjadi khamer. Abul Hakam berkata; & aku bertanya kepada Ibnu Zubair, maka dia menjawab; Rasulullah telah melarang dari al Jarr & ad Dubbaa`. Abul Hakam berkata; & aku bertanya kepada Ibnu Umar, maka dia menceritakan dari Umar bahwa Nabi telah melarang al Jarr & al Muzaffaat (kendi yg dicet dgn ter). Abul Hakam berkata; & telah menceritakan kepadaku saudaraku dari Abu Sa'id bahwa Rasulullah telah melarang dari al Jarr, ad Dubbaa` & al Muzaffaat serta kurma mentah & kurma matang (dimaksudkan untuk membuat tuak). +Ket; al Jarr adl kendi yg terbuat dari tanah liat, ad Dubbaa` adl kendi yg terbuat dari kulit buah labu, al Muzaffaat adl kendi yg dicet dgn ter, [HR. Ahmad No.180].

Hadits Ahmad No.180 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] Telah menceritakan kepadaku [Salamah Bin Kuhail] dia berkata; aku mendengar [Abul Hakam] berkata; aku bertanya kepada [Ibnu Abbas] tentang air anggur yang terdapat di al Jarr (kendi yang terbuat dari tanah liat) dan ad Dubbaa` (kendi yang terbuat dari kulit buah labu). Maka dia menjawab; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dari air anggur dalam al Jarr dan ad Dubbaa` dan beliau bersabda: "Barangsiapa ingin mengharamkan apa yang telah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya haramkan, maka haramkanlah air anggur yang sudah menjadi khamer." [Abul Hakam] berkata; dan aku bertanya kepada [Ibnu Zubair], maka dia menjawab; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari al Jarr dan ad Dubbaa`." [Abul Hakam] berkata; dan aku bertanya kepada [Ibnu Umar], maka dia menceritakan dari [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang al Jarr dan al Muzaffaat (kendi yang dicet dengan ter). [Abul Hakam] berkata; dan telah menceritakan kepadaku [saudaraku] dari [Abu Sa'id] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari al Jarr, ad Dubbaa` dan al Muzaffaat serta kurma mentah dan kurma matang (dimaksudkan untuk membuat tuak)."]]]

Hadits Ahmad 181

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ أَنَا سَأَلْتُهُ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ يَوْمَ جُمُعَةٍ فَذَكَرَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَكَرَ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ إِنِّي قَدْ رَأَيْتُ كَأَنَّ دِيكًا قَدْ نَقَرَنِي نَقْرَتَيْنِ وَلَا أُرَاهُ إِلَّا لِحُضُورِ أَجَلِي وَإِنَّ أَقْوَامًا يَأْمُرُونِي أَنْ أَسْتَخْلِفَ وَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُنْ لِيُضِيعَ دِينَهُ وَلَا خِلَافَتَهُ وَالَّذِي بَعَثَ بِهِ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنْ عَجِلَ بِي أَمْرٌ فَالْخِلَافَةُ شُورَى بَيْنَ هَؤُلَاءِ السِّتَّةِ الَّذِينَ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَنْهُمْ رَاضٍ وَإِنِّي قَدْ عَلِمْتُ أَنَّ قَوْمًا سَيَطْعُنُونَ فِي هَذَا الْأَمْرِ أَنَا ضَرَبْتُهُمْ بِيَدِي هَذِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ فَإِنْ فَعَلُوا فَأُولَئِكَ أَعْدَاءُ اللَّهِ الْكَفَرَةُ الضُّلَّالُ وَإِنِّي لَا أَدَعُ بَعْدِي شَيْئًا أَهَمَّ إِلَيَّ مِنْ الْكَلَالَةِ وَمَا أَغْلَظَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَيْءٍ مُنْذُ صَاحَبْتُهُ مَا أَغْلَظَ لِي فِي الْكَلَالَةِ وَمَا رَاجَعْتُهُ فِي شَيْءٍ مَا رَاجَعْتُهُ فِي الْكَلَالَةِ حَتَّى طَعَنَ بِإِصْبَعِهِ فِي صَدْرِي وَقَالَ يَا عُمَرُ أَلَا تَكْفِيكَ آيَةُ الصَّيْفِ الَّتِي فِي آخِرِ سُورَةِ النِّسَاءِ فَإِنْ أَعِشْ أَقْضِي فِيهَا قَضِيَّةً يَقْضِي بِهَا مَنْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَمَنْ لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أُشْهِدُكَ عَلَى أُمَرَاءِ الْأَمْصَارِ فَإِنَّمَا بَعَثْتُهُمْ لِيُعَلِّمُوا النَّاسَ دِينَهُمْ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَقْسِمُوا فِيهِمْ فَيْئَهُمْ وَيَعْدِلُوا عَلَيْهِمْ وَيَرْفَعُوا إِلَيَّ مَا أَشْكَلَ عَلَيْهِمْ مِنْ أَمْرِهِمْ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَأْكُلُونَ مِنْ شَجَرَتَيْنِ لَا أُرَاهُمَا إِلَّا خَبِيثَتَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَجَدَ رِيحَهُمَا مِنْ الرَّجُلِ فِي الْمَسْجِدِ أَمَرَ بِهِ فَأُخِذَ بِيَدِهِ فَأُخْرِجَ إِلَى الْبَقِيعِ وَمَنْ أَكَلَهُمَا فَلْيُمِتْهُمَا طَبْخًا

Cukup bagimu ayat ash Shoif yg ada di akhir surat An Nisa`, & sesungguhnya jika aku hidup maka aku akan putuskan masalah itu dgn keputusan yg dapat diketahui oleh orang yg membaca & orang yg tak membaca, & aku bersaksi kepada Allah atas pemimpin-pemimpin negri, aku mengutus mereka hanya supaya mereka mengajarkan kepada manusia perihal urusan agama mereka & agar supaya mereka menjelaskan tentang sunah Nabi mereka , kemudian mengadukan kepadaku apa yg mereka tak tahu, sesungguhnya kalian wahai manusia memakan dua pohon yg tak aku anggap kecuali keduanya adl kotor yaitu bawang putih & bawang merah ini, demi Allah aku telah melihat Nabiyullah mencium baunya dari seorang lelaki, kemudian beliau menyuruhnya & memegang tangannya kemudian dikeluar dari masjid sehingga sampai ke Baqi', maka barangsiapa memakan keduanya hendaklah memasaknya hingga tak ada baunya. [HR. Ahmad No.181].

Hadits Ahmad No.181 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] saya bertanya kepadanya, Telah menceritakan kepada kami [Hisyam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Salim Bin Abul Ja'd] dari [Ma'dan Bin Abu Thalhah Al Ya'mari] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berdiri di atas mimbar pada hari Jum'at, kemudian memuji dan mengagungkan Allah lalu menyebutkan nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu bakar kemudian berkata; "Aku bermimpi dan aku menganggapnya itu adalah pertanda akan tibanya ajalku, aku bermimpi seakan akan seekor ayam jantan mematukku dua kali" -Ma'dan berkata; dia (Umar) menyebutkan bahwa ayamnya berwarna merah, - kemudian aku ceritakan kepada Asma' binti Umais istri Abu Bakar maka dia berkata; "Seorang lelaki Ajam (asing/selain arab) akan membunuhmu". Umar berkata; "Dan sesungguhnya manusia menyuruhku untuk mengangkat seorang pengganti, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan agama dan kepemimpinanNya, yang dengannya Dia telah mengutus Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam, jika ajal mendahuluiku maka urusan ini kuserahkan untuk dimusyawarahkan diantara enam orang yang ketika Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal beliau ridha kepada mereka, maka siapa saja diantara mereka yang kalian bai'at hendaklah kalian dengar dan taati, dan sesungguhnya aku mengetahui ada orang-orang yang akan mengacaukan urusan ini dan aku akan memerangi mereka dengan tanganku atas dasar Islam, mereka itulah musuh musuh Allah, orang-orang kafir lagi sesat, demi Allah aku tidak akan meninggalkan dari apa yang telah Rabbku janjikan kepadaku, kemudian menggantikanku dengan sesuatu yang lebih penting bagiku ketimbang Al kalalah (seseorang yang meninggal dan tidak meninggalkan bapak dan anak), dan demi Allah tidak pernah Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan tentang sesuatu kepadaku sejak dahulu melebihi ketegasannya kepadaku dalam masalah Al kalalah, sampai beliau menusukkan jemarinya ke dadaku dan berkata: "Cukup bagimu ayat ash Shoif yang ada di akhir surat An Nisa`", dan sesungguhnya jika aku hidup maka aku akan putuskan masalah itu dengan keputusan yang dapat diketahui oleh orang yang membaca dan orang yang tidak membaca, dan aku bersaksi kepada Allah atas pemimpin-pemimpin negri, aku mengutus mereka hanya supaya mereka mengajarkan kepada manusia perihal urusan agama mereka dan agar supaya mereka menjelaskan tentang sunah Nabi mereka shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian mengadukan kepadaku apa yang mereka tidak tahu, sesungguhnya kalian wahai manusia memakan dua pohon yang tidak aku anggap kecuali keduanya adalah kotor yaitu bawang putih dan bawang merah ini, demi Allah aku telah melihat Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam mencium baunya dari seorang lelaki, kemudian beliau menyuruhnya dan memegang tangannya kemudian dikeluar dari masjid sehingga sampai ke Baqi', maka barangsiapa memakan keduanya hendaklah memasaknya hingga tidak ada baunya."]]]

Hadits Ahmad 182

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ لِطَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ مَا لِي أَرَاكَ قَدْ شَعِثْتَ وَاغْبَرَرْتَ مُنْذُ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَلَّكَ سَاءَكَ يَا طَلْحَةُ إِمَارَةُ ابْنِ عَمِّكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنِّي لَأَجْدَرُكُمْ أَنْ لَا أَفْعَلَ ذَلِكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَا يَقُولُهَا أَحَدٌ عِنْدَ حَضْرَةِ الْمَوْتِ إِلَّا وَجَدَ رُوحَهُ لَهَا رَوْحًا حِينَ تَخْرُجُ مِنْ جَسَدِهِ وَكَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَلَمْ أَسْأَلْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهَا وَلَمْ يُخْبِرْنِي بِهَا فَذَلِكَ الَّذِي دَخَلَنِي قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَنَا أَعْلَمُهَا قَالَ فَلِلَّهِ الْحَمْدُ فَمَا هِيَ قَالَ هِيَ الْكَلِمَةُ الَّتِي قَالَهَا لِعَمِّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ طَلْحَةُ صَدَقْتَ

aku tahu satu kalimat yg apabila seseorang mengucapkannya ketika sedang menghadapi kematian pasti akan mendapati ruhnya dalam keadaan mudah ketika keluar dari jasadnya & pada hari Kiamat mempunyai cahaya, akan tetapi aku belum sempat menanyakannya kepada Rasulullah & beliau belum memberitahukannya kepadaku, itulah yg membuat aku seperti ini, Umar berkata; Aku mengetahuinya, maka segala puji hanya milik Allah tak lain yg beliau katakan adl kalimat yg beliau katakan kepada pamannya, yaitu Laa Ilaaha Illallaah. Thalhah berkata; Kamu benar. [HR. Ahmad No.182].

Hadits Ahmad No.182 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] dari [Mujalid] dari ['Amir] dari [Jabir Bin Abdullah] dia berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata kepada Thalhah Bin Ubaidillah; "Kenapa aku melihat rambutmu acak-acakan dan kumal berdebu sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mungkin kepemimpinan anak pamanmu telah membuat kamu sengsara wahai Thalhah?" Dia menjawab; "Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya aku lebih patut dari kalian untuk tidak melakukan demikian, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya aku tahu satu kalimat yang apabila seseorang mengucapkannya ketika sedang menghadapi kematian pasti akan mendapati ruhnya dalam keadaan mudah ketika keluar dari jasadnya dan pada hari Kiamat mempunyai cahaya, " akan tetapi aku belum sempat menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau belum memberitahukannya kepadaku, itulah yang membuat aku seperti ini, " Umar berkata; "Aku mengetahuinya, maka segala puji hanya milik Allah tidak lain yang beliau katakan adalah kalimat yang beliau katakan kepada pamannya, yaitu "Laa Ilaaha Illallaah." [Thalhah] berkata; "Kamu benar."]]]

Hadits Ahmad 183

حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ أَنْبَأَنَا أَبُو عُمَيْسٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْيَهُودِ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّكُمْ تَقْرَءُونَ آيَةً فِي كِتَابِكُمْ لَوْ عَلَيْنَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ نَزَلَتْ لَاتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا قَالَ وَأَيُّ آيَةٍ هِيَ قَالَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي } قَالَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَاللَّهِ إِنَّنِي لَأَعْلَمُ الْيَوْمَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالسَّاعَةَ الَّتِي نَزَلَتْ فِيهَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kalian agama kalian & telah aku sempurnakan untuk kalian nikmatKu. (QS Al Ma'idah ayat 3) Maka Umar berkata; Sesungguhnya aku tentu mengetahui hari apa & kapan ayat ini diturunkan kepada Rasulullah , yaitu pada hari Arafah Jum'at sore. [HR. Ahmad No.183].

Hadits Ahmad No.183 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ja'far Bin 'Aun] telah memberitakan kepada kami [Abu 'Umais] dari [Qais Bin Muslim] dari [Thariq Bin Syihab] dia berkata; seorang lelaki Yahudi datang kepada [Umar] dan berkata; "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kalian telah membaca sebuah ayat dalam kitab kalian, yang seandainya diturunkan kepada kami orang-orang Yahudi pasti hari itu akan kami jadikan hari raya." Umar bertanya; "Ayat apa itu?" Dia menjawab; "firman Allah: "Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah aku sempurnakan untuk kalian nikmatKu." (QS Al Ma'idah ayat 3) Maka Umar berkata; "Sesungguhnya aku tentu mengetahui hari apa dan kapan ayat ini diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu pada hari Arafah Jum'at sore."]]]

Hadits Ahmad 184

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَيَّاشِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ عَنْ حَكِيمِ بْنِ حَكِيمِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّ رَجُلًا رَمَى رَجُلًا بِسَهْمٍ فَقَتَلَهُ وَلَيْسَ لَهُ وَارِثٌ إِلَّا خَالٌ فَكَتَبَ فِي ذَلِكَ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَكَتَبَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ

Allah & Rasul-Nya adl wali bagi orang yg tak punya wali & paman dari ibu adl wali bagi orang yg tak punya wali. [HR. Ahmad No.184].

Hadits Ahmad No.184 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdurrahman Bin Al Harits Bin 'Ayyasy Bin Abu Rabi'ah] dari [Hakim Bin Hakim Bin 'Abbad Bin Hunaif] dari [Abu Umamah Bin Sahl Bin Hunaif] bahwa seorang lelaki membidik lelaki lain dengan panah sampai mati, sementara dia (mayit) tidak punya ahli waris kecuali paman dari ibunya, maka dalam hal itu Abu Ubaidah Bin Jarrah menulis surat kepada [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Allah dan Rasul-Nya adalah wali bagi orang yang tidak punya wali dan paman dari ibu adalah wali bagi orang yang tidak punya wali."]]]

Hadits Ahmad 185

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ الْعَبْدِيِّ قَالَ سَمِعْتُ شَيْخًا بِمَكَّةَ فِي إِمَارَةِ الْحَجَّاجِ يُحَدِّثُ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَا عُمَرُ إِنَّكَ رَجُلٌ قَوِيٌّ لَا تُزَاحِمْ عَلَى الْحَجَرِ فَتُؤْذِيَ الضَّعِيفَ إِنْ وَجَدْتَ خَلْوَةً فَاسْتَلِمْهُ وَإِلَّا فَاسْتَقْبِلْهُ فَهَلِّلْ وَكَبِّرْ

kamu adl lelaki yg kuat, maka janganlah berdesakan di Hajar Aswad, karena akan menyakiti orang yg lemah, jika kamu mendapatkan (hajar aswad) kosong maka ciumlah dia, & jika tak maka menghadaplah kearahnya sambil bertahlil & bertakbir. [HR. Ahmad No.185].

Hadits Ahmad No.185 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ya'fur Al 'Abdi] dia berkata; aku mendengar [seorang syaikh di Makkah] pada masa pemerintahan Al Hajjaj bercerita dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Wahai Umar kamu adalah lelaki yang kuat, maka janganlah berdesakan di Hajar Aswad, karena akan menyakiti orang yang lemah, jika kamu mendapatkan (hajar aswad) kosong maka ciumlah dia, dan jika tidak maka menghadaplah kearahnya sambil bertahlil dan bertakbir."]]]

Hadits Ahmad 186

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ فَقَالَ لَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام صَدَقْتَ قَالَ فَتَعَجَّبْنَا مِنْهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاكَ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ مَعَالِمَ دِينِكُمْ

Apakah iman itu?
Maka beliau menjawab: Hendaknya engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir & kepada Taqdir yg baik & yg buruk. Kemudian Jibril berkata kepada beliau; Kamu benar. Dia (Ibnu Umar) berkata; Maka kami merasa heran kepadanya karena dia bertanya kemudian membenarkannya, dia berkata; kemudian Nabi bersabda:
Itu adl Jibril datang kepada kalian untuk mengajari kalian perkara Dien kalian. [HR. Ahmad No.186].

Hadits Ahmad No.186 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] dari [Ibnu Umar] bahwa Jibril bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Apakah iman itu?" Maka beliau menjawab: "Hendaknya engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk." Kemudian Jibril berkata kepada beliau; "Kamu benar." Dia (Ibnu Umar) berkata; "Maka kami merasa heran kepadanya karena dia bertanya kemudian membenarkannya, " dia berkata; kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itu adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajari kalian perkara Dien kalian."]]]

Hadits Ahmad 187

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عُرْوَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ وَقَالَ مَرَّةً جَاءَ اللَّيْلُ مِنْ هَهُنَا وَذَهَبَ النَّهَارُ مِنْ هَهُنَا فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ يَعْنِي الْمَشْرِقَ وَالْمَغْرِبَ

Jika malam tiba dalam kesempatan lain di berkata; Malam datang dari sini & siang pergi dari sini, maka orang yg berpuasa sudah waktunya untuk berbuka. Yang beliau maksud adl timur & barat. [HR. Ahmad No.187].

Hadits Ahmad No.187 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin 'Urwah] dari [bapaknya 'Urwah] dari ['Ashim Bin Umar] dari [bapaknya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika malam tiba" dalam kesempatan lain di berkata; "Malam datang dari sini dan siang pergi dari sini, maka orang yang berpuasa sudah waktunya untuk berbuka." Yang beliau maksud adalah timur dan barat.]]]

Hadits Ahmad 188

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا إِسْرَائِيلُ بْنُ يُونُسَ عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى الثَّعْلَبِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ كُنْتُ مَعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلَالَ هِلَالَ شَوَّالٍ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْطِرُوا ثُمَّ قَامَ إِلَى عُسٍّ فِيهِ مَاءٌ فَتَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ فَقَالَ الرَّجُلُ وَاللَّهِ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مَا أَتَيْتُكَ إِلَّا لِأَسْأَلَكَ عَنْ هَذَا أَفَرَأَيْتَ غَيْرَكَ فَعَلَهُ فَقَالَ نَعَمْ خَيْرًا مِنِّي وَخَيْرَ الْأُمَّةِ رَأَيْتُ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ مِثْلَ الَّذِي فَعَلْتُ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ شَامِيَّةٌ ضَيِّقَةُ الْكُمَّيْنِ فَأَدْخَلَ يَدَهُ مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ ثُمَّ صَلَّى عُمَرُ الْمَغْرِبَ

berwudlu & mengusap kedua khuf-nya, maka laki-laki tersebut berkata; Demi Allah, ya Amirul Mukminin, tidaklah aku datang kepadamu kecuali untuk menanyakan kepadamu tentang hal ini, apakah kamu melihat ada selain kamu yg melakukan hal ini?
Umar menjawab; Ya ada, yaitu orang yg lebih baik dariku & dia sebaik baik ummat, aku melihat Abul Qasim melakukan seperti yg aku lakukan, & beliau mengenakan Jubah Syamiyah yg sempit dua lubang tangannya, kemudian beliau mengeluarkan tangannya dari bawah jubah. Lalu Umar melaksanakan shalat Maghrib. [HR. Ahmad No.188].

Hadits Ahmad No.188 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Israil Bin Yunus] dari [Abdul A'la Ats Tsa`labi] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] dia berkata; aku sedang bersama [Umar], tiba tiba datanglah seseorang kepadanya lalu berkata; "Sesungguhnya aku telah melihat bulan sabit pertanda bulan Syawal, " maka Umar berkata; "Wahai orang-orang berbukalah kalian." Lalu dia berdiri menuju sebuah cawan yang berisi air, kemudian berwudlu dan mengusap kedua khuf-nya, maka laki-laki tersebut berkata; "Demi Allah, ya Amirul Mukminin, tidaklah aku datang kepadamu kecuali untuk menanyakan kepadamu tentang hal ini, apakah kamu melihat ada selain kamu yang melakukan hal ini?" Umar menjawab; "Ya ada, yaitu orang yang lebih baik dariku dan dia sebaik baik ummat, aku melihat Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam melakukan seperti yang aku lakukan, dan beliau mengenakan Jubah Syamiyah yang sempit dua lubang tangannya, kemudian beliau mengeluarkan tangannya dari bawah jubah." Lalu Umar melaksanakan shalat Maghrib."]]]

Hadits Ahmad 189

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُحَرِّمْ الضَّبَّ وَلَكِنْ قَذِرَهُ و قَالَ غَيْرُ مُحَمَّدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ الْيَشْكُرِيِّ

tidak mengharamkan biawak akan tetapi beliau merasa jijik darinya. Dan selain Muhammad berkata; dari Sulaiman Al Yasykuri. [HR. Ahmad No.189].

Hadits Ahmad No.189 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Sulaiman] dari [Jabir Bin Abdullah] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata; "Sesungguhnya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengharamkan biawak akan tetapi beliau merasa jijik darinya." Dan selain Muhammad berkata; dari Sulaiman Al Yasykuri.]]]

Hadits Ahmad 190

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سَالِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ اسْتَأْذَنَهُ فِي الْعُمْرَةِ فَأَذِنَ لَهُ فَقَالَ يَا أَخِي لَا تَنْسَنَا مِنْ دُعَائِكَ وَقَالَ بَعْدُ فِي الْمَدِينَةِ يَا أَخِي أَشْرِكْنَا فِي دُعَائِكَ فَقَالَ عُمَرُ مَا أُحِبُّ أَنَّ لِي بِهَا مَا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ لِقَوْلِهِ يَا أَخِي

meminta izin kepada beliau untuk melaksanakan Umrah, kemudian beliau mengizinkannya, beliau berkata:
Wahai saudaraku jangan lupakan kami dalam doamu, & berkata ketika di Madinah: Wahai saudaraku sertakan kami dalam do'amu. Maka Umar berkata; Alangkah aku sangat menyukainya selagi matahari terbit karena perkataan beliau; Wahai saudaraku. [HR. Ahmad No.190].

Hadits Ahmad No.190 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [Salim] dari [Abdullah Bin Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa dia meminta izin kepada beliau untuk melaksanakan Umrah, kemudian beliau mengizinkannya, beliau berkata: "Wahai saudaraku jangan lupakan kami dalam doamu, " dan berkata ketika di Madinah: "Wahai saudaraku sertakan kami dalam do'amu." Maka Umar berkata; "Alangkah aku sangat menyukainya selagi matahari terbit karena perkataan beliau; "Wahai saudaraku."]]]

Hadits Ahmad 191

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ سَمِعْتُ شُعْبَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ مَا نَعْمَلُ فِيهِ أَقَدْ فُرِغَ مِنْهُ أَوْ فِي شَيْءٍ مُبْتَدَإٍ أَوْ أَمْرٍ مُبْتَدَعٍ قَالَ فِيمَا قَدْ فُرِغَ مِنْهُ فَقَالَ عُمَرُ أَلَا نَتَّكِلُ فَقَالَ اعْمَلْ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيَعْمَلُ لِلسَّعَادَةِ وَأَمَّا أَهْلُ الشَّقَاءِ فَيَعْمَلُ لِلشَّقَاءِ

setiap orang akan dimudahkan, adapun orang yg termasuk dari pemilik kebahagiaan maka dia akan berbuat untuk kebahagiaan, sedangkan orang yg termasuk dari pemilik kesengsaraan maka dia akan berbuat untuk kesengsaraan. [HR. Ahmad No.191].

Hadits Ahmad No.191 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] dia berkata; aku mendengar [Syu'bah] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Bagaimana pendapatmu apakah yang kami lakukan adalah perkara yang sudah ditetapkan atau perkara yang baru atau diadakan?" Beliau menjawab; "Perkara yang telah ditetapkan, " kemudian Umar bertanya; "Tidakkah kami nanti akan bergantung dengannya?" maka beliau menjawab: "Berbuatlah wahai Ibnul Khaththab, karena setiap orang akan dimudahkan, adapun orang yang termasuk dari pemilik kebahagiaan maka dia akan berbuat untuk kebahagiaan, sedangkan orang yang termasuk dari pemilik kesengsaraan maka dia akan berbuat untuk kesengsaraan."]]]

Hadits Ahmad 192

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ النَّاسَ فَسَمِعَهُ يَقُولُ أَلَا وَإِنَّ أُنَاسًا يَقُولُونَ مَا بَالُ الرَّجْمِ فِي كِتَابِ اللَّهِ الْجَلْدُ وَقَدْ رَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ وَلَوْلَا أَنْ يَقُولَ قَائِلُونَ أَوْ يَتَكَلَّمَ مُتَكَلِّمُونَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ زَادَ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَا لَيْسَ مِنْهُ لَأَثْبَتُّهَا كَمَا نُزِّلَتْ

telah melakukan hukum rajam & kami pun melakukan hukum rajam setelah beliau, seandainya orang-orang tak akan mengatakan atau berbicara, bahwa Umar menambah sesuatu dalam kitabullah yg bukan darinya, niscaya aku akan menetapkannya sebagaimana diturunkannya. [HR. Ahmad No.192].

Hadits Ahmad No.192 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] Telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] telah mengabarkan kepadaku [Abdullah Bin Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman Bin 'Auf] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkhutbah di hadapan orang-orang dan dia (Abdurrahman) mendengarnya berkata; "Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang mengatakan apakah ada hukum rajam? Padahal di dalam kitabullah hanya ada hukum dera. Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melakukan hukum rajam dan kami pun melakukan hukum rajam setelah beliau, seandainya orang-orang tidak akan mengatakan atau berbicara, bahwa Umar menambah sesuatu dalam kitabullah yang bukan darinya, niscaya aku akan menetapkannya sebagaimana diturunkannya."]]]

Hadits Ahmad 193

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ يَزِيدَ بْنَ خُمَيْرٍ يُحَدِّثُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنِ ابْنِ السِّمْطِ أَنَّهُ أَتَى أَرْضًا يُقَالُ لَهَا دَوْمِينُ مِنْ حِمْصَ عَلَى رَأْسِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ مِيلًا فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَقُلْتُ لَهُ أَتُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَقَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ بِذِي الْحُلَيْفَةِ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ إِنَّمَا أَفْعَلُ كَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ فَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian aku menanyakannya, dia menjawab; Hanyasannya aku melakukan seperti apa yg aku lihat dari Rasulullah atau dia berkata; Apa yg dilakukan oleh Rasulullah . [HR. Ahmad No.193].

Hadits Ahmad No.193 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; aku mendengar [Yazid Bin Khumair] bercerita dari [Habib Bin 'Ubaid] dari [Jubair Bin Nufair] dari [Ibnu Simthi] bahwa dia datang di sebuah tempat bernama Daumain di Himsha jaraknya delapan belas mil, kemudian dia shalat dua rakaat, maka aku bertanya padanya; "Apakah kamu shalat dua rakaat?" Kemudian dia menjawab; "Aku melihat [Umar Bin Al Khaththab] di Dzul Khulaifah (bir Ali) melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian aku menanyakannya, dia menjawab; "Hanyasannya aku melakukan seperti apa yang aku lihat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam" atau dia berkata; "Apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 194

قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا أَحْمَد بْن حَنْبَلٍ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَهْدِيٍّ : مَالِكٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَخْطُبُ النَّاسَ فَقَالَ عُمَرُ أَيَّةُ سَاعَةٍ هَذِهِ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ انْقَلَبْتُ مِنْ السُّوقِ فَسَمِعْتُ النِّدَاءَ فَمَا زِدْتُ عَلَى أَنْ تَوَضَّأْتُ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَالْوُضُوءَ أَيْضًا وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِالْغُسْلِ

memerintahkan agar mandi. [HR. Ahmad No.194].

Hadits Ahmad No.194 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Ahmad Bin Hanbal; aku membacakan kepada [Abdurrahman Bin Mahdi] yang berbunyi, [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim Bin Abdullah] dari [Ibnu Umar] dia berkata; "Salah seorang dari sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk masjid pada hari jum'at, sementara [Umar Bin Al Khaththab] sedang berkhutbah di hadapan manusia, maka Umar bertanya; "Jam berapa ini?" Maka dia menjawab; "Wahai Amirul Mukminin aku kembali dari pasar kemudian aku mendengar suara adzan dan aku tidak melakukan apa-apa kecuali aku langsung berwudlu." Maka Umar bertanya; "Dan Cuma hanya berwudlu? Padahal kamu telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar mandi."]]]

Hadits Ahmad 195

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ الْمُشْرِكُونَ لَا يُفِيضُونَ مِنْ جَمْعٍ حَتَّى تُشْرِقَ الشَّمْسُ عَلَى ثَبِيرٍ فَخَالَفَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَفَاضَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ

meninggalkan Mudzdalifah sebelum matahari tenggelam. [HR. Ahmad No.195].

Hadits Ahmad No.195 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; "Orang-orang musyrik tidak meninggalkan Mudzdalifah sampai terbit matahari dari Tsabir, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyelisihi mereka dan meninggalkan Mudzdalifah sebelum matahari tenggelam."]]]

Hadits Ahmad 196

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَأُخْرِجَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ حَتَّى لَا أَدَعَ إِلَّا مُسْلِمًا

aku akan mengeluarkan orang-orang Yahudi & Nasrani dari Jazirah Arab, sehingga aku tak tinggalkan di dalamnya kecuali orang muslim. [HR. Ahmad No.196].

Hadits Ahmad No.196 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] Telah menceritakan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwa dia mendengar [Jabir Bin Abdullah] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh aku akan mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab, sehingga aku tidak tinggalkan di dalamnya kecuali orang muslim."]]]

Hadits Ahmad 197

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَيْنَا هُوَ قَائِمٌ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَدَخَلَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَادَاهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَيَّةُ سَاعَةٍ هَذِهِ فَقَالَ إِنِّي شُغِلْتُ الْيَوْمَ فَلَمْ أَنْقَلِبْ إِلَى أَهْلِي حَتَّى سَمِعْتُ النِّدَاءَ فَلَمْ أَزِدْ عَلَى أَنْ تَوَضَّأْتُ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الْوُضُوءَ أَيْضًا وَقَدْ عَلِمْتُمْ وَفِي مَوْضِعٍ آخَرَ وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِالْغُسْلِ

menyuruh untuk mandi. [HR. Ahmad No.197].

Hadits Ahmad No.197 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [bapaknya] bahwa ketika [Umar Bin Al Khaththab] berdiri untuk berkhutbah pada hari Jum'at, tiba tiba masuklah salah seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian Umar memanggilnya; "Jam berapa ini?" Maka dia menjawab; "Hari ini aku sibuk dan aku tidak kembali kepada keluargaku sampai aku mendengar adzan, kemudian aku tidak menambah kecuali aku langsung berwudlu, " maka Umar bertanya; "Berwudlu juga? Bukankah kalian telah mengetahui, " dalam riwayat lain "Bukankah kamu telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menyuruh untuk mandi."]]]

Hadits Ahmad 198

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ يَعْنِي ابْنَ عَمَّارٍ حَدَّثَنِي سِمَاكٌ الْحَنَفِيُّ أَبُو زُمَيْلٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ خَيْبَرَ أَقْبَلَ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا فُلَانٌ شَهِيدٌ فُلَانٌ شَهِيدٌ حَتَّى مَرُّوا عَلَى رَجُلٍ فَقَالُوا فُلَانٌ شَهِيدٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلَّا إِنِّي رَأَيْتُهُ فِي النَّارِ فِي بُرْدَةٍ غَلَّهَا أَوْ عَبَاءَةٍ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ اذْهَبْ فَنَادِ فِي النَّاسِ أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا الْمُؤْمِنُونَ قَالَ فَخَرَجْتُ فَنَادَيْتُ أَلَا إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا الْمُؤْمِنُونَ

Tidak, sesungguhnya aku melihatnya masuk nereka karena kain atau mantel yg dia curi. Kemudian Rasulullah bersabda:
Wahai Ibnul Khaththab pergilah & sampaikan kepada orang-orang bahwa tak akan masuk syurga kecuali orang-orang beriman. Umar berkata; maka aku keluar & menyeru kepada orang-orang; Ketahuilah bahwa tak akan masuk Syurga kecuali orang-orang beriman. [HR. Ahmad No.198].

Hadits Ahmad No.198 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Ikrimah yaitu Ibnu 'Ammar] Telah menceritakan kepadaku [Simak Al Hanafi Abu Zamil] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; ketika terjadi perang Khaibar sekelompok dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang kepada beliau sambil berkata; si fulan syahid si fulan syahid, sehingga mereka melewati seorang lelaki dan mereka berkata; fulan syahid, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak, sesungguhnya aku melihatnya masuk nereka karena kain atau mantel yang dia curi." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Ibnul Khaththab pergilah dan sampaikan kepada orang-orang bahwa tidak akan masuk syurga kecuali orang-orang beriman." Umar berkata; maka aku keluar dan menyeru kepada orang-orang; "Ketahuilah bahwa tidak akan masuk Syurga kecuali orang-orang beriman."]]]

Hadits Ahmad 199

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي الْفُرَاتِ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيِّ قَالَ أَتَيْتُ الْمَدِينَةَ وَقَدْ وَقَعَ بِهَا مَرَضٌ فَهُمْ يَمُوتُونَ مَوْتًا ذَرِيعًا فَجَلَسْتُ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَمَرَّتْ بِهِ جَنَازَةٌ فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا خَيْرٌ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِأُخْرَى فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا خَيْرٌ فَقَالَ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِالثَّالِثَةِ فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا شَرٌّ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ فَقُلْتُ وَمَا وَجَبَتْ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ قُلْتُ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا مُسْلِمٍ شَهِدَ لَهُ أَرْبَعَةٌ بِخَيْرٍ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ قَالَ قُلْنَا أَوْ ثَلَاثَةٌ قَالَ أَوْ ثَلَاثَةٌ فَقُلْنَا أَوْ اثْنَانِ قَالَ أَوْ اثْنَانِ ثُمَّ لَمْ نَسْأَلْهُ عَنْ الْوَاحِدِ

seorang muslim apabila disaksikan oleh empat orang dgn kebaikan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Syurga. Kami bertanya; Bagaimana jika tiga?
Beliau menjawab: Atau tiga?
Kami bertanya lagi; Bagaimana jika dua?
Beliau menjawab: Atau dua. Kemudian kami tak menanyakan jika satu. [HR. Ahmad No.199].

Hadits Ahmad No.199 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Yazid] Telah menceritakan kepada kami [Daud yaitu Ibnu Abil Furath] Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Buraidah] dari [Abul Aswad Ad Daili] dia berkata; ketika aku datang ke Madinah, di sana sedang terjadi wabah penyakit, banyak dari mereka meninggal dengan mengenaskan, kemudian aku duduk di sisi Umar, tiba tiba lewatlah jenazah di hadapannya, dan mayit tersebut dipuji dengan kebaikan, Umar berkata; "Wajib" kemudian lewatlah jenazah yang lain dan mayit tersebut dipuji dengan kebaikan dan dia berkata; "Wajib" kemudian lewat jenazah yang ketiga dan mayit tersebut dibeberkan keburukannya, [Umar] berkata; "Wajib" maka aku bertanya; "Apa artinya wajib wahai Amirul Mukminin?" Dia menjawab; aku berkata sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Bahwasannya seorang muslim apabila disaksikan oleh empat orang dengan kebaikan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Syurga." Kami bertanya; "Bagaimana jika tiga?" Beliau menjawab: "Atau tiga?" Kami bertanya lagi; "Bagaimana jika dua?" Beliau menjawab: "Atau dua." Kemudian kami tidak menanyakan jika satu."]]]

Hadits Ahmad 200

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنِي بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ هُبَيْرَةَ يَقُولُ إِنَّهُ سَمِعَ أَبَا تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيَّ يَقُولُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ إِنَّهُ سَمِعَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Jika kalian bertawakkal kepada Allah dgn sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rizqi kepada kalian, sebagimana Dia telah memberikan rizqi kepada burung yg berangkat di pagi hari dalam keadaan kosong & kembali dalam keadaan kenyang. [HR. Ahmad No.200].

Hadits Ahmad No.200 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Haiwah] telah mengabarkan kepadaku [Bakar Bin 'Amru] bahwa dia mendengar [Abdullah Bin Hubairah] berkata; bahwa dia mendengar [Abu Tamim Al Jaisyani] berkata; bahwa dia mendengar [Umar Bin Al Khaththab] menerangkan bahwa dia mendengar Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rizqi kepada kalian, sebagimana Dia telah memberikan rizqi kepada burung yang berangkat di pagi hari dalam keadaan kosong dan kembali dalam keadaan kenyang."]]]

Hadits Ahmad 201

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ دِينَارٍ عَنْ حَكِيمِ بْنِ شَرِيكٍ الْهُذَلِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ مَيْمُونٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ رَبِيعَةَ الْجُرَشِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُجَالِسُوا أَهْلَ الْقَدَرِ وَلَا تُفَاتِحُوهُمْ وَقَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَرَّةً سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Janganlah kalian duduk dgn orang yg tak percaya dgn taqdir, & janganlah kalian membuka pembicaraan dgn mereka. Abu Abdurrahman dalam riwayat lain berkata; aku mendengar Rasulullah . [HR. Ahmad No.201].

Hadits Ahmad No.201 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman] Telah menceritakan kepadaku [Sa'id Bin Abu Ayyub] Telah menceritakan kepadaku ['Atho` Bin Dinar] dari [Hakim Bin Syarik Al Hudzali] dari [Yahya Bin Maimun Al Khadrami] dari [Rabi'ah Al Jurasyi] dari [Abu Hurairah], dari [Umar Bin Al Khaththab], dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian duduk dengan orang yang tidak percaya dengan taqdir, dan janganlah kalian membuka pembicaraan dengan mereka." Abu Abdurrahman dalam riwayat lain berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.]]]

Hadits Ahmad 202

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ الْهَمْدَانِيِّ أَبِي عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ حَبِيبَ بْنَ عُبَيْدٍ يُحَدِّثُ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنِ ابْنِ السِّمْطِ أَنَّهُ خَرَجَ مَعَ عُمَرَ إِلَى ذِي الْحُلَيْفَةِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنَّمَا أَصْنَعُ كَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

shalat dua rakaat, maka aku bertanya kepadanya tentang hal itu, dia menjawab; Aku melakukannya sebagaimana aku melihat Rasulullah . [HR. Ahmad No.202].

Hadits Ahmad No.202 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Yazid Bin Khumair Al Hamdani Abu Umar] dia berkata; aku mendengar [Habib Bin 'Ubaid] bercerita dari [Jubair Bin Nufair] dari [Ibnu As Simth] bahwa dia keluar bersama [Umar] menuju Dzul Hulaifah kemudian shalat dua rakaat, maka aku bertanya kepadanya tentang hal itu, dia menjawab; "Aku melakukannya sebagaimana aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 203

حَدَّثَنَا أَبُو نُوحٍ قُرَادٌ أَنْبَأَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سِمَاكٌ الْحَنَفِيُّ أَبُو زُمَيْلٍ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ قَالَ نَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أَصْحَابِهِ وَهُمْ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَنَيِّفٌ وَنَظَرَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ فَإِذَا هُمْ أَلْفٌ وَزِيَادَةٌ فَاسْتَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ وَعَلَيْهِ رِدَاؤُهُ وَإِزَارُهُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَيْنَ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ أَنْجِزْ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ فَلَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ أَبَدًا قَالَ فَمَا زَالَ يَسْتَغِيثُ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَيَدْعُوهُ حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ فَرَدَّاهُ ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ ثُمَّ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ } فَلَمَّا كَانَ يَوْمُئِذٍ وَالْتَقَوْا فَهَزَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُشْرِكِينَ فَقُتِلَ مِنْهُمْ سَبْعُونَ رَجُلًا وَأُسِرَ مِنْهُمْ سَبْعُونَ رَجُلًا فَاسْتَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا بَكْرٍ وَعَلِيًّا وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو الْعَمِّ وَالْعَشِيرَةُ وَالْإِخْوَانُ فَإِنِّي أَرَى أَنْ تَأْخُذَ مِنْهُمْ الْفِدْيَةَ فَيَكُونُ مَا أَخَذْنَا مِنْهُمْ قُوَّةً لَنَا عَلَى الْكُفَّارِ وَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُمْ فَيَكُونُونَ لَنَا عَضُدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَرَى يَا ابْنَ الْخَطَّابِ قَالَ قُلْتُ وَاللَّهِ مَا أَرَى مَا رَأَى أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَلَكِنِّي أَرَى أَنْ تُمَكِّنَنِي مِنْ فُلَانٍ قَرِيبًا لِعُمَرَ فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ وَتُمَكِّنَ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْ عَقِيلٍ فَيَضْرِبَ عُنُقَهُ وَتُمَكِّنَ حَمْزَةَ مِنْ فُلَانٍ أَخِيهِ فَيَضْرِبَ عُنُقَهُ حَتَّى يَعْلَمَ اللَّهُ أَنَّهُ لَيْسَتْ فِي قُلُوبِنَا هَوَادَةٌ لِلْمُشْرِكِينَ هَؤُلَاءِ صَنَادِيدُهُمْ وَأَئِمَّتُهُمْ وَقَادَتُهُمْ فَهَوِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَلَمْ يَهْوَ مَا قُلْتُ فَأَخَذَ مِنْهُمْ الْفِدَاءَ فَلَمَّا أَنْ كَانَ مِنْ الْغَدِ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ غَدَوْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هُوَ قَاعِدٌ وَأَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَإِذَا هُمَا يَبْكِيَانِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي مَاذَا يُبْكِيكَ أَنْتَ وَصَاحِبَكَ فَإِنْ وَجَدْتُ بُكَاءً بَكَيْتُ وَإِنْ لَمْ أَجِدْ بُكَاءً تَبَاكَيْتُ لِبُكَائِكُمَا قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي عَرَضَ عَلَيَّ أَصْحَابُكَ مِنْ الْفِدَاءِ لَقَدْ عُرِضَ عَلَيَّ عَذَابُكُمْ أَدْنَى مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ لِشَجَرَةٍ قَرِيبَةٍ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ إِلَى قَوْلِهِ لَوْلَا كِتَابٌ مِنْ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ } مِنْ الْفِدَاءِ ثُمَّ أُحِلَّ لَهُمْ الْغَنَائِمُ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ عُوقِبُوا بِمَا صَنَعُوا يَوْمَ بَدْرٍ مِنْ أَخْذِهِمْ الْفِدَاءَ فَقُتِلَ مِنْهُمْ سَبْعُونَ وَفَرَّ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكُسِرَتْ رَبَاعِيَتُهُ وَهُشِمَتْ الْبَيْضَةُ عَلَى رَأْسِهِ وَسَالَ الدَّمُ عَلَى وَجْهِهِ وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا } الْآيَةَ بِأَخْذِكُمْ الْفِدَاءَ

Ya Allah manakah yg telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah tunjukkan apa yg telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah sesungguhnya jika Engkau binasakan kelompok kecil dari orang-orang Islam ini, maka Engkau tak akan disembah di bumi ini untuk selamanya. Umar berkata; Maka Nabi tak henti hentinya memohon pertolongan kepada Rabbnya & berdoa kepada-Nya hingga selendangnya terjatuh, maka Abu Bakar mendatanginya & mengambil selendang beliau & mengembalikannya kemudian mendampinginya dari belakangnya & berkata; Wahai Nabiyullah sudah cukup pengaduanmu kepada Rabbmu, karena Dia akan mengabulkan apa yg dijanjikan kepadamu, maka Allah menurunkan; (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dgn seribu malaikat yg datang berturut-turut. (QS Al Anfal ayat 9). Maka ketika terjadi hari itu & bertemulah dua pasukan, Allah menghancurkan orang-orang musyrik sehingga terbunuhlah dari mereka tujuh puluh orang tentara & tertawan tujuh puluh orang tentra, kemudian Rasulullah bermusyawarah dgn Abu Bakar, Ali & Umar. Abu Bakar berkata; Wahai Nabiyullah mereka adl anak anak paman, kerabat dekat & masih saudara, maka saya berpendapat hendaknya Engkau mengambil dari mereka harta tebusan, & apa yg kita ambil dari mereka menjadi kekuatan kita mengahadapi orang-orang kafir, semoga Allah akan memberikan hidayah kepada mereka sehingga mereka menjadi pendukung kita. kemudian Rasulullah bertanya: Apa pendapat kamu wahai Ibnul Khaththab?
Umar menjawab; Aku berkata; 'demi Allah aku tak berpendapat seperti pendapat Abu Bakar, akan tetapi aku berpendapat Engkau serahkan fulan kerabat Umar kepadaku untuk aku penggal lehernya, & Engkau serahkan Aqil kepada Ali untuk dia penggal lehernya, & Engkau serahkan fulan saudara Hamzah kepada Hamzah untuk dia penggal lehernya, sehingga Allah mengetahui bahwa tak ada kasih sayang dalam hati kita kepada orang-orang musyrik, mereka adl para pembesar, para tetua & para pemimpin mereka.' Namun Rasulullah condong kepada pendapat Abu Bakar & tak kepada pendapatku. Kemudian beliau mengambil tebusan dari mereka, maka pada hari esoknya Umar berkata; pagi pagi aku datang kepada Nabi tiba tiba beliau & Abu Bakar duduk & keduanya menangis, maka aku bertanya; wahai Rasulullah beritahukan kepadaku apa yg membuat Engkau & sahabatmu menangis, jika aku bisa menangis, aku akan menangis & jika aku tak bisa menangis aku akan menangis nangiskan diri karena kalian berdua menangis. Umar berkata; Kemudian Nabi menjawab: Pendapat yg diajukan sahabatmu berupa tebusan, sungguh telah ditampakkan kepadaku sisksa kalian lebih dekat ketimbang pohon yg paling dekat & Allah menurunkan firman-Nya Tidak patut, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi (QS Al Anfal ayat 67), sampai firman-Nya; Niscaya kamu ditimpa siksaan yg besar Karena tebusan yg kamu ambil (QS Al Anfal ayat 68). yaitu tebusan, kemudian dihalalkan bagi mereka harta ghanimah (rampasan perang), maka ketika terjadi perang Uhud di tahun berikutnya mereka dihukum akibat apa yg mereka lakukan pada perang Badar berupa mengambil tebusan, sehingga diantara mereka gugur tujuh puluh orang, & pada saat peperangan para sahabat Nabi lari dari beliau, sehingga kedua gigi geraham beliau pecah, kening kepala beliau sobek & mengalir darah di muka beliau, kemudian Allah menurunkan firman-Nya: Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu Telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar (QS Ali Imran ayat 165) sampai firman-Nya: Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran ayat 165) disebabkan kalian mengambil tebusan. [HR. Ahmad No.203].

Hadits Ahmad No.203 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh Quradl] telah memberitakan kepada kami [Ikrimah Bin 'Ammar] Telah menceritakan kepada kami [Simak Al Hanafi Abu Zumail] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata; "Ketika terjadi perang Badar" Umar berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memandang kepada para sahabatnya dan mereka berjumlah tiga ratus lima puluh orang, kemudian melihat kepada orang-orang Musyrik dan jumlah mereka seribu lebih, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menghadap Qiblat kemudian mengangkat kedua tangannya dan beliau mengenakan kain selendang dan sarungnya kemudian beliau berdoa: "Ya Allah manakah yang telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah tunjukkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah sesungguhnya jika Engkau binasakan kelompok kecil dari orang-orang Islam ini, maka Engkau tidak akan disembah di bumi ini untuk selamanya." Umar berkata; "Maka Nabi tidak henti hentinya memohon pertolongan kepada Rabbnya dan berdoa kepada-Nya hingga selendangnya terjatuh, maka Abu Bakar mendatanginya dan mengambil selendang beliau dan mengembalikannya kemudian mendampinginya dari belakangnya dan berkata; "Wahai Nabiyullah sudah cukup pengaduanmu kepada Rabbmu, karena Dia akan mengabulkan apa yang dijanjikan kepadamu, " maka Allah menurunkan; " (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (QS Al Anfal ayat 9). Maka ketika terjadi hari itu dan bertemulah dua pasukan, Allah menghancurkan orang-orang musyrik sehingga terbunuhlah dari mereka tujuh puluh orang tentara dan tertawan tujuh puluh orang tentra, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bermusyawarah dengan Abu Bakar, Ali dan Umar. Abu Bakar berkata; "Wahai Nabiyullah mereka adalah anak anak paman, kerabat dekat dan masih saudara, maka saya berpendapat hendaknya Engkau mengambil dari mereka harta tebusan, dan apa yang kita ambil dari mereka menjadi kekuatan kita mengahadapi orang-orang kafir, semoga Allah akan memberikan hidayah kepada mereka sehingga mereka menjadi pendukung kita." kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apa pendapat kamu wahai Ibnul Khaththab?" Umar menjawab; "Aku berkata; 'demi Allah aku tidak berpendapat seperti pendapat Abu Bakar, akan tetapi aku berpendapat Engkau serahkan fulan kerabat Umar kepadaku untuk aku penggal lehernya, dan Engkau serahkan Aqil kepada Ali untuk dia penggal lehernya, dan Engkau serahkan fulan saudara Hamzah kepada Hamzah untuk dia penggal lehernya, sehingga Allah mengetahui bahwa tidak ada kasih sayang dalam hati kita kepada orang-orang musyrik, mereka adalah para pembesar, para tetua dan para pemimpin mereka.' Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam condong kepada pendapat Abu Bakar dan tidak kepada pendapatku." Kemudian beliau mengambil tebusan dari mereka, maka pada hari esoknya Umar berkata; "pagi pagi aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba tiba beliau dan Abu Bakar duduk dan keduanya menangis, maka aku bertanya; "wahai Rasulullah beritahukan kepadaku apa yang membuat Engkau dan sahabatmu menangis, jika aku bisa menangis, aku akan menangis dan jika aku tidak bisa menangis aku akan menangis nangiskan diri karena kalian berdua menangis". Umar berkata; "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Pendapat yang diajukan sahabatmu berupa tebusan, sungguh telah ditampakkan kepadaku sisksa kalian lebih dekat ketimbang pohon yang paling dekat "dan Allah menurunkan firman-Nya "Tidak patut, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi" (QS Al Anfal ayat 67), sampai firman-Nya; "Niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar Karena tebusan yang kamu ambil" (QS Al Anfal ayat 68). yaitu tebusan, kemudian dihalalkan bagi mereka harta ghanimah (rampasan perang), maka ketika terjadi perang Uhud di tahun berikutnya mereka dihukum akibat apa yang mereka lakukan pada perang Badar berupa mengambil tebusan, sehingga diantara mereka gugur tujuh puluh orang, dan pada saat peperangan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lari dari beliau, sehingga kedua gigi geraham beliau pecah, kening kepala beliau sobek dan mengalir darah di muka beliau, kemudian Allah menurunkan firman-Nya: "Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu Telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar " (QS Ali Imran ayat 165) sampai firman-Nya: "Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Ali Imran ayat 165) disebabkan kalian mengambil tebusan.]]]

Hadits Ahmad 204

حَدَّثَنَا أَبُو نُوحٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ قَالَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ شَيْءٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ قَالَ فَقُلْتُ لِنَفْسِي ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ نَزَرْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْكَ قَالَ فَرَكِبْتُ رَاحِلَتِي فَتَقَدَّمْتُ مَخَافَةَ أَنْ يَكُونَ نَزَلَ فِيَّ شَيْءٌ قَالَ فَإِذَا أَنَا بِمُنَادٍ يُنَادِي يَا عُمَرُ أَيْنَ عُمَرُ قَالَ فَرَجَعْتُ وَأَنَا أَظُنُّ أَنَّهُ نَزَلَ فِيَّ شَيْءٌ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَزَلَتْ عَلَيَّ الْبَارِحَةَ سُورَةٌ هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا { إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ }

Tadi malam telah turun kepadaku sebuah surat yg lebih aku sukai ketimbang dunia beserta isinya, Sungguh kami telah memberikan kepadamu kemenangan yg nyata. Agar Allah memberikan apunan kepadamu atas dosamu yg telah lalu & yg akan datang (QS Al Fath ayat 1 - 2). [HR. Ahmad No.204].

Hadits Ahmad No.204 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh] Telah menceritakan kepada kami [Malik Bin Anas] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, kemudian aku bertanya kepadanya tentang sesuatu sebanyak tiga kali dan beliau tidak menjawabku, maka aku berkata dalam hatiku; "Alangkah malangnya kamu wahai Ibnul Khaththab, kamu berusaha keras kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebanyak tiga kali tapi dia tidak menjawabmu." Umar berkata; maka aku naiki kendaraanku dan aku maju karena khawatir akan turun sesuatu tentangku. Umar berkata; tiba tiba ada orang yang memanggilku; "Wahai Umar, di mana Umar?" Umar berkata; "Maka aku datangi karena saya mengira telah turun sesuatu tentang aku, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersbda: "Tadi malam telah turun kepadaku sebuah surat yang lebih aku sukai ketimbang dunia beserta isinya, "Sungguh kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Agar Allah memberikan apunan kepadamu atas dosamu yang telah lalu dan yang akan datang" (QS Al Fath ayat 1 - 2)."]]]

Hadits Ahmad 205

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ حَكِيمِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنِ ابْنِ الْحَوْتَكِيَّةِ قَالَ أُتِيَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِطَعَامٍ فَدَعَا إِلَيْهِ رَجُلًا فَقَالَ إِنِّي صَائِمٌ ثُمَّ قَالَ وَأَيُّ الصِّيَامِ تَصُومُ لَوْلَا كَرَاهِيَةُ أَنْ أَزِيدَ أَوْ أَنْقُصَ لَحَدَّثْتُكُمْ بِحَدِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَاءَهُ الْأَعْرَابِيُّ بِالْأَرْنَبِ وَلَكِنْ أَرْسِلُوا إِلَى عَمَّارٍ فَلَمَّا جَاءَ عَمَّارٌ قَالَ أَشَاهِدٌ أَنْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ جَاءَهُ الْأَعْرَابِيُّ بِالْأَرْنَبِ قَالَ نَعَمْ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ بِهَا دَمًا فَقَالَ كُلُوهَا قَالَ إِنِّي صَائِمٌ قَالَ وَأَيُّ الصِّيَامِ تَصُومُ قَالَ أَوَّلَ الشَّهْرِ وَآخِرَهُ قَالَ إِنْ كُنْتَ صَائِمًا فَصُمْ الثَّلَاثَ عَشْرَةَ وَالْأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَالْخَمْسَ عَشْرَةَ

Jika kamu ingin berpuasa maka puasalah pada tanggal tiga belas, empat belas & lima belas. [HR. Ahmad No.205].

Hadits Ahmad No.205 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlar] Telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dari [Hakim Bin Jubair] dari [Musa Bin Thalhah] dari [Ibnul Hautakiyah] dia berkata; [Umar Bin Al Khaththab] diberi makanan kemudian dia memanggil seorang lelaki akan tetapi dia berkata; "Aku sedang berpuasa." Umar bertanya; "Puasa apa yang kamu lakukan? Seandainya tidak khawatir akan menambah atau mengurangi pasti aku ceritakan kepada kalian sebuah hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika datang kepadanya seorang Arab badui dengan membawa seekor kelinci, akan tetapi susullah Ammar." Maka ketika Ammar datang, Umar berkata; "Apakah kamu melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada hari beliau kedatangan seorang arab badui dengan membawa seekor kelinci?" Ammar menjawab; "Ya." [Ammar] melanjutkan; aku melihat ada darahnya, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Makanlah oleh kalian" Ammar berkata; "Aku sedang puasa." Nabi bertanya: "Puasa apa yang kamu kerjakan?" Ammar menjawab; "Puasa di awal dan akhir bulan." Kemudian Nabi bersabda: "Jika kamu ingin berpuasa maka puasalah pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas."]]]

Hadits Ahmad 206

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا أَبُو عَقِيلٍ حَدَّثَنَا مُجَالِدُ بْنُ سَعِيدٍ أَخْبَرَنَا عَامِرٌ عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ الْأَجْدَعِ قَالَ لَقِيتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ لِي مَنْ أَنْتَ قُلْتُ مَسْرُوقُ بْنُ الْأَجْدَعِ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْأَجْدَعُ شَيْطَانٌ وَلَكِنَّكَ مَسْرُوقُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ عَامِرٌ فَرَأَيْتُهُ فِي الدِّيوَانِ مَكْتُوبًا مَسْرُوقُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ هَكَذَا سَمَّانِي عُمَرُ

Ajda' itu nama setan, akan tetapi kamu adl Masruq Bin Abdurrahman. Amir berkata; Maka aku melihatnya di dalam catatan dokumen tertulis Masruq Bin Abdurrahman, aku bertanya; Apa ini?
Maka dia menjawab; Demikian Umar menamakanku. [HR. Ahmad No.206].

Hadits Ahmad No.206 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlar] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Aqil] Telah menceritakan kepada kami [Mujalid Bin Sa'id] telah mengabarkan kepada kami ['Amir] dari [Masruq Bin Al Ajda'] dia berkata; aku bertemu dengan [Umar Bin Al Khaththab] kemudian dia berkata kepadaku; "Siapa kamu?" Aku menjawab; "Masruq Bin Ajda." Maka Umar berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ajda' itu nama setan, " akan tetapi kamu adalah Masruq Bin Abdurrahman. Amir berkata; "Maka aku melihatnya di dalam catatan dokumen tertulis Masruq Bin Abdurrahman, aku bertanya; "Apa ini?" Maka dia menjawab; "Demikian Umar menamakanku."]]]

Hadits Ahmad 207

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَرَّرِ بْنِ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْعَزْلِ عَنْ الْحُرَّةِ إِلَّا بِإِذْنِهَا

melarang dari perbuatan 'Azl (menumpahkan air mani di luar liang vagina istri) dari seorang istri kecuali atas izin darinya. [HR. Ahmad No.207].

Hadits Ahmad No.207 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Ja'far Bin Rabi'ah] dari [Az Zuhri] dari [Muharrar Bin Abu Hurairah] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari perbuatan 'Azl (menumpahkan air mani di luar liang vagina istri) dari seorang istri kecuali atas izin darinya."]]]

Hadits Ahmad 208

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ لَئِنْ عِشْتُ إِلَى هَذَا الْعَامِ الْمُقْبِلِ لَا يُفْتَحُ لِلنَّاسِ قَرْيَةٌ إِلَّا قَسَمْتُهَا بَيْنَهُمْ كَمَا قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ

sebagaimana Rasulullah telah membaginya pada perang Khaibar. [HR. Ahmad No.208].

Hadits Ahmad No.208 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Abdul Malik Bin 'Amru] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hisyam maksudnya Ibnu Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkata; "Jika aku hidup sampai tahun depan maka tidak ada satu kampung yang ditaklukkan, kecuali aku akan membaginya diantara mereka sebagaimana Rasulullah telah membaginya pada perang Khaibar."]]]

Hadits Ahmad 209

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ فَحَلَفْتُ لَا وَأَبِي فَهَتَفَ بِي رَجُلٌ مِنْ خَلْفِي فَقَالَ لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ فَإِذَا هُوَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Jangan kalian bersumpah dgn bapak bapak kalian. Ternyata dia adl Nabi . [HR. Ahmad No.209].

Hadits Ahmad No.209 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Az Zabiri] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dari [Umar] dia berkata; aku bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu peperangan kemudian aku bersumpah; "Tidak, demi bapakku." Maka seseorang menegurku dari belakang dan berkata: "Jangan kalian bersumpah dengan bapak bapak kalian." Ternyata dia adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 210

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَئِنْ عِشْتُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَأُخْرِجَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ

Jika aku hidup aku pasti akan mengeluarkan orang-orang yahudi & Nasrani dari Jazirah Arab. [HR. Ahmad No.210].

Hadits Ahmad No.210 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dari [Umar] dia berkata; "Jika aku hidup aku pasti akan mengeluarkan orang-orang yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab."]]]

Hadits Ahmad 211

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى الْخُفَّيْنِ

Aku melihat Rasulullah mengusap kedua khuf. [HR. Ahmad No.211].

Hadits Ahmad No.211 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Daud Abu Daud] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari ['Ashim] dari [bapaknya] dari [Umar] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah mengusap kedua khuf."]]]

Hadits Ahmad 212

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا سَلَّامٌ يَعْنِي أَبَا الْأَحْوَصِ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ سَيَّارِ بْنِ الْمَعْرُورِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَخْطُبُ وَهُوَ يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَنَحْنُ مَعَهُ الْمُهَاجِرُونَ وَالْأَنْصَارُ فَإِذَا اشْتَدَّ الزِّحَامُ فَلْيَسْجُدْ الرَّجُلُ مِنْكُمْ عَلَى ظَهْرِ أَخِيهِ وَرَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ فِي الطَّرِيقِ فَقَالَ صَلُّوا فِي الْمَسْجِدِ

membangun masjid ini, & kami dari muhajirin maupun anshar bersama beliau, ketika masjid menjadi penuh sesak sampai-sampai seseorang dari kalian sujud di atas punggung saudaranya & beliau melihat orang-orang shalat di jalanan, maka beliau bersabda:
Shalatlah kalian di dalam masjid. [HR. Ahmad No.212].

Hadits Ahmad No.212 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Daud Abu Daud] Telah menceritakan kepada kami [Sallam yaitu Abul Ahwas] dari [Simak Bin Harb] dari [Sayyar Bin Al Ma'rur] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkhutbah dan berkata; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membangun masjid ini, dan kami dari muhajirin maupun anshar bersama beliau, ketika masjid menjadi penuh sesak sampai-sampai seseorang dari kalian sujud di atas punggung saudaranya dan beliau melihat orang-orang shalat di jalanan, maka beliau bersabda: "Shalatlah kalian di dalam masjid."]]]

Hadits Ahmad 213

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زُهَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ حَارِثَةَ بْنِ مُضَرِّبٍ أَنَّهُ حَجَّ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَتَاهُ أَشْرَافُ أَهْلِ الشَّامِ فَقَالُوا يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّا أَصَبْنَا مِنْ أَمْوَالِنَا رَقِيقًا وَدَوَابَّ فَخُذْ مِنْ أَمْوَالِنَا صَدَقَةً تُطَهِّرُنَا بِهَا وَتَكُونُ لَنَا زَكَاةً فَقَالَ هَذَا شَيْءٌ لَمْ يَفْعَلْهُ اللَّذَانِ كَانَا مِنْ قَبْلِي وَلَكِنْ انْتَظِرُوا حَتَّى أَسْأَلَ الْمُسْلِمِينَ

kami memiliki harta, budak & hewan ternak, maka ambillah dari harta kami sebagai zakat yg dapat mensucikan kami, kemudian Umar menjawab; Ini adl sesuatu yg belum dilakukan oleh dua orang sebelumku akan tetapi tunggulah sampai aku bertanya kepada kaum muslimin. [HR. Ahmad No.213].

Hadits Ahmad No.213 Secara Lengkap

[[[Dia (Ahmd Bin Hambal) berkata; aku membacakan kepada [Yahya Bin Sa'id] dari [Zuhair] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Haritsah Bin Mudlarrab] bahwa dia melaksanakan haji bersama [Umar Bin Al Khaththab], kemudian pemuka-pemuka penduduk Syam mendatanginya dan berkata; "Wahai Amirul Mukminin, kami memiliki harta, budak dan hewan ternak, maka ambillah dari harta kami sebagai zakat yang dapat mensucikan kami, " kemudian Umar menjawab; "Ini adalah sesuatu yang belum dilakukan oleh dua orang sebelumku akan tetapi tunggulah sampai aku bertanya kepada kaum muslimin."]]]

Hadits Ahmad 214

حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَمُؤَمَّلٌ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ عِشْتُ لَأُخْرِجَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ حَتَّى لَا أَتْرُكَ فِيهَا إِلَّا مُسْلِمًا

aku akan mengeluarkan orang-orangYahudi & Nasrani dari Jazirah Arab sampai tak aku tinggalkan di dalamnya kecuali muslim. [HR. Ahmad No.214].

Hadits Ahmad No.214 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Rauh] dan [Mu`ammal] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir Bin Abdullah] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jka aku hidup, pasti aku akan mengeluarkan orang-orangYahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab sampai tidak aku tinggalkan di dalamnya kecuali muslim."]]]

Hadits Ahmad 215

حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ وَعُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَقَدْ بَلَغَ بِهِ أَبِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ فَاتَهُ شَيْءٌ مِنْ وِرْدِهِ أَوْ قَالَ مِنْ جُزْئِهِ مِنْ اللَّيْلِ فَقَرَأَهُ مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْفَجْرِ إِلَى الظُّهْرِ فَكَأَنَّمَا قَرَأَهُ مِنْ لَيْلَتِهِ

Barangsiapa tertinggal sesuatu dari wiridnya, atau beliau bersabda:
Dari sebagiannya pada malam hari kemudian dia membacanya diantara shalat fajar sampai Dzuhur, maka seakan akan dia membacanya di malam harinya. [HR. Ahmad No.215].

Hadits Ahmad No.215 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Attab Bin Ziyad] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah yaitu Ibnul Mubarak] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [As Sa`ib Bin Yazid] dan [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dari [Abdurrahman Bin 'Abd] dari [Umar Bin Al Khaththab], Abdullah berkata; "Bapakku telah menyampaikannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa tertinggal sesuatu dari wiridnya, " atau beliau bersabda: "Dari sebagiannya pada malam hari kemudian dia membacanya diantara shalat fajar sampai Dzuhur, maka seakan akan dia membacanya di malam harinya."]]]

Hadits Ahmad 216

حَدَّثَنَا أَبُو نُوحٍ قُرَادٌ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سِمَاكٌ الْحَنَفِيُّ أَبُو زُمَيْلٍ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي عُمَرُ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ قَالَ نَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أَصْحَابِهِ وَهُمْ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَنَيِّفٌ وَنَظَرَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ فَإِذَا هُمْ أَلْفٌ وَزِيَادَةٌ فَاسْتَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ ثُمَّ مَدَّ يَدَهُ وَعَلَيْهِ رِدَاؤُهُ وَإِزَارُهُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَيْنَ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ أَنْجِزْ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ فَلَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ أَبَدًا قَالَ فَمَا زَالَ يَسْتَغِيثُ رَبَّهُ وَيَدْعُوهُ حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ فَرَدَّاهُ ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ ثُمَّ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ } فَلَمَّا كَانَ يَوْمُئِذٍ وَالْتَقَوْا فَهَزَمَ اللَّهُ الْمُشْرِكِينَ فَقُتِلَ مِنْهُمْ سَبْعُونَ رَجُلًا وَأُسِرَ مِنْهُمْ سَبْعُونَ رَجُلًا فَاسْتَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا بَكْرٍ وَعَلِيًّا وَعُمَرَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا نَبِيَّ اللَّهِ هَؤُلَاءِ بَنُو الْعَمِّ وَالْعَشِيرَةُ وَالْإِخْوَانُ فَأَنَا أَرَى أَنْ تَأْخُذَ مِنْهُمْ الْفِدَاءَ فَيَكُونُ مَا أَخَذْنَا مِنْهُمْ قُوَّةً لَنَا عَلَى الْكُفَّارِ وَعَسَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَهْدِيَهُمْ فَيَكُونُونَ لَنَا عَضُدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَرَى يَا ابْنَ الْخَطَّابِ فَقَالَ قُلْتُ وَاللَّهِ مَا أَرَى مَا رَأَى أَبُو بَكْرٍ وَلَكِنِّي أَرَى أَنْ تُمَكِّنَنِي مِنْ فُلَانٍ قَرِيبٍ لِعُمَرَ فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ وَتُمَكِّنَ عَلِيًّا مِنْ عَقِيلٍ فَيَضْرِبَ عُنُقَهُ وَتُمَكِّنَ حَمْزَةَ مِنْ فُلَانٍ أَخِيهِ فَيَضْرِبَ عُنُقَهُ حَتَّى يَعْلَمَ اللَّهُ أَنَّهُ لَيْسَ فِي قُلُوبِنَا هَوَادَةٌ لِلْمُشْرِكِينَ هَؤُلَاءِ صَنَادِيدُهُمْ وَأَئِمَّتُهُمْ وَقَادَتُهُمْ فَهَوِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَلَمْ يَهْوَ مَا قُلْتُ فَأَخَذَ مِنْهُمْ الْفِدَاءَ فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْغَدِ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ غَدَوْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هُوَ قَاعِدٌ وَأَبُو بَكْرٍ وَإِذَا هُمَا يَبْكِيَانِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي مَاذَا يُبْكِيكَ أَنْتَ وَصَاحِبَكَ فَإِنْ وَجَدْتُ بُكَاءً بَكَيْتُ وَإِنْ لَمْ أَجِدْ بُكَاءً تَبَاكَيْتُ لِبُكَائِكُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي عَرَضَ عَلَيَّ أَصْحَابُكَ مِنْ الْفِدَاءِ وَلَقَدْ عُرِضَ عَلَيَّ عَذَابُكُمْ أَدْنَى مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ لِشَجَرَةٍ قَرِيبَةٍ وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ إِلَى قَوْلِهِ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ } مِنْ الْفِدَاءِ ثُمَّ أُحِلَّ لَهُمْ الْغَنَائِمُ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ عُوقِبُوا بِمَا صَنَعُوا يَوْمَ بَدْرٍ مِنْ أَخْذِهِمْ الْفِدَاءَ فَقُتِلَ مِنْهُمْ سَبْعُونَ وَفَرَّ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكُسِرَتْ رَبَاعِيَتُهُ وَهُشِمَتْ الْبَيْضَةُ عَلَى رَأْسِهِ وَسَالَ الدَّمُ عَلَى وَجْهِهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا إِلَى قَوْلِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ } بِأَخْذِكُمْ الْفِدَاءَ

Ya Allah manakah yg telah Engkau janjikan kepadaku, tunjukkan apa yg telah Engaku janjikan kepadaku, ya Allah jika Engkau binasakan kelompok kecil dari ummat Islam ini, niscaya Engkau tak akan disembah di bumi ini untuk selamanya. Umar berkata; Maka beliau tak henti hentinya memohon pertolongan & berdoa kepada Rabbnya sampai sampai selendangnya terjatuh, kemudian Abu Bakar mendatanginya & mengembalikan selendang beliau & mendampinginya dari belakang kemudian berkata; Wahai Nabiyullah'sudah cukup pengaduanmu kepada Rabbmu karena Dia pasti akan memenuhi janji-Nya kepadamu. Maka Allah Ta'ala menurunkan (ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dgn seribu malaikat yg datang berturut-turut. (QS Al Anfal ayat 9) maka pada hari itu bertemulah dua pasukan & Allah menghancurkan orang-orang musyrik, diantara mereka yg terbunuh berjumlah tujuh puluh orang & tertawan tujuh puluh orang, maka Rasulullah bermusyawarah dgn Abu Bakar, Ali & Umar, Abu Bakar berkata; Wahai Nabiyullah mereka adl anak paman, keluarga dekat & saudara saudara kita, maka saya berpendapat engkau ambil dari mereka uang tebusan, sehingga apa yg kita ambil dari mereka menjadi kekuatan bagi kita atas orang-orang kafir, & mudah mudahan Allah akan memberi hidayah kepada mereka, sehingga mereka bisa menjadi penguat bagi kita. Kemudian Rasulullah bertanya: Apa pendapatmu wahai Ibnul Khaththab?
Maka Umar berkata; aku berkata; 'Demi Allah, aku tak berpendapat seperti pendapat Abu Bakar, akan tetapi aku berpendapat Engkau serahkan kepadaku fulan saudara Umar utuk aku penggal lehernya, & Engkau serahkan 'Aqil kepada Ali kemudian dia penggal lehernya, & Engkau serahkan fulan saudara hamzah kepadanya kamudian dia penggal lehernya, sehingga Allah mengetahui bahwa tak ada kasih sayang dalam hati kita kepada orang-orang musyrik, mereka adl para pembesar, para tetua & para pemimpin mereka. Namun Rasulullah condong kepada pendapat Abu Bakar & tak kepada pendapatku, Kemudian beliau mengambil tebusan dari mereka, maka pada esok harinya Umar berkata; pagi pagi aku datang kepada Nabi , tiba tiba beliau & Abu Bakar duduk & keduanya menangis, maka aku bertanya; Wahai Rasulullah beritahukan kepadaku apa yg membuat engkau & sahabatmu menangis?
Jika aku bisa menangis, aku akan menangis & jika aku tak bisa menangis aku akan menangis nangiskan diri karena kalian berdua menangis. Umar berkata; Kemudian Nabi menjawab: Pendapat yg diajukan sahabatmu berupa tebusan, sungguh telah ditampakkan kepadaku sisksa kalian lebih dekat ketimbang pohon yg paling dekat & Allah menurunkan firman-Nya Tidak patut, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi (QS Al Anfal ayat 67) sampai firman-Nya niscaya kamu ditimpa siksaan yg besar Karena tebusan yg kamu ambil (QS Al Anfal ayat 68). yaitu tebusan, kemudian dihalalkan bagi mereka harta ghanimah (rampasan perang), maka ketika terjadi perang Uhud di tahun berikutnya mereka dihukum akibat apa yg mereka lakukan pada perang Badar berupa mengambil tebusan, sehingga diantara mereka gugur tujuh puluh orang, & pada saat peperangan para sahabat Nabi lari dari beliau, sehingga kedua gigi geraham beliau pecah, kening kepala beliau sobek & mengalir darah di muka beliau, kemudian Allah menurunkan firman-Nya: Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu Telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar (QS Ali Imran ayat 165) sampai firman-Nya: Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran ayat 165) disebabkan kalian mengambil tebusan. [HR. Ahmad No.216].

Hadits Ahmad No.216 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh Qurad] Telah menceritakan kepada kami [Ikrimah Bin 'Ammar] Telah menceritakan kepada kami [Simak Al Hanafi Abu Zumail] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar] dia berkata; ketika hari perang Badar, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat kepada sahabat sahabatnya yang berjumlah tiga ratus lima puluh dan beliau melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah seribu lebih, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menghadap ke arah Qiblat dan menengadahkan tangan sedang beliau mengenakan selendang dan sarung, kemudian beliau berdoa: "Ya Allah manakah yang telah Engkau janjikan kepadaku, tunjukkan apa yang telah Engaku janjikan kepadaku, ya Allah jika Engkau binasakan kelompok kecil dari ummat Islam ini, niscaya Engkau tidak akan disembah di bumi ini untuk selamanya." Umar berkata; "Maka beliau tidak henti hentinya memohon pertolongan dan berdoa kepada Rabbnya sampai sampai selendangnya terjatuh, kemudian Abu Bakar mendatanginya dan mengembalikan selendang beliau dan mendampinginya dari belakang kemudian berkata; "Wahai Nabiyullah'sudah cukup pengaduanmu kepada Rabbmu karena Dia pasti akan memenuhi janji-Nya kepadamu." Maka Allah Ta'ala menurunkan " (ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (QS Al Anfal ayat 9) maka pada hari itu bertemulah dua pasukan dan Allah menghancurkan orang-orang musyrik, diantara mereka yang terbunuh berjumlah tujuh puluh orang dan tertawan tujuh puluh orang, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bermusyawarah dengan Abu Bakar, Ali dan Umar, Abu Bakar berkata; "Wahai Nabiyullah mereka adalah anak paman, keluarga dekat dan saudara saudara kita, maka saya berpendapat engkau ambil dari mereka uang tebusan, sehingga apa yang kita ambil dari mereka menjadi kekuatan bagi kita atas orang-orang kafir, dan mudah mudahan Allah akan memberi hidayah kepada mereka, sehingga mereka bisa menjadi penguat bagi kita." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apa pendapatmu wahai Ibnul Khaththab?" Maka Umar berkata; "aku berkata; 'Demi Allah, aku tidak berpendapat seperti pendapat Abu Bakar, akan tetapi aku berpendapat Engkau serahkan kepadaku fulan saudara Umar utuk aku penggal lehernya, dan Engkau serahkan 'Aqil kepada Ali kemudian dia penggal lehernya, dan Engkau serahkan fulan saudara hamzah kepadanya kamudian dia penggal lehernya, sehingga Allah mengetahui bahwa tidak ada kasih sayang dalam hati kita kepada orang-orang musyrik, mereka adalah para pembesar, para tetua dan para pemimpin mereka." Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam condong kepada pendapat Abu Bakar dan tidak kepada pendapatku, " Kemudian beliau mengambil tebusan dari mereka, maka pada esok harinya Umar berkata; "pagi pagi aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba beliau dan Abu Bakar duduk dan keduanya menangis, maka aku bertanya; "Wahai Rasulullah beritahukan kepadaku apa yang membuat engkau dan sahabatmu menangis? Jika aku bisa menangis, aku akan menangis dan jika aku tidak bisa menangis aku akan menangis nangiskan diri karena kalian berdua menangis." Umar berkata; "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "" Pendapat yang diajukan sahabatmu berupa tebusan, sungguh telah ditampakkan kepadaku sisksa kalian lebih dekat ketimbang pohon yang paling dekat "dan Allah menurunkan firman-Nya "Tidak patut, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi " (QS Al Anfal ayat 67) sampai firman-Nya "niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar Karena tebusan yang kamu ambil" (QS Al Anfal ayat 68). yaitu tebusan, kemudian dihalalkan bagi mereka harta ghanimah (rampasan perang), maka ketika terjadi perang Uhud di tahun berikutnya mereka dihukum akibat apa yang mereka lakukan pada perang Badar berupa mengambil tebusan, sehingga diantara mereka gugur tujuh puluh orang, dan pada saat peperangan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lari dari beliau, sehingga kedua gigi geraham beliau pecah, kening kepala beliau sobek dan mengalir darah di muka beliau, kemudian Allah menurunkan firman-Nya: "Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu Telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar " (QS Ali Imran ayat 165) sampai firman-Nya: "Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Ali Imran ayat 165) disebabkan kalian mengambil tebusan."]]]

Hadits Ahmad 217

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي ثَوْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَمْ أَزَلْ حَرِيصًا عَلَى أَنْ أَسْأَلَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ الْمَرْأَتَيْنِ مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّتَيْنِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى { إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا } حَتَّى حَجَّ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَحَجَجْتُ مَعَهُ فَلَمَّا كُنَّا بِبَعْضِ الطَّرِيقِ عَدَلَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَعَدَلْتُ مَعَهُ بِالْإِدَاوَةِ فَتَبَرَّزَ ثُمَّ أَتَانِي فَسَكَبْتُ عَلَى يَدَيْهِ فَتَوَضَّأَ فَقُلْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مَنْ الْمَرْأَتَانِ مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّتَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى { إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا } فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَاعَجَبًا لَكَ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ الزُّهْرِيُّ كَرِهَ وَاللَّهِ مَا سَأَلَهُ عَنْهُ وَلَمْ يَكْتُمْهُ عَنْهُ قَالَ هِيَ حَفْصَةُ وَعَائِشَةُ قَالَ ثُمَّ أَخَذَ يَسُوقُ الْحَدِيثَ قَالَ كُنَّا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ قَوْمًا نَغْلِبُ النِّسَاءَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَجَدْنَا قَوْمًا تَغْلِبُهُمْ نِسَاؤُهُمْ فَطَفِقَ نِسَاؤُنَا يَتَعَلَّمْنَ مِنْ نِسَائِهِمْ قَالَ وَكَانَ مَنْزِلِي فِي بَنِي أُمَيَّةَ بْنِ زَيْدٍ بِالْعَوَالِي قَالَ فَتَغَضَّبْتُ يَوْمًا عَلَى امْرَأَتِي فَإِذَا هِيَ تُرَاجِعُنِي فَأَنْكَرْتُ أَنْ تُرَاجِعَنِي فَقَالَتْ مَا تُنْكِرُ أَنْ أُرَاجِعَكَ فَوَاللَّهِ إِنَّ أَزْوَاجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُرَاجِعْنَهُ وَتَهْجُرُهُ إِحْدَاهُنَّ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ قَالَ فَانْطَلَقْتُ فَدَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ فَقُلْتُ أَتُرَاجِعِينَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ نَعَمْ قُلْتُ وَتَهْجُرُهُ إِحْدَاكُنَّ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ قَالَتْ نَعَمْ قُلْتُ قَدْ خَابَ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ مِنْكُنَّ وَخَسِرَ أَفَتَأْمَنُ إِحْدَاكُنَّ أَنْ يَغْضَبَ اللَّهُ عَلَيْهَا لِغَضَبِ رَسُولِهِ فَإِذَا هِيَ قَدْ هَلَكَتْ لَا تُرَاجِعِي رَسُولَ اللَّهِ وَلَا تَسْأَلِيهِ شَيْئًا وَسَلِينِي مَا بَدَا لَكِ وَلَا يَغُرَّنَّكِ إِنْ كَانَتْ جَارَتُكِ هِيَ أَوْسَمَ وَأَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ مِنْكِ يُرِيدُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَ وَكَانَ لِي جَارٌ مِنْ الْأَنْصَارِ وَكُنَّا نَتَنَاوَبُ النُّزُولَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَنْزِلُ يَوْمًا وَأَنْزِلُ يَوْمًا فَيَأْتِينِي بِخَبَرِ الْوَحْيِ وَغَيْرِهِ وَآتِيهِ بِمِثْلِ ذَلِكَ قَالَ وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّ غَسَّانَ تُنْعِلُ الْخَيْلَ لِتَغْزُوَنَا فَنَزَلَ صَاحِبِي يَوْمًا ثُمَّ أَتَانِي عِشَاءً فَضَرَبَ بَابِي ثُمَّ نَادَانِي فَخَرَجْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ حَدَثَ أَمْرٌ عَظِيمٌ قُلْتُ وَمَاذَا أَجَاءَتْ غَسَّانُ قَالَ لَا بَلْ أَعْظَمُ مِنْ ذَلِكَ وَأَطْوَلُ طَلَّقَ الرَّسُولُ نِسَاءَهُ فَقُلْتُ قَدْ خَابَتْ حَفْصَةُ وَخَسِرَتْ قَدْ كُنْتُ أَظُنُّ هَذَا كَائِنًا حَتَّى إِذَا صَلَّيْتُ الصُّبْحَ شَدَدْتُ عَلَيَّ ثِيَابِي ثُمَّ نَزَلْتُ فَدَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ وَهِيَ تَبْكِي فَقُلْتُ أَطَلَّقَكُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ لَا أَدْرِي هُوَ هَذَا مُعْتَزِلٌ فِي هَذِهِ الْمَشْرُبَةِ فَأَتَيْتُ غُلَامًا لَهُ أَسْوَدَ فَقُلْتُ اسْتَأْذِنْ لِعُمَرَ فَدَخَلَ الْغُلَامُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَيَّ فَقَالَ قَدْ ذَكَرْتُكَ لَهُ فَصَمَتَ فَانْطَلَقْتُ حَتَّى أَتَيْتُ الْمِنْبَرَ فَإِذَا عِنْدَهُ رَهْطٌ جُلُوسٌ يَبْكِي بَعْضُهُمْ فَجَلَسْتُ قَلِيلًا ثُمَّ غَلَبَنِي مَا أَجِدُ فَأَتَيْتُ الْغُلَامَ فَقُلْتُ اسْتَأْذِنْ لِعُمَرَ فَدَخَلَ الْغُلَامُ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيَّ فَقَالَ قَدْ ذَكَرْتُكَ لَهُ فَصَمَتَ فَخَرَجْتُ فَجَلَسْتُ إِلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ غَلَبَنِي مَا أَجِدُ فَأَتَيْتُ الْغُلَامَ فَقُلْتُ اسْتَأْذِنْ لِعُمَرَ فَدَخَلَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَيَّ فَقَالَ قَدْ ذَكَرْتُكَ لَهُ فَصَمَتَ فَوَلَّيْتُ مُدْبِرًا فَإِذَا الْغُلَامُ يَدْعُونِي فَقَالَ ادْخُلْ فَقَدْ أَذِنَ لَكَ فَدَخَلْتُ فَسَلَّمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى رَمْلِ حَصِيرٍ ح و حَدَّثَنَاه يَعْقُوبُ فِي حَدِيثِ صَالِحٍ قَالَ رُمَالِ حَصِيرٍ قَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ فَقُلْتُ أَطَلَّقْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ نِسَاءَكَ فَرَفَعَ رَأْسَهُ إِلَيَّ وَقَالَ لَا فَقُلْتُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَوْ رَأَيْتَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكُنَّا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ قَوْمًا نَغْلِبُ النِّسَاءَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَجَدْنَا قَوْمًا تَغْلِبُهُمْ نِسَاؤُهُمْ فَطَفِقَ نِسَاؤُنَا يَتَعَلَّمْنَ مِنْ نِسَائِهِمْ فَتَغَضَّبْتُ عَلَى امْرَأَتِي يَوْمًا فَإِذَا هِيَ تُرَاجِعُنِي فَأَنْكَرْتُ أَنْ تُرَاجِعَنِي فَقَالَتْ مَا تُنْكِرُ أَنْ أُرَاجِعَكَ فَوَاللَّهِ إِنَّ أَزْوَاجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُرَاجِعْنَهُ وَتَهْجُرُهُ إِحْدَاهُنَّ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ فَقُلْتُ قَدْ خَابَ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ مِنْهُنَّ وَخَسِرَ أَفَتَأْمَنُ إِحْدَاهُنَّ أَنْ يَغْضَبَ اللَّهُ عَلَيْهَا لِغَضَبِ رَسُولِهِ فَإِذَا هِيَ قَدْ هَلَكَتْ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَدَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ فَقُلْتُ لَا يَغُرُّكِ إِنْ كَانَتْ جَارَتُكِ هِيَ أَوْسَمَ وَأَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْكِ فَتَبَسَّمَ أُخْرَى فَقُلْتُ أَسْتَأْنِسُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ فَجَلَسْتُ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فِي الْبَيْتِ فَوَاللَّهِ مَا رَأَيْتُ فِيهِ شَيْئًا يَرُدُّ الْبَصَرَ إِلَّا أَهَبَةً ثَلَاثَةً فَقُلْتُ ادْعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ يُوَسِّعَ عَلَى أُمَّتِكَ فَقَدْ وُسِّعَ عَلَى فَارِسَ وَالرُّومِ وَهُمْ لَا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاسْتَوَى جَالِسًا ثُمَّ قَالَ أَفِي شَكٍّ أَنْتَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ أُولَئِكَ قَوْمٌ عُجِّلَتْ لَهُمْ طَيِّبَاتُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَقُلْتُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَانَ أَقْسَمَ أَنْ لَا يَدْخُلَ عَلَيْهِنَّ شَهْرًا مِنْ شِدَّةِ مَوْجِدَتِهِ عَلَيْهِنَّ حَتَّى عَاتَبَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

mereka itu adl kaum yg disegerakan kesenangan mereka dalam kehidupan dunia. Aku berkata; Mohonkanlah ampun untukku wahai Rasulullah, & beliau telah bersumpah untuk tak mendatangi istrinya selama sebulan karena dia sangat marah kepada mereka sehingga Allah menegurnya. [HR. Ahmad No.217].

Hadits Ahmad No.217 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin Abu Tsaur] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; tak henti hentinya aku bertanya kepada [Umar Bin Al Khaththab] tentang dua orang istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang dimaksud dalam firman Allah Ta'ala: "Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, Maka Sesungguhnya hati kamu berdua Telah condong (untuk menerima kebaikan), " (QS At Tahrim ayat 4), sampai sampai ketika Umar melaksanakan haji akupun melaksanakan haji bersamanya, ketika di tengah perjalanan, Umar menenpi dengan membawa bejana dan akupun menepei bersamanya, kemudian dia membuang hajat besar dan setelah itu dia mendatangiku lalu aku tuangkan ke atas kedua tangannya kemudian dia berwudlu, aku bertanya; "Wahai Amirul Mukminin siapakah dua orang istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang dimaksud dalam firman Allah: "Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, Maka Sesungguhnya hati kamu berdua Telah condong (untuk menerima kebaikan) " (QS At Tahrim ayat 4)?" Maka Umar menjawab: "Sungguh mengherankan kamu ini wahai Ibnu Abbas, " -Az Zuhri berkata; demi Allah, Umar tidak suka terhadap apa yang ditanyakan Ibnu Abbas kepadanya dan dia tidak merahasiakannya- Umar menjawab; "Dia adalah Hafshah dan Aisyah." Ibnu Abbas berkata; "Kemudian Umar mulai menyebutkan hadits, dia berkata; "Kita wahai orang-orang Quraisy adalah suatu kaum yang berkuasa terhadap istri, kemudian ketika kita sampai di Madinah, kita mendapati suatu kaum yang para istrinya berkuasa terhadap suaminya, dan hampir hampir saja istri-istri kita meniru istri-istri mereka, " Umar berkata; "Ketika itu rumahku di daerah Awali perkampungan Bani Umaiyah Bin Zaid, pada suatu hari aku marah kepada istriku, namun ternyata dia melawanku, maka aku mengingkari perlawanannya sehingga dia bertanya; "Kenapa kamu mengingkari perlawananku kepadamu, demi Allah istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saja melakukan perlawanan kepadanya, bahkan salah seorang dari mereka pada suatu hari menjauhinya sampai malam hari." Umar berkata; kemudian aku pergi dan mendatangi Hafshah dan bertanya; "Apakah kamu melakukan perlawanan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Dia menjawab; "Ya" aku bertanya lagi; "Dan salah seorang dari kalian menjauhinya dari siang hari sampai malam hari?" Dia menjawab; "Ya" aku berkata; "Sungguh telah sia-sia dan merugi siapa saja diantara kalian yang melakukan demikian, apakah salah seorang dari kalian akan merasa aman dari kemurkaan Allah disebabkan kemarahan RasulNya kepada kalian, maka sebenarnya dia telah binasa, janganlah melawan Rasulullah dan jangan pula menuntut sedikitpun kepadanya, dan mintalah kepadaku apa yang kamu butuhkan, janganlah kamu cemburu jika tetanggamu lebih cantik darimu dan lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Yang dia maksudkan Aisyah, Umar berkata; "Aku mempunyai seorang tetangga dari kaum anshar dan kami biasa saling bergantian mengunjungi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, satu hari dia hadir dan satu hari saya yang hadir, kemudian datang kepadaku dengan membawa khabar turunnya wahyu dan masalah yang lain, dan aku mendatanginya seperti itu juga." Umar berkata; "Dan kami memperbincangkan tentang Ghassan bahwa mereka sudah mempersiapkan pasukan berkuda untuk memerangi kami. Suatu hari sahabatku yang mengunjungi (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) datang kepadaku di waktu Isya dan mengetuk pintuku, lalu dia memanggilku akupun keluar menemuinya, kemudian dia berkata; "Telah terjadi peristiwa yang sangat besar." Aku bertanya; "Apa yang kamu bawa, tentang berita Ghassan?" Dia menjawab; "Tidak, bahkan beritanya lebih besar dan lebih panjang dari itu, yaitu berita bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mentalak istri istrinya." Maka aku berkata; "Telah sia-sia dan merugi Hafshah dan sebelumnya saya sudah menduga hal ini akan terjadi, " setelah selesai shalat shubuh aku kencangkan bajuku kemudian pergi menemui Hafshah dan ternyata dia sedang menangis, maka aku bertanya; "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mentalak kalian?" Dia menjawab; "Aku tidak tahu, beliau sekarang sedang menyendiri di tempat minum." Maka aku temui pelayan Rasulullah yang berkulit hitam dan aku berkata; "Mintakan izin untuk Umar, " maka masuklah pelayan kemudian keluar kembali dan berkata; "Aku telah melaporkan kamu kepada beliau namun dia diam saja." Kemudian aku pergi menuju mimbar dan ternyata di sekelilingnya banyak orang yang sedang duduk dan sebagian mereka menangis, maka aku duduk sebentar, namun apa yang sedang aku alami mengalahkanku sehingga aku menemui pelayan Rasulullah dan aku berkata; "Mintakan izin untuk Umar, " kemudian dia masuk dan keluar kembali menemuiku dan berkata; "Aku telah melaporkan kamu kepadanya namun dia diam saja." Lalu aku keluar dan duduk di mimbar namun apa yang aku alami mengalahkanku sehingga aku menemui pelayan lagi dan aku berkata; "Mintakan izin untuk Umar." Kemudian dia masuk dan keluar kembali kepadaku dan berkata; "Aku telah laporkan kamu kepada beliau namun dia diam saja." Akhirnya aku pergi meninggalkannya, akan tetapi tiba tiba pelayan memanggilku dan berkata; "Masuklah beliau telah mengizinkanmu." Maka aku masuk dan mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ketika itu beliau sedang bersandar di sebuah tikar sulaman." Dan telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dari hadits [Shalih] dia berkata; "Bahwa Nabi bersandar di tikar anyaman sehingga membekas di bagian samping tubuh beliau, " maka aku (Umar) bertanya; "Wahai Rasulullah apakah engkau telah menceraikan istri istrimu?" Beliau mengangkat kepalanya kepadaku dan berkata; "Tidak, " maka aku mengucapkan takbir "Allahu Akbar (Allah maha besar), jika engkau wahai Rasulullah melihat kami, dan kami orang-orang Quraisy adalah kaum berkuasa terhadap para istri, akan tetapi setelah kami datang ke Madinah kami dapatkan suatu kaum yang istri-istri mereka berkuasa terhadap suami mereka, dan hampir-hampir istri-istri kita meniru istri-istri mereka, maka pada suatu hari aku marah kepada istriku, namun ternyata dia melawanku, aku ingkari perlawanannya kepadaku sehingga dia bertanya; "Kenapa kamu mengingkari perlawananku kepadamu, demi Allah istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saja melakukan perlawanan kepadanya, bahkan salah seorang dari mereka pada suatu hari menjauhinya sampai malam hari. Maka aku berkata; 'Sungguh telah sia sia dan merugi siapa saja diantara mereka yang melakukan demikian, apakah salah seorang dari mereka akan merasa aman dari kemurkaan Allah disebabkan kemarahan RasulNya, maka sebenarnya dia telah binasa, '" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersenyum, aku berkata; "Wahai Rasulullah aku telah menemui Hafshah dan aku katakan; 'Jangan kamu cemburu jika tetanggamu lebih cantik dari kamu dan lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, '" Beliau tersenyum lagi, dan aku berkata; "Izinkan aku wahai Rasulullah." Nabi menjawab: "Ya." Kemudian aku duduk dan mengangkat kepalaku ke atas rumah, maka demi Allah, aku tidak melihat sesuatu yang dapat mengalihkan pandangan kecuali tiga buah kulit, maka aku berkata; "Berdoalah wahai Rasulullah untuk kelapangan ummatmu karena orang-orang persia dan Romawi telah dilapangkan bagi mereka, padahal mereka tidak menyembah kepada Allah." Beliau meluruskan duduknya dan bersabda: "Apakah ada keraguan pada dirimu wahai Ibnul Khaththab, mereka itu adalah kaum yang disegerakan kesenangan mereka dalam kehidupan dunia." Aku berkata; "Mohonkanlah ampun untukku wahai Rasulullah, " dan beliau telah bersumpah untuk tidak mendatangi istrinya selama sebulan karena dia sangat marah kepada mereka sehingga Allah menegurnya."]]]

Hadits Ahmad 218

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ سُلَيْمٍ قَالَ أَمْلَى عَلَيَّ يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ الْأَيْلِيُّ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كَانَ إِذَا نَزَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَحْيُ يُسْمَعُ عِنْدَ وَجْهِهِ دَوِيٌّ كَدَوِيِّ النَّحْلِ فَمَكَثْنَا سَاعَةً فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلَا تُهِنَّا وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا وَآثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَارْضَ عَنَّا وَأَرْضِنَا ثُمَّ قَالَ لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ عَشْرُ آيَاتٍ مَنْ أَقَامَهُنَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ ثُمَّ قَرَأَ عَلَيْنَا { قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ } حَتَّى خَتَمَ الْعَشْرَ

(ya Allah tambahkan kepada kami & jangan Engkau kurangi, muliakanlah kami & jangan Engkau hinakan, berilah kami & jangan Engkau tahan, menangkanlah kami & jangan Engkau menangkan musuh musuh atas kami, ridlailah dari kami & jadikan kami ridla) kemudian beliau bersabda:
Telah turun kepadaku sepuluh ayat, barangsiapa melaksanakannya maka dia akan masuk Syurga. Kemudian beliau membacakan kepada kami: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yg beriman (QS Al Mukminun: 1-10). [HR. Ahmad No.218].

Hadits Ahmad No.218 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepadaku [Yunus Bin Sulaim] dia berkata; telah mendiktekan kepadaku [Yunus Bin Yazid Al Aili] dari [Ibnu syihab] dari ['Urwah Bin Az Zubair] dari [Abdurrahman Bin Abdul Qari] dia berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata; apabila turun wahyu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka terdengar di sisi wajahnya suara gemuruh seperti suara gemuruh tawon, maka kami berhenti menunggu sesaat, kemudian beliau menghadap Qiblat dan mengangkat kedua tangannya sambil berdoa "ALLAHUMMA ZIDNAA WALAA TANQUSHNAA WA AKRIMNAA WALAA TUHINNAA WA TUHINAA WALAA TAHRIMNAA WA AATSIRNAA WALAA TU'TSIR 'ALAINAA WARDLA 'ANNAA WA ARDLINAA (ya Allah tambahkan kepada kami dan jangan Engkau kurangi, muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan, berilah kami dan jangan Engkau tahan, menangkanlah kami dan jangan Engkau menangkan musuh musuh atas kami, ridlailah dari kami dan jadikan kami ridla) kemudian beliau bersabda: "Telah turun kepadaku sepuluh ayat, barangsiapa melaksanakannya maka dia akan masuk Syurga." Kemudian beliau membacakan kepada kami: "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman" (QS Al Mukminun: 1-10)."]]]

Hadits Ahmad 219

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهُ شَهِدَ الْعِيدَ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَصَلَّى قَبْلَ أَنْ يَخْطُبَ بِلَا أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ هَذَيْنِ الْيَوْمَيْنِ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَيَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ وَعِيدُكُمْ وَأَمَّا الْآخَرُ فَيَوْمٌ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَزْهَرَ قَالَ شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

melarang dari berpuasa pada dua hari ini, adapun salah satunya adl karena dia hari berbukanya kalian dari berpuasa & hari raya kalian, sedangkan yg lain adl karena hari kalian memakan (daging) sembelihan kalian. Telah menceritakan kepada kami Ya'qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Muhammad Bin Ishaq Telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari Sa'd Bin Abu 'Ubaid budak Abdurrahman Bin Azhar dia berkata; Aku menyaksikan hari raya 'Aid bersama Umar Bin Al Khaththab, kemudian dia menyebutkan hadits diatas. [HR. Ahmad No.219].

Hadits Ahmad No.219 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu 'Ubaid budak Abdurrahman Bin Auf] bahwa dia menyaksikan shalat Aid bersama [Umar Bin Al Khaththab], lalu Umar melaksanakan shalat sebelum berkhutbah dengan tanpa adzan dan iqamat, kemudian dia berkhutbah dan berkata; "Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari berpuasa pada dua hari ini, adapun salah satunya adalah karena dia hari berbukanya kalian dari berpuasa dan hari raya kalian, sedangkan yang lain adalah karena hari kalian memakan (daging) sembelihan kalian." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Muhammad Bin Ishaq] Telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari [Sa'd Bin Abu 'Ubaid budak Abdurrahman Bin Azhar] dia berkata; "Aku menyaksikan hari raya 'Aid bersama Umar Bin Al Khaththab, " kemudian dia menyebutkan hadits diatas.]]]

Hadits Ahmad 220

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَبَّلَ الْحَجَرَ ثُمَّ قَالَ قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

mencium Hajar Aswad, kemudian berkata; Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah sebuah batu, seandainya aku tak melihat Rasulullah menciummu pasti aku tak akan menciummu. [HR. Ahmad No.220].

Hadits Ahmad No.220 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa [Umar] mencium Hajar Aswad, kemudian berkata; "Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah sebuah batu, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu pasti aku tidak akan menciummu."]]]

Hadits Ahmad 221

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنِي سَيَّارٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ أَنَّ رَجُلًا كَانَ نَصْرَانِيًّا يُقَالُ لَهُ الصُّبَيُّ بْنُ مَعْبَدٍ أَسْلَمَ فَأَرَادَ الْجِهَادَ فَقِيلَ لَهُ ابْدَأْ بِالْحَجِّ فَأَتَى الْأَشْعَرِيَّ فَأَمَرَهُ أَنْ يُهِلَّ بِالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ جَمِيعًا فَفَعَلَ فَبَيْنَمَا هُوَ يُلَبِّي إِذْ مَرَّ يَزِيدُ بْنُ صُوحَانَ وَسَلْمَانُ بْنُ رَبِيعَةَ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ لَهَذَا أَضَلُّ مِنْ بَعِيرِ أَهْلِهِ فَسَمِعَهَا الصُّبَيُّ فَكَبُرَ ذَلِكَ عَلَيْهِ فَلَمَّا قَدِمَ أَتَى عُمَرَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ هُدِيتَ لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ قَالَ وَسَمِعْتُهُ مَرَّةً أُخْرَى يَقُولُ وُفِّقْتَ لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ

Kamu telah ditunjukkan kepada Sunah Nabimu, Abu Wa`il berkata; & dalam kesempatan lain saya mendengar dia berkata; Kamu telah sesuai dgn Sunah Nabimu. [HR. Ahmad No.221].

Hadits Ahmad No.221 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepadaku [Sayyar] dari [Abu Wa`il] bahwa seorang lelaki Nasrani yang bernama Ash shubay Bin Ma'bad masuk Islam, lalu dia hendak berangkat berjihad, maka dikatakan padanya; "Mulailah dahulu dengan melaksanakan haji, " kemudian datang Al Asy'ari dan memerintahkannya untuk berniat haji dan Umrah sekaligus, lalu dia melakukannya, ketika dia sedang bertalbiyah (membaca lafadz "labbaika) tiba tiba datanglah Yazid Bin Shuhan dan Salman Bin Rabi'ah, lalu salah satu dari keduanya berkata kepada temannya; "Sungguh orang ini lebih sesat dari unta piaraannya." terdengarlah oleh Shubay sehingga menjadi masalah baginya, kemudian dia datang menemui [Umar] dan menceritakan kejadian tersebut kepadanya, lalu Umar berkata kepadanya; "Kamu telah ditunjukkan kepada Sunah Nabimu, " Abu Wa`il berkata; dan dalam kesempatan lain saya mendengar dia berkata; "Kamu telah sesuai dengan Sunah Nabimu."]]]

Hadits Ahmad 222

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْمُرُ عِنْدَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اللَّيْلَةَ كَذَاكَ فِي الْأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ وَأَنَا مَعَهُ

tidak tidur malam hari (bermusyawarah) bersama Abu Bakar tentang urusan kaum Muslimin, & saya bersama beliau. [HR. Ahmad No.222].

Hadits Ahmad No.222 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Umar] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu tidak tidur malam hari (bermusyawarah) bersama Abu Bakar tentang urusan kaum Muslimin, dan saya bersama beliau."]]]

Hadits Ahmad 223

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ قَالَ رَأَيْتُ الْأُصَيْلِعَ يَعْنِي عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّي لَأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَنْفَعُ وَلَا تَضُرُّ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

mencium hajar Aswad sambil berkata; Sesungguhnya aku menciummu, & aku tahu kamu hanya sebuah batu yg tak memberikan manfaat & bahaya, seandainya aku tak melihat Rasulullah menciummu pasti aku tak akan menciummu. [HR. Ahmad No.223].

Hadits Ahmad No.223 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami ['Ashim Al Ahwal] dari [Abdullah Bin Sirjis] dia berkata; aku melihat Al Ushaili' -maksudnya [Umar] - mencium hajar Aswad sambil berkata; "Sesungguhnya aku menciummu, dan aku tahu kamu hanya sebuah batu yang tidak memberikan manfaat dan bahaya, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu pasti aku tidak akan menciummu."]]]

Hadits Ahmad 224

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ

apakah seseorang boleh tidur, sementara dia dalam keadaan junub?
Beliau menjawab: Ya, apabila sudah berwudlu. [HR. Ahmad No.224].

Hadits Ahmad No.224 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar], aku bertanya; "Wahai Rasulullah apakah seseorang boleh tidur, sementara dia dalam keadaan junub?" Beliau menjawab: "Ya, apabila sudah berwudlu."]]]

Hadits Ahmad 225

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ وَأَدْبَرَ النَّهَارُ وَغَابَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرْتَ

Apabila malam tiba, & siang telah berlalu & Matahari terbenam, maka tiba saatnya kamu berbuka. [HR. Ahmad No.225].

Hadits Ahmad No.225 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [bapaknya] dari ['Ashim] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Apabila malam tiba, dan siang telah berlalu dan Matahari terbenam, maka tiba saatnya kamu berbuka."]]]

Hadits Ahmad 226

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ الْمَعْنَى عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ أَنَّ نَافِعَ بْنَ عَبْدِ الْحَارِثِ لَقِيَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِعُسْفَانَ وَكَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْتَعْمَلَهُ عَلَى مَكَّةَ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَنْ اسْتَخْلَفْتَ عَلَى أَهْلِ الْوَادِي قَالَ اسْتَخْلَفْتُ عَلَيْهِمْ ابْنَ أَبْزَى قَالَ وَمَا ابْنُ أَبْزَى فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ مَوَالِينَا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْتَخْلَفْتَ عَلَيْهِمْ مَوْلًى فَقَالَ إِنَّهُ قَارِئٌ لِكِتَابِ اللَّهِ عَالِمٌ بِالْفَرَائِضِ قَاضٍ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dgn Kitab ini & merendahkan kaum yg lain dengannya. [HR. Ahmad No.226].

Hadits Ahmad No.226 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Sa'd] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dan Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] secara makna dari [Abu Ath Thufail 'Amir Bin Watsilah] bahwa Nafi' Bin Abdul Harits bertemu dengan [Umar Bin Al Khaththab] di Usfan, dan Umar mengangkatnya sebagai gubernur Makkah, kemudian Umar berkata kepadanya; "Siapa yang kamu angkat menjadi pemimpin untuk penduduk lembah?" Dia menjawab; "Aku angkat untuk mereka Ibnu Abza." Umar bertanya; "Siapa Ibnu Abza?" Dia menjawab; "Dia adalah salah seorang dari hamba sahaya kami." Umar berkata; "Kamu angkat untuk mereka seorang budak?" Dia menjawab; "Sesungguhnya dia seorang yang hafal terhadap Kitabullah, paham dalam masalah pembagian fara`idl dan seorang Qadli." Maka Umar berkata; "adapun sesungguhnya Nabi kalian shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan Kitab ini dan merendahkan kaum yang lain dengannya."]]]

Hadits Ahmad 227

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ سُمَيْعٍ عَنْ مُسْلِمٍ الْبَطِينِ عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ قَالَ قَالَ عُمَرُ لِأَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ ابْسُطْ يَدَكَ حَتَّى أُبَايِعَكَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَنْتَ أَمِينُ هَذِهِ الْأُمَّةِ فَقَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ مَا كُنْتُ لِأَتَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ رَجُلٍ أَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَؤُمَّنَا فَأَمَّنَا حَتَّى مَاتَ

Kamu Amiin (kepercayaan) Ummat ini. Abu 'Ubaidah menjawab; Aku tak akan maju (mendahului) dihadapan seorang lelaki yg telah diperintahkan oleh Rasulullah untuk memimpin kami, kemudian memimpin kami sehingga wafat. [HR. Ahmad No.227].

Hadits Ahmad No.227 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Fudlail] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Sumai'] dari [Muslim Al Bathin] dari [Abul Bakhtari] dia berkata; [Umar] berkata kepada 'Ubaidah Bin Al Jarrah; "Bentangkan tanganmu sehingga aku dapat membai'atmu, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kamu Amiin (kepercayaan) Ummat ini." Abu 'Ubaidah menjawab; "Aku tidak akan maju (mendahului) dihadapan seorang lelaki yang telah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk memimpin kami, kemudian memimpin kami sehingga wafat."]]]

Hadits Ahmad 228

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِسْمَةً فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَغَيْرُ هَؤُلَاءِ أَحَقُّ مِنْهُمْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُمْ خَيَّرُونِي بَيْنَ أَنْ يَسْأَلُونِي بِالْفُحْشِ أَوْ يُبَخِّلُونِي فَلَسْتُ بِبَاخِلٍ

mereka memaksaku menentukan dua pilihan, antara mereka memaksaku dgn keji atau mereka akan menganggapku kikir, padahal aku bukanlah orang yg kikir. [HR. Ahmad No.228].

Hadits Ahmad No.228 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq Bin Salamah] dari [Salman Bin Rabi'ah] dari [Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membagikan pembagian (harta ghanimah), kemudian aku berkata; "Wahai Rasulullah, selain mereka ada yang lebih berhak dari mereka." lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya mereka memaksaku menentukan dua pilihan, antara mereka memaksaku dengan keji atau mereka akan menganggapku kikir, padahal aku bukanlah orang yang kikir."]]]

Hadits Ahmad 229

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ يَنَامُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ وَيَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Apakah salah seorang dari kami boleh tidur sementara dia dalam keadaan junub?
Beliau menjawab: Ya, & berwudlu dulu seperti wudlu untuk shalat. Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma'mar dari Ayub dari Nafi' dari Ibnu Umar bahwa Umar bertanya kepada Nabi pertanyaan yg semisalnya. [HR. Ahmad No.229].

Hadits Ahmad No.229 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ubaidullah Bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Umar bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Apakah salah seorang dari kami boleh tidur sementara dia dalam keadaan junub?" Beliau menjawab: "Ya, dan berwudlu dulu seperti wudlu untuk shalat." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Ayub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Umar bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pertanyaan yang semisalnya."]]]

Hadits Ahmad 230

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ قَالَ رَأَى ابْنُ عُمَرَ سَعْدَ بْنَ مَالِكٍ يَمْسَحُ عَلَى خُفَّيْهِ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ وَإِنَّكُمْ لَتَفْعَلُونَ هَذَا فَقَالَ سَعْدٌ نَعَمْ فَاجْتَمَعَا عِنْدَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ سَعْدٌ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أَفْتِ ابْنَ أَخِي فِي الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كُنَّا وَنَحْنُ مَعَ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَمْسَحُ عَلَى خِفَافِنَا فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَإِنْ جَاءَ مِنْ الْغَائِطِ وَالْبَوْلِ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ نَعَمْ وَإِنْ جَاءَ مِنْ الْغَائِطِ وَالْبَوْلِ قَالَ نَافِعٌ فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ بَعْدَ ذَلِكَ يَمْسَحُ عَلَيْهِمَا مَا لَمْ يَخْلَعْهُمَا وَمَا يُوَقِّتُ لِذَلِكَ وَقْتًا فَحَدَّثْتُ بِهِ مَعْمَرًا فَقَالَ حَدَّثَنِيهِ أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ مِثْلَهُ

tentang mengusap kedua khuf! Ibnu Umar bertanya; Dan jika datang sehabis buang air besar & buang air kecil?
Umar menjawab; Ya, walaupun sehabis buang air besar atau buang air kecil. Nafi' berkata; setelah itu Ibnu Umar selalu mengusap kedua khuf-nya, selama dia tak melepaskannya, & masih dalam batas waktu yg ditentukan untuk mengusapnya. Maka telah bercerita kepadaku Ma'mar, dia berkata; Telah menceritakan kepadaku Ayyub dari Nafi' dgn hadits yg semisalnya. [HR. Ahmad No.230].

Hadits Ahmad No.230 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ubaidullah Bin Umar] dari [Nafi'] dia berkata; bahwa Ibnu Umar melihat Sa'd Bin Malik mengusap kedua khuf (sepatu dari kulit), [Ibnu Umar] berkata; "Apakah kalian biasa melakukan hal ini?" Sa'd menjawab; "Ya, " lalu keduanya bertemu di sisi Umar, dan Sa'd berkata; "Wahai Amirul Mukminin, berilah fatwa anak saudaraku tentang mengusap kedua khuf!" Ibnu Umar bertanya; "Dan jika datang sehabis buang air besar dan buang air kecil?" [Umar] menjawab; "Ya, walaupun sehabis buang air besar atau buang air kecil." Nafi' berkata; "setelah itu Ibnu Umar selalu mengusap kedua khuf-nya, selama dia tidak melepaskannya, dan masih dalam batas waktu yang ditentukan untuk mengusapnya. Maka telah bercerita kepadaku [Ma'mar], dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Ayyub] dari [Nafi'] dengan hadits yang semisalnya."]]]

Hadits Ahmad 231

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي مَالِكُ بْنُ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ قَالَ صَرَفْتُ عِنْدَ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ وَرِقًا بِذَهَبٍ فَقَالَ أَنْظِرْنِي حَتَّى يَأْتِيَنَا خَازِنُنَا مِنْ الْغَابَةِ قَالَ فَسَمِعَهَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ لَا وَاللَّهِ لَا تُفَارِقُهُ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ مِنْهُ صَرْفَهُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الذَّهَبُ بِالْوَرِقِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ

(Menukar) emas dgn perak adl riba kecuali dgn cara kontan. [HR. Ahmad No.231].

Hadits Ahmad No.231 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata; aku menukarkan perak dengan emas kepada Thalhah Bin 'Ubaidillah, Thalhah berkata; "Tunggu saya, sehingga bendahara kami datang dari hutan, " malik berkata; kemudian peristiwa itu terdengar oleh [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata; "Tidak, demi Allah, kamu jangan berpisah darinya sehingga kamu terima pertukaran darinya dengan sempurna, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "(Menukar) emas dengan perak adalah riba kecuali dengan cara kontan."]]]

Hadits Ahmad 232

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ قَالَ لَمَّا ارْتَدَّ أَهْلُ الرِّدَّةِ فِي زَمَانِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ عُمَرُ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ يَا أَبَا بَكْرٍ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَإِذَا قَالُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَيْهَا قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ أَنَّ اللَّهَ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan; 'laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan yg berhak disembah selain Allah) ' apabila mereka telah mengucapkan 'laa ilaaha illallah' maka mereka telah menjaga diri & harta mereka dariku, kecuali dgn haknya, & perhitungannya diserahkan kepada Allah. Maka Abu Bakar menjawab; Demi Allah, aku akan memerangi siapa saja yg membedakan antara kewajiban shalat & zakat, karena zakat adl haknya harta, demi Allah, seandainya mereka menolak menyerahkan seekor anak kambing yg dahulu mereka bayarkan kepada Rasulullah , niscaya aku akan perangi mereka. Umar berkata; Demi Allah, tak lain yg disampaikan Abu Bakar melainkan aku melihatnya bahwa Allah telah membukakan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka, & aku mengakui bahwa itu adl yg benar. [HR. Ahmad No.232].

Hadits Ahmad No.232 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dia berkata; ketika orang-orang banyak yang murtad pada masa kepemimpinan Abu Bakar, [Umar] bertanya; "Bagaimana mungkin kamu memerangi manusia wahai Abu bakar, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan; 'laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) ' apabila mereka telah mengucapkan 'laa ilaaha illallah' maka mereka telah menjaga diri dan harta mereka dariku, kecuali dengan haknya, dan perhitungannya diserahkan kepada Allah." Maka [Abu Bakar] menjawab; "Demi Allah, aku akan memerangi siapa saja yang membedakan antara kewajiban shalat dan zakat, karena zakat adalah haknya harta, demi Allah, seandainya mereka menolak menyerahkan seekor anak kambing yang dahulu mereka bayarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, niscaya aku akan perangi mereka." Umar berkata; "Demi Allah, tidak lain yang disampaikan Abu Bakar melainkan aku melihatnya bahwa Allah telah membukakan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka, dan aku mengakui bahwa itu adalah yang benar."]]]

Hadits Ahmad 233

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كُنْتُ فِي رَكْبٍ أَسِيرُ فِي غَزَاةٍ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَلَفْتُ فَقُلْتُ لَا وَأَبِي فَنَهَرَنِي رَجُلٌ مِنْ خَلْفِي وَقَالَ لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ فَالْتَفَتُّ فَإِذَا أَنَا بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Janganlah kalian bersumpah dgn nama bapak bapak kalian! Maka aku menoleh, & ternyata saya bersama Rasulullah . [HR. Ahmad No.233].

Hadits Ahmad No.233 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; [Umar] berkata; "Ketika aku bersama rombongan berjalan menuju suatu peperangan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, aku bersumpah dengan mengatakan; "Tidak, demi bapakku, " tiba tiba ada seseorang yang menegurku dari belakang dan berkata: "Janganlah kalian bersumpah dengan nama bapak bapak kalian!" Maka aku menoleh, dan ternyata saya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 234

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَحْلِفُ بِأَبِي فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ قَالَ عُمَرُ فَوَاللَّهِ مَا حَلَفْتُ بِهَا بَعْدُ ذَاكِرًا وَلَا آثِرًا

Allah melarang kalian bersumpah dgn bapak bapak kalian! Umar berkata; Maka demi Allah, setelah itu aku tak pernah lagi bersumpah dengannya, baik dalam keadaan ingat atau tak ingat. [HR. Ahmad No.234].

Hadits Ahmad No.234 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [bapaknya] dari [Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendengar saya ketika saya mengucapkan sumpah dengan bapakku, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan bapak bapak kalian!" Umar berkata; "Maka demi Allah, setelah itu aku tidak pernah lagi bersumpah dengannya, baik dalam keadaan ingat atau tidak ingat."]]]

Hadits Ahmad 235

حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي الْحَرِيرِ فِي إِصْبَعَيْنِ

memberikan keringanan dalam masalah sutera seukuran dua jari. [HR. Ahmad No.235].

Hadits Ahmad No.235 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Khalaf Bin Al Walid] Telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Khalid] dari [Abu Utsman] dari [Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan keringanan dalam masalah sutera seukuran dua jari."]]]

Hadits Ahmad 236

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا مَعَ عُتْبَةَ بْنِ فَرْقَدٍ فَكَتَبَ إِلَيْهِ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِأَشْيَاءَ يُحَدِّثُهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ فِيمَا كَتَبَ إِلَيْهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَلْبَسُ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا إِلَّا مَنْ لَيْسَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا هَكَذَا وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى قَالَ أَبُو عُثْمَانَ فَرَأَيْتُ أَنَّهَا أَزْرَارُ الطَّيَالِسَةِ حِينَ رَأَيْنَا الطَّيَالِسَةَ

Tidak memakai sutera di dunia, kecuali orang yg tak akan memakainya sedikitpun di akhirat kecuali hanya segini. Dan dia berkata; Beliau menunjukkan dgn kedua jarinya yaitu jari telunjuk & tengah. Abu Utsman berkata; Aku melihat bahwa itu adl pakaian kasar yg bergaris garis ketika kami melihat pakaian kasar yg bergaris garis. [HR. Ahmad No.236].

Hadits Ahmad No.236 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [At Taimi] dari [Abu Utsman] dia berkata; ketika kami bersama 'Utbah Bin Farqad, [Umar] menulis surat kepadanya yang berisikan sesuatu yang dia ceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan diantara yang dia tulis kepadanya adalah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak memakai sutera di dunia, kecuali orang yang tidak akan memakainya sedikitpun di akhirat kecuali hanya segini." Dan dia berkata; "Beliau menunjukkan dengan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan tengah." Abu Utsman berkata; "Aku melihat bahwa itu adalah pakaian kasar yang bergaris garis ketika kami melihat pakaian kasar yang bergaris garis."]]]

Hadits Ahmad 237

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَيْهِ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِقْصَارُ النَّاسِ الصَّلَاةَ الْيَوْمَ وَإِنَّمَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمْ الَّذِينَ كَفَرُوا } فَقَدْ ذَهَبَ ذَاكَ الْيَوْمَ فَقَالَ عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتَ مِنْهُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللَّهُ بِهَا عَلَيْكُمْ فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ يُحَدِّثُ فَذَكَرَهُ

Itu adl sedekah yg Allah berikan kepada kalian, maka terimalah oleh kalian sedekah-Nya. Telah menceritakan kepada kami 'Abdur Rozaq memberitakan kepada kami Ibnu Juraij aku mendengar Abdur Rahman bin 'Abdullaoh bin Abi 'Amar menceritakan hadits tersebut. [HR. Ahmad No.237].

Hadits Ahmad No.237 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Juraij] Telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman Bin Abdullah Bin Abu 'Ammar] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [Ya'la Bin Umaiyah] dia berkata; aku berkata kepada [Umar Bin Al Khaththab]; "Bolehkah orang-orang mengqhashar shalatnya saat ini, padahal Allah hanya berfirman: "Maka tidaklah Mengapa kamu men-qashar shalat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir" (QS An Nisa'ayat: 101), sementara sekarang hal itu sudah tidak ada lagi?" Umar menjawab; "Aku pernah merasa heran seperti apa yang kamu herankan, dan aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau menjawab: "Itu adalah sedekah yang Allah berikan kepada kalian, maka terimalah oleh kalian sedekah-Nya." Telah menceritakan kepada kami ['Abdur Rozaq] memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] aku mendengar [Abdur Rahman bin 'Abdullaoh bin Abi 'Amar] menceritakan hadits tersebut.]]]

Hadits Ahmad 238

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ أَبِي عَرُوبَةَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّ آخِرَ مَا نَزَلَ مِنْ الْقُرْآنِ آيَةُ الرِّبَا وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُبِضَ وَلَمْ يُفَسِّرْهَا فَدَعُوا الرِّبَا وَالرِّيبَةَ

maka tinggalkanlah riba oleh kalian. [HR. Ahmad No.238].

Hadits Ahmad No.238 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abi 'Arubah] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dia berkata; [Umar] berkata; "Sesungguhnya ayat dari Al Qur'an yang terakhir turun adalah ayat riba dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah wafat dan beliau tidak menafsirkannya maka tinggalkanlah riba oleh kalian."]]]

Hadits Ahmad 239

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِالنِّيَاحَةِ عَلَيْهِ

Seorang mayit akan disiksa di dalam kuburnya karena niyahah (ratapan) kepadanya. [HR. Ahmad No.239].

Hadits Ahmad No.239 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan disiksa di dalam kuburnya karena niyahah (ratapan) kepadanya."]]]

Hadits Ahmad 240

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُعَذَّبُ الْمَيِّتُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

Seorang mayit akan disiksa karena ditangisi oleh keluarganya. [HR. Ahmad No.240].

Hadits Ahmad No.240 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari ['Ubaidillah] telah mengabarkan kepada kami [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan disiksa karena ditangisi oleh keluarganya."]]]

Hadits Ahmad 241

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ يَحْيَى قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِيَّاكُمْ أَنْ تَهْلِكُوا عَنْ آيَةِ الرَّجْمِ لَا نَجِدُ حَدَّيْنِ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ رَجَمَ وَقَدْ رَجَمْنَا

Nabi melaksanakan hukum rajam, & kamipun melaksanakan hukum rajam. [HR. Ahmad No.241].

Hadits Ahmad No.241 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Yahya] dia berkata; aku mendengar [Sa'id Bin Al Musayyib], bahwa [Umar] berkata; "Janganlah kalian binasa disebabkan ayat yang menerangkan tentang hukum rajam, dengan mengatakan; 'Kami tidak dapatkan dua hukum (rajam dan dera) dalam Kitabullah." Maka aku pernah melihat Nabi melaksanakan hukum rajam, dan kamipun melaksanakan hukum rajam."]]]

Hadits Ahmad 242

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَافَقْتُ رَبِّي فِي ثَلَاثٍ وَوَافَقَنِي رَبِّي فِي ثَلَاثٍ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ اتَّخَذْتَ مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى فَأَنْزَلَ اللَّهُ { وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى } قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَدْخُلُ عَلَيْكَ الْبَرُّ وَالْفَاجِرُ فَلَوْ أَمَرْتَ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ بِالْحِجَابِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ آيَةَ الْحِجَابِ وَبَلَغَنِي مُعَاتَبَةُ النَّبِيِّ عَلَيْهِ السَّلَام بَعْضَ نِسَائِهِ قَالَ فَاسْتَقْرَيْتُ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِنَّ فَجَعَلْتُ أَسْتَقْرِيهِنَّ وَاحِدَةً وَاحِدَةً وَاللَّهِ لَئِنْ انْتَهَيْتُنَّ وَإِلَّا لَيُبَدِّلَنَّ اللَّهُ رَسُولَهُ خَيْرًا مِنْكُنَّ قَالَ فَأَتَيْتُ عَلَى بَعْضِ نِسَائِهِ قَالَتْ يَا عُمَرُ أَمَا فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَعِظُ نِسَاءَهُ حَتَّى تَكُونَ أَنْتَ تَعِظُهُنَّ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ }

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat, aku berkata; 'Wahai Rasulullah sesungguhnya orang yg datang kepadamu ada yg baik & ada yg jahat, seandainya para Ummahatul mukminin (istri istri Rasulullah) engkau perintahkan supaya memakai hijab, 'maka turunlah ayat tentang hijab. & telah sampai berita kepadaku tentang kemarahan Nabi kepada beberapa orang istri beliau, dia berkata; Maka aku mengusut Ummahatul Mukminin, aku mengunjungi mereka & aku mengusut mereka satu persatu; Demi Allah, berhentilah kalian (dari tindakan kalian kepada Rasulullah ), atau jika tidak, maka Allah pasti akan mengganti kalian untuk Rasul-Nya dgn yg lebih baik dari kalian. Dia berkata; Sehingga aku menemui salah seorang istri beliau, lalu dia berkata; Wahai Umar, tak adakah nasehat dari Rasulullah untuk para istrinya sampai kamu menasehati mereka?
Kemudian Allah menurunkan ayat: Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dgn isteri yg lebih baik daripada kamu yg patuh, yg beriman, yg taat, yg bertaubat (QS At Tahrim ayat 5). [HR. Ahmad No.242].

Hadits Ahmad No.242 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] dia berkata; bahwa [Umar] berkata; "Aku menepati Rabbku dalam tiga hal dan Rabbku menyepakati aku dalam tiga hal; aku berkata; 'wahai Rasulullah seandainya engkau menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, ' maka Allah menurunkan ayat; "Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat, " aku berkata; 'Wahai Rasulullah sesungguhnya orang yang datang kepadamu ada yang baik dan ada yang jahat, seandainya para Ummahatul mukminin (istri istri Rasulullah) engkau perintahkan supaya memakai hijab, 'maka turunlah ayat tentang hijab. dan telah sampai berita kepadaku tentang kemarahan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada beberapa orang istri beliau, " dia berkata; "Maka aku mengusut Ummahatul Mukminin, aku mengunjungi mereka dan aku mengusut mereka satu persatu; "Demi Allah, berhentilah kalian (dari tindakan kalian kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam), atau jika tidak, maka Allah pasti akan mengganti kalian untuk Rasul-Nya dengan yang lebih baik dari kalian." Dia berkata; "Sehingga aku menemui salah seorang istri beliau, lalu dia berkata; "Wahai Umar, tidak adakah nasehat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk para istrinya sampai kamu menasehati mereka?" Kemudian Allah menurunkan ayat: "Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat" (QS At Tahrim ayat 5).]]]

Hadits Ahmad 243

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي أَبُو ذِبْيَانَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُ لَا تُلْبِسُوا نِسَاءَكُمْ الْحَرِيرَ فَإِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ يُحَدِّثُ يَقُولُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الْآخِرَةِ و قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ مِنْ عِنْدِهِ وَمَنْ لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الْآخِرَةِ لَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى { وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ }

Barangsiapa memakai sutera di dunia, maka tak akan memakainya di akhirat, & Abdullah Bin Az Zubair berkata menurut dirinya; Dan barangsiapa tak memakainya di akhirat, maka tak akan masuk syurga, sebab Allah Ta'ala berfirman: Dan pakaian mereka di sana (akhirat) adl sutera. (QS Al Hajj ayat: 23) [HR. Ahmad No.243].

Hadits Ahmad No.243 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] Telah menceritakan kepadaku [Abu Dzibyan] aku mendengar [Abdullah Bin Az Zubair] berkata; janganlah kalian memakaikan kain sutera kepada istri-istri kalian, karena aku pernah mendengar [Umar] bercerita, dia berkata dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa memakai sutera di dunia, maka tidak akan memakainya di akhirat, " dan Abdullah Bin Az Zubair berkata menurut dirinya; "Dan barangsiapa tidak memakainya di akhirat, maka tidak akan masuk syurga, sebab Allah Ta'ala berfirman: "Dan pakaian mereka di sana (akhirat) adalah sutera." (QS Al Hajj ayat: 23)]]]

Hadits Ahmad 244

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَامِرٌ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ رَجُلٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِطَلْحَةَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِطَلْحَةَ فَرَآهُ مُهْتَمًّا قَالَ لَعَلَّكَ سَاءَكَ إِمَارَةُ ابْنِ عَمِّكَ قَالَ يَعْنِي أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ لَا وَلَكِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَا يَقُولُهَا الرَّجُلُ عِنْدَ مَوْتِهِ إِلَّا كَانَتْ نُورًا فِي صَحِيفَتِهِ أَوْ وَجَدَ لَهَا رَوْحًا عِنْدَ الْمَوْتِ قَالَ عُمَرُ أَنَا أُخْبِرُكَ بِهَا هِيَ الْكَلِمَةُ الَّتِي أَرَادَ بِهَا عَمَّهُ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ فَكَأَنَّمَا كُشِفَ عَنِّي غِطَاءٌ قَالَ صَدَقْتَ لَوْ عَلِمَ كَلِمَةً هِيَ أَفْضَلُ مِنْهَا لَأَمَرَهُ بِهَا

persaksian bahwa tak ada tuhan yg berhak disembah selain Allah. Thalhah berkata; Seakan akan sebuah penutup disingkap dariku, Umar berkata; Kamu benar, seandainya beliau mengetahui sebuah kalimat yg lebih baik darinya, niscaya beliau akan memerintahkan (mengucapkan) kalimat itu. [HR. Ahmad No.244].

Hadits Ahmad No.244 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami ['Amir] dan Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin 'Ubaid] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Abu Khalid] dari [seorang lelaki] dari [Asy Sya'bi] dia berkata; Umar melewati Thalhah. Kemudian Sya'bi menyebutkan makna hadits ini, Sya'bi berkata; Umar melewati Thalhah kemudian dia melihatnya dengan penuh perhatian, maka [Umar] berkata; "Bisa jadi kepemimpinan anak pamannu telah berbuat aniaya kepadamu?" Dia berkata maksudnya Abu Bakar, lalu dia [(Thalhah)] menjawab; "Tidak, akan tetapi aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat, yang tidaklah seseorang mengucapkannya menjelang wafatnya, kecuali akan ada baginya cahaya dalam lembarannya, atau akan mendapatkan kemudahan menjelang wafat." Umar berkata; "Aku akan memberitahukan kalimat itu kepadamu, yaitu kalimat yang beliau kehendaki pada pamannya, persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah." Thalhah berkata; "Seakan akan sebuah penutup disingkap dariku, " Umar berkata; "Kamu benar, seandainya beliau mengetahui sebuah kalimat yang lebih baik darinya, niscaya beliau akan memerintahkan (mengucapkan) kalimat itu."]]]

Hadits Ahmad 245

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ عَتِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَيْهِ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ طُفْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَلَمَّا كُنْتُ عِنْدَ الرُّكْنِ الَّذِي يَلِي الْبَابَ مِمَّا يَلِي الْحَجَرَ أَخَذْتُ بِيَدِهِ لِيَسْتَلِمَ فَقَالَ أَمَا طُفْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَهَلْ رَأَيْتَهُ يَسْتَلِمُهُ قُلْتُ لَا قَالَ فَانْفُذْ عَنْكَ فَإِنَّ لَكَ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةً حَسَنَةً

Maka praktekkan olehmu, karena sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yg baik bagimu. [HR. Ahmad No.245].

Hadits Ahmad No.245 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Juraij] Telah menceritakan kepadaku [Sulaiman Bin 'Atiq] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [Ya'la Bin Umaiyah] dia berkata; aku thawaf bersama [Umar Bin Al Khaththab], dan ketika aku berada di rukun (sudut) yang menyambung ke pintu (Ka'bah), yang menyambung ke Hajar (Aswad), aku menarik tangannya untuk menyentuhnya, akan tetapi dia berkata; "Tidak pernahkah kamu thawaf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Aku menjawab; "Ya (pernah), " Umar berkata; "Lalu apakah kamu melihat beliau menyentuhnya (sudut)?" Aku menjawab; "Tidak, " Umar berkata; "Maka praktekkan olehmu, karena sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagimu."]]]

Hadits Ahmad 246

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ الْأَعْمَشِ حَدَّثَنَا شَقِيقٌ حَدَّثَنِي الصُّبَيُّ بْنُ مَعْبَدٍ وَكَانَ رَجُلًا مِنْ بَنِي تَغْلِبَ قَالَ كُنْتُ نَصْرَانِيًّا فَأَسْلَمْتُ فَاجْتَهَدْتُ فَلَمْ آلُ فَأَهْلَلْتُ بِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ فَمَرَرْتُ بِالْعُذَيْبِ عَلَى سَلْمَانَ بْنِ رَبِيعَةَ وَزَيْدِ بْنِ صُوحَانَ فَقَالَ أَحَدُهُمَا أَبِهِمَا جَمِيعًا فَقَالَ لَهُ صَاحِبُهُ دَعْهُ فَلَهُوَ أَضَلُّ مِنْ بَعِيرِهِ قَالَ فَكَأَنَّمَا بَعِيرِي عَلَى عُنُقِي فَأَتَيْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لِي عُمَرُ إِنَّهُمَا لَمْ يَقُولَا شَيْئًا هُدِيتَ لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

engkau telah ditunjukkan kepada Sunah Nabimu . [HR. Ahmad No.246].

Hadits Ahmad No.246 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al A'masy] Telah menceritakan kepada kami [Syaqiq] Telah menceritakan kepadaku [Ash Shubay Bin Ma'bad] dia adalah seorang lelaki yang berasal dari Bani Taghlib, dia berkata; dahulu aku adalah seorang yang beragama Nasrani kemudian masuk Islam, kemudian aku berijtihad dan aku tidak menyimpang, lalu aku berniat melaksanakan Umrah dan haji, aku melewati Salman Bin Rabi'ah dan Zaid Bin Shuhan di Udzaib, salah seorang dari keduanya berkata; "Apakah dia mengerjakan keduanya (Umrah dan Haji) secara sekaligus?" Temannya kemudian menjawab; "Biarkan dia, karena sesungguhnya dia lebih sesat dari untanya." Shubay berkata; "Seolah-olah untaku berada di atas tengkukku, maka aku datang menemui [Umar] dan menceritakan peristiwa tersebut kepadanya, " Umar kemudian berkata kepadaku; "Sesungguhnya mereka berdua tidak mengatakan apapun, engkau telah ditunjukkan kepada Sunah Nabimu shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 247

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ لَيْلَةً فَقَالَ لَهُ فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ صُبَيِّ بْنِ مَعْبَدٍ التَّغْلِبِيِّ قَالَ كُنْتُ حَدِيثَ عَهْدٍ بِنَصْرَانِيَّةٍ فَأَرَدْتُ الْجِهَادَ أَوْ الْحَجَّ فَأَتَيْتُ رَجُلًا مِنْ قَوْمِي يُقَالُ لَهُ هُدَيْمٌ فَسَأَلْتُهُ فَأَمَرَنِي بِالْحَجِّ فَقَرَنْتُ بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَذَكَرَهُ

Penuhilah nadzarmu. Telah menceritakan kepada kami 'Abdurrazzaq dia berkata; telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Mansur dari Abu Wa`il dari Shubay Bin Ma'bad At Taghlibi dia berkata; Aku baru berpindah dari nasrani ke Islam, kemudian aku ingin berjihad atau melaksanakan haji, maka aku mendatangi salah seorang dari kaumku yg di dipanggil dgn nama Hudaim, aku bertanya kepadanya & dia menyuruhku untuk melaksanakan haji, aku gabungkan antara haji & Umrah. Kemudian dia menyebutkannya. [HR. Ahmad No.247].

Hadits Ahmad No.247 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari ['Ubaidillah] Telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa dia berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah bernadzar pada waktu jahiliyah untuk beri'tikaf di masjidil haram satu malam, " beliau menjawab; "Penuhilah nadzarmu." Telah menceritakan kepada kami 'Abdurrazzaq dia berkata; telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Mansur dari Abu Wa`il dari Shubay Bin Ma'bad At Taghlibi dia berkata; "Aku baru berpindah dari nasrani ke Islam, kemudian aku ingin berjihad atau melaksanakan haji, maka aku mendatangi salah seorang dari kaumku yang di dipanggil dengan nama Hudaim, aku bertanya kepadanya dan dia menyuruhku untuk melaksanakan haji, aku gabungkan antara haji dan Umrah." Kemudian dia menyebutkannya.]]]

Hadits Ahmad 248

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زُبَيْدٍ الْإِيَامِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَاةُ السَّفَرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْأَضْحَى رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سُفْيَانُ وَقَالَ زُبَيْدٌ مَرَّةً أُرَاهُ عَنْ عُمَرَ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَلَى غَيْرِ وَجْهِ الشَّكِّ و قَالَ يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ هَارُونَ ابْنُ أَبِي لَيْلَى قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Shalat dalam bepergian itu dua rakaat, shalat Aidul Adha itu dua rakaat, shalat Aidul Fitri itu dua rakaat & shalat Jum'at itu dua rakaat genap tanpa qashar (diringkas) berdasarkan lisan Muhammad . Sufyan berkata; & suatu ketika Zubaid berkata; aku melihatnya dari Umar. Abdurrahman berkata; Tanpa ada keraguan, & Yazid Bin Harun berkata; Ibnu Abu laila berkata; Aku mendengar Umar. [HR. Ahmad No.248].

Hadits Ahmad No.248 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Zubaid Al Iyami] dari [Abdurrahman Bin Abul Laila] dari [Umar] dia berkata; "Shalat dalam bepergian itu dua rakaat, shalat Aidul Adha itu dua rakaat, shalat Aidul Fitri itu dua rakaat dan shalat Jum'at itu dua rakaat genap tanpa qashar (diringkas) berdasarkan lisan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." Sufyan berkata; dan suatu ketika Zubaid berkata; aku melihatnya dari Umar. Abdurrahman berkata; "Tanpa ada keraguan, " dan [Yazid Bin Harun] berkata; Ibnu Abu laila berkata; "Aku mendengar Umar."]]]

Hadits Ahmad 249

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ وَجَدَ فَرَسًا كَانَ حَمَلَ عَلَيْهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ تُبَاعُ فِي السُّوقِ فَأَرَادَ أَنْ يَشْتَرِيَهَا فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَاهُ وَقَالَ لَا تَعُودَنَّ فِي صَدَقَتِكَ

Janganlah kamu mengambil kembali sedekahmu. [HR. Ahmad No.249].

Hadits Ahmad No.249 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar] bahwa dia mendapatkan kuda yang pernah digunakan berperang di jalan Allah dijual di pasar, kemudian Umar berkeinginan untuk membelinya, dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau melarangnya seraya bersabda: "Janganlah kamu mengambil kembali sedekahmu."]]]

Hadits Ahmad 250

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنِ ابْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسٍ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَبِيَدِهِ عَسِيبُ نَخْلٍ وَهُوَ يُجْلِسُ النَّاسَ يَقُولُ اسْمَعُوا لِقَوْلِ خَلِيفَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ مَوْلًى لِأَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُقَالُ لَهُ شَدِيدٌ بِصَحِيفَةٍ فَقَرَأَهَا عَلَى النَّاسِ فَقَالَ يَقُولُ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا لِمَا فِي هَذِهِ الصَّحِيفَةِ فَوَاللَّهِ مَا أَلَوْتُكُمْ قَالَ قَيْسٌ فَرَأَيْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعْدَ ذَلِكَ عَلَى الْمِنْبَرِ

Dengarkan & taatilah apa yg ada dalam surat ini, maka demi Allah tidaklah aku menyesatkan kalian. Qais berkata; Aku melihat Umar setelah itu berada di atas mimbar. [HR. Ahmad No.250].

Hadits Ahmad No.250 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Ibnu Abu Khalid] dari [Qais] dia berkata; aku melihat [Umar] yang sedang memegang pelepah kurma, dia mengumpulkan orang-orang dan berkata; "Dengarkanlah kepada perkataan khalifah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, " maka datanglah budak Abu Bakar yang dipanggil Syadid dengan membawa surat dan dia membacakannya kepada orang-orang, dia berkata; Abu Bakar berkata; "Dengarkan dan taatilah apa yang ada dalam surat ini, maka demi Allah tidaklah aku menyesatkan kalian." Qais berkata; "Aku melihat Umar setelah itu berada di atas mimbar."]]]

Hadits Ahmad 251

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سَلَمَةَ عَنْ عِمْرَانَ السُّلَمِيِّ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيذِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ فَلَقِيتُ ابْنَ عُمَرَ فَسَأَلْتُهُ فَأَخْبَرَنِي فِيمَا أَظُنُّ عَنْ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ شَكَّ سُفْيَانُ قَالَ فَلَقِيتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ

melarang dari perasaan anggur (yang disimpan) di al Jarr & ad Dubbaa`, kemudian aku menemui Ibnu Umar & bertanya kepadanya maka dia menceritakan kepadaku, seingat saya dia menceritakannya dari Umar bahwa Nabi melarang dari perasan anggur dalam al Jarr & ad Dubbaa`, - Sufyan ragu - lalu dia (Imran) berkata; Kemudian aku bertemu dgn Ibnu Az Zubair & bertanya kepadanya maka dia menjawab; Rasulullah telah melarang dari perasan anggur dalam al Jarr & ad Dubbaa`. +ket; al Jarr adl kendi yg terbuat dari tanah liat, & ad Dubbaa` adl kendi yg terbuat dari kulit buah labu. [HR. Ahmad No.251].

Hadits Ahmad No.251 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Al Mu`ammal] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Salamah] dari [Imran As Sulami] dia berkata; aku bertanya kepada [Ibnu Abbas] tentang perasan anggur, lalu dia menjawab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari perasaan anggur (yang disimpan) di al Jarr dan ad Dubbaa`, kemudian aku menemui [Ibnu Umar] dan bertanya kepadanya maka dia menceritakan kepadaku, seingat saya dia menceritakannya dari [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang dari perasan anggur dalam al Jarr dan ad Dubbaa`, - Sufyan ragu - lalu dia (Imran) berkata; "Kemudian aku bertemu dengan [Ibnu Az Zubair] dan bertanya kepadanya maka dia menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari perasan anggur dalam al Jarr dan ad Dubbaa`."]]]

Hadits Ahmad 252

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي سِنَانٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ آدَمَ وَأَبِي مَرْيَمَ وَأَبِي شُعَيْبٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ بِالْجَابِيَةِ فَذَكَرَ فَتْحَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ قَالَ فَقَالَ أَبُو سَلَمَةَ فَحَدَّثَنِي أَبُو سِنَانٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ آدَمَ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ لِكَعْبٍ أَيْنَ تُرَى أَنْ أُصَلِّيَ فَقَالَ إِنْ أَخَذْتَ عَنِّي صَلَّيْتَ خَلْفَ الصَّخْرَةِ فَكَانَتْ الْقُدْسُ كُلُّهَا بَيْنَ يَدَيْكَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ضَاهَيْتَ الْيَهُودِيَّةَ لَا وَلَكِنْ أُصَلِّي حَيْثُ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَقَدَّمَ إِلَى الْقِبْلَةِ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَبَسَطَ رِدَاءَهُ فَكَنَسَ الْكُنَاسَةَ فِي رِدَائِهِ وَكَنَسَ النَّاسُ

aku akan shalat seperti Rasulullah shalat. Dia maju & menghadap ke arah Qiblat & melaksanakan shalat, dia bentangkan selendangnya & menyapu dgn selendangnya, kemudian orang-orang pun mengikuti menyapu juga. [HR. Ahmad No.252].

Hadits Ahmad No.252 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Aswad Bin 'Amir] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Abu Sinan] dari ['Ubaid Bin Adam] dan [Abu Maryam] dan [Abu Syu'aib] bahwa ketika [Umar Bin Khaththab] di Jabiyah, dia menyebutkan pembebasan kota Baitul Maqdis. [Aswad] berkata; [Abu Salamah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Sinan] dari ['Ubaid Bin Adam] dia berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] bertanya kepada Ka'ab; "Di mana menurutmu aku melaksanakan shalat?" Ka'ab menjawab; "Jika kamu menerima pendapatku shalatlah kamu di belakang batu besar, maka Al Quds semuanya akan berada di hadapanmu, " Umar berkata; "Kamu menyerupai orang-orang Yahudi, tidak, akan tetapi aku akan shalat seperti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat." Dia maju dan menghadap ke arah Qiblat dan melaksanakan shalat, dia bentangkan selendangnya dan menyapu dengan selendangnya, kemudian orang-orang pun mengikuti menyapu juga."]]]

Hadits Ahmad 253

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ يَعْنِي ابْنَ مِغْوَلٍ قَالَ سَمِعْتُ الْفُضَيْلَ بْنَ عَمْرٍو عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْكَلَالَةِ فَقَالَ تَكْفِيكَ آيَةُ الصَّيْفِ فَقَالَ لَأَنْ أَكُونَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ يَكُونَ لِي حُمْرُ النَّعَمِ

Cukup bagimu ayat Ash Shaif. Kemudian Umar berkata; Aku bertanya kepada Rasulullah tentang Kalalah itu lebih baik bagiku dari pada aku memiliki seribu unta. +Ket: Liat Kalalah [HR. Ahmad No.253].

Hadits Ahmad No.253 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] Telah menceritakan kepada kami [Malik -Ibnu Mighwal-] dia berkata; aku mendengar [Al Fudlail Bin 'Amru] dari [Ibrahim An Nakha`i] dari [Umar], dia berkata; aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang Kalalah, lalu beliau menjawab: "Cukup bagimu ayat Ash Shaif." Kemudian Umar berkata; "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang Kalalah itu lebih baik bagiku dari pada aku memiliki seribu unta."]]]

Hadits Ahmad 254

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّهُ تُصِيبُنِي الْجَنَابَةُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَغْسِلَ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ

aku mengalami junub. Maka beliau menyuruhnya agar mencuci kemaluannya & berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat. [HR. Ahmad No.254].

Hadits Ahmad No.254 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Muhammad Bin Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah Bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari [Umar], bahwa dia datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata; "Sungguh aku mengalami junub." Maka beliau menyuruhnya agar mencuci kemaluannya dan berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat."]]]

Hadits Ahmad 255

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ قَزَعَةَ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ يُعَذِّبُ اللَّهُ هَذَا الْمَيِّتَ بِبُكَاءِ هَذَا الْحَيِّ فَقَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَذَبْتُ عَلَى عُمَرَ وَلَا كَذَبَ عُمَرُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Apakah Allah mengazab mayit ini karena tangisan keluarganya yg masih hidup?
Maka dia menjawab; Telah menceritakan kepadaku Umar dari Rasulullah & aku tak berdusta kepada Umar demikian juga Umar tak berdusta kepada Rasulullah . [HR. Ahmad No.255].

Hadits Ahmad No.255 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Qaza'ah] dia berkata; aku bertanya kepada [Ibnu Umar]; "Apakah Allah mengazab mayit ini karena tangisan keluarganya yang masih hidup?" Maka dia menjawab; Telah menceritakan kepadaku [Umar] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan aku tidak berdusta kepada Umar demikian juga Umar tidak berdusta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 256

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ الْقَرْثَعِ عَنِ قَيْسٍ أَوْ ابْنِ قَيْسٍ رَجُلٍ مِنْ جُعْفِيٍّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَعَهُ وَأَبُو بَكْرٍ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَهُوَ يَقْرَأُ فَقَامَ فَسَمِعَ قِرَاءَتَهُ ثُمَّ رَكَعَ عَبْدُ اللَّهِ وَسَجَدَ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلْ تُعْطَهْ سَلْ تُعْطَهْ قَالَ ثُمَّ مَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَقْرَأَ الْقُرْآنَ غَضًّا كَمَا أُنْزِلَ فَلْيَقْرَأْهُ مِنْ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ قَالَ فَأَدْلَجْتُ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ لِأُبَشِّرَهُ بِمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَلَمَّا ضَرَبْتُ الْبَابَ أَوْ قَالَ لَمَّا سَمِعَ صَوْتِي قَالَ مَا جَاءَ بِكَ هَذِهِ السَّاعَةَ قُلْتُ جِئْتُ لِأُبَشِّرَكَ بِمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَدْ سَبَقَكَ أَبُو بَكْرٍ قُلْتُ إِنْ يَفْعَلْ فَإِنَّهُ سَبَّاقٌ بِالْخَيْرَاتِ مَا اسْتَبَقْنَا خَيْرًا قَطُّ إِلَّا سَبَقَنَا إِلَيْهَا أَبُو بَكْرٍ

Barangsiapa ingin membaca Al Qur'an dgn segar sebagaimana diturunkannya, maka bacalah seperti bacaan Ibnu Ummi 'Abd. Umar berkata; Kemudian aku bermaksud menemui Abdullah Bin Mas'ud untuk memberikan kabar gembira kepadanya atas apa yg telah Rasulullah katakan, Umar berkata; Ketika aku mengetuk pintu, atau Umar berkata; Ketika dia mendengar suaraku, dia bertanya; Apa gerangan yg membuatmu datang pada waktu begini?
Aku menjawab; Aku datang untuk memberikan kabar gembira kepadamu atas apa yg dikatakan oleh Rasulullah , dia berkata; Kamu telah didahului oleh Abu Bakar. Aku berkata; Jika dia melakukannya maka pantas, karena dia adl orang yg selalu terdepan dalam kebaikan, tidaklah kami berlomba dalam kebaikan dengannya melainkan pasti Abu Bakar telah mendahului kami. [HR. Ahmad No.256].

Hadits Ahmad No.256 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid Bin Ziyad] Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan Bin 'Ubaidillah] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Al Qartsa'] dari [Qais] atau Ibnu Qais seorang lelaki berasal dari Ju'fi, dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; Rasulullah dan Abu Bakar sedang bersamaku, kemudian kami melewati Abdullah Ibnu Mas'ud yang sedang membaca (Al Qur'an), lalu beliau berdiri dan mendengarkan bacaannya, kemudian Abdullah ruku' dan sujud, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Mintalah niscaya kamu akan diberi, mintalah niscaya kamu akan diberi." Umar berkata; kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlalu seraya bersabda: "Barangsiapa ingin membaca Al Qur'an dengan segar sebagaimana diturunkannya, maka bacalah seperti bacaan Ibnu Ummi 'Abd." Umar berkata; "Kemudian aku bermaksud menemui Abdullah Bin Mas'ud untuk memberikan kabar gembira kepadanya atas apa yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam katakan, Umar berkata; "Ketika aku mengetuk pintu, " atau Umar berkata; "Ketika dia mendengar suaraku, dia bertanya; "Apa gerangan yang membuatmu datang pada waktu begini?" Aku menjawab; "Aku datang untuk memberikan kabar gembira kepadamu atas apa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, " dia berkata; "Kamu telah didahului oleh Abu Bakar." Aku berkata; "Jika dia melakukannya maka pantas, karena dia adalah orang yang selalu terdepan dalam kebaikan, tidaklah kami berlomba dalam kebaikan dengannya melainkan pasti Abu Bakar telah mendahului kami."]]]

Hadits Ahmad 257

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ قَالَ لَمَّا أَقْبَلَ أَهْلُ الْيَمَنِ جَعَلَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَسْتَقْرِي الرِّفَاقَ فَيَقُولُ هَلْ فِيكُمْ أَحَدٌ مِنْ قَرَنٍ حَتَّى أَتَى عَلَى قَرَنٍ فَقَالَ مَنْ أَنْتُمْ قَالُوا قَرَنٌ فَوَقَعَ زِمَامُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَوْ زِمَامُ أُوَيْسٍ فَنَاوَلَهُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ فَعَرَفَهُ فَقَالَ عُمَرُ مَا اسْمُكَ قَالَ أَنَا أُوَيْسٌ فَقَالَ هَلْ لَكَ وَالِدَةٌ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَهَلْ كَانَ بِكَ مِنْ الْبَيَاضِ شَيْءٌ قَالَ نَعَمْ فَدَعَوْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَذْهَبَهُ عَنِّي إِلَّا مَوْضِعَ الدِّرْهَمِ مِنْ سُرَّتِي لِأَذْكُرَ بِهِ رَبِّي قَالَ لَهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْتَغْفِرْ لِي قَالَ أَنْتَ أَحَقُّ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لِي أَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَدَعَا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَذْهَبَهُ عَنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ الدِّرْهَمِ فِي سُرَّتِهِ فَاسْتَغْفَرَ لَهُ ثُمَّ دَخَلَ فِي غِمَارِ النَّاسِ فَلَمْ يُدْرَ أَيْنَ وَقَعَ قَالَ فَقَدِمَ الْكُوفَةَ قَالَ وَكُنَّا نَجْتَمِعُ فِي حَلْقَةٍ فَنَذْكُرُ اللَّهَ وَكَانَ يَجْلِسُ مَعَنَا فَكَانَ إِذَا ذَكَرَ هُوَ وَقَعَ حَدِيثُهُ مِنْ قُلُوبِنَا مَوْقِعًا لَا يَقَعُ حَدِيثُ غَيْرِهِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْقَرْثَعِ عَنْ قَيْسٍ أَوْ ابْنِ قَيْسٍ رَجُلٍ مِنْ جُعْفِيٍّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ عَفَّانَ

orang yg paling baik dari generasi tabi'in adl seorang lelaki yg dipanggil dgn nama Uwais, mempunyai seorang ibu & pernah mengalami penyakit belang kemudian dia memohon kepada Allah, & Allah menyembuhkannya kecuali masih tersisa sebesar uang dirham di bagian pusarnya. Akhirnya dia memohonkan ampun untuk Umar, kemudian masuk ke dalam kerumunan orang sehingga tak terlihat lagi di mana posisinya. Usair berkata; kemudian dia tiba di Kufah, ketika kami sedang berkumpul & berdzikir kepada Allah dia duduk bersama kami, & apabila dia berbicara maka kata-katanya mengena pada hati kami yg tak seperti bicaranya orang lain. Kemudian Usair menyebutkan hadits. Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik Bin Abu Asy Syawarib dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid Bin Ziyad dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Al Hasan Bin 'Ubaidillah dari Ibrahim dari Qartsa' dari Qais atau Ibnu Qais seorang lelaki dari Ju'fi dari Umar Bin Al Khaththab, kemudian dia menyebutkan hadits yg semakna dgn hadits Affan. [HR. Ahmad No.257].

Hadits Ahmad No.257 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Sa'id Al jurairi] dari [Abu Nadlrah] dari [Usair Bin Jabir] dia berkata; ketika orang-orang Yaman datang, Umar menyelidiki rombongan dan bertanya, apakah ada diantara kalian yang berasal dari Qaran (salah satu dari kabilah Murad)?" Kemudian dia mendatangi orang-orang yang berasal dari Qaran dan bertanya; "Siapa kalian?" Mereka menjawab; "Orang-orang Qaran." Kemudian tali kekang Umar atau Uwais terjatuh dan salah seorang dari keduanya (Umar atau Uwais) mengambilkan untuk yang lainnya sehingga dia mengenalnya, Umar bertanya; "Siapa namamu?" Dia menjawab; "Saya Uwais." Umar bertanya; "Apakah kamu mempunyai seorang ibu?" Dia menjawab; "Ya." Umar bertanya lagi; "Apakah kamu pernah mengalami penyakit belang?" Dia menjawab; "Ya, dan aku memohon kepada Allah 'azza wajalla, kemudian Allah menghilangkannya dariku, kecuali masih tersisa sebesar uang dirham di bagian pusarku sebagai pengingat kepada Rabbku." Kemudian Umar berkata kepadanya; "Mohonkan ampun untukku." Namun dia menjawab; "Kamu orang yang lebih patut memohonkan ampun untukku karena kamu telah menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Maka [Umar] berkata; "Sesungguhya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling baik dari generasi tabi'in adalah seorang lelaki yang dipanggil dengan nama Uwais, mempunyai seorang ibu dan pernah mengalami penyakit belang kemudian dia memohon kepada Allah, dan Allah menyembuhkannya kecuali masih tersisa sebesar uang dirham di bagian pusarnya." Akhirnya dia memohonkan ampun untuk Umar, kemudian masuk ke dalam kerumunan orang sehingga tidak terlihat lagi di mana posisinya." Usair berkata; "kemudian dia tiba di Kufah, ketika kami sedang berkumpul dan berdzikir kepada Allah dia duduk bersama kami, dan apabila dia berbicara maka kata-katanya mengena pada hati kami yang tidak seperti bicaranya orang lain." Kemudian Usair menyebutkan hadits. Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik Bin Abu Asy Syawarib dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid Bin Ziyad dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Al Hasan Bin 'Ubaidillah dari Ibrahim dari Qartsa' dari Qais atau Ibnu Qais seorang lelaki dari Ju'fi dari Umar Bin Al Khaththab, kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan hadits Affan.]]]

Hadits Ahmad 258

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَمَّا عَوَّلَتْ عَلَيْهِ حَفْصَةُ فَقَالَ يَا حَفْصَةُ أَمَا سَمِعْتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمُعَوَّلُ عَلَيْهِ يُعَذَّبُ قَالَ وَعَوَّلَ صُهَيْبٌ فَقَالَ عُمَرُ يَا صُهَيْبُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْمُعَوَّلَ عَلَيْهِ يُعَذَّبُ

Orang yg diratapi itu akan disiksa. Dia berkata; & Shuhaib juga meratap, maka Umar berkata; Wahai Shuhaib, tidakkah kamu tahu bahwa orang yg diratapi akan disiksa? [HR. Ahmad No.258].

Hadits Ahmad No.258 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] Telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata kepada Hafshah ketika Hafshah menangisinya dengan tersedu-sedu; "Wahai Hafshah, tidakkah kamu mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Orang yang diratapi itu akan disiksa." Dia berkata; dan Shuhaib juga meratap, maka Umar berkata; "Wahai Shuhaib, tidakkah kamu tahu bahwa orang yang diratapi akan disiksa?"]]]

Hadits Ahmad 259

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ الرِّشْكُ عَنْ مُعَاذَةَ عَنْ أُمِّ عَمْرٍو ابْنَةِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهَا سَمِعَتْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَخْطُبُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا فَلَا يُكْسَاهُ فِي الْآخِرَةِ

Barangsiapa memakai kain sutera di dunia, tak akan dikenakan pakaian sutra kepadanya di akhirat. [HR. Ahmad No.259].

Hadits Ahmad No.259 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid] Telah menceritakan kepada kami [Yazid Ar Risyk] dari [Mu'adzah] dari [Ummu 'Amru] anak perempuan Abdullah, bahwa dia mendengar [Abdullah Bin Az Zubair] bercerita, bahwa dia mendengar [Umar] berkhutbah dan berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa memakai kain sutera di dunia, tidak akan dikenakan pakaian sutra kepadanya di akhirat."]]]

Hadits Ahmad 260

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَنِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ فِيهِمْ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ عَفَّانُ مَرَّةً شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا صَلَاةَ بَعْدَ صَلَاتَيْنِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ بِمِثْلِ هَذَا شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ

Tidak ada shalat setelah dua shalat, yaitu setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit & setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam. Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Aban Telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abul 'Aliyah dari Ibnu Abbas dgn hadits seperti ini; Telah bersaksi di hadapanku beberapa orang yg diridlai. [HR. Ahmad No.260].

Hadits Ahmad No.260 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] Telah menceritakan kepada kami [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas], Telah menceritakan kepadaku beberapa orang sahabat yang diridlai, diantara mereka adalah Umar. Di kesempatan lain 'Affan berkata; telah bersaksi dihadapanku beberapa orang yang diridlai, dan yang paling aku ridlai adalah [Umar], dia bersaksi bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda; "Tidak ada shalat setelah dua shalat, yaitu setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit dan setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Aban] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] dengan hadits seperti ini; "Telah bersaksi di hadapanku beberapa orang yang diridlai."]]]

Hadits Ahmad 261

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ أَنَّ الْيَهُودَ قَالُوا لِعُمَرَ إِنَّكُمْ تَقْرَءُونَ آيَةً لَوْ أُنْزِلَتْ فِينَا لَاتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا فَقَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ حَيْثُ أُنْزِلَتْ وَأَيَّ يَوْمٍ أُنْزِلَتْ وَأَيْنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أُنْزِلَتْ أُنْزِلَتْ يَوْمَ عَرَفَةَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاقِفٌ بِعَرَفَةَ قَالَ سُفْيَانُ وَأَشُكُّ يَوْمَ جُمُعَةٍ أَوْ لَا يَعْنِي { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمْ الْإِسْلَامَ دِينًا }

diturunkan pada hari Arafah & Rasulullah ketika itu sedang melaksanakan wukuf di Arafah. Sufyan berkata; aku ragu tentang; hari Jum'at atau bukan. Yaitu ayat; Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, & Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, & Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS Al Ma'idah ayat: 3). [HR. Ahmad No.261].

Hadits Ahmad No.261 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Qais Bin Muslim] dari [Thariq Bin Syihab] bahwa orang-orang Yahudi mengatakan kepada Umar; "Sesungguhnya kalian membaca satu ayat, seandainya ayat itu diturunkan kepada kami, maka hari turunnya ayat tersebut pasti akan kami jadikan hari raya." Lalu [Umar] menjawab; "Sesungguhnya aku sangat tahu dimana ayat tersebut diturunkan, pada hari apa diturunkan, dan tahu di mana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada ketika ayat tersebut diturunkan, bahwa ayat tersebut diturunkan pada hari Arafah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika itu sedang melaksanakan wukuf di Arafah." Sufyan berkata; aku ragu tentang; "hari Jum'at atau bukan." Yaitu ayat; "Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS Al Ma'idah ayat: 3).]]]

Hadits Ahmad 262

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَدِمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِالْبَطْحَاءِ فَقَالَ بِمَ أَهْلَلْتَ قُلْتُ بِإِهْلَالٍ كَإِهْلَالِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلْ سُقْتَ مِنْ هَدْيٍ قُلْتُ لَا قَالَ طُفْ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ثُمَّ حِلَّ فَطُفْتُ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ثُمَّ أَتَيْتُ امْرَأَةً مِنْ قَوْمِي فَمَشَّطَتْنِي وَغَسَلَتْ رَأْسِي فَكُنْتُ أُفْتِي النَّاسَ بِذَلِكَ بِإِمَارَةِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَإِمَارَةِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَإِنِّي لَقَائِمٌ فِي الْمَوْسِمِ إِذْ جَاءَنِي رَجُلٌ فَقَالَ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ فِي شَأْنِ النُّسُكِ فَقُلْتُ أَيُّهَا النَّاسُ مَنْ كُنَّا أَفْتَيْنَاهُ فُتْيَا فَهَذَا أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ قَادِمٌ عَلَيْكُمْ فَبِهِ فَأْتَمُّوا فَلَمَّا قَدِمَ قُلْتُ مَا هَذَا الَّذِي قَدْ أَحْدَثْتَ فِي شَأْنِ النُّسُكِ قَالَ إِنْ نَأْخُذْ بِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ { وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ } وَإِنْ نَأْخُذْ بِسُنَّةِ نَبِيِّنَا فَإِنَّهُ لَمْ يَحِلَّ حَتَّى نَحَرَ الْهَدْيَ

Dengan apa kamu berihlal (berniat memulai haji/Umrah)?
Aku menjawab; Dengan niat sebagaimana Nabi berniat. Beliau bertanya: Apakah kamu membawa hewan sembelihan?
Aku menjawab; Tidak, beliau berkata:
Lakukanlah thawaf di Ka'bah, shafa & Marwah kemudian kamu tahallul (menyudahi umrah/haji). Maka aku melakukan thawaf di Ka'bah & sa'i antara shafa & Marwah, kemudian aku datang kepada isteriku dari kaumku & dia menyisirkan rambutku & membasuh kepalaku. Maka aku memfatwakan kepada orang-orang seperti itu atas perintah dari Abu Bakar & Umar, & ketika aku sedang bertugas pada musim haji datanglah seorang lelaki kemudian berkata; Sesungguhnya kamu tak tahu apa yg dilakukan Amirul Mukminin dalam masalah manasik Haji. Aku menjawab; Wahai orang-orang, barangsiapa telah kami beri fatwa maka inilah Amirul Mukminin datang kepada kalian & ikutilah dia oleh kalian. Maka ketika dia datang aku bertanya kepadanya; Apa yg telah kamu perbuat dalam masalah manasik haji ini?
Dia menjawab; Tidak lain kami hanya mengambil dari Kitabullah Ta'ala, karena Allah Ta'ala telah berfirman; Dan sempurnakanlah ibadah haji & 'umrah Karena Allah (QS Al Baqarah; 196) & jika kita mengambil Sunah Nabi kita, maka beliau tak bertahallul kecuali setelah memotong hewan sembelihan. [HR. Ahmad No.262].

Hadits Ahmad No.262 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Qais Bin Muslim] dari [Thariq Bin Syihab] dari [Abu Musa] dia berkata; aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau berada di Bathha' kemudian beliau bertanya: "Dengan apa kamu berihlal (berniat memulai haji/Umrah)?" Aku menjawab; "Dengan niat sebagaimana Nabi berniat." Beliau bertanya: "Apakah kamu membawa hewan sembelihan?" Aku menjawab; "Tidak, " beliau berkata: "Lakukanlah thawaf di Ka'bah, shafa dan Marwah kemudian kamu tahallul (menyudahi umrah/haji)." Maka aku melakukan thawaf di Ka'bah dan sa'i antara shafa dan Marwah, kemudian aku datang kepada isteriku dari kaumku dan dia menyisirkan rambutku dan membasuh kepalaku. Maka aku memfatwakan kepada orang-orang seperti itu atas perintah dari Abu Bakar dan Umar, dan ketika aku sedang bertugas pada musim haji datanglah seorang lelaki kemudian berkata; "Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang dilakukan Amirul Mukminin dalam masalah manasik Haji." Aku menjawab; "Wahai orang-orang, barangsiapa telah kami beri fatwa maka inilah [Amirul Mukminin] datang kepada kalian dan ikutilah dia oleh kalian." Maka ketika dia datang aku bertanya kepadanya; "Apa yang telah kamu perbuat dalam masalah manasik haji ini?" Dia menjawab; "Tidak lain kami hanya mengambil dari Kitabullah Ta'ala, karena Allah Ta'ala telah berfirman; "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah Karena Allah" (QS Al Baqarah; 196) dan jika kita mengambil Sunah Nabi kita, maka beliau tidak bertahallul kecuali setelah memotong hewan sembelihan."]]]

Hadits Ahmad 263

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَكِنِّي رَأَيْتُ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَ حَفِيًّا

aku tahu kamu hanyalah batu, yg tak bisa mendatangkan bahaya & tak juga manfaat, akan tetapi karena aku melihat Abul Qasim (mencium) mu secara hati hati. [HR. Ahmad No.263].

Hadits Ahmad No.263 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Ibrahim Bin Abdul A'la] dari [Suwaid Bin Ghafalah] dia berkata; aku melihat [Umar] mencium hajar (Aswad) seraya berkata; "Sesungguhnya aku tahu kamu hanyalah batu, yang tidak bisa mendatangkan bahaya dan tidak juga manfaat, akan tetapi karena aku melihat Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam (mencium) mu secara hati hati."]]]

Hadits Ahmad 264

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ وَعَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنِ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّ الْمُشْرِكِينَ كَانُوا لَا يُفِيضُونَ مِنْ جَمْعٍ حَتَّى تُشْرِقَ الشَّمْسُ عَلَى ثَبِيرٍ قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَكَانُوا يَقُولُونَ أَشْرِقْ ثَبِيرُ كَيْمَا نُغِيرُ يَعْنِي فَخَالَفَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَفَعَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ

orang-orang Musyrik tak meninggalkan mudzalifah sampai matahari terbit di atas Tsabiir, Abdurrazzaq berkata; & mereka mengatakan; Terbitlah (Matahari di atas) Tsabiir agar kami dapat segera pergi, maksudnya; Nabi kemudian menyelisihi mereka & beliau bertolak meninggalkan muzdalifah sebelum matahari terbit. [HR. Ahmad No.264].

Hadits Ahmad No.264 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dan [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dia berkata; [Umar] berkata; -Abdurrazzaq berkata aku mendengar Umar berkata; - "Bahwa orang-orang Musyrik tidak meninggalkan mudzalifah sampai matahari terbit di atas Tsabiir, " Abdurrazzaq berkata; dan mereka mengatakan; "Terbitlah (Matahari di atas) Tsabiir agar kami dapat segera pergi, " maksudnya; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menyelisihi mereka dan beliau bertolak meninggalkan muzdalifah sebelum matahari terbit."]]]

Hadits Ahmad 265

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ فَكَانَ فِيمَا أَنْزَلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَقَرَأْنَا بِهَا وَعَقَلْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا فَأَخْشَى أَنْ يَطُولَ بِالنَّاسِ عَهْدٌ فَيَقُولُوا إِنَّا لَا نَجِدُ آيَةَ الرَّجْمِ فَتُتْرَكَ فَرِيضَةٌ أَنْزَلَهَا اللَّهُ تَعَالَى وَإِنَّ الرَّجْمَ فِي كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى إِذَا أَحْصَنَ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِذَا قَامَتْ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ الْحَبَلُ أَوْ الِاعْتِرَافُ

hukum rajam adl hak (benar adanya) dalam Kitabullah Ta'ala kepada siapa saja yg berbuat zina, jika dia telah Muhshon apabila ada bukti, atau hamil atau dgn pengakuan. [HR. Ahmad No.265].

Hadits Ahmad No.265 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; [Umar] berkata; "sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadanya. dan diantara ayat yang diturunkan kepadanya adalah ayat tentang hukum rajam. Kita telah membacanya, mengerti dan memahami ayat tersebut, maka aku khawatir jika dalam waktu yang lama manusia akan mengatakan; "Sesungguhnya kami tidak menemukan ayat tentang hukum rajam." Kemudian sebuah kewajiban yang telah Allah Ta'ala turunkan ditinggalkan. Sesungguhnya hukum rajam adalah hak (benar adanya) dalam Kitabullah Ta'ala kepada siapa saja yang berbuat zina, jika dia telah Muhshon apabila ada bukti, atau hamil atau dengan pengakuan."]]]

Hadits Ahmad 266

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ هِشَامَ بْنَ حَكِيمٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ فِي الصَّلَاةِ عَلَى غَيْرِ مَا أَقْرَؤُهَا وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْرَأَنِيهَا فَأَخَذْتُ بِثَوْبِهِ فَذَهَبْتُ بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي سَمِعْتُهُ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ عَلَى غَيْرِ مَا أَقْرَأْتَنِيهَا فَقَالَ اقْرَأْ فَقَرَأَ الْقِرَاءَةَ الَّتِي سَمِعْتُهَا مِنْهُ فَقَالَ هَكَذَا أُنْزِلَتْ ثُمَّ قَالَ لِي اقْرَأْ فَقَرَأْتُ فَقَالَ هَكَذَا أُنْزِلَتْ إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُمَا سَمِعَا عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ مَرَرْتُ بِهِشَامِ بْنِ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

sesungguhnya Al Qur'an ini diturunkan dgn tujuh huruf (tujuh dialek), maka bacalah dgn bacaan yg mudah. Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Urwah dari Al Miswar Bin Makhramah & Abdurrahman Bin Abdul Qori bahwa keduanya mendengar Umar berkata; Aku melewati Hisyam Bin Hakim Bin Hizam & dia sedang membaca surat Al Furqon, kemudian dia menyebutkan makna hadits. [HR. Ahmad No.266].

Hadits Ahmad No.266 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Abdurrahman Bin 'Abd] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; "Aku mendengar Hisyam Bin Hakim membaca surat Al Furqon di dalam shalat tidak seperti yang aku baca, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah membacakannya kepadaku, maka aku menarik bajunya dan membawanya kehadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian aku berkata; "Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mendengar dia membaca surat Al Furqon tidak seperti yang aku baca." Maka beliau bersabda: "Bacalah (wahai Hisyam)!" Hisyam kemudian membaca bacaan yang tadi aku dengar darinya, kemudian beliau bersabda: "Demikianlah surat itu diturunkan." Lalu beliau berkata lagi: "Bacalah (wahai Umar)!" Dan aku membacanya, kemudian beliau bersabda; "Demikianlah surat itu diturunkan, sesungguhnya Al Qur'an ini diturunkan dengan tujuh huruf (tujuh dialek), maka bacalah dengan bacaan yang mudah." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Al Miswar Bin Makhramah] dan [Abdurrahman Bin Abdul Qori] bahwa keduanya mendengar Umar berkata; "Aku melewati Hisyam Bin Hakim Bin Hizam dan dia sedang membaca surat Al Furqon, " kemudian dia menyebutkan makna hadits.]]]

Hadits Ahmad 267

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّعْدِيِّ قَالَ قَالَ لِي عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَلَمْ أُحَدَّثْ أَنَّكَ تَلِي مِنْ أَعْمَالِ النَّاسِ أَعْمَالًا فَإِذَا أُعْطِيتَ الْعُمَالَةَ لَمْ تَقْبَلْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَمَا تُرِيدُ إِلَى ذَاكَ قَالَ أَنَا غَنِيٌّ لِي أَعْبُدٌ وَلِي أَفْرَاسٌ أُرِيدُ أَنْ يَكُونَ عَمَلِي صَدَقَةً عَلَى الْمُسْلِمِينَ قَالَ لَا تَفْعَلْ فَإِنِّي كُنْتُ أَفْعَلُ مِثْلَ الَّذِي تَفْعَلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِينِي الْعَطَاءَ فَأَقُولُ أَعْطِهِ مَنْ هُوَ أَفْقَرُ إِلَيْهِ مِنِّي فَقَالَ خُذْهُ فَإِمَّا أَنْ تَمَوَّلَهُ وَإِمَّا أَنْ تَصَدَّقَ بِهِ وَمَا آتَاكَ اللَّهُ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ لَهُ وَلَا سَائِلِهِ فَخُذْهُ وَمَا لَا فَلَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ لَقِيَ عُمَرُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ السَّعْدِيِّ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ تَصَدَّقْ بِهِ وَقَالَ لَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ

Ambillah, bisa kamu kembangkan (infestasikan) atau mensedekahkannya, apa yg Allah berikan kepadamu dari harta ini, sedangkan kamu tak mengharapkannya & tak meminta mintanya maka ambillah, & apabila tak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu. Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq Telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari As Sa`ib Bin Yazid dia berkata; Umar bertemu dgn Abdullah Bin As Sa'di. kemudian As Sa`ib menyebutkan makna hadits, akan tetapi dia mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda:
Bersedekahlah dengannya, & beliau mengatakan; Maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu. [HR. Ahmad No.267].

Hadits Ahmad No.267 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Al Mubarak] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [As Sa`ib Bin Yazid] dari [Abdullah Bin As Sa'di] dia berkata; [Umar] berkata kepadaku; "Belum diceritakan kepadaku (tentang satu perihal) bahwa kamu bertugas mengurusi pekerjaan orang-orang, kemudian apabila kamu diberi upah kamu tidak menerimanya?" Abdullah Bin Sa'di menjawab; "Ya" Umar bertanya; "Lalu apa yang kamu inginkan dari itu?" Dia menjawab; "Aku sudah berkecukupan, aku mempunyai beberapa budak dan beberapa kuda, maka aku ingin pekerjaanku ini menjadi sedekah bagi kaum muslimin", Umar berkata; "Jangan kamu lakukan, karena aku telah melakukan seperti yang kamu lakukan, dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan (upah kerja) kepadaku, lalu aku berkata; "Berikanlah upah itu kepada orang yang lebih fakir dariku" kemudian beliau bersabda: "Ambillah, bisa kamu kembangkan (infestasikan) atau mensedekahkannya, apa yang Allah berikan kepadamu dari harta ini, sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [As Sa`ib Bin Yazid] dia berkata; [Umar] bertemu dengan Abdullah Bin As Sa'di. kemudian As Sa`ib menyebutkan makna hadits, akan tetapi dia mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersedekahlah dengannya, " dan beliau mengatakan; "Maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu."]]]

Hadits Ahmad 268

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ حَمَلْتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأَضَاعَهُ صَاحِبُهُ فَأَرَدْتُ أَنْ أَبْتَاعَهُ وَظَنَنْتُ أَنَّهُ بَائِعُهُ بِرُخْصٍ فَقُلْتُ حَتَّى أَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا تَبْتَعْهُ وَإِنْ أَعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ فَإِنَّ الَّذِي يَعُودُ فِي صَدَقَتِهِ فَكَالْكَلْبِ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ

karena perumpamaan orang yg mengambil kembali sedekah (pemberiannya) adl seperti seekor anjing yg menelan kembali muntahnya. [HR. Ahmad No.268].

Hadits Ahmad No.268 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata; aku pernah menggunakan seekor kuda untuk (berjihad) di jalan Allah, kemudian pemilik kuda tersebut menelantarkannya, maka aku ingin membeli kuda tersebut, dan aku mengira dia akan menjualnya dengan harga yang murah, aku berkata; "Tunggu sampai aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, " maka beliau bersabda: "Jangan membelinya sekalipun dia memberikan dirham kepadamu, karena perumpamaan orang yang mengambil kembali sedekah (pemberiannya) adalah seperti seekor anjing yang menelan kembali muntahnya."]]]

Hadits Ahmad 269

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ أَنَّهُ قَالَ شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَجَاءَ فَصَلَّى ثُمَّ انْصَرَفَ فَخَطَبَ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ هَذَيْنِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِهِمَا يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ وَالْآخَرُ يَوْمٌ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ

melarang untuk berpuasa, karena (Aidul Fithri) adl hari berbukanya kalian dari puasa kalian, & yg kedua (Aidul Adlha) adl karena hari kalian memakan (daging sembelihan) kurban kalian. [HR. Ahmad No.269].

Hadits Ahmad No.269 Secara Lengkap

[[[(Ahmad Bin Hambal) berkata; aku membacakan kepada [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Abu 'Ubaid mantan budak Ibnu Azhar] bahwa dia berkata; "Aku menghadiri shalat Aid bersama [Umar Bin Al Khaththab], kemudian dia melaksanakan shalat, selesai shalat dia bergegas berkhutbah kepada orang-orang seraya berkata; "Sesungguhnya pada kedua hari ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang untuk berpuasa, karena (Aidul Fithri) adalah hari berbukanya kalian dari puasa kalian, dan yang kedua (Aidul Adlha) adalah karena hari kalian memakan (daging sembelihan) kurban kalian."]]]

Hadits Ahmad 270

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ عُمَرُ رَجُلًا غَيُورًا فَكَانَ إِذَا خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّبَعَتْهُ عَاتِكَةُ ابْنَةُ زَيْدٍ فَكَانَ يَكْرَهُ خُرُوجَهَا وَيَكْرَهُ مَنْعَهَا وَكَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اسْتَأْذَنَتْكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَلَا تَمْنَعُوهُنَّ

Apabila istri-istri kalian meminta izin kepada kalian untuk melaksanakan shalat maka janganlah kalian melarang mereka. [HR. Ahmad No.270].

Hadits Ahmad No.270 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Ibrahim] dari [Yahya Bin Abu Ishaq] dari [Salim Bin Abdullah] dia berkata; [Umar] adalah seorang yang cemburuan, apabila dia keluar untuk melaksanakan shalat 'Atikah anak perempuan Zaid mengikutinya, padahal dia tidak suka kalau 'Atikah keluar dan tidak suka juga untuk melarangnya, dan dia bercerita, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Apabila istri-istri kalian meminta izin kepada kalian untuk melaksanakan shalat maka janganlah kalian melarang mereka."]]]

Hadits Ahmad 271

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ قَالَ لَوْلَا آخِرُ الْمُسْلِمِينَ مَا فُتِحَتْ قَرْيَةٌ إِلَّا قَسَمْتُهَا كَمَا قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ

Rasulullah membagi-bagikan tanah Khaibar. [HR. Ahmad No.271].

Hadits Ahmad No.271 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar] dia berkata; "Seandainya bukan karena kaum muslimin yang terakhir, sungguh tidaklah ditaklukkan sebuah kampung kecuali aku akan membagikannya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membagi-bagikan tanah Khaibar."]]]

Hadits Ahmad 272

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ نُبِّئْتُ عَنْ أَبِي الْعَجْفَاءِ السُّلَمِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ أَلَا لَا تُغْلُوا صُدُقَ النِّسَاءِ أَلَا لَا تُغْلُوا صُدُقَ النِّسَاءِ فَإِنَّهَا لَوْ كَانَتْ مَكْرُمَةً فِي الدُّنْيَا أَوْ تَقْوَى عِنْدَ اللَّهِ كَانَ أَوْلَاكُمْ بِهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَصْدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةً مِنْ نِسَائِهِ وَلَا أُصْدِقَتْ امْرَأَةٌ مِنْ بَنَاتِهِ أَكْثَرَ مِنْ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ أُوقِيَّةً وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُبْتَلَى بِصَدُقَةِ امْرَأَتِهِ وَقَالَ مَرَّةً وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُغْلِي بِصَدُقَةِ امْرَأَتِهِ حَتَّى تَكُونَ لَهَا عَدَاوَةٌ فِي نَفْسِهِ وَحَتَّى يَقُولَ كَلِفْتُ إِلَيْكِ عَلَقَ الْقِرْبَةِ قَالَ وَكُنْتُ غُلَامًا عَرَبِيًّا مُوَلَّدًا لَمْ أَدْرِ مَا عَلَقُ الْقِرْبَةِ قَالَ وَأُخْرَى تَقُولُونَهَا لِمَنْ قُتِلَ فِي مَغَازِيكُمْ وَمَاتَ قُتِلَ فُلَانٌ شَهِيدًا وَمَاتَ فُلَانٌ شَهِيدًا وَلَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ قَدْ أَوْقَرَ عَجُزَ دَابَّتِهِ أَوْ دَفَّ رَاحِلَتِهِ ذَهَبًا أَوْ وَرِقًا يَلْتَمِسُ التِّجَارَةَ لَا تَقُولُوا ذَاكُمْ وَلَكِنْ قُولُوا كَمَا قَالَ النَّبِيُّ أَوْ كَمَا قَالَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قُتِلَ أَوْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ فِي الْجَنَّةِ

Barangsiapa terbunuh dalam berperang di jalan Allah maka dia masuk syurga. +Ket; Satu uqiyah sama dgn empat puluh dirham emas. [HR. Ahmad No.272].

Hadits Ahmad No.272 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Salamah Bin 'Alqamah] dari [Muhammad Bin Sirin] dia berkata; telah [diberitakan kepadaku] dari [Abul Ajfa' As Sulami] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkata; "Ketahuilah, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah mahar wanita, ketahuilah, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah mahar wanita, karena jika perbuatan itu terhormat di dunia atau merupakan ketaqwaan kepada Allah, maka orang yang lebih patut dalam hal itu adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak memberikan mahar kepada istri-istrinya dan juga tidak meminta mahar untuk anak-anak perempuannya melebihi dari dua belas uqiyah, sesungguhnya seorang lelaki pasti akan diuji dengan mahar istrinya." dalam kesempatan lain dia berkata; "Sesungguhnya seorang lelaki pasti akan memberikan mahar yang tinggi kepada istrinya sampai menjadi musuh bagi dirinya dan sampai berkata; 'aku terbebani untuk mengalungi qirbah (bejana dari kulit) ini karena kamu." Abul 'Auja` berkata; "Saat itu aku seorang anak badui yang masih bau kencur, dan tidak tahu apa itu mengalungi bejana." Umar berkata; "Dan yang lain adalah ketika ada orang yang terbunuh dalam peperangan kemudian dia meninggal, lalu kalian mengatakan; 'Si fulan syahid, ' padahal mungkin dia telah membawa hewan tunggangannya atau pelana kudanya dengan berisi emas atau perak dengan tujuan berdagang, maka janganlah kalian mengatakan demikian, akan tetapi katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi atau Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa terbunuh dalam berperang di jalan Allah maka dia masuk syurga."]]]

Hadits Ahmad 273

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَنْبَأَنَا الْجُرَيْرِيُّ سَعِيدٌ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي فِرَاسٍ قَالَ خَطَبَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّا إِنَّمَا كُنَّا نَعْرِفُكُمْ إِذْ بَيْنَ ظَهْرَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِذْ يَنْزِلُ الْوَحْيُ وَإِذْ يُنْبِئُنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ أَلَا وَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ انْطَلَقَ وَقَدْ انْقَطَعَ الْوَحْيُ وَإِنَّمَا نَعْرِفُكُمْ بِمَا نَقُولُ لَكُمْ مَنْ أَظْهَرَ مِنْكُمْ خَيْرًا ظَنَنَّا بِهِ خَيْرًا وَأَحْبَبْنَاهُ عَلَيْهِ وَمَنْ أَظْهَرَ مِنْكُمْ لَنَا شَرًّا ظَنَنَّا بِهِ شَرًّا وَأَبْغَضْنَاهُ عَلَيْهِ سَرَائِرُكُمْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ رَبِّكُمْ أَلَا إِنَّهُ قَدْ أَتَى عَلَيَّ حِينٌ وَأَنَا أَحْسِبُ أَنَّ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ يُرِيدُ اللَّهَ وَمَا عِنْدَهُ فَقَدْ خُيِّلَ إِلَيَّ بِآخِرَةٍ أَلَا إِنَّ رِجَالًا قَدْ قَرَءُوهُ يُرِيدُونَ بِهِ مَا عِنْدَ النَّاسِ فَأَرِيدُوا اللَّهَ بِقِرَاءَتِكُمْ وَأَرِيدُوهُ بِأَعْمَالِكُمْ أَلَا إِنِّي وَاللَّهِ مَا أُرْسِلُ عُمَّالِي إِلَيْكُمْ لِيَضْرِبُوا أَبْشَارَكُمْ وَلَا لِيَأْخُذُوا أَمْوَالَكُمْ وَلَكِنْ أُرْسِلُهُمْ إِلَيْكُمْ لِيُعَلِّمُوكُمْ دِينَكُمْ وَسُنَّتَكُمْ فَمَنْ فُعِلَ بِهِ شَيْءٌ سِوَى ذَلِكَ فَلْيَرْفَعْهُ إِلَيَّ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِذَنْ لَأُقِصَّنَّهُ مِنْهُ فَوَثَبَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أَوَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ عَلَى رَعِيَّةٍ فَأَدَّبَ بَعْضَ رَعِيَّتِهِ أَئِنَّكَ لَمُقْتَصُّهُ مِنْهُ قَالَ إِي وَالَّذِي نَفْسُ عُمَرَ بِيَدِهِ إِذَنْ لَأُقِصَّنَّهُ مِنْهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقِصُّ مِنْ نَفْسِهِ أَلَا لَا تَضْرِبُوا الْمُسْلِمِينَ فَتُذِلُّوهُمْ وَلَا تُجَمِّرُوهُمْ فَتَفْتِنُوهُمْ وَلَا تَمْنَعُوهُمْ حُقُوقَهُمْ فَتُكَفِّرُوهُمْ وَلَا تُنْزِلُوهُمْ الْغِيَاضَ فَتُضَيِّعُوهُمْ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ مَرَّةً أُخْرَى أَخْبَرَنَا سَلَمَةُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ نُبِّئْتُ عَنْ أَبِي الْعَجْفَاءِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ أَلَا لَا تُغْلُوا صُدُقَ النِّسَاءِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ إِسْمَاعِيلُ وَذَكَرَ أَيُّوبُ وَهِشَامٌ وَابْنُ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي الْعَجْفَاءِ عَنْ عُمَرَ نَحْوًا مِنْ حَدِيثِ سَلَمَةَ إِلَّا أَنَّهُمْ قَالُوا لَمْ يَقُلْ مُحَمَّدٌ نُبِّئْتُ عَنْ أَبِي الْعَجْفَاءِ

melakukan qishas kepada dirinya, maka janganlah kalian memukul kaum muslimin sampai merendahkan mereka, janganlah kalian memaksa mereka sehingga membuat mereka tersiksa, janganlah kalian menahan hak hak mereka sehingga membuat mereka kafir & janganlah kalian membiarkan mereka dalam kekurangan sehingga mereka tersia siakan. Telah menceritakan kepada kami Isma'il dalam kesempatan lain dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Salamah Bin 'Alqamah dari Muhammad Bin Sirin dia berkata; telah diberitakan kepadaku dari Abul 'Auja' dia berkata; aku mendengar Umar berkata; ketahuilah, janganlah kalian berlebih lebihan dalam masalah mahar wanita. kemudian dia menyebutkan hadits, Isma'il berkata; & dia menyebutkan Ayyub, Hisyam & Ibnu 'Aun dari Muhammad dari Abul 'Ajfa' dari Umar semakna dgn hadits Salamah, mereka berkata; tetapi Muhammad tak berkata; telah diberitakan kepadaku dari Abul 'Ajfa'. [HR. Ahmad No.273].

Hadits Ahmad No.273 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah memberitakan kepada kami [Al Jurairi Sa'id] dari [Abu Nadlrah] dari [Abu Firos] dia berkata; [Umar Bin Khaththab] berkhutbah, dia berkata; "Wahai orang-orang, ketahuilah, bahwasanya kami mengetahui kalian ketika di tengah-tengah kita ada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan turun wahyu dan Allah memberitahukan kepada kita perihal kalian, ketahuilah sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah berlalu dan wahyu telah terputus, dan bahwasannya kami mengetahui kalian dengan apa yang kami katakan kepada kalian. Barangsiapa diantara kalian yang zhahirnya tampak baik maka kami menganggapnya orang baik dan kami mencintainya, dan barangsiapa diantara kalian yang zhahirnya tampak jahat maka kami menganggapnya jahat dan kami akan membencinya, urusan rahasia kalian adalah antara kalian dengan Rabb kalian, ketahuilah, pernah suatu ketika datang kepadaku kesempatan dan aku mengira bahwa barangsiapa membaca Al Qur'an dengan mengharap ridla dari Allah dan apa yang ada di sisiNya, sehingga aku berkhayal tentang akhirat, ketahuilah, sungguh orang-orang telah membacanya dengan mengharap apa yang ada pada manusia, maka berharaplah kalian kepada Allah dengan bacaan bacaan kalian, dan berharaplah kepada Allah dengan amal perbuatan kalian, ketahuilah sesungguhnya aku, demi Allah, tidaklah mengutus pegawai pegawaiku kepada kalian untuk memukuli kulit kulit kalian dan tidak juga untuk mengambil harta harta kalian, akan tetapi aku mengutus mereka kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian persoalan agama dan sunah kalian, maka barangsiapa di perlakukan selain dari tujuan itu hendaklah dia mengadukannya kepadaku, maka demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, pasti aku akan mengqishasnya." maka bangkitlah 'Amru Bin Al 'Ash seraya berkata; "wahai Amirul Mukminin, bagaimana jika salah seorang lelaki dari kaum muslimin memimpin rakyatnya, kemudian dia menyiksa sebagian rakyatnya, apakah kamu akan mengqishasnya?" Umar menjawab; "ya, demi Dzat yang jiwa Umar ada di tangannya, pasti aku akan mengqishasnya, dan aku telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melakukan qishas kepada dirinya, maka janganlah kalian memukul kaum muslimin sampai merendahkan mereka, janganlah kalian memaksa mereka sehingga membuat mereka tersiksa, janganlah kalian menahan hak hak mereka sehingga membuat mereka kafir dan janganlah kalian membiarkan mereka dalam kekurangan sehingga mereka tersia siakan." Telah menceritakan kepada kami Isma'il dalam kesempatan lain dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Salamah Bin 'Alqamah dari Muhammad Bin Sirin dia berkata; telah diberitakan kepadaku dari Abul 'Auja' dia berkata; aku mendengar Umar berkata; "ketahuilah, janganlah kalian berlebih lebihan dalam masalah mahar wanita." kemudian dia menyebutkan hadits, Isma'il berkata; dan dia menyebutkan Ayyub, Hisyam dan Ibnu 'Aun dari Muhammad dari Abul 'Ajfa' dari Umar semakna dengan hadits Salamah, mereka berkata; "tetapi Muhammad tidak berkata; telah diberitakan kepadaku dari Abul 'Ajfa'.]]]

Hadits Ahmad 274

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ وَنَحْنُ نَنْتَظِرُ جَنَازَةَ أُمِّ أَبَانَ ابْنَةِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ وَعِنْدَهُ عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ فَجَاءَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُودُهُ قَائِدُهُ قَالَ فَأُرَاهُ أَخْبَرَهُ بِمَكَانِ ابْنِ عُمَرَ فَجَاءَ حَتَّى جَلَسَ إِلَى جَنْبِي وَكُنْتُ بَيْنَهُمَا فَإِذَا صَوْتٌ مِنْ الدَّارِ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ فَأَرْسَلَهَا عَبْدُ اللَّهِ مُرْسَلَةً قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنَّا مَعَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالْبَيْدَاءِ إِذَا هُوَ بِرَجُلٍ نَازِلٍ فِي ظِلِّ شَجَرَةٍ فَقَالَ لِي انْطَلِقْ فَاعْلَمْ مَنْ ذَاكَ فَانْطَلَقْتُ فَإِذَا هُوَ صُهَيْبٌ فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ إِنَّكَ أَمَرْتَنِي أَنْ أَعْلَمَ لَكَ مَنْ ذَاكَ وَإِنَّهُ صُهَيْبٌ فَقَالَ مُرُوهُ فَلْيَلْحَقْ بِنَا فَقُلْتُ إِنَّ مَعَهُ أَهْلَهُ قَالَ وَإِنْ كَانَ مَعَهُ أَهْلُهُ وَرُبَّمَا قَالَ أَيُّوبُ مَرَّةً فَلْيَلْحَقْ بِنَا فَلَمَّا بَلَغْنَا الْمَدِينَةَ لَمْ يَلْبَثْ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ أَنْ أُصِيبَ فَجَاءَ صُهَيْبٌ فَقَالَ وَا أَخَاهُ وَا صَاحِبَاهُ فَقَالَ عُمَرُ أَلَمْ تَعْلَمْ أَوَلَمْ تَسْمَعْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبَعْضِ بُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ فَأَمَّا عَبْدُ اللَّهِ فَأَرْسَلَهَا مُرْسَلَةً وَأَمَّا عُمَرُ فَقَالَ بِبَعْضِ بُكَاءِ فَأَتَيْتُ عَائِشَةَ فَذَكَرْتُ لَهَا قَوْلَ عُمَرَ فَقَالَتْ لَا وَاللَّهِ مَا قَالَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَحَدٍ وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْكَافِرَ لَيَزِيدُهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَذَابًا وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى { وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى } قَالَ أَيُّوبُ وَقَالَ ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ قَالَ لَمَّا بَلَغَ عَائِشَةَ قَوْلُ عُمَرَ وَابْنِ عُمَرَ قَالَتْ إِنَّكُمْ لَتُحَدِّثُونِي عَنْ غَيْرِ كَاذِبَيْنِ وَلَا مُكَذَّبَيْنِ وَلَكِنَّ السَّمْعَ يُخْطِئُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ أَيُّوبَ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ لِعَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ وَهُوَ مُوَاجِهُهُ أَلَا تَنْهَى عَنْ الْبُكَاءِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ تُوُفِّيَتْ ابْنَةٌ لِعُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ بِمَكَّةَ فَحَضَرَهَا ابْنُ عُمَرَ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَإِنِّي لَجَالِسٌ بَيْنَهُمَا فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ لِعَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ وَهُوَ مُوَاجِهُهُ أَلَا تَنْهَى عَنْ الْبُكَاءِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ إِسْمَاعِيلَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ

Sesungguhnya Allah akan menambahkan siksaan kepada orang kafir karena tangisan keluarganya, & sesungguhnya Allahlah yg menjadikan orang tertawa & menangis; Bahwasanya seorang yg berdosa tak akan memikul dosa orang lain (QS An Najm ayat: 38). Ayyub berkata; Ibnu Abi Mulaikah berkata; Telah menceritakan kepada kami Al Qasim dia berkata; ketika perkataan Umar & Ibnu Umar sampai kepada Aisyah, Aisyah berkata; sesungguhnya kalian telah menceritakan kepadaku dari dua orang yg bukan pendusta & bukan pula didustakan, akan tetapi pendengaranlah yg (terkadang) salah. Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abdullah Bin Abi Mulaikah maka dia menyebutkan makna hadits Ayyub, tetapi dia berkata; maka berkata Ibnu Umar kepada 'Amru Bin Utsman sambil menghadap kepadanya; kenapa kamu tak berhenti menangis, sesungguhnya Rasulullah telah bersabda:
sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya. Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abdullah Bin Abi Mulaikah, dia berkata; meninggal anak perempuan Utsman Bin 'Affan di Makkah, maka Ibnu Umar & Ibnu Abbas menghadiri pemakamannya, & sesungguhnya aku duduk diantara keduanya, berkatalah Ibnu Umar kepada 'Amru Bin Utsman sambil menghadap kepadanya; kenapa kamu tak berhenti menangis?, sesungguhnya Rasulullah telah bersabda:
sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya. Maka dia menyebutkan hadits Isma'il dari Ayyub dari Ibnu Abi Mulaikah. [HR. Ahmad No.274].

Hadits Ahmad No.274 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abdullah Bin Abi Mulaikah] dia berkata; "Ketika aku berada di sisi [Abdullah Bin Umar] sedang menunggu datangnya jenazah Ummu Aban putri Utsman Bin Affan, dan di dekat Abdullah Bin Umar ada 'Amru Bin Utsman, kemudian Ibnu Abbas datang dengan dituntun oleh seorang penuntun, " Abdullah Bin Abi Mulaikah berkata; "Aku melihat orang yang menuntun Ibnu Abbas memberitahukan kepadanya akan posisi Ibnu Umar, kemudian Ibnu Abbas datang dan duduk di sampingku, maka aku berada diantara mereka berdua, tiba-tiba ada suara dari dalam rumah, Ibnu Umar kemudian berkata; "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya si mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadap dirinya." Kemudian Abdullah Bin Umar menyebutkan lafadz hadits tersebut secara umum (tanpa ada perincian). Kemudian [Ibnu Abbas] berkata; "Kami pernah bersama Amirul Mukminin Umar, hingga ketika kami berada di tanah lapang, tiba-tiba dia bertemu dengan seorang lelaki yang mampir di bawah naungan sebatang pohon, Umar berkata kepadaku; "Pergilah, dan cari tahu siapa dia itu!" Kemudian aku pergi, dan ternyata lelaki tersebut adalah Shuhaib. kemudian aku kembali kepada Umar dan mengatakan; "Sesungguhnya kamu telah memerintahku untuk mencari tahu tentang orang itu dan dia adalah Shuhaib, " Umar berkata; "Suruhlah dia agar menyusul bersama kita!" Aku berkata; "Sesungguhnya dia bersama keluarganya, " Umar berkata; "Walaupun dia bersama keluarganya." Dalam kesempatan lain, barangkali Ayyub menyebutkan; "Maka hendaklah dia menyusul kita." Ketika kami telah sampai di Madinah, tidak lama kemudian Amirul Mukminin mendapat musibah. Kemudian Shuhaib datang dan berkata; "Aduhai saudaraku, aduhai sahabatku." Maka [Umar] berkata; "Belum tahukah kamu, atau belum pernahkah kamu mendengar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Sesungguhnya si mayit akan disiksa karena sebagian tangisan keluarganya terhadap dirinya." Adapun Abdullah Bin Umar, dia menyebutkan lafadz hadits tersebut secara umum, sedangkan Umar menyebutkan lafadz; "Karena sebagian tangisan." Aku (Ibnu Abbas) kemudian menemui Aisyah dan menyebutkan perkataan Umar kepadanya, lalu [Aisyah] menjawab; "Tidak, demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah mengatakan bahwa si mayit akan disiksa karena tangisan seseorang, akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah akan menambahkan siksaan kepada orang kafir karena tangisan keluarganya, dan sesungguhnya Allahlah yang menjadikan orang tertawa dan menangis; "Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain" (QS An Najm ayat: 38)." [Ayyub] berkata; [Ibnu Abi Mulaikah] berkata; Telah menceritakan kepada kami Al Qasim; dia berkata; ketika perkataan Umar dan Ibnu Umar sampai kepada Aisyah, [Aisyah] berkata; "sesungguhnya kalian telah menceritakan kepadaku dari dua orang yang bukan pendusta dan bukan pula didustakan, akan tetapi pendengaranlah yang (terkadang) salah." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abdullah Bin Abi Mulaikah] maka dia menyebutkan makna hadits Ayyub, tetapi dia berkata; maka berkata Ibnu Umar kepada 'Amru Bin Utsman sambil menghadap kepadanya; kenapa kamu tidak berhenti menangis, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abdullah Bin Abi Mulaikah], dia berkata; "meninggal anak perempuan Utsman Bin 'Affan di Makkah, maka Ibnu Umar dan Ibnu Abbas menghadiri pemakamannya, dan sesungguhnya aku duduk diantara keduanya, berkatalah Ibnu Umar kepada 'Amru Bin Utsman sambil menghadap kepadanya; "kenapa kamu tidak berhenti menangis?, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya." Maka dia menyebutkan hadits Isma'il dari Ayyub dari Ibnu Abi Mulaikah.]]]

Hadits Ahmad 275

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كُنْتُ فِي رَكْبٍ أَسِيرُ فِي غَزَاةٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَلَفْتُ فَقُلْتُ لَا وَأَبِي فَهَتَفَ بِي رَجُلٌ مِنْ خَلْفِي لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ فَالْتَفَتُّ فَإِذَا هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Janganlah kalian bersumpah dgn (nama) bapak bapak kalian. Kemudian aku menoleh & ternyata dia adl Rasulullah . [HR. Ahmad No.275].

Hadits Ahmad No.275 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husain Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; [Umar] berkata; aku bersama rombongan yang sedang berjalan menuju peperangan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian aku bersumpah dengan mengucapkan; "Tidak, demi bapakku." Tiba tiba ada seseorang yang membisikiku dari belakang: "Janganlah kalian bersumpah dengan (nama) bapak bapak kalian." Kemudian aku menoleh dan ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 276

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُيَسَّرٍ أَبُو سَعْدٍ الصَّاغَانِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ قَالَ كَانَ عُمَرُ يَحْلِفُ عَلَى أَيْمَانٍ ثَلَاثٍ يَقُولُ وَاللَّهِ مَا أَحَدٌ أَحَقَّ بِهَذَا الْمَالِ مِنْ أَحَدٍ وَمَا أَنَا بِأَحَقَّ بِهِ مِنْ أَحَدٍ وَاللَّهِ مَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ أَحَدٌ إِلَّا وَلَهُ فِي هَذَا الْمَالِ نَصِيبٌ إِلَّا عَبْدًا مَمْلُوكًا وَلَكِنَّا عَلَى مَنَازِلِنَا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى وَقَسْمِنَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَالرَّجُلُ وَبَلَاؤُهُ فِي الْإِسْلَامِ وَالرَّجُلُ وَقَدَمُهُ فِي الْإِسْلَامِ وَالرَّجُلُ وَغَنَاؤُهُ فِي الْإِسْلَامِ وَالرَّجُلُ وَحَاجَتُهُ وَ وَاللَّهِ لَئِنْ بَقِيتُ لَهُمْ لَيَأْتِيَنَّ الرَّاعِيَ بِجَبَلِ صَنْعَاءَ حَظُّهُ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَهُوَ يَرْعَى مَكَانَهُ

Demi Allah, tak ada seorangpun yg berhaq dari yg lain termasuk aku terhadap harta ini. Demi Allah, tidaklah seorang muslim melainkan dia memiliki bagian dari harta ini kecuali hamba sahaya, akan tetapi di rumah kita ada Kitabullah Ta'ala & pembagian kita dari Rasulullah , maka seorang lelaki berdasarkan pengorbanannya terhadap Islam, seorang lelaki berdasarkan terdahulunya dalam memasuki Islam, seorang lelaki berdasarkan kekayaannya dalam Islam & seorang lelaki berdasarkan kebutuhannya, & demi Allah, jika aku sisakan untuk mereka, pasti akan datang kepada seorang penggembala dari gunung Shan'a` bagiannya sementara dia sedang menggembala di tempatnya. [HR. Ahmad No.276].

Hadits Ahmad No.276 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Muyassar Abu Sa'id Ash Shaghani] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] dari [Muhammad Bin 'Amru Bin 'Atho`] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata; [Umar] pernah bersumpah dengan tiga sumpah, dia berkata; "Demi Allah, tidak ada seorangpun yang berhaq dari yang lain termasuk aku terhadap harta ini. Demi Allah, tidaklah seorang muslim melainkan dia memiliki bagian dari harta ini kecuali hamba sahaya, akan tetapi di rumah kita ada Kitabullah Ta'ala dan pembagian kita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka seorang lelaki berdasarkan pengorbanannya terhadap Islam, seorang lelaki berdasarkan terdahulunya dalam memasuki Islam, seorang lelaki berdasarkan kekayaannya dalam Islam dan seorang lelaki berdasarkan kebutuhannya, dan demi Allah, jika aku sisakan untuk mereka, pasti akan datang kepada seorang penggembala dari gunung Shan'a` bagiannya sementara dia sedang menggembala di tempatnya."]]]

Hadits Ahmad 277

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ الْحَجَّاجِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُخَارِقِ زُهَيْرُ بْنُ سَالِمٍ أَنَّ عُمَيْرَ بْنَ سَعْدٍ الْأَنْصَارِيَّ كَانَ وَلَّاهُ عُمَرُ حِمْصَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ عُمَرُ يَعْنِي لِكَعْبٍ إِنِّي أَسْأَلُكَ عَنْ أَمْرٍ فَلَا تَكْتُمْنِي قَالَ وَاللَّهِ لَا أَكْتُمُكَ شَيْئًا أَعْلَمُهُ قَالَ مَا أَخْوَفُ شَيْءٍ تَخَوَّفُهُ عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَئِمَّةً مُضِلِّينَ قَالَ عُمَرُ صَدَقْتَ قَدْ أَسَرَّ ذَلِكَ إِلَيَّ وَأَعْلَمَنِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Apakah yg paling kamu takuti dari ummat Muhammad ?
Ka'ab menjawab; Para pemimpin yg menyesatkan Umar berkata; Tepat kamu, hal itu telah aku sembunyikan pada diri saya, & Rasulullah telah memberitahukannya kepadaku. [HR. Ahmad No.277].

Hadits Ahmad No.277 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdul Quddus Bin Al Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Shafwan] Telah menceritakan kepadaku [Abul Mukharik Zuhair Bin Salim] bahwa Umair Bin Sa'd Al Anshari diangkat oleh [Umar] untuk memimpin daerah Himsha, kemudian dia menyebutkan hadits. Umar berkata kepada Ka'ab; "Sesungguhnya aku bertanya kepadamu tentang suatu perkara maka janganlah kamu sembunyikan kepadaku." Ka'ab menjawab; "Demi Allah aku tidak akan menyembunyikan sesuatu yang aku ketahui." Umar bertanya; "Apakah yang paling kamu takuti dari ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam?" Ka'ab menjawab; "Para pemimpin yang menyesatkan" Umar berkata; "Tepat kamu, hal itu telah aku sembunyikan pada diri saya, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberitahukannya kepadaku."]]]

Hadits Ahmad 278

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَقَالَ سَالِمٌ فَسَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ قَالَ عُمَرُ أَرْسِلُوا إِلَيَّ طَبِيبًا يَنْظُرُ إِلَى جُرْحِي هَذَا قَالَ فَأَرْسَلُوا إِلَى طَبِيبٍ مِنْ الْعَرَبِ فَسَقَى عُمَرَ نَبِيذًا فَشُبِّهَ النَّبِيذُ بِالدَّمِ حِينَ خَرَجَ مِنْ الطَّعْنَةِ الَّتِي تَحْتَ السُّرَّةِ قَالَ فَدَعَوْتُ طَبِيبًا آخَرَ مِنْ الْأَنْصَارِ مِنْ بَنِي مُعَاوِيَةَ فَسَقَاهُ لَبَنًا فَخَرَجَ اللَّبَنُ مِنْ الطَّعْنَةِ صَلْدًا أَبْيَضَ فَقَالَ لَهُ الطَّبِيبُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ اعْهَدْ فَقَالَ عُمَرُ صَدَقَنِي أَخُو بَنِي مُعَاوِيَةَ وَلَوْ قُلْتَ غَيْرَ ذَلِكَ كَذَّبْتُكَ قَالَ فَبَكَى عَلَيْهِ الْقَوْمُ حِينَ سَمِعُوا ذَلِكَ فَقَالَ لَا تَبْكُوا عَلَيْنَا مَنْ كَانَ بَاكِيًا فَلْيَخْرُجْ أَلَمْ تَسْمَعُوا مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُعَذَّبُ الْمَيِّتُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ فَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ لَا يُقِرُّ أَنْ يُبْكَى عِنْدَهُ عَلَى هَالِكٍ مِنْ وَلَدِهِ وَلَا غَيْرِهِمْ

Seorang mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadapnya. Oleh karena itulah Abdullah tak membenarkan adanya ratapan di sampingnya terhadap seseorang yg telah meninggal dunia, baik dari anak anaknya maupun yg lainnya. [HR. Ahmad No.278].

Hadits Ahmad No.278 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Shalih] telah berkata [Ibnu Syihab]; [Salim] berkata; aku mendengar [Abdullah Bin Umar] berkata; [Umar] berkata; "Kirimlah aku kepada seorang dokter agar dia dapat memeriksa lukaku ini." Abdullah Bin Umar berkata; kemudian mereka mengirim Umar kepada seorang tabib dari kalangan Arab, dan tabib itu memberikan minum dengan perasan air anggur kepadanya, kemudian perasan anggur itu menyerupai darah saat keluar dari (lubang) tusukan yang ada di bawah pusar." Abdullah Bin Umar berkata; kemudian aku memanggil tabib yang lain dari kaum Anshar dari Bani Mu'awiyah. lalu tabib itu meminumkan air susu kepada Umar, dan susu itu keluar dari (lubang) tusukan berwarna putih bening. tabib itu berkata kepada Umar; "Wahai Amirul Mukminin berjanjilah!" Umar menjawab; "Saudaraku Bani Umaiyah telah membenarkanku, seandainya kamu mengatakan selain itu, maka sesungguhnya aku telah berdusta kepadamu." Abdullah Bin Umar berkata; "Kemudian ketika mereka mendengar perkataan itu orang-orang menangisi Umar." Maka Umar berkata; "Janganlah kalian menangisiku, barangsiapa menangis maka keluarlah! tidakkah kalian mendengar apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadapnya." Oleh karena itulah Abdullah tidak membenarkan adanya ratapan di sampingnya terhadap seseorang yang telah meninggal dunia, baik dari anak anaknya maupun yang lainnya."]]]

Hadits Ahmad 279

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا الثَّوْرِيُّ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يُفِيضُونَ مِنْ جَمْعٍ حَتَّى يَرَوْا الشَّمْسَ عَلَى ثَبِيرٍ وَكَانُوا يَقُولُونَ أَشْرِقْ ثَبِيرُ كَيْمَا نُغِيرُ فَأَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ

orang-orang Jahiliyah tak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sampai mereka melihat matahari berada di atas Tsabiir & mereka mengatakan; 'Terbitlah matahari di atas Tsabiir agar kami dapat segera pergi.' kemudian Rasulullah bertolak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sebelum matahari terbit. [HR. Ahmad No.279].

Hadits Ahmad No.279 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dia berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata; dahulu orang-orang Jahiliyah tidak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sampai mereka melihat matahari berada di atas Tsabiir dan mereka mengatakan; 'Terbitlah matahari di atas Tsabiir agar kami dapat segera pergi.' kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertolak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sebelum matahari terbit."]]]

Hadits Ahmad 280

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُمَا سَمِعَا عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ مَرَرْتُ بِهِشَامِ بْنِ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَمَعْتُ قِرَاءَتَهُ فَإِذَا هُوَ يَقْرَأُ عَلَى حُرُوفٍ كَثِيرَةٍ لَمْ يُقْرِئْنِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكِدْتُ أَنْ أُسَاوِرَهُ فِي الصَّلَاةِ فَنَظَرْتُ حَتَّى سَلَّمَ فَلَمَّا سَلَّمَ لَبَّبْتُهُ بِرِدَائِهِ فَقُلْتُ مَنْ أَقْرَأَكَ هَذِهِ السُّورَةَ الَّتِي تَقْرَؤُهَا قَالَ أَقْرَأَنِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قُلْتُ لَهُ كَذَبْتَ فَوَاللَّهِ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهُوَ أَقْرَأَنِي هَذِهِ السُّورَةَ الَّتِي تَقْرَؤُهَا قَالَ فَانْطَلَقْتُ أَقُودُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي سَمِعْتُ هَذَا يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ عَلَى حُرُوفٍ لَمْ تُقْرِئْنِيهَا وَأَنْتَ أَقْرَأْتَنِي سُورَةَ الْفُرْقَانِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْسِلْهُ يَا عُمَرُ اقْرَأْ يَا هِشَامُ فَقَرَأَ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةَ الَّتِي سَمِعْتُهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَكَذَا أُنْزِلَتْ ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ يَا عُمَرُ فَقَرَأْتُ الْقِرَاءَةَ الَّتِي أَقْرَأَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَكَذَا أُنْزِلَتْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ فَاقْرَءُوا مِنْهُ مَا تَيَسَّرَ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ أَنْبَأَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ عَنْ حَدِيثِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُمَا سَمِعَا عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ هِشَامَ بْنَ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ فِي حَيَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَمَعْتُ لِقِرَاءَتِهِ فَإِذَا هُوَ يَقْرَأُ عَلَى حُرُوفٍ كَثِيرَةٍ لَمْ يُقْرِئْنِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكِدْتُ أُسَاوِرُهُ فِي الصَّلَاةِ فَنَظَرْتُ حَتَّى سَلَّمَ فَلَمَّا سَلَّمَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dgn tujuh huruf, maka bacalah dgn bacaan yg mudah. Telah menceritakan kepada kami Al Hakam Bin Nafi' telah memberitakan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah bercerita kepadaku 'Urwah tentang hadits Al Miswar Bin Makhramah & Abdurrahman Bin Abdul Qori bahwa keduanya telah mendengar Umar Bin Al Khaththab berkata; Aku mendengar Hisyam bin Hakim Bin Hizam membaca surat Al Furqon pada masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, maka aku mengamati bacaannya, & ternyata dia membaca dgn banyak huruf (dialek) yg belum pernah Rasulullah bacakan kepada saya, maka hampir hampir saja saya menyela (bacaannya) ketika dalam shalat, namun aku memperhatikannya sampai dia selesai dari shalat, setelah dia salam, lalu dia menyebutkan hadits yg semakna. [HR. Ahmad No.280].

Hadits Ahmad No.280 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Al Miswar Bin Makhramah] dan [Abdurrahman Bin Abdul Qari] bahwa keduanya mendengar [Umar] berkata; aku melewati Hisyam Bin Hakim yang sedang membaca surat Al Furqon pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masih hidup, kemudian aku mendengarkan bacaannya, dan ternyata dia membaca dengan banyak huruf (dialek) yang belum pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bacakan kepadaku, aku hampir hampir saja menegur (membenarkan bacaannya) saat sedang shalat, kemudian aku menunggu sampai dia salam, setelah dia mengucapkap salam, aku menarik selendangnya sambil aku mengatakan; "Siapa yang membacakan surat yang kamu baca itu?" Dia menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang telah membacakannya kepadaku." Aku berkata kepadanya; "Dusta kamu, demi Allah, sesungguhnya Nabi pernah membacakan surat yang kamu baca itu kepadaku." Kemudian aku membawanya menghadap kepada Nabi, aku berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendengar orang ini membaca surat Al Furqon dengan beberapa huruf yang belum pernah engkau bacakan kepadaku, padahal engkau pernah membacakan surat Al Furqon kepadaku." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lepaskan dia wahai Umar! Bacalah wahai Hisyam! Kemudian Hisyam membacakan kepada beliau dengan bacaan yang tadi aku dengar darinya. kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demikianlah surat itu diturunkan, " lalu beliau bersabda: "Bacalah (wahai Umar)!" Kemudian aku membaca dengan bacaan yang pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bacakan kepadaku, beliau kemudian bersabda: "Demikianlah surat itu diturunkan." kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah dengan bacaan yang mudah." Telah menceritakan kepada kami [Al Hakam Bin Nafi'] telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah bercerita kepadaku ['Urwah] tentang hadits [Al Miswar Bin Makhramah] dan [Abdurrahman Bin Abdul Qori] bahwa keduanya telah mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata; "Aku mendengar Hisyam bin Hakim Bin Hizam membaca surat Al Furqon pada masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, maka aku mengamati bacaannya, dan ternyata dia membaca dengan banyak huruf (dialek) yang belum pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bacakan kepada saya, maka hampir hampir saja saya menyela (bacaannya) ketika dalam shalat, namun aku memperhatikannya sampai dia selesai dari shalat, setelah dia salam, " lalu dia menyebutkan hadits yang semakna.]]]

Hadits Ahmad 281

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مُلْتَمِسًا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَلْيَلْتَمِسْهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وِتْرًا

Barangsiapa di antara kalian yg mencari malam Lailatul Qodar, maka hendaklah dia mencarinya pada sepuluh malam terakhir (bulan Ramadlan), yaitu pada malam yg ganjil. [HR. Ahmad No.281].

Hadits Ahmad No.281 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husain Bin Ali] dari [Zaidah] dari ['Ashim] dari [bapaknya] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; [Umar] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa di antara kalian yang mencari malam Lailatul Qodar, maka hendaklah dia mencarinya pada sepuluh malam terakhir (bulan Ramadlan), yaitu pada malam yang ganjil."]]]

Hadits Ahmad 282

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ قِيلَ لَهُ أَلَا تَسْتَخْلِفُ فَقَالَ إِنْ أَتْرُكْ فَقَدْ تَرَكَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنْ أَسْتَخْلِفْ فَقَدْ اسْتَخْلَفَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Apakah kamu tak akan mengangkat khalifah (pengganti)?
Umar menjawab; Jika aku meninggalkannya, maka sesungguhnya orang yg lebih baik dariku telah meninggalkannya, yaitu Rasulullah . & jika aku mengangkat seorang khalifah (pengganti), maka sesungguhnya orang yg lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar telah mengangkat seorang khalifah. [HR. Ahmad No.282].

Hadits Ahmad No.282 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Bisyr] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari [Ibnu Umar] bahwa Umar ditanya; "Apakah kamu tidak akan mengangkat khalifah (pengganti)?" [Umar] menjawab; "Jika aku meninggalkannya, maka sesungguhnya orang yang lebih baik dariku telah meninggalkannya, yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. dan jika aku mengangkat seorang khalifah (pengganti), maka sesungguhnya orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar telah mengangkat seorang khalifah."]]]

Hadits Ahmad 283

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ إِنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ يَخْطُبُ النَّاسَ وَهُوَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْعَمَلُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Perbuatan itu hanya tergantung pada niat, & setiap orang akan mendapatkan apa yg dia niatkan, barangsiapa Hijrahnya kepada Allah & RasulNya, maka hijrahnya akan menuju kepada Allah & RasulNya, & barangsiapa Hijrahnya untuk mendapatkan keduniaan atau untuk seorang wanita yg akan dinikahinya, maka Hijrahnya akan mendapatkan apa yg dia niatkan. [HR. Ahmad No.283].

Hadits Ahmad No.283 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] bahwa [Muhammad Bin Ibrahim] telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar ['Alqamah Bin Waqqas Al Laitsi] berkata; bahwa dia mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkhutbah di hadapan manusia dan berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perbuatan itu hanya tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan, barangsiapa Hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya akan menuju kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa Hijrahnya untuk mendapatkan keduniaan atau untuk seorang wanita yang akan dinikahinya, maka Hijrahnya akan mendapatkan apa yang dia niatkan."]]]

Hadits Ahmad 284

حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ اتَّزِرُوا وَارْتَدُوا وَانْتَعِلُوا وَأَلْقُوا الْخِفَافَ وَالسَّرَاوِيلَاتِ وَأَلْقُوا الرُّكُبَ وَانْزُوا نَزْوًا وَعَلَيْكُمْ بِالْمَعَدِّيَّةِ وَارْمُوا الْأَغْرَاضَ وَذَرُوا التَّنَعُّمَ وَزِيَّ الْعَجَمِ وَإِيَّاكُمْ وَالْحَرِيرَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَهَى عَنْهُ وَقَالَ لَا تَلْبَسُوا مِنْ الْحَرِيرِ إِلَّا مَا كَانَ هَكَذَا وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِصْبَعَيْهِ

Janganlah kalian memakai sutera, kecuali hanya sebesar ini. & beliau memberi isyarat dgn kedua jarinya. [HR. Ahmad No.284].

Hadits Ahmad No.284 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] Telah menceritakan kepada kami ['Ashim] dari [Abu Utsman An Nahdi] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa dia berkata; "Pakailah sarung, selendang dan sandal, dan buanglah sepatu kulit dan celana panjang, janganlah meminta tolong kepada pengendara kuda, melompatlah kalian (ke atas kuda) dengan sekali hentakan, jauhilah pakaian dan penghidupan yang kasar, dan buanglah target, tinggalkanlah bersenang senang, pakaian bangsa asing, dan janganlah kalian memakai sutera, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang hal itu, dan beliau bersabda: "Janganlah kalian memakai sutera, kecuali hanya sebesar ini." dan beliau memberi isyarat dengan kedua jarinya."]]]

Hadits Ahmad 285

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا يَحْيَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِيَّاكُمْ أَنْ تَهْلِكُوا عَنْ آيَةِ الرَّجْمِ وَأَنْ يَقُولَ قَائِلٌ لَا نَجِدُ حَدَّيْنِ فِي كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ

merajam, & kamipun melaksanakan hukum rajam setelah beliau. [HR. Ahmad No.285].

Hadits Ahmad No.285 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Yahya] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata; "Janganlah kalian binasa karena ayat tentang rajam, sehingga seseorang mengatakan; 'Kami tidak menemukan dua hukuman dalam kitabullah Ta'ala, ' karena sesungguhnya aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merajam, dan kamipun melaksanakan hukum rajam setelah beliau."]]]

Hadits Ahmad 286

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا الْعَوَّامُ حَدَّثَنِي شَيْخٌ كَانَ مُرَابِطًا بِالسَّاحِلِ قَالَ لَقِيتُ أَبَا صَالِحٍ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَيْسَ مِنْ لَيْلَةٍ إِلَّا وَالْبَحْرُ يُشْرِفُ فِيهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ عَلَى الْأَرْضِ يَسْتَأْذِنُ اللَّهَ فِي أَنْ يَنْفَضِخَ عَلَيْهِمْ فَيَكُفُّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Tiada satu malam kecuali laut pasang ke daratan sampai tiga kali, memohon kepada Allah untuk menampakkan kekuatannya kepada mereka (manusia), akan tetapi mencegahnya. [HR. Ahmad No.286].

Hadits Ahmad No.286 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Al 'Awwam] Telah menceritakan kepadaku [Syeikh] yang ribath (menjaga perbatasan di daerah pantai) dia berkata; aku telah bertemu dengan [Abu Shalih] mantan hamba sahaya Umar Bin Al Khaththab, dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Umar Bin Khaththab] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau telah bersabda: "Tiada satu malam kecuali laut pasang ke daratan sampai tiga kali, memohon kepada Allah untuk menampakkan kekuatannya kepada mereka (manusia), akan tetapi mencegahnya."]]]

Hadits Ahmad 287

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ حَدِّثْنِي عَنْ طَلَاقِكَ امْرَأَتَكَ قَالَ طَلَّقْتُهَا وَهِيَ حَائِضٌ قَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَذَكَرَهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا فَإِذَا طَهُرَتْ فَلْيُطَلِّقْهَا فِي طُهْرِهَا قَالَ قُلْتُ لَهُ هَلْ اعْتَدَدْتَ بِالَّتِي طَلَّقْتَهَا وَهِيَ حَائِضٌ قَالَ فَمَا لِي لَا أَعْتَدُّ بِهَا وَإِنْ كُنْتُ قَدْ عَجَزْتُ وَاسْتَحْمَقْتُ

Perintahkanlah kepadanya agar dia merujuknya, jika dia telah suci, maka hendaklah dia mentalaknya pada masa sucinya. Anas berkata; aku berkata kepada Ibnu Umar; Apakah kamu melaksanakan masa 'iddah kepada istrimu yg kamu talak pada saat haid?
Ibnu Umar menjawab: Kenapa aku dulu tak melaksanakan masa 'iddah yah?
meskipun aku tak mampu & tak mendekatinya. [HR. Ahmad No.287].

Hadits Ahmad No.287 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Abdul Malik] dari [Anas Bin Sirin] dia berkata; aku berkata kepada [Ibnu Umar]; ceritakanlah kepadaku tentang talakmu kepada istrimu!. Ibnu Umar berkata; aku mentalaknya dalam keadaan haid, kemudian aku menceritakan hal itu kepada Umar Bin Al Khaththab, lalu Umar menceritakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perintahkanlah kepadanya agar dia merujuknya, jika dia telah suci, maka hendaklah dia mentalaknya pada masa sucinya." Anas berkata; aku berkata kepada Ibnu Umar; "Apakah kamu melaksanakan masa 'iddah kepada istrimu yang kamu talak pada saat haid?" Ibnu Umar menjawab: "Kenapa aku dulu tidak melaksanakan masa 'iddah yah? meskipun aku tidak mampu dan tidak mendekatinya."]]]

Hadits Ahmad 288

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا أَصْبَغُ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ الشَّامِيِّ قَالَ لَبِسَ أَبُو أُمَامَةَ ثَوْبًا جَدِيدًا فَلَمَّا بَلَغَ تَرْقُوَتَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اسْتَجَدَّ ثَوْبًا فَلَبِسَهُ فَقَالَ حِينَ يَبْلُغُ تَرْقُوَتَهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ عَمَدَ إِلَى الثَّوْبِ الَّذِي أَخْلَقَ أَوْ قَالَ أَلْقَى فَتَصَدَّقَ بِهِ كَانَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ تَعَالَى وَفِي جِوَارِ اللَّهِ وَفِي كَنَفِ اللَّهِ حَيًّا وَمَيِّتًا حَيًّا وَمَيِّتًا حَيًّا وَمَيِّتًا

Barangsiapa memiliki pakain baru kemudian mengenakannya & ketika sampai di tengkuknya dia membaca; 'Alhamdulillaahil ladzii kasaanii maa uwaarii bihi 'aurotii wa atajammalu bihii fi hayaatii (segala puji bagi Allah yg telah memberikan pakaian kepadaku yg dapat menutup aurotku & dapat berhias dengannya dalam hidupku) ' kemudian dia berniat dgn pakaian yg sudah usang atau yg sudah tak dikenakan untuk diinfaqkan, maka dia berada dalam jaminan Allah Ta'ala & berada di sisi Allah serta berada dalam lindungan Allah baik hidup maupun mati, baik hidup maupun mati & baik hidup maupun mati. [HR. Ahmad No.288].

Hadits Ahmad No.288 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Ashbagh] dari [Abul 'Ala` Asy Syami] dia berkata; [Abu Umamah] mengenakan pakaian baru, ketika sampai ke tengkuknya dia membaca; "Alhamdulillaahilladzii kasaanii maa uwaarii bihi 'auratii wa atajammalu bihii fi hayaatii (segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian kepadaku yang dapat menutup auratku dan dapat berhias dengannya dalam hidupku), " kemudian dia berkata; aku mendengar [Umar Bin Khaththab] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memiliki pakain baru kemudian mengenakannya dan ketika sampai di tengkuknya dia membaca; 'Alhamdulillaahil ladzii kasaanii maa uwaarii bihi 'aurotii wa atajammalu bihii fi hayaatii (segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian kepadaku yang dapat menutup aurotku dan dapat berhias dengannya dalam hidupku) ' kemudian dia berniat dengan pakaian yang sudah usang atau yang sudah tidak dikenakan untuk diinfaqkan, maka dia berada dalam jaminan Allah Ta'ala dan berada di sisi Allah serta berada dalam lindungan Allah baik hidup maupun mati, baik hidup maupun mati dan baik hidup maupun mati."]]]

Hadits Ahmad 289

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَدُنَا إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ كَيْفَ يَصْنَعُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يَنَامُ

salah seorang dari kami hendak tidur sementara dia dalam keadaan junub, apa yg harus dilakukan sebelum mandi?
Beliau menjawab: Hendaknya berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat kemudian tidur. [HR. Ahmad No.289].

Hadits Ahmad No.289 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Wahai Rasulullah, apabila salah seorang dari kami hendak tidur sementara dia dalam keadaan junub, apa yang harus dilakukan sebelum mandi?" Beliau menjawab: "Hendaknya berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat kemudian tidur."]]]

Hadits Ahmad 290

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا وَرْقَاءُ وَأَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا وَرْقَاءُ عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى الثَّعْلَبِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ كُنْتُ مَعَ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي الْبَقِيعِ يَنْظُرُ إِلَى الْهِلَالِ فَأَقْبَلَ رَاكِبٌ فَتَلَقَّاهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ مِنْ أَيْنَ جِئْتَ فَقَالَ مِنْ الْعَرَبِ قَالَ أَهْلَلْتَ قَالَ نَعَمْ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اللَّهُ أَكْبَرُ إِنَّمَا يَكْفِي الْمُسْلِمِينَ الرَّجُلُ ثُمَّ قَامَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَتَوَضَّأَ فَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ ثُمَّ صَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَنَعَ قَالَ أَبُو النَّضْرِ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ ضَيِّقَةُ الْكُمَّيْنِ فَأَخْرَجَ يَدَهُ مِنْ تَحْتِهَا وَمَسَحَ

berwudlu & mengusap kedua khuf-nya, kemudian shalat Maghrib, lalu dia berkata; Demikianlah aku melihat Rasulullah melakukan. Abu An Nadlar berkata; Dia memakai jubah yg kedua lengannya sempit, & dia mengeluarkan tangannya dari bagian bawah jubah itu lalu mengusap khuf-nya. [HR. Ahmad No.290].

Hadits Ahmad No.290 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Warqa` bin 'Umar] dan [Abu An Nadlar] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Warqa`] dari [Abdul A'la Ats Tsa`labi] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] dia berkata; aku pernah bersama Al Barra' bin 'Azib dan [Umar Bin Al Khaththab] di pemakaman Baqi' untuk melihat hilal (bulan sabit), kemudian seorang pengendara datang, Umar menemuinya dan bertanya; "Darimana kamu datang?" Pengendara itu menjawab; "Dari orang Arab badui", Umar bertanya; "Apakah kamu telah melihat hilal?" Dia menjawab; "Ya." Umar berkata; "Allah maha besar, sesungguhnya seorang cukup untuk kaum muslimin", kemudian Umar berdiri, berwudlu dan mengusap kedua khuf-nya, kemudian shalat Maghrib, lalu dia berkata; "Demikianlah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan." Abu An Nadlar berkata; "Dia memakai jubah yang kedua lengannya sempit, dan dia mengeluarkan tangannya dari bagian bawah jubah itu lalu mengusap khuf-nya."]]]

Hadits Ahmad 291

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ أَنْبَأَنَا الزُّبَيْرُ بْنُ الْخِرِّيتِ عَنْ أَبِي لَبِيدٍ قَالَ خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ طَاحِيَةَ مُهَاجِرًا يُقَالُ لَهُ بَيْرَحُ بْنُ أَسَدٍ فَقَدِمَ الْمَدِينَةَ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَيَّامٍ فَرَآهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَعَلِمَ أَنَّهُ غَرِيبٌ فَقَالَ لَهُ مَنْ أَنْتَ قَالَ مِنْ أَهْلِ عُمَانَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَأَدْخَلَهُ عَلَى أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ هَذَا مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ الَّتِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَرْضًا يُقَالُ لَهَا عُمَانُ يَنْضَحُ بِنَاحِيَتِهَا الْبَحْرُ بِهَا حَيٌّ مِنْ الْعَرَبِ لَوْ أَتَاهُمْ رَسُولِي مَا رَمَوْهُ بِسَهْمٍ وَلَا حَجَرٍ

aku mengetahui suatu negeri yg dinamakan Oman, yg di tepi-tepinya mengalir air laut, disana ada perkampungan dari kalangan arab, jika utusanku datang kepada mereka niscaya mereka tak akan melemparnya baik dgn panah maupun batu. [HR. Ahmad No.291].

Hadits Ahmad No.291 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Jarir] telah memberitakan kepada kami [Az Zubair Bin Al Khirrit] dari [Abu Lubaid] dia berkata; seorang lelaki keluar dari Thahiyah untuk berhijrah, namanya Bairah Bin Asad, kemudian dia datang ke Madinah beberapa hari setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan dilihat oleh Umar, lalu [Umar] mengetahui bahwa dia adalah orang asing, maka Umar bertanya kepadanya; "Siapa anda?" Dia menjawab; "Aku berasal dari penduduk Oman." Umar berkata; "Ya." Abu Lubaid berkata; Umar menggandeng tangannya dan membawanya menemui Abu Bakar, Umar berkata; "Dia berasal dari penduduk suatu negri yang aku mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya aku mengetahui suatu negeri yang dinamakan Oman, yang di tepi-tepinya mengalir air laut, disana ada perkampungan dari kalangan arab, jika utusanku datang kepada mereka niscaya mereka tidak akan melemparnya baik dengan panah maupun batu."]]]

Hadits Ahmad 292

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا رَفَعَهُ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَنْ تَوَاضَعَ لِي هَكَذَا وَجَعَلَ يَزِيدُ بَاطِنَ كَفِّهِ إِلَى الْأَرْضِ وَأَدْنَاهَا إِلَى الْأَرْضِ رَفَعْتُهُ هَكَذَا وَجَعَلَ بَاطِنَ كَفِّهِ إِلَى السَّمَاءِ وَرَفَعَهَا نَحْوَ السَّمَاءِ

Barangsiapa merendah kepadaKu begini, Umar merendahkan telapak tangannya ke tanah hingga hampir menyentuh ke tanah, maka aku akan mengangkatnya begini, & Umar menjadikan telapak tangannya menghadap ke langit kemudian mengangkatnya ke arah langit. [HR. Ahmad No.292].

Hadits Ahmad No.292 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami ['Ashim Bin Muhammad] dari [bapaknya] dari [Ibnu Umar] dari [Umar], -dia berkata; aku tidak mengetahuinya kecuali dimarfu'kan (sampai kepada Nabi), - Umar berkata: "Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: "Barangsiapa merendah kepadaKu begini", Umar merendahkan telapak tangannya ke tanah hingga hampir menyentuh ke tanah, " maka aku akan mengangkatnya begini", dan Umar menjadikan telapak tangannya menghadap ke langit kemudian mengangkatnya ke arah langit."]]]

Hadits Ahmad 293

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا دَيْلَمُ بْنُ غَزْوَانَ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا مَيْمُونٌ الْكُرْدِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ قَالَ إِنِّي لَجَالِسٌ تَحْتَ مِنْبَرِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ يَخْطُبُ النَّاسَ فَقَالَ فِي خُطْبَتِهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى هَذِهِ الْأُمَّةِ كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

Sesungguhnya yg paling aku takuti dari ummatku adl setiap munafiq yg pandai bersilat lidah. [HR. Ahmad No.293].

Hadits Ahmad No.293 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Dailam Bin Ghazwan Al 'Abdi] Telah menceritakan kepada kami [Maimun Al Kurdi] dari [Abu Utsman An Nahdi] dia berkata; aku sedang duduk di bawah mimbar [Umar] dan dia sedang menyampaikan khutbah kepada orang-orang, dia berkata dalam khutbahnya; aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takuti dari ummatku adalah setiap munafiq yang pandai bersilat lidah."]]]

Hadits Ahmad 294

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ ح وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَبْد اللَّهِ بْن أَحْمَد و حَدَّثَنَا مُصْعَبٌ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ أَنَّ عَبْدَ الْحَمِيدِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سُئِلَ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ { وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّاتِهِمْ } الْآيَةَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ آدَمَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ بِيَمِينِهِ وَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلْجَنَّةِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَعْمَلُونَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلنَّارِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ يَعْمَلُونَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَفِيمَ الْعَمَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلْجَنَّةِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُدْخِلَهُ بِهِ الْجَنَّةَ وَإِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلنَّارِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ فَيُدْخِلَهُ بِهِ النَّارَ

Allah menciptakan Adam, kemudian mengusap sulbinya, lalu dari sulbinya (Adam) Allah mengelurkan keturunan Adam seraya berfirman: Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam syurga & mereka beramal dgn amalan penghuni syurga. Kemudian Allah mengusap sulbi Adam & darinya Allah mengelurkan keturunannya, seraya berfirman; 'Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam neraka & mereka beramal dgn amalan penghuni neraka. Maka bertanyalah seorang sahabat; Wahai Rasulullah lalu untuk apa beramal?
Maka Rasulullah menjawab: Sesungguhnya Allah apabila menciptakan seorang hamba untuk masuk ke dalam syurga, maka akan menjadikannya beramal dgn amalan penghuni syurga, sehingga ketika dia meninggal berada di atas amalan penghuni syurga, kemudian memasukkannya ke dalam syurga. Dan apabila menciptakan hamba untuk masuk ke dalam neraka, maka akan menjadikannya beramal dgn amalan penghuni neraka, sehingga ketika dia meninggal berada di atas amalan penghuni neraka, kemudian memasukkannya ke dalam neraka. [HR. Ahmad No.294].

Hadits Ahmad No.294 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Malik]. Dan Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah mengabarkan kepadaku [Malik] telah berkata Abu Abdurrahman Abdullah Bin Ahmad; Telah menceritakan kepada kami [Mush'ab Az Zubairi] Telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Zaid Bin Abi Unaisah] bahwa [Abdul Hamid Bin Abdurrahman Bin Zaid Bin Al Khaththab] telah mengabarkan kepadanya dari [Muslim Bin Yasar Al Juhani] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] ditanya tentang ayat ini: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka" (QS Al A'rof ayat: 172). Maka Umar menjawab; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang ayat tersebut, kemudian beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam, kemudian mengusap sulbinya, lalu dari sulbinya (Adam) Allah mengelurkan keturunan Adam seraya berfirman: "Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam syurga dan mereka beramal dengan amalan penghuni syurga." Kemudian Allah mengusap sulbi Adam dan darinya Allah mengelurkan keturunannya, seraya berfirman; 'Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam neraka dan mereka beramal dengan amalan penghuni neraka." Maka bertanyalah seorang sahabat; "Wahai Rasulullah lalu untuk apa beramal?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah apabila menciptakan seorang hamba untuk masuk ke dalam syurga, maka akan menjadikannya beramal dengan amalan penghuni syurga, sehingga ketika dia meninggal berada di atas amalan penghuni syurga, kemudian memasukkannya ke dalam syurga. Dan apabila menciptakan hamba untuk masuk ke dalam neraka, maka akan menjadikannya beramal dengan amalan penghuni neraka, sehingga ketika dia meninggal berada di atas amalan penghuni neraka, kemudian memasukkannya ke dalam neraka."]]]

Hadits Ahmad 295

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَائِمٌ يَخْطُبُ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَيَّةُ سَاعَةٍ هَذِهِ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ انْقَلَبْتُ مِنْ السُّوقِ فَسَمِعْتُ النِّدَاءَ فَمَا زِدْتُ عَلَى أَنْ تَوَضَّأْتُ فَأَقْبَلْتُ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الْوُضُوءُ أَيْضًا وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُنَا بِالْغُسْلِ

memerintahkan kepada kita untuk mandi. [HR. Ahmad No.295].

Hadits Ahmad No.295 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Malik Bin Anas] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim Bin Abdullah Bin Umar] dari [bapaknya], bahwa salah seorang lelaki dari sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memasuki masjid pada hari Jum'at, sementara [Umar Bin Al Khaththab] dalam keadaan berdiri sedang berkhutbah, maka Umar bertanya; "Jam berapa sekarang?" Lelaki tersebut menjawab; "Wahai Amirul Mukminin, aku kembali dari pasar dan mendengar panggilan suara adzan, kemudian aku tidak lebih kecuali langsung berwudlu dan menuju (masjid)." Lalu Umar berkata; "Berwudlu juga, padahal kamu telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memerintahkan kepada kita untuk mandi."]]]

Hadits Ahmad 296

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ عَتِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَيْهِ عَنْ بَعْضِ بَنِي يَعْلَى عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ طُفْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَاسْتَلَمَ الرُّكْنَ قَالَ يَعْلَى فَكُنْتُ مِمَّا يَلِي الْبَيْتَ فَلَمَّا بَلَغْتُ الرُّكْنَ الْغَرْبِيَّ الَّذِي يَلِي الْأَسْوَدَ جَرَرْتُ بِيَدِهِ لِيَسْتَلِمَ فَقَالَ مَا شَأْنُكَ فَقُلْتُ أَلَا تَسْتَلِمُ قَالَ أَلَمْ تَطُفْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ أَفَرَأَيْتَهُ يَسْتَلِمُ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ الْغَرْبِيَّيْنِ قَالَ فَقُلْتُ لَا قَالَ أَفَلَيْسَ لَكَ فِيهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ قَالَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَانْفُذْ عَنْكَ

Apakah kamu melihatnya mengusap kedua rukun di bagian barat ini?
Aku menjawab; Tidak. Umar berkata; Bukankah kamu mempunyai suritauladan yg baik pada diri beliau dalam hal ini?
Aku menjawab; Ya, kemudian Umar berkata; Maka laksanakanlah untukmu (yang ada contohnya). [HR. Ahmad No.296].

Hadits Ahmad No.296 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Sulaiman Bin 'Athiq] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [beberapa orang keturunan Bani Ya'la] dari [Ya'la Bin Umaiyah] dia berkata; aku melakukan thawaf dengan [Umar Bin Al Khaththab] kemudian dia mengusap rukun, Ya'la berkata; dan aku berada persis di sisi Ka'bah, maka ketika aku sampai di rukun barat yang bersebelahan dengan Hajar Aswad aku menjulurkan tangan untuk mengusapnya, maka umar bertanya; "Apa yang kamu lakukan?" Aku menjawab; "Tidakkah kamu mengusapnya?" Dia berkata; "Apakah kamu belum pernah melakukan thawaf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Maka aku menjawab; "Ya." Umar bertanya lagi; "Apakah kamu melihatnya mengusap kedua rukun di bagian barat ini?" Aku menjawab; "Tidak." Umar berkata; "Bukankah kamu mempunyai suritauladan yang baik pada diri beliau dalam hal ini?" Aku menjawab; "Ya, " kemudian Umar berkata; "Maka laksanakanlah untukmu (yang ada contohnya)."]]]

Hadits Ahmad 297

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ وَأَبُو عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ قَالَ جِئْتُ بِدَنَانِيرَ لِي فَأَرَدْتُ أَنْ أَصْرِفَهَا فَلَقِيَنِي طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ فَاصْطَرَفَهَا وَأَخَذَهَا فَقَالَ حَتَّى يَجِيءَ سَلْمٌ خَازِنِي قَالَ أَبُو عَامِرٍ مِنْ الْغَابَةِ وَقَالَ فِيهَا كُلِّهَا هَاءَ وَهَاءَ قَالَ فَسَأَلْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الذَّهَبُ بِالْوَرِقِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ

Emas (ditukar) dgn perak adl riba kecuali dgn tunai, gandum (ditukar) dgn gandum adl riba keculai dgn tunai, jejawat (ditukar) dgn jejawat adl riba kecuali dgn tunai & kurma (ditukar) dgn kurma adl riba kecuali dgn tunai. [HR. Ahmad No.297].

Hadits Ahmad No.297 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Umar] dan [Abu 'Amir] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata; aku datang dengan membawa beberapa uang dinarku yang hendak aku bagi bagikan, kemudian aku bertemu dengan Thalhah Bin 'Ubaidillah, lalu dia menukar dan mengambil dinar-dinar itu, dia berkata; "Sampai datang Salmun bendaharaku, " Abu 'Amir berkata; "Dari hutan, " Thalhah mengatakan semua itu secara tunai, Malik Bin Aus berkata; kemudian aku bertanya kepada [Umar Bin Al Khaththab] tentang hal itu, Umar menjawab; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Emas (ditukar) dengan perak adalah riba kecuali dengan tunai, gandum (ditukar) dengan gandum adalah riba keculai dengan tunai, jejawat (ditukar) dengan jejawat adalah riba kecuali dengan tunai dan kurma (ditukar) dengan kurma adalah riba kecuali dengan tunai."]]]

Hadits Ahmad 298

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya. [HR. Ahmad No.298].

Hadits Ahmad No.298 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Umar] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] bahwa [Umar] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya."]]]

Hadits Ahmad 299

حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ أَتَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي أُنَاسٍ مِنْ قَوْمِي فَجَعَلَ يَفْرِضُ لِلرَّجُلِ مِنْ طَيِّئٍ فِي أَلْفَيْنِ وَيُعْرِضُ عَنِّي قَالَ فَاسْتَقْبَلْتُهُ فَأَعْرَضَ عَنِّي ثُمَّ أَتَيْتُهُ مِنْ حِيَالِ وَجْهِهِ فَأَعْرَضَ عَنِّي قَالَ فَقُلْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أَتَعْرِفُنِي قَالَ فَضَحِكَ حَتَّى اسْتَلْقَى لِقَفَاهُ ثُمَّ قَالَ نَعَمْ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُكَ آمَنْتَ إِذْ كَفَرُوا وَأَقْبَلْتَ إِذْ أَدْبَرُوا وَوَفَيْتَ إِذْ غَدَرُوا وَإِنَّ أَوَّلَ صَدَقَةٍ بَيَّضَتْ وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُجُوهَ أَصْحَابِهِ صَدَقَةُ طَيِّئٍ جِئْتَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ أَخَذَ يَعْتَذِرُ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا فَرَضْتُ لِقَوْمٍ أَجْحَفَتْ بِهِمْ الْفَاقَةُ وَهُمْ سَادَةُ عَشَائِرِهِمْ لِمَا يَنُوبُهُمْ مِنْ الْحُقُوقِ

sedekah yg pertama kali membuat wajah Rasulullah & wajah para sahabatnya berseri adl sedekahnya Bani Thayyi' yg kamu bawa kepada hadapan Rasulullah . Kemudian dia meminta maaf & berkata; Bahwasannya sedekah itu diberikan kepada kaum yg sedang dilanda kekurangan & mereka adl pemimpin pemimpin keluarga mereka, karena yg mereka tanggung adl hak. [HR. Ahmad No.299].

Hadits Ahmad No.299 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Bakar Bin Isa] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Al Mughirah] dari [Asy Sya'bi] dari ['Adi Bin Hatim] dia berkata; "Aku datang kepada [Umar Bin Al Khaththab] ketika dia berada di tengah-tengah sekelompok orang dari kaumku, kemudian dia memberikan bagian dua puluh ribu kepada seseorang dari Bani Thayyi' dan berpaling dariku, " 'Adi berkata; "Maka aku mendatanginya namun dia berpaling dariku, kemudian aku menemuinya dari arah wajahnya namun dia tetap berpaling dariku, " 'Adi melanjutkan; maka aku bertanya kepadnya; "Wahai Amirul Mukminin bukankah kamu mengenaliku?" 'Adi berkata; "Kemudian dia tertawa sampai mendongak kemudian berkata; "Ya, demi Allah, sungguh aku mengenalimu, kamu adalah orang yang beriman pada saat orang-orang menjadi kafir, kamu adalah orang yang maju kegaris depan pada saat orang-orang mundur kebelakang, dan kamu adalah orang yang menepati janji ketika semua orang berkhianat, dan sesungguhnya sedekah yang pertama kali membuat wajah Rasulullah dan wajah para sahabatnya berseri adalah sedekahnya Bani Thayyi' yang kamu bawa kepada hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Kemudian dia meminta maaf dan berkata; "Bahwasannya sedekah itu diberikan kepada kaum yang sedang dilanda kekurangan dan mereka adalah pemimpin pemimpin keluarga mereka, karena yang mereka tanggung adalah hak."]]]

Hadits Ahmad 300

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ فِيمَا الرَّمَلَانُ الْآنَ وَالْكَشْفُ عَنْ الْمَنَاكِبِ وَقَدْ أَطَّأَ اللَّهُ الْإِسْلَامَ وَنَفَى الْكُفْرَ وَأَهْلَهُ وَمَعَ ذَلِكَ لَا نَدَعُ شَيْئًا كُنَّا نَفْعَلُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Raml (lari lari kecil ketika thawaf & Sa'i) pada saat ini & membuka pundak, padahal Allah telah mengokohkan Islam & menghilangkan kekufuran beserta pemeluknya, namun meski demikian kami tak akan meninggalkan sesuatu yg pernah kami lakukan di masa Rasulullah . [HR. Ahmad No.300].

Hadits Ahmad No.300 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik Bin 'Amru] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dia berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: "Untuk apa Raml (lari lari kecil ketika thawaf dan Sa'i) pada saat ini dan membuka pundak, padahal Allah telah mengokohkan Islam dan menghilangkan kekufuran beserta pemeluknya, namun meski demikian kami tidak akan meninggalkan sesuatu yang pernah kami lakukan di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 301

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي الْفُرَاتِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ قَالَ عَفَّانُ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيلِيِّ قَالَ أَتَيْتُ الْمَدِينَةَ وَقَدْ وَقَعَ بِهَا مَرَضٌ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ فَهُمْ يَمُوتُونَ مَوْتًا ذَرِيعًا فَجَلَسْتُ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَمَرَّتْ بِهِ جَنَازَةٌ فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا خَيْرٌ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِأُخْرَى فَأُثْنِيَ عَلَى صَاحِبِهَا خَيْرٌ فَقَالَ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ بِأُخْرَى فَأُثْنِيَ عَلَيْهَا شَرٌّ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَجَبَتْ فَقَالَ أَبُو الْأَسْوَدِ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مَا وَجَبَتْ فَقَالَ قُلْتُ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا مُسْلِمٍ شَهِدَ لَهُ أَرْبَعَةٌ بِخَيْرٍ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ قَالَ قُلْنَا وَثَلَاثَةٌ قَالَ وَثَلَاثَةٌ قُلْنَا وَاثْنَانِ قَالَ وَاثْنَانِ قَالَ وَلَمْ نَسْأَلْهُ عَنْ الْوَاحِدِ

Seorang muslim siapa saja yg disaksikan dgn kebaikan oleh empat orang, maka Allah akan memasukkannya ke syurga. Umar berkata; kami bertanya; Jika (disaksikan) oleh tiga orang?
Beliau menjawab: Juga oleh tiga orang. Kami bertanya lagi; Jika dua orang?
Beliau menjawab: Juga oleh dua orang. Umar berkata; Kemudian kami tak menanyakannya jika satu orang. [HR. Ahmad No.301].

Hadits Ahmad No.301 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] dan ['Affan] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Daud Bin Abul Furath] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Buraidah] telah berkata ['Affan] dari [Ibnu Buraidah] dari [Abul Aswad Ad Dili] dia berkata; ketika aku tiba di Madinah, di sana sedang terjadi wabah penyakit, " -[Abdush Shamad] berkata; "Mereka mati secara mengerikan, - kemudian aku duduk di sisi [Umar Bin Al Khaththab], tiba tiba lewatlah (usungan) jenazah, dan mayit tersebut disanjung dengan kebaikan seraya Umar berkata; "Wajib." Kemudian jenazah kedua lewat dan mayit tersebut disanjung dengan kebaikan seraya dia berkata; "Wajib." Kemudian lewatlah jenazah ketiga, namun mayit tersebut dibeberkan keburukannya, maka seraya Umar berkata; "Wajib, " Abul Aswad berkata; aku bertanya kepadanya; "Wahai Amirul Mukminin, apa maksudnya wajib?" Umar menjawab; "Aku mengatakan sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa: "Seorang muslim siapa saja yang disaksikan dengan kebaikan oleh empat orang, maka Allah akan memasukkannya ke syurga." Umar berkata; kami bertanya; "Jika (disaksikan) oleh tiga orang?" Beliau menjawab: "Juga oleh tiga orang." Kami bertanya lagi; "Jika dua orang?" Beliau menjawab: "Juga oleh dua orang." Umar berkata; "Kemudian kami tidak menanyakannya jika satu orang."]]]

Hadits Ahmad 302

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَرْبٌ يَعْنِي ابْنَ شَدَّادٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَخْطُبُ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَجَلَسَ فَقَالَ عُمَرُ لِمَ تَحْتَبِسُونَ عَنْ الْجُمُعَةِ فَقَالَ الرَّجُلُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ سَمِعْتُ النِّدَاءَ فَتَوَضَّأْتُ ثُمَّ أَقْبَلْتُ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَأَيْضًا أَلَمْ تَسْمَعُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا رَاحَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ الْمُعَلِّمُ حَدَّثَنَا يَحْيَى أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَيْنَا هُوَ يَخْطُبُ فَذَكَرَهُ

Apabila salah seorang dari kalian hendak berangkat menuju shalat Jum'at, maka hendaklah mandi. Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad Telah menceritakan kepadaku bapakku Telah menceritakan kepada kami Al Husain Al Mu'allim Telah menceritakan kepada kami Yahya telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bahwa Abu Hurairah telah mengabarkan kepadanya, bahwa ketika Umar sedang berkhutbah. Kemudian dia menyebutkan hadits diatas. [HR. Ahmad No.302].

Hadits Ahmad No.302 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Harb maksudnya Ibnu Syaddad] Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Hurairah] dia berkata; ketika [Umar Bin Al Khaththab] sedang berkhutbah, tiba tiba datanglah seorang lelaki lalu duduk, kemudian Umar bertanya; "Kenapa kalian terlambat dari menghadiri shalat Jum'at?" maka lelaki tersebut menjawab; "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak lain ketika mendengar Adzan dikumandangkan langsung berwudlu kemudian menuju masjid, " lalu Umar berkata; "Dan juga (hanya berwudlu), apakah kalian belum pernah mendengar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak berangkat menuju shalat Jum'at, maka hendaklah mandi." Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepadaku [bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Al Husain Al Mu'allim] Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah] bahwa [Abu Hurairah] telah mengabarkan kepadanya, bahwa ketika [Umar] sedang berkhutbah. Kemudian dia menyebutkan hadits diatas."]]]

Hadits Ahmad 303

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَرْبٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حِطَّانَ فِيمَا يَحْسِبُ حَرْبٌ أَنَّهُ سَأَلَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ لَبُوسِ الْحَرِيرِ فَقَالَ سَلْ عَنْهُ عَائِشَةَ فَسَأَلَ عَائِشَةَ فَقَالَتْ سَلْ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَسَأَلَ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَفْصٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا فَلَا خَلَاقَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ

Barangsiapa memakai kain sutera di dunia, maka tak akan mendapat bagian darinya pada hari akhir. [HR. Ahmad No.303].

Hadits Ahmad No.303 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Harb] Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Imran Bin Hiththan] menurut perkiraan Harb bahwa dia bertanya kepada Ibnu Abbas tentang memakai sutra, dia menjawab; "Tanyakan hal itu kepada Aisyah!, " lalu dia bertanya kepada Aisyah, dan Aisyah menjawab; "Tanyakanlah kepada Ibnu Umar!" lalu dia betanya kepada [Ibnu Umar], dan dia menjawab; Telah menceritakan kepadaku [Abu Hafsh] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa memakai kain sutera di dunia, maka tidak akan mendapat bagian darinya pada hari akhir."]]]

Hadits Ahmad 304

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَوْدِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيِّ حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ بِالْبَصْرَةِ قَالَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ أَتَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حِينَ طُعِنَ فَقَالَ احْفَظْ عَنِّي ثَلَاثًا فَإِنِّي أَخَافُ أَنْ لَا يُدْرِكَنِي النَّاسُ أَمَّا أَنَا فَلَمْ أَقْضِ فِي الْكَلَالَةِ قَضَاءً وَلَمْ أَسْتَخْلِفْ عَلَى النَّاسِ خَلِيفَةً وَكُلُّ مَمْلُوكٍ لَهُ عَتِيقٌ فَقَالَ لَهُ النَّاسُ اسْتَخْلِفْ فَقَالَ أَيَّ ذَلِكَ أَفْعَلُ فَقَدْ فَعَلَهُ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي إِنْ أَدَعْ إِلَى النَّاسِ أَمْرَهُمْ فَقَدْ تَرَكَهُ نَبِيُّ اللَّهِ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ وَإِنْ أَسْتَخْلِفْ فَقَدْ اسْتَخْلَفَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُلْتُ لَهُ أَبْشِرْ بِالْجَنَّةِ صَاحَبْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَطَلْتَ صُحْبَتَهُ وَوُلِّيتَ أَمْرَ الْمُؤْمِنِينَ فَقَوِيتَ وَأَدَّيْتَ الْأَمَانَةَ فَقَالَ أَمَّا تَبْشِيرُكَ إِيَّايَ بِالْجَنَّةِ فَوَاللَّهِ لَوْ أَنَّ لِي قَالَ عَفَّانُ فَلَا وَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَوْ أَنَّ لِي الدُّنْيَا بِمَا فِيهَا لَافْتَدَيْتُ بِهِ مِنْ هَوْلِ مَا أَمَامِي قَبْلَ أَنْ أَعْلَمَ الْخَبَرَ وَأَمَّا قَوْلُكَ فِي أَمْرِ الْمُؤْمِنِينَ فَوَاللَّهِ لَوَدِدْتُ أَنَّ ذَلِكَ كَفَافًا لَا لِي وَلَا عَلَيَّ وَأَمَّا مَا ذَكَرْتَ مِنْ صُحْبَةِ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَلِكَ

jika aku tinggalkan urusan mereka (kekhalifahan) kepada orang-orang (setelahku), maka sesungguhnya Nabiyullah 'Alahish Shalatu Wassalam telah meninggalkannya. Dan jika aku mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya orang yg lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar telah mengangkat (seorang khalifah). Kemudian aku berkata kepadanya; Berbahagialah kamu dgn syurga, kamu telah menyertai Rasulullah dalam waktu yg cukup lama, kamu telah mengemban urusan kaum mukminin & kamu sanggup serta kamu telah melaksanakan amanah. Dia berkata; Adapun kabar gembiramu terhadapku dgn syurga, demi Allah andai saja Syurga itu untukku, - Affan berkata; - Maka sekali-kali tidak, demi Allah yg tak ada tuhan kecuali Dia, seandainya dunia & seisinya diperuntukkan bagiku, niscaya aku akan menebus bencana yg ada di hadapanku dengannya, sebelum aku mengetahui apa yg terjadi, adapun perkataanmu tentang urusan kaum mukminin, demi Allah, sesungguhnya aku menginginkan bahwa hal itu merupakan sekedarnya yg tak menguntungkan & merugikanku. Adapun yg kamu sebutkan tentang menyertai Nabiyullah memang itu (benar adanya). [HR. Ahmad No.304].

Hadits Ahmad No.304 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Hammad] dan ['Affan] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Daud Bin Abdullah Al Audi] dari [Humaid Bin Abdurrahman Al Himyari] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abbas] di Bashrah dia berkata; aku adalah orang yang pertama datang menemui [Umar] ketika dia terkena tusuk, lalu dia berkata; "Ingatlah tiga hal dariku, sebab aku khawatir orang-orang tidak menemuiku, sebenarnya aku tidak memutuskan suatu keputusan tentang Kalalah, dan aku tidak mengangkat seorang khalifah (pengganti) untuk orang-orang (setelahku), dan setiap budak ada orang yang memerdekakannya." Kemudian orang-orang berkata kepadanya; "Angkatlah seorang khalifah!" Umar menjawab; "Apapun yang aku kerjakan dari hal itu, maka sesungguhnya orang yang lebih baik dariku telah mengerjakannya; jika aku tinggalkan urusan mereka (kekhalifahan) kepada orang-orang (setelahku), maka sesungguhnya Nabiyullah 'Alahish Shalatu Wassalam telah meninggalkannya. Dan jika aku mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar telah mengangkat (seorang khalifah)." Kemudian aku berkata kepadanya; "Berbahagialah kamu dengan syurga, kamu telah menyertai Rasulullah dalam waktu yang cukup lama, kamu telah mengemban urusan kaum mukminin dan kamu sanggup serta kamu telah melaksanakan amanah." Dia berkata; "Adapun kabar gembiramu terhadapku dengan syurga, demi Allah andai saja Syurga itu untukku, " - Affan berkata; - "Maka sekali-kali tidak, demi Allah yang tidak ada tuhan kecuali Dia, seandainya dunia dan seisinya diperuntukkan bagiku, niscaya aku akan menebus bencana yang ada di hadapanku dengannya, sebelum aku mengetahui apa yang terjadi, adapun perkataanmu tentang urusan kaum mukminin, demi Allah, sesungguhnya aku menginginkan bahwa hal itu merupakan sekedarnya yang tidak menguntungkan dan merugikanku. Adapun yang kamu sebutkan tentang menyertai Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam memang itu (benar adanya)."]]]

Hadits Ahmad 305

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَيَّاشٍ عَنْ حَكِيمِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلٍ قَالَ كَتَبَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ أَنْ عَلِّمُوا غِلْمَانَكُمْ الْعَوْمَ وَمُقَاتِلَتَكُمْ الرَّمْيَ فَكَانُوا يَخْتَلِفُونَ إِلَى الْأَغْرَاضِ فَجَاءَ سَهْمٌ غَرْبٌ إِلَى غُلَامٍ فَقَتَلَهُ فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ أَصْلٌ وَكَانَ فِي حَجْرِ خَالٍ لَهُ فَكَتَبَ فِيهِ أَبُو عُبَيْدَةَ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى مَنْ أَدْفَعُ عَقْلَهُ فَكَتَبَ إِلَيْهِ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ

Allah & Rasul-Nya adl wali bagi orang yg tak ada walinya, & paman (dari pihak ibu) adl pewaris bagi orang yg tak memiliki ahli waris. [HR. Ahmad No.305].

Hadits Ahmad No.305 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdurrahman Bin 'Ayyasy] dari [Hakim Bin Hakim] dari [Abu Umamah Bin Sahal] dia berkata; [Umar] menulis surat kepada Abu 'Ubaidah Bin Al Jarrah (yang berisi); "Ajarkanlah kepada anak anak kalian berenang dan cara berperang kalian dengan menggunakan panah, sebab mereka akan melaksanakan berbagai tujuan." Lalu ada panah nyasar mengenai seorang anak hingga membunuhnya, akan tetapi tidak ditemukan orang tuanya, sementara dia berada dalam asuhan pamannya (dari pihak ibu), kemudian Abu 'Ubaidah menulis surat kepada Umar tentang hal itu (yang berisi); "Kepada siapa aku memberikan diyatnya?" Lalu Umar menulis surat kepadanya; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Allah dan Rasul-Nya adalah wali bagi orang yang tidak ada walinya, dan paman (dari pihak ibu) adalah pewaris bagi orang yang tidak memiliki ahli waris."]]]

Hadits Ahmad 306

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَرِثُ الْوَلَاءَ مَنْ وَرِثَ الْمَالَ مِنْ وَالِدٍ أَوْ وَلَدٍ

yang mewarisi wala'adalah orang yg mewarisi harta baik dari bapak maupun anak. [HR. Ahmad No.306].

Hadits Ahmad No.306 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Zaid] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Umar Bin Khaththab] dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "yang mewarisi wala'adalah orang yang mewarisi harta baik dari bapak maupun anak."]]]

Hadits Ahmad 307

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَتَى الْحَجَرَ فَقَالَ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ ثُمَّ دَنَا فَقَبَّلَهُ

aku benar-benar mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yg tak bisa memberikan bahaya & tak juga manfaat, seandainya aku tak melihat Rasulullah menciummu niscaya aku tak akan menciummu. Lalu dia mendekatinya & menciumnya. [HR. Ahmad No.307].

Hadits Ahmad No.307 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin 'Ubaid] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Abis Bin Rabi'ah] dia berkata; aku melihat [Umar] mendekati Hajar (Aswad) kemudian berkata; "Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa memberikan bahaya dan tidak juga manfaat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu niscaya aku tidak akan menciummu." Lalu dia mendekatinya dan menciumnya.]]]

Hadits Ahmad 308

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا دُجَيْنٌ أَبُو الْغُصْنِ بَصْرِيٌّ قَالَ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَلَقِيتُ أَسْلَمَ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُلْتُ حَدِّثْنِي عَنْ عُمَرَ فَقَالَ لَا أَسْتَطِيعُ أَخَافُ أَنْ أَزِيدَ أَوْ أَنْقُصَ كُنَّا إِذَا قُلْنَا لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدِّثْنَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَخَافُ أَنْ أَزِيدَ حَرْفًا أَوْ أَنْقُصَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَهُوَ فِي النَّارِ

Barangsiapa berdusta kepadaku maka masuk neraka. [HR. Ahmad No.308].

Hadits Ahmad No.308 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Dujain Abul Ghushni] orang Bashrah dia berkata; aku datang ke Madinah kemudian bertemu dengan [Aslam] hamba sahaya Umar Bin Al Khaththab, aku berkata kepadanya; "Ceritakan kepadaku sebuah hadits dari [Umar], " Dia menjawab; "Aku tidak bisa, aku takut akan menambah atau mengurangi, kami apabila berkata kepada Umar, ceritakanlah kepada kami hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dia menjawab; "Aku takut akan menambah atau mengurangi satu kalimat, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa berdusta kepadaku maka masuk neraka."]]]

Hadits Ahmad 309

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ مَوْلَى آلِ الزُّبَيْرِ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ فِي سُوقٍ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ بِهَا أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

(tidak ada tuhan yg berhak untuk disembah kecuali Allah yg maha Esa tak ada sekutu bagiNya, milikNyalah segala kerajaan & segala pujian, di tanganNyalah segala kebaikan, Dialah yg menghidupkan & mematikan & Dia maha berkuasa atas segala sesuatu) 'maka Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, menghapus darinya satu juta keburukan & membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga. [HR. Ahmad No.309].

Hadits Ahmad No.309 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] dari ['Amru Bin Dinar] mantan budak keluarga Az Zubair dari [Salim] dari [bapaknya] dari [Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membaca ketika berada di pasar; 'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walhul hamdu biyadihil khairu yuhyii wayumiitu whuwa 'alaa kulli sya'in qodiir (tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah yang maha Esa tidak ada sekutu bagiNya, milikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, di tanganNyalah segala kebaikan, Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu) 'maka Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, menghapus darinya satu juta keburukan dan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga."]]]

Hadits Ahmad 310

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو زُمَيْلٍ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ خَيْبَرَ أَقْبَلَ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُونَ فُلَانٌ شَهِيدٌ وَفُلَانٌ شَهِيدٌ حَتَّى مَرُّوا بِرَجُلٍ فَقَالُوا فُلَانٌ شَهِيدٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلَّا إِنِّي رَأَيْتُهُ يُجَرُّ إِلَى النَّارِ فِي عَبَاءَةٍ غَلَّهَا اخْرُجْ يَا عُمَرُ فَنَادِ فِي النَّاسِ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا الْمُؤْمِنُونَ فَخَرَجْتُ فَنَادَيْتُ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا الْمُؤْمِنُونَ

sesungguhnya aku melihat dia diseret ke dalam api neraka karena sebuah jubah yg dia ambil, wahai Umar, pergilah, & serukan kepada orang-orang bahwa tak akan masuk ke dalam syurga kecuali orang-orang yg beriman. [HR. Ahmad No.310].

Hadits Ahmad No.310 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ikrimah Bin 'Ammar] Telah menceritakan kepada kami [Abu Zumail] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; ketika terjadi perangan Khaibar, datanglah sekelompok orang dari para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka mengatakan; "Si fulan mati syahid dan si fulan mati syahid, " sampai mereka melewati seorang lelaki, mereka mengatakan; "si fulan mati syahid." maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekali kali tidak, sesungguhnya aku melihat dia diseret ke dalam api neraka karena sebuah jubah yang dia ambil, wahai Umar, pergilah, dan serukan kepada orang-orang bahwa tidak akan masuk ke dalam syurga kecuali orang-orang yang beriman."]]]

Hadits Ahmad 311

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَسْرُوقٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ لَا وَأَبِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَهْ إِنَّهُ مَنْ حَلَفَ بِشَيْءٍ دُونَ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ

Diamlah kamu, sesungguhnya barangsiapa bersumpah dgn sesuatu selain Allah, maka dia telah musyrik. [HR. Ahmad No.311].

Hadits Ahmad No.311 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Masruq] dari [Sa'd Bin 'Ubaidah] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa dia berkata; "Tidak, demi bapakku, " maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Diamlah kamu, sesungguhnya barangsiapa bersumpah dengan sesuatu selain Allah, maka dia telah musyrik."]]]

Hadits Ahmad 312

حَدَّثَنَا حَمَّادٌ الْخَيَّاطُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ زَادَ فِي الْمَسْجِدِ مِنْ الْأُسْطُوَانَةِ إِلَى الْمَقْصُورَةِ وَزَادَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَبْغِي نَزِيدُ فِي مَسْجِدِنَا مَا زِدْتُ فِيهِ

Kami ingin memperluas ruangan dalam masjid, niscaya aku tak akan menambah. [HR. Ahmad No.312].

Hadits Ahmad No.312 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hammad Al Khayyat] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah] dari [Nafi'] dia berkata; bahwa [Umar] memperluas ruangan masjid dari tiang tiang hingga ke kamar-kamar kecil dan Utsman juga menambah, kemudian Umar berkata; seandainya aku tidak mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kami ingin memperluas ruangan dalam masjid, " niscaya aku tidak akan menambah.]]]

Hadits Ahmad 313

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ وَأَنْزَلَ مَعَهُ الْكِتَابَ فَكَانَ مِمَّا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَرَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ ثُمَّ قَالَ قَدْ كُنَّا نَقْرَأُ وَلَا تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ فَإِنَّهُ كُفْرٌ بِكُمْ أَوْ إِنَّ كُفْرًا بِكُمْ أَنْ تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُطْرُونِي كَمَا أُطْرِيَ ابْنُ مَرْيَمَ وَإِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُولُوا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَرُبَّمَا قَالَ مَعْمَرٌ كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ

Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana Ibnu Isa telah dikultuskan, aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah; 'Hamba-Nya & Rasul-Nya'. Bisa saja Ma'mar berkata; Sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Ibnu Maryam. [HR. Ahmad No.313].

Hadits Ahmad No.313 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] dari [Ibnu Abbas] dari [Umar] bahwa dia berkata; "Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa kebenaran, dan menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadanya, diantara ayat yang diturunkan kepadanya adalah ayat tentang hukum rajam, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan hukum rajam, dan kamipun melaksanakan hukum rajam sepeninggal beliau, " kemudian dia berkata; "sungguh kita telah membaca; "Janganlah kalian membenci bapak bapak kalian, karena bisa menjadikan kalian kafir, " atau; "Sesungguhnya kalian bisa menjadi kafir karena membenci bapak bapak kalian, " lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana Ibnu Isa telah dikultuskan, aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah; 'Hamba-Nya dan Rasul-Nya'." Bisa saja Ma'mar berkata; "Sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Ibnu Maryam."]]]

Hadits Ahmad 314

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنِّي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ مَقَالَةً فَآلَيْتُ أَنْ أَقُولَهَا لَكُمْ زَعَمُوا أَنَّكَ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ فَوَضَعَ رَأْسَهُ سَاعَةً ثُمَّ رَفَعَهُ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَحْفَظُ دِينَهُ وَإِنِّي إِنْ لَا أَسْتَخْلِفْ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَسْتَخْلِفْ وَإِنْ أَسْتَخْلِفْ فَإِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَدْ اسْتَخْلَفَ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ ذَكَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ فَعَلِمْتُ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَعْدِلُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدًا وَأَنَّهُ غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ

jika aku tak mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya Rasulullah pun tak mengangkat seorang khalifah, & jika aku mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya Abu Bakar telah mengangkat seorang khalifah. Ibnu Umar berkata; Demi Allah, tak lain hal itu kecuali dia (Umar) mengingat Rasulullah & Abu Bakar, maka aku tahu bahwa tak ada seorangpun yg menyamai Rasulullah , & beliau tak mengangkat seorang khalifah. [HR. Ahmad No.314].

Hadits Ahmad No.314 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu Umar], bahwa dia berkata kepada [Umar]; "Sesungguhnya aku mendengar orang-orang mengatakan suatu perkataan, akan tetapi aku enggan mengatakannya kepadamu, mereka mengira kamu tidak mengangkat seorang khalifah." Lalu Umar menundukkan kepalanya sejenak kemudian mengangkatnya seraya berkata; "Sesungguhnya Allah akan memelihara Agama-Nya, jika aku tidak mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun tidak mengangkat seorang khalifah, dan jika aku mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya Abu Bakar telah mengangkat seorang khalifah." Ibnu Umar berkata; "Demi Allah, tidak lain hal itu kecuali dia (Umar) mengingat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar, maka aku tahu bahwa tidak ada seorangpun yang menyamai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau tidak mengangkat seorang khalifah."]]]

Hadits Ahmad 315

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ قَالَ أَرْسَلَ إِلَيَّ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقُلْتُ لَكُمَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ

Sesungguhnya kami tak diwarisi, harta yg kami tinggalkan adl menjadi sedekah. [HR. Ahmad No.315].

Hadits Ahmad No.315 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata; [Umar] mengirim surat kepadaku, -kemudian dia menyebutkan sebuah hadits, - maka aku berkata kepada kalian berdua, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Sesungguhnya kami tidak diwarisi, harta yang kami tinggalkan adalah menjadi sedekah."]]]

Hadits Ahmad 316

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ لَمَّا مَاتَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بُكِيَ عَلَيْهِ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الْحَيِّ

Sesungguhnya seorang mayit akan disiksa karena ditangisi oleh orang yg masih hidup. [HR. Ahmad No.316].

Hadits Ahmad No.316 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnul Musayyib] dia berkata; "Ketika Abu Bakar wafat dia ditangisi, maka [Umar] berkata; sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Sesungguhnya seorang mayit akan disiksa karena ditangisi oleh orang yang masih hidup."]]]

Hadits Ahmad 317

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا رَبَاحٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ قَالَ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَا أَبَا بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ إِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عَنَاقًا كَانُوا يُؤَدُّونَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهَا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ أَنَّ اللَّهَ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِالْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan laa ilaaha illallah, & barangsiapa telah mengucapkan laa ilaaha illallah, maka mereka telah melindungi darah & hartanya dariku, sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah. Abu Bakar menjawab; Aku akan memerangi orang yg membedakan antara (kewajiban) shalat & zakat, karena sesungguhnya zakat adl haknya harta, demi Allah seandainya mereka menolak memberikan seekor unta yg dahulu mereka serahkan kepada Rasulullah niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya. Kemudian Umar berkata; Demi Allah, tak lain kecuali aku melihat bahwa Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk memerangi, & aku tahu bahwa itulah yg benar. [HR. Ahmad No.317].

Hadits Ahmad No.317 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Khalid] Telah menceritakan kepada kami [Rabah] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat sebagian orang menjadi kafir, -Abu Hurairah melanjutkan ceritanya; - "maka [Umar Bin Al Khaththab] berkata; "Wahai Abu Bakar, bagaimana mungkin kamu bisa memerangi manusia, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan "laa ilaaha illallah, " dan barangsiapa telah mengucapkan "laa ilaaha illallah, " maka mereka telah melindungi darah dan hartanya dariku, sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah." [Abu Bakar] menjawab; "Aku akan memerangi orang yang membedakan antara (kewajiban) shalat dan zakat, karena sesungguhnya zakat adalah haknya harta, demi Allah seandainya mereka menolak memberikan seekor unta yang dahulu mereka serahkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya." Kemudian Umar berkata; "Demi Allah, tidak lain kecuali aku melihat bahwa Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk memerangi, dan aku tahu bahwa itulah yang benar."]]]

Hadits Ahmad 318

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ

Sesungguhnya kami tak diwarisi, & harta yg kami tinggalkan adl menjadi sedekah. [HR. Ahmad No.318].

Hadits Ahmad No.318 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus] dari [Umar], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kami tidak diwarisi, dan harta yang kami tinggalkan adalah menjadi sedekah."]]]

Hadits Ahmad 319

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ أَرْسَلَ إِلَيَّ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَقَالَ إِنَّ أَمْوَالَ بَنِي النَّضِيرِ كَانَتْ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِمَّا لَمْ يُوجِفْ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ بِخَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ فَكَانَ يُنْفِقُ عَلَى أَهْلِهِ مِنْهَا نَفَقَةَ سَنَةٍ وَمَا بَقِيَ جَعَلَهُ فِي الْكُرَاعِ وَالسِّلَاحِ عُدَّةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

harta Bani Nadlir adl diantara harta yg Allah jadikan harta Fai` untuk Rasulullah yg diperoleh tanpa jerih payah dari kaum muslimin dgn kuda atau kendaraan lainnya, beliau membelanjakan harta tersebut untuk keluarganya selama satu tahun, & sisanya beliau jadikan untuk membeli hewan tunggangan & senjata sebagai persiapan (untuk perang) di jalan Allah. [HR. Ahmad No.319].

Hadits Ahmad No.319 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus] dia berkata; [Umar] mengirim surat kepadaku, -kemudian dia menyebutkan hadits, - dan dia berkata; "Sesungguhnya harta Bani Nadlir adalah diantara harta yang Allah jadikan harta Fai` untuk Rasulullah yang diperoleh tanpa jerih payah dari kaum muslimin dengan kuda atau kendaraan lainnya, beliau membelanjakan harta tersebut untuk keluarganya selama satu tahun, dan sisanya beliau jadikan untuk membeli hewan tunggangan dan senjata sebagai persiapan (untuk perang) di jalan Allah."]]]

Hadits Ahmad 320

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ وَأَدْبَرَ النَّهَارُ وَغَرَبَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Apabila malam tiba, siang menghilang & matahari terbenam, maka orang yg berpuasa telah tiba saatnya berbuka. [HR. Ahmad No.320].

Hadits Ahmad No.320 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari ['Ashim Bin Umar] dari [bapaknya], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Apabila malam tiba, siang menghilang dan matahari terbenam, maka orang yang berpuasa telah tiba saatnya berbuka."]]]

Hadits Ahmad 321

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ حُنَيْنٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَرَدْتُ أَنْ أَسْأَلَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَمَا رَأَيْتُ مَوْضِعًا فَمَكَثْتُ سَنَتَيْنِ فَلَمَّا كُنَّا بِمَرِّ الظَّهْرَانِ وَذَهَبَ لِيَقْضِيَ حَاجَتَهُ فَجَاءَ وَقَدْ قَضَى حَاجَتَهُ فَذَهَبْتُ أَصُبُّ عَلَيْهِ مِنْ الْمَاءِ قُلْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ مَنْ الْمَرْأَتَانِ اللَّتَانِ تَظَاهَرَتَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَائِشَةُ وَحَفْصَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

siapakah dua orang wanita yg telah melakukan keburukan kepada Rasulullah ?
Umar menjawab; Aisyah & Hafshah. [HR. Ahmad No.321].

Hadits Ahmad No.321 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Yahya] maksudnya Ibnu Sa'id dari ['Ubaid Bin Hunain] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; aku ingin bertanya kepada [Umar], namun aku tidak mendapatkan kesempatan, maka aku menunggu sampai dua tahun, ketika kami sampai di Marr Azh Zhahran dan Umar pergi untuk membuang hajat, setelah dia selesai membuang hajatnya, aku menghampirinya untuk memberikan air kepadanya, lalu aku berkata; "Wahai Amirul Mukminin, siapakah dua orang wanita yang telah melakukan keburukan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Umar menjawab; "Aisyah dan Hafshah."]]]

Hadits Ahmad 322

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ سَمِعَهُ مِنْ أَبِي الْعَجْفَاءِ سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ لَا تُغْلُوا صُدُقَ النِّسَاءِ فَإِنَّهَا لَوْ كَانَتْ مَكْرُمَةً فِي الدُّنْيَا أَوْ تَقْوَى فِي الْآخِرَةِ لَكَانَ أَوْلَاكُمْ بِهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْكَحَ شَيْئًا مِنْ بَنَاتِهِ وَلَا نِسَائِهِ فَوْقَ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ وُقِيَّةً وَأُخْرَى تَقُولُونَهَا فِي مَغَازِيكُمْ قُتِلَ فُلَانٌ شَهِيدًا مَاتَ فُلَانٌ شَهِيدًا وَلَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ قَدْ أَوْقَرَ عَجُزَ دَابَّتِهِ أَوْ دَفَّ رَاحِلَتِهِ ذَهَبًا وَفِضَّةً يَبْتَغِي التِّجَارَةَ فَلَا تَقُولُوا ذَاكُمْ وَلَكِنْ قُولُوا كَمَا قَالَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ فِي الْجَنَّةِ

Barangsiapa terbunuh (karena berperang) di jalan Allah, maka dia masuk Syurga. [HR. Ahmad No.322].

Hadits Ahmad No.322 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub] dari [Ibnu Sirin] dia telah mendengarnya dari [Abul 'Ajfa'] aku mendengar [Umar] berkata; "Janganlah kalian berlebihan (dalam memberikan) mahar kepada wanita. karena jika mahar itu merupakan penghormatan di dunia, atau ketakwaan kepada hari akhir, niscaya orang yang lebih baik dari kalian yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah melakukannya, beliau tidak pernah menikahkan seorangpun dari putri-putrinya dan juga tidak pernah (menikahi) istri-istrinya (dengan mahar) di atas dua belas uqiyah. dan yang lain (janganlah kalian berlebih lebihan) mengatakan dalam medan tempur kalian; 'si fulan mati syahid, si fulan mati syahid, ' padahal bisa jadi dia telah membebankan suatu beban berat di belakang kendaraannya atau pelana kendaraannya yaitu berupa emas atau perak, yang dimaksudkan untuk perniagaan. janganlah kalian mengatakan demikian, akan tetapi katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa terbunuh (karena berperang) di jalan Allah, maka dia masuk Syurga."]]]

Hadits Ahmad 323

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ أَمَلَّهُ عَلَيَّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ الْغَطَفَانِيِّ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيِّ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَامَ خَطِيبًا فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَذَكَرَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ثُمَّ قَالَ إِنِّي رَأَيْتُ رُؤْيَا كَأَنَّ دِيكًا نَقَرَنِي نَقْرَتَيْنِ وَلَا أُرَى ذَلِكَ إِلَّا لِحُضُورِ أَجَلِي وَإِنَّ نَاسًا يَأْمُرُونَنِي أَنْ أَسْتَخْلِفَ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَكُنْ لِيُضِيعَ خِلَافَتَهُ وَدِينَهُ وَلَا الَّذِي بَعَثَ بِهِ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنْ عَجِلَ بِي أَمْرٌ فَالْخِلَافَةُ شُورَى فِي هَؤُلَاءِ الرَّهْطِ السِّتَّةِ الَّذِينَ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَنْهُمْ رَاضٍ فَأَيُّهُمْ بَايَعْتُمْ لَهُ فَاسْمَعُوا لَهُ وَأَطِيعُوا وَقَدْ عَرَفْتُ أَنَّ رِجَالًا سَيَطْعَنُونَ فِي هَذَا الْأَمْرِ وَإِنِّي قَاتَلْتُهُمْ بِيَدِي هَذِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ فَإِنْ فَعَلُوا فَأُولَئِكَ أَعْدَاءُ اللَّهِ الْكَفَرَةُ الضُّلَّالُ وَإِنِّي وَاللَّهِ مَا أَدَعُ بَعْدِي شَيْئًا هُوَ أَهَمُّ إِلَيَّ مِنْ أَمْرِ الْكَلَالَةِ وَلَقَدْ سَأَلْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهَا فَمَا أَغْلَظَ لِي فِي شَيْءٍ قَطُّ مَا أَغْلَظَ لِي فِيهَا حَتَّى طَعَنَ بِيَدِهِ أَوْ بِإِصْبَعِهِ فِي صَدْرِي أَوْ جَنْبِي وَقَالَ يَا عُمَرُ تَكْفِيكَ الْآيَةُ الَّتِي نَزَلَتْ فِي الصَّيْفِ الَّتِي فِي آخِرِ سُورَةِ النِّسَاءِ وَإِنِّي إِنْ أَعِشْ أَقْضِ فِيهَا قَضِيَّةً لَا يَخْتَلِفُ فِيهَا أَحَدٌ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ أَوْ لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أُشْهِدُكَ عَلَى أُمَرَاءِ الْأَمْصَارِ فَإِنِّي بَعَثْتُهُمْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ دِينَهُمْ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِمْ وَيَقْسِمُونَ فِيهِمْ فَيْئَهُمْ وَيُعَدِّلُونَ عَلَيْهِمْ وَمَا أَشْكَلَ عَلَيْهِمْ يَرْفَعُونَهُ إِلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَأْكُلُونَ مِنْ شَجَرَتَيْنِ لَا أُرَاهُمَا إِلَّا خَبِيثَتَيْنِ هَذَا الثُّومُ وَالْبَصَلُ لَقَدْ كُنْتُ أَرَى الرَّجُلَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوجَدُ رِيحُهُ مِنْهُ فَيُؤْخَذُ بِيَدِهِ حَتَّى يُخْرَجَ بِهِ إِلَى الْبَقِيعِ فَمَنْ كَانَ آكِلَهُمَا لَا بُدَّ فَلْيُمِتْهُمَا طَبْخًا قَالَ فَخَطَبَ بِهَا عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَأُصِيبَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ لِأَرْبَعِ لَيَالٍ بَقِينَ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ

tidak akan meninggalkan sesuatu yg lebih penting bagiku dari pada persoalan kalalah. sesungguhnya aku pernah bertanya kepada Nabi tentang hal itu, & beliau tak pernah menekankan sesutu kepadaku seperti yg beliau tekankan dalam hal ini, sehingga beliau menusukkan kedua jarinya ke dadaku atau lambungku. Kemudian beliau bersabda:
Wahai Umar, cukup bagimu ayat shaif yg termaktub di akhir surat An Nisa`. sesungguhnya aku, jika masih dapat hidup, maka aku akan memutuskan dalam persoalan itu dgn keputusan yg akan diputuskan oleh orang yg dapat membaca (Al Qur'an) atau yg tak bisa membaca Al Qur'an. Kemudian Umar berkata Ya Allah, sesungguhnya aku mempersaksikan para pemimpin negri itu kepada Engkau, sesungguhnya aku mengutus mereka agar mereka mengajarkan kepada manusia tentang agama & Sunah Nabi mereka. membagikan harta Fai`nya kepada mereka, berbuat adil kepada mereka, & mengadukan kepadaku sesuatu yg tak jelas bagi mereka dari persoalan orang-orang itu. Kemudian Umar berkata; Wahai manusia, sesungguhnya kalian telah memakan dari dua pohon yg menurutku keduanya adl menjijikkan, pohon itu adl bawang putih & bawang merah. aku pernah melihat seorang lelaki pada masa Rasulullah yg tercium baun pohon itu darinya, maka tangannya di pegang, hingga dia dikeluarkan ke Baqi'. Barangsiapa yg hendak memakan keduanya, maka hendaknya dia memasak keduanya sampai hilang (bau) keduanya. Ma'dan berkata; Umar berkhutbah pada hari Jum'at, & dia terbunuh pada hari Rabu, empat hari menjelang bulan Dzul Hijjah berakhir. [HR. Ahmad No.323].

Hadits Ahmad No.323 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Abi Arubah] dia mendiktekannya kepadaku dari [Qatadah] dari [Salim Bin Abil Ja'd Al Ghathafani] dari [Ma'dan Bin Abu Thalhah Al Ya'mari] bahwa [Umar] menyampaikan khutbah, dia memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian dia teringat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar, lalu berkata; "Sesungguhnya aku bermimpi seolah olah ayam jantan mematukku dua kali. aku tidak memahami hal itu kecuali (tanda) akan datangnya ajalku. sesungguhnya ada beberapa orang yang memerintahkanku untuk mencari pengganti khalifah, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan Agama dan kekhilafahan-Nya, yang telah mengutus kepada Nabi-Nya untuk membawanya. jika ajalku segera menjemputku, maka kekhilafahan akan dimusyawarahkan oleh enam orang yang diridlai Nabiyullah saat beliau wafat. siapapun dari kalian yang kalian bai'at, maka kalian harus mendengar dan mentaatinya, sesungguhnya aku tahu ada beberapa orang yang akan menghujatku dalam hal ini, dan aku akan memerangi mereka dengan kedua tanganku ini atas nama Islam. jika mereka melakukannya, maka mereka adalah musuh musuh Allah yang kafir dan sesat. sesungguhnya aku, demi Allah, tidak akan meninggalkan sesuatu yang lebih penting bagiku dari pada persoalan kalalah. sesungguhnya aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal itu, dan beliau tidak pernah menekankan sesutu kepadaku seperti yang beliau tekankan dalam hal ini, sehingga beliau menusukkan kedua jarinya ke dadaku atau lambungku. Kemudian beliau bersabda: "Wahai Umar, cukup bagimu ayat shaif yang termaktub di akhir surat An Nisa`." sesungguhnya aku, jika masih dapat hidup, maka aku akan memutuskan dalam persoalan itu dengan keputusan yang akan diputuskan oleh orang yang dapat membaca (Al Qur'an) atau yang tidak bisa membaca Al Qur'an." Kemudian Umar berkata "Ya Allah, sesungguhnya aku mempersaksikan para pemimpin negri itu kepada Engkau, sesungguhnya aku mengutus mereka agar mereka mengajarkan kepada manusia tentang agama dan Sunah Nabi mereka. membagikan harta Fai`nya kepada mereka, berbuat adil kepada mereka, dan mengadukan kepadaku sesuatu yang tidak jelas bagi mereka dari persoalan orang-orang itu." Kemudian Umar berkata; "Wahai manusia, sesungguhnya kalian telah memakan dari dua pohon yang menurutku keduanya adalah menjijikkan, pohon itu adalah bawang putih dan bawang merah. aku pernah melihat seorang lelaki pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang tercium baun pohon itu darinya, maka tangannya di pegang, hingga dia dikeluarkan ke Baqi'. Barangsiapa yang hendak memakan keduanya, maka hendaknya dia memasak keduanya sampai hilang (bau) keduanya." Ma'dan berkata; "Umar berkhutbah pada hari Jum'at, dan dia terbunuh pada hari Rabu, empat hari menjelang bulan Dzul Hijjah berakhir."]]]

Hadits Ahmad 324

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ وَأَخْبَرَنِي هُشَيْمٌ عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ هِيَ سُنَّةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي الْمُتْعَةَ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ يُعَرِّسُوا بِهِنَّ تَحْتَ الْأَرَاكِ ثُمَّ يَرُوحُوا بِهِنَّ حُجَّاجًا

Itu adl Sunah Rasulullah, -yaitu Mut'ah (haji), - akan tetapi aku khawatir mereka akan singgah untuk beristirahat dgn istri-istri mereka di bawah pohon Arak, kemudia mereka pergi dgn membawa istri-istri mereka untuk melaksanakan haji. [HR. Ahmad No.324].

Hadits Ahmad No.324 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dia berkata; dan telah mengabarkan kepadaku [Husyaim] dari [Al Hajjaj Bin Arthah] dari [Al Hakam Bin 'Utaibah] dari ['Umarah] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] bahwa [Umar] berkata; "Itu adalah Sunah Rasulullah, -yaitu Mut'ah (haji), - akan tetapi aku khawatir mereka akan singgah untuk beristirahat dengan istri-istri mereka di bawah pohon Arak, kemudia mereka pergi dengan membawa istri-istri mereka untuk melaksanakan haji."]]]

Hadits Ahmad 325

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَوْ جَدِّهِ الشَّكُّ مِنْ يَزِيدَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ بَعْدَ الْحَدَثِ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ وَصَلَّى

Aku melihat Rasulullah berwudlu setelah berhadats, kemudian mengusap kedua khuf-nya lalu beliau melaksanakan shalat. [HR. Ahmad No.325].

Hadits Ahmad No.325 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Ali Bin 'Ashim] telah memberitakan kepada kami [Yazid Bin Abu Ziyad] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [bapaknya] atau [kakeknya] -keraguan berasal dari Yazid- dari [Umar] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu setelah berhadats, kemudian mengusap kedua khuf-nya lalu beliau melaksanakan shalat."]]]

Hadits Ahmad 326

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ سَمِعْتُ عِيَاضًا الْأَشْعَرِيَّ قَالَ شَهِدْتُ الْيَرْمُوكَ وَعَلَيْنَا خَمْسَةُ أُمَرَاءَ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ وَيَزِيدُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ وَابْنُ حَسَنَةَ وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ وَعِيَاضٌ وَلَيْسَ عِيَاضٌ هَذَا بِالَّذِي حَدَّثَ سِمَاكًا قَالَ وَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِذَا كَانَ قِتَالٌ فَعَلَيْكُمْ أَبُو عُبَيْدَةَ قَالَ فَكَتَبْنَا إِلَيْهِ إِنَّهُ قَدْ جَاشَ إِلَيْنَا الْمَوْتُ وَاسْتَمْدَدْنَاهُ فَكَتَبَ إِلَيْنَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَنِي كِتَابُكُمْ تَسْتَمِدُّونِي وَإِنِّي أَدُلُّكُمْ عَلَى مَنْ هُوَ أَعَزُّ نَصْرًا وَأَحْضَرُ جُنْدًا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَاسْتَنْصِرُوهُ فَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نُصِرَ يَوْمَ بَدْرٍ فِي أَقَلَّ مِنْ عِدَّتِكُمْ فَإِذَا أَتَاكُمْ كِتَابِي هَذَا فَقَاتِلُوهُمْ وَلَا تُرَاجِعُونِي قَالَ فَقَاتَلْنَاهُمْ فَهَزَمْنَاهُمْ وَقَتَلْنَاهُمْ أَرْبَعَ فَرَاسِخَ قَالَ وَأَصَبْنَا أَمْوَالًا فَتَشَاوَرُوا فَأَشَارَ عَلَيْنَا عِيَاضٌ أَنْ نُعْطِيَ عَنْ كُلِّ رَأْسٍ عَشْرَةً قَالَ وَقَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ مَنْ يُرَاهِنِّي فَقَالَ شَابٌّ أَنَا إِنْ لَمْ تَغْضَبْ قَالَ فَسَبَقَهُ فَرَأَيْتُ عَقِيصَتَيْ أَبِي عُبَيْدَةَ تَنْقُزَانِ وَهُوَ خَلْفَهُ عَلَى فَرَسٍ عَرَبِيٍّ

Muhammad telah dimenangkan pada peperangan Badar padahal perlengkapan mereka lebih sedikit dari kalian, & jika suratku ini sampai kepada kalian maka perangilah mereka & jangan kalian kembali kepadaku. 'Iyadl berkata; Maka kami memerangi mereka, menghancurkan mereka & membunuh mereka sampai jarak empat farsakh, 'Iyadl berkata; Kami mendapatkan harta ghanimah kemudian bermusyawarah, maka 'Iyadl mengusulkan kepada kami agar kami memberikan bagian sepuluh kepada tiap pemimpin 'Iyadl berkata; & berkatalah Abu Ubaidah; Siapa yg akan menggadaikan kepadaku?
maka berkatalah seorang pemuda; Saya, jika kamu tak marah 'Iyadl berkata; Maka pemuda tersebut mendahuluinya & aku melihat kedua ikatan rambut Abu Ubaidah terjurai & dia dibelakang pemuda itu di atas kuda arab. [HR. Ahmad No.326].

Hadits Ahmad No.326 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak] dia berkata; aku mendengar ['Iyadl Al Asy'ari] berkata; aku menyaksikan perang Yarmuk dan bersama kami lima komandan pasukan; Abu Ubaidah Bin Al Jarrah, Yazid Bin Abu Sufyan, Ibnu Hasanah, Khalid Bin Al Walid dan 'Iyadl, -namun 'Iyadl yang ini adalah bukan 'Iyadl yang menceritakan kepada Simak-." 'Iyadl berkata; [Umar] berkata; "Apabila terjadi perang maka hendaknya kalian bersama Abu Ubaidah" 'Iyadl berkata; "Maka kami menulis surat kepadanya bahwasannya telah berguguran korban dipihak kami, maka kami meminta bala bantuan pasukan kepadanya, kemudian dia menulis surat balasan kepada kami bahwa; telah sampai kepadaku surat kalian yang berisi permintaan bala bantuan dan sesungguhnya aku tunjukkan kalian kepada yang lebih perkasa dalam kemenangan dan lebih siap pasukannya, yaitu Allah, maka mohonlah kemenangan kepadaNya, karena sesungguhnya Muhammad telah dimenangkan pada peperangan Badar padahal perlengkapan mereka lebih sedikit dari kalian, dan jika suratku ini sampai kepada kalian maka perangilah mereka dan jangan kalian kembali kepadaku." 'Iyadl berkata; "Maka kami memerangi mereka, menghancurkan mereka dan membunuh mereka sampai jarak empat farsakh, " 'Iyadl berkata; "Kami mendapatkan harta ghanimah kemudian bermusyawarah, maka 'Iyadl mengusulkan kepada kami agar kami memberikan bagian sepuluh kepada tiap pemimpin" 'Iyadl berkata; dan berkatalah Abu Ubaidah; "Siapa yang akan menggadaikan kepadaku?" maka berkatalah seorang pemuda; "Saya, jika kamu tidak marah " 'Iyadl berkata; "Maka pemuda tersebut mendahuluinya dan aku melihat kedua ikatan rambut Abu Ubaidah terjurai dan dia dibelakang pemuda itu di atas kuda arab."]]]

Hadits Ahmad 327

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَنْبَأَنَا عُيَيْنَةُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَدَخَلْتُ عَلَى سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَعَلَيَّ جُبَّةُ خَزٍّ فَقَالَ لِي سَالِمٌ مَا تَصْنَعُ بِهَذِهِ الثِّيَابِ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا يَلْبَسُ الْحَرِيرَ مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ

Bahwasannya yg memakai kain sutera adl orang yg tak akan mendapatkan bagiannya (kelak di akhirat). [HR. Ahmad No.327].

Hadits Ahmad No.327 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Bakar] telah memberitakan kepada kami ['Uyainah] dari [Ali Bin Zaid] dia berkata; aku tiba di Madinah, kemudian aku menemui [Salim Bin Abdullah], dan aku memakai jubah yang terbuat dari bahan katun dan sutera, kemudian Salim berkata kepadaku; bahan apa yang kamu buat untuk baju ini? aku pernah mendengar [bapakku] bercerita dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bahwasannya yang memakai kain sutera adalah orang yang tidak akan mendapatkan bagiannya (kelak di akhirat)."]]]

Hadits Ahmad 328

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُنْذِرِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُمَرَ أُرَاهُ عَنِ حَجَّاجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَتَلَ رَجُلٌ ابْنَهُ عَمْدًا فَرُفِعَ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَجَعَلَ عَلَيْهِ مِائَةً مِنْ الْإِبِلِ ثَلَاثِينَ حِقَّةً وَثَلَاثِينَ جَذَعَةً وَأَرْبَعِينَ ثَنِيَّةً وَقَالَ لَا يَرِثُ الْقَاتِلُ وَلَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُقْتَلُ وَالِدٌ بِوَلَدِهِ لَقَتَلْتُكَ

Seorang ayah tak dibunuh (diqishas) karena (membunuh) anaknya. Niscaya aku akan membunuhmu. [HR. Ahmad No.328].

Hadits Ahmad No.328 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abul MundZirr yaitu Isma'il Bin Umar], menurutku hadits itu bersumber dari [Hajjaj] dari ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dia berkata; seorang lelaki membunuh anaknya dengan sengaja, kemudian hal itu diadukan kepada [Umar Bin Al Khaththab], lalu Umar membebankan denda seratus ekor unta; tiga puluh ekor unta Hiqqoh (yang memasuki usia empat tahun), tiga puluh ekor unta Jadza'ah (unta betina yang memasuki usia lima tahun) dan empat puluh unta Tsaniyah (yang memasuki usia enam tahun). Umar berkata "pembunuh tidak dapat mewarisi. seandainya aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang ayah tidak dibunuh (diqishas) karena (membunuh) anaknya." Niscaya aku akan membunuhmu."]]]

Hadits Ahmad 329

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ وَيَزِيدُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيْسَ لِقَاتِلٍ شَيْءٌ لَوَرَّثْتُكَ قَالَ وَدَعَا خَالَ الْمَقْتُولِ فَأَعْطَاهُ الْإِبِلَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي نَجِيحٍ وَعَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ كِلَاهُمَا عَنْ مُجَاهِدِ بْنِ جَبْرٍ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَقَالَ أَخَذَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْ الْإِبِلِ ثَلَاثِينَ حِقَّةً وَثَلَاثِينَ جَذَعَةً وَأَرْبَعِينَ ثَنِيَّةً إِلَى بَازِلِ عَامِهَا كُلُّهَا خَلِفَةٌ قَالَ ثُمَّ دَعَا أَخَا الْمَقْتُولِ فَأَعْطَاهَا إِيَّاهُ دُونَ أَبِيهِ وَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيْسَ لِقَاتِلٍ شَيْءٌ

Orang yg membunuh tak mendapatkan apa apa, pasti aku akan mewariskanmu.' Amru berkata; kemudian Umar memanggil paman orang yg terbunuh dari jalur bapaknya & memberinya seekor unta. Telah menceritakan kepada kami Ya'Qub dia berkata; Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq dia berkata; telah bercerita kepadaku Abdullah Bin Abi Najih & 'Amru Bin Syu'aib keduanya dari Mujahid Bin Jabr kemudian dia menyebutkan hadits, & dia berkata; Umar mengambil unta betina yg berumur empat tahun sebanyak tiga puluh ekor, yg berumur lima tahun sebanyak tiga puluh ekor, & yg berumur enam sampai sembilan tahun sebanyak empat puluh ekor & kesemuanya adl masih mengandung, 'Amru berkata; Kemudian Umar memanggil saudara laki-laki orang yg terbunuh & memberikan kepadanya tanpa bapaknya & Umar berkata; Aku mendengar Rasulullah bersabda:
Orang yg membunuh tak mendapatkan apa apa. [HR. Ahmad No.329].

Hadits Ahmad No.329 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dan [Yazid] dari [Yahya Bin Sa'id] dari ['Amru Bin Syu'aib] dia berkata; [Umar] berkata; "Seandainya aku tidak mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang membunuh tidak mendapatkan apa apa, " pasti aku akan mewariskanmu."' Amru berkata; kemudian Umar memanggil paman orang yang terbunuh dari jalur bapaknya dan memberinya seekor unta." Telah menceritakan kepada kami [Ya'Qub] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata; telah bercerita kepadaku [Abdullah Bin Abi Najih] dan ['Amru Bin Syu'aib] keduanya dari [Mujahid Bin Jabr] kemudian dia menyebutkan hadits, dan dia berkata; "Umar mengambil unta betina yang berumur empat tahun sebanyak tiga puluh ekor, yang berumur lima tahun sebanyak tiga puluh ekor, dan yang berumur enam sampai sembilan tahun sebanyak empat puluh ekor dan kesemuanya adalah masih mengandung, " 'Amru berkata; "Kemudian Umar memanggil saudara laki-laki orang yang terbunuh dan memberikan kepadanya tanpa bapaknya dan Umar berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang membunuh tidak mendapatkan apa apa."]]]

Hadits Ahmad 330

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ قَالَ جَاءَ الْعَبَّاسُ وَعَلِيٌّ عَلَيْهِمَا السَّلَام إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَخْتَصِمَانِ فَقَالَ الْعَبَّاسُ اقْضِ بَيْنِي وَبَيْنَ هَذَا الْكَذَا كَذَا فَقَالَ النَّاسُ افْصِلْ بَيْنَهُمَا افْصِلْ بَيْنَهُمَا قَالَ لَا أَفْصِلُ بَيْنَهُمَا قَدْ عَلِمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ

Kami tak diwarisi, harta yg kami tinggalkan adl menjadi sedekah. [HR. Ahmad No.330].

Hadits Ahmad No.330 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Ikrimah Bin Khalid] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata; Al Abbas dan Ali datang kepada [Umar] dengan saling memperkarakan, Abbas berkata; "Putuskanlah antara aku dan orang ini dengan ini dan ini." Kemudian orang-orang berkata; "Lerailah di antara keduanya, lerailah di antara keduanya, sebab keduanya telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Kami tidak diwarisi, harta yang kami tinggalkan adalah menjadi sedekah."]]]

Hadits Ahmad 331

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنِ ابْنِ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ مِنْ آخِرِ مَا أُنْزِلَ آيَةُ الرِّبَا وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُوُفِّيَ وَلَمْ يُفَسِّرْهَا فَدَعُوا الرِّبَا وَالرِّيبَةَ

ayat yg terakhir kali diturunkan adl tentang Riba, & sesungguhnya Rasulullah telah wafat akan tetapi beliau tak menafsirkan ayat tersebut, maka tinggalkanlah oleh kalian riba & keraguan. [HR. Ahmad No.331].

Hadits Ahmad No.331 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Ibnu Abi Arubah] dari [Qatadah] dari [Ibnul Musayyib] bahwa [Umar] berkata; "Sesungguhnya di antara ayat yang terakhir kali diturunkan adalah tentang Riba, dan sesungguhnya Rasulullah telah wafat akan tetapi beliau tidak menafsirkan ayat tersebut, maka tinggalkanlah oleh kalian riba dan keraguan."]]]

Hadits Ahmad 332

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي مُوسَى عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّهُ كَانَ يُفْتِي بِالْمُتْعَةِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ رُوَيْدَكَ بِبَعْضِ فُتْيَاكَ فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ فِي النُّسُكِ بَعْدَكَ حَتَّى لَقِيَهُ بَعْدُ فَسَأَلَهُ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَدْ عَلِمْتُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ فَعَلَهُ وَأَصْحَابُهُ وَلَكِنِّي كَرِهْتُ أَنْ يَظَلُّوا بِهِنَّ مُعَرِّسِينَ فِي الْأَرَاكِ وَيَرُوحُوا لِلْحَجِّ تَقْطُرُ رُءُوسُهُمْ

berfatwa dgn Mut'ah (melaksanakan ibadah haji dgn Tamatu'). seorang lelaki berkata kepadanya; Hati hati dgn sebagian fatwamu, sebab kamu tak tahu hadits yg diceritakan oleh Amirul Mukminin tentang Ibadah haji & Umrah setelahmu. Maka Abu Musa bertemu dgn Amirul Mukminin setelah itu, kemudian dia bertanya kepadanya, Umar menjawab; Sesungguhnya aku tahu bahwa Nabi & para sahabatnya pernah mengerjakan itu (melaksanakan haji dgn Tamatu'). Akan tetapi aku tak suka bila mereka bersama dgn istri-istri mereka singgah untuk beristirahat di bawah pohon Arak, kemudian mereka pergi untuk melaksanakan ibadah haji sedang kepala mereka menitikkan air. [HR. Ahmad No.332].

Hadits Ahmad No.332 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah yaitu Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari ['Umarah Bin 'Umair] dari [Ibrahim Bin Abu Musa] dari [Abu Musa] bahwa dia pernah berfatwa dengan Mut'ah (melaksanakan ibadah haji dengan Tamatu'). seorang lelaki berkata kepadanya; "Hati hati dengan sebagian fatwamu, sebab kamu tidak tahu hadits yang diceritakan oleh Amirul Mukminin tentang Ibadah haji dan Umrah setelahmu." Maka Abu Musa bertemu dengan Amirul Mukminin setelah itu, kemudian dia bertanya kepadanya, [Umar] menjawab; "Sesungguhnya aku tahu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya pernah mengerjakan itu (melaksanakan haji dengan Tamatu'). Akan tetapi aku tidak suka bila mereka bersama dengan istri-istri mereka singgah untuk beristirahat di bawah pohon Arak, kemudian mereka pergi untuk melaksanakan ibadah haji sedang kepala mereka menitikkan air."]]]

Hadits Ahmad 333

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ سَمِعْتُ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ حَجَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَرَادَ أَنْ يَخْطُبَ النَّاسَ خُطْبَةً فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ إِنَّهُ قَدْ اجْتَمَعَ عِنْدَكَ رَعَاعُ النَّاسِ فَأَخِّرْ ذَلِكَ حَتَّى تَأْتِيَ الْمَدِينَةَ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ دَنَوْتُ مِنْهُ قَرِيبًا مِنْ الْمِنْبَرِ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ وَإِنَّ نَاسًا يَقُولُونَ مَا بَالُ الرَّجْمِ وَإِنَّمَا فِي كِتَابِ اللَّهِ الْجَلْدُ وَقَدْ رَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ وَلَوْلَا أَنْ يَقُولُوا أَثْبَتَ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَا لَيْسَ فِيهِ لَأَثْبَتُّهَا كَمَا أُنْزِلَتْ

Rasulullah pernah merajam, & kamipun melaksanakan hukum rajam sepeninggal beliau, seandainya aku tak khawatir mereka akan mengatakan; 'Umar menetapkan di dalam Kitab Allah sesuatu yg bukan darinya.' Niscaya aku akan menetapkan hukuman rajam itu sebagaimana hukuman dera diturunkan. [HR. Ahmad No.333].

Hadits Ahmad No.333 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] dan [Hajjaj] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sa'd Bin Ibrahim] dia berkata; aku mendengar ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah] bercerita dari [Ibnu Abbas] dari [Abdurrahman Bin 'Auf] dia berkata; [Umar Bin Al Khaththab] melaksanakan ibadah haji kemudian dia ingin berkhutbah di hadapan orang-orang, kemudian Abdurrahman Bin Auf berkata; "Sesungguhnya telah berkumpul di sisimu orang-orang dari kalangan bawah, maka tangguhkanlah hal itu hingga kamu tiba di Madinah." Ketika Umar tiba di Madinah, aku mendekatinya di dekat mimbar. lalu aku mendengar dia berkata; "Sesungguhnya orang-orang mengatakan; 'kenapa ada hukuman rajam, sedangkan di dalam kitab Allah (Al Qur'an) itu hanya ada hukuman dera? ' Padahal Rasulullah pernah merajam, dan kamipun melaksanakan hukum rajam sepeninggal beliau, seandainya aku tidak khawatir mereka akan mengatakan; 'Umar menetapkan di dalam Kitab Allah sesuatu yang bukan darinya.' Niscaya aku akan menetapkan hukuman rajam itu sebagaimana hukuman dera diturunkan."]]]

Hadits Ahmad 334

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ يَعْنِي ابْنَ بَشِيرٍ يَخْطُبُ قَالَ ذَكَرَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا أَصَابَ النَّاسُ مِنْ الدُّنْيَا فَقَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَظَلُّ الْيَوْمَ يَلْتَوِي مَا يَجِدُ دَقَلًا يَمْلَأُ بِهِ بَطْنَهُ

seharian penuh perutnya memlilit kosong karena tak menemukan sebiji kurma buruk pun yg dapat mengisi perut beliau. [HR. Ahmad No.334].

Hadits Ahmad No.334 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] dan [Hajjaj] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak Bin Harb] dia berkata; aku mendengar [An Nu'man yaitu Ibnu Basyir] berkhutbah, dia berkata; [Umar] menyebutkan kenikmatan dunia yang dialami orang-orang, maka dia berkata; "Sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seharian penuh perutnya memlilit kosong karena tidak menemukan sebiji kurma buruk pun yang dapat mengisi perut beliau."]]]

Hadits Ahmad 335

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ وَقَالَ حَجَّاجٌ بِالنِّيَاحَةِ عَلَيْهِ

Seorang mayit akan di siksa di dalam kuburnya karena diratapi. & Hajjaj berkata; Karena niyahah kepadanya. [HR. Ahmad No.335].

Hadits Ahmad No.335 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dia berkata; aku mendengar [Qatadah] bercerita dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Ibnu Umar] dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan di siksa di dalam kuburnya karena diratapi." dan Hajjaj berkata; "Karena niyahah kepadanya."]]]

Hadits Ahmad 336

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ رُفَيْعًا أَبَا الْعَالِيَةِ يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي رِجَالٌ قَالَ شُعْبَةُ أَحْسِبُهُ قَالَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَأَعْجَبُهُمْ إِلَيَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ فِي سَاعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ

melarang dari melaksanakan shalat pada dua waktu, setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam & setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit. [HR. Ahmad No.336].

Hadits Ahmad No.336 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Qatadah] dia berkata; aku mendengar [Rufai'Abul 'Aliyah] bercerita dari [Ibnu Abbas] Telah menceritakan kepadaku para lelaki, -Syu'bah berkata; aku mengiranya dia mengatakan; dari para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- dia berkata; "Dan yang paling mengagumkan dari mereka adalah [Umar Bin Al Khaththab], adalah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dari melaksanakan shalat pada dua waktu, setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam dan setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit."]]]

Hadits Ahmad 337

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عُثْمَانَ النَّهْدِيَّ قَالَ جَاءَنَا كِتَابُ عُمَرَ وَنَحْنُ بِأَذْرَبِيجَانَ مَعَ عُتْبَةَ بْنِ فَرْقَدٍ أَوْ بِالشَّامِ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْحَرِيرِ إِلَّا هَكَذَا أُصْبُعَيْنِ قَالَ أَبُو عُثْمَانَ فَمَا عَتَّمْنَا إِلَّا أَنَّهُ الْأَعْلَامُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ وَأَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عُثْمَانَ النَّهْدِيَّ قَالَ جَاءَنَا كِتَابُ عُمَرَ

melarang sutera, kecuali hanya (sebesar) ini, dua jari, Abu Utsman berkata; Kami tak lamban memahami apa yg Umar maksud & kehendaki, bahwa dia bermaksud gambar gambar yg ada di baju. Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin ja'far Telah menceritakan kepada kami Syu'bah, Hajjaj & Abu Daud dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dia berkata; aku mendengar Abu Utsman An Nahdi berkata; Telah sampai kepada kami surat Umar. [HR. Ahmad No.337].

Hadits Ahmad No.337 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Qatadah] dia berkata; aku mendengar [Abu Utsman An Nahdi] berkata; telah sampai surat [Umar] kepada kami, ketika itu kami sedang berada di Azerbaijan bersama 'Utbah Bin Farqad, atau kami sedang berada di Syam, (yang berisi); "Amma ba'du, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang sutera, kecuali hanya (sebesar) ini, dua jari, " Abu Utsman berkata; "Kami tidak lamban memahami apa yang Umar maksud dan kehendaki, bahwa dia bermaksud gambar gambar yang ada di baju." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], [Hajjaj] dan [Abu Daud] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dia berkata; aku mendengar [Abu Utsman An Nahdi] berkata; "Telah sampai kepada kami surat Umar."]]]

Hadits Ahmad 338

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَأَبُو دَاوُدَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ صَلَّى عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الصُّبْحَ وَهُوَ بِجَمْعٍ قَالَ أَبُو دَاوُدَ كُنَّا مَعَ عُمَرَ بِجَمْعٍ فَقَالَ إِنَّ الْمُشْرِكِينَ كَانُوا لَا يُفِيضُونَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَيَقُولُونَ أَشْرِقْ ثَبِيرُ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَالَفَهُمْ فَأَفَاضَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ

orang-orang Musyrik tak meninggalkan Jam'un sehingga matahari terbit, & mereka mengatakan; Terbitlah (diatas) Tsabir. Dan sesungguhnya Nabiyullah menyelisihi mereka lalu beliau meninggalkan Jam'un sebelum matahari terbit. [HR. Ahmad No.338].

Hadits Ahmad No.338 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Abu Daud] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dia berkata; [Umar] melaksanakan shalat Shubuh ketika berada di Jam'un (Muzdalifah)." Abu Daud berkata; "Ketika kami bersama Umar di Jam'un, Umar berkata; "Sesungguhnya orang-orang Musyrik tidak meninggalkan Jam'un sehingga matahari terbit, dan mereka mengatakan; "Terbitlah (diatas) Tsabir." Dan sesungguhnya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam menyelisihi mereka lalu beliau meninggalkan Jam'un sebelum matahari terbit."]]]

Hadits Ahmad 339

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ سَأَلَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تُصِيبُنِي الْجَنَابَةُ مِنْ اللَّيْلِ فَمَا أَصْنَعُ قَالَ اغْسِلْ ذَكَرَكَ ثُمَّ تَوَضَّأْ ثُمَّ ارْقُدْ

Tadi malam aku junub lalu apa yg harus aku lakukan?
Beliau menjawab: Cucilah kemaluanmu kemudian berwudlulah lalu tidur. [HR. Ahmad No.339].

Hadits Ahmad No.339 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdullah Bin Dinar] dia berkata; aku mendengar [Ibnu Umar] berkata; Umar bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Tadi malam aku junub lalu apa yang harus aku lakukan?" Beliau menjawab: "Cucilah kemaluanmu kemudian berwudlulah lalu tidur."]]]

Hadits Ahmad 340

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحَكَمِ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ عَنِ الْجَرِّ فَحَدَّثَنَا عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْجَرِّ وَعَنْ الدُّبَّاءِ وَعَنْ الْمُزَفَّتِ

melarang dari (perasan anggur yg terdapat di) al Jarr, ad Dubbaa`) & al Muzaffaat. +ket; al Jarr adl kendi yg terbuat dari tanah liat, & ad Dubbaa` adl kendi yg terbuat dari kulit buah labu. al Muzaffaat adl kendi yg dicet dgn ter. [HR. Ahmad No.340].

Hadits Ahmad No.340 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah Bin Kuhail] dia berkata; aku mendengar [Abul Hakam] berkata; aku bertanya kepada [Ibnu Umar] tentang al Jarr, maka dia bercerita kepada kami dari [Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari (perasan anggur yang terdapat di) al Jarr, ad Dubbaa`) dan al Muzaffaat."]]]

Hadits Ahmad 341

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ قَالَ رَأَيْتُ الْأُصَيْلِعَ يَعْنِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ أَمَا إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَكِنْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ

mencium Hajar (Aswad) seraya berkata; Sesungguhnya aku mengetahui kamu hanyalah sebuah batu, akan tetapi aku melihat Rasulullah menciummu. [HR. Ahmad No.341].

Hadits Ahmad No.341 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim Al Ahwal] dari [Abdullah Bin Sirjis] dia berkata; aku melihat Al Ushaili' maksudnya [Umar Bin Al Khaththab] mencium Hajar (Aswad) seraya berkata; "Sesungguhnya aku mengetahui kamu hanyalah sebuah batu, akan tetapi aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu."]]]

Hadits Ahmad 342

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جَمْرَةَ الضُّبَعِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ جُوَيْرِيَةَ بْنِ قُدَامَةَ قَالَ حَجَجْتُ فَأَتَيْتُ الْمَدِينَةَ الْعَامَ الَّذِي أُصِيبَ فِيهِ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ فَخَطَبَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ كَأَنَّ دِيكًا أَحْمَرَ نَقَرَنِي نَقْرَةً أَوْ نَقْرَتَيْنِ شُعْبَةُ الشَّاكُّ فَكَانَ مِنْ أَمْرِهِ أَنَّهُ طُعِنَ فَأُذِنَ لِلنَّاسِ عَلَيْهِ فَكَانَ أَوَّلَ مَنْ دَخَلَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ أَهْلُ الْمَدِينَةِ ثُمَّ أَهْلُ الشَّامِ ثُمَّ أُذِنَ لِأَهْلِ الْعِرَاقِ فَدَخَلْتُ فِيمَنْ دَخَلَ قَالَ فَكَانَ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهِ قَوْمٌ أَثْنَوْا عَلَيْهِ وَبَكَوْا قَالَ فَلَمَّا دَخَلْنَا عَلَيْهِ قَالَ وَقَدْ عَصَبَ بَطْنَهُ بِعِمَامَةٍ سَوْدَاءَ وَالدَّمُ يَسِيلُ قَالَ فَقُلْنَا أَوْصِنَا قَالَ وَمَا سَأَلَهُ الْوَصِيَّةَ أَحَدٌ غَيْرُنَا فَقَالَ عَلَيْكُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوا مَا اتَّبَعْتُمُوهُ فَقُلْنَا أَوْصِنَا فَقَالَ أُوصِيكُمْ بِالْمُهَاجِرِينَ فَإِنَّ النَّاسَ سَيَكْثُرُونَ وَيَقِلُّونَ وَأُوصِيكُمْ بِالْأَنْصَارِ فَإِنَّهُمْ شَعْبُ الْإِسْلَامِ الَّذِي لَجِئَ إِلَيْهِ وَأُوصِيكُمْ بِالْأَعْرَابِ فَإِنَّهُمْ أَصْلُكُمْ وَمَادَّتُكُمْ وَأُوصِيكُمْ بِأَهْلِ ذِمَّتِكُمْ فَإِنَّهُمْ عَهْدُ نَبِيِّكُمْ وَرِزْقُ عِيَالِكُمْ قُومُوا عَنِّي قَالَ فَمَا زَادَنَا عَلَى هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ شُعْبَةُ ثُمَّ سَأَلْتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ فَقَالَ فِي الْأَعْرَابِ وَأُوصِيكُمْ بِالْأَعْرَابِ فَإِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَعَدُوُّ عَدُوِّكُمْ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ أَبَا جَمْرَةَ الضُّبَعِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ جُوَيْرِيَةَ بْنِ قُدَامَةَ قَالَ حَجَجْتُ فَأَتَيْتُ الْمَدِينَةَ الْعَامَ الَّذِي أُصِيبَ فِيهِ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ فَخَطَبَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ كَأَنَّ دِيكًا أَحْمَرَ نَقَرَنِي نَقْرَةً أَوْ نَقْرَتَيْنِ شُعْبَةُ الشَّاكُّ قَالَ فَمَا لَبِثَ إِلَّا جُمُعَةً حَتَّى طُعِنَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ وَأُوصِيكُمْ بِأَهْلِ ذِمَّتِكُمْ فَإِنَّهُمْ ذِمَّةُ نَبِيِّكُمْ قَالَ شُعْبَةُ ثُمَّ سَأَلْتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ فَقَالَ فِي الْأَعْرَابِ وَأُوصِيكُمْ بِالْأَعْرَابِ فَإِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَعَدُوُّ عَدُوِّكُمْ

Berpegang teguhlah kepada kitab Allah (Al Qur'an), sebab kalian tak akan tersesat selama kalian mengikutinya. Lalu kami berkata; Berilah kami wasiat! Dia berkata; Aku wasiatkan kepada kalian kaum Muhajirin, karena manusia akan semakin banyak & mereka akan menjadi sedikit, & aku wasiatkan kepada kalian kaum Anshar, karena mereka adl masyarakat Islam tempat kembalinya Islam, & aku wasiatkan kepada kalian bangsa Arab, karena mereka adl asal usul & bagian dari kalian, kemudian aku wasiatkan kepada kalian Ahlu Dzimmah, karena mereka memiliki perjanjian dgn Nabi Kalian & menjadi sumber rizqi keluarga kalian, bangkitlah kalian dariku! Juwairiyah berkata; Dan dia tak menambahkan kepada kami selain kalimat wasiat tersebut. Muhammad Bin Ja'far berkata; Syu'bah berkata; Kemudian aku menanyakannya setelah itu, maka dia berkata tentang orang-orang Arab; Aku juga mewasiatkan bangsa Arab kepada kalian, karena mereka adl saudara saudara kalian & musuh mereka adl musuh kalian juga. Telah menceritakan kepada kami Hajjaj Telah memberitakan kepada kami Syu'bah aku mendengar Abu Hamzah Adl Dluba'i bercerita dari Juwairiyah Bin Qudamah dia berkata; Aku melaksanakan ibadah haji, kemudian pada tahun Umar mendapat musibah aku datang ke Madinah, dia melanjutkan; Umar berkhutbah & berkata; Sesungguhnya aku bermimpi seakan akan ayam jantan merah mematukku dgn satu atau dua patukan -Syu'bah seakan-akan ragu-, & tidaklah selang beberapa waktu kecuali jum'at dia ditusuk. Kemudian dia menyebutkan hadits seperti diatas, kecuali bahwasanya Umar berkata; Aku wasiatkan kepada kalian ahlu dzimmah kalian, sesungguhnya mereka mendapat jaminan dari Nabi kalian. Syu'bah berkata; kemudian aku tanyakan kepadanya setelah itu, maka dia menjawab tentang orang-orang arab; Dan aku wasiyatkan kepada kalian orang-orang arab, mereka adl saudara kalian & musuhnya adl musuh kalian. [HR. Ahmad No.342].

Hadits Ahmad No.342 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; aku mendengar [Abu Hamzah Adl Dluba'i] bercerita dari [Juwairiyah Bin Qudamah] dia berkata; "Aku melaksanakan ibadah haji, kemudian pada tahun [Umar] mendapat musibah aku datang ke Madinah, " Juwairiyah berkata; "Umar berkhutbah dan berkata; "Sesungguhnya aku bermimpi seakan akan ayam jantan merah mematukku dengan satu atau dua patukan" -Syu'bah seakan ragu- dan ternyata perkaranya adalah dia ditikam, kemudian dia mengizinkan kepada orang-orang untuk menemuinya, dan orang yang pertama kali menemuinya adalah para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian penduduk Madinah, penduduk Syam, dan memberikan izin juga kepada penduduk Irak untuk menemuinya, dan aku menemuinya bersama orang-orang yang menemuinya, " dia melanjutkan ceritanya; "Setiap orang yang datang menemuinya, mereka memujinya dan menangis." Dia berkata; ketika kami menemuinya, dia membalut perutnya dengan surban hitam akan tetapi darahnya tetap mengalir." juwairiyah berkata; kemudian kami berkata; "Berilah kami wasiat!" dan tidak ada seorangpun yang meminta wasiat kepadanya selain kami, lalu dia berkata; "Berpegang teguhlah kepada kitab Allah (Al Qur'an), sebab kalian tidak akan tersesat selama kalian mengikutinya." Lalu kami berkata; "Berilah kami wasiat!" Dia berkata; "Aku wasiatkan kepada kalian kaum Muhajirin, karena manusia akan semakin banyak dan mereka akan menjadi sedikit, dan aku wasiatkan kepada kalian kaum Anshar, karena mereka adalah masyarakat Islam tempat kembalinya Islam, dan aku wasiatkan kepada kalian bangsa Arab, karena mereka adalah asal usul dan bagian dari kalian, kemudian aku wasiatkan kepada kalian Ahlu Dzimmah, karena mereka memiliki perjanjian dengan Nabi Kalian dan menjadi sumber rizqi keluarga kalian, bangkitlah kalian dariku!" Juwairiyah berkata; "Dan dia tidak menambahkan kepada kami selain kalimat wasiat tersebut." Muhammad Bin Ja'far berkata; Syu'bah berkata; "Kemudian aku menanyakannya setelah itu, maka dia berkata tentang orang-orang Arab; "Aku juga mewasiatkan bangsa Arab kepada kalian, karena mereka adalah saudara saudara kalian dan musuh mereka adalah musuh kalian juga." Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] aku mendengar [Abu Hamzah Adl Dluba'i] bercerita dari [Juwairiyah Bin Qudamah] dia berkata; "Aku melaksanakan ibadah haji, kemudian pada tahun Umar mendapat musibah aku datang ke Madinah, " dia melanjutkan; Umar berkhutbah dan berkata; "Sesungguhnya aku bermimpi seakan akan ayam jantan merah mematukku dengan satu atau dua patukan" -Syu'bah seakan-akan ragu-, dan tidaklah selang beberapa waktu kecuali jum'at dia ditusuk. Kemudian dia menyebutkan hadits seperti diatas, kecuali bahwasanya [Umar] berkata; "Aku wasiatkan kepada kalian ahlu dzimmah kalian, sesungguhnya mereka mendapat jaminan dari Nabi kalian." Syu'bah berkata; kemudian aku tanyakan kepadanya setelah itu, maka dia menjawab tentang orang-orang arab; "Dan aku wasiyatkan kepada kalian orang-orang arab, mereka adalah saudara kalian dan musuhnya adalah musuh kalian."]]]

Hadits Ahmad 343

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ وَعَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ فِيهِمْ عُمَرُ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صَلَاةٍ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ

melarang dari melaksanakan shalat setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit & setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam. [HR. Ahmad No.343].

Hadits Ahmad No.343 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dan [Abdul Wahab] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas], bahwa dia berkata; "Telah bersaksi di sisiku para lelaki yang diridlai, di antara mereka adalah [Umar], dan menurutku yang paling diridlai di antara mereka adalah Umar, (mereka bersaksi) bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari melaksanakan shalat setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit dan setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam."]]]

Hadits Ahmad 344

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ النَّاسَ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ إِلَّا مَوْضِعَ أُصْبُعَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةٍ أَوْ أَرْبَعَةٍ وَأَشَارَ بِكَفِّهِ

Rasulullah telah melarang dari memakai kain sutera kecuali hanya sebesar ukuran dua jari atau tiga jari atau empat jari, & dia menunjukkan ke arah telapak tangannya. [HR. Ahmad No.344].

Hadits Ahmad No.344 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Asy Sya'bi] dari [Suwaid Bin Ghafalah] bahwa [Umar] menyampaikan khutbah kepada orang-orang di Jabiyah lalu dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari memakai kain sutera kecuali hanya sebesar ukuran dua jari atau tiga jari atau empat jari, dan dia menunjukkan ke arah telapak tangannya."]]]

Hadits Ahmad 345

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ

Seorang mayit akan disiksa di dalam kuburnya karena niyahah (ratapan) kepadanya. [HR. Ahmad No.345].

Hadits Ahmad No.345 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Seorang mayit akan disiksa di dalam kuburnya karena niyahah (ratapan) kepadanya."]]]

Hadits Ahmad 346

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ ذَاتَ يَوْمٍ عِنْدَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ لَا يُرَى قَالَ يَزِيدُ لَا نَرَى عَلَيْهِ أَثَرَ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ مَا الْإِسْلَامُ فَقَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ ثُمَّ قَالَ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْقَدَرِ كُلِّهِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ يَزِيدُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ بِهَا مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا قَالَ أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبِنَاءِ قَالَ ثُمَّ انْطَلَقَ قَالَ فَلَبِثَ مَلِيًّا قَالَ يَزِيدُ ثَلَاثًا فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ وَلَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَقَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَلَبِثْتُ ثَلَاثًا فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عُمَرُ

Islam adl kamu bersaksi bahwa tak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah & bahwa Muhammad adl utusan Allah, kemudian menegakkan shalat, membayar zakat, puasa di Bulan Ramadlan & melaksanakan ibadah Haji jika kamu mampu. Dia (lelaki) berkata; Benar kamu. Dia (Umar) berkata; Maka kami merasa heran dengannya, dia bertanya tapi kemudian membenarkannya. Umar berkata; kemudian dia berkata; Beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?
Beliau menjawab: Iman adl kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab Kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari akhir & kepada Taqdir yg baik & yg buruk. Dia berkata; Benar kamu, dia berkata; Lalu beritahukanlah kepadaku apakah Ihsan itu?
Yazid berkata; beliau menjawab: Kamu beribadah kepada Allah seakan akan melihat-Nya & jika tak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. Dia berkata; Lalu beritahukanlah kepadaku tentang kiamat! Beliau menjawab: Orang yg ditanya tak lebih tahu dari penanya, dia berkata; Kalau begitu beritahukanlah kepadaku tentang tanda tandanya! Beliau menjawab: Apabila budak budak perempuan melahirkan tuannya, apabila kamu melihat orang-orang yg telanjang kakinya (tidak bersandal atau sepatu) & tak berpakaian & para penggembala kambing saling berlomba lomba meninggikan gedung (bermegah megahan) . Umar berkata; Kemudian lelaki tersebut pergi. Umar berkata; Tidak berselang lama. Yazid berkata; Tiga hari kemudian Rasulullah bertanya kepadaku: Wahai Umar, tahukah kamu siapakah penanya tersebut?
Umar menjawab; aku berkata; Allah & Rasul-Nya yg lebih tahu. Beliau berkata:
Itu adl Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang Dien (agama) kalian. [HR. Ahmad No.346].

Hadits Ahmad No.346 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah]. Dan telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] yang telah mendengar [Ibnu Umar] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Khaththab], dia berkata; "Suatu hari ketika kami sedang berada di samping Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba muncul seorang lelaki di hadapan kami, pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam, " - [Yazid] berkata; - "kami tidak melihatnya ada tanda tanda pernah bepergian dan tidak ada seorangpun dari kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk dihadapan Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam dan menempelkan kedua lututnya kepada lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, kemudian dia berkata; "Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku apakah Islam itu!" Beliau menjawab: "Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian menegakkan shalat, membayar zakat, puasa di Bulan Ramadlan dan melaksanakan ibadah Haji jika kamu mampu." Dia (lelaki) berkata; "Benar kamu". Dia (Umar) berkata; "Maka kami merasa heran dengannya, dia bertanya tapi kemudian membenarkannya". Umar berkata; kemudian dia berkata; "Beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?" Beliau menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab Kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk." Dia berkata; "Benar kamu", dia berkata; "Lalu beritahukanlah kepadaku apakah Ihsan itu?" Yazid berkata; beliau menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah seakan akan melihat-Nya dan jika tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu". Dia berkata; "Lalu beritahukanlah kepadaku tentang kiamat!" Beliau menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya", dia berkata; "Kalau begitu beritahukanlah kepadaku tentang tanda tandanya!" Beliau menjawab: "Apabila budak budak perempuan melahirkan tuannya, apabila kamu melihat orang-orang yang telanjang kakinya (tidak bersandal atau sepatu) dan tidak berpakaian dan para penggembala kambing saling berlomba lomba meninggikan gedung (bermegah megahan) ". Umar berkata; "Kemudian lelaki tersebut pergi." Umar berkata; "Tidak berselang lama." Yazid berkata; "Tiga hari "kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku: "Wahai Umar, tahukah kamu siapakah penanya tersebut?" Umar menjawab; aku berkata; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau berkata: "Itu adalah Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang Dien (agama) kalian."]]]

Hadits Ahmad 347

حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ وَحَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ قُلْتُ لِجَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ إِنَّ ابْنَ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَنْهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَإِنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ يَأْمُرُ بِهَا قَالَ فَقَالَ لِي عَلَى يَدِي جَرَى الْحَدِيثُ تَمَتَّعْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَفَّانُ وَمَعَ أَبِي بَكْرٍ فَلَمَّا وَلِيَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ الْقُرْآنَ هُوَ الْقُرْآنُ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الرَّسُولُ وَإِنَّهُمَا كَانَتَا مُتْعَتَانِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَاهُمَا مُتْعَةُ الْحَجِّ وَالْأُخْرَى مُتْعَةُ النِّسَاءِ

Sesungguhnya Al Qur'an adl Al Qur'an, & sesungguhnya Rasulullah adl Rasul, & sesungguhnya kedua Mut'ah telah terjadi pada masa Rasulullah , yg satu adl Mut'ah Haji (haji Tamattu') yg kedua adl Mut'ah wanita (nikah Mut'ah). [HR. Ahmad No.347].

Hadits Ahmad No.347 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dia berkata; dan Telah menceritakan kepada kami ['Affan] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Abu Nadlrah] dia berkata; aku berkata kepada [Jabir Bin Abdullah]; bahwa Ibnu Az Zubair melarang menikah muth'ah sedangkan Ibnu Abbas memerintahkannya, dia (Abu Nadlrah) berkata; kemudian Jabir Bin Abdullah berkata kepadaku sesuai dengan alur pembicaraanku; "Kami pernah melakukan nikah Mut'ah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." 'Affan berkata; "Dan bersama Abu Bakar." Kemudian ketika [Umar] diangkat menjadi Khalifah, dia berkhutbah di hadapan orang-orang seraya berkata; "Sesungguhnya Al Qur'an adalah Al Qur'an, dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah Rasul, dan sesungguhnya kedua Mut'ah telah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yang satu adalah Mut'ah Haji (haji Tamattu') yang kedua adalah Mut'ah wanita (nikah Mut'ah)."]]]

Hadits Ahmad 348

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَنْبَأَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هُبَيْرَةَ عَنْ أَبِي تَمِيمٍ أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dgn sebaik baiknya, niscaya kalian akan diberi rizqi, sebagaimana seekor burung diberi rizqi, dia terbang di pagi hari dalam keadaan kosong & kembali dalam keadaan kenyang. [HR. Ahmad No.348].

Hadits Ahmad No.348 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abdullah Bin Hubairah] dari [Abu Tamim] bahwa dia mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata; aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebaik baiknya, niscaya kalian akan diberi rizqi, sebagaimana seekor burung diberi rizqi, dia terbang di pagi hari dalam keadaan kosong dan kembali dalam keadaan kenyang."]]]

Hadits Ahmad 349

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي بُكَيْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ السَّاعِدِيِّ الْمَالِكِيِّ أَنَّهُ قَالَ اسْتَعْمَلَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الصَّدَقَةِ فَلَمَّا فَرَغْتُ مِنْهَا وَأَدَّيْتُهَا إِلَيْهِ أَمَرَ لِي بِعِمَالَةٍ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّمَا عَمِلْتُ لِلَّهِ وَأَجْرِي عَلَى اللَّهِ قَالَ خُذْ مَا أُعْطِيتَ فَإِنِّي قَدْ عَمِلْتُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَمَّلَنِي فَقُلْتُ مِثْلَ قَوْلِكَ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُعْطِيتَ شَيْئًا مِنْ غَيْرِ أَنْ تَسْأَلَ فَكُلْ وَتَصَدَّقْ

Apabila kamu diberi sesuatu tanpa kamu memintanya, maka makanlah & bersedekahlah. [HR. Ahmad No.349].

Hadits Ahmad No.349 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Bukair Bin Abdullah] dari [Busr Bin Sa'id] dari [Ibnu As Sa'idi] Al Maliki bahwa dia berkata; [Umar Bin Al Khaththab] menugaskanku sebagai pemungut zakat, setelah aku selesai melaksanakannya aku serahkan (Zakat) kepadanya, lalu Umar memerintahkanku untuk mengambil uang (upah), maka aku berkata kepadanya; "Aku bekerja hanya untuk Allah dan balasanku hanya dari Allah." Umar menjawab; "Ambillah apa yang diberikan kepadamu, karena aku pernah mengalaminya pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menugaskanku (untuk memungut zakat) lalu aku mengatakan seperti perkataanmu, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadaku: "Apabila kamu diberi sesuatu tanpa kamu memintanya, maka makanlah dan bersedekahlah."]]]

Hadits Ahmad 350

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي بُكَيْرٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ هَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا قَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ فَقُلْتُ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفِيمَ

Hari ini aku melakukan suatu perbuatan (kesalahan) yg besar, aku mencium (istri) padahal sedang berpuasa. Rasulullah menjawab: Apa pendapatmu apabila kamu berkumur-kumur dgn air padahal kamu sedang berpuasa?
Aku menjawab; Hal itu tak mengapa (tidak membatalkan puasa). Kemudian Rasulullah bersabda:
Lalu dimana masalahnya? [HR. Ahmad No.350].

Hadits Ahmad No.350 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Bukair] dari [Abdul Malik Bin Sa'id Al Anshari] dari [Jabir Bin Abdullah] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa dia berkata; "Pada suatu hari hasyratku (syahwatku) bergejolak, kemudian mencium (istri) padahal aku sedang berpuasa, maka aku datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengatakan; "Hari ini aku melakukan suatu perbuatan (kesalahan) yang besar, aku mencium (istri) padahal sedang berpuasa." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Apa pendapatmu apabila kamu berkumur-kumur dengan air padahal kamu sedang berpuasa?" Aku menjawab; "Hal itu tidak mengapa (tidak membatalkan puasa)." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lalu dimana masalahnya?"]]]

Hadits Ahmad 351

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هُبَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ أَلَا تَرَوْنَ أَنَّهَا تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dgn sebaik baiknya, niscaya kalian akan diberi rizqi, sebagaimana seekor burung diberi rizqi, tidakkah kalian melihat bahwa dia terbang di pagi hari dalam keadaan kosong & kembali dalam keadaan kenyang. [HR. Ahmad No.351].

Hadits Ahmad No.351 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Hubairah] dia berkata; aku mendengar [Abu Tamim Al Jaisyani] berkata; aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebaik baiknya, niscaya kalian akan diberi rizqi, sebagaimana seekor burung diberi rizqi, tidakkah kalian melihat bahwa dia terbang di pagi hari dalam keadaan kosong dan kembali dalam keadaan kenyang."]]]

Hadits Ahmad 352

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنِ ابْنِ يَعْمَرَ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّا نُسَافِرُ فِي الْآفَاقِ فَنَلْقَى قَوْمًا يَقُولُونَ لَا قَدَرَ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَأَخْبِرُوهُمْ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ مِنْهُمْ بَرِيءٌ وَأَنَّهُمْ مِنْهُ بُرَآءُ ثَلَاثًا ثُمَّ أَنْشَأَ يُحَدِّثُ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ رَجُلٌ فَذَكَرَ مِنْ هَيْئَتِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْنُهْ فَدَنَا فَقَالَ ادْنُهْ فَدَنَا فَقَالَ ادْنُهْ فَدَنَا حَتَّى كَادَ رُكْبَتَاهُ تَمَسَّانِ رُكْبَتَيْهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي مَا الْإِيمَانُ أَوْ عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ قَالَ سُفْيَانُ أُرَاهُ قَالَ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ فَمَا الْإِسْلَامُ قَالَ إِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ وَغُسْلٌ مِنْ الْجَنَابَةِ كُلُّ ذَلِكَ قَالَ صَدَقْتَ صَدَقْتَ قَالَ الْقَوْمُ مَا رَأَيْنَا رَجُلًا أَشَدَّ تَوْقِيرًا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذَا كَأَنَّهُ يُعَلِّمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ أَوْ تَعْبُدَهُ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَا تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ كُلُّ ذَلِكَ نَقُولُ مَا رَأَيْنَا رَجُلًا أَشَدَّ تَوْقِيرًا لِرَسُولِ اللَّهِ مِنْ هَذَا فَيَقُولُ صَدَقْتَ صَدَقْتَ قَالَ أَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ بِهَا مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَقَالَ صَدَقْتَ قَالَ ذَلِكَ مِرَارًا مَا رَأَيْنَا رَجُلًا أَشَدَّ تَوْقِيرًا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذَا ثُمَّ وَلَّى قَالَ سُفْيَانُ فَبَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْتَمِسُوهُ فَلَمْ يَجِدُوهُ قَالَ هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ مَا أَتَانِي فِي صُورَةٍ إِلَّا عَرَفْتُهُ غَيْرَ هَذِهِ الصُّورَةِ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنِ ابْنِ يَعْمَرَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ أَوْ سَأَلَهُ رَجُلٌ إِنَّا نَسِيرُ فِي هَذِهِ الْأَرْضِ فَنَلْقَى قَوْمًا يَقُولُونَ لَا قَدَرَ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ مِنْهُمْ بَرِيءٌ وَهُمْ مِنْهُ بُرَآءُ قَالَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ أَنْشَأَ يُحَدِّثُنَا قَالَ بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَدْنُو فَقَالَ ادْنُهْ فَدَنَا رَتْوَةً ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَدْنُو فَقَالَ ادْنُهْ فَدَنَا رَتْوَةً ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَدْنُو فَقَالَ ادْنُهْ فَدَنَا رَتْوَةً حَتَّى كَادَتْ أَنْ تَمَسَّ رُكْبَتَاهُ رُكْبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

apakah Iman itu?
Atau, Beritahukanlah kepadaku tentang Iman?
Beliau menjawab: Kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir & beriman kepada Taqdir. Sufyan berkata; saya mengiranya beliau menyebutkan: Yang baik & yg buruk. Lelaki tersebut bertanya; Apakah Islam Itu?
Beliau menjawab: Menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, puasa di bulan Ramadlan & mandi dari Junub, semua jawaban beliau dikomentari; Benar kamu, benar kamu. Para sahabat berkata; Kami tak pernah melihat seorang lelaki yg memuliakan Rasulullah melebihi lelaki ini, sepertinya dia mengetahui Rasulullah . Kemudian dia berkata; Wahai Rasulullah beritahukanlah kepadaku tentang Ihsan! Beliau menjawab: Kamu beribadah kepada Allah atau beribadah kepada-Nya seakan akan kamu melihat-Nya, apabila kamu tak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu. Kami semuanya mengatakannya; kami tak pernah melihat seorang lelaki yg memuliakan Rasulullah melebihi lelaki ini, lalu dia berkata; Benar kamu, benar kamu. Dia berkata; Beritahukanlah kepadaku tentang Kiamat! Beliau menjawab: Tidaklah orang yg ditanya lebih mengetahuinya dari penanya. Dia berkata; lalu lelaki tersebut berkata; Benar kamu. Dia selalu mengatakan demikian, & kami tak pernah melihat seorang lelaki yg memuliakan Rasulullah melebihi lelaki ini, lalu lelaki tersebut pergi. -Sufyan berkata; - Kemudian sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah bersabda:
Carilah dia! Akan tetapi mereka tak menemukannya, beliau berkata:
Lelaki ini adl Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang dien kalian, tak pernah dia menemuiku dgn menyerupai sesuatu kecuali aku mengenalnya selain kali ini. Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Alqamah Bin Martsad dari Sulaiman Bin Buraidah dari Ibnu Ya'mar dia berkata; aku bertanya kepada Ibnu Umar atau dia (Ibnu Umar) ditanya oleh seorang lelaki; Sesungguhnya kami pernah mengembara di muka bumi ini & bertemu dgn suatu kaum yg mengatakan tak ada takdir, kemudian Ibnu Umar menjawab; Jika kamu bertemu dgn mereka, sampaikan kepada mereka bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka, & mereka berlepas diri dari Ibnu Umar, dia mengatakannya tiga kali, kemudian dia menceritakan kepada kami & berkata; ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah , tiba tiba seorang lelaki datang & berkata Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?
Beliau menjawab: Mendekatlah! Kemudian dia mendekat selangkah, lalu dia berkata; Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?
Beliau menjawab: Mendekatlah! Kemudian dia mendekat selangkah & berkata lagi; Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?
Beliau menjawab: Mendekatlah! Kemudian dia mendekat selangkah sehingga kedua lututnya hampir menyentuh lutut Rasulullah , kemudian dia berkata; Wahai Rasulullah apakah Iman itu?
Kemudian Ibnu Umar menyebutkan hadits di atas secara makna. [HR. Ahmad No.352].

Hadits Ahmad No.352 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sulaiman Bin Buraidah] dari [Ibnu Ya'mar] dia berkata; aku berkata kepada [Ibnu Umar]; "Kami bepergian keseluruh penjuru bumi, kemudian kami bertemu dengan suatu kaum yang mengatakan tidak ada takdir." Ibnu Umar berkata; "Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka beritahukan kepada mereka bahwa Abdullah Bin Umar berlepas diri dari mereka, dan merekapun berlepas diri darinya, " sebanyak tiga kali. Lalu dia menceritakan sebuah hadits; Ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba seorang lelaki datang - Ibnu Umar menyebutkan ciri cirinya - Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Mendekatlah!" lalu lelaki tersebut mendekat, kemudian Rasulullah bersabda lagi: "Mendekatlah!" Maka lelaki tersebut semakin mendekat, sehingga kedua lutunya hampir saling bersentuhan. Lalu dia berkata; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?" Atau, "Beritahukanlah kepadaku tentang Iman?" Beliau menjawab: "Kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir dan beriman kepada Taqdir". Sufyan berkata; saya mengiranya beliau menyebutkan: "Yang baik dan yang buruk." Lelaki tersebut bertanya; "Apakah Islam Itu?" Beliau menjawab: "Menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, puasa di bulan Ramadlan dan mandi dari Junub", semua jawaban beliau dikomentari; "Benar kamu, benar kamu." Para sahabat berkata; "Kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, sepertinya dia mengetahui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah beritahukanlah kepadaku tentang Ihsan!" Beliau menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah atau beribadah kepada-Nya seakan akan kamu melihat-Nya, apabila kamu tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu." Kami semuanya mengatakannya; kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, lalu dia berkata; "Benar kamu, benar kamu." Dia berkata; "Beritahukanlah kepadaku tentang Kiamat!" Beliau menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahuinya dari penanya". Dia berkata; lalu lelaki tersebut berkata; "Benar kamu." Dia selalu mengatakan demikian, dan kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, lalu lelaki tersebut pergi. -Sufyan berkata; - "Kemudian sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah dia!" Akan tetapi mereka tidak menemukannya, beliau berkata: "Lelaki ini adalah Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang dien kalian, tidak pernah dia menemuiku dengan menyerupai sesuatu kecuali aku mengenalnya selain kali ini." Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sulaiman Bin Buraidah] dari [Ibnu Ya'mar] dia berkata; aku bertanya kepada [Ibnu Umar] atau dia (Ibnu Umar) ditanya oleh seorang lelaki; "Sesungguhnya kami pernah mengembara di muka bumi ini dan bertemu dengan suatu kaum yang mengatakan tidak ada takdir, " kemudian Ibnu Umar menjawab; "Jika kamu bertemu dengan mereka, sampaikan kepada mereka bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka, dan mereka berlepas diri dari Ibnu Umar", dia mengatakannya tiga kali, kemudian dia menceritakan kepada kami dan berkata; ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba seorang lelaki datang dan berkata "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah, lalu dia berkata; "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah dan berkata lagi; "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah sehingga kedua lututnya hampir menyentuh lutut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah apakah Iman itu?" Kemudian Ibnu Umar menyebutkan hadits di atas secara makna.]]]

Hadits Ahmad 353

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى الْأَشْيَبُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُرَاقَةَ الْعَدَوِيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَظَلَّ رَأْسَ غَازٍ أَظَلَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ جَهَّزَ غَازِيًا حَتَّى يَسْتَقِلَّ بِجَهَازِهِ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَمَنْ بَنَى مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Barangsiapa menaungi kepala seorang pejuang maka Allah akan menaunginya pada hari Kiamat, barangsiapa menyiapkan perlengkapan seorang pejuang sehingga dia bisa tercukupi, maka baginya seperti pahala pejuang. Dan barangsiapa membangun sebuah masjid yg di dalamnya disebut sebut nama Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga. [HR. Ahmad No.353].

Hadits Ahmad No.353 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa Al Asy-yab] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Al Walid Bin Abul Walid] dari [Utsman Bin Abdullah Bin Suraqah Al 'Adawi] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menaungi kepala seorang pejuang maka Allah akan menaunginya pada hari Kiamat, barangsiapa menyiapkan perlengkapan seorang pejuang sehingga dia bisa tercukupi, maka baginya seperti pahala pejuang. Dan barangsiapa membangun sebuah masjid yang di dalamnya disebut sebut nama Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga."]]]

Hadits Ahmad 354

حَدَّثَنَا عَتَّابٌ يَعْنِي ابْنَ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ أَنْبَأَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ وَعُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَقَدْ بَلَغَ بِهِ أَبِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ فَاتَهُ شَيْءٌ مِنْ وِرْدِهِ أَوْ قَالَ مِنْ جُزْئِهِ مِنْ اللَّيْلِ فَقَرَأَهُ مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْفَجْرِ إِلَى الظُّهْرِ فَكَأَنَّمَا قَرَأَهُ مِنْ لَيْلَتِهِ

Barangsiapa tertinggal sesuatu dari wiridnya, atau beliau bersabda:
Dari sebagiannya pada malam hari kemudian dia membacanya diantara shalat fajar sampai Dzuhur, maka seakan akan dia membacanya di malam harinya. [HR. Ahmad No.354].

Hadits Ahmad No.354 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Attab yaitu Ibnu Ziyad] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah yaitu Ibnul Mubarak] telah memberitakan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [As Sa`ib Bin Yazid] dan [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dari [Abdurrahman Bin 'Abd] dari [Umar Bin Al Khaththab], -Abdullah berkata; bapakku telah menyampaikannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa tertinggal sesuatu dari wiridnya, " atau beliau bersabda: "Dari sebagiannya pada malam hari kemudian dia membacanya diantara shalat fajar sampai Dzuhur, maka seakan akan dia membacanya di malam harinya."]]]

Hadits Ahmad 355

حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي مَيْسَرَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا نَزَلَ تَحْرِيمُ الْخَمْرِ قَالَ اللَّهُمَّ بَيِّنْ لَنَا فِي الْخَمْرِ بَيَانًا شَافِيًا فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ الَّتِي فِي سُورَةِ الْبَقَرَةِ { يَسْأَلُونَكَ عَنْ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ } قَالَ فَدُعِيَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُرِئَتْ عَلَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ بَيِّنْ لَنَا فِي الْخَمْرِ بَيَانًا شَافِيًا فَنَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي سُورَةِ النِّسَاءِ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى } فَكَانَ مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَقَامَ الصَّلَاةَ نَادَى أَنْ لَا يَقْرَبَنَّ الصَّلَاةَ سَكْرَانُ فَدُعِيَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُرِئَتْ عَلَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ بَيِّنْ لَنَا فِي الْخَمْرِ بَيَانًا شَافِيًا فَنَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْمَائِدَةِ فَدُعِيَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُرِئَتْ عَلَيْهِ فَلَمَّا بَلَغَ { فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ } قَالَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ انْتَهَيْنَا انْتَهَيْنَا

ketika turun pengharaman khamer Umar berkata; Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah khamer dgn penjelasan yg memuaskan, maka turunlah ayat ini, yg terdapat dalam surat Al Baqarah; (Mereka bertanya kepadamu tentang khamer & judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa yg besar), (QS Al Baqarah ayat 219). Abu Maisarah berkata; maka dipangillah Umar kemudian dibacakan kepadanya & dia berkata; Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah khamer dgn penjelasan yg memuaskan, maka turunlah ayat yg ada dalam surat An Nisa (Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk), (QS An Nisa'ayat 43) penyeru Rasulullah apabila ditegakkan shalat, maka dia berseru; Supaya orang-orang yg mabuk tak mendatangi shalat. Maka dipanggillah Umar & dibacakan kepadanya, kemudian dia berkata; Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah ini dgn penjelasan yg memuaskan. Maka turunlah ayat yg ada dalam surat Al Ma'idah, kemudian Umar dipanggil & dibacakanlah kepadanya, maka ketika sampai ayat (Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) (QS Al Ma'idah ayat 91) Abu Maisarah berkata; maka Umar berkata; Kami berhenti, kami berhenti. [HR. Ahmad No.355].

Hadits Ahmad No.355 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Khalaf Bin Al Walid] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Maisarah] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; ketika turun pengharaman khamer Umar berkata; "Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah khamer dengan penjelasan yang memuaskan, " maka turunlah ayat ini, yang terdapat dalam surat Al Baqarah; " (Mereka bertanya kepadamu tentang khamer dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar), " (QS Al Baqarah ayat 219). Abu Maisarah berkata; maka dipangillah Umar kemudian dibacakan kepadanya dan dia berkata; "Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah khamer dengan penjelasan yang memuaskan, " maka turunlah ayat yang ada dalam surat An Nisa (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk), (QS An Nisa'ayat 43) penyeru Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila ditegakkan shalat, maka dia berseru; "Supaya orang-orang yang mabuk tidak mendatangi shalat." Maka dipanggillah Umar dan dibacakan kepadanya, kemudian dia berkata; "Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah ini dengan penjelasan yang memuaskan." Maka turunlah ayat yang ada dalam surat Al Ma'idah, kemudian Umar dipanggil dan dibacakanlah kepadanya, maka ketika sampai ayat (Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) (QS Al Ma'idah ayat 91) Abu Maisarah berkata; maka Umar berkata; "Kami berhenti, kami berhenti."]]]

Hadits Ahmad 356

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ صُبَيِّ بْنِ مَعْبَدٍ أَنَّهُ كَانَ نَصْرَانِيًّا تَغْلِبِيًّا فَأَسْلَمَ فَسَأَلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقِيلَ لَهُ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَأَرَادَ أَنْ يُجَاهِدَ فَقِيلَ لَهُ أَحَجَجْتَ قَالَ لَا فَقِيلَ لَهُ حُجَّ وَاعْتَمِرْ ثُمَّ جَاهِدْ فَأَهَلَّ بِهِمَا جَمِيعًا فَوَافَقَ زَيْدَ بْنَ صُوحَانَ وَسَلْمَانَ بْنَ رَبِيعَةَ فَقَالَا هُوَ أَضَلُّ مِنْ نَاقَتِهِ أَوْ مَا هُوَ بِأَهْدَى مِنْ جَمَلِهِ فَانْطَلَقَ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَخْبَرَهُ بِقَوْلِهِمَا فَقَالَ هُدِيتَ لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ لِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Amalan apakah yg lebih utama?
Maka dijawab; Jihad di jalan Allah. Kemudian dia hendak berangkat berjihad, lalu dikatakan kepadanya; Apakah kamu sudah pernah melaksanakan haji?
Dia menjawab; Belum, lalu dikatakan kepadanya; Berhaji & berumrah dahulu kemudian berjihad. Lalu dia berniat untuk masuk melaksanakan Haji & Umrah secara bersamaan, kemudian bertemu dgn Zaid Bin Shuhan & Salman Bin Rabi'ah, maka keduanya berkata; Dia lebih sesat dari untanya, atau; Dia tidaklah lebih mendapat petunjuk ketimbang untanya. Maka dia pergi menemui Umar & menceritakan perkataan mereka berdua, maka Umar berkata; Kamu telah mendapat petunjuk terhadap Sunah Nabi -atau- telah mendapat terhadap sunah Rasulullah . [HR. Ahmad No.356].

Hadits Ahmad No.356 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abu Wa`il] dari [Shubay Bin Ma'bad] bahwa dahulu dia adalah seorang Nasrani dari Taghlib, kemudian dia memeluk agama Islam, lalu bertanya; "Amalan apakah yang lebih utama?" Maka dijawab; "Jihad di jalan Allah." Kemudian dia hendak berangkat berjihad, lalu dikatakan kepadanya; "Apakah kamu sudah pernah melaksanakan haji?" Dia menjawab; "Belum, " lalu dikatakan kepadanya; "Berhaji dan berumrah dahulu kemudian berjihad." Lalu dia berniat untuk masuk melaksanakan Haji dan Umrah secara bersamaan, kemudian bertemu dengan Zaid Bin Shuhan dan Salman Bin Rabi'ah, maka keduanya berkata; "Dia lebih sesat dari untanya, " atau; "Dia tidaklah lebih mendapat petunjuk ketimbang untanya." Maka dia pergi menemui Umar dan menceritakan perkataan mereka berdua, maka [Umar] berkata; "Kamu telah mendapat petunjuk terhadap Sunah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -atau- telah mendapat terhadap sunah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 357

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِلْحَجَرِ إِنَّمَا أَنْتَ حَجَرٌ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ ثُمَّ قَبَّلَهُ

seandainya aku tak melihat Rasulullah telah menciummu niscaya aku tak akan menciummu. Kemudian dia (Umar) menciumnya. [HR. Ahmad No.357].

Hadits Ahmad No.357 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Hisyam] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [bapakku] bahwa [Umar] berkata kepada Hajar (aswad); "Kamu hanyalah sebuah batu, dan seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menciummu niscaya aku tidak akan menciummu." Kemudian dia (Umar) menciumnya."]]]

Hadits Ahmad 358

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَتَى الْحَجَرَ فَقَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ قَالَ ثُمَّ قَبَّلَهُ

Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu hanyalah sebuah batu yg tak dapat mendatangkan bahaya & tak juga manfaat, seandainya aku tak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tak akan menciummu. Dia berkata; Kemudian Umar menciumnya (Hajar Aswad). [HR. Ahmad No.358].

Hadits Ahmad No.358 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hisyam] dari [bapaknya] bahwa [Umar] mendekati Hajar (Aswad) kemudian berkata; "Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu hanyalah sebuah batu yang tidak dapat mendatangkan bahaya dan tidak juga manfaat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu." Dia berkata; "Kemudian Umar menciumnya (Hajar Aswad)."]]]

Hadits Ahmad 359

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَبَّلَهُ وَالْتَزَمَهُ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَ حَفِيًّا يَعْنِي الْحَجَرَ

Aku melihat Abul Qasim (mencium) mu dgn lembut. Yaitu Hajar (Aswad). [HR. Ahmad No.359].

Hadits Ahmad No.359 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibrahim Bin Abdul A'la] dari [Suwaid Bin Ghafalah] bahwa [Umar] mencium dan memegangnya (Hajar Aswad), kemudian berkata; "Aku melihat Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam (mencium) mu dengan lembut." Yaitu Hajar (Aswad)."]]]

Hadits Ahmad 360

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَاءَ اللَّيْلُ مِنْ هَهُنَا وَذَهَبَ النَّهَارُ مِنْ هَهُنَا فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Apabila malam tiba dari sini & siang hilang dari sini, maka tiba saatnya berbuka bagi orang yg berpuasa. [HR. Ahmad No.360].

Hadits Ahmad No.360 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari ['Ashim Bin Umar] dari [bapaknya], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila malam tiba dari sini dan siang hilang dari sini, maka tiba saatnya berbuka bagi orang yang berpuasa."]]]

Hadits Ahmad 361

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الَّذِي يَعُودُ فِي صَدَقَتِهِ كَمَثَلِ الَّذِي يَعُودُ فِي قَيْئِهِ

Perumpamaan orang yg menarik kembali sedekahnya adl seperti orang yg menelan kembali muntahnya. [HR. Ahmad No.361].

Hadits Ahmad No.361 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang yang menarik kembali sedekahnya adalah seperti orang yang menelan kembali muntahnya."]]]

Hadits Ahmad 362

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يُفِيضُونَ مِنْ جَمْعٍ حَتَّى يَقُولُوا أَشْرِقْ ثَبِيرُ كَيْمَا نُغِيرُ فَلَمَّا جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَالَفَهُمْ فَكَانَ يَدْفَعُ مِنْ جَمْعٍ مِقْدَارَ صَلَاةِ الْمُسْفِرِينَ بِصَلَاةِ الْغَدَاةِ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ

orang-orang Jahiliyah tak bertolak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sehingga mereka mengatakan; 'terbitlah (diatas) Tsabiir, sehingga kami segera bertolak berangkat.' ketika Rasulullah datang, beliau menyelisihi mereka & bertolak meniggalkan jam'un kira kira waktu shalatnya orang-orang yg musfir (orang yg shalat ketika langit timur sudah terang) pada waktu shalat shubuh sebelum matahari terbit. [HR. Ahmad No.362].

Hadits Ahmad No.362 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dari [Umar], dia berkata; "dahulu orang-orang Jahiliyah tidak bertolak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sehingga mereka mengatakan; 'terbitlah (diatas) Tsabiir, sehingga kami segera bertolak berangkat.' ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang, beliau menyelisihi mereka dan bertolak meniggalkan jam'un kira kira waktu shalatnya orang-orang yang musfir (orang yang shalat ketika langit timur sudah terang) pada waktu shalat shubuh sebelum matahari terbit."]]]

Hadits Ahmad 363

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا رَبَاحُ بْنُ أَبِي مَعْرُوفٍ عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ لِي عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadapnya. [HR. Ahmad No.363].

Hadits Ahmad No.363 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Rabah Bin Abu Ma'ruf] dari [Ibnu Abi Mulaikah] dia telah mendengar [Ibnu Abbas] berkata; [Umar] berkata kepadaku; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadapnya."]]]

Hadits Ahmad 364

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ حَسَنِ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى خُفَّيْهِ فِي السَّفَرِ

mengusap kedua khuf-nya ketika safar (bepergian). [HR. Ahmad No.364].

Hadits Ahmad No.364 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hasan Bin Shalih] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] dia berkata; [Umar] berkata; "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusap kedua khuf-nya ketika safar (bepergian)."]]]

Hadits Ahmad 365

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَأَرْذَلِ الْعُمُرِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ قَالَ وَكِيعٌ فِتْنَةُ الصَّدْرِ أَنْ يَمُوتَ الرَّجُلُ وَذَكَرَ وَكِيعٌ الْفِتْنَةَ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا

berlindung dari sifat bakhil, pengecut, dari siksa Qubur, dari umur yg hina & fitnah hati. Waki' berkata; Fitnah hati yaitu seseorang yg meninggal, & Waki'menyebutkan maksud Al fitnah yaitu sebelum bertobat. [HR. Ahmad No.365].

Hadits Ahmad No.365 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dari [Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berlindung dari sifat bakhil, pengecut, dari siksa Qubur, dari umur yang hina dan fitnah hati." Waki' berkata; "Fitnah hati yaitu seseorang yang meninggal, " dan Waki'menyebutkan maksud Al fitnah yaitu sebelum bertobat.]]]

Hadits Ahmad 366

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ الْوَلِيدِ الشَّنِّيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ قَالَ جَلَسَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَجْلِسًا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْلِسُهُ تَمُرُّ عَلَيْهِ الْجَنَائِزُ قَالَ فَمَرُّوا بِجِنَازَةٍ فَأَثْنَوْا خَيْرًا فَقَالَ وَجَبَتْ ثُمَّ مَرُّوا بِجِنَازَةٍ فَأَثْنَوْا خَيْرًا فَقَالَ وَجَبَتْ ثُمَّ مَرُّوا بِجِنَازَةٍ فَقَالُوا خَيْرًا فَقَالَ وَجَبَتْ ثُمَّ مَرُّوا بِجِنَازَةٍ فَقَالُوا هَذَا كَانَ أَكْذَبَ النَّاسِ فَقَالَ إِنَّ أَكْذَبَ النَّاسِ أَكْذَبُهُمْ عَلَى اللَّهِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ مَنْ كَذَبَ عَلَى رُوحِهِ فِي جَسَدِهِ قَالَ قَالُوا أَرَأَيْتَ إِذَا شَهِدَ أَرْبَعَةٌ قَالَ وَجَبَتْ قَالُوا أَوْ ثَلَاثَةٌ قَالَ وَثَلَاثَةٌ وَجَبَتْ قَالُوا وَاثْنَيْنِ قَالَ وَجَبَتْ وَلَأَنْ أَكُونَ قُلْتُ وَاحِدًا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ قَالَ فَقِيلَ لِعُمَرَ هَذَا شَيْءٌ تَقُولُهُ بِرَأْيِكَ أَمْ شَيْءٌ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا بَلْ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Sesungguhnya orang yg paling dusta adl orang yg paling dusta kepada Allah, kemudian berikutnya setelah mereka adl orang yg berdusta terhadap ruh dalam jasadnya. Abdullah berkata; mereka bertanya; Bagaimana pendapatmu apabila yg bersaksi jumlahnya empat orang?
Dia menjawab; Wajib. Mereka bertanya lagi; Atau jumlahnya tiga orang?
Dia menjawab; Tiga orang juga wajib. Mereka bertanya lagi; Dan jika dua orang?
Dia menjawab; Wajib, & seandainya aku mengatakan satu orang, itu lebih aku sukai dari pada unta merah. Dia berkata; kemudian ditanyakan kepada Umar; Apakah yg kamu katakan ini berasal dari pendapatmu atau sesuatu yg kamu dengar dari Rasulullah ?
Dia menjawab; Tidak, akan tetapi aku mendengarnya langsung dari Rasulullah . [HR. Ahmad No.366].

Hadits Ahmad No.366 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Umar Bin Walid Asy Syanni] dari [Abdullah Bin Buraidah] dia berkata; suatu ketika Umar duduk ditempat yang dahulu pernah diduduki oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika dilewatkan iring iringan jenazah, Abdullah berkata; maka ketika iring iringan jenazah lewat merekapun memujinya dengan kebaikan, maka [Umar] berujar; "Wajib" kemudian lewatlah iring iringan jenazah kedua dan mereka memujinya dengan kebaikan, maka seraya Umar berkata; "Wajib" kemudian lewatlah jenazah yang ketiga dan mereka berkata; "Orang ini adalah manusia yang paling pembohong, " maka Umar seraya berkata; "Wajib." Lalu Umar berkata; "Sesungguhnya orang yang paling dusta adalah orang yang paling dusta kepada Allah, kemudian berikutnya setelah mereka adalah orang yang berdusta terhadap ruh dalam jasadnya." Abdullah berkata; mereka bertanya; "Bagaimana pendapatmu apabila yang bersaksi jumlahnya empat orang?" Dia menjawab; "Wajib." Mereka bertanya lagi; "Atau jumlahnya tiga orang?" Dia menjawab; "Tiga orang juga wajib." Mereka bertanya lagi; "Dan jika dua orang?" Dia menjawab; "Wajib, dan seandainya aku mengatakan satu orang, itu lebih aku sukai dari pada unta merah." Dia berkata; kemudian ditanyakan kepada Umar; "Apakah yang kamu katakan ini berasal dari pendapatmu atau sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Dia menjawab; "Tidak, akan tetapi aku mendengarnya langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."]]]

Hadits Ahmad 367

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ قَالَ بَلَغَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ سَعْدًا لَمَّا بَنَى الْقَصْرَ قَالَ انْقَطَعَ الصُّوَيْتُ فَبَعَثَ إِلَيْهِ مُحَمَّدَ بْنَ مَسْلَمَةَ فَلَمَّا قَدِمَ أَخْرَجَ زَنْدَهُ وَأَوْرَى نَارَهُ وَابْتَاعَ حَطَبًا بِدِرْهَمٍ وَقِيلَ لِسَعْدٍ إِنَّ رَجُلًا فَعَلَ كَذَا وَكَذَا فَقَالَ ذَاكَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ فَخَرَجَ إِلَيْهِ فَحَلَفَ بِاللَّهِ مَا قَالَهُ فَقَالَ نُؤَدِّي عَنْكَ الَّذِي تَقُولُهُ وَنَفْعَلُ مَا أُمِرْنَا بِهِ فَأَحْرَقَ الْبَابَ ثُمَّ أَقْبَلَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ أَنْ يُزَوِّدَهُ فَأَبَى فَخَرَجَ فَقَدِمَ عَلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَهَجَّرَ إِلَيْهِ فَسَارَ ذَهَابَهُ وَرُجُوعَهُ تِسْعَ عَشْرَةَ فَقَالَ لَوْلَا حُسْنُ الظَّنِّ بِكَ لَرَأَيْنَا أَنَّكَ لَمْ تُؤَدِّ عَنَّا قَالَ بَلَى أَرْسَلَ يَقْرَأُ السَّلَامَ وَيَعْتَذِرُ وَيَحْلِفُ بِاللَّهِ مَا قَالَهُ قَالَ فَهَلْ زَوَّدَكَ شَيْئًا قَالَ لَا قَالَ فَمَا مَنَعَكَ أَنْ تُزَوِّدَنِي أَنْتَ قَالَ إِنِّي كَرِهْتُ أَنْ آمُرَ لَكَ فَيَكُونَ لَكَ الْبَارِدُ وَيَكُونَ لِي الْحَارُّ وَحَوْلِي أَهْلُ الْمَدِينَةِ قَدْ قَتَلَهُمْ الْجُوعُ وَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَشْبَعُ الرَّجُلُ دُونَ جَارِهِ آخِرُ مُسْنَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدِيثُ السَّقِيفَةِ

Janganlah seseorang menjadi kenyang sementara tetangganya kelaparan. Hadits terakhir dari musnad Umar Bin Al Khaththab adl hadits tentang Saqifah [HR. Ahmad No.367].

Hadits Ahmad No.367 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [bapaknya] dari ['Abayah Bin Rifa'ah] dia berkata; telah sampai berita kepada [Umar] bahwa ketika Sa'd membangun istana, dia berkata; "Terputuslah suara (komunikasi) ". Maka diutuslah Muhammad Bin Maslamah kepadanya, ketika dia datang dia mengeluarkan lengan tangannya dan menyalakan api kemudian membeli kayu bakar dengan dirham, kemudian dikatakanlah kepada Sa'd; "Sesungguhnya seseorang telah melakukan begini dan begini, " lalu dia menjawab; "Dia adalah Muhammad Bin Maslamah." Kemudian dia keluar menemuinya dan bersumpah kepada Allah bahwa dia tidak mengatakannya, lalu dia berkata; "Kami akan melaksanakan -darimu- apa yang kamu katakan, dan kami melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kami, " maka dia membakar pintu, kemudian dia menghadap kepadanya kemudian Sa'd menawarkan memberi bekal namun dia menolak. Kemudian Muhammad Bin Maslamah berangkat kembali kepada Umar, dan dia berjalan pulang menuju kepadanya selama sembilan belas hari, kemudian Umar berkata; "Seandainya bukan karena baik sangka kepadamu maka kami akan berkesimpulan bahwa kamu belum melaksanakan keinginan kami, " dia menjawab; "Ya, dia mengirim salam dan meminta maaf serta bersumpah kepada Allah bahwa dia tidak mengucapkannya." Kemudian Umar bertanya; "Apakah dia membekalimu?" Dia menjawab; "Tidak" Umar berkata; "Apa yang menghalangimu untuk membekaliku?" Dia menjawab; "Aku tidak suka menyuruh kepadamu, kamu menjadi dingin sementara aku menjadi panas, dan di sekitarku adalah orang-orang Madinah yang mati kelaparan, padahal aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah seseorang menjadi kenyang sementara tetangganya kelaparan." Hadits terakhir dari musnad Umar Bin Al Khaththab adalah hadits tentang Saqifah]]]

Hadits Ahmad 368

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى الطَّبَّاعُ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ رَجَعَ إِلَى رَحْلِهِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَكُنْتُ أُقْرِئُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ فَوَجَدَنِي وَأَنَا أَنْتَظِرُهُ وَذَلِكَ بِمِنًى فِي آخِرِ حَجَّةٍ حَجَّهَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ إِنَّ رَجُلًا أَتَى عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ إِنَّ فُلَانًا يَقُولُ لَوْ قَدْ مَاتَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَايَعْتُ فُلَانًا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنِّي قَائِمٌ الْعَشِيَّةَ فِي النَّاسِ فَمُحَذِّرُهُمْ هَؤُلَاءِ الرَّهْطَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَغْصِبُوهُمْ أَمْرَهُمْ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَقُلْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ لَا تَفْعَلْ فَإِنَّ الْمَوْسِمَ يَجْمَعُ رَعَاعَ النَّاسِ وَغَوْغَاءَهُمْ وَإِنَّهُمْ الَّذِينَ يَغْلِبُونَ عَلَى مَجْلِسِكَ إِذَا قُمْتَ فِي النَّاسِ فَأَخْشَى أَنْ تَقُولَ مَقَالَةً يَطِيرُ بِهَا أُولَئِكَ فَلَا يَعُوهَا وَلَا يَضَعُوهَا عَلَى مَوَاضِعِهَا وَلَكِنْ حَتَّى تَقْدَمَ الْمَدِينَةَ فَإِنَّهَا دَارُ الْهِجْرَةِ وَالسُّنَّةِ وَتَخْلُصَ بِعُلَمَاءِ النَّاسِ وَأَشْرَافِهِمْ فَتَقُولَ مَا قُلْتَ مُتَمَكِّنًا فَيَعُونَ مَقَالَتَكَ وَيَضَعُونَهَا مَوَاضِعَهَا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَئِنْ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ سَالِمًا صَالِحًا لَأُكَلِّمَنَّ بِهَا النَّاسَ فِي أَوَّلِ مَقَامٍ أَقُومُهُ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فِي عَقِبِ ذِي الْحِجَّةِ وَكَانَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَجَّلْتُ الرَّوَاحَ صَكَّةَ الْأَعْمَى فَقُلْتُ لِمَالِكٍ وَمَا صَكَّةُ الْأَعْمَى قَالَ إِنَّهُ لَا يُبَالِي أَيَّ سَاعَةٍ خَرَجَ لَا يَعْرِفُ الْحَرَّ وَالْبَرْدَ وَنَحْوَ هَذَا فَوَجَدْتُ سَعِيدَ بْنَ زَيْدٍ عِنْدَ رُكْنِ الْمِنْبَرِ الْأَيْمَنِ قَدْ سَبَقَنِي فَجَلَسْتُ حِذَاءَهُ تَحُكُّ رُكْبَتِي رُكْبَتَهُ فَلَمْ أَنْشَبْ أَنْ طَلَعَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَلَمَّا رَأَيْتُهُ قُلْتُ لَيَقُولَنَّ الْعَشِيَّةَ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ مَقَالَةً مَا قَالَهَا عَلَيْهِ أَحَدٌ قَبْلَهُ قَالَ فَأَنْكَرَ سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ ذَلِكَ فَقَالَ مَا عَسَيْتَ أَنْ يَقُولَ مَا لَمْ يَقُلْ أَحَدٌ فَجَلَسَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَلَمَّا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ قَامَ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا النَّاسُ فَإِنِّي قَائِلٌ مَقَالَةً قَدْ قُدِّرَ لِي أَنْ أَقُولَهَا لَا أَدْرِي لَعَلَّهَا بَيْنَ يَدَيْ أَجَلِي فَمَنْ وَعَاهَا وَعَقَلَهَا فَلْيُحَدِّثْ بِهَا حَيْثُ انْتَهَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ وَمَنْ لَمْ يَعِهَا فَلَا أُحِلُّ لَهُ أَنْ يَكْذِبَ عَلَيَّ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ وَكَانَ مِمَّا أَنْزَلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَقَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَرَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ فَأَخْشَى إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُولَ قَائِلٌ لَا نَجِدُ آيَةَ الرَّجْمِ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيضَةٍ قَدْ أَنْزَلَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالرَّجْمُ فِي كِتَابِ اللَّهِ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى إِذَا أُحْصِنَ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِذَا قَامَتْ الْبَيِّنَةُ أَوْ الْحَبَلُ أَوْ الِاعْتِرَافُ أَلَا وَإِنَّا قَدْ كُنَّا نَقْرَأُ لَا تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ فَإِنَّ كُفْرًا بِكُمْ أَنْ تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ أَلَا وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُطْرُونِي كَمَا أُطْرِيَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُ اللَّهِ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَقَدْ بَلَغَنِي أَنَّ قَائِلًا مِنْكُمْ يَقُولُ لَوْ قَدْ مَاتَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَايَعْتُ فُلَانًا فَلَا يَغْتَرَّنَّ امْرُؤٌ أَنْ يَقُولَ إِنَّ بَيْعَةَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَتْ فَلْتَةً أَلَا وَإِنَّهَا كَانَتْ كَذَلِكَ أَلَا وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَقَى شَرَّهَا وَلَيْسَ فِيكُمْ الْيَوْمَ مَنْ تُقْطَعُ إِلَيْهِ الْأَعْنَاقُ مِثْلُ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَلَا وَإِنَّهُ كَانَ مِنْ خَبَرِنَا حِينَ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ عَلِيًّا وَالزُّبَيْرَ وَمَنْ كَانَ مَعَهُمَا تَخَلَّفُوا فِي بَيْتِ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَخَلَّفَتْ عَنَّا الْأَنْصَارُ بِأَجْمَعِهَا فِي سَقِيفَةِ بَنِي سَاعِدَةَ وَاجْتَمَعَ الْمُهَاجِرُونَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا بَكْرٍ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى إِخْوَانِنَا مِنْ الْأَنْصَارِ فَانْطَلَقْنَا نَؤُمُّهُمْ حَتَّى لَقِيَنَا رَجُلَانِ صَالِحَانِ فَذَكَرَا لَنَا الَّذِي صَنَعَ الْقَوْمُ فَقَالَا أَيْنَ تُرِيدُونَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ فَقُلْتُ نُرِيدُ إِخْوَانَنَا هَؤُلَاءِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَا لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَقْرَبُوهُمْ وَاقْضُوا أَمْرَكُمْ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ فَقُلْتُ وَاللَّهِ لَنَأْتِيَنَّهُمْ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى جِئْنَاهُمْ فِي سَقِيفَةِ بَنِي سَاعِدَةَ فَإِذَا هُمْ مُجْتَمِعُونَ وَإِذَا بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ رَجُلٌ مُزَمَّلٌ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا فَقَالُوا سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ فَقُلْتُ مَا لَهُ قَالُوا وَجِعٌ فَلَمَّا جَلَسْنَا قَامَ خَطِيبُهُمْ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ وَقَالَ أَمَّا بَعْدُ فَنَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَكَتِيبَةُ الْإِسْلَامِ وَأَنْتُمْ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ رَهْطٌ مِنَّا وَقَدْ دَفَّتْ دَافَّةٌ مِنْكُمْ يُرِيدُونَ أَنْ يَخْزِلُونَا مِنْ أَصْلِنَا وَيَحْضُنُونَا مِنْ الْأَمْرِ فَلَمَّا سَكَتَ أَرَدْتُ أَنْ أَتَكَلَّمَ وَكُنْتُ قَدْ زَوَّرْتُ مَقَالَةً أَعْجَبَتْنِي أَرَدْتُ أَنْ أَقُولَهَا بَيْنَ يَدَيْ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَدْ كُنْتُ أُدَارِي مِنْهُ بَعْضَ الْحَدِّ وَهُوَ كَانَ أَحْلَمَ مِنِّي وَأَوْقَرَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى رِسْلِكَ فَكَرِهْتُ أَنْ أُغْضِبَهُ وَكَانَ أَعْلَمَ مِنِّي وَأَوْقَرَ وَاللَّهِ مَا تَرَكَ مِنْ كَلِمَةٍ أَعْجَبَتْنِي فِي تَزْوِيرِي إِلَّا قَالَهَا فِي بَدِيهَتِهِ وَأَفْضَلَ حَتَّى سَكَتَ فَقَالَ أَمَّا بَعْدُ فَمَا ذَكَرْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَأَنْتُمْ أَهْلُهُ وَلَمْ تَعْرِفْ الْعَرَبُ هَذَا الْأَمْرَ إِلَّا لِهَذَا الْحَيِّ مِنْ قُرَيْشٍ هُمْ أَوْسَطُ الْعَرَبِ نَسَبًا وَدَارًا وَقَدْ رَضِيتُ لَكُمْ أَحَدَ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ أَيَّهُمَا شِئْتُمْ وَأَخَذَ بِيَدِي وَبِيَدِ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ فَلَمْ أَكْرَهْ مِمَّا قَالَ غَيْرَهَا وَكَانَ وَاللَّهِ أَنْ أُقَدَّمَ فَتُضْرَبَ عُنُقِي لَا يُقَرِّبُنِي ذَلِكَ إِلَى إِثْمٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَتَأَمَّرَ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَّا أَنْ تَغَيَّرَ نَفْسِي عِنْدَ الْمَوْتِ فَقَالَ قَائِلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ أَنَا جُذَيْلُهَا الْمُحَكَّكُ وَعُذَيْقُهَا الْمُرَجَّبُ مِنَّا أَمِيرٌ وَمِنْكُمْ أَمِيرٌ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ فَقُلْتُ لِمَالِكٍ مَا مَعْنَى أَنَا جُذَيْلُهَا الْمُحَكَّكُ وَعُذَيْقُهَا الْمُرَجَّبُ قَالَ كَأَنَّهُ يَقُولُ أَنَا دَاهِيَتُهَا قَالَ وَكَثُرَ اللَّغَطُ وَارْتَفَعَتْ الْأَصْوَاتُ حَتَّى خَشِيتُ الِاخْتِلَافَ فَقُلْتُ ابْسُطْ يَدَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ فَبَسَطَ يَدَهُ فَبَايَعْتُهُ وَبَايَعَهُ الْمُهَاجِرُونَ ثُمَّ بَايَعَهُ الْأَنْصَارُ وَنَزَوْنَا عَلَى سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ فَقَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ قَتَلْتُمْ سَعْدًا فَقُلْتُ قَتَلَ اللَّهُ سَعْدًا وَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَمَا وَاللَّهِ مَا وَجَدْنَا فِيمَا حَضَرْنَا أَمْرًا هُوَ أَقْوَى مِنْ مُبَايَعَةِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَشِينَا إِنْ فَارَقْنَا الْقَوْمَ وَلَمْ تَكُنْ بَيْعَةٌ أَنْ يُحْدِثُوا بَعْدَنَا بَيْعَةً فَإِمَّا أَنْ نُتَابِعَهُمْ عَلَى مَا لَا نَرْضَى وَإِمَّا أَنْ نُخَالِفَهُمْ فَيَكُونَ فِيهِ فَسَادٌ فَمَنْ بَايَعَ أَمِيرًا عَنْ غَيْرِ مَشُورَةِ الْمُسْلِمِينَ فَلَا بَيْعَةَ لَهُ وَلَا بَيْعَةَ لِلَّذِي بَايَعَهُ تَغِرَّةً أَنْ يُقْتَلَا قَالَ مَالِكٌ وَأَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ الرَّجُلَيْنِ اللَّذَيْنِ لَقِيَاهُمَا عُوَيْمِرُ بْنُ سَاعِدَةَ وَمَعْنُ بْنُ عَدِيٍّ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَأَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ الَّذِي قَالَ أَنَا جُذَيْلُهَا الْمُحَكَّكُ وَعُذَيْقُهَا الْمُرَجَّبُ الْحُبَابُ بْنُ الْمُنْذِرِ

Rasulullah menerapkan hukum rajam & kamipun menerapkannya sepeninggal beliau. Aku khawatir dalam waktu yg lama nanti manusia akan mengatakan; 'Sesungguhnya kami tak menemukan ayat (tentang hukum) rajam.' Lalu sebuah kewajiban yg telah Allah turunkan akan ditinggalkan. Sesungguhnya hukum rajam adl hak dalam Kitab Allah bagi siapa saja yg melakukan perbuatan zina jika dia telah Muhshon (pernah menikah) baik laki-laki maupun perempuan, apabila ada bukti, hamil atau ada pengakuan. Ketahuilah sesungguhnya kita pernah membaca: Janganlah kalian membenci bapak bapak kalian, karena hal tersebut dapat membuat kalian kafir, katahuilah sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda:
Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana dikultuskannya Isa Bin Maryam, sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah; 'hambaNya & utusanNya. Sesungguhnya telah sampai kepadaku bahwa ada seseorang diantara kalian yg mengatakan; 'seandainya umar meninggal, maka aku akan membai'at si fulan.' Janganlah seseorang menjadi tertipu dgn mengatakan; 'sesungguhnya pembai'atan Abu Bakar itu terjadi dgn sekonyong konyong.' Ketahuilah bahwa pembai'atan itu memang terjadi demikian. Ketahuilah bahwa Allah telah menjaga keburukan pembai'atan itu, & hari ini tak ada diantara kalian orang yg telah lebih dahulu dari kalian, yg keutamaannya tak dapat disaingi oleh seseorangpun yg seperti Abu Bakar, ketahuilah bahwa diantara berita yg (sampai kepada) kami ketika Rasulullah wafat adl bahwa Ali, Zubair & orang-orang yg bersama keduanya, berselisih di rumah Fatimah Binti Rasulullah , juga semua kaum Anshar berselisih dgn kami di Tsaqifah Bani Sa'idah, kemudian kaum Muhajirin berkumpul dgn Abu Bakar & aku berkata kepadanya; Wahai Abu Bakar, berangkatlah bersama kami menuju saudara saudara kita, yaitu kaum Anshar. Kemudian kami pergi hingga bertemu dgn dua orang lelaki Shalih, & keduanya menceritakan kepada kami tentang apa yg orang-orang (kaum Anshar) lakukan. Kedua orang tersebut bertanya; Hendak kemana kalian wahai kaum Muhajirin?
Aku menjawab; Kami hendak pergi kepada saudara saudara kami yaitu kaum Anshar. Keduanya berkata; Janganlah kalian mendekati mereka, putuskanlah urusan kalian wahai kaum Muhajirin. Aku berkata; Demi Allah, sesungguhnya kami akan mendatangi mereka. Kemudian kami pergi hingga berjumpa dgn mereka di Tsaqifah Bani Sa'idah & mereka sedang berkumpul, di tengah tengah mereka ada seorang lelaki yg sedang berselimut, aku bertanya; Siapakah orang ini?
mereka (kaum Anshar) menjawab; Sa'd Bin Ubadah. Aku bertanya; Kenapa dia?
Mereka menjawab; Sakit. Setelah kami duduk, penceramah mereka (kaum Anshar) berdiri lalu memuji Allah dgn pujian yg layak untuk Allah, & berkata; Amma ba'du, kami adl Ansharullah (penolong agama Allah) & pasukan Islam, sedangkan kalian wahai kaum Muhajirin adl kelompok dari kami, sesungguhnya telah datang sekelompok orang dari kalian -yang berjalan dgn perlahan- yg akan memotong kami dari pangkal kami, & akan mengusir kami dari wilayah kami. Ketika penceramah tersebut diam aku hendak angkat bicara & telah menyiapkan suatu perkataan yg mengagetkan, aku hendak mengatakan perkataan itu dihadapan Abu Bakar, & menghindari kemarahan terhadapnya, & dia orangnya lebih lembut & lebih tenang dari pada aku, kemudian Abu Bakar berkata; Pelan pelan! Aku benci bila harus marah kepadanya, karena dia orangnya lebih lembut & lebih tenang dari pada aku. Demi Allah, jika dia tak meninggalkan satu kalimatpun yg mengagumkanku dalam perkataan yg telah aku persiapkan itu kecuali dia mengucapkannya secara spontan dgn lebih baik, sehingga akhirnya dia diam. Kemudian dia berkata amma ba'du, apa yg telah kalian sebutkan tentang kebaikan, kalian adl ahlinya. Akan tetapi bangsa Arab tak mengenal hal ini kecuali untuk penduduk Quraisy. Mereka adl bangsa arab yg paling pertengahan garis keturunan & dan tempat tinggalnya. Sesungguhnya aku telah meridlai salah satu dari kedua orang ini untuk kalian, mana diantara keduanya yg akan kalian kehendaki, Abu Bakar memegang tanganku & tangan Abu Ubaidah Bin Al Jarrah, sehingga aku tak dapat memaksa dia mengatakan selain itu. Demi Allah, seharusnya aku maju kemudian leherku dipenggal, itu adl lebih aku sukai, sebab hal itu tak dapat mendekatkan aku kepada dosa, dari pada aku menjadi pemimpin suatu kaum sementara diantara mereka ada Abu Bakar, kecuali jika itu merubah diriku saat (aku) mati. Kemudian salah seorang dari kaum Anshar berkata; anaa judzailuha al muhakkak (aku adl kayu unta yg berkudis itu agar dia dapat berjalan dgn cepat) wa 'udzaikuha al murojjab (pohon kurma yg ditopang oleh pohon atau kayu karena dikhawatirkan roboh karena sangat tinggi & buahnya lebat), dari kami ada pemimpin & dari kalian ada pemimpin wahai sekalian kaum Quraisy. -aku (Ishaq Bin Musa At Thbba') berkata kepada Malik; Apa makna anaa judzailuha al muhakkak wa 'udzaikuha al murojjab?
Malik menjawab; Seolah dia mengatakan akulah malapetakanya.- Umar berkata; Suara suara yg tak dapat difahami semakin banyak & semakin meninggi, sehingga aku khawatir terjadi perselisihan, kemudian aku berkata; Bukalah tanganmu wahai Abu Bakar! Lalu dia membuka tangannya & aku membai'atnya, kaum Muhajirin membai'atnya lalu kaum Ansharpun membai'atnya. Kemudian kami melompat kepada Sa'd Bin Ubadah, & salah seorang dari mereka (kaum Anshar) berkata Kalian telah membunuh Sa'd, aku menjawab; Allah yg telah membunuh Sa'd, Umar berkata; Demi Allah, kami tak menemukan hal yg lebih kuat dari pada membai'at Abu Bakar dalam pertemuan kami, kami khawatir jika orang-orang itu telah terpisah dari kami, sementara bai'at belum ada, maka mereka akan membuat sebuah pembai'atan setelah kami. Dengan demikian, boleh jadi kami akan mengikuti mereka pada sesuatu yg tak kami ridlai atau berseberangan dgn mereka, sehingga akan terjadi kehancuran. Maka barangsiapa membai'at seorang pemimpin tanpa musyawarah kaum muslimin, sesungguhnya bai'atnya tak sah, & tak ada hak membai'at bagi orang yg membai'atnya, dikhawatirkan keduanya (orang yg membai'at & dibai'at) akan dibunuh. Malik berkata; & telah mengabarkan kepada kami Ibnu Syihab dari Urwah Bin Az Zubair; bahwa kedua orang lelaki yg ditemuinya adl Uwaimir Bin Sa'idah & Ma'n Bin Adi. Ibnu Syihab berkata; Sa'id Bin Al Musayyib telah mengabarkan kepadaku bahwa orang yg mengatakan; anaa judzailuha al muhakkak wa 'udzaikuha al murojjab adl Al Hubab Bin Al Mundzir. [HR. Ahmad No.368].

Hadits Ahmad No.368 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa Ath Thabba'] Telah menceritakan kepada kami [Malik Bin Anas] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Syihab] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] bahwa [Ibnu Abbas] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Abdurrahman Bin Auf] kembali ke kendaraannya. Ibnu Abbas berkata; "Aku akan bertamu kepada Abdurrahman Bin Auf, dan dia menjumpaiku ketika aku menunggunya. Peristiwa itu terjadi di Mina pada musim haji terakhir yang dilaksanakan oleh Umar Bin Al Khaththab. Abdurrahman berkata; "Sesungguhnya seorang lelaki mendatangi Umar Bin Al Khaththab kemudian berkata; "Seandaianya Umar telah meniggal dunia, maka aku akan membai'at si fulan". Umar menjawab; "Aku masih hidup di tengah orang-orang, maka aku peringatkan mereka yang hendak merebut kepemimpinan orang-orang." Abdurrahman Bin Auf berkata; aku berkata; "Wahai Amirul Mukminin, jangan kamu lakukan hal itu! karena musim haji ini telah berkumpul kalangan bawah dan kaum bodoh dari mereka, dan sesungguhnya merekalah yang mendominasi di majlismu, jika kamu berdiri di tengah orang-orang, aku khawatir kamu akan mengatakan suatu perkataan yang karenanya mereka akan lalai, sehingga mereka tidak dapat memahaminya dan tidak pula menempatkannya pada tempatnya, akan tetapi (tangguhkanlah apa yang hendak kamu katakan) itu sampai tiba di Madinah, sesungguhnya Madinah adalah tempat Hijrah dan Sunnah, dan kamu dapat menyelesaikan (masalah ini) dengan para ulama dan orang-orang terhormat mereka, sehingga kamu dapat mengatakan apa yang akan kamu katakan dengan tenang, kemudian mereka memahami perkataanmu dan menempatkannya sesuai pada tempatnya." Kemudian Umar berkata; "Apabila aku tiba di Madinah dalam keadaan selamat dan sehat, pasti akan aku sampaikan hal itu kepada orang-orang di tempat pertama kali aku menginjakkan kakiku." Maka ketika kami sampai di Madinah menjelang bulan Dzul Hijah dan bertepatan dengan hari Jum'at, aku (Abdurrahman) segera pergi Shakkatul A'ma", -aku bertanya kepada Malik; "Apa maksudnya Shakkatul A'ma?" Dia menjawab; "Maksudnya dia tidak perduli pada waktu apa pergi, tidak perduli waktu panas atau dingin dan yang semisalnya".- kemudian aku mendapati Sa'id Bin Zaid telah mendahuluiku berada di sisi kanan mimbar, lalu aku duduk dihadapannya sambil menempelkan lututku kepada lututnya, tidak lama kemudian Umar muncul, ketika aku melihatnya aku berkata; "Sore ini pasti akan disampaikan di atas mimbar ini suatu perkataan yang belum pernah sebelumnya seorangpun mengatakannya." Abdurrahman Bin Auf berkata; "Sa'id Bin Zaid mengingkari (perkataanku) itu, lalu dia berkata; "Apa? Kamu berharap dia mengatakan suatu perkataan yang tidak pernah dikatakan oleh seorangpun?" Kemudian Umar duduk di atas mimbar, dan setelah Mu'adzin diam (selesai mengumandangkan adzan), dia [(Umar)] berdiri lalu memuji Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, kemudian berkata; "Amma ba'du, wahai manusia, sesungguhnya aku akan mengatakan suatu perkataan yang aku telah ditakdirkan untuk mengatakannya, aku tidak tahu, boleh jadi itu karena ajalku telah berada di hadapanku, barangsiapa memahami dan mengerti perkataan itu, hendaknya dia menceritakannya ke tempat manapun kendaraanya sampai. Barangsiapa yang tidak memahaminya, maka aku tidak menghalalkannya untuk berdusta kepadaku, sesungguhnya Allah Tabaraka Wata'ala telah mengutus Muhammad dengan membawa kebenaran, dan Dia telah menurunkan Al Kitab kepada beliau, diantara ayat yang diturunkan kepada beliau adalah ayat tentang hukum rajam, kemudian kami membacanya dan memahaminya, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerapkan hukum rajam dan kamipun menerapkannya sepeninggal beliau. Aku khawatir dalam waktu yang lama nanti manusia akan mengatakan; 'Sesungguhnya kami tidak menemukan ayat (tentang hukum) rajam.' Lalu sebuah kewajiban yang telah Allah turunkan akan ditinggalkan. Sesungguhnya hukum rajam adalah hak dalam Kitab Allah bagi siapa saja yang melakukan perbuatan zina jika dia telah Muhshon (pernah menikah) baik laki-laki maupun perempuan, apabila ada bukti, hamil atau ada pengakuan. Ketahuilah sesungguhnya kita pernah membaca: "Janganlah kalian membenci bapak bapak kalian, karena hal tersebut dapat membuat kalian kafir", katahuilah sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana dikultuskannya Isa Bin Maryam, sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah; 'hambaNya dan utusanNya." Sesungguhnya telah sampai kepadaku bahwa ada seseorang diantara kalian yang mengatakan; 'seandainya umar meninggal, maka aku akan membai'at si fulan.' Janganlah seseorang menjadi tertipu dengan mengatakan; 'sesungguhnya pembai'atan Abu Bakar itu terjadi dengan sekonyong konyong.' Ketahuilah bahwa pembai'atan itu memang terjadi demikian. Ketahuilah bahwa Allah telah menjaga keburukan pembai'atan itu, dan hari ini tidak ada diantara kalian orang yang telah lebih dahulu dari kalian, yang keutamaannya tidak dapat disaingi oleh seseorangpun yang seperti Abu Bakar, ketahuilah bahwa diantara berita yang (sampai kepada) kami ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat adalah bahwa Ali, Zubair dan orang-orang yang bersama keduanya, berselisih di rumah Fatimah Binti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, juga semua kaum Anshar berselisih dengan kami di Tsaqifah Bani Sa'idah, kemudian kaum Muhajirin berkumpul dengan Abu Bakar dan aku berkata kepadanya; "Wahai Abu Bakar, berangkatlah bersama kami menuju saudara saudara kita, yaitu kaum Anshar." Kemudian kami pergi hingga bertemu dengan dua orang lelaki Shalih, dan keduanya menceritakan kepada kami tentang apa yang orang-orang (kaum Anshar) lakukan. Kedua orang tersebut bertanya; "Hendak kemana kalian wahai kaum Muhajirin?" Aku menjawab; "Kami hendak pergi kepada saudara saudara kami yaitu kaum Anshar". Keduanya berkata; "Janganlah kalian mendekati mereka, putuskanlah urusan kalian wahai kaum Muhajirin." Aku berkata; "Demi Allah, sesungguhnya kami akan mendatangi mereka." Kemudian kami pergi hingga berjumpa dengan mereka di Tsaqifah Bani Sa'idah dan mereka sedang berkumpul, di tengah tengah mereka ada seorang lelaki yang sedang berselimut, aku bertanya; "Siapakah orang ini?" mereka (kaum Anshar) menjawab; "Sa'd Bin Ubadah." Aku bertanya; "Kenapa dia?" Mereka menjawab; "Sakit." Setelah kami duduk, penceramah mereka (kaum Anshar) berdiri lalu memuji Allah dengan pujian yang layak untuk Allah, dan berkata; "Amma ba'du, kami adalah Ansharullah (penolong agama Allah) dan pasukan Islam, sedangkan kalian wahai kaum Muhajirin adalah kelompok dari kami, sesungguhnya telah datang sekelompok orang dari kalian -yang berjalan dengan perlahan- yang akan memotong kami dari pangkal kami, dan akan mengusir kami dari wilayah kami." Ketika penceramah tersebut diam aku hendak angkat bicara dan telah menyiapkan suatu perkataan yang mengagetkan, aku hendak mengatakan perkataan itu dihadapan Abu Bakar, dan menghindari kemarahan terhadapnya, dan dia orangnya lebih lembut dan lebih tenang dari pada aku, kemudian Abu Bakar berkata; "Pelan pelan!" Aku benci bila harus marah kepadanya, karena dia orangnya lebih lembut dan lebih tenang dari pada aku. Demi Allah, jika dia tidak meninggalkan satu kalimatpun yang mengagumkanku dalam perkataan yang telah aku persiapkan itu kecuali dia mengucapkannya secara spontan dengan lebih baik, sehingga akhirnya dia diam. Kemudian dia berkata "amma ba'du, apa yang telah kalian sebutkan tentang kebaikan, kalian adalah ahlinya. Akan tetapi bangsa Arab tidak mengenal hal ini kecuali untuk penduduk Quraisy. Mereka adalah bangsa arab yang paling pertengahan garis keturunan dan dan tempat tinggalnya. Sesungguhnya aku telah meridlai salah satu dari kedua orang ini untuk kalian, mana diantara keduanya yang akan kalian kehendaki, " Abu Bakar memegang tanganku dan tangan Abu Ubaidah Bin Al Jarrah, sehingga aku tidak dapat memaksa dia mengatakan selain itu. Demi Allah, seharusnya aku maju kemudian leherku dipenggal, itu adalah lebih aku sukai, sebab hal itu tidak dapat mendekatkan aku kepada dosa, dari pada aku menjadi pemimpin suatu kaum sementara diantara mereka ada Abu Bakar, kecuali jika itu merubah diriku saat (aku) mati. Kemudian salah seorang dari kaum Anshar berkata; "anaa judzailuha al muhakkak (aku adalah kayu unta yang berkudis itu agar dia dapat berjalan dengan cepat) " wa 'udzaikuha al murojjab (pohon kurma yang ditopang oleh pohon atau kayu karena dikhawatirkan roboh karena sangat tinggi dan buahnya lebat), dari kami ada pemimpin dan dari kalian ada pemimpin wahai sekalian kaum Quraisy." -aku (Ishaq Bin Musa At Thbba') berkata kepada Malik; "Apa makna "anaa judzailuha al muhakkak wa 'udzaikuha al murojjab?" Malik menjawab; "Seolah dia mengatakan akulah malapetakanya."- Umar berkata; "Suara suara yang tidak dapat difahami semakin banyak dan semakin meninggi, sehingga aku khawatir terjadi perselisihan, kemudian aku berkata; "Bukalah tanganmu wahai Abu Bakar!" Lalu dia membuka tangannya dan aku membai'atnya, kaum Muhajirin membai'atnya lalu kaum Ansharpun membai'atnya. Kemudian kami melompat kepada Sa'd Bin Ubadah, dan salah seorang dari mereka (kaum Anshar) berkata "Kalian telah membunuh Sa'd", aku menjawab; "Allah yang telah membunuh Sa'd", Umar berkata; "Demi Allah, kami tidak menemukan hal yang lebih kuat dari pada membai'at Abu Bakar dalam pertemuan kami, kami khawatir jika orang-orang itu telah terpisah dari kami, sementara bai'at belum ada, maka mereka akan membuat sebuah pembai'atan setelah kami. Dengan demikian, boleh jadi kami akan mengikuti mereka pada sesuatu yang tidak kami ridlai atau berseberangan dengan mereka, sehingga akan terjadi kehancuran. Maka barangsiapa membai'at seorang pemimpin tanpa musyawarah kaum muslimin, sesungguhnya bai'atnya tidak sah, dan tidak ada hak membai'at bagi orang yang membai'atnya, dikhawatirkan keduanya (orang yang membai'at dan dibai'at) akan dibunuh." Malik berkata; dan telah mengabarkan kepada kami Ibnu Syihab dari Urwah Bin Az Zubair; bahwa kedua orang lelaki yang ditemuinya adalah Uwaimir Bin Sa'idah dan Ma'n Bin Adi. Ibnu Syihab berkata; "Sa'id Bin Al Musayyib telah mengabarkan kepadaku bahwa orang yang mengatakan; "anaa judzailuha al muhakkak wa 'udzaikuha al murojjab" adalah Al Hubab Bin Al Mundzir."]]]

Hadits Ahmad 369

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنِي مَالِكٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ دُورِ الْأَنْصَارِ بَنِي النَّجَّارِ ثُمَّ بَنِي عَبْدِ الْأَشْهَلِ ثُمَّ بَلْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ ثُمَّ بَنِي سَاعِدَةَ وَقَالَ فِي كُلِّ دُورِ الْأَنْصَارِ خَيْرٌ

Ketahuilah, aku beritahukan kepada kalian sebaik baik rumah kaum Anshar adl Bani Najjar, kemudian Bani Abdul Asyhal, kemudian Balharits Bin Khazraj kemudian Bani Sa'idah, & beliau bersabda; Setiap rumah kaum Anshar adl baik. [HR. Ahmad No.369].

Hadits Ahmad No.369 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah mengkhabarka kepadaku [Malik] dari [Yahya Bin Sa'id] bahwa dia mendengar [Anas Bin Malik] berkata; Rasulullah bersabda: "Ketahuilah, aku beritahukan kepada kalian sebaik baik rumah kaum Anshar adalah Bani Najjar, kemudian Bani Abdul Asyhal, kemudian Balharits Bin Khazraj kemudian Bani Sa'idah", dan beliau bersabda; "Setiap rumah kaum Anshar adalah baik."]]]

Hadits Ahmad 370

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَبَايِعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ يَكُونُ الْبَيْعُ خِيَارًا

Penjual & pembeli masing masing punya hak pilih, selama mereka belum berpisah, atau jual beli adl pilihan. [HR. Ahmad No.370].

Hadits Ahmad No.370 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] Telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Penjual dan pembeli masing masing punya hak pilih, selama mereka belum berpisah, atau jual beli adalah pilihan."]]]

Hadits Ahmad 371

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى أَنْبَأَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ حَبَلِ الْحَبَلَةِ

melarang dari jual beli Habalul Habalah (jual beli janin unta yg diperkirakan betina). [HR. Ahmad No.371].

Hadits Ahmad No.371 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah memberitakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang dari jual beli Habalul Habalah (jual beli janin unta yang diperkirakan betina)."]]]

Hadits Ahmad 372

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى أَنْبَأَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا نَتَبَايَعُ الطَّعَامَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَبْعَثُ عَلَيْنَا مَنْ يَأْمُرُنَا بِنَقْلِهِ مِنْ الْمَكَانِ الَّذِي ابْتَعْنَاهُ فِيهِ إِلَى مَكَانٍ سِوَاهُ قَبْلَ أَنْ نَبِيعَهُ

Kami melakukan transaksi jual beli makanan pada masa Rasulullah , kemudian beliau mengutus orang kepada kami agar kami memindahkan barang yg kami beli dari tempatnya ke tempat lain sebelum menjualnya lagi. [HR. Ahmad No.372].

Hadits Ahmad No.372 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah memberitakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; "Kami melakukan transaksi jual beli makanan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau mengutus orang kepada kami agar kami memindahkan barang yang kami beli dari tempatnya ke tempat lain sebelum menjualnya lagi."]]]

Hadits Ahmad 373

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ابْتَاعَ طَعَامًا فَلَا يَبِعْهُ حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ

Barangsiapa membeli makanan, maka janganlah dia menjualnya sehingga dia menerimanya dgn utuh. [HR. Ahmad No.373].

Hadits Ahmad No.373 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Barangsiapa membeli makanan, maka janganlah dia menjualnya sehingga dia menerimanya dengan utuh."]]]

Hadits Ahmad 374

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى أَنْبَأَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا لَهُ فِي عَبْدٍ فَكَانَ لَهُ مَا يَبْلُغُ ثَمَنَ الْعَبْدِ فَإِنَّهُ يُقَوَّمُ قِيمَةَ عَدْلٍ فَيُعْطَى شُرَكَاؤُهُ حَقَّهُمْ وَعَتَقَ عَلَيْهِ الْعَبْدَ وَإِلَّا فَقَدْ أَعْتَقَ مَا أَعْتَقَ

Barangsiapa memerdekakan budak yg menjadi hak milik bersama, maka dia memiliki tanggungan sesuai dgn seberapa besar harga budak, kemudian dia membagi dgn rata, lalu memberikan kepada sekutu yg lain hak mereka, setelah itu baru dia memerdekakan budaknya, jika tak maka dia sudah memerdekakan budak yg telah dia merdekakan. [HR. Ahmad No.374].

Hadits Ahmad No.374 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah memberitakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memerdekakan budak yang menjadi hak milik bersama, maka dia memiliki tanggungan sesuai dengan seberapa besar harga budak, kemudian dia membagi dengan rata, lalu memberikan kepada sekutu yang lain hak mereka, setelah itu baru dia memerdekakan budaknya, jika tidak maka dia sudah memerdekakan budak yang telah dia merdekakan."]]]

Hadits Ahmad 375

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ سَعِيدٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رَجُلٌ لَاعَنَ امْرَأَتَهُ فَقَالَ فَرَّقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُمَا وَذَكَرَ الْحَدِيثَ

seorang suami yg meli'an istrinya, maka dia berkata; Rasulullah memisahkan keduanya (suami istri), kemudian dia menyebutkan hadits. [HR. Ahmad No.375].

Hadits Ahmad No.375 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub] dari [Sa'id] dia berkata; aku berkata kepada [Ibnu Umar], bahwa ada seorang suami yang meli'an istrinya, maka dia berkata; "Rasulullah memisahkan keduanya (suami istri), " kemudian dia menyebutkan hadits.]]]