Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Hadits Kab Bin Malik Radliyallahu Anhu

Hadits Ahmad 25913

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي أَنَّ أَرْوَاحَ الشُّهَدَاءِ فِي طَائِرٍ خُضْرٍ تَعْلُقُ مِنْ ثَمَرِ الْجَنَّةِ وَقُرِئَ عَلَى سُفْيَانَ نَسَمَةٌ تَعْلُقُ فِي ثَمَرَةٍ أَوْ شَجَرِ الْجَنَّةِ

arwah para syuhada' berada dalam burung hijau yg menggantung pohon yg berbuah di dalam surga. Dan telah dibacakan di hadapan Sufyan, jiwanya bergantungan pada pohon yg berbuah, atau pohon di surga. [HR. Ahmad No.25913].

Hadits Ahmad No.25913 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Ka'b bin Malik] dari [ayahnya] yang ia sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yakni bahwa arwah para syuhada' berada dalam burung hijau yang menggantung pohon yang berbuah di dalam surga." Dan telah dibacakan di hadapan Sufyan, "jiwanya bergantungan pada pohon yang berbuah, atau pohon di surga."]]]

Hadits Ahmad 25914

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ وَلَا يَمْسَحُ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا

makan dgn menggunakan tiga jari, & tak mengusap tangannya sehingga beliau menjilatinya. [HR. Ahmad No.25914].

Hadits Ahmad No.25914 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Abdurrahman bin Sa'd] dari [Ibnu Ka'b bin Malik] dari [ayahnya] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam makan dengan menggunakan tiga jari, dan tidak mengusap tangannya sehingga beliau menjilatinya."]]]

Hadits Ahmad 25915

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ جَارِيَةً لَهُمْ سَوْدَاءَ ذَبَحَتْ شَاةً بِمَرْوَةٍ فَذَكَرَ كَعْبٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ بِأَكْلِهَا

menyembelih seekor kambing dgn menggunakan Marwah (batu hitam yg tajam), lalu Ka'b menyebutkan hal itu kepada Nabi , & beliau pun memerintahkan untuk memakannya. [HR. Ahmad No.25915].

Hadits Ahmad No.25915 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Al Hajjaj] dari [Nafi'] dari [Ibnu Ka'b bin Malik] dari [ayahnya], bahwa budak perempuan mereka yang berkulit hitam telah menyembelih seekor kambing dengan menggunakan Marwah (batu hitam yang tajam), lalu Ka'b menyebutkan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau pun memerintahkan untuk memakannya."]]]

Hadits Ahmad 25916

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَوْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَخْبَرَاهُ عَنْ أَبِيهِ كَعْبٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ فَإِذَا فَرَغَ لَعِقَهَا

makan dgn menggunakan tiga jari, jika selesai maka beliau menjilatinya. [HR. Ahmad No.25916].

Hadits Ahmad No.25916 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Hisyam] dari [Abdurrahman bin Sa'ad] bahwa [Abdurrahman bin Ka'b bin Malik] atau [Abdullah bin Ka'b bin Malik] telah mengabarkan dari ayahnya [Ka'b] bahwa dia menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam makan dengan menggunakan tiga jari, jika selesai maka beliau menjilatinya."]]]

Hadits Ahmad 25917

حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقْدَمُ مِنْ سَفَرٍ إِلَّا فِي الضُّحَى فَيَبْدَأُ بِالْمَسْجِدِ فَيُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ وَيَقْعُدُ فِيهِ

Tidaklah Rasulullah datang dari bepergian melainkan di waktu dluha, kemudian beliau memulainya dgn memasuki masjid & shalat dua rakaat lalu duduk di dalamnya. [HR. Ahmad No.25917].

Hadits Ahmad No.25917 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] berkata, Telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Az Zuhri] dari [Abdurrahman bin Ka'b] dari [ayahnya] dia berkata, "Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang dari bepergian melainkan di waktu dluha, kemudian beliau memulainya dengan memasuki masjid dan shalat dua rakaat lalu duduk di dalamnya."]]]

Hadits Ahmad 25918

حَدَّثَنَا يَزِيدُ وَأَبُو النَّضْرِ قَالَا أَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَالْخَامَةِ مِنْ الزَّرْعِ تُفَيِّئُهَا الرِّيَاحُ تَصْرَعُهَا مَرَّةً وَتَعْدِلُهَا أُخْرَى حَتَّى يَأْتِيَهُ أَجَلُهُ وَمَثَلُ الْكَافِرِ مَثَلُ الْأَرْزَةِ الْمُجْذِيَةِ عَلَى أَصْلِهَا لَا يُقِلُّهَا شَيْءٌ حَتَّى يَكُونَ انْجِعَافُهَا مَرَّةً

Perumpamaan seorang mukmin seperti [HR. Ahmad No.25918].

Hadits Ahmad No.25918 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yazid] dan [Abu Nadlr] keduanya berkata, aku [Al Mas'udi] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Ibnu Ka'b bin Malik] dari [ayahnya] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan seorang mukmin seperti]]]

Hadits Ahmad 25919

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ وَعَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَا أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَعَنْ عَمِّهِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقْدَمُ مِنْ سَفَرٍ إِلَّا نَهَارًا فِي الضُّحَى وَإِذَا قَدِمَ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَصَلَّى فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ فِيهِ

tidak datang dari bepergian kecuali pada waktu dluha, & apabila beliau datang, beliau memulainya dgn masuk masjid & shalat dua rakaat, kemudian beliau duduk di dalamnya. [HR. Ahmad No.25919].

Hadits Ahmad No.25919 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakr] dan [Abdurrazaq] keduanya berkata, telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata, Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Syihab] bahwa [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'b], [Abdurrazaq] berkata, dan dari pamannya [Ubaidullah bin Ka'b] dari [Ka'b bin Malik] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak datang dari bepergian kecuali pada waktu dluha, dan apabila beliau datang, beliau memulainya dengan masuk masjid dan shalat dua rakaat, kemudian beliau duduk di dalamnya."]]]

Hadits Ahmad 25920

حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ وَأَبُو جَعْفَرٍ الْمَدَائِنِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا عَبَّادٌ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ حُسَيْنٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهِ وَهُوَ مُلَازِمٌ رَجُلًا فَقَالَ مَا هَذَا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ غَرِيمٌ لِي وَأَشَارَ بِيَدِهِ أَنْ يَأْخُذَ النِّصْفَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَعَمْ قَالَ فَأَخَذَ الشَّطْرَ وَتَرَكَ الشَّطْرَ

melewatinya saat sedang berselisih dgn seorang laki-laki. Beliau lalu bertanya: Apa ini?
dia menjawab, Wahai Rasulullah, orang ini berhutang kepadaku. -Kemudian beliau berisyarat dgn tangannya agar ia mengambil setengahnya- Aku lalu berkata, Baik ya Rasulullah, kemudian dia mengambil setengah & meninggalkan yg setengah lagi. [HR. Ahmad No.25920].

Hadits Ahmad No.25920 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Suraij] dan [Abu Ja'far Al Mada`ini] keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami ['Abbad] dari [Sufyan bin Husain] dari [Az Zuhri] dari [Abdullah bin Ka'b bin Malik] dari [ayahnya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melewatinya saat sedang berselisih dengan seorang laki-laki. Beliau lalu bertanya: "Apa ini?" dia menjawab, "Wahai Rasulullah, orang ini berhutang kepadaku." -Kemudian beliau berisyarat dengan tangannya agar ia mengambil setengahnya- Aku lalu berkata, "Baik ya Rasulullah, " kemudian dia mengambil setengah dan meninggalkan yang setengah lagi."]]]

Hadits Ahmad 25921

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَنْزَلَ فِي الشِّعْرِ مَا أَنْزَلَ فَقَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُجَاهِدُ بِسَيْفِهِ وَلِسَانِهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَكَأَنَّ مَا تَرْمُونَهُمْ بِهِ نَضْحُ النَّبْلِ

Sesungguhnya seorang mukmin berjihad dgn pedang & lisannya, demi Dzat yg jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya apa yg kalian lemparkan kepada mereka seakan-akan anak panah yg meluncur. [HR. Ahmad No.25921].

Hadits Ahmad No.25921 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Abdurrahman bin Ka'b bin Malik] dari [ayahnya] bahwa dia berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menurunkan di dalam bait-bait syair sesuatu yang telah Dia turunkan, maka beliau bersabda: "Sesungguhnya seorang mukmin berjihad dengan pedang dan lisannya, demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya apa yang kalian lemparkan kepada mereka seakan-akan anak panah yang meluncur."]]]

Hadits Ahmad 25922

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ لَمْ أَتَخَلَّفْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ غَزَاهَا حَتَّى كَانَتْ غَزْوَةُ تَبُوكَ إِلَّا بَدْرًا وَلَمْ يُعَاتِبْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدًا تَخَلَّفَ عَنْ بَدْرٍ إِنَّمَا خَرَجَ يُرِيدُ الْعِيرَ فَخَرَجَتْ قُرَيْشٌ مُغَوِّثِينَ لِعِيرِهِمْ فَالْتَقَوْا عَنْ غَيْرِ مَوْعِدٍ كَمَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَعَمْرِي إِنَّ أَشْرَفَ مَشَاهِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ لَبَدْرٌ وَمَا أُحِبُّ أَنِّي كُنْتُ شَهِدْتُهَا مَكَانَ بَيْعَتِي لَيْلَةَ الْعَقَبَةِ حَيْثُ تَوَافَقْنَا عَلَى الْإِسْلَامِ وَلَمْ أَتَخَلَّفْ بَعْدُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ غَزَاهَا حَتَّى كَانَتْ غَزْوَةُ تَبُوكَ وَهِيَ آخِرُ غَزْوَةٍ غَزَاهَا فَأَذِنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلنَّاسِ بِالرَّحِيلِ وَأَرَادَ أَنْ يَتَأَهَّبُوا أُهْبَةَ غَزْوِهِمْ وَذَلِكَ حِينَ طَابَ الظِّلَالُ وَطَابَتْ الثِّمَارُ فَكَانَ قَلَّمَا أَرَادَ غَزْوَةً إِلَّا وَرَّى غَيْرَهَا وَقَالَ يَعْقُوبُ عَنِ ابْنِ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ إِلَّا وَرَّى بِغَيْرِهَا حَدَّثَنَاهُ سُفْيَانَ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَقَالَ فِيهِ وَرَّى غَيْرَهَا ثُمَّ رَجَعَ إِلَى حَدِيثِ عَبْدِ الرَّزَّاقِ وَكَانَ يَقُولُ الْحَرْبُ خَدْعَةٌ فَأَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ أَنْ يَتَأَهَّبَ النَّاسُ أُهْبَةً وَأَنَا أَيْسَرُ مَا كُنْتُ قَدْ جَمَعْتُ رَاحِلَتَيْنِ وَأَنَا أَقْدَرُ شَيْءٍ فِي نَفْسِي عَلَى الْجِهَادِ وَخِفَّةِ الْحَاذِ وَأَنَا فِي ذَلِكَ أَصْغُو إِلَى الظِّلَالِ وَطِيبِ الثِّمَارِ فَلَمْ أَزَلْ كَذَلِكَ حَتَّى قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَادِيًا بِالْغَدَاةِ وَذَلِكَ يَوْمَ الْخَمِيسِ وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فَأَصْبَحَ غَادِيًا فَقُلْتُ أَنْطَلِقُ غَدًا إِلَى السُّوقِ فَأَشْتَرِي جَهَازِي ثُمَّ أَلْحَقُ بِهِمْ فَانْطَلَقْتُ إِلَى السُّوقِ مِنْ الْغَدِ فَعَسُرَ عَلَيَّ بَعْضُ شَأْنِي فَرَجَعْتُ فَقُلْتُ أَرْجِعُ غَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَأَلْحَقُ بِهِمْ فَعَسُرَ عَلَيَّ بَعْضُ شَأْنِي فَلَمْ أَزَلْ كَذَلِكَ حَتَّى الْتَبَسَ بِي الذَّنْبُ وَتَخَلَّفْتُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلْتُ أَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ وَأَطُوفُ بِالْمَدِينَةِ فَيُحْزِنُنِي أَنِّي لَا أَرَى أَحَدًا تَخَلَّفَ إِلَّا رَجُلًا مَغْمُوصًا عَلَيْهِ فِي النِّفَاقِ وَكَانَ لَيْسَ أَحَدٌ تَخَلَّفَ إِلَّا رَأَى أَنَّ ذَلِكَ سَيُخْفَى لَهُ وَكَانَ النَّاسُ كَثِيرًا لَا يَجْمَعُهُمْ دِيوَانٌ وَكَانَ جَمِيعُ مَنْ تَخَلَّفَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضْعَةً وَثَمَانِينَ رَجُلًا وَلَمْ يَذْكُرْنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَلَغَ تَبُوكًا فَلَمَّا بَلَغَ تَبُوكًا قَالَ مَا فَعَلَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قَوْمِي خَلَّفَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بُرْدَيْهِ وَالنَّظَرُ فِي عِطْفَيْهِ وَقَالَ يَعْقُوبُ عَنِ ابْنِ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ بُرْدَاهُ وَالنَّظَرُ فِي عِطْفَيْهِ فَقَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ بِئْسَمَا قُلْتَ وَاللَّهِ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا نَعْلَمُ إِلَّا خَيْرًا فَبَيْنَا هُمْ كَذَلِكَ إِذَا هُمْ بِرَجُلٍ يَزُولُ بِهِ السَّرَابُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْ أَبَا خَيْثَمَةَ فَإِذَا هُوَ أَبُو خَيْثَمَةَ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَةَ تَبُوكَ وَقَفَلَ وَدَنَا مِنْ الْمَدِينَةِ جَعَلْتُ أَتَذَكَّرُ بِمَاذَا أَخْرُجُ مِنْ سَخْطَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَسْتَعِينُ عَلَى ذَلِكَ كُلَّ ذِي رَأْيٍ مِنْ أَهْلِي حَتَّى إِذَا قِيلَ النَّبِيُّ هُوَ مُصْبِحُكُمْ بِالْغَدَاةِ زَاحَ عَنِّي الْبَاطِلُ وَعَرَفْتُ أَنِّي لَا أَنْجُو إِلَّا بِالصِّدْقِ وَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضُحًى فَصَلَّى فِي الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ إِذَا جَاءَ مِنْ سَفَرٍ فَعَلَ ذَلِكَ وَدَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ فَجَعَلَ يَأْتِيهِ مَنْ تَخَلَّفَ فَيَحْلِفُونَ لَهُ وَيَعْتَذِرُونَ إِلَيْهِ فَيَسْتَغْفِرُ لَهُمْ وَيَقْبَلُ عَلَانِيَتَهُمْ وَيَكِلُ سَرَائِرَهُمْ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَدَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ جَالِسٌ فَلَمَّا رَآنِي تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ فَجِئْتُ فَجَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ أَلَمْ تَكُنْ ابْتَعْتَ ظَهْرَكَ قُلْتُ بَلَى يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ فَمَا خَلَّفَكَ قُلْتُ وَاللَّهِ لَوْ بَيْنَ يَدَيْ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ غَيْرَكَ جَلَسْتُ لَخَرَجْتُ مِنْ سَخْطَتِهِ بِعُذْرٍ لَقَدْ أُوتِيتُ جَدَلًا وَقَالَ يَعْقُوبُ عَنِ ابْنِ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ لَرَأَيْتُ أَنْ أَخْرُجَ مِنْ سَخْطَتِهِ بِعُذْرٍ وَفِي حَدِيثِ عُقَيْلٍ أَخْرُجُ مِنْ سَخْطَتِهِ بِعُذْرٍ وَفِيهِ لَيُوشِكَنَّ أَنَّ اللَّهَ يُسْخِطُكَ عَلَيَّ وَلَئِنْ حَدَّثْتُكَ حَدِيثَ صِدْقٍ تَجِدُ عَلَيَّ فِيهِ إِنِّي لَأَرْجُو فِيهِ عَفْوَ اللَّهِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى حَدِيثِ عَبْدِ الرَّزَّاقِ وَلَكِنْ قَدْ عَلِمْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَنِّي إِنْ أَخْبَرْتُكَ الْيَوْمَ بِقَوْلٍ تَجِدُ عَلَيَّ فِيهِ وَهُوَ حَقٌّ فَإِنِّي أَرْجُو فِيهِ عَفْوَ اللَّهِ وَإِنْ حَدَّثْتُكَ الْيَوْمَ حَدِيثًا تَرْضَى عَنِّي فِيهِ وَهُوَ كَذِبٌ أُوشِكُ أَنْ يُطْلِعَكَ اللَّهُ عَلَيَّ وَاللَّهِ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا كُنْتُ قَطُّ أَيْسَرَ وَلَا أَخَفَّ حَاذًا مِنِّي حِينَ تَخَلَّفْتُ عَنْكَ فَقَالَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ صَدَقَكُمْ الْحَدِيثَ قُمْ حَتَّى يَقْضِيَ اللَّهُ فِيكَ فَقُمْتُ فَثَارَ عَلَى أَثَرِي نَاسٌ مِنْ قَوْمِي يُؤَنِّبُونَنِي فَقَالُوا وَاللَّهِ مَا نَعْلَمُكَ أَذْنَبْتَ ذَنْبًا قَطُّ قَبْلَ هَذَا فَهَلَّا اعْتَذَرْتَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعُذْرٍ يَرْضَى عَنْكَ فِيهِ فَكَانَ اسْتِغْفَارُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي مِنْ وَرَاءِ ذَنْبِكَ وَلَمْ تُقِفْ نَفْسَكَ مَوْقِفًا لَا تَدْرِي مَاذَا يُقْضَى لَكَ فِيهِ فَلَمْ يَزَالُوا يُؤَنِّبُونَنِي حَتَّى هَمَمْتُ أَنْ أَرْجِعَ فَأُكَذِّبَ نَفْسِي فَقُلْتُ هَلْ قَالَ هَذَا الْقَوْلَ أَحَدٌ غَيْرِي قَالُوا نَعَمْ هِلَالُ بْنُ أُمَيَّةَ وَمَرَارَةُ يَعْنِي ابْنَ رَبِيعَةَ فَذَكَرُوا رَجُلَيْنِ صَالِحَيْنِ قَدْ شَهِدَا بَدْرًا لِي فِيهِمَا يَعْنِي أُسْوَةً فَقُلْتُ وَاللَّهِ لَا أَرْجِعُ إِلَيْهِ فِي هَذَا أَبَدًا وَلَا أُكَذِّبُ نَفْسِي وَنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ عَنْ كَلَامِنَا أَيُّهَا الثَّلَاثَةُ قَالَ فَجَعَلْتُ أَخْرُجُ إِلَى السُّوقِ فَلَا يُكَلِّمُنِي أَحَدٌ وَتَنَكَّرَ لَنَا النَّاسُ حَتَّى مَا هُمْ بِالَّذِينَ نَعْرِفُ وَتَنَكَّرَتْ لَنَا الْحِيطَانُ الَّتِي نَعْرِفُ حَتَّى مَا هِيَ الْحِيطَانُ الَّتِي نَعْرِفُ وَتَنَكَّرَتْ لَنَا الْأَرْضُ حَتَّى مَا هِيَ الْأَرْضُ الَّتِي نَعْرِفُ وَكُنْتُ أَقْوَى أَصْحَابِي فَكُنْتُ أَخْرُجُ فَأَطُوفُ بِالْأَسْوَاقِ وَآتِي الْمَسْجِدَ فَأَدْخُلُ وَآتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُسَلِّمُ عَلَيْهِ فَأَقُولُ هَلْ حَرَّكَ شَفَتَيْهِ بِالسَّلَامِ فَإِذَا قُمْتُ أُصَلِّي إِلَى سَارِيَةٍ فَأَقْبَلْتُ قِبَلَ صَلَاتِي نَظَرَ إِلَيَّ بِمُؤَخَّرِ عَيْنَيْهِ وَإِذَا نَظَرْتُ إِلَيْهِ أَعْرَضَ عَنِّي وَاسْتَكَانَ صَاحِبَايَ فَجَعَلَا يَبْكِيَانِ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يُطْلِعَانِ رُءُوسَهُمَا فَبَيْنَا أَنَا أَطُوفُ السُّوقَ إِذَا رَجُلٌ نَصْرَانِيٌّ جَاءَ بِطَعَامٍ يَبِيعُهُ يَقُولُ مَنْ يَدُلُّ عَلَى كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ فَطَفِقَ النَّاسُ يُشِيرُونَ لَهُ إِلَيَّ فَأَتَانِي وَأَتَانِي بِصَحِيفَةٍ مِنْ مَلِكِ غَسَّانَ فَإِذَا فِيهَا أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّهُ بَلَغَنِي أَنَّ صَاحِبَكَ قَدْ جَفَاكَ وَأَقْصَاكَ وَلَسْتَ بِدَارِ مَضْيَعَةٍ وَلَا هَوَانٍ فَالْحَقْ بِنَا نُوَاسِيكَ فَقُلْتُ هَذَا أَيْضًا مِنْ الْبَلَاءِ وَالشَّرِّ فَسَجَرْتُ لَهَا التَّنُّورَ وَأَحْرَقْتُهَا فِيهِ فَلَمَّا مَضَتْ أَرْبَعُونَ لَيْلَةً إِذَا رَسُولٌ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَتَانِي فَقَالَ اعْتَزِلْ امْرَأَتَكَ فَقُلْتُ أُطَلِّقُهَا قَالَ لَا وَلَكِنْ لَا تَقْرَبَنَّهَا فَجَاءَتْ امْرَأَةُ هِلَالٍ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هِلَالَ بْنَ أُمَيَّةَ شَيْخٌ ضَعِيفٌ فَهَلْ تَأْذَنُ لِي أَنْ أَخْدُمَهُ قَالَ نَعَمْ وَلَكِنْ لَا يَقْرَبَنَّكِ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا بِهِ حَرَكَةٌ لِشَيْءٍ مَا زَالَ مُكِبًّا يَبْكِي اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ مُنْذُ كَانَ مِنْ أَمْرِهِ مَا كَانَ قَالَ كَعْبٌ فَلَمَّا طَالَ عَلَيَّ الْبَلَاءُ اقْتَحَمْتُ عَلَى أَبِي قَتَادَةَ حَائِطَهُ وَهُوَ ابْنُ عَمِّي فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَقُلْتُ أَنْشُدُكَ اللَّهَ يَا أَبَا قَتَادَةَ أَتَعْلَمُ أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَسَكَتَ ثُمَّ قُلْتُ أَنْشُدُكَ اللَّهَ يَا أَبَا قَتَادَةَ أَتَعْلَمُ أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَلَمْ أَمْلِكْ نَفْسِي أَنْ بَكَيْتُ ثُمَّ اقْتَحَمْتُ الْحَائِطَ خَارِجًا حَتَّى إِذَا مَضَتْ خَمْسُونَ لَيْلَةً مِنْ حِينِ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ عَنْ كَلَامِنَا صَلَّيْتُ عَلَى ظَهْرِ بَيْتٍ لَنَا صَلَاةَ الْفَجْرِ ثُمَّ جَلَسْتُ وَأَنَا فِي الْمَنْزِلَةِ الَّتِي قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ ضَاقَتْ عَل

Sesungguhnya Allah Telah menerima Taubat Nabi, orang-orang Muhajirin & orang-orang Anshar …) ' sampai kepada firman Allah '(…Sesungguhnya Allah-lah yg Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) ' (Qs. At Taubah: 17-18). Dan tentang diri kami juga turun ayat: '(Hai orang-orang yg beriman bertakwalah kepada Allah, & hendaklah kamu bersama orang-orang yg benar) ' (Qs. At TAubah: 119). Maka aku pun berkata, Wahai Nabiyullah, sesungguhnya bagian dari taubatku, sungguh aku tak akan berkata kecuali dgn kejujuran, & aku akan melepaskan hartaku sebagai sedekah kepada Allah Ta'ala & kepada Rasul-Nya. Rasulullah lalu bersabda:
Tahanlah sebagian hartamu, hal itu lebih baik bagimu. Aku berkata, Lalu aku menahan bagianku yg ada di Khaibar. Ka'b bin Malik berkata, Maka tak ada ni'mat yg lebih besar yg diberikan Allah kepadaku setelah nikmat Islam dari kejujuranku di hadapan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam, ketika aku & kedua sahabatku membenarkannya, bahwa kami tak akan berdusta yg akan menyebabkan diri kami binasa sebagaimana mereka binasa. Sesungguhnya aku berharap semoga Allah Azza Wa Jalla tak memberikan cobaan kepada seorangpun dari kalangan kaum muslimin dalam kejujuran sebagaimana cobaan-Nya kepadaku. Sungguh, aku berharap semoga Allah menjagaku di sisa umurku ini. [HR. Ahmad No.25922].

Hadits Ahmad No.25922 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazaq] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Abdurrahman bin Ka'b bin Malik] dari [ayahnya] dia berkata, "Aku tidak pernah tertinggal untuk selaluserta dalam peperangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga dalam Perang Tabuk. Kecuali Perang Badar, dan beliau tidak mencela seorangpun yang meninggalkannya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumumkan kepada manusia untuk berangkat perang, dan beliau ingin agar para sahabat mempersiapkan diri dan perbekalan untuk perang mereka. Dan itu ketika musim kurma tiba, dan sudah menjadi kebiasaan bahwa beliau selalu merahasiakan ketika akan melakukan peperangan. [Ya'qub] menyebutkan dari [Anak saudara dari Ibnu Syihab] dengan lafadz 'kecuali beliau merahasiakannya'. Kami telah menceritakannya kepada [Sufyan] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'b bin Malik] ia menyebutkan dalam riwayatnya, 'Beliau merahasiakannya'. Kemudian dia kembali kepada haditsnya 'Abdurrazaq, ia menyebutkan 'Perang adalah tipu daya'. Maka pada perang Tabuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ingin agar manusia mempersiapkan perbekalan. Pada saat itu, aku dalam keadaan sangat mudah bagiku. Tidaklah aku mengumpulkan dua kendaran sekaligus sebelumnya. Dan aku lebih mampu untuk berjihad serta mempersiapkan perbekalan. Namun saat itu aku lebih condong menikmati hasil panen dan banyaknya buah-buahan, dan aku masih terlena seperti itu hingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berangkat di pagi hari, dan itu terjadi pada hari kamis. Beliau lebih suka untuk berangkat hari kamis, maka beliau berangkat di pagi harinya (di hari Kamis)." Aku berkata, "Aku besok akan pergi ke pasar untuk membeli perbekalan lalu aku akan menyusul mereka." Maka besoknya aku pergi ke pasar, sementara perasaan (hati) ku mulai terasa berat, kemudian aku kembali seraya berucap, 'Aku akan kembali besok hari Insya Allah dan menyusul mereka'. Lagi-lagi keadaanku mulai terasa berat, masih saja aku seperti itu sehingga aku merasa telah berdosa karena telah meninggalkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian aku berjalan ke pasar dan mengelilingi kota Madinah, suatu hal yang sangat menyedihkanku, sungguh aku tidak melihat seorang pun yang tertinggal kecuali laki-laki yang terkenal kemunafikannya. Tidak ada seorang pun yang tertinggal melainkan diketahui bahwa ada suatu hal yang ia sembunyikan, dan kebanyakan orang-orang tidak menulis dalam daftar pasukan, sedangkan yang tidak ikut serta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ada sekitar delapan puluh orang, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri tidak ingat dengan aku hingga beliau tiba di Tabuk. Tatkala beliau tiba di Tabuk, beliau bertanya: "Apa yang dilakukan Ka'b bin Malik? Maka seorang laki-laki dari kaumku berkata, "Mantelnya tertinggal wahai Rasulullah, sedangkan dia selalu memandanginya (ta'jub dengannya)." Dan Ya'qub menyebutkan dari anak saudaranya Ibnu Syihab, 'kain burdahnya dan selalu memandangi mantelnya Karena ta'jub'. Mu'adz bin Jabal berkata, "Alangkah buruk apa yang kamu katakan! Demi Allah Wahai Rasulullah, kami tidak mengetahui keadaannya kecuali kebaikan." Ketika mereka sedang seperti itu, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang terlihat dari kejauhan, seperti bayangan fatamorgana. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Semoga dia adalah Abu Haitsamah." Dan ternyata benar, laki-laki itu adalah Abu Haitsamah. Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari perang Tabuk, beliau kembali sambil berseru dari Madinah, aku segera memikirkan, bagaimana aku akan keluar dari kemarahan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka aku akan meminta tolong dari orang-orang yang mempunyai pendapat jitu dari keluargaku. Tatkala sampai kabar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan sampai besok pagi, maka kebatilan pergi dariku, aku tahu sesungguhnya aku tidak bisa selamat darinya selamanya kecuali dengan kejujuran. Pada pagi hari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang, lantas beliau shalat dua rakaat. Jika beliau datang dari sebuah perjalanan, beliau selalu mengerjakan hal itu, beliau datang ke masjid lalu shalat dua rakaat kemudian duduk. Orang-orang yang tidak ikut serta kemudian datang menemui beliau untuk mengemukakan alasan-alasan mereka agar beliau memintakan ampun untuk mereka, maka beliau pun menerima alasan-alasan yang mereka tampakkan dan menyerahkan apa yang mereka sembunyikan kepada Allah 'azza wajalla. Lalu aku memasuki masjid, saat itu beliau sedang duduk, tatkala beliau melihatku, beliau senyum sinis kepadaku. Lalu aku datang sampai aku duduk di hadapannya. Beliau lalu bertanya kepadaku: "Bukankah kendaraanmu sudah siap?" Aku menjawab, "Benar wahai Nabiyullah." Beliau bersabda: "Apa yang menyebabkanmu tidak ikut serta?" Aku menjawab, "Jika di hadapanku adalah orang selian tuan, maka aku akan dapat keluar dari kemarahannya dengan satu alasan, karena aku telah diberi kemampuan untuk itu." Sementara [Ya'qub] menyebutkan dari [Ibnu Akhi Ibnu Syihab], "Sungguh, aku mampu untuk keluar dari kemarahannya dengan alasan-alasan yang ada." Dan dalam riwayatnya 'Uqail, "Aku akan keluar dari kemarahannya dengan alasan-alasan yang ada, sungguh Allah akan memperingati tuan, dan jika aku menceritakan kepada tuan dengan jujur, maka anda akan mendapatkannya padaku, sesungguhnya aku mengharap ampunan dari Allah." Kemudian kembali kepada hadits 'Abdurrazaq, "Akan tetapi wahai Nabiyullah, sesungguhnya jika aku mengabarkan kepada tuan pada hari ini dengan perkataan, maka tuan akan mendapatkannya padaku bahwa itu adalah benar, sesungguhnya aku mengharapkan ampunan dari Allah, dan jika aku menceritakan kepada tuan pada hari ini dengan perkataan yang bisa meridlaiku dengan kedustaan, maka Allah pasti menyingkap (kebohongan) atasku. Demi Allah wahai Nabiyullah, saat itu aku dalam keadaan yang sangat mudah bagiku ketika aku tidak ikut bersama tuan." Beliau kemudian bersabda: "Ini merupakan sebuah kejujuran, bangunlah sampai Allah yang akan memberi keputusan kepadamu." Aku pun bangun, lalu beberapa laki-laki dari kaumku menemuiku, dan mereka berkata kepadaku, "Demi Allah, kami sebelumnya tidak mengeahui kamu telah berbuat dosa, kenapa kamu tidak meminta udzur kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang bisa memperoleh keredlaan-Nya, sebab istighfarnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan jiwamu tidak akan berhenti, dan tidak tahu keputusan apa yang akan menimpa dirimu." Dan mereka terus saja membujukku sampai aku berkeinginan untuk kembali dan membohongi diriku sendiri, maka aku pun berkata, "Apakah selain aku ada orang yang mengatakan seperti diriku?" Mereka menjawab, "Ya, dia adalah Hilal bin Umayah dan Murarah, yakni Ibnu Rabi'ah." Lalu mereka menyebutkan dua laki-laki shalih yang pernah ikut serta dalam perang Badr yang akan aku jadikan contoh, maka aku berkata, "Demi Allah, aku tidak akan kembali kepada beliau selamanya, dan sekali-kali aku tidak akan mendustai diriku." Selanjutnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang manusia untuk bercakap-cakap kepada kami -yaitu tiga orang-." Ka'b berkata, "Kemudian aku pergi ke pasar, dan tidak satu orang pun yang mengajak bicara kepada kami, orang-orang berpaling dari kami, sampai-sampai orang yang kami kenali pun ikut bersikap seperti itu. Kemudian menjadi sempitlah kebun bagiku hingga kami tidak kenal lagi kebun manakah yang kami tahu, dan bumipun menjadi sempit buat kami sampai aku tidak tahu bumi mana lagi yang aku tahu. Aku termasuk dari orang yang paling kuat di antara kedua sahabatku, kemudian aku berkeliling ke pasar dan mendatangi masjid untuk menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu aku mengucapkan salam kepada beliau, dalam hati aku berkata, 'Apakah beliau akan menjawab salam dengan kedua mulutnya atau tidak? ' Aku lalu shalat dengan menghadap tiang, ketika aku dalam shalat beliau melihatku, jika aku menoleh ke arah beliau, beliau berpaling dariku. Sedangkan kedua sahabatku selalu tinggal dirumah sambil menangis baik siang maupun malam hari. Keduanya tidak mau muncul di tengah-tengah manusia. Tatkala aku berjalan di pasar, tiba-tiba seorang Nashrani datang dengan membawa makanan yang dijual, dia berkata, 'Siapakah yang bisa menunjukkan aku kepada Ka'b bin Malik? ' Serentak orang-orang menununjukkan kepadaku, lalu dia mendatangiku dengan membawa selembar kertas dari Raja Ghassan, di dalamnya tertulis: 'Amma Ba'du. Telah sampai kepadaku bahwa sahabatmu telah mengasingkanmu, padahal kamu tidak berada di bumi yang sempit lagi hina, pergilah kepada kami, niscaya kami akan menolongmu.' Saat membacanya, aku pun berkata, 'Ini adalah bagian dari cobaan dan ujian.' Kemudian aku menyalakan api di tungku pembakaran, lalu kertas itu aku bakar, hinga ketika sudah lewat empat puluh hari, datanglah utusan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepadaku seraya berkata, "Tinggalkanlah isterimu! ' Maka aku bertanya, 'Apakah aku harus menceraikannya? ' Dia menjawab, 'Tidak, tapi tinggalkan saja dan jangan kau dekati dia.' Lalu datanglah isteri Hilal bin Umayyah dan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya Hilal adalah orang yang sudah tua yang tidak ada lagi orang yang mengurusinya, apakah tuan mengizinkanku jika aku melayaninya? ' Beliau bersabda: "Ya, tapi jangan sampai dia mendekatimu.' Wanita itu lalu berkata, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya dia sudah tidak mampu bergerak lagi. Demi Allah, dia masih tetap menangis siang malam sejak ada perintah dari tuan.' Ka'b bin Malik berkata, "Tatkala aku merasa bahwa cobaan yang aku alami sudah lama, aku beringinan untuk memanjat dinding kebun milik Abu Qatadah, dia adalah anak pamanku. Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya, namun dia tidak menjawab salamku. Lalu aku berkata, 'Demi Allah, wahai Abu Qatadah, apakah kamu tidak tahu bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya? ' Maka dia diam. Kemudian aku berkata, 'Demi Allah, wahai Abu Qatadah, apakah kamu tidak tahu bahwa aku sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya? ' Dia lantas menjwab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui'." Ka'b bin Malik berkata, "Aku tidak dapat menguasai diriku sehingga meneteslah air mataku, kemudian aku memanjat dinding luarnya sampai berlalu lima puluh malam semenjak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang orang-orang untuk bercakap kepada kami, lantas aku mengerjakan shalat fajar di rumah kami, lalu aku duduk di suatu tempat yang Allah Azza Wa Jalla telah firmankan, sungguh bumi yang luas sudah sangat terasa sempit bagiku dan jiwaku sudah sangat sempit, tiba-tiba aku mendengar orang yang berteriak dari atas bukit Sal', 'Bergembiralah wahai Ka'b bin Malik! ' Lalu aku tergeletak sujud dan aku tahu bahwa Allah telah mendatangkan untukku jalan keluar, kemudian datanglah seorang laki-laki yang naik kuda dengan membawa berita gembiraku, ternyata suaranya lebih cepat daripada kudanya, lantas aku lepaskan pakaianku dan aku pakaikan kepadanya karena berita gembira tersebut, kemudian aku kenakan kedua pakaianku yang lain. Dan taubat kami turun kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di sepertiga malam, maka Ummu Salamah berkata, 'Apakah sebaiknya pada malam hari ini kita berikan kabar gembira ini kepada Ka'b bin Malik wahai Rasulullah? ' Beliau menjawab: 'Kalau begitu kamu akan mendapatkan celaan dari orang-orang karena kamu telah menghalangi tidur mereka pada malam hari.' Ummu Salamah adalah orang yang baik hati, dan sangat bagus perilakunya kepadaku, dia sangat sedih dengan keadaanku, kemudian aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan saat itu beliau sedang duduk di masjid, sedangkan kaum Muslimin berada di samping beliau, wajah beliau bersinar sebagaimana sinarnya bulan, dan jika beliau bahagia, maka wajahnya bersinar. Kemudian aku datang dan duduk di hadapan beliau, lantas beliau bersabda: "Bergembiralah wahai Ka'b bin Malik dengan hari yang paling bahagia bagimu sejak kamu dilahirkan ibumu." Aku berkata, "Wahai Nabiyullah, apakah perkara ini dari tuan ataukah langsung dari Allah?" Beliau bersabda: "Bahkan dari Allah Azza Wa Jalla." Kemudian beliau membacakan kepada mereka, '(Sesungguhnya Allah Telah menerima Taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar …) ' sampai kepada firman Allah '(…Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) ' (Qs. At Taubah: 17-18). Dan tentang diri kami juga turun ayat: '(Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar) ' (Qs. At TAubah: 119). Maka aku pun berkata, "Wahai Nabiyullah, sesungguhnya bagian dari taubatku, sungguh aku tidak akan berkata kecuali dengan kejujuran, dan aku akan melepaskan hartaku sebagai sedekah kepada Allah Ta'ala dan kepada Rasul-Nya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Tahanlah sebagian hartamu, hal itu lebih baik bagimu." Aku berkata, "Lalu aku menahan bagianku yang ada di Khaibar." Ka'b bin Malik berkata, "Maka tidak ada ni'mat yang lebih besar yang diberikan Allah kepadaku setelah nikmat Islam dari kejujuranku di hadapan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam, ketika aku dan kedua sahabatku membenarkannya, bahwa kami tidak akan berdusta yang akan menyebabkan diri kami binasa sebagaimana mereka binasa. Sesungguhnya aku berharap semoga Allah Azza Wa Jalla tidak memberikan cobaan kepada seorangpun dari kalangan kaum muslimin dalam kejujuran sebagaimana cobaan-Nya kepadaku. Sungguh, aku berharap semoga Allah menjagaku di sisa umurku ini."]]]

Hadits Ahmad 25923

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَارَكٍ عَنْ مَعْمَرٍ وَيُونُسَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سُرَّ اسْتَنَارَ وَجْهُهُ حَتَّى كَأَنَّ وَجْهَهُ شِقَّةُ قَمَرٍ وَكُنَّا نَعْرِفُ ذَلِكَ فِيهِ

dalam keadaan senang, maka wajahnya akan bersinar, hingga seakan-akan wajahnya seperti belahan bulan, & kami dulu mengetahui hal itu padanya. [HR. Ahmad No.25923].

Hadits Ahmad No.25923 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Mubarak] dari [Ma'mar] dan [Yunus] dari [Az Zuhri] dari ['Abdurrahman bin 'Abdullah bin Ka'b bin Malik] dari [Ka'b] dia berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan senang, maka wajahnya akan bersinar, hingga seakan-akan wajahnya seperti belahan bulan, dan kami dulu mengetahui hal itu padanya."]]]

Hadits Ahmad 25924

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ تَقَاضَى ابْنَ أَبِي حَدْرَدٍ دَيْنًا كَانَ لَهُ عَلَيْهِ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُهُمَا حَتَّى سَمِعَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي بَيْتِهِ فَخَرَجَ إِلَيْهِمَا حَتَّى كَشَفَ سِجْفَ حُجْرَتِهِ فَنَادَى يَا كَعْبُ بْنَ مَالِكٍ فَقَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَشَارَ إِلَيْهِ أَنْ ضَعْ مِنْ دَيْنِكَ الشَّطْرَ قَالَ قَدْ فَعَلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُمْ فَاقْضِهِ

kamu bebaskan setengah dari piutangmu'. Ka'b lantas menjawab, Aku telah melaksanakannya wahai Rasulullah, ' beliau bersabda:
Sekarang bangun & putuskanlah hutangmu. [HR. Ahmad No.25924].

Hadits Ahmad No.25924 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin 'Umar] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari ['Abdullah bin Ka'b bin Malik] bahwa [ayahnya] telah mengabarkan kepadanya, bahwa pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dia pernah minta pembayaran hutang kepada Ibnu Abu Hadrad di dalam masjid, suara keduanya sangat keras hingga terdengar oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang saat itu berada di rumahnya, lalu beliau menemui keduanya seraya menyingkap kain penutup kamarnya sambil menyeru: "Wahai Ka'b bin Malik!" Ka'b menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Kemudian beliau berisyarat 'Hendaknya kamu bebaskan setengah dari piutangmu'. Ka'b lantas menjawab, "Aku telah melaksanakannya wahai Rasulullah, ' beliau bersabda: "Sekarang bangun dan putuskanlah hutangmu."]]]

Hadits Ahmad 25925

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ يَعْنِي ابْنَ الطَّبَاعِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُسَافِرَ لَمْ يُسَافِرْ إِلَّا يَوْمَ الْخَمِيسِ

jika Rasulullah hendak bepergian, beliau tak berangkat kecuali hari kamis. [HR. Ahmad No.25925].

Hadits Ahmad No.25925 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] -yakni Ibnu Thaba'- berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Ka'b bin Malik] dari [ayahnya], bahwa jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hendak bepergian, beliau tidak berangkat kecuali hari kamis."]]]

Hadits Ahmad 25926

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَرٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ أَلَمًا فَلْيَضَعْ يَدَهُ حَيْثُ يَجِدُ أَلَمَهُ ثُمَّ لِيَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ

Jika salah seorang dari kalian merasa sakit, hendaklah ia menaruh tangannya pada daerah yg sakit kemudian mengatakan tujuh kali; A'UUDZU BI'IZZATILLAHI WA QUDRATIHI ALA KULLI SYAI`IN MIN SYARRI MA AJIDU (Aku berlindung dgn kemuliaan & kekuasaan Allah dari setiap keburukan yg aku alami) '. [HR. Ahmad No.25926].

Hadits Ahmad No.25926 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Ma'syar] dari [Yazid bin Khushaifah] dari ['Amru bin Ka'b bin Malik] dari [ayahnya] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian merasa sakit, hendaklah ia menaruh tangannya pada daerah yang sakit kemudian mengatakan tujuh kali; A'UUDZU BI'IZZATILLAHI WA QUDRATIHI ALA KULLI SYAI`IN MIN SYARRI MA AJIDU (Aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari setiap keburukan yang aku alami) '."]]]

Musnad Dari Beberapa Kabilah