Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Ketiduran Dari Shalat

Hadits Tirmidzi 162

Dalam tidur tak ada istilah meremehkan, tetapi meremehkan itu ketika dalam keadaan sadar (tidak tidur). Maka jika salah seorang dari kalian lupa tak mengerjakan shalat, atau ketiduran, maka hendaklah ia shalat ketika telah ingat. Ia berkata; Dalam bab ini juga ada riwayat dari Ibnu Mas'ud, Abu Maryam, Imran bin Hushain, Jubair bin Muth'im, Abu Juhaifah, Abu Sa'id, 'Amru bin Umayyah Adl Dlamri & Dzu Mikhbar, disebut juga dgn nama Dzu Mikhmar -yaitu anak laki-laki dari anak laki-laki An Najasyi-. Abu Isa berkata; Hadits Abu Qatadah derajatnya hasan shahih.
Para ulama berbeda pendapat mengenai seseorang yg lalai mengerjakan shalat karena ketiduran atau lupa, lalu ia terbangun atau ingat ketika waktu shalat telah habis, yaitu ketika matahari telah terbit atau telah terbenam. Sebagian dari mereka berkata; Ia harus mengerjakannya jika telah bangun atau ingat, meskipun matahari ketika itu sedang terbit atau sedang terbenam. Ini adl pendapat Ahmad, Ishaq, Syafi'i & Malik. Sedangkan sebagian lain berkata; Ia tak boleh melaksanakan shalat hingga matahari terbit atau tenggelam. [HR. Tirmidzi No.162].

Hadits Tirmidzi No.162 Secara Lengkap

[[[]]]