Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Hadits Jafar Bin Abu Thalib Yaitu Hadits Ummu Salamah Isteri Nabi

Hadits Ahmad 21460

Allah mengutus seorang rasul dari kalangan kami, kami mengenal nasab, kejujuran & keamanahannya. Ia menyerukan kami kepada Allah Subhanahuwata'ala untuk kami esakan, kami sembah & kami lepaskan apa pun yg kami & nenek moyang kami sembah selain Allah seperti batu & berhala, ia memerintahkan kami agar berbicara dgn jujur, menunaikan amanah, menyambung tali sillaturrahim, bersikap baik terhadap tetangga, menjaga diri dari keharaman, memerintahkan kami agar berdoa & melarang kami dari perbuatan-perbuatan keji, berkata dusta, memakan harta anak yatim, menuduh wanita bersuami berzina, memerintahkan kami untuk menyembah Allah semata, tak menyekutukannya dgn apa pun, memerintahkan kami agar menunaikan shalat, zakat & berpuasa. Ia menyebarkan ajaran-ajaran islam, kami mempercayai & mengimaninya, kami mengikuti ajaran yg ia bawa, kami menyembah Allah semata & tak menyekutukanNya dgn apa pun, kami mengharamkan yg diharamkan pada kami & menghalalkan yg dihalalkan bagi kami lalu kaum kami memusuhi kami, mereka menyiksa & menimpakan ujian pada kami karena masalah agama kami agar mereka mengembalikan kami menyembah berhala lagi selain Allah, menghalalkan kekejian-kekejian yg dulu pernah kami lakukan. Saat mereka memaksa kami, menzhalimi kami & memecah kami, mereka menghalangi kami untuk menjalankan agama kami akhirnya kami pergi ke negerimu, kami lebih memilihmu atas selainmu, kami ingin bertetangga denganmu & kami harap engkau tak mendzalimi kami wahai raja. Berkata Ummu Salamah; An-Najasy berkata padanya; Mungkin kalian bisa membacakan yg Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terima dari Allah?
Ja'far menjawab; Ya. An-Najasy berkata; Bacalah. Kemudian Ja'far membaca permulaan surat Maryam lalu An-Najasy menangis, demi Allah, sampai membasahi jenggotnya, & uskup-uskupnya pun menangis hingga membasahi kitab suci-kitab suci mereka saat mendengar yg dibacakan Ja'far kepada mereka. Kemudian An-Najasy berkomentar; Sesungguhnya ini demi yg dibawa Musa, berasal dari lentera yg sama. Demi Allah, aku tak bakalan menyerahkan mereka kepada kalian & tak akan berbuat yg tidak-tidak untuk mereka. Berkata Ummu Salamah; Saat keduanya keluar meninggalkan An-Najasy, berkata 'Amer bin Al 'Ash; 'Demi Allah, aku akan mendatanginya lagi besok, & akan kucela mereka didekatnya, kemudian mereka akan aku habisi hingga ke akar-akarnya. Berkata Ummu Salamah; 'Abdullah bin Abu Robi'ah, orang yg paling menahan diri diantara dua orang itu bagi kami berkata padanya; 'Jangan kau lakukan karena mereka memiliki kerabat meski mereka berselisih dgn kami.' 'Amru bin 'Ash mengatakan ; 'Demi Allah, akan kuberitahu mereka bahwa mereka menilai 'Isa putra Maryam adl seorang hamba.' Berkata Ummu Salamah; Kemudian 'Amer pergi di keesokan harinya lalu berkata kepada An-Najasy; Wahai raja! Sesungguhnya mereka mengemukakan komentar yg lancang tentang 'Isa putra Maryam. Utuslah seseorang untuk menemui mereka & tanyakan kepada mereka bagaimana pendapat mereka tentang 'Isa. Berkata Ummu Salamah; An-Najasy mengirim utusan untuk menanyakan pandangan mereka tentang 'Isa. Kaum muslimin berkumpul lalu sebagaian dari mereka berkata kepada yg lain; Apa yg akan kalian katakan tentang 'Isa bila raja bertanya pada kalian. Mereka berkata; Demi Allah, akan kami katakan seperti yg difirmankan Allah Subhanahuwata'ala tentangnya & yg dibawa oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu bagaimana pun juga. Saat kaum muslimin mendatangi An-Najasy, ia bertanya pada mereka; Bagaimana pandangan kalian tentang 'Isa putra Maryam?
Ja'far bin Abu Thalib Radliyallahu'anhu menjawab; Pendapat kami seperti yg disampaikan Nabi kami, dia adl hamba & rasul Allah, ruh & kalimatNya yg disematkan kepada Maryam, perawan suci. Berkata Ummu Salamah; An-Najasy memukulkan tangannya ke tanah lalu mengambil sebilah kayu & berkata; Selain 'Isa putra Maryam, bagaimana pendapatmu tentang kayu ini?. Para petinggi kerajaan lantas berbincang-bincang tentang suatu hal yg tak bisa dimengerti. Lantas raja berkata; Kendatipun kalian wahai petinggi kerajaanku masih berbincang-bincang, pergilah kalian dgn aman wahai muslimin di tanahku, siapa pun yg menawan kalian dia harus mengganti jaminan, siapa pun yg menawan kalian harus mengganti jaminan, siapa pun yg menawan kalian harus mengganti jaminan. Aku tak mau memiliki segunung emas sementara aku menyakiti salah seorang dari kalian. Kembalikan hadiah mereka berdua, kami tak memerlukannya. Demi Allah, Allah tak mengambil suap dariku saat mengembalikan kerajaanku kepadaku lalu bagaimana mungkin aku mengambilnya?
Dan tidaklah mungkin manusia yg Allah jadikan taat kepadaku, lalu aku langsung taat begitu saja kepada mereka. Berkata Ummu Salamah; Keduanya pergi meninggalkannya dgn menanggung malu & tertolak tujuannya. Kami tinggal dinegerinya dgn baik & bersama tetangga yg baik. Demi Allah, kami terus seperti itu hingga ada yg menentangnya dalam kekuasaannya. Demi Allah, kami tak mengetahui kesedihan yg lebih besar dari kesedihan yg menimpa kami saat itu karena kami khawatir muncul raja baru yg tak mengenal hak kami seperti yg dikenali oleh An-Najasy. Berkata Ummu Salamah; An-Najasy berjalan & diantara keduanya ada lembah sungai Nil. Kemudian para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata; Siapa yg mau pergi untuk menghadiri peristiwa yg terjadi lalu datang membawa khabar untuk kami. Berkata Ummu Salamah; Berkata Az-Zubair bin Al 'Awwam Radliyallahu'anhu; Aku. Dan ia yg paling muda diantara kami. Mereka meniup geriba untuknya lalu diletakkan didada lalu berenang hingga ke tepi sungai Nil tempat bertemunya kaum. Ia Az-Zubair pergi hingga mendatangi mereka & kami berdoa kepada Allah Subhanahuwata'ala untuk An-Najasy agar mengalahkan musuhnya, kembali berkuasa diatas negerinya & urusan rakyat Habasyah menguat. Kami tinggal ditempat terbaik disisinya hingga kami mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saat beliau di Mekah. [HR. Ahmad No.21460].

Hadits Ahmad No.21460 Secara Lengkap

[[[]]]

Sisa Musnad Sahabat Anshar