Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Menjamak Dua Shalat Ketika Tidak Bepergian

Hadits Tirmidzi 172

Rasulullah pernah menjamak antara shalat zhuhur & asar, serta antara maghrib & isya, bukan karena takut atau hujan. Sa'id berkata; Dikatakan kepada Ibnu Abbas, Apa yg beliau kehendaki dari hal itu?
ia menjawab, Beliau tak ingin mempersulit rakyatnya. Ia berkata; Dalam bab ini juga terdapat hadits dari Abu Hurairah. Abu Isa berkata; Hadits Ibnu Abbas ini diriwayatkan dari beberapa jalur. Yaitu Jabir bin Zaid & Sa'id bin Jubair & Abdullah bin Syaqiq Al 'Uqaili. Juga diriwayatkan selain dari jalur ini; dari Ibnu Abbas, dari Nabi . [HR. Tirmidzi No.172].

Hadits Tirmidzi No.172 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Tirmidzi 173

Barangsiapa menjamak antara dua shalat tanpa udzur, maka ia telah mendatangi salah satu pintu dari pintu pintu dosa besar. Abu Isa berkata; Hanasy adl Abu Ali Ar Rahabi, yaitu Husain bin Qais. Menurut para ahli hadits ia adl seorang yg lemah. Imam Ahmad & yg lainnya juga telah melemahkannya. Hadits ini diamalkan oleh para ahli ilmu, bahwa tak boleh menjamak dua shalat kecuali pada saat safar atau pada waktu di Arafah. Dan sebagian ahli ilmu dari kalangan tabi'in memberikan keringan untuk menjamak dua shalat bagi orang yg sakit. Ini adl pendapat yg diambil oleh Ahmad & Ishaq. Sedangkan sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa menjamak dua shalat itu hanya pada waktu turun hujan. Ini adl pendapat yg diambil oleh Syafi'i, Ahmad & Ishaq. Sedangkan Imam Syafi'i tak berpendapat bahwa orang sakit boleh menjamak dua shalat. [HR. Tirmidzi No.173].

Hadits Tirmidzi No.173 Secara Lengkap

[[[]]]