Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Biografi Jabirbin Abdullah Radhiyallahuanhuma

Hadits Tirmidzi 3786

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ جَاءَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بِرَاكِبِ بَغْلٍ وَلَا بِرْذَوْنٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam datang menjengukku tanpa mengendarai seekor bighal & juga kuda (berjalan kaki -pent). Abu Isa berkata; Hadits ini adl hadits hasan shahih.
[HR. Tirmidzi No.3786].

Hadits Tirmidzi No.3786 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang menjengukku tanpa mengendarai seekor bighal dan juga kuda (yakni; berjalan kaki)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."]]]

Hadits Tirmidzi 3787

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ اسْتَغْفَرَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْبَعِيرِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَمَعْنَى قَوْلِهِ لَيْلَةَ الْبَعِيرِ مَا رُوِيَ عَنْ جَابِرٍ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ أَنَّهُ كَانَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَبَاعَ بَعِيرَهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاشْتَرَطَ ظَهْرَهُ إِلَى الْمَدِينَةِ يَقُولُ جَابِرٌ لَيْلَةَ بِعْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَعِيرَ اسْتَغْفَرَ لِي خَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً وَكَانَ جَابِرٌ قَدْ قُتِلَ أَبُوهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ حَرَامٍ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ بَنَاتٍ فَكَانَ جَابِرٌ يَعُولُهُنَّ وَيُنْفِقُ عَلَيْهِنَّ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبَرُّ جَابِرًا وَيَرْحَمُهُ بِسَبَبِ ذَلِكَ هَكَذَا رُوِيَ فِي حَدِيثٍ عَنْ جَابِرٍ نَحْوَ هَذَا

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memohonkan ampunan untukku ketika lailatul ba'ir sebanyak dua puluh lima kali. Abu Isa berkata; Hadits ini adl hadits hasan shahih gharib. Sedangkan makna Lailatal ba'ir seperti apa yg di riwayatkan dari Jabir dari beberapa jalur, bahwa suatu ketika dia bepergian bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, lantas dia menjual untanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, namun dia mensyaratkan supaya dapat menungganginya sampai tiba di Madinah, malam itu Jabir berkata; Aku menjual untaku kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau memintakan ampun untuknya sebanyak dua puluh lima kali. Ayah Jabir yaitu Abdullah bin 'Amru bin Haram telah terbunuh pada Perang Uhud, & meninggalkan beberapa anak perempuan, sedangkan Jabir adl anak yg paling dewasa di antara mereka serta yg menafkahi mereka, karena hal itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuat baik & mengasihi Jabir. Seperti inilah hadits yg di riwayatkan oleh Jabir. [HR. Tirmidzi No.3787].

Hadits Tirmidzi No.3787 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin As Sirri] dari [Hammad bin Salamah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memohonkan ampunan untukku ketika lailatul ba'ir sebanyak dua puluh lima kali." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib." Sedangkan makna "Lailatal ba'ir" seperti apa yang diriwayatkan dari Jabir dari beberapa jalur, bahwa suatu ketika dia bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lantas dia menjual untanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun dia mensyaratkan supaya dapat menungganginya sampai tiba di Madinah, malam itu Jabir berkata; "Aku menjual untaku kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau memintakan ampun untuknya sebanyak dua puluh lima kali. Ayah Jabir yaitu Abdullah bin 'Amru bin Haram telah terbunuh pada Perang Uhud, dan meninggalkan beberapa anak perempuan, sedangkan Jabir adalah anak yang paling dewasa di antara mereka serta yang menafkahi mereka, karena hal itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbuat baik dan mengasihi Jabir." Seperti inilah hadits yang diriwayatkan dari Jabir."]]]