Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Firman Allah Taala, {wajah-wajah Pada Hari itu Berseri-seri, Kepada Tuhannyalah Mereka Melihat}

Hadits Bukhari 6882

Sungguh kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tak bakalan kesulitan melihatnya, maka jika kalian mampu untuk tak kewalahan melakukan shalat sebelum matahari terbit & matahari terbenam, maka lakukanlah. [HR. Bukhari No.6882].

Hadits Bukhari No.6882 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6883

Kalian akan melihat Rabb kalian dgn mata telanjang. [HR. Bukhari No.6883].

Hadits Bukhari No.6883 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6884

Kalian akan melihat Tuhan kalian pada hari kiamat sebagaimana kalian melihat bulan ini dgn tak kesulitan melihatnya. [HR. Bukhari No.6884].

Hadits Bukhari No.6884 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6885

Apakah kalian kesulitan melihat bulan ketika malam purnama?
Tidak, Jawab para sahabat. Rasulullah bertanya lagi: Apakah kalian kesulitan melihat matahari ketika tak ada mendung?
Para sahabat menjawab, Tidak ya Rasulullah. Nabi bersabda:
Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya demikian pula Allah akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat & berfirman: 'Barangsiapa menyembah sesuatu, hendaklah ia mengikuti yg disembahnya.' Maka siapa yg menyembah matahari, ia mengikuti matahari, siapa yg menyembah bulan, ia ikuti bulan, siapa yg menyembah thaghut, ia ikuti thaghut, & tersisalah dari umat ini orang penolongnya atau justru orang-orang munafiknya -Ibrahim ragu kepastian redaksinya-. Lantas Allah menemui mereka & berkata, Aku Tuhan kalian. Lantas mereka menjawab, Ini adl tempat tinggal kami sehingga Tuhan kami mendatangi kami, jika Tuhan kami menemui kami, niscaya kami mengenalnya. Allah kemudian menemui mereka dgn bentuk yg mereka kenal, Allah lalu berfirman: Aku Tuhan kalian. Lantas mereka katakan, Engkau memang Tuhan kami. Mereka pun mengikuti-Nya. Titian (jembatan) lantas dipasang antara dua tepi jahanam & aku & umatkulah yg pertama-tama menyeberangimnya. Tak ada yg berani bicara ketika itu selain para rasul, sedang seruan para rasul ketika itu yg ada hanyalah 'Allaahumma sallim sallim (Ya Allah, selamatkan kami. Ya Allah, selamatkan kami) '. Sedang di neraka jahannam terdapat besi-besi pengait seperti duri pohon berduri yg namanya Sa'dan. Bukankah kalian sudah tahu pohon berduri Sa'dan?
Para sahabat menjawab, Benar, wahai Rasulullah. Nabi meneruskan: Sungguh pohon itu semisal pohon berduri Sa'dan, hanya tak ada yg tahu kadar besarnya selain Allah semata. Pohon itu menculik siapa saja sesuai kadar amal mereka, ada diantara mereka yg celaka dgn sisa amalnya atau terikat dgn amalnya, diantara mereka ada yg binasa yg langgeng dgn amalnya atau terikat dgn amalnya, diantara mereka ada yg diseberangkan. Atau dgn redaksi semisal-. Kemudian Allah menampakkan diri, hingga jika Allah selesai memutuskan nasib hamba-Nya & ingin mengeluarkan penghuni neraka karena rahmat-Nya, Ia perintahkan malaikat untuk mengeluarkan penghuni neraka siapa saja yg tak menyekutukan Allah dgn sesuatu apapun, yaitu diantara mereka yg Dia masih ingin merahmatinya, diantara yg bersyahadat bahwasanya tiada sesembahan yg hak selain Allah, sehingga malaikat mengenal mereka di neraka dari bekas-bekas sujud, sebab neraka memangsa anak adam selain bekas-bekas sujud. Allah mengharamkan neraka memangsa bekas-bekas sujud, sehingga mereka keluar dari neraka dgn badan yg hangus terbakar, mereka kemudian disiram dgn air kehidupan sehingga tumbuh dibawahnya sebagaimana biji-bijian tumbuh dalam aliran sungai, kemudian Allah selesai memutuskan hamba-hamba-Nya & tersisa diantara mereka seseorang yg menghadapkan wajahnya ke neraka, & dialah mantan penghuni neraka yg terakhir kali masuk surga, kecuali ia berdoa, 'Ya Tuhan, palingkanlah wajahku dari neraka, sebab baunya saja sudah cukup menggangguku & jilatan apinya telah membakarku.' Orang itu kemudian memohon kepada Allah sekehendaknya untuk berdoa, kemudian Allah berfirman: 'Kalaulah Aku memenuhi permintaanmu, jangan-jangan engkau nanti meminta harapan lain! Ia menjawab, 'Tidak, demi kemuliaan-Mu, saya tak akan meminta selainnya.' Dan Tuhannya pun mengambil janji & ikrar sekehendak-Nya lalu memalingkan wajahnya dari neraka. Namun kemudian ia menghadap surga & melihat keindahan surga, ia pun lantas terdiam beberapa saat & memohon, 'Ya Allah, jadikanlah aku berada di pintu surga.' Allah bertanya: 'Bukankah engkau telah menyerahkan janjimu & ikrarmu untuk tak meminta-Ku selama-lamanya selain yg telah Aku berikan. Hai engkau Anak Adam, alangkah senangnya engkau berkhianat.' Namun hamba itu tetap saja memohon, 'Ya Tuhanku, ' & ia terus memohon Allah hingga Allah bertanya: 'Kalaulah Aku memberimu apa yg kau minta sekarang, jangan-jangan engkau minta lagi dgn permintaan lain.' Ia menjawab, 'Tidak, demi kemuliaan-Mu, saya tak akan meminta-Mu lagi dgn permintaan lain.' Lantas orang itu menyerahkan janji & ikrarnya sehingga Allah mengajukan ke pintu surga. Namun ketika hamba itu telah berdiri ke pintu surga, surga terbuka baginya sehingga ia melihat kesenangan hidup & kegembiraan di dalamnya sehingga ia terdiam sekehendak Allah ia diam. Kemudian ia memohon, 'Ya Tuhanku, masukkanlah aku dalam surga, maka Allah mengatakan, 'Hai, bukankah telah engkau serahkan janjimu untuk tak meminta yg lain selain yg telah Aku berikan, wahai Anak Adam, alangkah cepatnya engkau berkhianat.' Maka si hamba tadi memohon, 'Ya Tuhanku, jangan aku menjadi hamba-Mu yg paling sengsara, ' si hamba itu terus tiada henti memohon hingga Allah tertawa. Dan jika Allah telah tertawa kepada seorang hamba, Allah musti berkata kepadanya 'Masuklah kamu ke surga.' Jika si hamba telah memasukinya, Allah berkata kepadanya: 'Tolong buatlah impian'. Maka si hamba meminta Tuhannya & membuat impian-impian, hingga Allah mengingatkannya dgn berfirman sedemikian-sedemikian hingga impian si hamba sudah sampai puncaknya, Allah berfirman kepadanya: 'Itu semua untukku, & ditambah seperti itu pula.' 'Atha' bin Yazid berkata, Abu Sa'id alkhudzri bersama Abu Hurairah tak mengembalikan sedikitpun hadisnya, hingga jika Abu Hurairah telah menceritakan bahwa Allah berfirman 'dan bagimu semisalnya', Abu Sa'id al Khudzri berkata 'dan sepuluh semisalnya bersamanya' wahai Abu Hurairah?
' Abu Hurairah berkata, 'Saya tak hapal selain ucapannya itu 'bagimu & semisalnya'. Abu Sa'id al Khudzri berkata lagi, Saya bersaksi bahwa saya menghapalnya dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, yaitu redaksi 'Dan bagimu sepuluh semisalnya'. Abu Hurairah berkata, 'Itulah manusia terakhir kali masuk surga.' [HR. Bukhari No.6885].

Hadits Bukhari No.6885 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6886

Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari & bulan ketika terang benderang?
kami menjawab, Tidak. Nabi meneruskan: Begitulah kalian tak kesulitan melihat melihat Tuhan kalian ketika itu, selain sebagaimana kesulitan kalian melihat keduanya. Kemudian beliau berkata:
Lantas ada seorang penyeru memanggil-manggil, Hendaklah setiap kaum pergi menemui yg disembahnya! Maka pemuja salib pergi bersama salib mereka, & pemuja patung menemui patung-patung mereka, & setiap pemuja Tuhan bersama tuhan-tuhan mereka hingga tinggal orang-orang yg menyembah Allah, entah baik atau durhaka & ahli kitab terdahulu. Kemudian jahannam didatangkan & dipasang, ia seolah-olah fatamorgana, lantas orang-orang yahudi ditanya, Apa yg dahulu kalian sembah?
Mereka menjawab, Kami dahulu menyembah Uzair anak Allah. Lalu ada suara, Kalian dusta! Allah sama sekali tak mempunyai isteri & tak pula anak. Lalu apa yg kalian inginkan?
Mereka menjawab, Kami ingin jika Engkau memberi kami minuman! Lantas ada suara, Minumlah kalian! Lalu mereka berjatuhan di neraka jahannam. Lantas orang-orang Nashara diseru, Apa yg kalian dahulu sembah?
Mereka menjawab, Kami dahulu menyembah Isa al Masih, anak Anak Allah. Mereka dijawab, Kamu semua bohong! Allah sama sekali tak mempunyai isteri atau bahkan anak, & apa yg kalian inginkan?
Mereka menjawab, Kami ingin agar Engkau memberi kami minuman! Lalu dijawab, Minumlah kalian! Dan langsung mereka berjatuhan di neraka jahannam hingga tersisa manusia yg menyembah Allah, entah yg baik atau berbuat durhaka. Mereka ditanya, Apa yg menyebabkan kalian tertahan padahal manusia lainnya sudah pergi?
Mereka menjawab, Kami memisahkan diri dari mereka & kami adl manusia yg paling membutuhkan-Nya, kami dengar ada seorang juru seru menyerukan diri, Hendaklah setiap kaum menemui yg mereka sembah! Hanyasanya kami menunggu-nunggu Tuhan kami. Beliau melanjutkan, Lantas Allah (Al jabbar) mendatangi mereka dgn bentuk yg belum pernah mereka lihat pertama kali, lalu Allah firmankan: 'Akulah Tuhan kalian.' Mereka menjawab, 'Engkau adl rabb kami, & tak ada yg berani mengajak-Nya bicara selain para nabi ShallAllahu 'alaihi wa Salam, lantas para nabi berkata, 'Bukankah di antara kalian & Allah ada tanda yg kalian mengenalnya?
' Mereka menjawab, 'Ya, yaitu betis, ' maka Allah pun menyingkap betis-Nya sehingga setiap mukmin bersujud kepada-Nya. Lalu tersisalah orang-orang yg sujud kepada Allah karena riya & sum'ah sehingga ia pergi sujud & punggungnya kembali menjadi satu bagian, kemudian titian (jembatan) jahannam didatangkan & dipasang antara dua tepi jahannam, kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, memang jembatan jahannam tersebut misterinya apa?
' Nabi menjawab: 'Jembatan itu bisa menggelincirkan, menjatuhkan, ada pengait-pengait besi, ada duri-duri yg lebar & tajam, durinya besok yg terbuat dari kayu berduri namanya Sa'dan (kayu berduri tajam). Orang mukmin yg melewatinya sedemikian cepat, ada yg bagaikan kedipan mata, ada yg bagaikan kilat, ada yg bagaikan angin, & ada yg bagaikan kuda pilihan. Ada yg bagaikan kuda tunggangan, ada yg selamat dgn betul-betul terselamatkan, namun ada juga yg selamat setelah tercabik-cabik oleh besi-besi pengait itu, atau terlempar karenanya di neraka jahannam, hingga manusia terakhir kali melewati dgn diseret seret, & kalian tak bisa sedemikian gigihnya menyumpahiku terhadap kebenaran yg jelas bagi kalian daripada terhadap seorang mukmin ketika itu kepada Allah al Jabbar. Jika mereka melihat bahwasanya mereka telah selamat di kalangan teman-teman mereka, mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya kawan-kawan kami mendirikn shalat bersama kami & berpuasa bersama kami, & beramal bersama kami! ' Allah Ta'ala berfirman, 'Pergilah kalian, siapa diantara kalian dapatkan dalam hatinya masih ada seberat dinar keimanan, maka keluarkanlah dia', & Allah mengharamkan bentuk mereka dalam neraka. Maka mereka datangi kawan-kawan mereka sedang sebagian mereka telah terendam dalam neraka ada yg sampai telapak kakinya, setengah betisnya, sehingga mereka keluarkan siapa saja yg mereka, kemudian mereka kembali & Allah berkata, 'Pergilah kalian sekali lagi, & siapa yg kalian temukan dalam hatinya seberat atom keimanan, maka keluarkanlah dia.' Maka mereka keluarkan siapa saja yg mereka kenal. Rasulullah berkata:
'Jika kalian tak mempercayaiku, maka bacalah: '(Allah tak menzhalimi seberat biji sawi pun, jika ada kebaikan, maka Allah melipatgandakan balasannya) ' (Qs. An nisaa': 40), maka para nabi ShallAllahu 'alaihi wa Salam, malaikat & orang-orang yg beriman, kesemuanya memberi syafaat. Kemudian Allah Al Jabbar berkata, syafaat-Ku masih ada. Lantas Allah menggenggam segenggam dari neraka & mengentaskan beberapa kaum yg mereka telah terbakar, lantas mereka dilempar ke sebuah sungai di pintu surga yg namanya 'Sungai kehidupan' sehingga mereka tumbuh dalam kedua tepinya sebagaimana biji-bijian tumbuh dalam genangan sungai yg kalian sering melihatnya di samping batu karang & samping pohon, apa yg diantaranya condong kepada matahari, maka berwarna hijau, & apa yg diantaranya condong kepada bayangan, maka berwarna putih, lantas mereka muncul seolah-olah mutiara & dalam tengkuk mereka terdapat cincin-cincin. Mereka kemudian masuk surga hingga penghuni surga berkata, 'Mereka adl 'utaqa' Ar Rahman (orang-orang yg dibebaskan Arrahman), Allah memasukkan mereka bukan karena amal yg mereka lakukan, & bukan pula karena kebaikan yg mereka persembahkan sehingga mereka memperoleh jawaban 'Bagimu yg kau lihat & semisalnya'. Hajjaj bin Minhal berkata; telah menceritakan kepada kami Hammam bin Yahya telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas radliyallahu'anhu, bahwa Nabi ShallAllahu 'alaihi wa Salam bersabda:
'Pada hari kiamat nanti orang-orang mukmin ditahan hingga yg demikian menjadikan mereka sedih. Mereka katakan, 'Duh, sekiranya kita meminta syafaat kepada Tuhan kami sehingga Dia menjadikan kita merasa nyaman dari tempat kita ini.' Mereka pun mendatangi Adam & berkata, 'Engkau hai Adam, Engkau adl nenek moyang seluruh manusia, Allah menciptamu dgn tangan-Nya, menjadikan surga sebagai tempat hunianmu & menjadikan malaikat bertunduk sujud kepadamu, Allah juga mengajarimu nama-nama segala sesuatu agar engkau bisa memberi syafaat kepada kami disisi Tuhanmu sehingga engkau bisa memberi kenyamanan di tempat kami ini. Namun Adam hanya menjawab, 'Disini saya tak berhak memberi syafaat untuk kalian'. Rasulullah melanjutkan: Lantas Adam mengingatkan kesalahan yg pernah dilakukannya, yaitu memakan pohon larangan padahal telah dilarang, & ia katakan 'Coba kalian datangi Nuh, sebab ia adl nabi ShallAllahu 'alaihi wa Salam pertama-tama yg Allah utus kepada penduduk bumi.' Mereka pun mendatangi Nuh, namun Nuh juga menjawab, 'Maaf, disini saya tak berhak memberi syafaat untuk kalian', & Nuh menyebutkan kesalahan yg pernah dilakukannya, yaitu bertanya kepada Rabbnya dgn tanpa ilmu sambil ia katakan, 'Cobalah kalian datangi Ibrahim, sebab ia adl Khalilurrahman (kekasih Arrahman). Rasulullah melanjutkan lagi kisahnya: Mereka pun mendatangi Ibrahim, hanya Ibrahim juga menjawab, 'Maaf, disini saya tak berhak memberi syafaat untuk kalian', Ibrahim lantas menyebutkan kesalahannya, yaitu tiga kebohongan yg pernah dilakukannya sambil berkata, 'Cobalah kalian datangi Musa, seorang hamba yg Allah memberinya taurat, mengajaknya bicara & mendekatkannya kepada-Nya sedekat-dekatnya'. Rasulullah lanjutkan: Mereka pun mendatangi Musa, hanya Musa juga menjawab, 'Maaf, disini saya tak berhak memberi syafaat untuk kalian', sambil Musa mengingatkan kesalahan yg pernah dilakukannya, yaitu membunuh jiwa tanpa alasan yg dibenarkan, sambil ia katakan, 'Coba kalian datangi Isa, seorang hamba Allah & rasul-Nya, ruh Allah & kalimah-Nya. Merekapun mendatangi Isa, namun 'Isa juga menjawab, 'Maaf, disini saya tak berhak memberi syafaat untuk kalian', sambil ia katakan 'Cobalah kalian datangi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam, seorang hamba yg Allah telah mengampuni dosanya yg terdahulu & yg akan datang.' Lantas mereka mendatangi aku (Muhammad) & aku meminta ijin Tuhanku di rumah-Nya & aku diijinkan menemui-Nya, jika aku melihat-Nya, maka aku tersungkur sujud, Allah lalu membiarkan aku sekehendak Dia membiarkaku. Allah lantas berkata, 'Angkat kepalamu hai Muhammad, katakanlah, engkau didengar, mintailah syafaat, engkau diberi syafaat, mintalah, engkau diberi.' Aku lalu angkat kepalaku & aku memuji Tuhanku dgn pujian yg Ia ajarkannya kepadaku, kemudian aku memberi syafaat & Dia memberiku batasan. Kemudian aku keluar & memasukkan mereka ke dalam surga. Qatadah berkata, Dan aku juga mendengarnya menyebutkan, Aku lalu keluar, kemudian aku keluarkan mereka dari neraka & kumasukkan ke dalam surga. Setelah itu aku kembali untuk kali kedua & aku meminta ijin Tuhanku di rumah-Nya & aku diijinkan untuk menemui-Nya, jika aku melihat-Nya, maka aku tersungkur sujud. Allah lantas membiarkanku sekehendak Allah membiarkan, kemudian Allah berkata, 'Angkatlah kepalamu hai Muhammad & katakanlah engkau akan didengar, & berilah syafaat engkau akan diberi syafaat, & mintalah engkau akan diberi.' Aku lalu angkat kepalaku & memanjatkan pujian & pujaan terhadap tuhanku sebagaimana yg diajakrkan-Nya kepadaku. Kemudian aku memberi syafaat, & Ia memberiku batasan sehingga aku keluar & aku masukkan mereka ke dalam surga. Qatadah berkata, Dan aku mendengarnya menyebutkan, Dan aku berangkat sehingga aku keluarkan mereka dari neraka, lalu mereka aku masukkan ke dalam surga. Qatadah berkata, Dan aku mendengarnya menyebutkan, 'Maka aku berangkat & aku keluarkan mereka dari neraka, untuk kemudian aku masukkan mereka ke dalam surga, hingga tak tersisa dalam neraka selain yg digi ditahan oleh alquran, atau maksudnya ia wajib abadi, kemudian beliau membaca ayat ini '(semoga Tuhanmu membangkitkankmu di tempat yg terpuji) ' (Qs. Al-Isra': 79). Nabi mengatakan, Inilah maqam terpuji yg dijanjikan untuk nabi ShallAllahu 'alaihi wa Salam kalian. [HR. Bukhari No.6886].

Hadits Bukhari No.6886 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6887

'Bersabarlah kalian hingga kalian bertemu Allah & rasul-Nya, sebab aku nanti berada di telaga.' [HR. Bukhari No.6887].

Hadits Bukhari No.6887 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6888

ALLAAHUMA RABBANA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAAWAATI WAL ARDLI, WALAKAL HAMDU ANTA RABBUS SAMAAWAATI WAL ARDLI WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDLI WAMAN FIIHINNA, ANTAL HAQQ, WAQULUKAL HAQQ, WAWA'DUKAL HAQQ, WALIQAA'UKA HAQQ, WAL JANNATU HAQQ, WANNAARU HAQQ, WASSAA'ATU HAQ, ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU, WABIKA AMANTU WA'ALAIKA TAWAKKALTU, WAILAIKA KHAASHAMTU WABIKA HAKAMTU FAGHFIRLII MAA QADDAMTU WAMAA AKHKHARTU WA ASRARTU WA A'LANTU, WAMAA ANTA A'LAMU BIHI MINNII, LAA-ILAAHA ILLAA ANTA (Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, Engkau adl pengurus langit & bumi, bagi-Mu segala puji, Engkau adl pemelihara langit & bumi & semua penghuninya, bagi-Mu segala puji, Engkau adl cahaya langit & bumi & semua penghuninya, Engkau adl benar, firman-Mu benar, janji-Mu benar & perjumpaan kepada-Mu benar, surga benar, neraka benar, kiamat benar, Ya Allah, kepada-Mu aku berserah, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, karena-Mu aku memusuhi (musuh), kepada-Mu aku berhukum, maka ampunilah bagiku apa yg telah aku lakukan & yg belum aku lakukan, apa yg kulakukan secara sembunyi-sembunyi & apa yg kulakukan secara terang-terangan, & apa yg Engkau lebih tahu terhadapnya daripadaku, tiada sesembahan yg hak selain Engkau) '. Abu Abdullah berkata, Qais bin Sa'd & Abu Zubair berkata dari Thawus dgn redaksi 'Qayyaam' bukan qayyum, sedang Mujahid berkata, 'Alqayyum (dengan definitif al) yg maknanya mengurus segala sesuatu, sedang Umar juga berkata Alqayyaam, & keduanya sama-sama pujian. [HR. Bukhari No.6888].

Hadits Bukhari No.6888 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6889

Tidaklah salah seorang diantara kalian kecuali ia akan diajak bicara oleh Rabbnya, antara dia & Allah tak ada seorang penerjemah, & tak pula hijab yg menghalanginya. [HR. Bukhari No.6889].

Hadits Bukhari No.6889 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6890

Ada dua surga dari perak, baik bejananya maupun isinya, & ada dua surga terbuat dari emas, baik bejananya maupun isinya, & tak ada yg menghalangi sebuah kaum untuk melihat Rabb mereka selain selendang kesombongan di wajahnya di surga Adn. [HR. Bukhari No.6890].

Hadits Bukhari No.6890 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6891

Barangsiapa berambisi memperoleh harta seorang muslim dgn sumpah palsu, ia berjumpa Allah sedang Allah dalam keadaan murka kepadanya. Abdullah berkata, Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam membacakan pembenarannya dari kitabullah: '(Sesungguhnya orang-orang yg membeli janji Allah & sumpah mereka dgn harga yg sedikit, mereka itulah orang-orang yg tak memperoleh bagian di akherat, & Allah tak mengajak mereka bicara) ' (QS.Ali Imran: 77). [HR. Bukhari No.6891].

Hadits Bukhari No.6891 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6892

Ada tiga orang yg Allah tak mengajak mereka bicara pada hari kiamat & tak pula melihat mereka, seseorang yg menyertakan sumpah dalam dagangannya sehingga bisa diberi lebih banyak daripada biasanya, & ia dusta dalam sumpahnya. Seseorang yg melakukan sumpah dusta setelah 'ashar dgn ambisi bisa mendapatkan harta seorang muslim. Dan seseorang yg menahan kelebihan air (agar rumput tak tumbuh), sehingga Allah pada hari kiamat berfirman 'Saya sekarang menahan kurnia-Ku sebagaimana engkau pernah menahan kelebihan air yg kedua tanganmu tak bekerja karenanya. [HR. Bukhari No.6892].

Hadits Bukhari No.6892 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Bukhari 6893

Sesungguhnya darah kalian, harta kalian -Muhammad berkata, & seingatku beliau bersabda & kehormatan kalian- adl haram sebagaimana kehormatan hari kalian sekarang, di negeri kalian sekarang, di bulan kalian sekarang, & kalian akan menemui Rabb kalian & Dia akan menanyai kalian perihal amal kalian. Ingat, jangan kalian kembali sepeninggalku menjadi orang yg sesat, sebagian kalian memenggal leher sebagian lainnya, ingat, hendaklah yg hadir menyampaikan kepada yg tak hadir, karena bisa jadi orang yg menyampaikannya jauh lebih paham dari orang yg mendengarnya. Dan Muhammad jika menyebut hadis ini, Nabi ShallAllahu 'alaihi wa Salam benar, kemudian beliau bersabda:
Bukankah telah aku sampaikan?
Bukankah telah aku sampaikan? [HR. Bukhari No.6893].

Hadits Bukhari No.6893 Secara Lengkap

[[[]]]

Tauhid