Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Hadits Abdullah Bin Abu Hadrad Radliyallahu Taala Anhu

Hadits Ahmad 22756

Hai orang-orang yg beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah & janganlah kamu mengatakan kepada orang yg mengucapkan salam kepadamu : Kamu bukan seorang mukmin (lalu kamu membunuhnya), dgn maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yg banyak, begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmatNya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yg kamu kerjakan. (An-Nisaa' : 94) [HR. Ahmad No.22756].

Hadits Ahmad No.22756 Secara Lengkap

[[[]]]

Hadits Ahmad 22757

Andai kalian menciduk dirham-dirham dari lembah kalian ini niscaya milik kalian lebih banyak dari milik kami & niscaya kau tak memberimu. Berkata Ibnu Abi Hadrad : Aku diam lalu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam memanggilku kemudian beliau mengirimku untuk menemui tentara sariyah yg beliau kirim ke arah Najed. Beliau bersabda:
Temuilah tentara sariyah itu mudah-mudahan mereka mendapatkan sesuatu lalu aku akan memberimu harta rampasan perang. Berkata Ibnu Abi Hadrad : Kami pergi hingga tiba di Hadlir pada sore hari. Saat gelapnya malam berlalu, pemimpin kami mengutus kami dua orang-dua orang, kami mengepung kamp. Pemimpin kami berkata; Bila aku bertakbir & menyerang, kalian harus bertakbir & menyerang. Pemimpin kami berkata saat mengutus dua orang : Kalian jangan berpencar & aku akan bertanya kepada salah seorang dari kalian berdua tentang kondisi temannya. Tapi aku Ibnu Abi Hadrad tak menemukannya didekatnya sementara mereka tak serius mencari. Saat kami hendak menyerang, kami mendengar seseorang dari Hadlar berteriak : Wahai orang-orang Hadlar. Mereka merasa sial bahwa kami maju, pemimpin kami bertakbir & menyerang, kami pun bertakbir & menyerang. Berkata Ibnu Abi Hadrad : Seseorang melintasi kami dgn membawa pedang, aku mengikutinya lalu kawanku berkata; Pemimpin kita memerintahkan agar kita tak teliti dalam mencari, karena itu kembalilah. Saat aku mengikutinya, ia berkata; Demi Allah, kau yg kembali atau aku yg kembali menemuinya & aku akan memberitahukan padanya bahwa kau menyerang. Aku berkata; Demi Allah aku akan mengikutinya. Aku pun mengikuti orang itu hingga aku mendekatinya, aku melesakkan anak panah ke musuh lain lalu aku membunuhnya, orang yg aku ikuti melemparkan pedang ke arahku tapi meleset, aku ambil pedangnya lalu aku membunuhnya & memotong kepalanya, kami mengikat unta & kambing dalam jumlah besar. Kami pun kembali pulang. Dipagi harinya ternyata unta milikku dihela oleh unta lain yg ditunggangi oleh wanita muda yg cantik. Wanita itu menoleh ke belakang lalu bertakbir. Aku Ibnu Abi Hadrad berkata; Kemana kau menoleh?
Wanita itu menjawab : Ke seseorang yg demi Allah bila masih hidup akan menemani kalian. Aku kira orang yg dimaksud adl temanku yg aku bunuh. Aku berkata; Demi Allah aku telah membunuhnya & ini pedang miliknya. Pedang itu tergantung di pelana unta yg aku tunggangi sementara sarung pedang yg tergantung di pelana unta wanita itu kosong. Saat aku mengatakan hal itu pada wanita itu, wanita itu berkata; Tetaplah berada di tempatmu, angkatlah sarung pedang ini bila kau benar. Lalu aku mengambilnya & mengangkatnya, ia lalu menutupnya. Saat melihatnya, wanita itu menangis. Kami tiba dihadapan Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam lalu beliau memberi sebagaian dari harta yg kami bawa itu. [HR. Ahmad No.22757].

Hadits Ahmad No.22757 Secara Lengkap

[[[]]]

Sisa Musnad Sahabat Anshar