Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Kuali Hijau

Hadits Nasai 5527

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ الشَّيْبَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي أَوْفَى يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ الْأَخْضَرِ قُلْتُ فَالْأَبْيَضُ قَالَ لَا أَدْرِي

Rasulullah melarang perasan (yang dibuat dalam) guci tembikar yg berwarna hijau. Aku bertanya, Bagaimana dgn yg berwarna putih?
ia menjawab, Aku tak tahu. [HR. Nasai No.5527].

Hadits Nasai No.5527 Secara Lengkap

[[[Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Asy Syaibani] ia berkata; Aku mendengar [Ibnu Abu Aufa] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang perasan (yang dibuat dalam) guci tembikar yang berwarna hijau." Aku bertanya, "Bagaimana dengan yang berwarna putih?" ia menjawab, "Aku tidak tahu."]]]

Hadits Nasai 5528

أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ قَالَ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ الشَّيْبَانِيُّ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي أَوْفَى يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ الْأَخْضَرِ وَالْأَبْيَضِ

Rasulullah melarang perasan yg dibuat dalam guci tembikar yg berwarna hijau & putih. [HR. Nasai No.5528].

Hadits Nasai No.5528 Secara Lengkap

[[[Telah mengabarkan kepada kami Abu 'Abdurrahman ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Manshur] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq Asy Syaibani] ia berkata; Aku mendengar [Ibnu Abu Aufa] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang perasan yang dibuat dalam guci tembikar yang berwarna hijau dan putih."]]]

Hadits Nasai 5529

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي رَجَاءٍ قَالَ سَأَلْتُ الْحَسَنَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ أَحَرَامٌ هُوَ قَالَ حَرَامٌ قَدْ حَدَّثَنَا مَنْ لَمْ يَكْذِبْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ نَبِيذِ الْحَنْتَمِ وَالدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ وَالنَّقِيرِ

Rasulullah telah melarang perasan dalam Al hantam, Ad Duba, Al Muzaffat & An Naqir. +Ket: Ad Duba adl bejana yg terbuat dari buah labu & biasa digunakan untuk membuat minuman keras; Al Hantam adl bejana yg terbuat dari campuran tanah liat, rambut & darah; Al Muzaffat adl bejana yg dicat dgn ter; & An Naqir adl sebatang kayu yg dilubangi bagian tengahnya lalu dijadikan sebagai bejana. [HR. Nasai No.5529].

Hadits Nasai No.5529 Secara Lengkap

[[[Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Raja] ia berkata; Aku bertanya [Al Hasan] tentang perasan yang dibuat dalam guci tembikar, apakah ia haram?" ia menjawab, "Ia haram. Hal ini telah diceritakan oleh [seseorang yang tidak berbohong], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang perasan dalam Al hantam, Ad Duba, Al Muzaffat dan An Naqir."]]]