Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Muntah Sengaja

Hadits Tirmidzi 653

Barang siapa yg muntah, maka tak wajib baginya untuk mengqadla' puasanya, namun bagi siapa yg muntah dgn sengaja, maka wajib baginya untuk mengqhadla' puasanya. (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Abu Darda', Tsauban & Fadlalah bin 'Ubaid. Abu 'Isa berkata, hadits Abu Hurairah adl hadits hasan gharib, kami tak mengetahui hadits dari riwayat Hisyam dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam kecuali dari riwayat 'Isa bin Yunus. Muhammad berkata, menurut saya hadits ini tak mahfuzh. Abu 'Isa be rkata, hadits ini telah diriwayatkan melalui banyak jalur, namun tak ada satupun yg shahih. Telah diriwayatkan juga dari Abu Darda', Tsauban & Fadlalah bin 'Ubaid bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam pernah muntah lalu berbuka, adapun makna hadits ini ialah Nabi muntah ketika sedang puasa tathawwu' (sunnah) beliau merasa lemah kemudian berbuka, makna hadits ini sebagaimana disebutkan didalam riwayat lain beserta tafsirnya. Para ulama juga mengamalkan hadits ini dgn mengambil kesimpulan hukum, bahwa orang yg berpuasa kemudian muntah, maka dirinya tak wajib berqhadla', namun jika muntah dgn sengaja, maka dirinya wajib mengqhadla' puasanya. Di antara ulama yg berpendapat seperti ini ialah Sufyan Ats Tsauri, Syafi'i, Ahmad & Ishaq. [HR. Tirmidzi No.653].

Hadits Tirmidzi No.653 Secara Lengkap

[[[]]]