Thaharah, Shalat, Zakat, Barang Temuan, Manasik, Nikah, Talak, Puasa, Jihad, Sembelihan, Buruan, Wasiat, Waris, Pajak, Kepemimpinan, Peradilan, Pengobatan, Huruf dan Bacaan, Pemandian Umum, Pakaian, Merapikan rambut, Cincin

Kaffarat Makan Saat Ramadhan

Hadits Tirmidzi 656

Apa yg membuat kamu celaka?
Dia menjawab, saya telah menyetubuhi istri saya pada siang hari bulan Ramadlan, beliau bersabda:
Sanggupkah kamu memerdekakan budak?
Dia menjawab, tidak. Beliau bersabda:
Apakah kamu sanggup berpuasa dua bulan berturut-turut?
Dia menjawab, tidak. Beliau melanjutkan: Apakah kamu sanggup memberi makan enam puluh orang miskin?
Dia menjawab, tidak. Beliau bersabda:
Duduklah. Lalu dia duduk, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dibawakan sekarung kurma, lantas beliau bersabda:
Bersedekahlah dengannya. Dia berkata, tak ada satu orangpun di Madinah yg lebih faqir dari kami. Lantas Nabi ShallAllahu 'alaihi wa Salam tertawa sampai kelihatan gigi gerahamnya. Beliau bersabda:
Ambilah & berikan pada keluargamu. (perawi) berkata, dalam bab ini 9ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Umar, 'Aisyah & Abdullah bin Amru. Abu 'Isa berkata, hadits Abu Hurairah merupakan hadits hasan shahih.
Para ulama berpegang dgn hukum yg terdapat dalam hadits ini, yaitu orang yg sengaja berbuka dgn menyetubuhi istrinya pada siang hari bulan Ramadlan. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai orang yg sengaja berbuka dgn makan & minum. Sebagian mereka seperti Sufyan Ats Tsauri, Abdullah bin Al Mubarak & Ishaq berpendapat bahwa orang yg sengaja berbuka dgn makan & minum, maka wajib mengqadla' & membayar kaffarah (denda) -mereka menyamakan makan & minum dgn jima'- Sedangkan sebagian ulama seperti Syafi'I & Ahmad berpendapat (orang yg sengaja berbuka dgn makan & minum) dia hanya wajib menqadla' & tak wajib membayar kaffarah, karena yg disebutkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam adl membatasi kaffarah hanya untuk jima' & tak menyebut makan & minum. Sedangkan makan & minum tak sama dgn jima'.Imam Syafi'I berkata, perintah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam untuk bersedekah tak menutup kemungkinan bahwa kaffarah hanya wajib bagi orang yg mampu, karena lelaki tersebut tak mampu untuk membayar kaffarah. Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam memberinya sekantung kurma & menyuruhnya untuk bersedekah. Namun setelah dia menyatakan tak ada orang yg lebih faqir darinya, maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam menyuruhnya untuk memberi makan keluarganya, karena kaffarah dibayar dari sisa makanan pokok yg dibutuhkan. Imam Syafi'I lebih memilih bahwa orang yg keadaannya sama dgn lelaki tersebut, hendaknya dia memakan kurmanya, namun dia tetap memiliki hutang membayar kaffarah (denda), jika dirinya tak sanggup, maka dia tak wajib membayar kaffarah (denda). [HR. Tirmidzi No.656].

Hadits Tirmidzi No.656 Secara Lengkap

[[[]]]